<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wartajazz.com &#187; New Release</title>
	<atom:link href="http://www.wartajazz.com/category/new-release/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wartajazz.com</link>
	<description>The Ultimate Jazz Source for Indonesian Jazz Lovers - Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 01:41:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Dari Peluncuran Album &#8220;February&#8221; Bintang Indrianto</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2012/02/06/dari-peluncuran-album-february-bintang-indrianto/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dari-peluncuran-album-february-bintang-indrianto</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2012/02/06/dari-peluncuran-album-february-bintang-indrianto/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 10:51:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Kusbandono</dc:creator>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bintang Indrianto]]></category>
		<category><![CDATA[salihara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=15930</guid>
		<description><![CDATA["Kebiasaan saya kalau diundang ke Salihara, ga mau cuma main, sekalian nyambi bikin album. 'February' paling khusus buat acara ini." Kalaupun menulis lirik adalah di luar kebiasaan Bintang Indrianto sebelumnya, Matthew Sayerz yang bernyanyi pertama segera menepis anggapan bahwa ini bakal jadi album kompromi seorang instrumentalis.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2012/02/03/salihara-jazz-buzz-persembahkan-bintang-indrianto/' rel='bookmark' title='Salihara Jazz Buzz persembahkan Bintang Indrianto'>Salihara Jazz Buzz persembahkan Bintang Indrianto</a> <small>Bintang dikenal kerap bermain dengan bebas di antara berbagai warna...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/11/08/dari-surabaya-gondo-and-friends-bertandang-ke-ngayogjazz-2011/' rel='bookmark' title='Dari Surabaya Gondo and friends bertandang ke Ngayogjazz 2011'>Dari Surabaya Gondo and friends bertandang ke Ngayogjazz 2011</a> <small>Kota Surabaya dikenal dengan pemusik Jazz handal tanah air. Tokoh...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/07/23/seri-seru-peluncuran-love-life-wisdom-kotamu-kapan/' rel='bookmark' title='Seri Seru Peluncuran &#8220;&lt;em&gt;Love Life Wisdom&lt;/em&gt;&#8221; (Kotamu Kapan?)'>Seri Seru Peluncuran &#8220;<em>Love Life Wisdom</em>&#8221; (Kotamu Kapan?)</a> <small>Indra Lesmana iseng bertanya, “Gimana rasanya dengerin jazz di Hard...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Sedianya saya cuma main sendiri, karena saya mainnya jazz. Tapi karena tempatnya Salihara, saya ga rela cuma main jazz. Bosan. Sama <em>scale</em>-nya pas-pasan kata Indro,&#8221; begitu seloroh <strong>Bintang Indrianto</strong> sambil merendah dengan menyebut nama sesama pemain bass sesi yang juga hadir pada pentas di Salihara malam itu (4/2/&#8217;12). Bintang pun asli tak sendiri, ada rombongan kur <em>Trinity</em>, penari serta penyanyi. Memang betul ada penyanyi, dominan malahan, karena kali ini adalah album dengan  lagu-lagu berlirik, &#8220;Kebiasaan saya kalau diundang ke Salihara, ga mau cuma main, sekalian nyambi bikin album. Jadi &#8216;February&#8217; paling khusus buat acara ini.&#8221;</p>
<p>Kalaupun menulis lirik adalah di luar kebiasaan sebelumnya, <strong>Matthew Sayerz</strong> yang bernyanyi pertama segera menepis anggapan bahwa ini bakal jadi album kompromi seorang instrumentalis. &#8220;Cahaya&#8221; mengalir penuh dari suara vokalis muda ini, diimbuhi aksen improvisasi <em>blues</em> yang sesekali meluncur dan menclok pas di jalurnya bak pendekatan peniup <em>horn</em>. <strong>Anda Perdana</strong> pun bawa nuansa <em>retro</em> dengan karakter serak <em>rock</em> era subkultur <em>hippie</em> seperti pada &#8220;Jangan Terulang&#8221;, lengkap dengan aksesori <em>sustain</em> panjang organ dari <em>synth</em> yang dimainkan <strong>Imam Garmansyah</strong>. Kemunculannya itu secara kebetulan bersamaan dengan gaung 10 tahun film AADC di luar acara ini yang turut melambungkan namanya. Para penyanyi ini pun dituntut tampil teatrikal, <strong>Fadly</strong> &#8220;Padi&#8221; bercaping memanggul cangkul pada &#8220;Ayo&#8221; untuk kemudian dalam kontras berikutnya, bertopi memanggul stik golf pada &#8220;<em>Fields of Gold</em>&#8221; (Sting, 1993) yang di antaranya memlesetkan kata &#8220;<em>valley</em>&#8221; jadi Bali.</p>
<div id="attachment_15948" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2012/02/bintang-indrianto-bumi-marintih-salihara-jazz-buzz-februari.jpg" alt="&quot;Bumi Marintih&quot; pada pentas Jazz Buzz Sabtu lalu (Komunitas Salihara/ Foto: Witjak)" title="bintang-indrianto-bumi-marintih-salihara-jazz-buzz-februari" width="500" height="332" class="size-full wp-image-15948" /><p class="wp-caption-text">&quot;Bumi Marintih&quot; pada pentas Jazz Buzz Sabtu lalu (Komunitas Salihara/ Foto: Witjak)</p></div>
<p>&#8220;Bumi Marintih&#8221; adalah ketika suling Saat &#8220;Borneo&#8221; Syah bergetar meratap, hadirkan kembali sugesti menyepi yang jadi cirinya tiap berkontribusi pada rekaman orang. Kali ini ayun <em>waltz</em> di kepala lagu diisi suling berkonstruksi unik, tabung panjang putih dari bahan PVC yang berlekuk tiga menyerupai huruf C. Muncul di sini adegan paling serius, yang otomatis paling masuk akal, sukses disajikan dengan penari gemulai menggiring bola dunia ke semua sudut pentas. </p>
<p>Di antara pendukung lainnya, <strong>Arief Setiadi</strong> cenderung bermain di latar dengan justru memilih warna tonal halus <em>tenor sax</em>, begitu juga <strong>Kiki Dunung</strong> (<em>gender</em> gamelan, kendang, perkusi) yang menyokong <em>ambience</em>. Paduan suara yang dipimpin <strong>Bonar Sihombing</strong> pun relatif tampil terpisah kecuali pada lagu yang dinyanyikan Fadly. Satu dua kali salah satu personil album muncul sebagai tandem kur yang kesannya dihadirkan agar teater ini punya nuansa <em>celestial</em>.</p>
<div id="attachment_15932" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2012/02/bintang-indrianto-february-cd-cover-300x225.jpg" alt="Bintang Indrianto - &quot;February&quot; (IndieJazz Indonesia, 2012)" title="bintang-indrianto-february-cd-cover" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-15932" /><p class="wp-caption-text">Bintang Indrianto - &quot;February&quot; (IndieJazz Indonesia, 2012)</p></div>
<p>Di luar permainan tanpa-canda Bintang di belakang kelompok seperti Sruti Respati, <em>bassist</em> ini sering mengambil peran nakal seperti saat beberapa kali iringi Sudjiwo Tedjo. Saat lainnya adalah <a href="http://www.wartajazz.com/news/2009/05/17/jazz-15-mei/" title="Jazz 15 Mei">reuni bersama Budjana dan Riza Arshad </a>yang seperti bertemu geng badung. Jadi, &#8220;Phsyco&#8221; (entah <em>typo</em> atau sengaja dieja begitu) yang ajaib dengan banyolan ritme <em>reggae</em> sebetulnya kegilaan yang terduga.</p>
<p>Daftar Lagu &#8220;February&#8221; (IndieJazz Indonesia, 2012):</p>
<p>1. Jangan Terulang (Anda Perdana)<br />
2. Ayo (Ahmad Joel)<br />
3. Cahaya (Matthew Sayersz)<br />
4. Ibuku Sayang (Zahra dan Anda Perdana)<br />
5. Duo Masquito (The G &#8211; L &#038; Blek)<br />
6. Phsyco (feat. Saat Borneo)<br />
7. Spiritual (feat. Arief Setiadi)<br />
8. Bumi Marintih (Saat&#8217;s song)</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2012%2F02%2F06%2Fdari-peluncuran-album-february-bintang-indrianto%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2012/02/03/salihara-jazz-buzz-persembahkan-bintang-indrianto/' rel='bookmark' title='Salihara Jazz Buzz persembahkan Bintang Indrianto'>Salihara Jazz Buzz persembahkan Bintang Indrianto</a> <small>Bintang dikenal kerap bermain dengan bebas di antara berbagai warna...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/11/08/dari-surabaya-gondo-and-friends-bertandang-ke-ngayogjazz-2011/' rel='bookmark' title='Dari Surabaya Gondo and friends bertandang ke Ngayogjazz 2011'>Dari Surabaya Gondo and friends bertandang ke Ngayogjazz 2011</a> <small>Kota Surabaya dikenal dengan pemusik Jazz handal tanah air. Tokoh...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/07/23/seri-seru-peluncuran-love-life-wisdom-kotamu-kapan/' rel='bookmark' title='Seri Seru Peluncuran &#8220;&lt;em&gt;Love Life Wisdom&lt;/em&gt;&#8221; (Kotamu Kapan?)'>Seri Seru Peluncuran &#8220;<em>Love Life Wisdom</em>&#8221; (Kotamu Kapan?)</a> <small>Indra Lesmana iseng bertanya, “Gimana rasanya dengerin jazz di Hard...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2012/02/06/dari-peluncuran-album-february-bintang-indrianto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dewa Budjana &#8211; Dawai in Paradise</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/review/2012/01/01/dewa-budjana-dawai-in-paradise/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dewa-budjana-dawai-in-paradise</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/review/2012/01/01/dewa-budjana-dawai-in-paradise/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 21:17:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Kusbandono</dc:creator>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[dewa budjana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=15666</guid>
		<description><![CDATA[Dalam album ini bisa dibilang Sandy Winarta dan Shadu Rasjidi-lah penghubung geometri trio Budjana yang baru. Secara umum trek-treknya adalah semacam alternate take album-album terdahulu, tetapi ada yang benar-benar rekaman segar karena trio asli Budjana hanya muncul di "Kunang Kunang".
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/04/18/nial-djuliarso-the-jazz-soul-of-ismail-marzuki/' rel='bookmark' title='Nial Djuliarso &#8211; The Jazz Soul of Ismail Marzuki'>Nial Djuliarso &#8211; The Jazz Soul of Ismail Marzuki</a> <small>Album ketiga Nial Djuliarso yang menghadirkan sebelas tembang Ismail Marzuki...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/11/27/djarum-super-mild-malang-jazz-traffic-tampilkan-blp-budjana-tohpati-dan-balawan/' rel='bookmark' title='Djarum Super Mild Malang Jazz Traffic, tampilkan BLP, Budjana, Tohpati dan Balawan'>Djarum Super Mild Malang Jazz Traffic, tampilkan BLP, Budjana, Tohpati dan Balawan</a> <small>Berbeda dengan seri Jazz Traffic di Semarang dan Surabaya, event...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/festival/2011/02/23/gigi-bakal-tampil-bersama-ron-king-big-band-di-axis-java-jazz-festival-2011/' rel='bookmark' title='GIGI bakal tampil bersama Ron King Big Band di Axis Java Jazz Festival 2011'>GIGI bakal tampil bersama Ron King Big Band di Axis Java Jazz Festival 2011</a> <small>Supergrup beraliran pop-rock GIGI yang terdiri dari Armand Maulana (vokal),...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Usai Ravi Shankar mengorkestrasi &#8220;<em>Benares Ghat</em>&#8220;, ia bernarasi bahwa itu adalah pemandangan dari atas perahu yang berayun mengarungi sungai, semua sedih dan bahagia terlihat di sana, sungai yang saban sore jadi bagian masa kecilnya. &#8220;Mainkan seperti menitiknya madu manis,&#8221; ia memberi perumpamaan pada pemain <em>tabla</em> di tengah-tengah adegan pembuatan musik berelemen <em>folk</em> (tak murni India klasik) itu. &#8220;Gangga&#8221; adalah kembaran narasi Shankar, bisa jadi lebih religius, dan <strong>Dewa Budjana</strong> membaginya sebagai pembuka &#8220;Dawai in Paradise&#8221;. Gema akustik dawai yang disambut lengking <em>qawwali</em> <strong>Vinod Gangani</strong> lagu ini masih segar diangkat lagu tema film &#8220;<em>Eat, Pray, Love</em>&#8221; dengan nama besar Nusret Fateh Ali Khan dan Eddie Vedder melantunkannya. Lembut di latar, <strong>Sophia Latjuba</strong> seolah bertamu lagi ke rekaman formasi awal &#8220;Bulan di (Atas) Asia&#8221; (yang melibatkan pula Budjana). Perpaduan begini menjadikannya karya spiritual yang menanggalkan kesan sakral dan jadi lebih inklusif.</p>
<div id="attachment_15668" class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><img src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2012/01/dewa-budjana-dawai-in-paradise-thumbnail.jpg" alt="Dawai in Paradise " title="dewa-budjana-dawai-in-paradise-thumbnail" width="250" height="250" class="size-full wp-image-15668" /><p class="wp-caption-text">Dawai in Paradise</p></div>
<p>&#8220;Masa Kecil&#8221; yang menyusul berikutnya mengingatkan akan sebaris permainan <em>shamisen</em> &#8220;<em>Nikki Iku</em>&#8221; album terdahulu (Samsara, 2003). Baris pendek yang dicuplik jadi warna lagu keseluruhan. Senandung bocah-bocah yang cepat menyerap melodi sederhana lagu yang serupa dolanan ini tak hilang sahaja di atas pola sulit <strong>Ronald  Sristisnto</strong> yang ditemani <strong>Rishanda Singgih</strong>. Secara umum trek-trek di bawahnya adalah semacam <em>alternate take</em> album-album terdahulu, tetapi ada yang benar-benar rekaman segar karena trio asli Budjana bersama <strong>Arie Ayunir</strong> dan <strong>Bintang Indriyanto</strong> hanya muncul di &#8220;Kunang Kunang&#8221;.</p>
<p>Nomer kontemplasi seperti halnya &#8220;<em>Lonely</em>&#8221; tetap dimunculkan, kali ini dalam karya baru &#8220;Dawaiku&#8221;. Jika dulu gitar Budjana tampil kaya pilihan <em>voicing</em> harmonik  berduetkan suling <strong>&#8220;Bang&#8221; Saat Syah</strong>, maka sekarang giliran <em>jazzer</em> gaek <strong>Howard Levy</strong> mengimbangi dengan harmonika di atas latar gitar yang terdengar menggunakan manipulasi <em>e-bow</em>. Dan bagian yang ditunggu itupun datang, Levy meluncurkan lekuk harmonika di atas pergantian <em>bridge</em> dalam kontras yang memikat. </p>
<p>Dalam album ini bisa dibilang <strong>Sandy Winarta</strong> dan <strong>Shadu Rasjidi</strong>-lah penghubung geometri trio Budjana yang baru. Shadu pantas mendapat sorotan karena di rilis inilah kita bisa menyimak bakat muda ini secara utuh: membabat seksi depan &#8220;Lalu Lintas&#8221; lalu mundur ke latar &#8220;<em>Malacca Bay</em>&#8221; menjaga urutan rapat ritme 5/4 dan bagian <em>swing</em>. Pada nomer belakangan tersebut juga muncul pianis <strong>Ade Irawan</strong> yang garang mengawali nyala <em>flamenco</em> intro, bersolo ikut logika kontur bebop dengan selipan lirikal yang bikin merinding, sebuah catatan khusus kemunculannya dalam rekaman kontemporer.</p>
<p>Untuk sesi rekaman Amerika selain <strong>Peter Erskine</strong> yang sudah sangat dikenal ciri <em>phrasing</em>-nya dan telah muncul sejak album &#8220;Samsara&#8221;, patut disimak <em>drummer</em> <strong>Ernie Adams</strong> yang piawai memain-mainkan pantulan empuk dalam &#8220;<em>Rerad Rerod</em>&#8220;. Dua musisi asing lain yang namanya sudah kita lihat pula pada album terdahulu adalah pemain bass <strong>Reggie Hamilton</strong> dan <strong>Dave Carpenter</strong>. Memang ada kesan album ini tidak banyak menyajikan suguhan yang baru. Mungkin saran terbaik bagi yang sudah pernah memiliki empat album sebelumnya, ini adalah saatnya <em>revisit</em> dan menyimak nyawa baru tiap lagu, suatu yang lumrah jika bicara <em>jazz</em>.</p>
<p>Daftar Lagu &#8220;Dawai in Paradise&#8221; (DeMajors, 2011):<br />
1. Gangga<br />
2. Masa Kecil<br />
3. Dawaiku<br />
4. Kromatik Lagi<br />
5. Backhome<br />
6. Malacca Bay<br />
7. Kunang Kunang<br />
8. Lalu Lintas<br />
9. Caka 1922<br />
10. Rerad Rerod<br />
11. On The Way Home</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Freview%2F2012%2F01%2F01%2Fdewa-budjana-dawai-in-paradise%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/04/18/nial-djuliarso-the-jazz-soul-of-ismail-marzuki/' rel='bookmark' title='Nial Djuliarso &#8211; The Jazz Soul of Ismail Marzuki'>Nial Djuliarso &#8211; The Jazz Soul of Ismail Marzuki</a> <small>Album ketiga Nial Djuliarso yang menghadirkan sebelas tembang Ismail Marzuki...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/11/27/djarum-super-mild-malang-jazz-traffic-tampilkan-blp-budjana-tohpati-dan-balawan/' rel='bookmark' title='Djarum Super Mild Malang Jazz Traffic, tampilkan BLP, Budjana, Tohpati dan Balawan'>Djarum Super Mild Malang Jazz Traffic, tampilkan BLP, Budjana, Tohpati dan Balawan</a> <small>Berbeda dengan seri Jazz Traffic di Semarang dan Surabaya, event...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/festival/2011/02/23/gigi-bakal-tampil-bersama-ron-king-big-band-di-axis-java-jazz-festival-2011/' rel='bookmark' title='GIGI bakal tampil bersama Ron King Big Band di Axis Java Jazz Festival 2011'>GIGI bakal tampil bersama Ron King Big Band di Axis Java Jazz Festival 2011</a> <small>Supergrup beraliran pop-rock GIGI yang terdiri dari Armand Maulana (vokal),...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/review/2012/01/01/dewa-budjana-dawai-in-paradise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tineke Postma &#8211; The Dawn of Light</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/review/2011/11/05/tineke-postma-the-dawn-of-light/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tineke-postma-the-dawn-of-light</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/review/2011/11/05/tineke-postma-the-dawn-of-light/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 12:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thomas Anggoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[esperanza spalding]]></category>
		<category><![CDATA[Tineke Postma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=15084</guid>
		<description><![CDATA[Album terbaru srikandi jazz modern, saksofonis/komposer Tineke Postma. Berisi rangkaian komposisi orisinil dalam goresan sketsa musikal sarat makna. Simak penampilan spesial Esperanza Spalding dalam tafsiran lagu atas puisi Pablo Neruda. 
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/09/06/branford-marsalis-joey-calderazzo-songs-of-mirth-and-melancholy/' rel='bookmark' title='Branford Marsalis &amp; Joey Calderazzo &#8211; Songs of Mirth and Melancholy'>Branford Marsalis &amp; Joey Calderazzo &#8211; Songs of Mirth and Melancholy</a> <small>Duet perdana saksofonis Branfod Marsalis dan pianis Joey Calderazzo dalam...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/09/13/philipp-ruttgers-quartet-the-traveler/' rel='bookmark' title='Philipp Rüttgers Quartet &#8211; The Traveler'>Philipp Rüttgers Quartet &#8211; The Traveler</a> <small>Sebuah karya perdana Philipp Rüttgers Quartet yang merekam perjalanan lintas...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/09/03/philipp-van-endert-trio-%e2%80%93-rosebud/' rel='bookmark' title='Philipp van Endert Trio – Rosebud'>Philipp van Endert Trio – Rosebud</a> <small>Album ketiga Philipp van Endert Trio dalam sajian jazz tradisional...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Album: <strong>The Dawn of Light</strong><br />
Label: <strong>Challenge Records</strong>, 2011</p>
<p>01. Canção de Amor (Suite I Na Floresta Do Amazonas)<br />
02. Falling Scales<br />
03. Before the Snow<br />
04. Leave Me a Place Underground<br />
05. The Observer<br />
06. Off Minor<br />
07. Newland<br />
08. The Man Who Stared at Coats<br />
09. Beyond Category<br />
10. Tell It Like It Is</p>
<div id="attachment_15086" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2011/11/Tineke-Postma-The-Dawn-Of-Light-e1320497155479.jpg"><img class="size-full wp-image-15086" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2011/11/Tineke-Postma-The-Dawn-Of-Light-e1320497261390.jpg" alt="Tineke Postma - The Dawn of Light" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Tineke Postma - The Dawn of Light</p></div>
<p>Dalam kancah jazz negeri Belanda, saksofonis/komposer <strong>Tineke Postma</strong> merupakan salah satu musisi terdepan. Di antara segelintir instrumentalis jazz wanita, Tineke mencuat dengan permainan saksofon idiosinkratik, pula kelihaian olah komposisi sarat kekinian namun tetap dapat diakses oleh pendengarnya. Di album <em>The Dawn of Light</em> ini, ia menceritakan pengalaman hidup lewat sejumlah gubahan orisinil yang penuh makna.</p>
<p>Tentang garapan mutakhir tersebut, Tineke berujar, “Saya kerap berupaya menulis musik yang memberi segala ruang untuk kami berempat berekspresi. Gubahan saya lebih kepada sketsa ketimbang lagu, sebagai penanda sebuah awal perjalanan musikal setiap kami mulai bermain. Di dalamnya begitu majemuk, sebab saya menyukai gaya apapun,” tandasnya.</p>
<p>Dahsyatnya hembusan saksofon alto dan sopran Tineke didukung oleh rekan musisi <strong>Marc van Roon</strong>, <strong>Frans van der Hoeven</strong>, serta <strong>Martijn Vink</strong>. Awal perjumpaan adalah “Canção de Amor” kepunyaan <strong>Heitor Villa-Lobos</strong>, komponis Brasil pujaan Tineke. Melodi indahnya seakan melayang-layang, dimainkan secara ad libitum. Goresan sketsa khas Tineke tertuang dalam pendaran komposisi “Falling Scales” dan “The Observer” yang virtuosik.</p>
<p>Serunya album ini makin terasa berkat penampilan spesial <strong>Esperanza Spalding</strong>, simak vokalnya yang merdu bersinergi dengan iringan Tineke dan kawan-kawan dalam “Leave Me a Place Underground,” sebuah tafsiran hardbop impresionistik atas puisi <strong>Pablo Neruda</strong>. Untuk pertama kalinya, Tineke merekam cover atas karya <strong>Thelonious Monk</strong> dalam sebuah album. Upaya itu boleh disimak pada “Off Minor” yang sangat khas Thelonious; harmoni disonan, ritme bersiku tajam, pun goyangan bebop sebagai bingkainya. Dibawakan secara duet piano-saksofon, interaksi keduanya sangat komprehensif.</p>
<p>Di trek lain, “The Man Who Stared at Coats,” sentuhannya lebih kepada tradisi swing, makin cantik dengan selipan synthesizer Marc, sedangkan “Newland” menampilkan kesan elusif, seolah berada di negeri antah berantah. Birama ganjil (odd meter) fluktuatif meliputi nomor “Beyond Category” yang sarat bebunyian elektronik, silakan untuk menyebutnya avant-funk.</p>
<p>Tiupan liris dapat disimak ketika memutar “Before the Snow” dalam sejuknya nuansa ballad. Terasa pula di trek penutup “Tell It Like It Is,” nikmati untaian nada-nada indahnya yang personal dan begitu membekas dari srikandi jazz modern ini.</p>
<p><strong>Musisi</strong></p>
<p><strong>Tineke Postma</strong>: saksofon alto &amp; sopran<br />
<strong>Marc van Roon</strong>: piano, synthesizer, Fender Rhodes<br />
<strong>Frans van der Hoeven</strong>: kontrabas<br />
<strong>Martijn Vink</strong>: drum</p>
<p><strong>Esperanza Spalding</strong>: vokal (trek 4)</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Freview%2F2011%2F11%2F05%2Ftineke-postma-the-dawn-of-light%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/09/06/branford-marsalis-joey-calderazzo-songs-of-mirth-and-melancholy/' rel='bookmark' title='Branford Marsalis &amp; Joey Calderazzo &#8211; Songs of Mirth and Melancholy'>Branford Marsalis &amp; Joey Calderazzo &#8211; Songs of Mirth and Melancholy</a> <small>Duet perdana saksofonis Branfod Marsalis dan pianis Joey Calderazzo dalam...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/09/13/philipp-ruttgers-quartet-the-traveler/' rel='bookmark' title='Philipp Rüttgers Quartet &#8211; The Traveler'>Philipp Rüttgers Quartet &#8211; The Traveler</a> <small>Sebuah karya perdana Philipp Rüttgers Quartet yang merekam perjalanan lintas...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/09/03/philipp-van-endert-trio-%e2%80%93-rosebud/' rel='bookmark' title='Philipp van Endert Trio – Rosebud'>Philipp van Endert Trio – Rosebud</a> <small>Album ketiga Philipp van Endert Trio dalam sajian jazz tradisional...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/review/2011/11/05/tineke-postma-the-dawn-of-light/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>George Benson &#8211; Guitar Man</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/review/2011/10/05/george-benson-%e2%80%93-guitar-man/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=george-benson-%25e2%2580%2593-guitar-man</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/review/2011/10/05/george-benson-%e2%80%93-guitar-man/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 06:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thomas Anggoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Ben Williams]]></category>
		<category><![CDATA[David Garfield]]></category>
		<category><![CDATA[george benson]]></category>
		<category><![CDATA[Harvey Mason]]></category>
		<category><![CDATA[Joe Sample]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=14559</guid>
		<description><![CDATA[Karya terbarunya ini menambah daftar diskografi George sekaligus menunjukkan bahwa ia tetap seorang pendekar gitar jazz tulen, dengan mengingat banyak album-album pendahulu lebih memproyeksikan dirinya sebagai penyanyi pop atau r&#38;b, alih-alih gitaris.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/08/16/george-benson-siap-luncurkan-album-terbaru-%e2%80%9cguitar-man%e2%80%9d-4-oktober-mendatang/' rel='bookmark' title='George Benson Siap Luncurkan Album Terbaru “Guitar Man” 4 Oktober Mendatang!'>George Benson Siap Luncurkan Album Terbaru “Guitar Man” 4 Oktober Mendatang!</a> <small>George Benson akan kembali memuaskan pendengarnya lewat album terbaru "Guitar...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/03/15/the-great-george-benson-bag-2/' rel='bookmark' title='The Great George Benson (Bag. 2)'>The Great George Benson (Bag. 2)</a> <small>Tanpa bisa dilukiskan secara tepat dengan kata-kata. Tepat sekali panitia...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/interview/2011/03/07/wawancara-eksklusif-george-benson/' rel='bookmark' title='Wawancara Eksklusif George Benson'>Wawancara Eksklusif George Benson</a> <small>Kepada Wartajazz George Benson bercerita tentang aransemen Nelson Riddle, James...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Album: <strong>Guitar Man</strong><br />
Label: <strong>Concord Jazz</strong>, 2011</p>
<p>01. Tenderly<br />
02. I Want to Hold Your Hand<br />
03. My Cherie Amour<br />
04. Naima<br />
05. Tequila<br />
06. Don&#8217;t Know Why<br />
07. The Lady in My Life<br />
08. My One and Only Love<br />
09. Paper Moon<br />
10. Danny Boy<br />
11. Since I Fell For You<br />
12. Fingerlero</p>
<div id="attachment_14562" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2011/10/George-Benson-Guitar-Man.jpg"><img class="size-full wp-image-14562" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2011/10/George-Benson-Guitar-Man.jpg" alt="George Benson - Guitar Man" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">George Benson - Guitar Man</p></div>
<p>Seperti diumumkan sebelumnya, kini album gres bertajuk <em>Guitar Man</em> milik penggitar legendaris <strong>George Benson</strong> resmi diluncurkan. Karya terbarunya ini menambah daftar diskografi George sekaligus menunjukkan bahwa ia tetap seorang pendekar gitar jazz tulen, dengan mengingat banyak album-album pendahulu lebih memproyeksikan dirinya sebagai penyanyi pop atau r&amp;b, alih-alih gitaris.</p>
<p>Namun bukan berarti George sama sekali tidak sumbang suara. Vokalnya yang sehalus beludru boleh disimak pada rendisi “My Cherie Amour” milik <strong>Stevie Wonder</strong> dalam santai alunan aransemen <em>groovy</em>. Tembang lainnya adalah ballad “My One and Only Love” yang pernah ditampilkan <strong>Johnny Hartman</strong> dan <strong>John Coltrane</strong>, berawal introduksi solo gitar sebelum nyanyian, serta lirihan blues pada “Since I Fell For You” teriring dentingan kibor resitatif.</p>
<p>Permainan gitar tunggal George, yang menjadi esensi album ini, ada di trek pembuka “Tenderly” lewat olah melodi serta harmoni seduktif membuat gitarnya seolah bernyanyi. Begitu pula jentikannya atas nomor “Danny Boy” yang bernuansa Celtic, di awal birama nampak ia memindahkan frase tiupan instrumen bagpipe ke dalam gitar yang berbunyi liris. Dengarkan juga aksinya yang penuh improvisasi dalam “Naima” berformat kuartet dengan  <strong>Joe Sample</strong>, <strong>Harvey Mason</strong>, dan <strong>Ben Williams</strong>.</p>
<p>Untuk proyeknya ini, George Benson melakukan pendekatan “old school,” meminimalisir waktu <em>rehearsal</em> di studio supaya hasil rekaman lebih spontan dan terasa seperti penampilan di atas panggung. “Kami merasa bahwa energi optimal akan didapatkan jika kami masuk studio bersama musisi-musisi panggung yang berpengalaman dan fleksibel,” kata George, “dan kami berhasil melakukan itu,” ujarnya.</p>
<p>Kalau tidak membaca judulnya, kemungkinan akan terkecoh waktu mendengar trek “I Want to Hold Your Hand” ciptaan <strong>John Lennon</strong>/<strong>Paul McCartney</strong> dalam aransemen retro. Silakan bersantai sembari menikmati “Don’t Know Why” kepunyaan <strong>Norah Jones</strong> yang melenakan, atau balutan smooth jazz atas tembang <strong>Michael Jackson</strong>, “The Lady in My Life.” Jika ingin bergoyang sedikit, putarlah nomor swing “Paper Moon” dan “Tequila” yang berdetak Afro-Cuban.</p>
<p>Gaya khas George, memainkan melodi gitar berpadu scat singing unison menghiasi trek final “Fingerlero” seraya menutup jumpa <em>Guitar Man</em>. Album ini wajib dimiliki oleh penggemar George Benson, terutama mereka yang sudah lama menanti aksi gitarnya yang bersinar.</p>
<p><strong>Musisi</strong></p>
<p><strong>George Benson</strong>: gitar, vokal<br />
<strong>Joe Sample</strong>: piano<br />
<strong>David Garfield</strong>: piano, kibor<br />
<strong>Harvey Mason</strong>: drum<br />
<strong>Ben Williams</strong>: kontrabas</p>
<p><strong>Paul Jackson, Jr.</strong>: gitar<br />
<strong>Ray Fuller</strong>: gitar<br />
<strong>Freddie Washington</strong>: bas<br />
<strong>Oscar Seaton, Jr.</strong>: drum<br />
<strong>Charlie Bisharat</strong>: violin<br />
<strong>Dan Higgins</strong>: flute, klarinet</p>
<p><object width="500" height="281"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/sfqNxDcB3Mk?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/sfqNxDcB3Mk?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="281" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Freview%2F2011%2F10%2F05%2Fgeorge-benson-%25e2%2580%2593-guitar-man%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/08/16/george-benson-siap-luncurkan-album-terbaru-%e2%80%9cguitar-man%e2%80%9d-4-oktober-mendatang/' rel='bookmark' title='George Benson Siap Luncurkan Album Terbaru “Guitar Man” 4 Oktober Mendatang!'>George Benson Siap Luncurkan Album Terbaru “Guitar Man” 4 Oktober Mendatang!</a> <small>George Benson akan kembali memuaskan pendengarnya lewat album terbaru "Guitar...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/03/15/the-great-george-benson-bag-2/' rel='bookmark' title='The Great George Benson (Bag. 2)'>The Great George Benson (Bag. 2)</a> <small>Tanpa bisa dilukiskan secara tepat dengan kata-kata. Tepat sekali panitia...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/interview/2011/03/07/wawancara-eksklusif-george-benson/' rel='bookmark' title='Wawancara Eksklusif George Benson'>Wawancara Eksklusif George Benson</a> <small>Kepada Wartajazz George Benson bercerita tentang aransemen Nelson Riddle, James...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/review/2011/10/05/george-benson-%e2%80%93-guitar-man/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wynton Marsalis &amp; Eric Clapton &#8211; Wynton Marsalis &amp; Eric Clapton Play the Blues</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/review/2011/09/22/wynton-marsalis-eric-clapton-wynton-marsalis-eric-clapton-play-the-blues/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=wynton-marsalis-eric-clapton-wynton-marsalis-eric-clapton-play-the-blues</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/review/2011/09/22/wynton-marsalis-eric-clapton-wynton-marsalis-eric-clapton-play-the-blues/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 07:39:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thomas Anggoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Eric Clapton]]></category>
		<category><![CDATA[Taj Mahal]]></category>
		<category><![CDATA[wynton marsalis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=14194</guid>
		<description><![CDATA[Aksi blues memikat oleh Wynton Marsalis dan Eric Clapton dalam rekaman konser live di Jazz at Lincoln Center.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/09/06/branford-marsalis-joey-calderazzo-songs-of-mirth-and-melancholy/' rel='bookmark' title='Branford Marsalis &amp; Joey Calderazzo &#8211; Songs of Mirth and Melancholy'>Branford Marsalis &amp; Joey Calderazzo &#8211; Songs of Mirth and Melancholy</a> <small>Duet perdana saksofonis Branfod Marsalis dan pianis Joey Calderazzo dalam...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/08/30/citra-eric-dolphy-dalam-sebuah-novel-grafis/' rel='bookmark' title='Citra Eric Dolphy Dalam Sebuah Novel Grafis'>Citra Eric Dolphy Dalam Sebuah Novel Grafis</a> <small>Ilustrasi hidup dan seni seorang Eric Dolphy dalam sebuah komik...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/05/12/menanti-legenda-blues-john-hammond-di-borneo-jazz-2011/' rel='bookmark' title='Menanti Legenda Blues John Hammond di Borneo Jazz 2011'>Menanti Legenda Blues John Hammond di Borneo Jazz 2011</a> <small>Legenda blues asal Amerika Serikat, John Hammond, bakal tampil di...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Album: <strong>Wynton Marsalis &amp; Eric Clapton Play the Blues</strong><br />
Label: <strong>Reprise Records</strong>, 2011</p>
<p>01. Ice Cream (Howard Johnson/Robert King/Billy Moll)<br />
02. Forty-Four (Chester Burnett/Howlin’ Wolf)<br />
03. Joe Turner’s Blues (W.C. Handy)<br />
04. The Last Time (Bill Ewing/Sara Martin)<br />
05. Careless Love (W.C. Handy/Martha E. Koenig/Spencer Williams)<br />
06. Kidman Blues (“Big Maceo” Merriweather)<br />
07. Layla (Eric Clapton/Jim Gordon)<br />
08. Joliet Bound (“Kansas Joe” McCoy/”Memphis Minnie” McCoy)<br />
09. Just a Closer Walk With Thee (Tradisional)<br />
10. Corrine, Corrina (Bo Chatmon/Mitchell Parish/J. Mayo Williams)</p>
<p>Eric dan Wynton asyik <em>nge-</em>blues. Itu saja.</p>
<div id="attachment_14196" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2011/09/Wynton-Marsalis-Eric-Clapton-Plays-the-Blues.jpg"><img class="size-full wp-image-14196" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2011/09/Wynton-Marsalis-Eric-Clapton-Plays-the-Blues.jpg" alt="Wynton Marsalis &amp; Eric Clapton Plays the Blues" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Wynton Marsalis &amp; Eric Clapton Plays the Blues</p></div>
<p>Setelah beraksi duet bersama ikon musik Amerika <strong>Willie Nelson</strong> dalam <em>Two Men with the Blues</em> (Blue Note Records, 2008) beberapa tahun silam, kini pendekar trumpet <strong>Wynton Marsalis</strong> kembali hadir lewat hembusan blues memikat. Rekan duetnya kali ini adalah gitaris-pelagu <strong>Eric Clapton</strong> yang namanya telah melegenda. Album ini adalah rekaman live mereka di <strong>Jazz at Lincoln Center</strong>, New York, April lalu.</p>
<p><em>Wynton Marsalis &amp; Eric Clapton Play the Blues</em> mencantum sepuluh nomor blues kenamaan, mulai dari blues tradisional, New Orleans, boogie-woogie, hingga gubahan Eric yang mendunia, “Layla.” Tambah seru dengan sajian apik personil <strong>Jazz at Lincoln Center Orchestra</strong> pada <em>rhythm section</em>. Pembuka konser adalah “Ice Cream” yang jenaka, goyangan iramanya tak tertahankan. Eric sebagai pemandu lagu, sedangkan Wynton tampil memukau seperti biasanya. Anggota band lain turut pula berkontribusi signifikan lewat lincahnya semburan klarinet <strong>Victor Goines</strong> maupun petikan banjo <strong>Don Vappie</strong>.</p>
<p>Erangan khas <strong>Howlin’ Wolf</strong> ikut disuarakan Eric atas nomor “Forty-Four,” kalau mau bergabung dalam ritual blues khas Dixieland, simaklah “Joe Turner’s Blues” yang menampilkan sensitifitas jentikan gitar Eric bersambung lenguhan klarinet. Alunan swing menghiasi nomor “The Last Time” serta kental geliat boogie-woogie dalam “Kidman Blues.”</p>
<p>Aksi cabikan gitar Eric berpadu liarnya repetan trumpet Wynton memandu trek “Careless Love,” pula tembang “Layla” yang teraransir blues tradisional oleh sang trumpeter. Ternyata lagu itu bukanlah permintaan Eric, melainkan si pembetot kontrabas <strong>Carlos Henriquez</strong>. Selepas itu, penggitar yang dahulu tenar lewat band <strong>Cream</strong> dan <strong>The Yardbirds</strong> tersebut berujar, “saya agak terintimidasi berada di tengah-tengah musisi jazz akademik,” candanya.</p>
<p>Sebagai kejutan adalah bintang tamu legenda blues <strong>Taj Mahal</strong>, ia menyanyi di lagu “Joliet Bound” yang bergaya delta blues, juga sentuhan gospel pada “Just a Closer Walk With Thee.” Wynton, Eric, dan Taj Mahal menuntaskan konser dengan tembang “Corrine, Corrina” lengkap dengan tukar-menukar improvisasi atraktif. Seperti diungkapkan Wynton, “kami ingin pertunjukan ini terdengar seperti orang yang memainkan musik yang mereka kenal dan sukai, alih-alih sebuah proyek,” tandasnya.</p>
<p><strong>Musikus:</strong></p>
<p><strong>Wynton Marsalis</strong>: trumpet<br />
<strong>Eric Clapton</strong>: gitar, vokal<br />
<strong>Taj Mahal</strong>: gitar, vokal</p>
<p><strong>Marcus Printup</strong>: trumpet<br />
<strong>Chris Crenshaw</strong>: trombon<br />
<strong>Victor Goines</strong>: klarinet<br />
<strong>Dan Zimmer</strong>: piano<br />
<strong>Carlos Henriquez</strong>: kontrabas<br />
<strong>Alan Jackson</strong>: drum<br />
<strong>Chris Stainton</strong>: kibor<br />
<strong>Don Vappie</strong>: banjo</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Freview%2F2011%2F09%2F22%2Fwynton-marsalis-eric-clapton-wynton-marsalis-eric-clapton-play-the-blues%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/09/06/branford-marsalis-joey-calderazzo-songs-of-mirth-and-melancholy/' rel='bookmark' title='Branford Marsalis &amp; Joey Calderazzo &#8211; Songs of Mirth and Melancholy'>Branford Marsalis &amp; Joey Calderazzo &#8211; Songs of Mirth and Melancholy</a> <small>Duet perdana saksofonis Branfod Marsalis dan pianis Joey Calderazzo dalam...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/08/30/citra-eric-dolphy-dalam-sebuah-novel-grafis/' rel='bookmark' title='Citra Eric Dolphy Dalam Sebuah Novel Grafis'>Citra Eric Dolphy Dalam Sebuah Novel Grafis</a> <small>Ilustrasi hidup dan seni seorang Eric Dolphy dalam sebuah komik...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/05/12/menanti-legenda-blues-john-hammond-di-borneo-jazz-2011/' rel='bookmark' title='Menanti Legenda Blues John Hammond di Borneo Jazz 2011'>Menanti Legenda Blues John Hammond di Borneo Jazz 2011</a> <small>Legenda blues asal Amerika Serikat, John Hammond, bakal tampil di...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/review/2011/09/22/wynton-marsalis-eric-clapton-wynton-marsalis-eric-clapton-play-the-blues/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konser launching album Tesla Manaf Mahagotra Ganesha</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2011/09/10/konser-launching-album-tesla-manaf-mahagotra-ganesha/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=konser-launching-album-tesla-manaf-mahagotra-ganesha</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2011/09/10/konser-launching-album-tesla-manaf-mahagotra-ganesha/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2011 09:23:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=14051</guid>
		<description><![CDATA[Untuk menandai peluncuran album “Its All Yours” ini, Tesla menggelar launching album pada tanggal 15 September 2011 jam 7 malam di Amphiteater-Arsitektur ITB Jalan Ganesha 10 Bandung. Acara akan di buka oleh penampilan Halfwhole Project dari Bandung.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/02/17/trisum-live-in-concert-dan-luncurkan-album-kedua-di-rolling-stone-indonesia/' rel='bookmark' title='Trisum Live in Concert dan luncurkan album kedua di Rolling Stone Indonesia'>Trisum Live in Concert dan luncurkan album kedua di Rolling Stone Indonesia</a> <small>Dewa Budjana, Tohpati, Balawan, Indro Hardjodikoro, dan Yesaya Sumantri akan...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/05/26/konser-nyanyian-negeriku-bersama-gadjahmada-chamber-orchestra/' rel='bookmark' title='Konser Nyanyian Negeriku bersama Gadjahmada Chamber Orchestra'>Konser Nyanyian Negeriku bersama Gadjahmada Chamber Orchestra</a> <small>Dalam rangka memperingati Dwi Windu Magister Ekonomika Pembangunan Universitas Gadjah...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/05/13/printemps-francais-2011-konser-jazz-belle-du-berry-david-lewis/' rel='bookmark' title='Printemps Français 2011: Konser Jazz Belle du Berry &amp; David Lewis'>Printemps Français 2011: Konser Jazz Belle du Berry &#038; David Lewis</a> <small>Dalam rangka Printemps Français 2011, Centre Culturel Français (CCF) Jakarta...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2011/09/tesla.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-14053" title="tesla" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2011/09/tesla.jpg" alt="" width="565" height="800" /></a></p>
<p><strong>Tesla Manaf Effendi</strong>, atau lebih dikenal dengan Tesla Manaf, gitaris yang berasal dari Bandung akhirnya merilis album yang ketiga. Dalam album kali ini Tesla mengusung sebuah project bersama Mahagotra Ganesha (Unit Kesenian Bali Institut Tehnologi Bandung).</p>
<p>Dalam kolaborasinya dengan Mahagotra Ganesa, Tesla memainkan salah satu karya terbaiknya selama dia berkarir di musikyang ia beri title “Its All Yours”.</p>
<p>Karya yang ber durasi 48 menit ini menggambarkan kejadian dan keadaan yang terjadi di negeri ini sesuai dengan sudut pandang musikal Tesla.</p>
<p>Tesla Manaf Feat Mahagotra Ganesha merupakan kolaborasi dua kelompok yaitu Tesla Manaf (Gega Nasywara/bass, Dani Irjayana/drum, Yopi D Nafis/Keys dan Muharam/flute dan sopran) dan kelompok Mahagotra Ganesha (Adrian Firdaus,Dewa Made Dwi Permana,William The Putra,Wisnu Pramadi,Gege Darma Raharja) serta tari Jauk Keras yang di bawakan oleh I Putu Wira Hadiputra.</p>
<p>Untuk menandai peluncuran album “Its All Yours” ini, Tesla Management menggelar launching album pada tanggal 15 September 2011 jam 7 malam di Amphiteater-Arsitektur ITB Jalan Ganesha 10 Bandung. Selain Tesla yang akan tampil bersama Mahagotra Ganesha acara launching akan di buka oleh penampilan <strong>Halfwhole Project</strong> dari Bandung.</p>
<p>Acara ini tidak dipungut biaya.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2011%2F09%2F10%2Fkonser-launching-album-tesla-manaf-mahagotra-ganesha%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/02/17/trisum-live-in-concert-dan-luncurkan-album-kedua-di-rolling-stone-indonesia/' rel='bookmark' title='Trisum Live in Concert dan luncurkan album kedua di Rolling Stone Indonesia'>Trisum Live in Concert dan luncurkan album kedua di Rolling Stone Indonesia</a> <small>Dewa Budjana, Tohpati, Balawan, Indro Hardjodikoro, dan Yesaya Sumantri akan...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/05/26/konser-nyanyian-negeriku-bersama-gadjahmada-chamber-orchestra/' rel='bookmark' title='Konser Nyanyian Negeriku bersama Gadjahmada Chamber Orchestra'>Konser Nyanyian Negeriku bersama Gadjahmada Chamber Orchestra</a> <small>Dalam rangka memperingati Dwi Windu Magister Ekonomika Pembangunan Universitas Gadjah...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/news/2011/05/13/printemps-francais-2011-konser-jazz-belle-du-berry-david-lewis/' rel='bookmark' title='Printemps Français 2011: Konser Jazz Belle du Berry &amp; David Lewis'>Printemps Français 2011: Konser Jazz Belle du Berry &#038; David Lewis</a> <small>Dalam rangka Printemps Français 2011, Centre Culturel Français (CCF) Jakarta...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2011/09/10/konser-launching-album-tesla-manaf-mahagotra-ganesha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Branford Marsalis &amp; Joey Calderazzo &#8211; Songs of Mirth and Melancholy</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/review/2011/09/06/branford-marsalis-joey-calderazzo-songs-of-mirth-and-melancholy/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=branford-marsalis-joey-calderazzo-songs-of-mirth-and-melancholy</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/review/2011/09/06/branford-marsalis-joey-calderazzo-songs-of-mirth-and-melancholy/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 11:29:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thomas Anggoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[brandford marsalis]]></category>
		<category><![CDATA[Branford Marsalis Quartet]]></category>
		<category><![CDATA[Joey Calderazzo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=13992</guid>
		<description><![CDATA[Duet perdana saksofonis Branfod Marsalis dan pianis Joey Calderazzo dalam sembilan trek dialog intensif.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/festival/java-jazz-festival/2011/04/02/joey-defrancesco-organis-jazz-terdahsyat-di-planet-bumi/' rel='bookmark' title='Joey DeFrancesco, Organis Jazz Terdahsyat di Planet Bumi!'>Joey DeFrancesco, Organis Jazz Terdahsyat di Planet Bumi!</a> <small>Permainan spektakuler, aksi panggung atraktif, serta pengalaman juga prestasi segudang,...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/08/27/nguyen-le-songs-of-freedom/' rel='bookmark' title='Nguyên Lê &#8211; Songs of Freedom'>Nguyên Lê &#8211; Songs of Freedom</a> <small>Secara impresif, Nguyên Lê merangkum berbagai figur serta bunyi dari...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/03/30/jazz-for-family-jazz-for-family-children-songs-with-jazz-flavour/' rel='bookmark' title='Jazz For Family &#8211; Jazz For Family: Children Songs With Jazz Flavour'>Jazz For Family &#8211; Jazz For Family: Children Songs With Jazz Flavour</a> <small>Ngejazz bareng keluarga lewat lagu-lagu anak dalam aransemen menarik. ...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Album: <strong>Songs of Mirth and Melancholy</strong><br />
Label: <strong>Marsalis Music</strong>, 2011</p>
<p>1. One Way (Joey Calderazzo)<br />
2. The Bard Lachrymose (Branford Marsalis)<br />
3. La Valse Kendall (Joey Calderazzo)<br />
4. Face on the Barroom Floor (Wayne Shorter)<br />
5. Endymion (Branford Marsalis)<br />
6. Die Trauernde (Johannes Brahms)<br />
7. Hope (Joey Calderazzo)<br />
8. Precious (Branford Marsalis)<br />
9. Bri&#8217;s Dance (Joey Calderazzo)</p>
<div id="attachment_13994" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2011/09/Songs-of-Mirth-and-Melancholy-cover.jpg"><img class="size-full wp-image-13994 " src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2011/09/Songs-of-Mirth-and-Melancholy-cover.jpg" alt="Songs of Mirth and Melancholy" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Songs of Mirth and Melancholy</p></div>
<p>Peniup saksofon <strong>Branford Marsalis</strong> dan pianis <strong>Joey Calderazzo</strong> bertemu bukan hanya dari kemarin. Mereka telah berkongsi selama dua belas tahun, awalnya Joey terpilih untuk menggantikan posisi pendahulunya, <strong>Kenny Kirkland</strong> yang wafat pada tahun 1998. Semenjak itu, Branford dan Joey beserta personil lain yang tergabung dalam <strong>Branford Marsalis Quartet</strong> membuka lembaran baru petualangan musikal mereka. Tahun ini, keduanya merilis album duet berjudul <em>Songs of Mirth and Melancholy</em> yang memuat sembilan trek dialog intensif antara piano dan saksofon.</p>
<p>“Duet ini bermula waktu Branford dan saya bermain golf di beberapa turnamen. Namun kami benar-benar mewujudkan hal itu pada Newport Jazz Festival 2009 lalu, di mana kami menyuguhkan empat nomor dalam format duet dan interaksinya sungguh jelas terasa. Dari situlah kami memutuskan untuk merekam album ini,” papar Joey.</p>
<p>Sesuai tajuknya, album ini berisi paduan ekspresi ceria dan melankolia, dengan menitikberatkan pada keindahan melodi yang dimainkan secara presisi, cermat, dan teliti. Emosi gembira terungkap lewat nomor pembuka milik Joey, “One Way,” simak gaya permainan <em>stride</em> Joey yang melaju ragtime terhias “kenakalan” <strong>Thelonious Monk</strong> ditimpali hembusan tenor saksofon atraktif berkarakter <strong>Sonny Rollins</strong>. Bunyi lirih saksofon sopran Branford pada “The Bard Lachrymose” membawa nostalgia perspektif abad ke-19, masa ketika komposer era Romantik semisal <strong>Brahms</strong>, <strong>Schumman</strong>, atau <strong>Chopin</strong> berjaya. Komposisi tersebut bentuknya seperti sebuah sonata, begitu pula dalam “La Valse Kendall” yang menampilkan rajutan nada elok, sekaligus kelam dan getir. Bagi anda yang pernah menonton <em>Schindler’s List</em>, akan langsung “klik” bahkan terpana.</p>
<p>Nomor sedu-sedan lainnya adalah “Precious” gubahan Branford dan ia kembali menggunakan tenor saksofon. Bernuansa elusif dan lirih, perlu diperhatikan betapa hebat Branford mengontrol nafas, vibrato, serta didukung harmonisasi piano Joey, membuat komposisi jazz ballad sonatik ini sungguh bernilai. Ada pula “Hope”yang beralih saksofon sopran, sesekali merintih sejalan dengan piano kontrapungtis khas zaman Barok. <em>Lieder</em> kepunyaan Johannes Brahms, “Die Trauernde” turut disisipkan dalam album ini.</p>
<p>Rendisi “Face on the Barroom Floor” ciptaan <strong>Wayne Shorter</strong> menyisakan banyak ruang hening di tengah jalinan melodi <em>ad libitum</em>. Pada “Endymion,” terdengar virtuositas Joey mendentingkan piano, alur melodi yang mengalir deras berpadu pecahan akor dalam tempo fluktuatif mengadopsi gaya khas <strong>Keith Jarret</strong>, sedangkan  Branford menggila dengan semburan lincah saksofonnya. Akhirnya dituntaskan oleh komposisi penutup yang berseri, “Bri’s Dance.” Dalam kecepatan tinggi nan kompleks serta tensi yang naik-turun, keduanya menyuguhkan interaksi versatil yang mengagumkan!</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Freview%2F2011%2F09%2F06%2Fbranford-marsalis-joey-calderazzo-songs-of-mirth-and-melancholy%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/festival/java-jazz-festival/2011/04/02/joey-defrancesco-organis-jazz-terdahsyat-di-planet-bumi/' rel='bookmark' title='Joey DeFrancesco, Organis Jazz Terdahsyat di Planet Bumi!'>Joey DeFrancesco, Organis Jazz Terdahsyat di Planet Bumi!</a> <small>Permainan spektakuler, aksi panggung atraktif, serta pengalaman juga prestasi segudang,...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/08/27/nguyen-le-songs-of-freedom/' rel='bookmark' title='Nguyên Lê &#8211; Songs of Freedom'>Nguyên Lê &#8211; Songs of Freedom</a> <small>Secara impresif, Nguyên Lê merangkum berbagai figur serta bunyi dari...</small></li>
<li><a href='http://www.wartajazz.com/review/2011/03/30/jazz-for-family-jazz-for-family-children-songs-with-jazz-flavour/' rel='bookmark' title='Jazz For Family &#8211; Jazz For Family: Children Songs With Jazz Flavour'>Jazz For Family &#8211; Jazz For Family: Children Songs With Jazz Flavour</a> <small>Ngejazz bareng keluarga lewat lagu-lagu anak dalam aransemen menarik. ...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/review/2011/09/06/branford-marsalis-joey-calderazzo-songs-of-mirth-and-melancholy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Endah N Rhesa &#8211; Look What We’ve Found</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/new-release/2010/10/24/endah-n-rhesa-look-what-we%e2%80%99ve-found/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=endah-n-rhesa-look-what-we%25e2%2580%2599ve-found</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/new-release/2010/10/24/endah-n-rhesa-look-what-we%e2%80%99ve-found/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Oct 2010 16:21:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thomas Anggoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Endah N Rhesa]]></category>
		<category><![CDATA[Endah Widiastuti]]></category>
		<category><![CDATA[Rhesa Aditya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=11771</guid>
		<description><![CDATA[Rekaman terbaru dari duet Endah N Rhesa berjudul Look What We've Found, lebih ceria dan dinamis dibandingkan album sebelumnya.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Album :<strong> Look What We’ve Found</strong></p>
<p>Label :<strong> Demajors</strong>, 2010</p>
<p>01. Monkey Song<br />
02. Remember Me<br />
03. Midnight Sun<br />
04. Kou Kou the Fisherman<br />
05. Wish You Were Here<br />
06. Mirror Spell<br />
07. It&#8217;s Gone<br />
08. The King<br />
09. Waiting<br />
10. Tuimbe (Let&#8217;s Sing)</p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_11772" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><strong><strong><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/10/Endah-N-Rhesa-cover.jpg"><img class="size-full wp-image-11772" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/10/Endah-N-Rhesa-cover.jpg" alt="Endah N Rhesa - Look What We've Found" width="300" height="300" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Endah N Rhesa - Look What We&#039;ve Found</p></div>
<p><strong>Endah N Rhesa</strong> terbentuk pada tahun 2004, personilnya (cukup) dua orang; <strong>Endah Widiastuti</strong> (vokal, gitar folk) dan <strong>Rhesa Aditya</strong> (bas) yang merupakan pasangan suami istri. Dengan preferensi begitu luas, mulai dari folk, blues, jazz, hingga rock n’ roll, keduanya menampilkan musik yang bercerita. Album yang telah beredar di pasaran tahun 2009 berjudul <em>Nowhere to Go </em>(Repackaged Version), dominan bernuansa blues. Karya sebelumnya adalah <em>Nowhere to Go</em> (Old Version), 2005 disusul <em>Real Live</em> (2006), sebuah rekaman <em>live concert</em>.</p>
<p>Pada <em>Look What We’ve Found</em>, ada perubahan cukup signifikan dibanding album terdahulu. Musiknya terasa lebih ceria dan dinamis. Simaklah trek pembuka bertempo cepat “Monkey Song” serta kocokan gitar energik pada lagu “Remember Me”, cocok dijadikan suplemen <em>mood</em> untuk mengawali hari. Terdapat pula olahan aneka pola ritmis beat Afrika yang mirip reggae dalam “Kou Kou the Fisherman”, “Tuimbe (Let’s Sing)”, dan nomor enigmatis “Mirror Spell”.</p>
<p>Tampak jelas pengaruh <strong>Bela Fleck &amp; The Flecktones</strong> waktu menyimak “Waiting” lewat permainan guitalele Rhesa. Meskipun sebagian besar berdetak cepat, ada sebuah lagu yang mengalun dalam garapan harmonisasi vokal, “The King”. Endah pun menampilkan nyanyian lirih pada trek “It’s Gone”.</p>
<p>Suara renyah pun jentikan gitar folk akustik Endah didukung betotan bas Rhesa adalah kekuatan album ini, yang memuat sepuluh lagu bersyair Inggris.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnew-release%2F2010%2F10%2F24%2Fendah-n-rhesa-look-what-we%25e2%2580%2599ve-found%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/new-release/2010/10/24/endah-n-rhesa-look-what-we%e2%80%99ve-found/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gitaris Rez Abassi rilis album Natural Selection</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/new-release/2010/09/26/rez-abassi-rilis-album-natural-selection/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=rez-abassi-rilis-album-natural-selection</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/new-release/2010/09/26/rez-abassi-rilis-album-natural-selection/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 07:32:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Best Album]]></category>
		<category><![CDATA[Bill Ware]]></category>
		<category><![CDATA[Eric McPherson]]></category>
		<category><![CDATA[Joe Henderson]]></category>
		<category><![CDATA[Keith Jarret]]></category>
		<category><![CDATA[Nusrat Fateh Ali Khan]]></category>
		<category><![CDATA[Stephan Crum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=11645</guid>
		<description><![CDATA[Gitaris Rez Abassi dengan formasi Acoustic Quartetnya (RAAQ) baru saja merilis album terbaru berjudul Natural Selection dengan line up, Bill Ware (vibraphone), Stephan Crump di bass dan Eric McPherson (drums) ada pengaruh Keith Jarret, Nusrat Fateh Ali Khan sampai Joe Henderson.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11648" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/09/rez-abassi-natural-selection.jpg"><img class="size-full wp-image-11648" title="Rez Abassi - Natural Selection" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/09/rez-abassi-natural-selection.jpg" alt="Rez Abassi - Natural Selection" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Rez Abassi - Natural Selection</p></div>
<p>Gitaris Rez Abassi dengan formasi Acoustic Quartetnya (RAAQ) baru saja merilis album terbaru berjudul Natural Selection dengan line up, <strong>Bill Ware</strong> pada vibraphone, <strong>Stephan Crum</strong>p di bass dan <strong>Eric McPherson</strong> (drums).</p>
<p>Album dengan 10 track ini dirilis oleh Sunnyside Records dan memuat sejumlah karya orisinal dengan pengaruh musik terdengar mulai dari Keith Jarret, Nusrat Fateh Ali Khan sampai Joe Henderson.</p>
<p>Sejumlah pujian sudah mulai terlontar pada album ini. Jazz Journalists Association misalnya mendapuk Natural Selection sebagai salah satu album terbaik atau Best Albums 2010.</p>
<p>Album ini bisa dikatakan sebagai jalan lain dari musik yang biasanya dikerjakan oleh Rez bersama <strong>Rudresh Mahanthappa</strong> atau<strong> Vijay Iyer</strong>.</p>
<p>Line up RAAQ cukup menarik. Bill Ware dikenal karena membackup Steely  Dan, sementara Stephan Crump biasa bermain dengan Vijay Iyer Trio. Eric  McPherson adalah drummer pianis Andrew Hill. Menyimak sample tracknya  yang sudah tersedia di Amazon membuat penulis tak sabar ingin  mendengarkan <em>full-track</em>nya.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Rez adalah gitaris kelahiran Karachi, Pakistan meski menghabiskan banyak waktu di California karena pindah diusia empat tahun. Pria yang sempat mengenyam pendidikan di  University of Southern California dan Manhattan School of Music pernah belajar pada master percussionist, Ustad Alla Rakha.</p>
<p>Darah Asianya tentu saja memberikan ciri untik dalam petikan gitarnya. Dan tak salah kalau ia mendapat banyak pujian kritikus jazz. Hal itu bisa kita telusuri dari kiprahnya sebagai musical director dan producer untuk pemenang penghargaan Indian/Canadian Juno award vocalist, Kiran Ahluwalia yang tak lain istrinya sendiri.</p>
<p>Rez juga anggota saxophonist Dave Pietro’s Chakra Group, dan merupakan partner-in-crime bersama Rudresh Mahanthappa di grup The Indo-Pak Coalition dan Kinsmen.</p>
<p>Pengagum berat musik sufi/Qawwali ini mendedikasikan salah satu lagu &#8216;Lament&#8217; untuk mendiang <strong>Nusrat Fateh Ali Khan </strong>dan “Up On The Hill” yang didedikasikan bagi pianis, <strong>Andrew Hill</strong>.</p>
<p>Sampai Natural Selections, Rez Abassi telah merilis total tujuh album.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnew-release%2F2010%2F09%2F26%2Frez-abassi-rilis-album-natural-selection%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/new-release/2010/09/26/rez-abassi-rilis-album-natural-selection/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dennis Rea &#8211; Views from Chicheng Precipice</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/review/2010/09/12/dennis-rea-views-from-chicheng-precipice/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dennis-rea-views-from-chicheng-precipice</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/review/2010/09/12/dennis-rea-views-from-chicheng-precipice/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Sep 2010 02:50:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thomas Anggoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[New Release]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Caterina de Re]]></category>
		<category><![CDATA[Dennis Rea]]></category>
		<category><![CDATA[György Ligeti]]></category>
		<category><![CDATA[John Cage]]></category>
		<category><![CDATA[Karlheinz Stockhausen]]></category>
		<category><![CDATA[world music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=11593</guid>
		<description><![CDATA[Terdiri atas lima trek, dengan sebuah komposisi orisinil Dennis Rea dan empat gubahan aransemen tradisional, album ini menampilkan sesuatu yang kontras: kuno dan kini secara bersamaan! Musiknya eksperimental namun tetap membawa semangat tradisi dengan radikal.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesan Cinta oleh Dennis Rea untuk (Tradisi) Cina</strong></p>
<p>Album : <strong>Views from Chicheng Precipice</strong><br />
Label   :<strong> MoonJune Records</strong>,<strong> 2010</strong></p>
<p>1. Three Views From Chicheng Precipice (after Bai Juyi)<br />
2. Tangabata<br />
3. Kan Hai De Re Zi (Days by the Sea)<br />
4. Aviariations on &#8220;A Hundred Birds Serenade the Phoenix&#8221;<br />
5. Bagua (Eight Trigrams)</p>
<div id="attachment_11594" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-11594" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/09/Dennis-Rea_Chicheng.jpg" alt="Dennis Rea_Chicheng" width="300" height="300" /><p class="wp-caption-text">Dennis Rea - Views From Chicheng Precipice</p></div>
<p>Setiap kebudayaan di dunia tentu memiliki keunikan tersendiri, itulah yang membedakan satu dengan lainnya. Dalam kacamata orang Barat pada umumnya, kebudayaan Timur dianggap sebagai sesuatu yang mistis, irasional, eksotis, dan celakanya; submisif – berujung pada kolonialisme dan imperialisme. Namun tidak demikian halnya dengan seorang bernama <strong>Dennis Rea</strong>. Ia melihat kebudayaan Timur (dalam konteks ini Cina) merupakan sebuah entitas yang adiluhung, terlihat dari bagaimana ia menaruh respek atas musik Cina dengan menekuni pakem-pakem tradisi – untuk selanjutnya digarap dalam semangat kekinian. Ikhtiar tersebut diwujudkan pada album <em>Views From Chicheng Precipice</em> ini.</p>
<p>Dennis sempat bermukim di Cina dan Taiwan antara tahun 1989 – 1996, tatkala situasi politik negara itu sedang bergolak. Di rentang waktu itu pula dirinya menjadi pengajar Bahasa Inggris sembari berinteraksi musikal dengan para seniman musik di tanah Mandarin  tersebut. Selain sebagai musikus, Dennis pun adalah seorang pengarang jempolan. Memoar tentang pengalaman (musikal dan non-musikal) tersurat dalam <em>Live at the Forbidden City: Musical Encounters in China and Taiwan</em> (iUniverse, Inc., 2006).</p>
<p>Terdiri atas lima trek, dengan sebuah komposisi orisinil Dennis dan empat gubahan aransemen tradisional, album ini menampilkan sesuatu yang kontras: kuno dan kini secara bersamaan! Musiknya eksperimental namun tetap membawa semangat tradisi dengan radikal.</p>
<p>Nomor pembuka adalah “Three Views From Chicheng Precipice”, komposisi Dennis yang terinspirasi dari sajak <strong>Bái Jūyì</strong><em> </em>(772-846), pujangga di masa Dinasti <strong>Tang</strong>. Introduksi mengalun halus lewat gesekan biola dan petikan gitar seolah meniupkan udara dataran tinggi Chicheng serta elok alamnya. Dibawakan dengan kemayu dan teratur, namun sampai di tengah komposisi, keteraturan itu dirombak lewat penguraian struktur kalimat musiknya untuk masing-masing personil berimprovisasi bebas. Pukulan drum inkonsisten serta ragam suara elektronis menjadi daya tarik tersendiri, seolah mengantarkan “petualangan bunyi” menuju empat nomor berikutnya.</p>
<p>Dilanjutkan dengan “Tangabata” yang mengalir lambat, berkesan meditatif dan elusif. Berdurasi hampir enam belas menit, nomor ini memuat hembusan trombone, klarinet bas, dan shakuhachi berpadu garapan elektro-akustik. Trek ketiga “Kan Hai De Re Zi (“Days By the Sea”)” terasa lebih dinamis secara ritmik, kuat bernuansa <em>art rock</em> waktu Dennis ambil bagian solo gitar. Sementara pada “Aviariations on “A Hundred Birds Serenade the Phoenix” bisa disimak kedahsyatan vokal <strong>Caterina de Re</strong>. Ia begitu ekspresif mengolah pita suara hingga bunyinya sangat mirip dengan bermacam jenis burung. Aura mistis terdeteksi ketika Dennis memasukkan unsur musik elektronik bergaya <strong>György Ligeti </strong>ataupun <strong>Karlheinz Stockhausen</strong>.</p>
<p>Trek penutup “Bagua (Eight Trigrams)” secara eksplisit mengacu pada spiritualitas kosmologi Tao. Keseimbangan ditunjukkan dalam peleburan dua hal kontradiktif; keteraturan dan kekacauan – hitam dan putih menjadi abu-abu. Komposisi ini menampilkan eksplorasi pelbagai instrumen berdawai seperti gitar, koto, baliset, biola, cello, dan bau, juga kalimba yang berlatar suara-suara sintetis dalam kerangka musik aleatorik khas <strong>John Cage</strong>.</p>
<p>Ada baiknya untuk menyimak kutipan Dennis Rea perihal album terbarunya ini, “Dalam merumuskan aransemen komposisi Cina, Taiwan, dan Asia Timur minoritas favorit saya pada album ini, saya lebih mengutamakan pakem tradisional, semisal membatasi pemain pada tangga nada tertentu serta menghindari penggunaan harmoni musik Barat. Di lain pihak, saya coba ambil resiko dalam penafsiran musik tradisi – harmonisasi pada beberapa frase, instrumentasi yang tidak biasa, serta menyertakan <em>noise</em>, nada-nada kromatis, improvisasi bebas, dan amplifikasi – sembari tetap mengacu kepada semangat tradisi tersebut. Proyek ini adalah “surat cinta” kepada belahan dunia yang telah memberikan kelimpahan tak terhingga dalam hidup saya, baik secara musikal maupun hal menarik lainnya.”</p>
<p><strong>Personil</strong>:</p>
<p><strong>Dennis Rea</strong>: gitar elektrik, melodica, Naxi jaw harp, dan bau, kalimba<br />
<strong>Alicia Allen</strong>: violin<br />
<strong>Greg Campbell</strong>: drum, perkusi<br />
<strong>Ruth Davidson</strong>: cello<br />
<strong>James DeJoie</strong>: flute bas, seruling bambu, klarinet bas<br />
<strong>Caterina de Re</strong>: vokal<br />
<strong>Stuart Dempster</strong>: trombone, conch shell<br />
<strong>Will Dowd</strong>: drum, perkusi<br />
<strong>Elizabeth Falconer</strong>: koto<br />
<strong>John Falconer</strong>: shakuhachi<br />
<strong>Jay Jaskot</strong>: drum<br />
<strong>Paul Kikuchi</strong>: perkusi<br />
<strong>Kevin Millard</strong>: baliset</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Freview%2F2010%2F09%2F12%2Fdennis-rea-views-from-chicheng-precipice%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/review/2010/09/12/dennis-rea-views-from-chicheng-precipice/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

