Posted on 01 May 2009 by Ajie Wartono
Diana Krall – Quiet Nights
Verve
Track
1. Where Or When
2. Too Marvelous For Words
3. I’ve Grown Accustomed To Your Face
4. The Boy From Ipanema
5. Walk On By
6. Guess I’ll Hang My Tears Out To Dry
7. Este Seu Olhar
8. So Nice
9. Quiet Nights
10. You’re My Thrill
11. How Can You Mend A Broken Heart?
12. Every Time We Say Goodbye
Musisi:
John Clayton Bass
Paulinho Da Costa Percussion
Jeff Hamilton Drums
Reggie Hamilton Bass
Diana Krall Piano, Vocals
Steve Kujala Flute (Alto), Flute (Bass)
Anthony Wilson Guitar
Penyanyi jazz yang telah dua kali konser di Indonesia, Diana Krall, tahun 2009 ini merilis album anyar bertitel “Quiet Nights”. Judul album ini diambil dari salah satu lagu yang terdapat didalamnya, karya pencipta lagu Antonious Carlos Jobim yang terkenal dengan gaya bossa novanya, sudah bisa diduga dari judul tersebut mewakili dari isi album ini yang didominasi dengan warna bossanova. Meskipun di beberapa albumnya Diana Krall juga menyisipkan warna-warna bossa, tapi dalam album ini hampir mendominasi semua lagunya.
Album ini merupakan reuni dengan arranger dan conducter Claus Oggerman yang pernah juga berkolaborasi di album “The Look Of Love”, kali ini Claus dipercaya lagi untuk aransemen dan orkestrasi di album ini. Tiga karya Jobim “The Boy From Ipanema” , “Este Seu Ohlar” dan “Quiet Night” menjadi hilight disamping karya Burt Bacharach “Walk On By” dan karya Rodger & Hart “When Or When” yang masih dalam warna bossa.
Sentuhan aransemen dan orkestrasi dari Claus membawa suasana romantis dalam setiap lagu dalam album ini, akankah album ini membawa lagi Diana Krall dalam nominasi dan memenangkan Grammy Awards, kita tunggu saja.
Ajie Wartono - yang telah menulis 42 artikel pada wartajazz.com.
Memimpin divisi Projects & Event Management. Pernah mengikuti Dutch Jazz Meeting di Amsterdam, Belanda. Selama dua tahun dipercaya menjadi Ketua Festival Kesenian Yogyakarta (2007, 2008) selain sebagai Program Director, Bali Jazz Festival dan Ngayogjazz
Music is your own experience, your thoughts, your wisdom. If you don’t live it, it won’t come out of your horn. They teach you there’s a boundary line to music. But, man, there’s no boundary line to art.
— Charlie Parker
Copyright ©1996-2010 WartaJazz.com. Hak Cipta dilindungi undang-undang. All right reserved.
Penggunaan materi website diperkenankan dengan izin tertulis dari WartaJazz.com. Pelanggaran atas hal ini dapat dituntut sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Wartajazz.com, Wartajazz PDF, JazzOnFrames, Jazz Indonesia, WorldMusicIndonesia.com, Asian Jazz Network, JazzKidz merupakan merk terdaftar dan bagian dari WartaJazz Media Network.
