Posted on 24 November 2008 by Agus Setiawan Basuni
Desa Wisata Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, mendadak penuh sesak dengan ribuan penikmat, pemerhati maupun sekedar ingin tahu-musik jazz, Minggu (23/1). Apa pasal?, Ngayogjazz 2008 – sebuah pertunjukan berskala festival, bertajuk â€Nja- Jazz Desa Milang Kori†digelar seharian.
Djaduk Ferianto bersama Wartajazz.com menggelar hajatan yang tidak dipungut biaya ini, agar jazz kembali ke “khittah”-nya sebagai musik yang bebas untuk dinikmati oleh siapapun, dalam kondisi apapun dan strata sosial manapun.
Acara pembukaan Ngayogjazz di gelar di panggung Ting Clebung ditandai dengan pemukulan lesung oleh Plt Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata DIY Dian Anggraeni, Kepala Dinas BudPar Kab Bantul, Suyoto, Kepala Dusun Tembi, Ibnu dan Ibu Ida Idham Samawi- Istri Bupati Bantul.
Sebelumnya Golek Gung yang terdiri boneka-boneka raksasa, pemain egrang tradisional berkostum blankon jawa ditemani monyet warna-warni menjadi jembatan sekaligus menyapa para hadirin yang baru tiba di lokasi pertunjukan yang tepat berada didepan Galeri Tembi Kontemporer yang dirangkai dengan penampilan Djembe Merdeka yang terdiri dari 4 orang pemain.
Menariknya disisi kiri dan kanan panggung, anak-anak tumplek blek menyaksikan acara yang tanpa gap ini. Mereka, baik penduduk Desa Tembi dan sekitarnya maupun yang datang bersama keluarga (bahkan dari Jakarta!), tampak menikmati sajian pembukaan ini sambil ditemani kacang godok dan pisang rebus yang disediakan gratis. Selain itu sebagian wartawan dan pengunjung tampak sibuk mengakses internet karena Desa ini dilengkapi dengan sarana internet wireless gratis.
Sajian berikutnya di Panggung Ting Clebung yang dipandu MC Lusy Laksita dan Dibyo Primus, mengetengahkan Gejog Lesung dari ibu-ibu PKK Desa Tembi yang dirangkai penampilan tiga pemain bass yaitu Yoga, Victro dan Indra dengan seorang penabuh drum, Andri dalam Yovia Project. Mereka membawakan 4 buah lagu yaitu Get Down on It (Kool and the Gang), Allegra el Corazon (Tribal), Come Together (The Beatles) dan Yamko Rambe Yamko, sebuah lagu dari Papua.
Zefanya Hartaniputra atau yang akrab disapa Zefa, pianis muda asal kota kembang Bandung, menjadi pamungkas penampilan di stage Ting Clebung pada pukul 17.00 dengan menyajikan beberapa buah lagu diantaranya Someday, dan Bubuy Bulan, yang dibawakan oleh Mika, adik kandung Zefa. Pianis yang belajar musik klasik sejak usia 6 tahun dan mulai nge-jazz sejak 9 tahun ditemani oleh Mahesa (drum) dan Yoyok (bass) serta Erwin (gitaris) dari Alldint Community, sebuah komunitas jazz di Jogja.
Pengunjung yang memadati panggung yang memiliki setting dibawah sebuah pohon besar ini kemudian mulai bergerak menuju panggung Sak Munine yang menghadirkan kesenian tradisional Cokekan. Sebagian yang lain ada yang berhenti karena sepanjang jalan banyak warung dadakan dari masyarakat desa Tembi yang menyajikan beragam sajian kuliner.
Agus Setiawan Basuni - yang telah menulis 792 artikel pada wartajazz.com.
Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.
[...] yang merupakan desa tempat tinggal Djaduk Ferianto, pentolan grup Kua Etnika yang tersohor itu. Ngayogjazz 2008 lalu acara digelar di Desa Tembi, tak jauh dari kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta [...]
A chimpanzee could learn to do what I do physically. But it goes way beyond that. When you play, you play life.
— Jaco Pastorious
Copyright ©1996-2010 WartaJazz.com. Hak Cipta dilindungi undang-undang. All right reserved.
Penggunaan materi website diperkenankan dengan izin tertulis dari WartaJazz.com. Pelanggaran atas hal ini dapat dituntut sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Wartajazz.com, Wartajazz PDF, JazzOnFrames, Jazz Indonesia, WorldMusicIndonesia, Asian Jazz Network merupakan merk terdaftar dan bagian dari WartaJazz Media Network.

November 24th, 2008 at 5:45 pm
wah.. yg acara awal ga sempet liat… baru nyampe jam 8an
dr Temanggung berangkat sore… tp yg penting kelar ampe finish!!
November 25th, 2008 at 6:29 am
Hiduuup AMERIKAAAA…….
November 25th, 2008 at 1:03 pm
Waktu itu saya diwawancarai sama tim WartaJazz.. kalo mau liat hasilnya dimana ya? Trimakasih =)
November 26th, 2008 at 2:42 pm
puas juga..walopun bolak -balik b’brapa kali..
salut ma seniman Yogya!
November 27th, 2008 at 3:55 pm
Wah … sebenanarnya pingin bgt ikutan nonton, tp sayang lagi nungguin ibu yg sedang sakit keras, salut aja deh sm seniman jogja . . .
November 27th, 2008 at 8:55 pm
wah.. ga bisa nonton.. hiks…
lg di jkt.. KP..
untung pada hari yang sama lagi ada JGTC..
tp hujan!
tetep nonton sih.. meskipun hujan.. hehe..
yah.. nasib..
November 28th, 2008 at 3:30 pm
Selamat dan salut untuk DJ Aduk (begitu kata Trie Utami malam eh pagi itu ding)dan Wartajazz atas pagelaran Ngayogjazz 2008 yang begitu apik, semoga tahun depan bisa lebih variatif dan menghadirkan para maestro jazz indonesia lainnya macam Indra Lesmana, Bubi Chen, Ireng Maulana dll.
Terima kasih telah membuat jazz semakin membumi dan dekat dengan berbagai kalangan. Salam
May 18th, 2009 at 2:57 pm
Tak tunggu ngayogJAZZ tahun 2009 ini. “ProJAZZ taman sari” to?