Kaos Jazz dan berbagai merchandise lainnya tersedia dalam beragam desain. Dapat dikirim keseluruh Indonesia. Pembayaran transfer menggunakan KlikBCA. Silakan klik halaman Merchandise

UGM-Mandiri Jazz 2008 di Yogyakarta, usung Trisum, Rieka Roslan dan lainnya

Posted on 27 September 2008 by Agus Setiawan Basuni

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar konser jazz ke-10, yang diberi nama UGM-Mandiri Jazz 2008. Konser yang disponsori oleh Bank Mandiri ini akan berlangsung pada hari Sabtu, 18 Oktober 2008, di Auditorium Grha Sabha Pramana, Kampus Bulaksumur, Yogyakarta.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, konser akan dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama akan menampilkan duo gitar Dewa Budjana dan Tohpati Ario Hutomo yang tergabung dalam kelompok Trisum plus penampilan mantan gitaris Krakatau, Donny Suhendra. Selain memainkan lagu-lagu instrumental, penampilan Trisum juga akan dipermanis dengan vokalis Rio Febrian. Sesi ini akan berlangsung 90 menit, dari jam 19.30 tepat hingga 21.00.

Setelah jeda 15 menit, konser akan dilanjutkan dengan penampilan Idang Rasjidi and Friends. Mereka juga akan memainkan nomor-nomor instrumental, selain menampilkan penyanyi Glenn Fredly dan Rieka Roeslan. Rieka dikenal sebagai mantan vokalis The Groove dan kini memperkuat Lima Wanita.

Yang cukup mengejutkan adalah, bakal tampilnya Dian Sastrowardojo sebagai pemandu acara, dengan ditemani oleh budayawan dan ahli monolog Butet Kartaredjasa. Duet Dian dan Butet ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri konser jazz yang diperkirakan akan berakhir menjelang pukul 23.00 ini. â€Materi konser ini sangat kuat, baik dari sisi musikalitas maupun dari sisi properti panggungnya. Karena itu, saya yakin tiket akan segera sold out beberapa hari sebelum pertunjukan, seperti tahun lalu. Auditorium UGM bisa memuat 4.000 penonton,†jelas A. Tony Prasetiantono, selaku chairman dan produser eksekutif UGM-Mandiri Jazz 2008, yang juga dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini. Ini adalah konser jazz ke-10 yang dia tangani sejak 1987

Informasi lebih lanjut dan tiket pertunjukan silakan hubungi WartaJazz.com Yogyakarta di 0274-512561 dengan mas Ajie/Ceto/Hendy. Harga tiket pertunjukan VVIP 150rb,  VIP B 100rb, VIP A 50rb, Festival A 30rb dan Festival B 20rb.

Artikel ini diposting oleh:

Agus Setiawan Basuni - yang telah menulis 792 artikel pada wartajazz.com.

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Kontak penulis

24 Comments For This Post

  1. Febri says:

    Yakin deh acarane pasti bagus,tp brp hrg tikete? Plis deh..

  2. Yeni Setiawan says:

    Waaa…
    Can’t wait for this :)

  3. bagwell says:

    Sayang-sayang di Yogya..Anak Jkt mana nih? JGTC kok adem ayem?

    Eh daripada OOT mending komen yg bener.
    Weleh ngegarapnya kayaknya serius nih, pake Dian Sastro ma Butet..Keren..
    Wartajazz jangan lupa meliput ya.. Ditunggu reportnya..

  4. Aby says:

    kayaknya bakalan Ajibbb niy acara..

    Harga Tiketnya brapa BAng?

  5. bendhot says:

    Gak setuju mC mengejutkan n bakal jadi daya tarik tersendiri… taun kemaren biasa aza putri indonesia n butet….. cuma bla2 bntar.. cabutt… gak usah ada mc juga gpp, bayar mahal2 mending buat subsidi tiket atawa tambah artis.. hehehehe piss

  6. Joyo says:

    waduh trisum minus balawan yach.

    Tp gpp, and info donk ttg tiketnya

  7. yoghi sebastian says:

    wow mengejutkan!! ada trisum di jogja. saya berharap konser tahun ini ngga sama dengan tahun lalu. karena saya sangat2 kecewa. tahun kemarin, maestro jazz (bubi chen) kok malah cuma jadi pemanis’ aja. trus sesi ke dua jauh dari kekentalan musik jazz!! bisa di bilang cuma bawa2 nama jazz aja. tapi di dalamnya masih kental dengan pop. sayang banget nama besar bubi chen di cantumin di sana kalo cuma sebagai pembuka aja. sangat2 kecewa walaupun harga tiket waktu itu 20rb-an. saya harap konser jazz UGM ini bener “JAZZ”!!! kususnya di sesi ke dua (glen,dkk). kalo trisum, saya yakin mereka akan tetap di jalur jazz. seperti konser trisum 2005 di semarang, dengan harga tiket festival 50rb,saya merasa puas, ngga ada ganjalan sedikitpun, dan benar2 spektakuler. dengan harga tiket jazz UGM 2008 kelas festival yang cuma 20rb-an ini saya harap trisum ngga cuma sebagai pemanis’ aja. Alhamdulillah tahun kemarin saya ngga beli tiket yang VVIP, saya ngga bisa bayangkan seberapa besar kecewanya saya tahun kemarin kalo saya sampai beli tiket VVIP.mudah2an bisa bermanfaat buat team UGM-Mandiri jazz 2008
    thanks

  8. CruZ! says:

    Wah, keren abis!

    Tapi pasti tiketnya sold out!!!!

  9. ignas says:

    20 rbu… festival
    75 rbu… vip a
    100 rbu.. vip b
    150 rbu.. vvip

    festival bisa dibeli di koperasi mahasiswa UGM

    vip dan vvip bisa dibeli di FE UGM…

    buruan…mau abis…

  10. -reza- says:

    masih ada tiket ga ya…di semarang sepi info…huhuhu
    smoga VVIP masih ada, amien…

  11. -reza- says:

    tiket habis tanggal 8 oktober sore hari kmaren…

    sedih

  12. adinho says:

    bli tikete dimana yah….

  13. wow says:

    tiket habis????
    biasa aja kaleee
    kalo tiket ke surga habis?? baru kita adalah orang2 yang rugi

  14. gilang says:

    barusan dapet info dr wartajazz yogya, semua tiket (dr vip/vvip sampe kls festival) udah ludesss… ampuh bener neh!

  15. wawaw_manuver says:

    wah…keren tuh acara..
    tp Festival B ajalah.
    lg g ad duit..

  16. gusti says:

    mudah – mudahan bisa nonton kalau tiketnya belum habis…

    CHORD OF LIFE

  17. niethz says:

    Udah abis yaa ticket-nya?? Padahal blm kebagian neh …
    Ditambah lagi dunk kapasitasnya …. biar kita bisa kebagian ticket lageee …
    Plisss dunk panitia ….

  18. admin says:

    niethz:
    itu kapasitas 4000 udah full. kalau ditambahin lagi gak bs bergerak kemana2.

  19. DJ says:

    Bro/sis.

    Gue gak terlalu optimis dengan UGM Jazz 2008 kali ini. Tidak seperti yang digembar-gemborkan oleh author dari web ini Mr. agus tang pernah “Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Toronto Jazz Festival, Mosaic Music Festival (Singapore), Calle54 (Spain), Alkantara Festival (Sicilia, Italy), dll juga Tour keliling dunia bersama Krakatau Band”.

    Gue bukan seorang yang pantas mengomentari jazz secara detail dari sisi music, tapi pengalaman gue tahun 2007 sama dengan yoghi sebastian alias kecewa banget. Kalo dilihat dari history 10 tahun UGM JAzz Festival, mestinya banyak pemain baru di Jazz selama 9 tahun terakhr…. tapi ko kayaknya yang ditampilkan ya para pemain yang sudah “expired” di blantika Jazz Nusantara.

    Gue kecewa terhadap tulisan Mr. Agus yang sangat tidak realistik dalam menyajikan berita ini. Gue berharap mestinya tulisan dia bisa dijadikan barometer untuk dunia Jazz Indonesia berserta musisinya. At the end kelihatannya hanya copy-paste press releasenya dari EO UGM JAzz ini.

    Mana darah-darah Jazz baru yang pantas ditampilkan di public dan lebih “menjual” jogja? Bukannya dengan event yang ke 10 ini mestinya harus sudah punya ciri-khas dan menjadikan komoditas wisata-music untuk Jogja (red baca. UGM)?

    Look at the;

    tagline?
    Artist?
    Venue?

    Kalo memang JEC tidak mendukung akustik sistem dan sangat mentulikan telinga jika dipakai untuk pagelaran musik, tidakah ada tempat lain di Jogja untuk perhelatan akbar tahunan UGM Jazz Concert/Festival or whatsoever you called it.
    Bukan yang punya hajat UGM lantas mesti dilaksanakan di rumahnya yang notabene gue merasa pergi kondangan (grha saba), nggak mesti kan?

    Tiket habis? Are you sure? ….. bukannya tahun 2007 kursi-kursi di tengah pada melompong? apakah benar tiket habis atau diborong spekulan (red. calo) yang nanti diobral pada jam-jam terakhir pertunjukan?

    Atau diborong Mandiri sebagai kompensasi dari sponsorship yang kemudian diberikan kepada para klien Mandiri yang tidak mengerti arti pertunjukan Jazz yang datang ngebrudul ke tempat konser setelah lebih dari 30 menit pertunjukan dan tentunya sangat mengganggu para penikmat musik jazz (red baca. gue).

    Kalo boleh usul nih, event ke 11 nanti mestinya harus sudah ajang kolaborasi antara UGM dengan Dinas Pariwisata.

    Datangkan bintang2 jazz mancanegara Undangi turis2 pecinta Jazz dari luar ke Jogja, bukankah Air Asia dan Malaysian Air sudah direct flight ke KL atau Garuda yang direct ke Jepang?

    Have the concert outdoor di Borobudur or Prambanan. Hire helicopter, set the laser…. sell drinks, sell atmpshore, sell the event… not come and sit and listen and go home. Get groovy! Get your body move… this is a music concert not sort of mass-regilious-service!

    Peace & Love….

  20. Nanda says:

    hoho………..
    gw udah beli VVIP dunx!!!!
    ramean sama anak kampus VVIP semua..
    hahahahahaha………….
    yang jemput gw, jangan telat ya…
    hahahahahahaha…….

  21. noppy says:

    walo bukan penikmat musik jass tapi aku pengen bgt liat perfom na budjana ma tohpai, tapi sayang bgt tiket udah tak ada lagee…hikzz..

  22. baobaz says:

    wow keren banget acaranya, ga nyesel beli tiketnya.

  23. fie says:

    wah, keren abis konsernya…

    classy banget…

    meskipun gakda balawan, trisum tetep keren koq, malahan drummer mereka malama itu, Yessaya W. Sumantri (Echa) sempat mencuri perhatian penonton, sampe lupa kalo sesi pertama tu tajuknya Trisum… Hehehe… :-D

    sesi kedua juga tetep asik, rieka roslan ma glenn fredly bener2 bikin hidup konser malam itu, Jazz nya Idang Rasjidi dkk yang mulanya kerasa berat banget buat dicerna bisa melting banget ma penonton di situ, dian sastro aja pek berjoget + ngajakin 1 cowok naek ke atas panggung…

    classy banget lah!!

  24. Candra says:

    suer, bagoesss banget. TRISUM nya mengagumkan. trus uya, Echa (drummer pengurung nya) EDAAANNN!!!

    thanks for my friend who get me the ticket.thenks a lot.

1 Trackbacks For This Post

  1. pra UGM-Mandiri Jazz 2008 di Yogyakarta « –Gin is in da house– says:

    [...] artikel, berita, inspirasi, musik | Tags: 2008, dian sastro, festival, jazz, mandiri, ugm | dari wartajazz.com Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar konser jazz ke-10, yang diberi nama UGM-Mandiri [...]

Leave a Reply

Ads

When I first heard music, I thought it should be very clean, very precise. Something that people could understand, something that was beautiful. — Charlie Parker