<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wartajazz.com &#187; Dialog</title>
	<atom:link href="http://www.wartajazz.com/category/education/dialog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wartajazz.com</link>
	<description>The Ultimate Jazz Source for Indonesian Jazz Lovers - Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 01:41:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Roundtable discussion dalam rangka Jazz @ Fort of Rotterdam 2009</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2009/07/29/roundtable-discussion-dalam-rangka-jazz-fort-of-rotterdam-2009/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=roundtable-discussion-dalam-rangka-jazz-fort-of-rotterdam-2009</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2009/07/29/roundtable-discussion-dalam-rangka-jazz-fort-of-rotterdam-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 03:16:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dialog]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Mangara]]></category>
		<category><![CDATA[Dahono Fitrianto]]></category>
		<category><![CDATA[Denny Sakrie]]></category>
		<category><![CDATA[Gilang Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Hendra Sinadia]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar Jazz Society]]></category>
		<category><![CDATA[riza arshad]]></category>
		<category><![CDATA[Yosi Karyadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=7999</guid>
		<description><![CDATA[Panitia penyelenggara Jazz @ Fort of Rotterdam 2009, One Note Entertainment akan menggelar roundtable discussion menghadirkan narasumber berkompeten diantaranya Denny Sakrie, Gilang Ramadhan, Riza Arshad, A.M Mochtar dll.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Panitia penyelenggara Jazz @ Fort of Rotterdam 2009, One Note Entertainment akan menggelar roundtable discussion menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dibidangnya masing-masing bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Indonesia, Makassar Jazz Society dan Radio Mercurius Top FM.</p>
<p>Acara akan digelar pada hari Sabtu 1 Agustus 2009 pukul 09:30 – 12:00 wita bertempat di Kantor Perwakilan Harian Kompas, Jl. Pengayoman, Panakukang, Makassar dengan para pembicara antara lain <strong>Nasruddin Nara</strong> (Ketua AJI cab. Makassar), <strong>Denny Sakrie</strong> (pengamat musik), <strong>Gilang Ramadhan</strong> (pemusik), <strong>Riza Arshad</strong> (pemusik), <strong>Hendra Sinadia</strong> penggiat jazz dan ceo One Note Entertainment, <strong>Yosi Karyadi </strong>(radio), <strong>A.M. Mochtar </strong>(budayawan &#8211; Ketua Dewan Kesenian Makassar), <strong>Hans Mattone</strong> (pengamat seni budaya) serta <strong>Dahono Fitrianto</strong> (wartawan harian Kompas). Bertindak selaku moderator <strong>Andi Mangara</strong> dari Makassar Jazz Society.</p>
<p><strong>Apa yang mendasasari diadakannya Roundtable discussion Jazz@Fort of Rotterdam ini?</strong></p>
<p>Barangkali kita harus melihat kembali sejarah terbentuknya Makassar Jazz Society (MJS) di sekitar tahun 1989. Dimana pelaksanaan Jazz @Fort Rotterdam (“JFR”) merupakan puncak dari segala aktifitas jazz yang dirintis oleh komunitas jazz di Makassar tersebut.</p>
<p>JFR akan merupakan festival jazz yang pertama kali diadakan di kawasan timur Indonesia. JFR yang telah dicanangkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar dan didukung oleh Walikota Makassar sebagai ajang tahunan promosi budaya dan pariwisata akan menggusung tema “When Jazz Meets Ethnics”.  Pemakaian tema tersebut untuk mempertegas misi dari JFR sebagai ajang kesenian yang turut memperkenalkan dan mengembangkan budaya local yang dipadukan dengan unsur musik kontemporer dalam hal ini jazz, sehingga perpaduan tersebut dapat memperkaya khasanah budaya nasional serta mendukung promosi pariwisata.</p>
<p>Diskusi dengan tema <strong>When Jazz Meets Ethnics</strong> bertujuan menggali potensi perpaduan jazz dengan etnik yang dapat digunakan untuk pengembangan industri termasuk industri hiburan seni serta pariwisata dan pada gilirannya kelak akan memberikan sumbang dan saran bagi pengembangan kegiatan seni budaya tradisional serta kontemporer.</p>
<p>Acara ini digelar dengan peserta terbatas. Anda tertarik?, silakan menghubungi panitia penyelenggara Jazz @ Fort of Rotterdam</p>
<p><strong> </strong></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2009%2F07%2F29%2Froundtable-discussion-dalam-rangka-jazz-fort-of-rotterdam-2009%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2009/07/29/roundtable-discussion-dalam-rangka-jazz-fort-of-rotterdam-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEMINAR ASIAN MUSIC &amp; GLOBALIZATION</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2008/06/25/seminar-asian-music-globalization/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=seminar-asian-music-globalization</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2008/06/25/seminar-asian-music-globalization/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 17:10:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dialog]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Sacred Bridge, sebuah yayasan yang peduli pada masalah kebudayaan dan dipimpin  oleh salah satunya Etnomusikolog Franki Raden, akan mengadakan sebuah seminar  bertajuk Asian Music &#38; Globalization.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sacred Bridge, sebuah yayasan yang peduli pada masalah kebudayaan dan dipimpin  oleh salah satunya Etnomusikolog Franki Raden, akan mengadakan sebuah seminar  bertajuk Asian Music &amp; Globalization.</p>
<p>Seminar ini menghadirkan sejumlah pembicara berkompeten dibidangnya antara  lain, Hideaki Onishi, Ph.D., Pamela Costes-Onishi, Ph.D., Franki Raden, Ph.D.  dan Serrano Sianturi. Bertindak selaku moderator Idham B. Setiadi, M.A.</p>
<p>Kegiatan yang tidak dipungut biaya ini berlangsung di CEMARA 6 GALERI, Jl.  H.O.S. Cokroaminoto No. 9-11 Menteng, Jakarta 10350 pada hari Minggu 29 Juni  2008 mulai Pukul 14:00 &#8211; 16:00 WIB.</p>
<p>Anda yang tertarik untuk hadir dan membutuhkan informasi lebih lanjut dapat  menghubungi Sacred Bridge Foundation di Telp/ Fax: 737 1148, 735 7080; Wadi 0852  1910 9886.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Sekelumit mengenai pembicara dan yang akan dibicarakan dalam Seminar Asian  Music &amp; Globalization:</p>
<p><strong>Hideaki Onishi</strong><br />
Ia merupakan pengajar di Yong Siew Toh  Conservatory of Music, National University of Singapore. Ia akan membawakan  topik “Asian Contemporary and Traditional Music in the Post-Colonial Era”. Salah  satu fokus bahasannya misalnya bagaimana musik klasik di Eropa tidak disebut  sebagai European Classical Music, namun hanya disebut classical music saja.  Tetapi lain halnya para musisi kita (yg berasal dari Asia) yang selalu diberi  label Asian Music.</p>
<p><strong>Franki Raden</strong><br />
Pria berkacamata ini akan membawakan topik  Gamelan n the postmodern World. Ia merupakan jebolan Wisconsin University dan  sering menulis kolom untuk Kompas, Jakarta Post, Tempo, Kalam. Ia mengajar di  York University Toronto dalam medio 2004-2007. Saat ini ia mengajar di Southeast  Asian Studies Program, Faculty of Arts and Social Sciences, National University  of Singapore. Franki juga dikenal sebagai komposer yang karyanya kerap menghiasi  film-film Indonesia salah satunya Nagabonar</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2008%2F06%2F25%2Fseminar-asian-music-globalization%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2008/06/25/seminar-asian-music-globalization/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SHERINA MEMUKAU PENONTON PESTA KOLABORASI REBORN</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2003/09/26/sherina-memukau-penonton-pesta-kolaborasi-reborn/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sherina-memukau-penonton-pesta-kolaborasi-reborn</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2003/09/26/sherina-memukau-penonton-pesta-kolaborasi-reborn/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2003 10:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roullandi N. Siregar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dialog]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=2144</guid>
		<description><![CDATA[Sherina, penyanyi cilik yang kini tengah meningkat dewasa, menjadi pusat applaus penonton di konser Indra Lesmana &#038; Reborn dalam rangka peluncuran Produk Telekomunikasi Esia dengan mengambil tempat pertunjukan di Istora Senayan, Jakarta 19 September lalu.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dari konser Indra Lesmana &amp; Reborn di Launching Produk  Telekomunikasi Esia:<br />
</strong></p>
<p><strong>Sherina</strong>, penyanyi cilik yang kini tengah meningkat dewasa,  menjadi pusat applaus penonton di konser <strong>Indra Lesmana &amp;  Reborn</strong>. Sherina menyanyikan hits Reborn, &#8216;Aku Ingin&#8217;, dan sekaligus  mempertontonkan kepiawaiannya bermain akustik piano. Indra Lesmana,  <em>Leader</em> Reborn sekaligus pencipta lagu &#8216;Aku Ingin&#8217;, berhasil  mengaransemen ulang lagu tersebut sehingga cocok dengan vokal Sherina. Satu  tontonan kolaborasi junior-senior yang mengagumkan., Terutama ketika Sherina  diberi kesempatan solo memainkan piano akustik dan Indra mem-blok dengan  keyboardnya. Tepuk pukau penonton pun tidak tertahankan.</p>
<p>Konser yang digelar Jumat, 19 September 2003 lalu di Istora Senayan, Jakarta  merupakan partisipasi Indra Lesmana &amp; Reborn pada launching produk  telekomunikasi Esia. Untuk pertunjukan tersebut, Indra dan kelompok jazz  berbakatnya, Reborn, merangkul beberapa penyanyi dan musisi yang tengah naik  daun dan mewakili beberapa genre musik; dari musik rock sampai dengan rap, dan  dari musik pop sampai soul. Terlihat selain keterlibatan Sherina, juga ada  <strong>Reza, Andien, EQ Humania, Iwa K, Glen Fredly</strong>, dan <strong>Andri  Kahitna</strong>, gitaris rock <strong>Baron</strong>, serta <strong>Thomas </strong>bassist grup <strong>Gigi</strong>. Reborn juga mempersembahkan  kolaborasi dengan <strong>DJ Anton &amp; Agrikulture</strong>. Malam itu  benar-benar menjadi pesta kolaborasi persembahan Indra Lesmana &amp; Reborn.</p>
<p>Pertunjukan dibuka oleh Reborn dengan menampilkan Passion Dance, satu  komposisi energik yang rencananya akan ada di album kedua Reborn. Formasi Reborn  malam itu sedikit berbeda. <strong>Arief Setiadi </strong>absen dan digantikan  oleh <strong>Enggar </strong>pada trombone. Reborn juga mengundang pemain  perkusi asal Kolombia, untuk mendampingi <strong>dr.Iwang </strong>dan  <strong>Dullah</strong>. Andri Kahitna ditarik untuk memberi aksen ambient  gitar. &#8216;Passion Dance&#8217; terlihat berhasil menggugah minat penonton menunggu  tampilan Reborn selanjutnya.</p>
<p><strong>Iwa K</strong>, raja rapper Indonesia, naik ke atas pentas dengan  lagu ciptaannya &#8216;Apa Seeh?!&#8217; yang diaransemen ala Reborn. Lagu yang diangkat  dari album <em>Vini Vidi Funky </em>itu menjadi tedengar beda dengan  disusupkannya tetabuhan perkusi dan brass section meningkahi lantunan rap Iwa  dan vokal <strong>Yacko. </strong></p>
<p>Kemudian <strong>EQ Humania </strong>dan <strong>Glenn Fredly </strong>tampil  duet membawakan Interaksi. Lagu yang diangkat dari album Humania ini menjadi  lebih menarik dengan tarikan vokal R&amp;B Glen pada bagian <em>chorus</em>.  Penyanyi berikutnya adalah <strong>Andien</strong>. Seperti sudah menjadi lagu  wajib, Andien membawakan &#8216;Menjelma&#8217;. Rasanya kali ini Andien tampil miskin  improvisasi dan gaya. Untung ada EQ Humania yang membantu di bagian  <em>reff</em> lagu tersebut. Kedua lagu ciptaan <strong>Indra Lesmana</strong> dan EQ itu terdengar kental dengan nuansa musik yang memadukan musik pop jazz,  R&amp;B, soul, dan funk dengan jungle jazz, retro, techno, dan <em>ambience  sound.</em></p>
<p>&#8216;Milestones&#8217; menjadi pilihan Reborn untuk manampilkan kolaborasi dengan  <strong>Baron</strong>, mantan gitaris kelompok rock <strong>Gigi </strong>yang  kini bersolo karir. Komposisi yang kerap diusung Reborn ini menjadi lebih  nge-rock dengan tempelan solo gitar Baron. Sayang <em>sound system </em>di ruang  Istora Senayan tidak maksimal ditangani. Pembagian instrumentasi di lagu milik  Miles Davis itu terdengar tidak merata, bahkan beberapa instrumen nyaris tidak  terdengar.</p>
<p>Namun hal itu tidak mengurangi semangat Reborn menghibur penonton. Setelah  tampilan Sherina dengan Aku ingin, hadir kembali Glenn berduet dengan  <strong>Reza</strong>, salah seorang diva musik pop Indonesia. Mereka  melantunkan &#8216;Warna&#8217;, lagu ciptaan Indra Lesmana yang pernah dipopulerkan oleh  <strong>Sheila Majid </strong>di tahuin 80an. Kembali aransemen ulang ala Reborn  mewarnai tembang tersebut. Untuk lagu ini, posisi Mates pada bass digantikan  oleh Thomas Gigi. Cabikan bass Thomas yang Up-beat semakin membuat warna energik  di lagu ini.</p>
<p>Satu lagu baru kembali ditampilkan Indra Lesmana &amp; Reborn, &#8216;Distorsi&#8217;  yang akan mengisi album <strong>Indra Lesmana 25th Anniversary</strong>,  dibawakan secara trio oleh Reza, Andien dan Glen. Komposisi yang bertema  persatuan itu kembali mendaulat Baron naik ke pentas berduet dengan Thomas.  Penonton memberi tepuk riuh untuk tampilan mereka.</p>
<p>Reborn menjadi pamungkas pesta kolaborasi malam itu. Di komposisi ini secara  brilian dipadukan keterampilan improvisasi jazz Indra dengan top-notch spinning  dari dance music yang dimainkan DJ Anton &amp; Agrikulture. Lagu dimulai dengan  para DJ yang menyuguhkan ritme perangsang ke arah suasana clubbing yang kemudian  direspon oleh Reborn dengan memainkan intro. Sebagai komposisi yang diaransemen  danceable dengan mengandalkan instrumentasi perkusi, Reborn segera saja  memanaskan suasana. Para penyanyi kembali ke atas pentas membantu seksi perkusi  Reborn. Panggung pun terlihat ramai dan suasana dansa meruak diantara penonton.  Berakhirnya lagu Reborn sekaligis mengakhiri konser Indra dan kawan-kawan malam  itu.</p>
<p>Selamat untuk Indra Lesmana &amp; Reborn yang berhasil mengakomodasikan  beragam unsur musik ke dalam tema acara malam launching tersebut<em>: Bond The  Nation &#8211; when it comes to music, bonding really has no boundaries! </em></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2003%2F09%2F26%2Fsherina-memukau-penonton-pesta-kolaborasi-reborn%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2003/09/26/sherina-memukau-penonton-pesta-kolaborasi-reborn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

