7 grup jazz Jogja yang terlibat dalam kompilasi ini, bahkan ada satu grup dari Solo. Ini hasil kerja Ngayogjazz, Djaduk Ferianto & Studio Kua Etnika, Komunitas Jazz Jogja dan WartaJazz.com
Posted on 28 November 2009
7 grup jazz Jogja yang terlibat dalam kompilasi ini, bahkan ada satu grup dari Solo. Ini hasil kerja Ngayogjazz, Djaduk Ferianto & Studio Kua Etnika, Komunitas Jazz Jogja dan WartaJazz.com
Posted on 25 October 2008
Di Jogjakarta sendiri selama 8 tahun terakhir ini musik Jazz sudah mulai menampakkan perkembangan yang cukup menggembirakan, dimana semakin banyak munculnya musisi-musisi jazz, grup-grup jazz dan komunitas-komunitas jazz dan tentunya dibarengi dengan meningkatnya penikmat dan apresian jazz di Jogjakarta. Komunitas Jazz di Jogja seperti Jazz On The Street, Jazz Music Community, Jazz Ear Community dll saat ini meskipun sudah melakukan beberapa kegiatan tapi memang masih membutuhkan suatu ruang untuk ajang interaksi yang bersifat regular, dari pemikiran inilah yang memunculkan ide Djaduk Ferianto dan Elvis Sadad untuk menggelar program D’Click Ngejazz, yang akan diselenggarakan tiap hari senin malam, diawali pada tanggal 27 Oktober 2008 di De’Click Coffe, Kotabaru.
Posted on 05 December 2006
Dalam rangka lebih mensosialisasikan kembali musik jazz di Jogja, digelar acara jazz selama 3 hari penuh dan GRATIS untuk umum. Bintang tamu Oele Pattiselanno dan Clorphyl dari Jakarta akan tampil, bersama grup-grup jazz terbaik dari kota Pelajar.
Posted on 19 May 2004
WartaJazz.com bersama Jogja Jazz Club dan Toko Buku Gramedia Yogyakarta menyelenggarakan acara apresiasi jazz dengan Pemutaran Film Jazz, Diskusi dan Jam Session. Minggu tanggal 23 Mei 2004 mulai pukul 13.30 WIB di TB Gramedia Yogyakarta, GRATIS.
Posted on 23 January 2002
Tanggal 21 januari 2002 yang lalu bertempat resto Gajah Wong Jl. Gejayan, Soropadan DP II/79 Yogyakarta dibentuk sebuah wadah berkumpulnya penggemar musik jazz. Dukungan Bapak Rik dan Ibu Yani pemilik restoran Gajah Wong yang juga menggemari musik jazz serta Warta Jazz dibantu dengan musisi-musisi jazz Jogja seperti Agung, Yosias, Septa, Tuti, Yohanes, Bhayu dan BJ merencakan jazz club ini sebagai tempat untuk menikmati, berapresiasi, bermain ataupun bertukar pikiran tentang musik jazz selain juga membuat semacam workshop atau klinik.
There’s nothing wrong with it. It’s only a word. What’s in a name? Nothing! Cats say, “Call me Muhammed so-and-so.” But what’s the difference? A name doesn’t make the music. It’s just called that to differentiate it from other types of music. Jazz is known all over the world as an American musical art form and that’s it. No America, no jazz. I’ve seen people try to connect it to other countries, for instance to Africa, but it doesn’t have a damn thing to do with Africa.
— Art Blakey
Copyright ©1996-2010 WartaJazz.com. Hak Cipta dilindungi undang-undang. All right reserved.
Penggunaan materi website diperkenankan dengan izin tertulis dari WartaJazz.com. Pelanggaran atas hal ini dapat dituntut sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Wartajazz.com, Wartajazz PDF, JazzOnFrames, Jazz Indonesia, WorldMusicIndonesia.com, Asian Jazz Network, JazzKidz merupakan merk terdaftar dan bagian dari WartaJazz Media Network.
