<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wartajazz.com &#187; Jazz Goes to Campus</title>
	<atom:link href="http://www.wartajazz.com/category/festival/jazz-goes-to-campus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wartajazz.com</link>
	<description>The Ultimate Jazz Source for Indonesian Jazz Lovers - Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 01:41:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>JGTC Opening dan Press Conference : Jazz The Way It Is, Warna- warni ala Jazz</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/festival/jazz-goes-to-campus/2011/10/29/jgtc-opening-dan-press-conference-jazz-the-way-it-is-warna-warni-ala-jazz/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jgtc-opening-dan-press-conference-jazz-the-way-it-is-warna-warni-ala-jazz</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/festival/jazz-goes-to-campus/2011/10/29/jgtc-opening-dan-press-conference-jazz-the-way-it-is-warna-warni-ala-jazz/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 23:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maria Azzahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jazz Goes to Campus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=14928</guid>
		<description><![CDATA[“Jazz The Way It Is” menjadi tagline dari  The 34th Jazz Goes  To Campus yang akan digelar 4 Desember 2011 nanti. JGTC Opening dan Press Conference yang digelar di area selasar kampus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dihadiri Benny Likumahuwa dan Sketsa
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/05/21/borneo-jazz-2011-festival-jazz-warna-warni/' rel='bookmark' title='Borneo Jazz 2011: Festival Jazz Warna-Warni!'>Borneo Jazz 2011: Festival Jazz Warna-Warni!</a> <small>Selama empat hari berturut-turut, Borneo Jazz yang telah memasuki tahun...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/03/30/jazz-for-family-jazz-for-family-children-songs-with-jazz-flavour/' rel='bookmark' title='Jazz For Family &#8211; Jazz For Family: Children Songs With Jazz Flavour'>Jazz For Family &#8211; Jazz For Family: Children Songs With Jazz Flavour</a> <small>Ngejazz bareng keluarga lewat lagu-lagu anak dalam aransemen menarik. ...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2011/10/jgtc-34.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-14943" title="jgtc-34" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2011/10/jgtc-34.jpg" alt="" width="550" height="413" /></a></p>
<p>Jumat sore (28/10), area selasar kampus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dipenuhi rekan media dan puluhan mahasiswa yang akan mengikuti Jazz Goes To Campus Opening and Press Conference. Acara tersebut merupakan pembukaan dari seluruh rangkaian Jazz Goes To Campus (JGTC) yang ke-34 pada tanggal 4 Desember 2011 nanti.</p>
<p>Perwakilan Dekanat, <strong>Masturah</strong> &#8211; Perwakilan dari Kementrian Pariwisata &amp; Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan <strong>Lilia Zuhara</strong> selaku Project Officer The 34th Jazz Goes  To Campus turut memberikan sambutan  pada awal acara. Sementara, artis yang hadir untuk mini show antara lain<strong> Benny Likumahuwa</strong> dan <strong>Sketsa</strong> (Dimas &amp; Gerald). Oele Pattiselano yang dijadwalkan ikut mengisi acara, berhalangan hadir.</p>
<p>“Jazz The Way It Is” menjadi tagline dari  The 34th Jazz Goes  To Campus. Artinya, pihak penyelenggara akan menampilkan berbagai sub-genre dari Jazz dan menunjukkan bahwa Jazz memiliki sisi keanekaragaman. Band beraliran non- jazz seperti <strong>White Shoes &amp; The Couples Company</strong> dikabarkan akan hadir di JGTC tahun ini. Selain itu, pihak penyelenggara juga mengundang guest star band dari Perancis, <strong>Nouvelle Vague</strong>.</p>
<p>Seperti tahun- tahun sebelumnya, JGTC selalu mengadakan roadshow ke daerah. Kota pertama yang disambangi yakni Bandung.  Di kota yang mendapat julukan <em>Parisj Van Java</em>, mini show akan digelar pada 15 November 2011. Setelah Bandung,  roadshow berlanjut ke Pulau Sumatra. Pada tahun ini, untuk pertama kalinya JGTC akan merambah pecinta Jazz yang berada di kota Lampung.  JGTC bekerjasama dengan BEM UNILA dan Komunitas Jazz Lampung serta mengundang <strong>Idang Rasyidi Syndicate</strong> untuk memeriahkan acara.</p>
<p>Selain roadshow, rangkaian acara yang ada pada The 34th Jazz Goes To Campus antara lain JGTC Exhibition (JGTC Competition dan JGTC Children Workshop ) dan JGTC Awards yang akan diberikan live on stage pada hari H. JGTC Competition merupakan ajang kompetisi musik Jazz yang telah banyak menelurkan musisi- musisi jazz baru , SKETSA adalah satu nama yang pernah mengikuti kompetisi tersebut.</p>
<p>JGTC Children Workshop, yaitu  acara pengenalan musik Jazz kepada anak- anak Indonesia khususnya mereka yang memiliki keterbatasan finansial. Pihak penyelenggara JGTC akan mengajak anak- anak dari komunitas Masjid Terminal memainkan perkusi dari barang- barang bekas untuk memeriahkan JGTC Children Workshop.</p>
<p>Pemukulan Gong oleh perwakilan acara menjadi simbol pembukaan dari The 34th Jazz Goes To Campus. Hujan deras dan langit yang semakin gelap tak menyurutkan peserta JGTC Opening and Press Conference untuk meninggalkan lokasi acara. Permainan duo gitaris Sketsa, Dimas dan Gerald, menutup perjumpaan pada petang itu.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Ffestival%2Fjazz-goes-to-campus%2F2011%2F10%2F29%2Fjgtc-opening-dan-press-conference-jazz-the-way-it-is-warna-warni-ala-jazz%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/05/21/borneo-jazz-2011-festival-jazz-warna-warni/' rel='bookmark' title='Borneo Jazz 2011: Festival Jazz Warna-Warni!'>Borneo Jazz 2011: Festival Jazz Warna-Warni!</a> <small>Selama empat hari berturut-turut, Borneo Jazz yang telah memasuki tahun...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/03/30/jazz-for-family-jazz-for-family-children-songs-with-jazz-flavour/' rel='bookmark' title='Jazz For Family &#8211; Jazz For Family: Children Songs With Jazz Flavour'>Jazz For Family &#8211; Jazz For Family: Children Songs With Jazz Flavour</a> <small>Ngejazz bareng keluarga lewat lagu-lagu anak dalam aransemen menarik. ...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/festival/jazz-goes-to-campus/2011/10/29/jgtc-opening-dan-press-conference-jazz-the-way-it-is-warna-warni-ala-jazz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jazz Goes To Campus  : Merawat Api Jazz</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/opini-jazz/2009/11/25/jazz-goes-to-campus-merawat-api-jazz/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jazz-goes-to-campus-merawat-api-jazz</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/opini-jazz/2009/11/25/jazz-goes-to-campus-merawat-api-jazz/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 14:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Denny Sakrie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Jazz Goes to Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Jazz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=9092</guid>
		<description><![CDATA[Wow ! Saya cukup kaget ketika mengetahui bahwa penyelenggaraan ajang “Jazz Goes To Campus” yang tiap tahun digelar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia telah memasuki usia yang ke 32.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wow ! Saya cukup kaget ketika mengetahui bahwa penyelenggaraan ajang “Jazz Goes To Campus” yang tiap tahun digelar mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia telah memasuki usia yang ke 32. Betapa tidak, sekelompok mahasiswa yang tujuan utamanya adalah menimba ilmu di kampus, toh masih bisa membagi konsentrasi dengan mengadakan sebuah kegiatan ekstra kulikuler yang tak gampang : mengadakan festival jazz. Dalam budaya pop, genre musik jazz memang agak sulit menembus selera massal. Dengan kompleksitas struktural musiknya yang cenderung eklektikal, jazz memang butuh tahap tertentu untuk memahaminya secara general. Setidaknya parameter inilah yang mungkin membuat jazz agak tersendat sendat dalam pola marketingnya. Dalam industri musik yang berkembang di Indonesia, jazz mungkin berada pada urutan kesekian dibanding jenis music lainnya yang lebih poppish dan populis.   Dengan setumpuk realita semacam itu, wajarlah jika kita mengangkat topi setinggi tingginya untuk civitas akademika Universitas Indonesia ini yang secara estafet dari generasi ke generasi untuk tetap memancangkan agenda jazz di pelataran kampus. Jelas ini merupakan sebuah stamina yang seolah tiada henti. Terus bergulir dan bergulir. Jazz Goes To Campus seolah sebuah kurikulum tak resmi yang menghias tembok kampus Univesitas Indonesia. Walaupun digagas oleh Fakultas Ekonomi, namun festival jazz ini memang menjadi milik kampus Universitas Indonesia.</p>
<p>Jazz Goes To Campus digagas oleh Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1978. Saat itu Candra Darusman dan rekan yang tengah terbuai jazz berupaya mewujudkan obsesi memainkan music jazz di suasana kampus. Di era itu musik jazz memang mendapat sedikit celah dalam industri musik pop. Walaupun celah itu tak menganga besar, namun memberi sedikit nuansa dalam industri  musik pop Indonesia. Beberapa album jazzy atau kerap diistilahkan sebagai pop jazz mulai terpampang di etalase music negeri ini. Jack Lesmana adalah sosok seniman jazz yang mulai menularkan benih-benihnya antara lain dengan merilis album “Api Asmara” yang dinyanyikan Rien Djamain pada tahun 1975. Ternyata upaya Jack Lesmana menuai sukses. Saat itu beberapa label rekaman mulai mengikuti jejak yang dirintis Hidayat Record, mulai dari Pramaqua, Atlantic Record hingga ke label raksasa seperti Remaco atau Purnama pun mulai memberanikan diri merilis album berlabel pop jazz atau jazzy. Seiring dengan terbukanya sedikit celah dalam industri musik untuk music jazz, bermunculan pula generasi baru jazz Indonesia seperti Elfa Secioria, Indra Lesmana hingga Candra Darusman. Sosok yang disebut terakhir malah menggelembungkan euphoria jazz di kampusnya sendiri,  Fakultas Ekonomi UI di Salemba. Candra Darusman dan kawan kawan memang tak bermuluk-muluk. Mereka hanya ingin mementaskan jazz di kampus. Dengan perangkat yang serba seadanya, mereka mulai menggelar jazz. Kegiatan ini ternyata men jadi sebuah kegiatan estafet yang terus dilakukan mahasiswa Ekonomi UI ini dari tahun ke tahun.</p>
<p>Jazz Goes To Campus bahkan dianggap sebaya dengan Festival Jazz Internasional tertua North Sea Jazz Festival yang berlangsung setiap tahun di Belanda. Para mahasiswa Ekonomi ini tampaknya memiliki konsistensi yang kukuh, disamping stamina yang luar biasa itu. Ketika sebuah ajang jazz bertaraf internasional dan dikelola secara professional JakJazz Festival sempat mati suri selama beberapa tahun, toh Jazz Goes To Campus tetap berkibar.</p>
<p>Memang tak sedikit yang mengkritik bahwa Jazz Goes To Campus hanyalah sebuah ajang tahunan yang terpaksa dipertahankan karena dianggap hanya mempertahabnkan sebuah ikon yang telah tercipta di balik tembok kampus UI. Tapi rasanya alangkah tak bijaksana kritikan tersebut, karena menurut saya ajang Jazz Goes To Campus ini memang merupakan semacam ajang penggodokan bagi para mahasiswa yang sesungguhnya tengah menuntut ilmu di kampus. Jazz Goes To Campus bisa jadi adalah kawah candradimuka bagi para mahasiswa yang dampaknya juga terasa bagi industri music di Indonesia, setidaknya untuk tetap menjaga keajegan konstelasi musik jazz itu sendiri.</p>
<p>Kritik lain yang mencuat bahwa ajang ini hanya sebatas hura-hura yang tidak memiliki gaung bagi musik jazz Indonesia. Bergerombolnya penonton di kampus Depok hanyalah sebuah arena hang out demi peningkatan status sosial bel;aka.  Saya pun merasa tudingan ini jelas tidak arif.   Meskipun sejujurnya hal-hal semacam itu memang terpampang jelas di depan mata kita saat berbaur dalam perhelatan tahunan itu.  Banyak penonton yang memilih untuk berbincang-bincang ketimbang menikmati komposisi jazz yang memiliki tingkat apresiasi yang relatif tinggi.  Namun di sisi lainnya, toh kepanitiaan temporer Jazz Goes To Campus tetap berupaya melakukan hal hal terpuji, semisal mengandakan Klinik Jazz yang menghadirkan beberapa pemusik jazz secara tutorial maupun awarding terhadap orang orang yang berjasa dalam mengembangkan dan mempertahankan jazz di Indonesia.  Stamina mereka , para mahasiswa ini,  jelas merupakan sumbu yang menjadi penghantar membaranya api jazz di negeri ini. Walaupun api jazz di negeri ini tak sebesar api jenis musik lainnya, namun toh jazz tetap menyala dan bersinar. Rasanya saying jika api itu padam.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fopini-jazz%2F2009%2F11%2F25%2Fjazz-goes-to-campus-merawat-api-jazz%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/opini-jazz/2009/11/25/jazz-goes-to-campus-merawat-api-jazz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah daftar lengkap artis 32nd Jazz Goes to Campus 2009</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/festival/2009/11/15/inilah-daftar-lengkap-artis-32nd-jazz-goes-to-campus-2009/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=inilah-daftar-lengkap-artis-32nd-jazz-goes-to-campus-2009</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/festival/2009/11/15/inilah-daftar-lengkap-artis-32nd-jazz-goes-to-campus-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 12:51:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Jazz Goes to Campus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=9079</guid>
		<description><![CDATA[Ajang festival jazz tahunan Jazz Goes to Campus akan digelar kurang lebih dua minggu lagi. Simak siapa saja artis yang bakal tampil plus info harga tiket masuknya
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ajang festival jazz tahunan yang seluruh penyelenggara dan sebagian besar penontonnya adalah mahasiswa, Jazz Goes to Campus akan digelar kurang lebih dua minggu lagi. Tepatnya Minggu, 29 November 2009. Tahun ini tema <a href="http://www.wartajazz.com/2009/10/28/32nd-jazz-goes-to-campus/" class="broken_link">JGTC adalah Sense of Rejuvenation</a>.</p>
<p>Masih penasaran siapa kira-kira yang akan tampil?. Gak usah khawatir. Berikut ini daftar lengkap dan terbaru musisi-musisi yang bakalan tampil.</p>
<ul>
<li>Balawan Quartet feat. Didiet Violin, Barry Likumahuwa, &amp; Ireng Maulana</li>
<li>Olivia Ong &amp; 02Q (Singapore)</li>
<li>Tokyo Blue (Malaysia)</li>
<li>YWF (Yovie Widianto Fusion Band)</li>
<li>ESQI:EF (Syaharani and The Queenfireworks)</li>
<li>Maliq &amp; d&#8217;Essentials</li>
<li>Barry Likumahuwa Project feat. Mergie Segers</li>
<li>écoutez!</li>
<li>KULKUL feat. Hendri Lamiri</li>
<li>Andre Hehanusa and 20:20 Star</li>
<li>Nita Aartsen feat. Steve Wilson and Oele Pattiselanno</li>
<li>Sketsa</li>
<li>21st Night</li>
<li>Endah N Rhesa</li>
<li>Soulvibe</li>
<li>Indro Hardjodikoro Trio</li>
<li>Indra Aryadi and Friends feat. Brinets</li>
<li>GSI Instructors</li>
<li>Jakarta Broadway Team</li>
<li>Starlite</li>
<li>BAG Trio (Bram, Aldhi, Gerald Trio)</li>
<li>New Season</li>
<li>Notturno</li>
<li>Eriksondhy Project</li>
<li>Children Workshop with Benny Likumahuwa &amp; Idang Rasjidi</li>
<li>Jazz Competition Winners (1, 2, 3)</li>
<li>Beben Jazz &amp; Friends</li>
<li>Jazz Chic&#8217;s</li>
<li>Prorejected</li>
<li>BSO Band FEUI</li>
<li>1st Impression (Margo Friday Jazz)</li>
<li>ITJazz</li>
<li>Klab Jazz Bandung</li>
<li>MC : Arif Tirtosudiro, Dita &#8220;Bocil&#8221;, Sarah Deshinta, Aldy, Tanti Rena</li>
</ul>
<p>Banyak sekali ya?. Betul, bukan Jazz Goes to Campus namanya kalau tidak diisi sederet penampil yang tahun ini kembali akan digelar dalam tiga panggung yang diletakkan di parkir Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.</p>
<p>Acara tahun ini disponsori oleh GoFress, permen tipis yang yang menjadi pelengkap dari aktivitas anak muda sehari-hari. Hal itu diungkapkan oleh Ayrinna &#8211; product and brand management Go Fress yang menyebut para penonton JGTC sebagai GoFress Generation.</p>
<p>Buat yang tertarik menonton, tiket dapat di beli dengan harga early bird IDR 37.000 dan IDR 40.000 jika kamu membeli H-2. Silakan kontak 021 9327 6263 atau 08561894040 dengan Tata untuk informasi lebih lanjut.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Ffestival%2F2009%2F11%2F15%2Finilah-daftar-lengkap-artis-32nd-jazz-goes-to-campus-2009%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/festival/2009/11/15/inilah-daftar-lengkap-artis-32nd-jazz-goes-to-campus-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>32nd Jazz goes to Campus &#8211; Sense of Rejuvenation</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/festival/2009/10/28/32nd-jazz-goes-to-campus/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=32nd-jazz-goes-to-campus</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/festival/2009/10/28/32nd-jazz-goes-to-campus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 07:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Jazz Goes to Campus]]></category>
		<category><![CDATA[21st night]]></category>
		<category><![CDATA[Endah N Rhesa]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Aryad]]></category>
		<category><![CDATA[sketsa]]></category>
		<category><![CDATA[syaharani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=5688</guid>
		<description><![CDATA[JGTC kini telah memantapkan posisinya sebagai festival musik Jazz yang patut diacungi jempol karena konsistensinya. Mengusung tema Sense of Rejuvenation, 32th JGTC akan digelar 29 November 2009. Diperkiran 23.000 orang akan menonton acara ini.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/10/32th-jazz-goes-to-campus.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-8838" title="32th-jazz-goes-to-campus" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/10/32th-jazz-goes-to-campus.jpg" alt="32th-jazz-goes-to-campus" width="300" height="200" /></a>Berawal dari sebuah pesta musik sederhana di taman Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Salemba pada tahun 1978, yang digagas oleh Chandra Darusman dan kawan-kawan, The 1st Jazz Goes to Campus yang kemudian mendapat akronim populer, JGTC, memulai debutnya. JGTC diadakan setahun setelah North Sea Jazz Festival, yang menempatkan JGTC menjadi salah satu event musik Jazz tertua di dunia dan Indonesiayang diinisiasi dan diorganisir oleh mahasiswa.</p>
<p>JGTC kini telah memantapkan posisinya sebagai festival musik Jazz yang patut diacungi jempol karena konsistensinya. Musisi Jazz papan atas Indonesia seperti Bubi Chen, (alm) Bill Saragih, Benny Likumahua, Ireng Maulana, (alm) Jack Lesmana, Krakatau Band, Indra Lesmana, Idang Rasjidi dan banyak musisi lain telah mengumandangkan musiknya di festival ini. Musisi Internasional seperti Bob James, Dave Koz, Ron Reeves, Los Cabaleros, Coco York, Lica Cecato, Claire Martin Quintet, dan Curtis King pernah meramaikan panggung JGTC.</p>
<p>Tahun ini, masuk di usia ke-32 JGTC mengemban peran baru sebagai mesin penggerak perkembangan musik jazz dengan cara terus proaktif dalam memberikan wadah bagi mahasiswa mengapresiasi musik Jazz. Panitia menawarkan terapan pemikiran tersebut lewat tema “Sense of Rejuvenation”. Arti kata rejuvenation itu sendiri mencoba mengambil esensi dari pembaharuan, revitalisasi, penyegaran kembali, ataupun menghidupkan kembali musik jazz di Indonesia.</p>
<p>Diperkirakan sekitar 23.000 akan hadir dalam acara yang digelar seharian penuh di Kampus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tanggal 29 November 2009 mendatang.</p>
<p>Mereka akan disuguhi penampilan 35 artis lokal dan internasional yang terdiri dari dari berbagai tipe musik jazz. Seperti halnya tahun lalu, tersedia 3 stage yang berada dalam komplek yang tidak terlalu jauh jarak antar panggungnya. Penampilan para artis ini, akan dilangsungkan bersamaan dengan adanya Bazzar yang terdiri dari makanan &amp; minuman dan juga lainnya.</p>
<p>Selain konser juga akan digelar sejumlah kegiatan lain seperti Jazz Competition 14-15 November 2009<br />
bertempat di Blitz Megaplex, Grand Indonesia dan finalnya 22 November 2009 di EX (Entertainment Center), Jakarta dan akan dimeriahkan Endah n Rhesa dan Soulvibe. Buat kamu yang tertarik menjadi peserta Jazz Competition pendaftaran dibuka hingga 6 November dengan membayar Rp 200.000,- untuk biaya administrasi.</p>
<p>Pada tanggal 21 November 2009 juga akan digelar klinik musik     bersama Oele Patiselano (Guitar)Barry Likumahuwa (bass),  Riza Arshad (keyboard) dan Sandy Winarta (drums). Biayanya Rp 35.000</p>
<p>Panitia 32th JGTC kali ini juga menggelar Road Show to Jazz Goes to Campus antara lain di Fakultas Ekonomi UGM, 11 November 2009 dengan performers: <strong>Sketsa, Endah n Rhesa, 21st night, Jazz on the Street, ESB (Economic Session Band) UGM, </strong>kemudian<strong> </strong>di Campus Centre ITB, 18 November 2009 dengan performers: <strong>Esqief and the Queenfireworks feat Syaharani, Sketsa, Indra Aryadi and friends </strong>dan <strong>IT Jazz and APRES! ITB </strong>plus di Margo City Depok, 20 November 2009 dengan performers: <strong>Margo Friday Jazz, KJK, , Soulvibe, 21st night </strong>dan jam-session bersama <strong>Benny Likumahuwa. </strong></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Ffestival%2F2009%2F10%2F28%2F32nd-jazz-goes-to-campus%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/festival/2009/10/28/32nd-jazz-goes-to-campus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KIPRAH MUSISI MUDA DI ARENA 27th JGTC 2004</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/festival/2004/12/21/kiprah-musisi-muda-di-arena-27th-jgtc-2004/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kiprah-musisi-muda-di-arena-27th-jgtc-2004</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/festival/2004/12/21/kiprah-musisi-muda-di-arena-27th-jgtc-2004/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2004 07:23:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Kusbandono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Jazz Goes to Campus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=5686</guid>
		<description><![CDATA[Pagelaran musik jazz kampus terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Mahasiswa FEUI ini memang padat kegiatan. Kompetisi Jazz yang diselenggarakan dua hari, 13 dan 14 Desember 2004 di Cosmo Food Plaza Semanggi telah menjadi agenda tersendiri bagi para musisi muda dan lapisan umum yang ingin menyalurkan bakatnya dalam musik jazz.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jgtcclub.com/" target="_blank" class="broken_link"><img src="../images/logojgtc27.jpg" border="0" alt="" width="300" height="110" align="left" /></a>Pagelaran musik  jazz kampus terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Mahasiswa FEUI ini  memang padat kegiatan. Kompetisi Jazz yang diselenggarakan dua hari, 13 dan 14  Desember 2004 di Cosmo Food Plaza Semanggi telah menjadi agenda tersendiri bagi  para musisi muda dan lapisan umum yang ingin menyalurkan bakatnya dalam musik  jazz. Kompetisi yang sedikitnya sudah diselenggarakan untuk tahun ke-5 ini  menghadirkan<strong> Idang Rasyidi, Gilang Ramadhan </strong>dan<strong> Ananda  Mates</strong> sebagai juri yang menilai penampilan tiap peserta. Akhirnya dari  13 grup yang tampil, dipilih tiga pemenang – meski bukan berarti bahwa ketiga  grup yang kemudian berhak tampil di acara puncak JGTC itu adalah yang terbaik  segala-galanya, karena pada dasarnya musik tidaklah dapat diperlombakan – yaitu  kelompok <strong>STARLITE</strong> sebagai Juara I,<strong> THREE TONES</strong> (#2) dan <strong>YAR</strong> (#3). Selain itu juri juga memilih para the best  pada masing-masing instrumen; <strong>FAHRI</strong> awak band  <strong>KUTIKULA</strong> sebagai drummer terbaik, <strong>VICTOR</strong> dari  <strong>90% band</strong> sebagai best bassist, <strong>TYO Three Tones </strong>sebagai best gitarist, <strong>OSMON Kutikula </strong>dengan gelar  best pianist dan best instrumentalia dianugerahkan kepada <strong>ALSA Starlite. </strong></p>
<table border="0" width="300" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><img src="../images/jgtc04-3.jpg" alt="" width="300" height="225" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="fn9">Suasana pelataran parkir FE UI Depok saat JGTC 2004 kemarin<br />
<em>foto: dokumentasi WartaJazz.com</em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Starlite mengawali kegiatan di panggung B (B dari kata Besar) setelah FEUI  Band &#8211; kelompok tuan rumah yang terdiri Indra 04 (drum ), duo vokal Meitha 02  dan Sistien 03, Bambang 03 (gitar), Donny 00 (bass), dan pemain keyboard Daniel  02 selesai menampilkan beberapa nomor standar. Jawara Jazz Competition yang  terdiri dari drummer <strong>Alsa, Sheila </strong>(bass), <strong>Rieke </strong>(piano) dan guitaris <strong>Irvy </strong>ini menghadirkan empat  komposisi dalam repertoar mereka. Meski hanya mempersiapkan diri hanya dua hari,  Starlite tampil cukup berbeda dari dua juara lainnya dengan menampilkan lagu  <em>Balonku </em>dan sebuah karya mereka sendiri; <em>Light &amp; Shine</em>.  Pengalaman dari kelompok yang mayoritas digawangi oleh murid LPM Farabi ini  memang cukup mumpuni. Selain gelar di kompetisi jazz kali ini, Starlite juga  pernah mengantongi juara tiga pada festival Budaya Jakarta yang diselenggarakan  di TIM bulan September lalu, lengkap dengan <em>best bassist</em> dan <em>best  keyboards </em>bagi personelnya. Selain itu Alsa yang baru berumur 11 tahun  ternyata memegang piagam museum rekor Indonesia sebagai drummer wanita  profesional termuda. Prestasi yang membanggakan dan merupakan langkah awal yang  baik agar rencana mereka untuk dapat eksis di dunia jazz Indonesia dapat  terlaksana.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Hampir bersamaan di panggung A juga tampil berturut-turut YAR dan Tree Tones  membuka acara. YAR yang terdiri dari <strong>Remon</strong> (bass), <strong>Abi </strong>(perkusi), <strong>Doni </strong>(saxophone), <strong>Yoga </strong>(drum) dan <strong>Aga </strong>(gitar) selain membawakan lagu wajib  <em>On The Green Dolphine Street</em> dan <em>Chicken </em>juga mengetengahkan  <em>Daddy Love.</em> Nama grup YAR yang dicetuskan oleh Remon mengawali  perjalanan kelompok ini dari perkenalan. Meski diakui oleh Bagas tidak ada yang  kuliah (khusus musik?) dan belum tahu rencana kedepan grup mereka &#8211; karena  merasa (YAR ) hanya band biasa saja tanpa scale tinggi – namun pencapaian mereka  di kompetisi jazz kali ini sedikit banyak dapat menjadi modal untuk dapat eksis  dan mungkin mencapai gebYAR di masa yang akan datang.</p>
<p>Harapan itu juga ada pada Three Tones yang di ajang kompetisi &#8211;  <strong>Mira</strong> (piano dan vocal), <strong>Tyo</strong> (gitar),  <strong>Anto</strong> (bass) dan <strong>Ade</strong> (drum) memainkan lagu  wajib <em>Green Dolphin</em> dan <em>L.O.V.E</em> serta menambahkan <em>Georgy  Porgy, Fly Me to The Moon, Autum Leaves, You’ve Got A Friends</em> dalam  repertoar mereka di hari H pertunjukan JGTC. Perjalanan bermusik Tree Tones  diawali dengan dimintanya Anto dan Mira oleh <strong>Otti Jamalus</strong> untuk  membuat duet. Mereka kemudian sempat bermain regular di TC Kemang dan Upstairs  Plaza Senayan dengan tambahan pemain sax bernama Dony (pemain sax band juara 3  kompetisi lalu). Dony lalu digantikan oleh Tyo (gitar) yang diikuti perubahan  konsep Tree Tones menjadi sebuah band dengan tambahan Ade (drummer muda yang  sempat belajar lama di Farabi dan IMI) dan <strong>Karina</strong> (vokalis,  yang sayangnya tidak ikut dalam format JGTC kemarin). Berbeda dengan Yar, Anto  mewakili Tree Tones dengan tegas menyebutkan rencana ke depan grup mereka untuk  dapat bermain di café yang segmen nya sesuai agar jam terbang mereka bertambah,  bermain di acara musik sekolah dan kampus serta membuat lagu sendiri. Semoga  harapan itu tercapai dan kami selalu menunggu kabar kiprah Tree Tones  selanjutnya.</p>
<p align="center">***</p>
<table border="0" width="300" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><img src="../images/jgtc04-4.jpg" alt="" width="300" height="225" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="fn9">Rayendra &#8211; drumer jebolan Berklee dan mulai sibuk  wira-wiri<br />
<em>foto: dokumentasi WartaJazz.com</em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Membahas tentang kiprah eks Juara Jazz Competition, tentu kita dapat menyimak  penampilan kembali <strong>KHAYANGAN</strong> di pentas JGTC. Kelompok yang  tinggal terdiri dari <strong>Indra</strong> (Gitar), <strong>Mario</strong> (bass) dan <strong>Harde</strong> (drum) ini merupakan jawara kedua Jazz  Competition tahun 2002. Setelah mendapat predikat itu, grup asal Kota Hujan  Bogor ini sempat berkiprah regular di beberapa Café khusus lagu-lagu jazz  mainstream dan standard serta menawarkan demo karyanya. Namun ternyata usaha  menuju industri rekaman itu belum membuahkan hasil bahkan mereka lebih berencana  membuahkan album pop dengan nama grup yang lain daripada sebuah rekaman  instrumental. Hal itu diutarakan oleh Indra, yang menyebutkan bahwa kompetisi  jazz FEUI ini dapat menjadi sarana penunjang yang efektif untuk karir sebuah  band di panggung tapi indikasinya tidak mengarah sebagai penghantar ke industri  rekaman. Namun Ia membenarkan bahwa pengaruh ajang ini bagi karir bermusik tiap  personel pengaruhnya lebih signifikan. Sebut saja sekarang Indra di luar  Khayangan aktif membantu penyelesaian album penyanyi <strong>Andien</strong>.  Begitu juga kedua personel lainnya selain sering membantu dan terlibat dalam  aktivitas musik di kotanya juga salah seorang – Harde – sibuk sebagai instruktur  drum di sebuah sekolah Islam Internasional. Aktivitas yang padat itu tidak  mematahkan rasa kebersamaan mereka seperti dapat dilihat ketika membawakan  lagu-lagu <strong>John Scofield</strong> di panggung A dengan menampilkan  <strong>Joseph</strong> sebagai additional keyboard.</p>
<p>Penampil muda yang juga menarik adalah kelompok <strong>Tomorow People  Ensemble</strong> (TPE). Grup yang terdiri dari <strong>Nikita Dompas</strong> (gitar),<strong> Indra Perkasa</strong> (akustik bass), <strong>Adra  Karim</strong> (rhodes &amp; synth) dan <strong>Zulham</strong> (drum)  mengetengahkan lagu-lagu yang mereka areansemen dengan energik. Suasana jazz  berbalut rock dan funk tersebar dari penampilan TPE siang itu. Sebut saja di  lagu pertama mereka, <em>Chank</em> dari John Schofield yang kemudian diikuti  berturut-turut dengan komposisi Duke Ellington<em> Caravan</em>, <em>Also Sprach  Zarathustra </em>sebuah komposisi Richard Strauss dari ost film Space from  Oddisey, <em>Paranoid Android </em>– nya Radiohead dan ditutup dengan karya rock  klasik Led Zeppelin, <em>Whole Lotta Love</em>. Terlihat pilihan  <em>setlist</em> mereka sangat beragam seramai penampilannya yang juga dibantu  oleh set brass section yang terdiri dari <strong>Indra Aziz</strong> (tenor  sax), <strong>Bagus</strong> (trombone) dan <strong>Mundita</strong> (alto sax).  Jelas mengundang penonton menggerakkan tubuh mereka. <em>Congratz to TPE,  harapan masa depan jazz Indonesia!</em></p>
<p>Selain grup yang full terdiri dari musisi muda, JGTC juga menampilkan  kelompok kombinasi tua-muda. Sebut grup <strong>Cherokee</strong> yang terdiri  dari gabungan musisi muda <strong>Rio Moreno</strong> (keyboard) dan  <strong>Harry Toledo</strong> (bass) dengan musisi yang angkatannya lebih  senior; <strong>Iwan Wiradz </strong>(perkusi), <strong>Kadek Rihardika</strong> (gitar) dan baru ini merekrut drummer senior yang sudah eksis di musik Indonesia  sejak awal 80an – <strong>Cendy Luntungan</strong>. Sayang Cherokee yang tampil  di pangung B JGTC tidak mengikutkan vokalis muda berbakat mereka.  <em>Setlist</em> sore kemarin pun lebih dominan dengan lagu-lagu instrumental;  <em>Rool On, El Montuno,</em> dan sebuah lagu OST film<em> The God Father – The  Winner of Your Heart</em> – yang dibawakan kental dengan nuansa latin jazz.  Hanya pada satu lagu standards peran <strong>Tompy</strong> di<em>backup</em> oleh <strong>Danto</strong> – vokalis grup <strong>Pentatones</strong>.</p>
<table border="0" width="300" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><img src="../images/jgtc04-1.jpg" alt="" width="300" height="225" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="fn9">Benny Likumahua &#8211; foto: dokumentasi  WartaJazz.com</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Pentantones sendiri juga merupakan grup yang terdiri dari musisi-musisi muda  berbakat. Sebut nama <strong>Rayendra</strong> &#8211; drummer muda yang tahun lalu  menyelesaikan pendidikannya di Berklee dan sekarang banyak terlibat dalam proyek  musisi senior (seperti<strong> FunkyThumb</strong>-nya<strong> Yance  Manusama</strong>, pentas regular di Jamz dengan<strong> Idang Rasyidi</strong>,  membackup formasi panggung <strong>Rieka Roslan</strong> dan band pop  <strong>ADA Band</strong>), bassist <strong>Barry Likumahuwa, Andre </strong>(gitarist yang pernah memperkuat grup co-P), <strong>Doni</strong> (piano) dan additional saxophone &#8211; <strong>Marlon</strong>. Penampilan  Pentantones kemarin dapat masuk kedalam kombinasi senior – yunior juga karena  mereka mentas mendampingi ayah Barry – musisi jazz <strong>Benny  Likumahuwa</strong>. Mereka bersama-sama mengetengahkan <em>My Favorite Things,  All I Got &#8211; nya All Jarreau</em> serta beberapa lagu lainnya yang diantaranya  ciptaan mereka sendiri; komposisi berjudul <em>Rafayefendrafa</em>.</p>
<p>Sesaat setelah pertunjukan Benny bersama Pentatones sempat melakukan tanya  jawab dengan sejumlah wartawan yang meliput JGTC 2004. Oom Benny &#8211; demikian ia  akrab disapa &#8211; menjelaskan pendapatnya mengenai perkembangan Jazz di Indonesia  yang disebutnya maju. Sekedar <em>flashback</em>, ia ingat (dan menceritakannya  kembali ketika) sewaktu masih rutin tampil di Teater Terbuka Taman Ismail  Marzuki bersama Alm. <strong>Jack Lesmana</strong>. Dengan kapasitas penonton  berkisar 2.000 orang, tetapi pada pertunjukannya mereka hanya ditonton 3 orang.  Oleh karena itu ia sangat senang dengan apresiasi anak-anak muda terhadap musik  jazz pada saat ini. <em>(Penonton yang hadir di JGTC jumlahnya memang ribuan &#8211;  walau tak ada data resmi yang menyebutkan berapa ribu orang persisnya &#8211;  red)</em></p>
<table border="0" width="200" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><img src="../images/jgtc04-2.jpg" alt="" width="200" height="293" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="fn9">Gadis V memainkan saxophone &#8211; foto: dokumentasi  WartaJazz.com</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Lain lagi dengan penampilan <strong>Gadis V</strong> dan <strong>Bass  G.</strong> Duo saxophonist cilik yang karir bermusiknya sangat didukung oleh  orang tua ini menunjukkan multi kemampuan mereka. Gadis dan Bass selain berduet  menyajikan lagu-lagu <strong>Dave Koz, George Washington Jr, Kenny G </strong>dan<strong> Candy Dufler </strong>juga ikut bernyanyi dan menari di  lagu<em> Cinta Gadis</em> dan menabuh perkusi di sebuah komposisi yang  diaransemen ala <em>techno</em>. Peran orang tua ini juga yang memungkinkan pada  setiap penampilan Gadis dan Bass selalu dikombinasikan dengan musisi senior;  sebut pada pentas JGTC kali ini mereka didampingi oleh <strong>Adi  Dharmawan</strong> (bass), <strong>Kadek Rihardika</strong> &#8211; gitaris Cherokee  yang terpaksa harus legowo karena saat manggung <em>sound</em> gitarnya tidak  terdengar di depan panggung, drummer Krakatau<strong> Gerry Herb</strong> dan  <strong>Ekka Bhakti </strong>(keyboard).</p>
<p>JGTC 2004 juga dimeriahkan oleh <strong>Nera</strong>, grup yang  beranggotakan <strong>Gilang Ramadhan </strong>(drum), <strong>Ivan  Nestorman</strong> (vocal, gitar akustik), <strong>Donny Suhendra </strong>(gitar elektrik), <strong>Adi Dharmawan </strong>(bass) dan  <strong>Krisna Prameswara</strong>(keyboard) banyak dibilang beraliran jazz,  world music dan rock.</p>
<p>Dengan teknik vocal Ivan yang bercorak Flores (karena memang berasal dari  Flores) dan pukulan drum Gilang yang banyak menggabungkan elemen-elemen  tradisional, Nera memang terlihat banyak kearah <em>world music</em> walau bagi  sebagian kalangan menganggapnya rada nge<em>jazz</em></p>
<p>Nera yang berartikan cahaya dalam bahasa Flores, terlihat seperti <em>just an  idealism project for the personnel</em>. Terbukti disamping Nera, masing-masing  personel punya kesibukan masing-masing. Gilang dengan <strong>God  Bless</strong>nya, Krisna dengan <strong>Discus</strong>nya, Donny dan Adi yang  juga banyak tampil dengan band-band lainnya. (Hari itu dua orang ini yang paling  banyak manggung dg kelompok yang berbeda &#8211; sehingga ada yang berkelakar mereka  pemain sejuta band -red). Mudah-mudahan album mereka yang rencananya akan keluar  Februari tahun depan tetap membawa keorisinalitasannya.</p>
<p>Kombinasi menarik juga dapat kita temui pada penampilan kelompok muda  Groovology yang mengiringi <strong>Marina Xavier</strong>. Ms Xavier yang  baru-baru ini merilis album barunya yang berjudul AAA membawakan lagu-lagunya,  seperti <em>Cant Take Away</em> yang berirama funk,<em> La Vie On Rosa</em> (salsa), <em>Blame it On Bossanova, Man Smart Woman Smarter</em> (Callypso  Swing), <em>You Took Advantage o Me</em>, irama Blues dalam<em> I’m A Woman</em> dan swing dengan <em>All Too Soon</em>. <strong>Groovology</strong> yang  rencananya juga menampilkan vokalis mereka &#8211; <strong>Tompy</strong> – berduet  dengan Xavier terlihat cool mengiringi penyanyi asal Singapura itu. Tentu ini  tidak lepas dari pengalaman mereka; <strong>Yudistira</strong> (piano),  <strong>Ari</strong> (gitar), <strong>Dery</strong> (drum) dan bassist senior  <strong>Ilyas Muhadji</strong> manggung regular di café dan event-even jazz.  Bahkan sepertinya sudah saatnya grup ini menampilkan karya mereka sendiri di  setiap pentas itu. Kita tunggu saja!<em><strong> </strong></em></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Ffestival%2F2004%2F12%2F21%2Fkiprah-musisi-muda-di-arena-27th-jgtc-2004%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/festival/2004/12/21/kiprah-musisi-muda-di-arena-27th-jgtc-2004/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JAZZ COMPETITION SIAP DIGELAR DI PLAZA SEMANGGI</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2004/12/10/jazz-competition-siap-digelar-di-plaza-semanggi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jazz-competition-siap-digelar-di-plaza-semanggi</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2004/12/10/jazz-competition-siap-digelar-di-plaza-semanggi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Dec 2004 07:37:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Jazz Goes to Campus]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=5695</guid>
		<description><![CDATA[Seperti telah kami beritakan sebelumnya pada (26/10) lalu, acara JGTC ke 27 juga akan diisi dengan kegiatan Jazz Competition yang berlangsung pada tanggal 13-14 desember 2004, mulai pukul 14.00 wib hingga selesai bertempat di Cosmo Food Plaza, Plaza Semanggi lt.3. Bertindak selaku dewa juri antara lain Gilang Ramadhan, Idang Rasyidi, Ananda Mates. 
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="../images/logojgtc27.jpg" alt="" width="300" height="110" align="left" /> Seperti  telah kami beritakan sebelumnya pada (26/10) lalu, acara tahunan Jazz Goes to  Campus yang tahun ini memasuki penyelenggaraannya yang ke 27 juga akan diisi  dengan kegiatan Jazz Competition.</p>
<p>Rencananya kegiatan ini akan diselenggarakan pada hari senin-selasa tanggal  13 dan 14 desember 2004, mulai pukul 14.00 wib hingga selesai bertempat di Cosmo  Food Plaza, Plaza Semanggi lt.3. Bertindak selaku dewa juri antara lain  <strong>Gilang Ramadhan, Idang Rasyidi, Ananda Mates</strong>.</p>
<p>3 pemenang kegiatan ini akan mendapatkan hadiah uang tunai senilai, Rp  1.000.000,- (untuk jawara pertama), kemudian juara kedua dan ketiga  masing-masing Rp 750.00,- dan Rp 500.00,-.</p>
<p>Adapun Ketentuan Jazz Competition sebagai berikut seperti yang disampaikan  <strong>Dante</strong> &#8211; salah seorang panitia kepada redaksi WartaJazz.com  :</p>
<ol>
<li>Peserta adalah mahasiswa / pelajar / umum dengan usia max 30thn</li>
<li>Setiap band membawakan 2 buah lagu yang terdiri dari satu lagu wajib dan  satu lagu bebas.
<ul>
<li>Lagu wajib (pilih);<br />
On the Green Dolphin Street – Ahmad Jamal<br />
Tenor  Madness – Sony Rollins</li>
<li>Lagu bebas<br />
(apabila lagu bebas adalah lagu sendiri, maka peserta  diharuskan membuat surat pernyataan dengan dibubuhi materai Rp 6.000,00 dan  menyertakan lampiran partitur lagu tersebut)</li>
</ul>
</li>
<li>Waktu yang disediakan adalah 20 menit(plus check sound)</li>
<li>Setiap band beranggotakan max 10 orang (pemain &amp; kru band)</li>
<li>Wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 125.000,00 (akomodasi ditanggung  sendiri)</li>
<li>Alat band disediakan panitia terdiri dari seperangkat alat musik (keyboard,  bass, guitar, &amp; drum) dan sound system.</li>
<li>Wajib menghadiri Technical Meeting</li>
<li>Aspek penjurian meliputi :<em> Performance, Skill,</em> Harmonisasi</li>
<li>Formulir dikembalikan paling lambat Hari Jumat, 10 Desember 2004</li>
</ol>
<p>Selain para dewan juri yang sudah dikenal luas, acara ini juga menampikan  bintang tamu Proffesor Band, Khayangan yang merupakan mantan jawara kegiatan  jazz competition beberapa tahun yang lalu.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Aryo 08129321151, Listya 08128037782  atau Ruang Senat Mahasiswa FEUI, Kampus Baru UI Depok 16424 Phone/Fax : (021)  7863279.</p>
<p align="center">***</p>
<p align="left">Sebelum kegiatan Jazz Competition ini, JGTC 2004 juga mengadakan  kegiatan pertama yakni Jazz Workshop dengan sejumlah pengisi acara  <strong>Margie Segers, Gilang Ramadhan, Donny Suhendra </strong>dan <strong>Adi  Dharmawan. </strong>Acara yang dihadiri sekitar 133 orang ini berlangsung meriah  pada hari Kamis tanggal 7 Oktober 2004 kemarin.</p>
<p align="left">Walau sempat molor karena urusan teknis, Dante &#8211; salah seorang  panitia mengungkapkan bahwa acaranya berlangsung seru dan sukses. Pada sesi  pertama para clinicians <em>sharing </em>dari pengalaman mereka, bagaimana saat  mulai merintis, suka dukanya, jatuh bangunnya (karir mereka)&#8230;.yang kemuditan  dilanjutkan dengan sejarah Jazz dunia dan di Indonesia.</p>
<p align="left">Selain sesi tanya jawab yang sangat antusias diikuti oleh peserta  &#8211; dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang muncul, panitia juga berinisiatif  menyelenggarakan sejumlah games yang hadiahnya berupa tiket gratis JGTC &amp;  voucher dari Yamaha. Dan dipenghujung acara ada sesi terakhir yaitu <em>Jam  Session </em>bersama clinicians kemudian NERA band tampil(Gilang Ramadhan  dkk).</p>
<p align="center">***</p>
<p>Jazz Goes to Campus 2004 yang mengambil tema <em>Expressing the  Inexpressible</em> ini turut di dukung oleh WartaJazz.com, The Ultimate Source  for Indonesian Jazz Lovers dan sponsor NOKIA, LEA Jeans, ExxonMobil, Yamaha.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2004%2F12%2F10%2Fjazz-competition-siap-digelar-di-plaza-semanggi%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2004/12/10/jazz-competition-siap-digelar-di-plaza-semanggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>THE 27th JAZZ GOES TO CAMPUS 2004 &#8211; EXPRESSING THE INEXPRESSIBLE</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/festival/2004/10/26/the-27th-jazz-goes-to-campus-2004-expressing-the-inexpressible/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=the-27th-jazz-goes-to-campus-2004-expressing-the-inexpressible</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/festival/2004/10/26/the-27th-jazz-goes-to-campus-2004-expressing-the-inexpressible/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2004 07:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Jazz Goes to Campus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=5705</guid>
		<description><![CDATA[Jika tak ada aral melintang, ajang kebanggaan Mahasiswa UI dan pecinta Jazz Indonesia khususnya di Jakarta dan sekitarnya, kembali akan menikmati acara tahunan Jazz Goes to Campus yang memasuki penyelenggaraan kali ke 27 sepanjang sejarahnya JGTC digelar.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="../images/logojgtc27.jpg" alt="" width="300" height="110" align="left" /> Jika tak  ada aral melintang, ajang kebanggaan Mahasiswa UI dan pecinta Jazz Indonesia  khususnya di Jakarta dan sekitarnya, kembali akan menikmati acara tahunan Jazz  Goes to Campus yang memasuki penyelenggaraan kali ke 27 sepanjang sejarahnya  JGTC digelar.</p>
<p>Tidak ada yang terlalu istimewa sebenarnya dari kegiatan yang usianya paling  panjang dan konsisten diselenggarakan saban tahun oleh Senat Mahasiswa Fakultas  Ekonomi UI ini. Namun bukan berarti lantas penyelenggaraannya hanya diadakan  sekenanya saja.</p>
<p>Setidaknya tahun ini panitia telah menetapkan sejumlah kegiatan &#8211; seperti  halnya tahun-tahun sebelumnya &#8211; tetap dilaksanakan seperti Jazz Workshop, Jazz  Competition dan tentu saja pentas akbar Jazz Goes to Campus pada bulan Desember  2004 mendatang.</p>
<p>Panitia menetapkan tema untuk tahun ini adalah<em> Expressing the  Inexpressible,</em> dan tentu saja tetap menjadi tujuan panitia untuk  mensosialisasikan musik jazz kepada seluruh kalangan masyarakat dengan dimulai  dari pelajar dan mahasiswa.</p>
<p align="center">***</p>
<p align="left"><strong>Margie Segers, Gilang Ramadhan, Donny Suhendra, Adi  Dharmawan </strong>adalah para pembicara dalam kegiatan pertama yakni Jazz  Workshop yang berlangsung meriah pada hari Kamis tanggal 7 Oktober 2004  kemarin.</p>
<p align="left">Rencananya kegiatan ini akan disambung dengan Jazz Competition  atau kompetisi band jazz pada tanggal 13-14 Desember 2004 mendatang. Kegiatan  kompetisi ini merupakan rangkaian pembuka kegiatan 27th Jazz Goes to Campus  2004. Penekanan kegiatan ini adalah pada lomba atau kompetisi musik jazz bagi  para musisi muda amatir dan lapisan umum, dengan tidak menutup kemungkinan bagi  para mahasiswa yang merasa piawai dalam menyalurkan bakatnya dalam musik jazz.</p>
<p align="left">Kompetisi jazz ini juga rencananya akan dimeriahkan dengan  kehadiran bintang tamu. Hingga berita ini diturunkan kami belum mendapatkan  konfirmasi dari panitia penyelenggara tentang tamu yang dimaksud. Namun yang  pasti para pemenang dari kegiatan lomba ini akan berkesempatan tampil di acara  puncak JGTC 2004 yang rencananya akan digelar di Pelataran parkir FE UI tanggal  19 Desember 2004 mendatang.</p>
<p align="center">***</p>
<p align="left">Setelah mengurangi panggung pada acara puncak JGTC tahun lalu,  nampaknya panitia berencana kembali seperti penyelenggaraan JGTC tahun-tahun  sebelumnya yakni dengan membuat dua panggung berbeda &#8211; yang diakui oleh panitia,  penonton dan para artis &#8211; agak merepotkan dari sisi koordinasi.</p>
<p align="left">Sejumlah nama-nama yang memang menjadi langganan sepertinya akan  kembali tampil dalam <em>line-up </em>artis yang memeriahkan JGTC 2004 ini.  Walaupun panitia belum berani mengkonfirmasi sejauh mana lobby dengan pihak  artis dilakukan.</p>
<p align="left">Tapi kita boleh menitipkan harapan kepada panitia untuk  menampilkan suasana dan line-up yang sedikit berbeda dari tahun-tahun  sebelumnya. Hal ini penting, agar JGTC tidak menjadi ajang yang menjemukan  karena performernya saban tahun itu-itu saja. Selamat bekerja kepada para  panitia dan sampai berjumpa di bulan desember!.<em><strong> </strong></em></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Ffestival%2F2004%2F10%2F26%2Fthe-27th-jazz-goes-to-campus-2004-expressing-the-inexpressible%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/festival/2004/10/26/the-27th-jazz-goes-to-campus-2004-expressing-the-inexpressible/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

