<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wartajazz.com &#187; Roullandi N. Siregar</title>
	<atom:link href="http://www.wartajazz.com/author/andi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wartajazz.com</link>
	<description>The Ultimate Jazz Source for Indonesian Jazz Lovers - Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 07:00:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Workshop Serambi Jazz bersama Max von Mosch &amp; Benedikt Jahnel</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/education/workshop/2011/09/07/workshop-serambi-jazz-bersama-max-von-mosch-benedikt-jahnel/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=workshop-serambi-jazz-bersama-max-von-mosch-benedikt-jahnel</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/education/workshop/2011/09/07/workshop-serambi-jazz-bersama-max-von-mosch-benedikt-jahnel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 08:26:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roullandi N. Siregar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<category><![CDATA[Benedikt Jahnel]]></category>
		<category><![CDATA[goethe]]></category>
		<category><![CDATA[Max von Mosch]]></category>
		<category><![CDATA[Max.Bab]]></category>
		<category><![CDATA[serambi jazz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=14038</guid>
		<description><![CDATA[Kegiatan Serambi Jazz pada bulan Oktober tepatnya 1 – 5 Oktober 2011 akan menghadirkan Max von Mosch &#038; Benedikt Jahnel mulai pukul 10:00 – 16:00 WIB bertempat di GoetheHaus Jalan Sam Ratulangi 9-15 Menteng, Jakarta Pusat.

Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/education/workshop/2011/03/25/workshop-musik-bersama-kai-bruckner-yakou-tribe-di-goethe-institut/' rel='bookmark' title='Workshop Musik bersama Kai Brückner (Yakou Tribe) di Goethe Institut'>Workshop Musik bersama Kai Brückner (Yakou Tribe) di Goethe Institut</a> <small>Dalam rangka program Serambi Jazz Goethe-Institut Indonesien menggelar workshop bagi...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/08/01/serambi-jazz-agustus-hadirkan-glen-dauna-project-dan-chamber-jazz/' rel='bookmark' title='Serambi Jazz Agustus hadirkan Glen Dauna Project dan Chamber Jazz'>Serambi Jazz Agustus hadirkan Glen Dauna Project dan Chamber Jazz</a> <small>Serambi Jazz edisi Agustus yang menghadirkan dua kelompok yang sama...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/02/07/serambi-jazz-kembali-hadir-tampilkan-kuartet-david-manuhutu-groens-project/' rel='bookmark' title='Serambi Jazz kembali hadir, tampilkan Kuartet David Manuhutu &amp; Groens Project'>Serambi Jazz kembali hadir, tampilkan Kuartet David Manuhutu &#038; Groens Project</a> <small>Konser perdana Serambi Jazz di tahun 2011 menghadirkan generasi penerus...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2011/09/max-bab.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-14040" title="max-bab" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2011/09/max-bab.jpg" alt="" width="400" height="237" /></a></p>
<p>Kegiatan Serambi Jazz pada bulan Oktober tepatnya 1 – 5 Oktober 2011 akan menghadirkan <strong>Max von Mosch &amp; Benedikt Jahnel</strong> yang merupakan anggota dari <strong>MaxBab</strong> mulai pukul 10:00 – 16:00 WIB bertempat di GoetheHaus Jalan Sam Ratulangi 9-15 Menteng, Jakarta Pusat.</p>
<p>Workshop ini ditujukan untuk semua musisi yang ingin bisa berimprovisasi, komposer dan penata musik jazz. Dalam workshop ini kita akan banyak bekerja sama, bermusik dan mengaransemen.</p>
<p>Beberapa tema yang akan di bahas dalam workshop ini antara lain:</p>
<ol>
<li>Komunikasi di atas panggung:</li>
<li>Mendengarkan dan bereaksi satu sama lain, bertindak dan berimprovisasi sebagai kelompok, mengembangkan timing yang pas untuk semua anggota band</li>
<li>Aransemen dan komposisi:</li>
<li>Menulis lagu, menemukan konsep baru, interpretasi lagu</li>
<li>Memimpin band:</li>
<li>Memberikan sentuhan suara tersendiri ke sebuah komposisi yang dapat dimainkan oleh setiap anggota band dan berlatih sesuai tujuan bersama</li>
</ol>
<p>Tujuan dari workshop ini adalah bersama-sama merancang sebuah repertoar konser. Jadi, kita akan bermusik langsung sebanyak-banyaknya!</p>
<p>Dan tentu saja dalam lima hari yang kita punya kita akan membicarakan juga tema-tema lain yang menarik minat para peserta workshop (misalnya strategi bermusik, teori musik, bisnis musik, dll).</p>
<p>Persyaratan peserta workshop:</p>
<ol>
<li>Musisi yang memahami dengan baik terminologi jazz dan blues. Dalam workshop ini akan ada praktek langsung memainkan musik (berdasar) jazz.</li>
<li>Masih berumur kurang dari dari 35 tahun.</li>
<li>Domisili di Jabodetabek atau Bandung.</li>
<li>Komitmen hadir penuh selama workshop (lima hari workshop dengan durasi kurang lebih lima jam setiap hari). Peserta yang mengikuti workshop kurang dari tiga hari tidak diperkenankan ambil bagian dalam konser mini di akhir workshop.</li>
<li>Menguasai komunikasi dalam bahasa Inggris, setidaknya pasif.</li>
<li>Dapat membaca not balok.</li>
<li>Memberikan CV (singkat, dalam bahasa Inggris) dan foto digital 4X6.</li>
<li>Memberikan portfolio rekaman karya lagu dalam bentuk CD (2 lagu) atau informasi link untuk karya yang sudah diupload.</li>
<li>Mempunyai pengalaman dalam sebuah grup band yang masih aktif.</li>
<li>Membawa alat musik, kecuali drum-piano.</li>
<li>Batas pendaftaran 20 September 2011.</li>
</ol>
<p>Pendaftaran dan pertanyaan lain terkait workshop ini dapat ditujukan kepada Roullandi 0816-1977776 email roullandi@yahoo.com</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Max von Mosch – Saksofon<br />
Henning Sieverts – Bass<br />
Andi Haberl &#8211; Drum<br />
Benedikt Jahnel &#8211; Piano</strong></p>
<p>Kuartet dari selatan Munich ini merupakan keajaiban kecil bagi Jazz Jerman“. Sejak berdirinya mereka lebih dari sepuluh tahun lalu, grup yang awalnya adalah sebuah band sekolah ini telah berkembang menjadi salah satu band jazz muda terbaik di Jerman. Sebuah kisah sukses luar biasa: lebih dari empat ratus konser, di antaranya bersama Charlie Mariano, Wolfgang Muthspiel dan David Friedman, penampilan di berbagai festival seperti JazzBaltica dan Montreal Jazzfestival dan enam album rekaman dengan nama mereka sendiri. Album terakhir mereka ″Inner Orbit“ diproduksi oleh label ACT-Music.</p>
<p>Inilah empat sekawan yang telah lama berkarya bersama, membawa suara mereka sendiri, komposisi-komposisi indah dan senantiasa bermain musik dengan sukacita tak terbatas.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Feducation%2Fworkshop%2F2011%2F09%2F07%2Fworkshop-serambi-jazz-bersama-max-von-mosch-benedikt-jahnel%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/education/workshop/2011/03/25/workshop-musik-bersama-kai-bruckner-yakou-tribe-di-goethe-institut/' rel='bookmark' title='Workshop Musik bersama Kai Brückner (Yakou Tribe) di Goethe Institut'>Workshop Musik bersama Kai Brückner (Yakou Tribe) di Goethe Institut</a> <small>Dalam rangka program Serambi Jazz Goethe-Institut Indonesien menggelar workshop bagi...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/08/01/serambi-jazz-agustus-hadirkan-glen-dauna-project-dan-chamber-jazz/' rel='bookmark' title='Serambi Jazz Agustus hadirkan Glen Dauna Project dan Chamber Jazz'>Serambi Jazz Agustus hadirkan Glen Dauna Project dan Chamber Jazz</a> <small>Serambi Jazz edisi Agustus yang menghadirkan dua kelompok yang sama...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/02/07/serambi-jazz-kembali-hadir-tampilkan-kuartet-david-manuhutu-groens-project/' rel='bookmark' title='Serambi Jazz kembali hadir, tampilkan Kuartet David Manuhutu &amp; Groens Project'>Serambi Jazz kembali hadir, tampilkan Kuartet David Manuhutu &#038; Groens Project</a> <small>Konser perdana Serambi Jazz di tahun 2011 menghadirkan generasi penerus...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/education/workshop/2011/09/07/workshop-serambi-jazz-bersama-max-von-mosch-benedikt-jahnel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Java Jazz &#8211; Sabda Prana</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2009/12/11/java-jazz-sabda-prana/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=java-jazz-sabda-prana</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2009/12/11/java-jazz-sabda-prana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 02:38:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roullandi N. Siregar</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=9455</guid>
		<description><![CDATA[Sabda Prana adalah dokumentasi jilid kedua kelompok Java Jazz . Meski tercatat sebagai album kedua, dari sisi personil yang ikut dalam penggarapannya justru disini tampil formasi pertama kelompok ini.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></p>
<div id="attachment_8758" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><strong><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/10/java-jazz-sabda-prana.jpg"><img class="size-full wp-image-8758" title="Java Jazz - Sabda Prana" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/10/java-jazz-sabda-prana.jpg" alt="Java Jazz - Sabda Prana" width="300" height="290" /></a></strong><p class="wp-caption-text">Java Jazz - Sabda Prana</p></div>
<p>Java Jazz &#8211; Sabda Prana</strong><br />
1998<br />
Produksi  : Java Jazz<br />
Produser Eksekutif : Funk ‘U Production &amp; Java Jazz<br />
Distribusi  : BMG (PT Ris Music Wijaya International)</p>
<p>1. The Seeker<br />
2. Lembah<br />
3. Bulan Di Atas Asia<br />
4. Drama<br />
5. Conga Di Pari<br />
6. Crystal Sky<br />
7. Violation<br />
8. Maryono<br />
9. Dodon (Ver’91)<br />
10. Crystal Sky (Ver’91)</p>
<p><strong>Kenapa Sabda Prana? </strong></p>
<p>Sabda Prana adalah dokumentasi jilid kedua kelompok Java Jazz . Meski tercatat sebagai album kedua, dari sisi personil yang ikut dalam penggarapannya justru disini tampil formasi pertama kelompok ini. Embong Rahardjo (saxophone, flutes), A.S Mates (fretless bass), Donny Suhendra (electric &amp; acoustic guitars), Gilang Ramadhan (drums &amp; percussions) dan Indra Lesmana (digital piano, synthesizers, fender Rhodes) memulai Java Jazz tahun 1991 tapi baru merekam Sabda Prana tujuh tahun kemudian.</p>
<p>Dalam linier notes album, ditulis bahwa kalimat Sabda Prana, yang berarti voices of soul, merupakan deskripsi perasaan setiap personil terhadap band, diantara satu dengan yang lain dan bagaimana mereka bisa bertahan sebagai suatu kelompok begitu lama. Phrase dari bahasa Jawa ini juga mewakili pesan Java Jazz pada sebuah kesadaran untuk membantu orang membuka hati dan pikiran. Untuk mengerti bahwa dari begitu luas dan kompleks wilayah yang dimiliki Indonesia, dalam kondisi seperti sekarang ini, masih ada musik yang dapat menjangkau jiwa pendengarnya yang terdalam.</p>
<p>Jika boleh membagi isi album ini dalam bab-bab, dapat disimak tiga bab paparan komposisi dari Java Jazz;</p>
<p>Pertama adalah lagu yang sebenarnya ditulis pada tahun 1991 namun mereka tulis dan rekam ulang lagi untuk mendemonstrasikan bagaimana perkembangan kemampuan musikal mereka beberapa tahun terakhir ini.</p>
<p>Di bab berikut mereka sertakan hasil rekaman tahun 1991 sebagai materi pembanding (karena keterbatasan pita, di format kaset hanya ada satu lagu). “Dodon” dan “Crystal Sky” Ver91 adalah bocoran harta karun Java Jazz yang Java Jazz  buat pada Agustus 1991 di Mad Hatter Studio, studio milik Chick Corea, Los Angeles &#8211; CA.</p>
<p>Demonstrasi musikal Java Jazz di dua bab ini dapat dirangkaikan dengan eksistensi album pertama mereka, Bulan di Asia (1994), yang dimainkan oleh personel berbeda (Java Jazz mark II). Tentu menarik menyimak bagaimana “Bulan di Atas Asia”, “The Seeker”, “Lembah”, “Drama”, “Crystal Sky” hadir dalam pendekatan yang berbeda-beda.</p>
<p>Untuk membuat genap isi Sabda Prana, Java Jazz menghadirkan tiga lagu baru yang direkam selama sesi studio mereka, September sampai Oktober 1998 di Indra-Gilang Studio, Jakarta. Karya Indra, “Violation”, “Conga di Pari” ditulis oleh Gilang Ramadhan serta “Maryono” yang secara eksklusif diaransemen dan didedikasikan untuk almarhum Maryono, legenda saksofonis Indonesia (meninggal September 1998).</p>
<p><strong>Simak voices of soul mereka! </strong></p>
<p>Sabda Prana dibuka dengan “The Seeker”. Lagu ini menghadirkan sebuah tema yang mengalir berulang. Lantunan Embong yang disela improvisasi Mates menegaskan alur tema tersebut. Unison Indra dan Embong menutup lagu yang bak mengilustrasikan sebuah pencarian itu.</p>
<p>“Lembah”, terutama di beberapa sekat terakhir kembali menampilkan akurasi permainan Embong. Tiupan saksofonnya dikawal ketat permainan Gilang dan Mates dengan tempo cepat dan semakin cepat.</p>
<p>Kecerdasan dan bagaimana karakter permainan Embong masih dapat disimak pada anthem Java Jazz di urutan lagu ketiga. Coba simak, liukan piccolo Embong yang menghadirkan aura mandarin di sepanjang lagu namun diakhir malah bermuara pada atmosfer sunda. Memang, “Bulan di Atas Asia” merupakan upaya Java Jazz mendokumentasikan kekayaan melodi khas Asia, tanpa harus menjadi sebuah komposisi berbasis pentatonik.</p>
<p>“Drama” merupakan perpaduan bunyi synthesizers Indra, melodi gitar Donny dan kembali hembusan saksofon Embong yang dikawal rapat seksi rhythm. Bass line yang dimainkan Mates menjadi daya pikat tersendiri di lagu ini. Kevin Praja menyumbang talentanya untuk Java Jazz di “Drama”. Ia memainkan trumpet dan membantu membuat aransemen alat tiup.</p>
<p>Hampir di semua lagu meninggalkan jejak ciri khas komposisi garapan Indra. Struktur lagu dengan melodi yang manis dan berkesan mistik itu diantaranya dapat kita simak pada nomor Crystal Sky. Komposisi ini ia persembahkan buat ayahnya, maestro Jack Jazz Lesmana.</p>
<p>Hampir sebangun dengan “Drama”, eksplorasi talenta yang sama juga dapat disimak di “Dodon” dan “Violation”. Lagu itu menampilkan hentakan jazz-rock dari drum Gilang dan bass yang dimainkan Mates. Mereka menggiring dengan baik melodi yang dimainkan oleh Indra dengan piano atau synthesizernya, Donny yang menggunakan gitar listrik, dan tiupan saksofon Embong. Unison yang banyak dimainkan tiga pemain yang disebut belakangan membuat karakter lagu menjadi sangat kuat.</p>
<p>Sabda Prana adalah kali pertama Indra memproduksi sebuah album dengan master quality sound. Ia menerapkan pengetahuannya dalam proses rekaman, mixed dan membuat master setiap lagu. Melalui ruang ini Indra serta rekan Java Jazz mengkristalkan hadirnya sebuah rekaman yang memiliki energi musikal secara universal dan kaya akan sounds dan ide-ide.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2009%2F12%2F11%2Fjava-jazz-sabda-prana%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2009/12/11/java-jazz-sabda-prana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serambi Jazz edisi Desember sajikan Pitoelas Big Band</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2009/12/02/serambi-jazz-edisi-desember-sajikan-pitoelas-big-band/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=serambi-jazz-edisi-desember-sajikan-pitoelas-big-band</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2009/12/02/serambi-jazz-edisi-desember-sajikan-pitoelas-big-band/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 03:48:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roullandi N. Siregar</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[# Eugen Bounty]]></category>
		<category><![CDATA[Devian Zikri]]></category>
		<category><![CDATA[Dira.J.Sugandi]]></category>
		<category><![CDATA[Donna Koeswinarso]]></category>
		<category><![CDATA[Donny Sunjoyo]]></category>
		<category><![CDATA[Dony Koeswinarno]]></category>
		<category><![CDATA[Drio Pramono]]></category>
		<category><![CDATA[Enggar Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Irsa Destiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Odi]]></category>
		<category><![CDATA[sandy winarta]]></category>
		<category><![CDATA[Tiyo Alibasjah]]></category>
		<category><![CDATA[Toni Heriyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Widiyekso]]></category>
		<category><![CDATA[Yandri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=9335</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai penutup rangkaian kegiatan di tahun 2009, Serambi Jazz kembali menyelenggarakan sebuah konser musik. Akan tampil Pitoelas Big Band, sebuah kelompok dalam formasi big band yang akan memberikan suguhan komposisi-komposisi jazz dari lagu tradisional Indonesia hingga modern jazz.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/12/pitoelas.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-9339" title="pitoelas" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/12/pitoelas.jpg" alt="pitoelas" width="300" height="200" /></a>Sebagai penutup rangkaian kegiatan di tahun 2009, Serambi Jazz kembali menyelenggarakan sebuah konser musik. Akan tampil <strong>Pitoelas Big Band</strong>, sebuah kelompok dalam formasi big band yang akan memberikan suguhan komposisi-komposisi jazz dari lagu tradisional Indonesia hingga modern jazz.</p>
<p>Acara digelar pada Kamis 3 Desember 2009 di Goethe Institut, Jl. Sam Ratulangi 9-15 Menteng Jakarta Pusat mulai pukul 19.30 dan tidak dipungut biaya alias Gratis.</p>
<p>Pitoelas Big Band lahir dari sebuah idealisme dan antusiasme dari setiap anggota pendirinya terhadap musik, terutama musik jazz dan big band. Diawali dengan sebuah obrolan, mengekplorasi ide-ide, untuk kemudian berlatihdan tampil bersama. Ini membuat Pitoelas Big Band menjadi sebuah grup yang kuat, terdiri dari para pemusik profesional muda terbaik.</p>
<p>Pemain saksofon dan komposer <strong>Dony Koeswinarno </strong>adalah salah seorang pendiri band ini. Saat ini Dony juga menjadi pemimpin band dan direktur musik Pitoelas. Dialah yang menulis dan menyusun aransemen musik, sekaligus bertindak sebagai kontraktor dan manajer band ini. Salah satu dari musik gubahan Dony dan band ini adalah “Ondel-ondel”, sebuah lagu tradisional Betawi yang disusun menjadi sebuah musik jazz bergaya big band. Anggota-anggota lainnya adalah pemain piano, aranjer dan komposer, Irsa Destiwi; pemain klarinet/saksofon, Eugen Bounty; pemain trombone, Enggar Widodo; dan beberapa nama lain yang sudah dikenal luas dalam komunitas musik jazz di Indonesia.</p>
<p>Pitoelas Big Band telah menjadi sebuah band profesional terbaik dengan pilihan daftar lagu yang beragam di Indonesia , dikenal memiliki fresh sounding, good looking dan swinging hard. Kini, Pitoelas Big Band sedang mempersiapkan debut album mereka.</p>
<p>Berikut ini daftar lengkap penampil Pitoelas Big Band:</p>
<ul>
<li>Saxophone:<br />
<strong>Dony Koeswinarno</strong> (Leader/Music Director), <strong>Eugen Bounty, Donna Koeswinarso, Devian Zikri, Drio Pramono</strong></li>
<li>Trumpet     :<br />
<strong>Harmoniadi, Wisnu Fajar, Edi Junaedi, Syendy</strong></li>
<li>Trombone  :<br />
<strong>Enggar Widodo, Widiyekso, Toni Heriyanto, Yandri</strong></li>
<li>Rhythm      section :<br />
<strong>Irsa Destiwi, Sandy Winarta, Donny Sunjoyo, Tiyo Alibasjah</strong></li>
<li>Vocal          : <strong>Odi, Dira J Sugandi</strong></li>
</ul>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2009%2F12%2F02%2Fserambi-jazz-edisi-desember-sajikan-pitoelas-big-band%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2009/12/02/serambi-jazz-edisi-desember-sajikan-pitoelas-big-band/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngayogjazz…yok, ayo nge-workshop</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2009/11/28/ngayogjazz-yok-nge-workshop/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ngayogjazz-yok-nge-workshop</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2009/11/28/ngayogjazz-yok-nge-workshop/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 02:40:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roullandi N. Siregar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ngayogjazz]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=9289</guid>
		<description><![CDATA[Rangkaian kegiatan Ngayogjazz 2009 dibuka dengan sebuah workshop musik jazz  disampaikan oleh tiga pemusik yang tampil yaitu Harri Stojka, Albert Yap, dan Dwiki Dharmawan
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_9292" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/11/ngayogjazz-workshopdwiki.jpg"><img class="size-full wp-image-9292" title="Dwiki Dharmawan saat memberikan workshop di Ngayogjazz 2009" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/11/ngayogjazz-workshopdwiki.jpg" alt="Dwiki Dharmawan saat memberikan workshop di Ngayogjazz 2009" width="500" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Dwiki Dharmawan saat memberikan workshop di Ngayogjazz 2009</p></div>
<p>Rangkaian kegiatan <strong>Ngayogjazz 2009 </strong>dibuka dengan sebuah workshop musik jazz. Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat 20 November disampaikan oleh tiga pemusik yang akan tampil di festival keesokan harinya. Adalah <strong>Harri Stojka, Albert Yap, dan Dwiki Dharmawan </strong>yang bergantian membagi pengalaman kepada kurang lebih 50 peserta yang hadir di pendopo Rumah Budaya Tembi, Bantul, Yogyakarta.</p>
<p>Rasa antusias terlihat sejak workshop dimulai pagi hari pukul 10.00 lewat. Ini terlihat dari  aktivitas sebagian peserta yang ikut menyiapkan alat musik pendukung, lontaran-lontaran pertanyaan yang dipandu akrab pembawa acara, sampai kembali membereskan alat di akhir acara sore harinya.</p>
<p><strong>Harri Stojka </strong></p>
<p>Workshop dibuka oleh Harri Stojka dengan pembahasan teknis tentang pilihan gaya permainan gitarnya. Stojka membuka sesi ini dengan penampilannya bersama <strong>Claudius Jelinek.</strong> Sembari memetik gitar, ia menjelaskan trik-trik scale yang digunakan serta apa alasannya. Gitaris kelahiran Wina Austria ini menekankan bahwa perbedaan feeling dan gaya gipsi yang menjadi ciri khasnya ada pada drive yang digunakan. “The most important thing is a drive,” tegasnya.</p>
<p>Stojka mempraktekkan juga bagaimana gaya gitarannya lebih memilih kord-kord yang kompleks.<em> “Its  normal blues. Everybody loves, everybody likes, except me. I like normal blues but with more chords,” </em>sembari memberi contoh bunyi keduanya dengan tempo yang dilambatkan.</p>
<p>Gitaris ini memberikan referensi pada lick Joe Pass, George Benson, sampai legenda Django Reinhardt serta berpesan untuk selalu latihan yang intens. Sore itu penggemar The Beatles ini juga bercerita bagaimana ia membuat komposisinya. <em>“…Sometimes I composed song in my dreams. Most time I dream about my solo,” </em>kelakar Harri.</p>
<p><strong>Albert Yap </strong></p>
<p>Sesi kedua dibawakan oleh pemain bass asal Malaysia, Albert Yap, juga beserta kelompok musiknya, <strong>BassGrOoVe100</strong>. Pembahasannya adalah tentang bagaimana <em>ensemble building. </em></p>
<p>Albert memulai bahasannya tentang bagaimana pentingnya setiap pemusik untuk memahami karakteristik teman-teman se-grupnya, cara dia bermain, level permainannya, instrumen yang dipakai, dan paham apa fungsi instrumen yang dimainkan dalam kelompok itu.  Arahannya adalah terbentuk keseimbangan permainan dalam sebuah grup,  dimana ada tanggung jawab seorang pemusik terhadap band, konsep lagu, solois dan vokalis. Ini ia beri istilah “internal balance”.</p>
<p>Topik Albert selanjutnya adalah pembahasan tentang ritme yang berbeda saat sebuah lagu dimainkan; bossanova – contemporary R&amp;B – swing. Dia juga memberikan contoh bagaimana rhythm section memback-up seorang vokalis atau saat pemusik lain sedang solo. <em>“… We always practice solois. No matter what you play; jazz, rock, latin, bossanova. Siapa yang featuring di depan, that’s we feature. Because in music, this is a language. We tell a eachother what to do in musical language…”</em> paparnya.</p>
<p>Menarik pada sesi ini ketika dimajukan sebuah jamming dari peserta workshop. Terlihat penampilan mereka tidak kalah kelas. Pemain kibor BassGrOoVe100 bahkan memuji Andi Gomez, salah satu peserta workshop yang maju sebagai, “Dia mempunyai potensi yang tinggi untuk mencapai kejayaan…”</p>
<p><strong>Dwiki Dharmawan </strong></p>
<p>Workshop ditutup dengan sharing pengalaman yang diberikan oleh Dwiki Dharmawan. Pentolan kelompok Krakatau yang baru merilis album ketiga ini memberi judul “Exploring root of identity” untuk topik bahasannya.</p>
<p>Dwiki memulai ceritanya mulai dari awal karirnya bermusik. Dari belajar musik klasik, lalu membentuk Krakatau dan merilis lima album, dan di satu titik ia berpikir; “Benarkah bila kita ingin tetap masuk/eksis di pasar, harus mereduksi nilai-nilai ideal sebuah karya seni? Lalu benarkah kekuatan modal selalu melukai kreatifitas seniman? Benarkah market mengurangi kebebasan berekspresi?”</p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan itu yang kemudian menjadi titik awal Dwiki beserta rekan-rekannya men-<em>reset </em>format fase kedua Krakatau serta landasan di dua solo album terakhirnya. Dengan beberapa ilustrasi rekaman konsernya, Dwiki menunjukkan bahwa ia seolah mendapat pencerahan untuk melihat kembali dan bereksplorasi dengan keanekaragaman tradisi musik Indonesia yang dipadukan dengan kecintaannya dengan musik jazz. Pengalamannya bersentuhan dengan ide-ide/idiom-idiom tradisional Indonesia  itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam musik seorang Dwiki Dharmawan.</p>
<p>Dia menambahkan, dari apa yang pernah dicobanya saat berinteraksi dengan banyak idiom tradisi, hal yang harus diperhatikan saat melakukan improvisasi adalah pemahaman blues. “… Root dari jazz adalah blues. Agak mustahil jika musisi langsung bermain jazz tanpa menguasai ilmu blues,” tegas Dwiki.</p>
<p>Sebelum menutup workshop sore itu, pemusik kelahiran Bandung 19 Agustus 1966 ini menitipkan sebuah pesan, “Anda bermain musik tidak usah takut-takut. Musik itu tidak ada yang salah. Adanya, yang enak sama (yang) tidak enak. Mungkin banyak musisi muda yang ingin populer, tapi pencarian/eksplorasi/nakal (harus) jalan terus. Bebaskan, bebaskan hati kita dan tidak usah takut. Karena kalau takut, main musiknya jadi terbatas.”</p>
<p>Pesan dari Dwiki ini setidaknya telah dibuktikan oleh panitia Ngayogjazz.  Mereka berhasil memberikan sebuah workshop yang nyata mendapat respon baik dari peserta, yang sebagian besar adalah para pemusik muda. Sebuah transfer pengalaman diharapkan telah terjadi di antara mereka sore itu. Baik di saat acara berlangsung maupun ketika mereka bertukar pikiran dengan lebih cair diluar forum workshop. Ini dapat menjadi bekal kedua belah pihak untuk bermusik yang lebih baik di masa yang akan datang.</p>
<p>Namun, agar visi Ngayogjazz untuk membangun masyarakat pendukung seni dapat mengena lebih luas, jangan takut jika di tahun mendatang juga diselenggarakan workshop untuk <em>stakeholders </em>yang lain. Tidak hanya workshop untuk pemusik. Mungkin bisa dicoba sebuah workshop untuk penonton agar mereka dapat berbagi bagaimana esensi menikmati pertunjukan musik jazz. Atau, workshop untuk penyelenggara acara musik jazz, workshop untuk media peliput kegiatan jazz, atau jenis-jenis workshop lainnya. Bagaimana? Yok, kita nge-workshop di Ngayogjazz.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2009%2F11%2F28%2Fngayogjazz-yok-nge-workshop%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2009/11/28/ngayogjazz-yok-nge-workshop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rhythm N Groove Music Camp digelar di Puncak Pass Resort Cianjur</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2009/09/29/rhythm-n-groove-music-camp-digelar-di-puncak-pass-resort-cianjur/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=rhythm-n-groove-music-camp-digelar-di-puncak-pass-resort-cianjur</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2009/09/29/rhythm-n-groove-music-camp-digelar-di-puncak-pass-resort-cianjur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 08:39:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roullandi N. Siregar</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<category><![CDATA[Victor Wooten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=8396</guid>
		<description><![CDATA[Rhyhm N Groove Music Camp (RNGMC) diadakan di Indonesia dengan guest star pemain bass dari Amerika, Victor Wooten 15 Oktober sampai 18 Oktober 2009 di Puncak Pass Resort, Cianjur - Jawa Barat
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sukses dengan 4 penyelenggaraan di dua negara (Singapura dan Malaysia), kali ini kegiatan Rhyhm N Groove Music Camp (RNGMC) diadakan di Indonesia. RNGMC adalah kegiatan dalam bermusik, berbagi dalam ilmu akan pengertian diri tentang musik dan bermain musik.</p>
<p>Seluruh bidang; vokal, gitar, bass, keyboard dan drum akan diajarkan dengan mentor-mentor dan musisi dari 3 negara yang terlibat (Indonesia-Singapura-Malaysia) serta satu orang guest star pemain bass dari Amerika, Victor Wooten.</p>
<p>Apapun mentor dan musisi profesional yang terlibat adalah; Taufan Goenarso, Rayendra Soenito, Riza Arshad, Aldy Abuthan, Timur Segara, Jacob Sianipar, Bonar Abraham, Donny Joesran, Glen Dauna, Harry Murti, Barry Likumahuwa, Kadek Rihardika, Yance Manusama, Arya Setyadi dari Indoensia, M.Noor, Din Safari, dan Paul Danial (Singapura), serta Zahid Ahmad (Malaysia).</p>
<p>Siapapun boleh dan dapat terlibat dalam RNGMC, mulai Anda yang pemula sampai yang senior, dari anak-anak, muda dan dewasa pria-wanita diharapkan dapat bergabung. RNGMC merupakan wadah untuk mencari dan menumbuhkan musisi handal yang benar-benar pencinta dan mengerti akan dunia musik yang akan digelutinya atau sekedar hobi.</p>
<p>Pelaksanaan RNGMC dimulai 15 Oktober sampai 18 Oktober 2009 (dengan jadwal yang padat &amp; jam session setiap hari), mengambil lokasi di Puncak Pass Resort, Cianjur &#8211; Jawa Barat. Sengaja diambil tempat yang memiliki udara sejuk, tenang, dan nyaman karena disesuaikan dengan konsep music camp itu sendiri.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2009%2F09%2F29%2Frhythm-n-groove-music-camp-digelar-di-puncak-pass-resort-cianjur%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2009/09/29/rhythm-n-groove-music-camp-digelar-di-puncak-pass-resort-cianjur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laporan dari Kampoeng Jazz 2009</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/festival/2009/06/09/kampoeng-jazz-2009/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kampoeng-jazz-2009</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/festival/2009/06/09/kampoeng-jazz-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 05:47:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roullandi N. Siregar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Festival]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=7512</guid>
		<description><![CDATA["Live like jazz"... begitu bunyi tagline acara Kampoeng Jazz, sebuah pesta yang diadakan oleh senat mahasiswa hukum Universitas Padjadjaran pada hari minggu 31 Mei 2009 lalu. Acara berformat festival ini menghadirkan sederet grup yang dihimpun oleh KlabKazz Bandung dan dua kelompok tamu dari Jakarta
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7532" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/06/kampoeng-jazz-2009-stand.jpg"><img class="size-full wp-image-7532" title="kampoeng-jazz-2009-stand" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/06/kampoeng-jazz-2009-stand.jpg" alt="Stand yang menawarkan beragam CD Jazz di Kampoeng Jazz 2009" width="500" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Stand yang menawarkan beragam CD Jazz di Kampoeng Jazz 2009</p></div>
<p><em>&#8220;Live like jazz&#8221;&#8230; </em>begitu bunyi tagline acara Kampoeng Jazz, sebuah pesta yang diadakan oleh senat mahasiswa hukum Universitas Padjadjaran pada hari minggu 31 Mei 2009 lalu. Acara berformat festival ini menghadirkan sederet grup yang dihimpun oleh KlabKazz Bandung dan dua kelompok tamu dari Jakarta. Total jenderal ada 12 penampil yang menghadirkan beragam olahan musik jazz.</p>
<p>Jumlah pengisi acara yang cukup banyak tentunya membutuhkan persiapan ekstra, terutama dari sisi penjadwalan. Acara yang dimulai siang hari, sekitar pukul 13.00 lewat, memberikan waktu sekitar 30 menit untuk band-band yang tampil(grup dari Jakarta mendapat porsi 2&#215;30 menit). Dengan batasan durasi itu, bagaimana tampilan kreasi mereka?</p>
<p>Kampoeng Jazz 2009, dengan logo berbentuk gunungan dan ruang tamu dihias menarik dengan aksesoris wayang, dibuka oleh &#8220;Tanpamana&#8221;, sebuah grup hasil audisi yang diselenggarkan panitia april lalu. Menu tujuh musisi muda ini adalah olahan <em>nu groove </em>dimana <em>cool syncopation </em>dan elemen funk di<em>resemble </em>dengan hardbop. Lalu ada &#8220;Dua Arjuna&#8221; yang dimotori oleh bassis Fajar dan gitaris Zendhi. &#8220;Javalava&#8221; adalah empat musisi pengusung pop jazz bervokal yang dimainkan dalam format akustik. &#8220;Oleo&#8221; menawarkan konsep <em>fusing </em>bop, rock drive dan funk yang dimainkan trio keybordis (merangkap vokalis)-bass-drums.</p>
<p>Duo <strong>Bayu-Tesla </strong>tampil terpisah di Kampoeng Jazz. Keyboardis <strong>Bayu Kristanto </strong>main di &#8220;Buy 3 Get 4&#8243; bersama <strong>Dani Irjayana </strong>(drums), <strong>Tuwuh Sarwoprasojo </strong>(bass), dan <strong>Mohammad Athar Nasution </strong>(gitar). Kelompok yang mencoba menjelajahi wilayah post bop ini adalah juara kedua kompetisi Jazz Goes To Campus 2008 lalu. Sedang gitaris <strong>Tesla Manaf Efendi </strong>bergabung dengan <strong>Rakhmad Utomo </strong>(bass) dan <strong>Putra Damai Fitryan </strong>(drums) mengibarkan bendera &#8220;Tritoones&#8221;.</p>
<p>Mendekati puncak acara, masih dari penampil-penampil yang berafiliasi dengan KlabJazz, hadir &#8220;Chalk For Cheese&#8221;. Grup yang diawaki enam personel ini menampilkan lagu-lagu karya sendiri yang bernafaskan <em>nu-jazz </em>sesuai tagline mereka “the new nu jazz/groove band in the block”. Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh <strong>Trianzani Sulshi</strong>, seperti “Kala Hari”, “Cinta Janji&#8221;, Sukmaku” dan karya terbaru “Bercerita Jingga”, terlihat sudah akrab ditengah penonton.</p>
<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/06/kampoeng-jazz-2009-sulshi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-7530" title="kampoeng-jazz-2009-sulshi" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/06/kampoeng-jazz-2009-sulshi.jpg" alt="kampoeng-jazz-2009-sulshi" width="500" height="336" /></a></p>
<p>Sebelumnya ada &#8220;Sekapur Sirih&#8221; yang ambil bagian dengan olahan fusion jazz karya sendiri. <strong>Andreas Nandiwardhana</strong> (electric guitar), <strong>Kandria Kananta </strong>(electric guitar), <strong>Prasandhya Astagiri Yusuf </strong>(electric bass), <strong>Agung Dwi Prakarsa </strong>(keyboard) dan Lukman Agus (drums) maju dengan 4 lagu, antara lain &#8220;Alamanda&#8221;, &#8220;Nuansa&#8221;, &#8220;Jakarta Bandung PP&#8221;, yang merupakan godokan untuk calon album perdana mereka.</p>
<p>Pianis kelompok 4AM, <strong>Sonny Akbar </strong>memanaskan panggung Kampoeng Jazz dengan terapi <em>post bob </em>yang disajikan dengan skill mumpuni dan penuh improvisasi. Sonny Akbar bersama<strong> Ferry “Gembong” Nurhayat</strong> (syntesizer, yang juga keybordis Chalk For Cheese), <strong>Edward Manurung</strong> (drums), dan <strong>Dika </strong>(bass) mencover lagu-lagu seperti &#8220;Baby Plum&#8221; Jacky Terrasson, &#8220;Out of The World&#8221; Coltrane, &#8220;Bubblehouse&#8221; Medeski, Martin &amp; Wood, &#8220;Epic&#8221; dengan aksi enerjik dan atraktif.</p>
<p>Puncak acara adalah penampilan <strong>Barry Likumahuwa Project. </strong>Ini dilihat dari  padatan jumlah penonton dan antusiasme mereka berdiri di depan panggung. Bassis putra Benny Likumahuwa ini membawakan lagu-lagu dari albumnya &#8220;Goodspell&#8221; bersama line-up tetapnya; Henry Budidharma (gitar), Dennis Junio (alto sax), Jonas Wang (drums) dan vokalis Matthew Sayersz.</p>
<div id="attachment_7531" class="wp-caption aligncenter" style="width: 346px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/06/kampoeng-jazz-2009-barry.jpg"><img class="size-full wp-image-7531" title="kampoeng-jazz-2009-barry" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/06/kampoeng-jazz-2009-barry.jpg" alt="Barry Likumahua" width="336" height="500" /></a><p class="wp-caption-text">Barry Likumahua</p></div>
<p>Dari sisi jumlah penonton di dalam ruang Graha Sanusi Hardjadinata, penampil setelah BLP adalah sebuah antiklimaks. Padahal yang naik adalah saksofonis senior Bandung, <strong>Boyke Prio Utomo</strong>. Plus durasi waktu yang hanya dibatasi 30 menit, membuat tontonan Boyke bersama keybordis <strong>Imel Rosalin, Rudi </strong>dan <strong>Ari ARU </strong>(bass-drums) serasa tidak tuntas.</p>
<div id="attachment_7529" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/06/kampoeng-jazz-2009-boyke1.jpg"><img class="size-full wp-image-7529" title="kampoeng-jazz-2009-boyke1" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/06/kampoeng-jazz-2009-boyke1.jpg" alt="Rudi Aru, Ari Aru dan Boyke" width="500" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Rudi Aru, Ari Aru dan Boyke</p></div>
<p>Penutup Kampoeng Jazz 2009 adalah tamu kedua dari Jakarta, Soulvibe. Kelompok yang terdiri dari Rizqi Ranadireksa (Vocal), Bayu Adiputra (Vocal), Ramadhan Handy (Bass), M. Caesar Rizal (Drums), Adrianto Seto (Synthesizer, Electric Percussions), Frans Filman (Piano, Rhodes), Adhika Winasis (Guitar) juga membawakan lagu-lagu dari album perdana mereka yang merupakan olahan berbagai jenis musik menjadi fresh, <em>soulful </em>dan penuh dengan hentakan nan groovy. Melihat penampilan seru mereka tentu kita tidak perlu menebar polemik usang &#8220;ini jazz-itu bukan jazz.&#8221; Nikmati saja!</p>
<p><em>Ya, betul&#8230; </em>saat menikmati rangkaian acara Kampoeng Jazz ada baiknya kita tidak perlu bertanya akan banyak hal. Seperti; durasi per penampil yang terlalu pendek untuk sebuah sajian musik jazz dimana ujungnya adalah pertanyaan mana lebih dipentingkan &#8220;kualitas atau kuantitas&#8221;, tata lampu panggung yang tidak seberagam penampil acaranya, fotografer bebas hilir mudik di atas panggung ibarat ada penambahan jumlah personel band yang sedang tampil, jumlah penonton yang hadir tidak sesuai dengan kapasitas ruangan, serta sampah berserakan di tangga pintu masuk gedung pertemuan yang terletak di Kampus Iwa Koesoema Soemantri, Jalan Dipatiukur Bandung tersebut. Baiknya, itu semua menjadi pekerjaan rumah untuk panitia Kampoeng Jazz 2010.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Ffestival%2F2009%2F06%2F09%2Fkampoeng-jazz-2009%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/festival/2009/06/09/kampoeng-jazz-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bintang Indrianto &#8211; Akordeon</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/review/2009/06/04/kilas-balik-tentang-ugm-jazz/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kilas-balik-tentang-ugm-jazz</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/review/2009/06/04/kilas-balik-tentang-ugm-jazz/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 01:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roullandi N. Siregar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[ugm jazz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=7418</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah album bertajuk Akordeon mungkin dapat menjadi alternatif materi dengaran Anda minggu ini. Akordeon disini bukan berarti rekaman ini menawarkan akordeon sebagai alat musik yang mendominasi isi album.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/06/bintang-indrianto-akordeon.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-7499" title="bintang-indrianto-akordeon" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/06/bintang-indrianto-akordeon.jpg" alt="bintang-indrianto-akordeon" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Sebuah album bertajuk Akordeon mungkin dapat menjadi alternatif materi dengaran Anda minggu ini. Akordeon disini bukan berarti rekaman ini menawarkan akordeon sebagai alat musik yang mendominasi isi album. Tapi instrumen tersebut hanyalah salah satu dari beberapa alat lain yang bebunyiannya saling isi sesuai tema lagu.</p>
<p>Adalah <strong>Bintang Indrianto</strong>, bassis, menggagas proyek studio Akordeon bersama <strong>Imam Garmansyah, Taufan Siswadi </strong>dan <strong>Kiki Dunung. </strong>Perbedaan latar belakang keempat musisi itu menjanjikan tiupan bebunyian baru; sebuah lintas genre dan kawin campur berbagai peralatan musik, freetless bass-keyboards dan akordeon-drums set-serta tetabuhan kendang dan rebab.</p>
<p>Ada delapan lagu yang mereka rangkum di album yang diedarkan secara independen ini. &#8220;Moving&#8221; menjadi pembuka yang menampilkan unison rebab, akordeon dan fretless bass. Cermati keisengan mereka menyisipkan suara tawa di tengah lagu ini. Maju satu track adalah &#8220;Ole Olang Wanita &#8211; The Answer&#8221;. Ini adalah adapatasi bossanova lagu karya Sujiwo Tejo yang diberi lirik Spanyol oleh <strong>Cecilia Ventura </strong>dan <strong>Damaris &#8220;Cubana&#8221; Morales</strong>. &#8220;Hotwheels&#8221; menampilkan nuansa fusion yang rapat dengan isian instrumen mengulang tema lagu. Cecilia kembali menyumbang sebuah lagu bernuansa latin, &#8220;Krielei Son&#8221;, dengan interprestasi etnik (dari akordeon dan tetabuhan kendang) dan anasir musik disko. &#8220;We&#8217;re All Children&#8221; membawa nuansa yang berbeda. Lagu yang ditulis dan dinyanyikan oleh <strong>Steve Wilson </strong>ini bermain di wilayah <em>jazzytunes</em>. Kembali ke lintas genre, &#8220;Amadeus Wirzon&#8221; adalah lagu berlirik bahasa Ambon dengan pendekatan Brazillian Music Popular (MPB). &#8220;Amadeus&#8221; dinyanyikan oleh <strong>Joe Parthenos </strong>dan diberi imbuhan tamborin oleh <strong>Jilly Likumahuwa</strong>. &#8220;Rasa Hati&#8221; adalah lagu yang paling cair dan memberi kesan disiapkan untuk dilepas di pasar industri musik populer. Simak saja lirik lagu yang ditulis dan dinyanyikan oleh Sherly O, <em>&#8220;&#8230; Oh baby please/ bantulah diri ini/ untuk berani mengungkapkannya&#8230;&#8221;</em> Hmmm&#8230; dan penutup adalah sebuah nomor yang diberi judul &#8220;Rebab&#8221;. Ini adalah racikan fusion dalam tempo <em>upbeat </em>yang memberikan porsi kepada akordeon dan rebab sebagai penyanyi utama.</p>
<p>Album Akordeon juga memberikan beberapa keistimewaan dari sisi design sampul. Selain tiap copy diberi nomor urut, di sampul depan album berwarna orange ini hanya dipasang foto hitam-putih seorang wanita lengkap dengan kebaya dan sanggul (Dia adalah Rumiyati Anjang Mas). Tanpa ada foto personil band Akordeon seperti di sampul-sampul album umumnya. Satu yang patut dijaga adalah keping cd, yang diduplikasi menggunakan CD-R, belum melalui pabrikasi. Maka hati-hati dengan pemutaran berulang album ini.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Freview%2F2009%2F06%2F04%2Fkilas-balik-tentang-ugm-jazz%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/review/2009/06/04/kilas-balik-tentang-ugm-jazz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Andini Aisyah yang Moody Banget&#8230;</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/profile/2009/06/01/andini-aisyah-yang-moody-banget/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=andini-aisyah-yang-moody-banget</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/profile/2009/06/01/andini-aisyah-yang-moody-banget/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 01:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roullandi N. Siregar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Andien]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=7415</guid>
		<description><![CDATA[Andien kala itu berusia 14 tahun diposisikan sebagai "artis Indonesia generasi baru yang akan melengkapi spektrum Jazzy Vocalist". Elfa Secioria menyebutkan dalam linier note Bisikan Hati, "... saya persembahkan vokalis muda belia dengan materi dan colour vocal yang unique serta feeling dan interprestasi yang baik..." 
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-7416" title="andien" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/06/andien-300x199.jpg" alt="andien" width="300" height="199" /></p>
<p>&#8220;Namaku Andien. Andini Aisyah.</p>
<p>Aku lahirnya di Jakarta, 25 Agustus 85. Jadi bintangku virgo.</p>
<p>Aku suka nyanyi, baca, nulis.</p>
<p>kadang-kadang aku bisa jadi manja. Kadang-kadang aku juga bisa mandiri banget.</p>
<p>Kadang-kadang suka marah-marah. Kadang-kadang seharian nggak pernah marah.</p>
<p>Mungkin aku moody banget kali orangnya&#8221;</p>
<p>(Narasi di &#8220;Introduction&#8221;, Album Kinanti)</p>
<p>Mungkin terlalu dini jika menyebut siklus penyanyi Andien telah melewati puncaknya. Bila menyimak Kinanti (2002), rekaman itu adalah satu titik puncak karirnya baik dari sisi variasi olah vokal dan progresi musik yang digarap oleh Indra Lesmana dan Aksan Sjuman. Proyek Kinanti juga sukses dibawa tur ke berbagai kota. Andien kala itu dikawal oleh grup pengiringnya, Sahabat Setia Band, yang terdiri dari musisi-musisi muda (al Nikita Dompas, Adra Karim) dipimpin Idham Noorsaid.</p>
<p>Setelah Kinanti, Andien kembali dengan Gemintang (2005). Rekaman ini digarap oleh komposer/gitaris Tohpati. Beberapa lagu juga melibatkan Ali Akbar The Groove dan Lawrence Aswin sebagai produser musik. Tohpati sebenarnya telah terlibat sejak album kedua. Dia menulis serta mengaransir &#8220;Kinasih&#8221; dan &#8220;Akankah Mungkin&#8221;. Warna kedua lagu itulah yang berbayang di album Gemintang.</p>
<p>Pintu sukses Andien masuk ke panggung musik Indonesia adalah album perdananya, Bisikan Hati (2000), yang dipersembahkan oleh musisi senior Elfa Secioria. Andien kala itu berusia 14 tahun diposisikan sebagai &#8220;artis Indonesia generasi baru yang akan melengkapi spektrum Jazzy Vocalist&#8221;. Elfa Secioria menyebutkan dalam linier note Bisikan Hati, &#8220;&#8230; saya persembahkan vokalis muda belia dengan materi dan colour vocal yang unique serta feeling dan interprestasi yang baik&#8230;&#8221;</p>
<p>Popularitas Andien terus meroket. Selain membukukan tiga album, Andien juga mencatat prestasi tiga kali berturut-turut juara Festival Asia Bagus 1999 di Bali dan meraih Copper Prize di Shanghai Music festival New Singer Competition 2001. Namun setelah itu sudah hampir empat tahun Andien belum menelurkan karya album.</p>
<p>Beberapa tahun terakhir ini, dia lebih sering bernyanyi off air berkolaborasi dengan banyak musisi. Sebut saja nama kelompok 5Wanita dimana Andien berbaku vokal dengan Rieka Roslan, Iga Mawarni, Yuni Shara dan Nina Tamam. Bersama 5Wanita itu, ia merekam suaranya di album Rieka Roslan Triangle of Life (2008). Andien juga terlibat di album saksofonis Devian Zikri, Freedom of a Dream (2008). Namanya bahkan pernah tercatat membantu Discuss, garda depan progrock Indonesia sebagai vokal tamu.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fprofile%2F2009%2F06%2F01%2Fandini-aisyah-yang-moody-banget%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/profile/2009/06/01/andini-aisyah-yang-moody-banget/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maylaffayza &#8211; Violis Dengan Semangat Liberatti</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/profile/2009/05/31/maylaffayza-violis-dengan-semangat-liberatti/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=maylaffayza-violis-dengan-semangat-liberatti</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/profile/2009/05/31/maylaffayza-violis-dengan-semangat-liberatti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 02:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roullandi N. Siregar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[maylaffayza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=7394</guid>
		<description><![CDATA[Fayza menyebutkan albumnya adalah sebuah liberatti. Semangat dari sebuah kebebasan dalam berkarya. Aplikasinya adalah ia membebaskan pemikirannya saat menulis lagu dengan tidak terikat dalam sekat-sekat kultur, genre, kepercayaan, dan norma. Tentunya ini bukan kebebasan semena-mena, tapi kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan untuk keluar dari standard, untuk menciptakan inovasi. "...My music, has grown stronger by accepting and combining all of the differences..."
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"><img class="alignleft size-medium wp-image-7395" title="ugm-bni-jazz-20090646" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/05/ugm-bni-jazz-20090646-300x201.jpg" alt="ugm-bni-jazz-20090646" width="300" height="201" />Salah satu nama pemain violin muda tanah air yang saat ini menarik perhatian adalah Maylaffayza. Cantik dan seksi. Itu kesan secara fisik yang ditampilkan Fayza, begitu Maylaffayza Permata Fitri Wiguna akrab disapa. Namun dibalik itu, ia adalah pemain viola yang perfeksionis. Stephane Grapelli, Regina Carter, Miri Ben Ari adalah sederet maestro inspirasinya. Dibawah bimbingan Idris Sardi, legenda violis tanah air, Fayza mengembangkan pilihan alat musik spesialisasinya itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Putri pasangan Taufiq Wijaya dan Tuti Rohyati ini mulai memainkan violin sejak usia sembilan tahun. Sang ibu memasukkan Fayza kursus violin di Bina Musika milik Depdikbud. Setahun kemudian ia mulai belajar kepada Idris Sardi. Proses belajar kepada Idris Sardi diakui Fayza terus berlanjut sampai sekarang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Dalam perjalan karir musikalnya, violis kelahiran 10 Juli 1976 ini tidak hanya main violin tetapi juga menyanyi. Ini Fayza tunjukkan di album perdana yang dirilis tahun 2007 lalu. Album dengan judul namanya sendiri itu diproduksi secara independen. Fayza berperan sebagai eksektif produser (bersama Yahya Chatab), produser dan music director, penulis vocal song dan lirik. Ia dibantu Bobby Surjadi dalam mengarasir musik. Di album itu, Fayza merekam hampir semua violin tracks di apartemennya. Lebih total lagi, sarjana lulusan design produksi Universitas Trisakti Jakarta ini menggarap sendiri <em>art work concept</em> album itu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Fayza ingin memperkenalkan biola bukan instrumen<span> </span>yang kaku dan dapat dimainkan dengan rileks. Pilihannya adalah pada genre Crossover pop.<span> </span>Ia membuat kontain album Maylaffayza dalam dua bagian. Lima pertama adalah violin tracks yang berisi nomor-nomor instrumental. Lima sisanya vokal <em>tracks</em> yang menampung obsesinya bermain violin sambil bernyanyi (dengan terispirasi oleh Michael Jackson, Beyonce, Britney Spears, Alicia Keys, sampai Justine Timberlike). Untuk komposisi-komposisi violin, ia percayakan olahannya kepada sang mentor, Idris Sardi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;">Dalam <em>liner note</em>, Fayza menyebutkan albumnya adalah sebuah liberatti. Semangat dari sebuah kebebasan dalam berkarya. Aplikasinya adalah ia membebaskan pemikirannya saat menulis lagu dengan tidak terikat dalam sekat-sekat kultur, genre, kepercayaan, dan norma. Tentunya ini bukan kebebasan semena-mena, tapi kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan untuk keluar dari standard, untuk menciptakan inovasi. &#8220;&#8230;My music, has grown stronger by accepting and combining all of the differences&#8230;&#8221; tulisnya. </span></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fprofile%2F2009%2F05%2F31%2Fmaylaffayza-violis-dengan-semangat-liberatti%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/profile/2009/05/31/maylaffayza-violis-dengan-semangat-liberatti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pitoelas Big Band tampil di Komunitas Salihara</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2009/04/06/pitoelas-big-band-tampil-di-komunitas-salihara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pitoelas-big-band-tampil-di-komunitas-salihara</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2009/04/06/pitoelas-big-band-tampil-di-komunitas-salihara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 04:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roullandi N. Siregar</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=6944</guid>
		<description><![CDATA[Pitoelas Big Band lahir dari sebuah idealisme dan antusiasme dari setiap anggota pendirinya terhadap musik, terutama musik jazz dan big band. Konser oleh Pitoleas Big Band ini akan ditampilkan di Teater Salihara pada hari Kamis, 9 April 2009 pukul 20:00 WIB
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/04/pitoelas-big-band-flyer.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-6946" title="pitoelas-big-band-flyer" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/04/pitoelas-big-band-flyer.jpg" alt="pitoelas-big-band-flyer" width="350" height="501" /></a>Pitoelas Big Band lahir dari sebuah idealisme dan antusiasme dari setiap anggota pendirinya terhadap musik, terutama musik jazz dan big band. Diawali dengan sebuah obrolan, mengekplorasi ide-ide bersama, untuk kemudian bersama-sama berlatih dan tampil. Pitoelas Big Band sekarang ini merupakan sebuah grup yang kuat terdiri dari para pemusik profesional terbaik.</p>
<p>Pemain saksofon dan penggubah Dony Koeswinarno adalah salah seorang pendiri band ini, dan sekarang ini ia menjadi pemimpin band dan direktur musik Pitoelas. Dialah yang menulis dan menyusun aransemen musik, sekaligus bertindak sebagai kontraktor dan manajer band ini. Salah satu dari musik gubahan Dony dan band ini adalah “Ondel-ondel”, sebuah lagu tradisional Betawi yang disusun menjadi sebuah gaya musik jazz big band. Anggota-anggota lainnya adalah salah seorang pemenang hadiah piano, penyusun aransemen dan penggubah, Irsa Destiwi; pemain klarinet/saksofon, Eugen Bounty; pemain trombone, Enggar Widodo; dan mereka yang sudah dikenal luas dalam komunitas musik jazz di Indonesia.</p>
<p>Pitoelas Big Band sekarang ini menjadi sebuah band besar profesional terpanas dengan daftar lagu terpanjang di Indonesia, dengan suara segar dan cantik, serta alunan keras. Saat ini Pitoelas Big Band sedang mempersiapkan rekaman albumnya.</p>
<p>Konser oleh Pitoleas Big Band ini akan ditampilkan di Teater Salihara pada hari Kamis, 9 April 2009 pukul 20:00 WIB. Tiket seharga Rp 50.000,- (dan Rp 25.000,- khusus untuk Pelajar/Mahasiswa) dapat diperoleh langsung di Komunitas Salihara, atau reservasi melalui Asty 0817-999-5057, Laly 0812-8008-9008, Nike 0818-0730-4036, atau secara online melalui www.salihara.org.</p>
<p>Sampai bertemu di Komunitas Salihara!</p>
<p>Komunitas Salihara; Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520.<br />
(Tempat parkir terbatas.)</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2009%2F04%2F06%2Fpitoelas-big-band-tampil-di-komunitas-salihara%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2009/04/06/pitoelas-big-band-tampil-di-komunitas-salihara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

