<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wartajazz.com &#187; C Two Six Surabaya</title>
	<atom:link href="http://www.wartajazz.com/category/komunitas/c-two-six-surabaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wartajazz.com</link>
	<description>The Ultimate Jazz Source for Indonesian Jazz Lovers - Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 01:41:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>KIAT C.TWOSIX JAZZ COMMUNITY MERAWAT JAZZ DI SURABAYA</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2006/02/25/kiat-ctwosix-jazz-community-merawat-jazz-di-surabaya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kiat-ctwosix-jazz-community-merawat-jazz-di-surabaya</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2006/02/25/kiat-ctwosix-jazz-community-merawat-jazz-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Feb 2006 14:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lambertus Hurek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beyond Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[C Two Six Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=2721</guid>
		<description><![CDATA[Di Surabaya, konser musik jazz memang semakin jarang. Namun, geliat jazz tetap terasa di ‘kota buaya’ ini. “Jazz itu tidak akan pernah mati!” tegas Cak Rudi, pengelola C.TwoSix Jazz Community, anggotanya membayar iuran sebesar Rp 25 ribu, para penggemar jazz aktif melakukan sosialisasi, baik di markas C-26 maupun di tempat tertentu yang telah disepakati.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Surabaya, konser musik jazz memang semakin jarang. Namun, geliat jazz  tetap terasa di ‘kota buaya’ ini. “Jazz itu tidak akan pernah mati!” tegas Cak  Rudi, pengelola C.TwoSix Jazz Community, yang bermarkas di Jl Medokan Ayu 3C/26  Surabaya. (Nomor rumah C-26 ini yang kemudian diangkat sebagai nama komunitas  penggemar jazz di Kota Surabaya.) Kenapa jazz tidak mati? Menurut Cak Rudi,  dukungan dari para members C-26 Jazz Community sangat besar. Selain membayar  iuran sebesar Rp 25 ribu, para penggemar jazz aktif melakukan sosialisasi, baik  di markas C-26 maupun di tempat tertentu yang telah disepakati.</p>
<p>“Dalam satu bulan terakhir ini kita selalu kumpul di kafe kawasan Raya Manyar  Indah 25 Surabaya. Sekalian menikmati musik jazz yang dimainkan oleh teman-teman  sendiri. Kebetulan banyak member C-26 yang bisa main jazz dengan baik,” tambah  Ning Sari. Pengurus C-26 Jazz Community ini tak lain istri Cak Rudi, dedengkot  dan pendiri C.TwoSix Jazz Community. Kafe sederhana tempat kumpul-kumpul setiap  Jumat malam ini pun ternyata milik anggota komunitas. Setelah dirundingkan  bersama beberapa pengurus inti, disepakati untuk menggelar live event khusus  untuk komunitas. Menurut Ning Sari, even ini dalam rangka sosialisasi musik  jazz, khususnya untuk kalangan mahasiswa.</p>
<p>“Mahasiswa-mahasiswa ternyata sangat antusias. Dan kita usahakan agar mereka  tetap mencintai jazz. Jangan sampai lepas,” kata Ning Sari seraya tertawa kecil.  Antusiasme anggota komunitas, ditambah kalangan ‘peninjau’ seperti mahasiswa  jelas sebuah fenomena yang layak dirawat. Namun, di sisi lain, pengurus C-26  seperti Cak Rudi dan Ning Sari kewalahan karena kapasitas kafe alias arena live  event dirasa kurang memadai. Karena itu, “Kita akan evaluasi lagi. Mungkin  setelah tiga kali main di Manyar Indah, kita beralih ke tempat lain,” kata Ning  Sari.</p>
<p>Yang jelas, sosialisasi jazz di kafe ini sedikit banyak telah memunculkan  bakat-bakat baru di jazz Surabaya. Salah satunya Bagus, anak muda berusia 20-an  tahun. Saksofonis muda ini selalu ditunggu-tunggu anggota C-26 karena  penampilannya yang luar biasa di usia yang tergolong ‘hijau’. “Saya terkejut  sekali waktu pertama melihat Mas Bagus ini main saksofon. Dia ternyata main  (jazz) mainstream, bukan nomor-nomor yang disukai anak muda seperti fusion atau  acid jazz,” puji Yuni Kamaya, penyiar Radio Star FM, yang bermarkas di Pandaan,  Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Barto, pengurus C-26 Jazz Community&#8211;yang belakangan mendampingi Yuni Kamaya  sebagai pengasuh acara jazz di Star FM&#8211;mengatakan, Bagus merupakan murid  maestro jazz kita, Bubi Chen. Karena itu, tidak aneh kalau dia mampu memainkan  nomor-nomor jazz mainstream dengan sangat bagus, sesuai dengan namanya.“Soul-nya  sangat terasa sekali. Mungkin itu tak lepas dari (maaf) penglihatannya yang agak  kurang. Orang-orang seperti ini memang punya soul musik yang luar biasa,” ujar  Barto. Kamis (23/2) malam, Barto secara khusus membahas be-bop di Star FM selama  dua jam penuh.</p>
<p>Masih menurut Barto, selain Bagus, ada lagi beberapa anak muda yang  memperlihatkan bakat besar di musik jazz. Karena itu, Barto optimistis pemusik  jazz akan terus mengalami regenerasi, tumbuh, berkembang, menurut zamannya.  Sehingga, kita tidak perlu khawatir jazz bakal hilang dari Surabaya, apalagi  Indonesia. Mengisi program jazz di Radio Star FM, kemudian menggelar live event  setiap pekan di kafe, merupakan kiat pengurus C-26 Jazz Community untuk merawat  komunitas penggemar jazz di Kota Surabaya dan sekitarnya. Menurut Ning Sari,  rencana dan program sih sudah banyak dibuat oleh pengurus maupun members C-26  untuk menghidupkan musik jazz di Surabaya dan Jawa Timur umumnya. Namun,  kesulitannya lagi-lagi terbentur di sponsor atau penyandang dana. “Mudah-mudahan  ke depan semakin banyak pihak yang mau men-support musik jazz di Surabaya,”  harap Ning Sari.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2Fbeyond-jazz%2F2006%2F02%2F25%2Fkiat-ctwosix-jazz-community-merawat-jazz-di-surabaya%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2006/02/25/kiat-ctwosix-jazz-community-merawat-jazz-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C.TWOSIX JAZZ COMMUNITY SURABAYA</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2006/02/25/ctwosix-jazz-community-surabaya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ctwosix-jazz-community-surabaya</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2006/02/25/ctwosix-jazz-community-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Feb 2006 07:29:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wartajazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[C Two Six Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Di Surabaya, konser musik jazz memang semakin jarang. Namun, geliat jazz tetap terasa di ‘kota buaya’ ini. “Jazz itu tidak akan pernah mati!” tegas Cak Rudi, pengelola C.TwoSix Jazz Community, anggotanya membayar iuran sebesar Rp 25 ribu.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wartajazz.com/news/news250206.html" class="broken_link">KIAT C.TWOSIX JAZZ COMMUNITY MERAWAT JAZZ DI SURABAYA</a><br />
25-02-2006 &#8211; Di Surabaya, konser musik jazz memang semakin jarang. Namun, geliat jazz tetap terasa di ‘kota buaya’ ini. “Jazz itu tidak akan pernah mati!” tegas Cak Rudi, pengelola C.TwoSix Jazz Community, anggotanya membayar iuran sebesar Rp 25 ribu, para penggemar jazz aktif melakukan sosialisasi, baik di markas C-26 maupun di tempat tertentu yang telah disepakati.</p>
<p>Informasi dan keterangan lebih lanjut mengenai kegiatan C26 Jazz kontak:</p>
<p>C.TwoSix Jazz Community<br />
Jln. Medokan Ayu IIIC/26 Surabaya<br />
CP. Cak Rudi dan Ning Sari</p>
<p>Telepon (031) 871 0034</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2006%2F02%2F25%2Fctwosix-jazz-community-surabaya%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2006/02/25/ctwosix-jazz-community-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

