<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wartajazz.com &#187; Jogja Jazz Club</title>
	<atom:link href="http://www.wartajazz.com/category/komunitas/jogja-jazz-club/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wartajazz.com</link>
	<description>The Ultimate Jazz Source for Indonesian Jazz Lovers - Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 01:41:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Album kompilasi komunitas jazz Jogja dirilis di Ngayogjazz 2009</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/komunitas/2009/11/28/album-kompilasi-komunitas-jazz-jogja-dirilis-di-ngayogjazz-2009/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=album-kompilasi-komunitas-jazz-jogja-dirilis-di-ngayogjazz-2009</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/komunitas/2009/11/28/album-kompilasi-komunitas-jazz-jogja-dirilis-di-ngayogjazz-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 13:33:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jogja Jazz Club]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[New Release]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=9297</guid>
		<description><![CDATA[7 grup jazz Jogja yang terlibat dalam kompilasi ini, bahkan ada satu grup dari Solo. Ini hasil kerja Ngayogjazz, Djaduk Ferianto &#038; Studio Kua Etnika, Komunitas Jazz Jogja dan WartaJazz.com
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style=""><i>Tidak ada latar belakang yang khusus dengan ide pembuatan CD kompilasi Komunitas Jazz Jogja, hanya melihat bahwa kegiatan komunitas cukup aktif, musisi yang bermain jazz di Jogja juga cukup banyak dan cukup aktif bahkan beberapa sudah membentuk grup, karena sering berkumpul deng</i><i>an mereka dan ngobrol-ngobrol juga dengan Mas Djaduk, jadinya keluar ide untuk membuat rekaman yang berisi kompilasi dari grup-grup yang ada. Kebetulan juga mereka (komunitas) selalu terlibat dalam Ngayogjazz, akh</i><i>irnya Komunitas Jazz dan Ngayogjazz bekerjasama mewujudkan rekaman ini.</i></p>
<p style=""><i>Ada sekitar 7 grup jazz yang ter</i><i>libat dalam kompilasi ini, bahkan ada satu grup dari Solo, karena temen2 Solo ini juga sering datang ke jogja untuk &#8220;ngejam&#8221; bareng, grup yang ikut antara lain, Mid Session, Mr Dance and The Legacy, Living Room, Funky Man, Yovia Project, Das Smoothly kemudian The Quartet. Grup-grup tersebut dalam rekaman ini memainkan karya mereka sendiri, dan tiap grup hanya satu lagu yang dimasukkan, dan jazz yang dimainkan juga tidak terpaku pada satu genre saja, justru dengan bermacam-macam gaya yang berbeda dari tiap grup ini bsia menunjukkan keragaman musik jazz di Jogja.<br />
</i></p>
<p style=""><i>Harapannya ni bisa menjadi satu dokumentasi musik jazz di jogja, kemuadian para musisi jazz jogja akan semakin dikenal, baik namanya, grupnya maupun karya-karyanya, dan dengan begitu mungkin nantinya musisi-musisi jazz jogja bisa bermain di festival-festival nasional bahkan mungkin internasional.</i></p>
<p style=""><b>Aji Wartono</b><br />
Ngayogjazz &#8211; Wartajazz.com</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl id="attachment_9298" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/11/kompilasi-ngayogjazz.jpg" mce_href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/11/kompilasi-ngayogjazz.jpg"><img src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/11/kompilasi-ngayogjazz.jpg" mce_src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/11/kompilasi-ngayogjazz.jpg" alt="kompilasi-ngayogjazz" title="Kompilasi Ngayogjazz Jazz basuki mawa beya" class="size-full wp-image-9298" width="300" height="300"></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Kompilasi Ngayogjazz Jazz basuki mawa beya</dd>
</dl>
</div>
<p style="">Demikian tulisan yang termuat dalam CD yang memuat 7 track dan dibandrol dengan harga IDR 30.000,- ini.&nbsp; Ketujuh track tersebut antara lain :</p>
<p style="">1. Childhood  by The Quartet<br />
2. Touch Of Slendro by Funkyman<br />
3. Serenity by Das Smoothly<br />
4. Incredible Wheel by Mid Season<br />
5. Mayday Miles by Living Room<br />
6. Children’s Playground by Yovia Project<br />
7. BBB (Bukan Blues Biasa) by Mr. Dance and Jazz Legacy</p>
<p style="">Perjalanan membuat kompilasi ini memang impian lama semenjak WartaJazz.com banyak bersentuhan dengan kegiatan komunitas utamanya penggemar musik jazz di Yogyakarta. Dikota-kota lain termasuk Jakarta dan Bandung misalnya, juga mengimpikan hal serupa.</p>
<p style="">Dokumentasi perjalanan musik teman-teman musisi muda terutama, seringkali menjadi satu hal yang &#8216;rumit&#8217; untuk dikerjakan mengingat tidak adanya standard atau pola baku yang bisa dicontoh atau diikuti, apalagi kebanyakan komunitas jazz yang tidak selalu memiliki struktur organisasi yang jelas &#8211; seperti ketua dan perangkat organisasi pada umumnya &#8211; yang mengakibatkan terkadang ide membuat kompilasi hanya menjadi wacana belaka.</p>
<p style="">Bukan sebuah kebetulan barangkali album ini di luncurkan bersamaan dengan kegiatan pertemuan Komunitas Jazz se-Indonesia yang menjadi bagian acara Ngayogjazz 2009. Mereka yang hadir dalam pertemuan tersebut tentu saja mendapat album kompilasi ini secara gratis.</p>
<p style="">Rekaman ini diproduksi bersama antara, Ngayogjazz, Djaduk Ferianto &amp; Studio Kua Etnika, Komunitas Jazz Jogja dan WartaJazz.com, desain sampulnya yang unik dibantu oleh Dagadu Djokja.</p>
<p style="">Teman-teman Komunitas Jazz Yogyakarta sudah memulai dan berharap komunitas-komunitas jazz di kota lain melakukan upaya yang sama.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fkomunitas%2F2009%2F11%2F28%2Falbum-kompilasi-komunitas-jazz-jogja-dirilis-di-ngayogjazz-2009%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/komunitas/2009/11/28/album-kompilasi-komunitas-jazz-jogja-dirilis-di-ngayogjazz-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>De&#8217;Click Ngejazz, Ajang Interaksi &amp; Komunikasi Komunitas Jazz Jogja</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2008/10/25/declick-ngejazz-ajang-interaksi-komunikasi-komunitas-jazz-jogja/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=declick-ngejazz-ajang-interaksi-komunikasi-komunitas-jazz-jogja</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2008/10/25/declick-ngejazz-ajang-interaksi-komunikasi-komunitas-jazz-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 06:04:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ceto Mundiarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jogja Jazz Club]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=2921</guid>
		<description><![CDATA[Di Jogjakarta sendiri selama 8 tahun terakhir ini musik Jazz sudah mulai menampakkan perkembangan yang cukup menggembirakan, dimana semakin banyak munculnya musisi-musisi jazz, grup-grup jazz dan komunitas-komunitas jazz dan tentunya dibarengi dengan meningkatnya penikmat dan apresian jazz di Jogjakarta. Komunitas Jazz di Jogja seperti Jazz On The Street, Jazz Music Community, Jazz Ear Community dll saat ini meskipun sudah melakukan beberapa kegiatan tapi memang masih membutuhkan suatu ruang untuk ajang interaksi yang bersifat regular, dari pemikiran inilah yang memunculkan ide Djaduk Ferianto dan Elvis Sadad untuk menggelar program D'Click Ngejazz, yang akan diselenggarakan tiap  hari senin malam, diawali pada tanggal 27 Oktober 2008 di De'Click Coffe, Kotabaru.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yogyakarta 25 Oktober 2008</strong>, Jazz memang belum sepopuler musik-musik jenis lain seperti pop dan rock, musik yang dianggap &#8220;eksklusif&#8221; ini harus diakui masih belum semua masyarakat mengapresiasinya walaupun sebetulnya anggapan bahwa jazz adalah musik yang &#8220;eksklusif&#8221; tersebut tidaklah tepat. Di Jogjakarta sendiri selama 8 tahun terakhir ini musik Jazz sudah mulai menampakkan perkembangan yang cukup menggembirakan, dimana semakin banyak munculnya musisi-musisi jazz, grup-grup jazz dan komunitas-komunitas jazz dan tentunya dibarengi dengan meningkatnya penikmat dan apresian jazz di Jogjakarta. Komunitas Jazz di Jogja seperti <strong>Jazz On The Street</strong>, <strong>Jazz Music Community</strong>, <strong>Jazz Ear Community</strong> dll saat ini meskipun sudah melakukan beberapa kegiatan tapi memang masih membutuhkan suatu ruang untuk ajang interaksi yang bersifat regular, dari pemikiran inilah yang memunculkan <strong>ide Djaduk Ferianto dan Elvis Sadad untuk menggelar program D&#8217;Click Ngejazz</strong>, yang akan diselenggarakan <strong>tiap  hari senin malam, diawali pada tanggal 27 Oktober 2008 di De&#8217;Click Coffe, Kotabaru</strong>.</p>
<p>Mengacu pada sifat musik jazz yang sangat terbuka, fleksibel dan komunikatif, menurut Djaduk <strong>&#8220;Jam Session&#8221; </strong>menjadi salah satu kekuatan musik jazz, ajang ini menjadi muara untuk saling berkomunikasi, inilah esensi dari musik jazz&#8221; lanjut Djaduk, &#8220;Bisa saja nanti yang datang dari komunitas film indie, musik rock, kroncong, otomotif atau person-person lain, bahkan tidak menutup kemungkinan Pak Walikota hadir untuk ber-jam session, mungkin tidak menyanyi atau main musik, tapi beliau bisa menyampaikan pesan atau sekaligus curhat,&#8221; imbuh Djaduk yang didampingi Elvis Sadad owner De&#8217;Click Coffe. <strong>De&#8217;Click Ngejazz akan diformat akustik</strong>. Program ini terbuka lebar bagi siapa saja musisi jazz yang ingin bermain dan ber-jam session, bahkan tidak hanya musisi jazz, musisi dari genre musik lain maupun komunitas lain juga dapat ber-jam session, sehingga ajang komunkasi dan interaksinya makin luas, akan sangat menarik misalnya menggabungkan musik jazz dengan puisi, pantomim, teater, film dan lain-lain, tentunya akan makin makin memperkaya warna musik jazz itu sendiri. Lewat program ini Djaduk dan Elvis ingin menepis anggapan selama ini bahwa musik jazz adalah musik yang eksklusif dan hanya bisa dinikmati kalangan-kalangan tertentu saja, batasan-batasan inilah yang akan dihilangkan lewat De&#8217;Click Ngejazz. Nah bagi para musisi dan penikmat musik<br />
jogja khususnya jazz, tunggu apa lagi&#8230;jika anda hari senin malam luang waktu, silahkan datang ke De&#8217;Click Coffee menikmati De&#8217;Click Ngejazz. <em><strong>(Ajie Wartono/WartaJazz.com)</strong></em></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2008%2F10%2F25%2Fdeclick-ngejazz-ajang-interaksi-komunikasi-komunitas-jazz-jogja%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2008/10/25/declick-ngejazz-ajang-interaksi-komunikasi-komunitas-jazz-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEZZO JOGJA GALE JAZZ FIESTA</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/komunitas/2006/12/05/mezzo-jogja-gale-jazz-fiesta/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mezzo-jogja-gale-jazz-fiesta</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/komunitas/2006/12/05/mezzo-jogja-gale-jazz-fiesta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2006 15:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ceto Mundiarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jogja Jazz Club]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/2006/12/05/mezzo-jogja-gale-jazz-fiesta/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka lebih mensosialisasikan kembali musik jazz di Jogja, digelar acara jazz selama 3 hari penuh dan GRATIS untuk umum. Bintang tamu Oele Pattiselanno dan Clorphyl dari Jakarta akan tampil, bersama grup-grup jazz terbaik dari kota Pelajar.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2006/12/flyer-jogjajazz.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-11419" title="flyer-jogjajazz" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2006/12/flyer-jogjajazz.jpg" alt="" width="199" height="417" /></a>Tiga hari ngejazz di Kota Gudeg, 6, 7, 8 Desember 2006 di Galleria Mall,  Yogyakarta</p>
<p>Berbagai jenis musik sekarang ini eksis di mana – mana, termasuk  musik jazz. Kelahirannya memang di Amerika Serikat dengan segala keunikannya,  tetapi tidak lama setelah itu terus menyebar ke seluruh dunia. Di Eropa sudah  ada sekitar 1910an dan bahkan konon di Indonesia sudah ada jazz band pada tahun  1922.</p>
<p>Musik jazz juga mampu menarik perhatian segenap masyarakat kota Yogyakarta,  sebuah kota di Indonesia yang dikenal sebagai Kota Pelajar dan Kota Budaya.  Sejak beberapa tahun terakhir, berbagai pertunjukan musik jazz di Yogyakarta  dihadiri oleh banyak kalangan. Baik itu kalangan pelajar, mahasiswa, masyarakat  umum dan professional. Bagi para musisi Yogyakarta sendiri, musik jazz telah  banyak memberikan inspirasi secara spontan dan kreatif dalam karya – karya  mereka.</p>
<p>Dalam rangka lebih mensosialisasikan kembali musik jazz di Jogja dan seiring  dengan peringatan ulang tahun ke-11 Galeria Mall, dengan bangga Djarum Super  Mezzo mempersembahkan sebuah rangkaian program pesta musik jazz yang  diselenggarakan selama tiga hari berturut – turut dengan nama MEZZO JOGJA GALE  JAZZ FIESTA.</p>
<p>Adapun bagian – bagian dari acara ini adalah Jazzbattle (ajang kompetisi band  jazz pelajar dan mahasiswa), Jazzcorner (distro jazz merchandise), Jazzclinic  (workshop &amp; talk show jazz), Jazzmovie (pemutaran dokumen audio visual musik  jazz) Jammjazzonstage (ajang jam sessions) dan Jogjajazzfestival (pertunjukan  musik jazz sekaligus momen ini dijadikan sebagai embrio sebuah festival musik  jazz di Jogja).</p>
<p>Acara ini dimeriahkan oleh musisi jazz Ibukota yang sudah legendaris Oele  Pattiselano dan mewakili band generasi muda yang banyak digemari oleh segenap  kalangan anak muda saat ini, Clorophyl. Tidak kalah seru band – band berprestasi  dari Jogja juga akan ikut berpatisipasi. Antara lain para nominator ajang  kompetisi band jazz nasional Mezzo New Generation Jazz Award 2006  seperti<strong> IGD, D.I.Y.</strong> dan <strong>Herzog</strong>. Band pemenang  Jazz Goes To Campus 2006 <strong>Gudeg Jogja</strong>. Selain itu akan hadir  pula band – band jazz unggulan dari Jogja seperti <strong>Capucino, Five-N,  Travel, Milestone dan Impression. </strong></p>
<p>Acara ini terselenggara atas kerja sama dengan<strong> Wartajazz Production,  Sisi Tiga Production, Galeria Mall </strong>dan<strong> radio  Swaragama</strong>. So, jangan lupa saksikanlah Mezzo Jogja Gale Jazz Fiesta  pada tanggal 6,7 &amp; 8 desember 2006 di Atrium Galeria Mall pukul 13.00 –  20.00 WIB. Jadwal lengkap kegiatan selama tiga hari dapat anda <a href="../images/RundownJogjaJazzFiesta2006.pdf" class="broken_link">download disini</a>.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fkomunitas%2F2006%2F12%2F05%2Fmezzo-jogja-gale-jazz-fiesta%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/komunitas/2006/12/05/mezzo-jogja-gale-jazz-fiesta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LET’S TALK ABOUT JAZZ WITH WARTAJAZZ.COM &amp; JOGJA JAZZ CLUB</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2004/05/19/let%e2%80%99s-talk-about-jazz-with-wartajazzcom-jogja-jazz-club/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=let%25e2%2580%2599s-talk-about-jazz-with-wartajazzcom-jogja-jazz-club</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2004/05/19/let%e2%80%99s-talk-about-jazz-with-wartajazzcom-jogja-jazz-club/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2004 08:58:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ajie Wartono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jogja Jazz Club]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=5765</guid>
		<description><![CDATA[WartaJazz.com bersama Jogja Jazz Club dan Toko Buku Gramedia Yogyakarta menyelenggarakan acara apresiasi jazz dengan Pemutaran Film Jazz, Diskusi dan Jam Session. Minggu tanggal 23 Mei 2004 mulai pukul 13.30 WIB di TB Gramedia Yogyakarta, GRATIS.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>WartaJazz.com bersama Jogja Jazz Club dan Toko Buku Gramedia Yogyakarta  menyelenggarakan acara apresiasi jazz bertajuk Let’s Talk About Jazz, acara ini  akan berisi :</p>
<ul>
<li>Pemutaran Film tentang Jazz (dokumenter dan Live jazz music)</li>
<li>Diskusi</li>
<li>Jam Session</li>
</ul>
<p><strong>Let’s Talk About Jazz </strong>diadakan pada hari Minggu tanggal 23  Mei 2004 mulai pukul 13.30 WIB. Bertempat di Lantai 4 Toko Buku Gramedia  Yogyakarta, Jl. Jendral Sudirman 54-56 Yogyakarta. Acara yang ini Terbuka untuk  umum dan FREE OF CHARGE / GRATIS. Hubungi Ajie Wartono / WartaJazz.com, Jl.  Munggur 50 Yogyakarta Tlp. 0274-512561 , HP. 08122701719</p>
<p>Materi :</p>
<ul>
<li>Pemutaran Film Jane Bunnett Cuban Odyssey : Spirits Of Havana (Dokumenter)</li>
<li>Till Bronner &amp; Group (Mainstream Jazz &amp; DJ Collaboration) Recorded  Live at SWR Studios, Germany.</li>
<li>Diskusi tentang jazz</li>
<li>Jam session bersama Jogja Jazz Club</li>
</ul>
<p><strong>Profil Jane Bunnett</strong></p>
<p>Jane Bunnett pertama-tama belajar musik klasik dengan instrumen piano.  Beralih ke musik jazz setelah terinspirasi oleh Charles Mingus. Di dalam  beberapa koleksi albumnya, penampilan duet Bunnett bersama mantan pemain  pianonya Charles Mingus almarhum Don Pullen menjadi salah satu album unggulan  dalam dekade 1980an dan juga menjadi bukti ketangguhan permainannya. Misalnya  dalam album &#8220;New York Duet&#8221; (Denon) yang dikeluarkan pada tahun 1989. Kemudian  jika dibanding dengan gaya permainan Steve Lacy, sound yang muncul dari  saxophonis kelahiran 1955 ini lebih jernih dan bersih. Sudah merupakan yang  logis ketika dia mempelajari betul-betul alat tiup itu sehingga dia juga  mengerti seluk beluknya.</p>
<p>Pada suatu saat yang akhirnya menjadi begitu pentingnya sepanjang karier  musiknya adalah pada saat dia berkunjung ke Kuba. Mengapa kesenian dari  negaranya Fidel Castro ini menjadi sesuatu yang menarik bagi Bunnett? Sejak  pertama datang ke Kuba dia merasakan berada di lingkungan yang sangat kuat  tradisi musikalnya. Sehingga hal tersebut mendorongnya untuk memuaskan rasa  ingin tahu yang lebih banyak lagi mengenai kebudayaan Kuba lepas dari  permasalahan hubungan politik internasional negara tersebut. Bersama suaminya  yang juga musisi pendampingnya pemain trumpet Larry Cramer, paling tidak sudah  20 tahun terakhir ini mereka hilir mudik antara Amerika Utara dan Kuba. Menurut  penuturannya sudah lebih dari 50 kali. Mereka mengadakan kegiatan seperti  konser, workshop, rekaman bersama para musisi lokal dan bahkan beberapa di  antara mereka sudah bergabung dengan kelompoknya Bunnett bermain di luar negeri.</p>
<p>Album pertamanya yang terpengaruh akan kesenian dari Kuba adalah &#8220;Spirit of  Havana&#8221; yang dikeluarkan pada tahun 1991. Album ini berhasil memenangkan  Grammy-nya Kanada yaitu Juno Awards pada waktu itu. Kemudian pada tahun-tahun  berikutnya Bunnett masih dengan semangat yang sama menghasilkan &#8220;Chamalongo&#8221;  tahun 1996, &#8220;Ritmo-Soul&#8221; tahun 2000, &#8220;Alma de Santiago&#8221; tahun 2001 dan &#8220;Cuban  Odyssey&#8221; tahun 2002, dimana album &#8220;Cuban Odessey&#8221; masuk dalam nominasi Grammy  Award 2003 dan memenangkan Juno Award 2003. Selain itu album-albumnya yang tidak  berkaitan dengan Kuba masih banyak lagi seperti yang terbaru adalah &#8220;Spirituals  &amp; Dedications&#8221; yang menggandeng musisi-musisi jazz terkemuka seperti pianis  Stanley Cowell dan saxophonist Dewey Redman dan album ini juga masuk dalam  nominasi Juno Awards. Seperti yang pernah dilakukan oleh para tokoh jazz  pendahulunya, dia sangat tertarik dengan tradisi musik Kuba untuk  dikolaborasikan dengan musik jazz yang dapat menghasilkan sesuatu yang tanpa  diduga sebelumnya. Beberapa musisi jazz yang pernah mencoba untuk mengeksplorasi  dan mempopulerkan musisi Kuba di Amerika Utara salah satunya adalah Dizzy  Gillespie.</p>
<p><strong>Profil Till Bronner</strong></p>
<p>Till Bronner merupakan salah satu musisi jazz muda dari Jerman yang telah  mendapatkan reputasi internasional, trumpetist ini telah banyak berkolaborasi  dengan para musisi jazz kenamaan dan beberapa albumnya mendapat banyak  penghargaan. Dia juga salah satu musisi yang menurut Indra Lesmana mengilhami  Indra untuk membuat proyek Reborn.</p>
<p>Lahir tahun 1971, berlatar pendiikan trumpet untuk musik klasik tapi  kemudaian belajar jazz trumpet di Cologne Music Academy pada Prof. Jiggs Whigham  dan Jon Eardley. Tahun 1989 – 1991 menjadi anggota Peter Herbolzheimer Rhythm  Combination &amp; Brass. Till Bronner juga membantu konser dan album para musisi  ternama seperti Dave Brubeck, James Moody, Monty Alexander, Aki Takase, Joachim  Kühn, Chaka Khan, Natalie Cole, Tony Bennett, Ray Brown, Johnny Griffin, Ernie  Watts, Klaus Doldinger, Al Foster dan masih banyak lagi..</p>
<p>Tahun 1993 Dia merilis debut albumnya GENERATIONS OF JAZZ (Minor Music)  dibantu bassist Ray Brown dan drummer Jeff Hamilton, album ini mendapat  penghargaan Awards : Preis der Deutschen Schallplattenkritik (German record  critics) dan Preis der Deutschen Plattenindustrie (German record industry).</p>
<p>Setelah itu berturut-turut dia merilis album selanjutnya yaitu 1995, MY  SECRET LOVE (Minor Music), 1996, GERMAN SONGS (Minor Music), 1997 MIDNIGHT (BMG)  dan 1998 LOVE (Verve/Universal Music), album yang terakhir ini mendapatkan  penghargaan JAZZ AWARD di Jerman dan GOLDEN DISC AWARD dari majalah Swing  Journal di Jepang..<br />
Thaun 2000 kembali merilis album dibawah Universal Music  bertitel CHATTIN’ WITH CHET yang didedikasikan pada trumpetist legendaries Chet  Baker, dalam album ini dia berkolaborasi dengan seorang DJ dan mencoba meramu  jazz , swing, pop, groove, funk dan modern sound dengan membawakan  komposisi-komposisi yang pernah dipopulerkan oleh Chet Baker. Tahun 2002 dia  merilis albumnya BLUE EYED SOUL masih dibawah Universal Music selain itu dia  juga memproduseri beberapa musisi antara lain Mousse T., Bootsy Collins feat.  Snoop Doggy Dog, Mark Murphy, Rosenstolz, 12 Cellists of the Berlin  Philharmonic, dan membuat DVD NO ANGELS MEET BIG BAND.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2004%2F05%2F19%2Flet%25e2%2580%2599s-talk-about-jazz-with-wartajazzcom-jogja-jazz-club%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2004/05/19/let%e2%80%99s-talk-about-jazz-with-wartajazzcom-jogja-jazz-club/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JOGJA JAZZ CLUB</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/komunitas/2002/01/23/jogja-jazz-club-2/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jogja-jazz-club-2</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/komunitas/2002/01/23/jogja-jazz-club-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2002 07:40:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ceto Mundiarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jogja Jazz Club]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=1679</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 21 januari 2002 yang lalu bertempat resto Gajah Wong Jl. Gejayan, Soropadan DP II/79 Yogyakarta dibentuk sebuah wadah berkumpulnya penggemar musik jazz. Dukungan Bapak Rik dan Ibu Yani pemilik restoran Gajah Wong yang juga menggemari musik jazz serta Warta Jazz dibantu dengan musisi-musisi jazz Jogja seperti Agung, Yosias, Septa, Tuti, Yohanes, Bhayu dan BJ merencakan jazz club ini sebagai tempat untuk menikmati, berapresiasi, bermain ataupun bertukar pikiran tentang musik jazz selain juga membuat semacam workshop atau klinik.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Musik jazz di Indonesia mungkin tidak sepopuler musik lainnya seperti rock atau  pop, walaupun begitu musik jazz ini mempunyai penggemar yang cukup banyak.  Selain itu masih jarang sekali tempat-tempat yang khusus menampilkan musik jazz  sehingga interaksi antara penggemar jazz dan para musisi yang memainkan jazz  ataupun antar para musisi jazz sendiri masih sangat kurang. Dan berangkat dari  hal tersebut diatas juga kecintaan terhadap musik muncul suatu ide untuk  mengadakan semacam wadah untuk interaksi tersebut. Atas dasar hal tersebut  diatas, <strong>Bapak Rik </strong>dan <strong>Ibu Yani </strong>pemilik restoran <strong>Gajah Wong </strong>yang juga menggemari musik jazz serta <strong><em>Warta Jazz</em></strong> dibantu  dengan musisi-musisi jazz Jogja seperti <strong>Agung, Yosias, Septa, Tuti, Yohanes,  Bhayu dan BJ </strong>membuat semacam jazz club walaupun masih dicoba untuk  mengadakan sekali sebulan tetapi diharapkan nantinya dapat berkembang dengan  baik dan bisa lebih intensif lagi.</p>
<p>Konsep dari jazz club ini sebenarnya sangat sederhana yaitu supaya ada wadah  tempat untuk para penggemar jazz berinteraksi juga antar musisi bisa saling  bertukar pikiran dengan bermain bersama atau ber &#8220;jam session&#8221;, bagi para  pengunjungpun yang mampu bermain jazz bisa juga bermain atau ber &#8220;jam session&#8221;  disamping itu bisa juga hanya sekadar menikmati musik dan bisa juga membawa  CD/kaset sendiri untuk didengarkan bersama-sama. Jadi pada dasarnya di jazz club  ini kita semua bisa menikmati, berapresiasi, bermain ataupun bertukar pikiran  tentang musik jazz juga bisa membuat semacam workshop kecil dan sebagainya. Dari  hal tersebut diharapkan terjalin suatu komukasi antar penggemar musik jazz  maupun musisi jazz sehingga musik jazz bisa juga berkembang dan semakin populer.</p>
<p>Pada tanggal 21 januari 2002 kemarin jazz club ini diadakan untuk pertama  kalinya dan sambutan yang ada cukup luar biasa dihadiri sekitar kurang lebih  60/70 orang, selain banyak ide-ide dan usul-usul yang bermunculan baik dari para  pengunjung maupun musisi juga banyak para musisi yang melakukan jam sesion  sehingga tercipta suasana keakraban antar musisi maupun penggemar jazz.  Direncanakan jazz club ini sementara akan diadakan sebulan sekali tiap hari  senin pada minggu ke dua atau ketiga dan masih tetap bertempat di resto <strong>Gajah  Wong</strong> Jl. Gejayan, Soropadan DP II/79 Yogyakarta, untuk keterangan dan  informasi lebih lanjut mengenai <strong>Jogja Jazz Club</strong>, silahkan kirim email ke  <a href="mailto:info@wartajazz.net?subject=Jogja%20Jazz%20Club">info@wartajazz.net</a> atau <a href="mailto:aji@wartajazz.net?subject=Jogja%20Jazz%20Club">aji@wartajazz.net</a> HP. 08122701719.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fkomunitas%2F2002%2F01%2F23%2Fjogja-jazz-club-2%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/komunitas/2002/01/23/jogja-jazz-club-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

