<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wartajazz.com &#187; Beyond Jazz</title>
	<atom:link href="http://www.wartajazz.com/category/news/beyond-jazz/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wartajazz.com</link>
	<description>The Ultimate Jazz Source for Indonesian Jazz Lovers - Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 01:41:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Jazzwecare, Kesibukan dari Dapur Wartajazz</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2010/11/11/jazzwecare-kesibukan-dari-dapur-wartajazz/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jazzwecare-kesibukan-dari-dapur-wartajazz</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2010/11/11/jazzwecare-kesibukan-dari-dapur-wartajazz/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 11:08:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ceto Mundiarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beyond Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Merapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=11973</guid>
		<description><![CDATA[Wartajazz juga ikut berpartisipasi dalam membantu sedikit meringankan beban para pengungsi korban lutusan Gunung Merapi sejak hari Jum'at (5/11) minggu lalu dengan membuat dapur umum. 
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 25 Oktober 2010, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta meningkatkan status aktifitas Gunung Merapi menjadi &#8220;Awas&#8221;. Sehari setelahnya, terjadi letusan pertama Merapi yang melemparkan materialnya 1.5 km ke atas dan mengeluarkan awan panas yang sempat menyapu Desa Kepuharjo. Puluhan orang meninggal dunia, termasuk mbah Maridjan, sang juru kunci Merapi. Sejak itu, Merapi terus mengeluarkan lava pijar, abu vulkanis dan awan panas secara tidak teratur. Jum&#8217;at dini hari  5 November 2010, terjadi ledakan besar yang didahului suara gemuruh yang sampai terdengar hingga Wonosobo. Daerah bahaya diperlebar dalam radius 20 km yang sebelumnya 15 km dari puncak Merapi. Ledakan tersebut memakan korban lebih dari 100 jiwa dan membuat ratusan ribu orang mengungsi dari tempat tinggalnya.</p>
<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/11/DSC_3708-Large.jpg"><br />
</a><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/11/DSC_3704-Large.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-11997" title="DSC_3704 (Large)" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/11/DSC_3704-Large.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Hal tersebut membuat masyarakat, pemerintah, berbagai komunitas dan LSM yang berada di sekitar kaki Gunung Merapi tanggap dengan kondisi di atas dengan menyediakan posko-posko pengungsian, menyediakan nasi bungkus, obat-obatan, pakaian, selimut dan berbagai bantuan non-fisik lainnya.</p>
<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/11/DSC_3700-Large.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-11996" title="DSC_3700 (Large)" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/11/DSC_3700-Large.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Dengan kejadian tersebut, Wartajazz juga ikut berpartisipasi dalam membantu sedikit meringankan beban para pengungsi korban lutusan Gunung Merapi sejak hari Jum&#8217;at (5/11) minggu lalu dengan membuat dapur umum. Makanan tersebut didistribusikan kepada para pengungsi.  Spontanitas teman-teman wartajazz di Jogja juga mendukung upaya ini. Setiap hari lebih dari 8 orang membantu dari belanja bahan makanan, memasak, membungkus sampai diserahkan kepada beberapa pihak yang mendistibusikan secara langsung di posko-posko pengungsian yang tersebar di sekitar kaki Gunung Merapi.</p>
<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/11/DSC_3708-Large.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-11995" title="DSC_3708 (Large)" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/11/DSC_3708-Large.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Sampai saat berita ini diturunkan, status aktifitas Gunung Merapi belum diturunkan ke &#8220;Siaga&#8221;  dan daerah bahaya masih tetap dalam radius 20 km dari puncak Merapi.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2Fbeyond-jazz%2F2010%2F11%2F11%2Fjazzwecare-kesibukan-dari-dapur-wartajazz%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2010/11/11/jazzwecare-kesibukan-dari-dapur-wartajazz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MUSICAL MEETING NIGHT @CAFE AU LAIT SAJIKAN TOMMEE, RIZA ARSHAD DKK</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/05/15/musical-meeting-night-cafe-au-lait-sajikan-tommee-riza-arshad-dkk/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=musical-meeting-night-cafe-au-lait-sajikan-tommee-riza-arshad-dkk</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/05/15/musical-meeting-night-cafe-au-lait-sajikan-tommee-riza-arshad-dkk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 00:37:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beyond Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=573</guid>
		<description><![CDATA[Tak ingin menghabiskan waktu menjelang akhir pekan anda ditengah kemacetan di Jakarta?. Segera saja bergabung ke Cafe AuLait Jl. Cikini Raya No. 17, Menteng mulai jam 8 malam ini, Jumat 16 Mei 2008. Akan hadir Tommee bersama Iwan Wiradz &#8211; Darbuka/Jembe, Adhitya Pratama (simakDialog) &#8211; Electric Bass, Riza Arshad (simakDialog) &#8211; Piano/Akordeon dan Danny Ardiono [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak ingin menghabiskan waktu menjelang akhir pekan anda ditengah kemacetan di  Jakarta?. Segera saja bergabung ke Cafe AuLait Jl. Cikini Raya No. 17, Menteng  mulai jam 8 malam ini, Jumat 16 Mei 2008.</p>
<p>Akan hadir <strong>Tommee </strong>bersama<strong> Iwan Wirad</strong>z &#8211;  Darbuka/Jembe, <strong>Adhitya Pratama </strong>(simakDialog) &#8211; Electric Bass,  <strong>Riza Arshad </strong>(simakDialog) &#8211; Piano/Akordeon dan <strong>Danny  Ardiono </strong>(drum). Para musisi ini akan membawakan musik orisinal dan  lainnya yg berakar pada karakter para pemain yg terlibat dalam pertunjukan.</p>
<p>Apa latar belakang para musisi diatas?.</p>
<p>Riza Arshad dan Adhitya Pratama merupakan personel simakDialog, sebuah  kelompok jazz yang telah merilis 4 buah album. Saat ini mereka sedang  menyesaikan album terbaru yang konon akan dirilis bulan Agustus  mendatang.Informasi tentang kelompok mereka dapat dilihat di link berikut <a href="http://myspace.com/simakdialog" target="_blank">myspace.com/simakdialog</a></p>
<p>Sementara <strong>Iwan Wiradz </strong>adalah musisi/perkusionis yang kerap  tampil dengan berbagai grup. Baru-baru ini aia meluncurkan solo album bersama  Tri. Iwan juga tercatat pernah menjadi agian dari band fusion Cherokee. Sedang  <strong>Danny Ardiono </strong>adalah composer/arranger/sound engineer<br />
dan  drummer pada grupnya Anda &#8216;Bunga&#8217;.</p>
<p>Sedangkan <strong>Tommee</strong> merupakan musisi yang besar disebuah kampung Bima. Ia menghabiskan waktu lebih  dari 20 tahun bermain di berbagai benua seperti Australia, Amerika Utara dan  Asia dengan berbagai band dan artis termasukd iantaranya <strong>Bob Brozman </strong>dan<strong> Harry Manx</strong>. Ia kemudian melakukan tour bersama  bandnya sendiri &#8216;The Neighbourhood&#8217; sampai kemudian memutuskan untuk bersolo  karir.</p>
<p>Sebagai seorang ahli dalam peralatan musik berdawai, baik yang  modern maupun yang tradisionil, lagu-lagu dari Tommee membawa semangat dan suara  dari berbagai budaya dipenjuru dunia terutama dari tanah airnya sendiri.</p>
<p>Menggabungkan suara Kecapi Jawa Barat, lima dialek Indonesia dan beberapa  inspirasi dari barat termasuk penggabungkan antara reggae, blues, latin dan  jazz, menjadikan penampilannya kaya dengan sentuhan kehangatan. Sebagai penamil  tunggal, Tommee sanggup menggerakkan penonton untuk bergoyang dan menari  mengikuti musiknya.</p>
<p>So, tertarik nonton acara diatas?. Anda tidak dipungut biaya, alias tinggal  datang saja. Buruan, karena tempat duduk terbatas, kecuali kalau anda betah  berdiri. Butuh informasi lebih lanjut? Hubungi Telp. 39835094.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2Fbeyond-jazz%2F2008%2F05%2F15%2Fmusical-meeting-night-cafe-au-lait-sajikan-tommee-riza-arshad-dkk%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/05/15/musical-meeting-night-cafe-au-lait-sajikan-tommee-riza-arshad-dkk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ISI AKHIR PEKAN ANDA DENGAN NONTON TREMOR DI TENNIS INDOOR SENAYAN</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/05/05/isi-akhir-pekan-anda-dengan-nonton-tremor-di-tennis-indoor-senayan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=isi-akhir-pekan-anda-dengan-nonton-tremor-di-tennis-indoor-senayan</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/05/05/isi-akhir-pekan-anda-dengan-nonton-tremor-di-tennis-indoor-senayan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 23:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beyond Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=583</guid>
		<description><![CDATA[Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti untuk pertama kalinya mengadakan acara pertunjukan musik dengan mengusung tema jazz yaitu TREMOR (Trisakti Medical Music on Reformation). Acara ini bertujuan untuk mengobarkan semangat reformasi dan menggalang gerakan anti narkoba sekaligus merupakan bentuk kepedulian mahasiswa Fakultas Kedokteran terhadap musik. TREMOR akan diadakan pada hari Minggu, tanggal 11 Mei 2008. Rangkaian acara [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="../images/tremor2008.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" width="350" height="495" align="right" />Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti untuk pertama kalinya  mengadakan acara pertunjukan musik dengan mengusung tema jazz yaitu TREMOR  (Trisakti Medical Music on Reformation). Acara ini bertujuan untuk mengobarkan  semangat reformasi dan menggalang gerakan anti narkoba sekaligus merupakan  bentuk kepedulian mahasiswa Fakultas Kedokteran terhadap musik.</p>
<p>TREMOR akan diadakan pada hari Minggu, tanggal 11 Mei 2008. Rangkaian acara  akan diawali dengan kampanye anti narkoba di Bundaran HI yang didukung oleh  <strong>Balawan </strong>dari pukul 11.00-14.00, dilanjutkan dengan pertunjukan  musik jazz mulai pukul 14.00-22.00 di Tennis Indoor Senayan.</p>
<p>Rencananya acara ini akan diramaikan oleh penampilan dari <strong>Maliq and  d’Essential, Tompi, Balawan, RAN, Kulkul band, SOL Project </strong>dan selain  menampilkan pula <strong>Jazzyphonic </strong>dan <strong>Diafragma</strong>.  Turut memeriahkan, penampilan dari UKM Tari Tradisional dan Paduan Suara  Trimedika.</p>
<p>Target pengunjung acara ini sebanyak 4000 orang yang terdiri dari para  mahasiswa, siswa SMA dan masyarakat umum. Diharapkan dengan berlangsungnya acara  ini dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap gerakan anti narkoba dan  mengobarkan semangat reformasi dengan cara yang menyenangkan.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2Fbeyond-jazz%2F2008%2F05%2F05%2Fisi-akhir-pekan-anda-dengan-nonton-tremor-di-tennis-indoor-senayan%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/05/05/isi-akhir-pekan-anda-dengan-nonton-tremor-di-tennis-indoor-senayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KONSER MUSIK KUA ETNIKA &#8211; VERTIGONG: ORANG JAWA MAIN JAZZ DI TAMAN ISMAIL MARZUKI JAKARTA</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/05/01/konser-musik-kua-etnika-vertigong-orang-jawa-main-jazz-di-taman-ismail-marzuki-jakarta/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=konser-musik-kua-etnika-vertigong-orang-jawa-main-jazz-di-taman-ismail-marzuki-jakarta</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/05/01/konser-musik-kua-etnika-vertigong-orang-jawa-main-jazz-di-taman-ismail-marzuki-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 00:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beyond Jazz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[Setelah lama tidak manggung dengan produksi karya terbaru, kelompok musik dari komunitas seni Kua Etnika akan menyelenggarakan konser. Rencana pergelaran akan diadakan di dua kota yaitu : Jakarta pada tanggal 7 &#38; 8 Mei 2008 pukul 20.00 di Gedung Graha Bhakti Budaya Taman Izmail Marzuki dan Yogyakarta pada tanggal 14 Mei 2008 pukul di Gedung [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="../images/kuaetnika-purwanto.jpg" alt="Kua Etnika - Purwanto" hspace="5" vspace="5" width="350" height="233" align="right" />Setelah  lama tidak manggung dengan produksi karya terbaru, kelompok musik dari komunitas  seni <strong>Kua Etnika</strong> akan menyelenggarakan konser. Rencana  pergelaran akan diadakan di dua kota yaitu : Jakarta pada tanggal 7 &amp; 8 Mei  2008 pukul 20.00 di Gedung Graha Bhakti Budaya Taman Izmail Marzuki dan  Yogyakarta pada tanggal 14 Mei 2008 pukul di Gedung Societed Taman Budaya  Yogyakarta.</p>
<p>“Pada konser kali ini, kita akan memberikan kesempatan kepada mas Purwanto  untuk mempresentasikan karya-karyanya sekaligus men-<em>jumeneng</em>-kan  kapasitas dan keberadaan mas Purwanto sebagai musikus juga komponis”, kata  Djaduk Ferianto penggagas konser &amp; jendralnya Kua Etnika.</p>
<p>Konser yang bekerjasama dengan PKJ &#8211; Taman Izmail Marzuki Jakarta dan Taman  Budaya Yogyakarta ini akan mengangkat Judul <strong>VERTIGONG</strong> (orang  jawa main jazz). “Konser Musik <em>Vertigong</em>, adalah upaya untuk  mengembangkan potensi kreatif yang ada di dalam Kua Etnika. Ini memperlihatkan  kegelisahan kreatif saya &amp; Kua Etnika, sekaligus upaya untuk terus melakukan  pencarian atau eksplorasi musikalitas, agar kelompok ini terus bekembang”, kata  Purwanto. “Dengan begitu, akan muncul energi baru, pola musikalitas yang baru,  yang berangkat dari spirit yang dikembangkan oleh Kua Etnika selama ini,  sekaligus mencari persentuhan-persentuhan baru yang lebih segar”,  tambahnya</p>
<p>Selain didukung oleh musisi Kua Etnika, pergelaran ini juga  akan didukung  bintang tamu: <strong>Trie Utami &amp; Christoper  Abimanyu.</strong></p>
<p><strong>Orang Jawa Main Jazz</strong><br />
Pada Konser Musik <em>Vertigong</em> ini, akan dikembangkan satu spirit yang berangkat dari pertemuan antara music  berbasis tradisi (Jawa) dengan spirit Jazz. Dua wilayah musik itu menjadi basis  ide kreatif untuk melahirkan komposisi-komposisi yang dinamis, yang memberikan  ruang bagi tekhnikalitas permainan sekaligus pencapaian harmoni antar  keduanya.</p>
<p>Dialog kreatif musikalitas itu akan mempertemukan intrumen dan semangat  tradisi dengan intrumen dan semangat music modern, dalam hal ini jazz. Jazz  ialah<em> genre</em> musik yang terbuka. Jazz menjadi menarik dan hidup, karena  selalu bersedia untuk menerima elemen musik di luar dirinya. Itulah yang membuat  teknikalitas permainan dalam jazz pun menjadi selalu menarik, sekaligus  menantang. Beberapa komposisi yang dibikin Purwanto akan memperlihatkan  persentuhan itu. Bagaimana spirit tradisi, dengan pakem musik yang mapan, akan  ditafsir kembali dalam permainan jazz. Begitu juga sebaliknya, bagaimana  improvisasi tekhnikalitas yang menjadi semangat jazz akan dipakai untuk  menghidupkan dan menafsirkan komposisi-komposisi yang memakai element dasar  musik tradisi, dalam hal ini Jawa. Tentu saja akan menarik menyaksikan bonang,  misalnya, berdialog dengan flute atau bahkan gitar yang modern.</p>
<p>“Konser Musik <em>Vertigong</em> pada akhirnya merupakan upaya kreatif  seorang manusia Jawa dalam mengolah semangat modern yang telah menjadi bagian  tak terpisahkan. Jazz adalah representasi dari semangat manusia modern ini.  Bagaimana musik menjadi bagian ekspresi dan pencarian idenitas manusia, menjadi  sejarah perkembangan jazz. Begitu pula bagaimana music menjadi identitas  cultural, sangat terasa dalam sejarah pencapaian gamelan. Ketika keduanya  bertemu, maka itu adalah sebuah bertemuan yang memperlihatkan upaya kreatif  untuk mengembangkan diri dari identitas yang dimiliki. Karena identitas  sesungguhnya terus berkembang. Meski dalam perkembangannya itu sering mengalami  gegar budaya, suatu tubrukan yang mungkin membuat pusing dan pening, seperti  orang yang kena vertigo” kata Butet Kartaredjasa pimpinan produksinya yang  diamini Purwanto .</p>
<p><em>Vertigong</em> adalah upaya kreatif untuk menggambarkan itu melalui  pertunjukan musik.</p>
<p><strong>Repertoar Musik </strong><br />
<em>Vertigong</em> adalah repertoar musik yang akan diproduksi KUA  ETNIKA untuk mematangkan jalur kreatif yang dipilihnya. Panggung Vertigong pada  akhinya akan menjadi jejak pemikiran dan jejak kreatif KUA ETNIKA. Beberapa  komposisi musik yang akan di mainkan antara lain: Abbabau, Gumrenggeng, Gambang  Crawak, Phenomenong, dll.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2Fbeyond-jazz%2F2008%2F05%2F01%2Fkonser-musik-kua-etnika-vertigong-orang-jawa-main-jazz-di-taman-ismail-marzuki-jakarta%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/05/01/konser-musik-kua-etnika-vertigong-orang-jawa-main-jazz-di-taman-ismail-marzuki-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KLARINETIS JIMMY GIUFFRE MENINGGAL DUNIA</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/04/27/klarinetis-jimmy-giuffre-meninggal-dunia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=klarinetis-jimmy-giuffre-meninggal-dunia</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/04/27/klarinetis-jimmy-giuffre-meninggal-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 00:26:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beyond Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[Komposer, arranger, klarinetis senior yang telah menghabiskan lebih dari 50 tahun karirnya di dunia jazz, Jimmy Giuffre dikabarkan meninggal dunia karena komplikasi penyakit parkinson, demikian seperti dirilis disejumlah media di Amerika Serikat, Kamis 24 Apri 2008. Selain memainkan klarinet, Jimmy yang meninggalkan seorang istri ini juga mahir memainkan bass flute dan bariton/soprano/tenor saxophone. Giuffre (baca: [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="../images/giuffre-freefall.jpg" border="0" alt="" hspace="5" vspace="5" width="250" height="250" align="right" />Komposer, arranger, klarinetis senior yang telah  menghabiskan lebih dari 50 tahun karirnya di dunia jazz, <strong>Jimmy Giuffre </strong>dikabarkan meninggal dunia karena komplikasi penyakit parkinson,  demikian seperti dirilis disejumlah media di Amerika Serikat, Kamis 24 Apri  2008.</p>
<p>Selain memainkan klarinet, Jimmy yang meninggalkan seorang istri ini juga  mahir memainkan bass flute dan bariton/soprano/tenor saxophone. Giuffre (baca:  Juu-fri) lahir di Dallas 26 April 1921. Pernah mengenyam pendidikan di North  Texas State Teachers College dan bergabung dengan militer yang bertugas bermain  dalam sebuah quintet di ruangan besar (hall) saat waktu makan tiba.</p>
<p>Di tahun 1940-an, ia bekerja dengan banyak band populer seperti <strong>Boyd  Raeburn, Jimmy Dorsey, Buddy Rich </strong>dan <strong>Woody Herman</strong>.  Musisi yang disebut terakhir ini bekerjasama dengan Giuffre sehingga &#8220;Four  Brothers&#8221; menjadi lagu klasik jazz hingga saat ini.</p>
<p>Ia membuat trio bersama gitaris <strong>Jim Hall </strong>dan trombonis  <strong>Bob Brookmeyer</strong>, dan muncul dalam film <em>Jazz on a Summer’s  Day</em>. Ia juga bermain dengan Shorty Rogers, Shelly Manne dan Howard Rumsey.  Setelah merilis album berjudul <em>Free Fall</em> dibawah label Columbia/Legacy  bersama <strong>Paul Bley </strong>dan <strong>Steve Swallow</strong>, Giuffre  mulai berkonsentrasi mengajar, meskipun tetap rekaman sesekali.</p>
<p>Sebagai musisi, Jimmy memiliki style yang beragam mengingat ia bagian dari  sejarah perkembangan jazz. Sebut saja mulai Cool, west-coast jazz, hingga  Avant-garde. Situs Allmusic.com merekomendasikan album Emphasis &amp; Flight,  rekaman tahun 1961 yang kemudian dirilis kembali oleh HATology tahun 2003 yang  lalu. Disini Jimmy yang tergabung dalam <strong>Jimmy Giuffre 3</strong> bersama  Paul Bley dan Steve Swallow. Kabarnya album yang sangat rekomended ini hanya  dirilis sebanyak 3000 kopi.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2Fbeyond-jazz%2F2008%2F04%2F27%2Fklarinetis-jimmy-giuffre-meninggal-dunia%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/04/27/klarinetis-jimmy-giuffre-meninggal-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DWIKI AKAN BERIKAN WORKSHOP DI MUSICIAN INSTITUT LOS ANGELES</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/04/18/dwiki-akan-berikan-workshop-di-musician-institut-los-angeles/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dwiki-akan-berikan-workshop-di-musician-institut-los-angeles</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/04/18/dwiki-akan-berikan-workshop-di-musician-institut-los-angeles/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 00:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beyond Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[Keyboardis Dwiki Dharmawan akan tampil dalam kegiatan workshop di Musician Institut, di Los Angeles (AS), Kamis tanggal 8 Mei 2008 mendatang. Demikian informasi yang berhasil dihimpun oleh Wartajazz.com saat dihubungi Dwiki lewat saluran telepon beberapa hari lalu. Workshop yang akan mengetengahkan topik mengenai keunikan gaya fusion jazz yang dikembangkan oleh Dwiki selain tentang microtonal music [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keyboardis Dwiki Dharmawan akan tampil dalam kegiatan workshop di Musician  Institut, di Los Angeles (AS), Kamis tanggal 8 Mei 2008 mendatang. Demikian  informasi yang berhasil dihimpun oleh Wartajazz.com saat dihubungi Dwiki lewat  saluran telepon beberapa hari lalu.</p>
<p>Workshop yang akan mengetengahkan topik mengenai keunikan gaya fusion jazz  yang dikembangkan oleh Dwiki selain tentang <em>microtonal music </em>yang  bersumber dari kekayaan budaya Indonesia.</p>
<p>Kedatangan Dwiki ke LA adalah untuk kali kedua setelah sebelumnya ia sempat  pula hadir disela-sela kegiatannya merekam proyek terbarunya World Peace  Orchestra yang mengundang banyak musisi untuk turut bergabung diantaranya Russel  Ferrante dan Jimmy Haslip dari kelompok Yellowjackets. Andy Suzuki, Roger Burns  dan Tollak Ollestad dari Shapes plus drummer Walfredo Reyes Jr.</p>
<p>Selain memberikan workshop, Dwiki juga dijadwalkan akan tampil dalam kegiatan  festival <a href="http://www.temeculawineandmusicfestival.com/"><strong>Temecula  Wine and Music Festival</strong></a> tanggal 3-4 Mei 2008 yang diselenggarakan  di Vail Lake Resort, Temecula, California AS. Sejumlah musisi lain yang akan  tampil di festival ini antara lain Brian Simpson, Marc Antoine, Jody Watley,  Steve Oliver, Paul Brown, Chieli Minucci, Everette Harp, Michael Paulo dan James  Ingram.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Tentu bukan pertama kali ini Dwiki memberikan workshop di depan audiens  internasional. Sejak beberapa tahun lalu ia secara aktif baik sendirian maupun  bersama Krakatau, telah memberikan workshop diberbagai tempat.</p>
<p>Beberapa yang sempat didokumentasikan oleh Wartajazz seperti workshop di  Bowling Green University, University of Wisconsin-Madison, Royal Conservatory of  Music Toronto, dan yang terakhir di Australian Music Institut tahun 2007 yang  lalu.</p>
<p>Dwiki Dharmawan merupakan pimpinan sekaligus keyboardis kelompok Krakatau.  Selain itu ia juga aktif mengerjakan musik dan berkiprah di dunia pendidikan  lewat Farabi Music-nya. Sukses untuk Dwiki.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2Fbeyond-jazz%2F2008%2F04%2F18%2Fdwiki-akan-berikan-workshop-di-musician-institut-los-angeles%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/04/18/dwiki-akan-berikan-workshop-di-musician-institut-los-angeles/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MELODI DAN LIRIK YANG MANIS DARI BOBBY CALDWELL</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/03/25/melodi-dan-lirik-yang-manis-dari-bobby-caldwell/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=melodi-dan-lirik-yang-manis-dari-bobby-caldwell</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/03/25/melodi-dan-lirik-yang-manis-dari-bobby-caldwell/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 00:36:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beyond Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Java Jazz Festival]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=608</guid>
		<description><![CDATA[Kalau anda ingat ‘Real Thing’, ‘Heart of Mine’, ‘What Do You Want Me for Love’ dan banyak lagi hits single tahun 80-an lainnya. Dimana yang melantunkan lagu tersebut bersuara melankolis dengan melodi &#38; lirik yang manis, dia adalah penyanyi dan juga pencipta lagu pria bermata biru Bobby Caldwell. Tampil dua kali pada ajang Dji Sam [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau anda ingat ‘Real Thing’, ‘Heart of Mine’, ‘What Do You Want Me for Love’  dan banyak lagi hits single tahun 80-an lainnya. Dimana yang melantunkan lagu  tersebut bersuara melankolis dengan melodi &amp; lirik yang manis, dia adalah  penyanyi dan juga pencipta lagu pria bermata biru <strong>Bobby  Caldwell.</strong></p>
<p>Tampil dua kali pada ajang Dji Sam Soe Super Premium Java Jazz Festival 2008,  yaitu pada hari pertama (07/03) di Plenary Hall dan hari kedua (08/03) di  Assembly 3. Dibuka dengan tembang ‘Heart of Mine’, lagu yang ia ciptakan dan  dipopulerkan oleh Boz Scaggz. Pada lagu ini ia juga memainkan pianika. Selain  sebagai penyanyi dan pencipta lagu, Bobby Caldwell juga dikenal mahir bermain  piano dan gitar. Dilanjutkan dengan ‘All or Nothing At All’ yang dahulunya  dipopulerkan oleh Al Jarreau. Lalu ‘What you won’t do for love’, yang berhasil  meraih Double Platinum di Amerika Serikat dan Gold di Jepang. Beberapa dari  album yang ia keluarkan selain sukses di Amerika Serikat juga meraih sukses di  Jepang. Malah melebihi kesuksesan di negara asalnya, Amerika Serikat. Contohnya  adalah album ‘Cat in the Hat’ (1980) yang meraih platinum di Jepang, sedang di  Amerika hanya meraih Gold.</p>
<p>Selanjutnya ia melantunkan ‘Real Thing’ yang disambut keriuhan penonton.  Siapa yang tidak tahu lagu ini.. Seisi Plenary Hall seakan ikut menyanyi semua.  Sepertinya lagu inilah yang ditunggu-tunggu penggemar Caldwell. Kebanyakan  hitsnya termasuk lagu ini banyak ditemukan pada kompilasi lagu-lagu dengan  <em>tag</em> Jazzy Tunes berlabel Smoothjazz hingga sekarang. Dilanjutkan dengan  ‘Come to Me’, ‘Call Me Up’, ‘Don&#8217;t worry about me’ dan ‘In The After Life’.</p>
<p>Karirnya sebagai pencipta lagu bisa dibilang melebihi kesuksesannya didunia  tarik suara. Lagunya justru banyak menjadi hits ketika dibawakan oleh Chicago,  Boz Scaggs, Peter Cetera dan Amy Grant, Neil Diamond dan Al Jarreau.</p>
<p>Sayangnya penampilan Caldwell kurang begitu komunikatif terhadap penonton.  Sehingga lagu demi lagu berlalu begitu saja. Padahal begitu banyak penonton yang  sangat hafal setiap lagu yang dilantunkan.</p>
<p>Penampilannya di Plenary Hall, Caldwell didampingi Patrick lamb (Tenor  Saxophone), Mark Mc.Millen (Keyboards), Carlyle Barriteau (Guitar), Johnny  Friday (Drums), Jean Mc. Lain (Backing Vocal) dan Roberto Vally (Bass)</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2Fbeyond-jazz%2F2008%2F03%2F25%2Fmelodi-dan-lirik-yang-manis-dari-bobby-caldwell%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/03/25/melodi-dan-lirik-yang-manis-dari-bobby-caldwell/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LAPORAN HARI KEDUA: HARVEY MASON, PAT MARTINO &amp; TONY MONACO</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/03/20/laporan-hari-kedua-harvey-mason-pat-martino-tony-monaco/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=laporan-hari-kedua-harvey-mason-pat-martino-tony-monaco</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/03/20/laporan-hari-kedua-harvey-mason-pat-martino-tony-monaco/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 00:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ceto Mundiarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beyond Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Java Jazz Festival]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang tengah malam, pecinta musik jazz masih dihibur dengan berbagai pertunjukan menarik lainnya. Salah satunya adalah drummer terkenal Harvey Mason, salah satu personil dari smoothjazz supergroup Fourplay. Meski Harvey kali ini tidak tampil bersama rekan-rekannya dari Fourplay. Namun line up musisi yang akan tampil bersamanya sangatlah menarik bagi para pecinta jazz. Kali ini Harvey Mason [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjelang tengah malam, pecinta musik jazz masih dihibur dengan berbagai  pertunjukan menarik lainnya. Salah satunya adalah drummer terkenal Harvey Mason,  salah satu personil dari smoothjazz supergroup Fourplay. Meski Harvey kali ini  tidak tampil bersama rekan-rekannya dari Fourplay. Namun line up musisi yang  akan tampil bersamanya sangatlah menarik bagi para pecinta jazz. Kali ini  <strong>Harvey Mason </strong>tampil bersama<strong> Tony Monaco</strong> (organ) dan<strong> Pat Martino</strong> (gitar).</p>
<p>Pat Martino, nama yang tidak asing lagi bagi para pecinta jazz. Dia adalah  salah satu gitaris jazz handal angkatan 1960an yang sampai sekarang masih  bertahan. Meski beberapa tahun lalu sempat menderita semacam penyakit kanker  otak yang hampir merenggut nyawanya, Pat Martino masih mampu menghasilkan  beberapa album yang bagus. Seperti “Think Tank” (2003) dan “Remember: A Tribute  To Wes Montgomery” (2006). Keduanya dikeluarkan di bawah label Blue Note.</p>
<p>Pertunjukannya dimulai dengan sebuah komposisi terkenal karya Wes Montgomery  ‘Four On Six’. Dengan berdiri tegap di tengah panggung, penampilan Pat Martino  masih bisa memukau para penonton dengan kalimat-kalimat improvisasinya yang  panjang. Gaya permainannya sebenarnya cukup orisinil. Nada-nada yang keluar  bersifat tegas dan artikulasinya bagus. Sepertinya juga dia lebih cocok bermain  dalam komposisi-komposisi yang bertempo cepat dari pada <em>ballad</em>.  Terlihat ketika dia bermain <em>ballad</em>, gitaris kelahiran Philadephia 25  Agustus 1944 ini lebih senang menggunakan ketukan <strong>double time</strong>.  Komposisi kedua masih dari Wes Montgomery ‘West Coast Blues’ yang ditampilkan  secara manis oleh Pat Martino.<br />
Cukup menarik juga untuk disimak adalah  penampilan Tony Monaco. Dia adalah salah satu penerus dari style permainan  pemain organ legendaris Jimmy Smith. Seperti dalam penampilannya di JJF tahun  lalu, Tony Monaco tampil dengan mimik muka yang lucu, seolah mengikuti irama dan  dinamika solo improvisasinya. Gaya <em>improve</em>nya sendiri masih cukup  menggigit.</p>
<p>Justru yang terlihat keteteran atau kurang terbiasa dengan format standar  organ trio (organ, gitar, drum) adalah leadernya sendiri, Harvey Mason. Dia  tampil kurang sensitif dan terkesan agak kaku. Untungnya, dua orang lainnya  tampil lebih maksimal.</p>
<p>Secara keseluruhan, penampilan mereka cukup memikat. Terbukti para penonton  secara kompak masih memberi penghormatan <em>standing ovation</em> dan  memintanya untuk tampil kembali ke atas panggung setelah koleksi terakhir  selesai (encore). Dari beberapa penonton yang sempat ditemui WartaJazz merasa  puas setelah bisa mendapatkan kesempatan langsung menyaksikan Pat Martino.  Barangkali, bintangnya kali ini bukanlah Harvey Mason, tetapi malah Pat Martino.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2Fbeyond-jazz%2F2008%2F03%2F20%2Flaporan-hari-kedua-harvey-mason-pat-martino-tony-monaco%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/03/20/laporan-hari-kedua-harvey-mason-pat-martino-tony-monaco/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LAPORAN HARI KEDUA: MENGANGKAT TRADISI BIG BAND</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/03/18/laporan-hari-kedua-mengangkat-tradisi-big-band/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=laporan-hari-kedua-mengangkat-tradisi-big-band</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/03/18/laporan-hari-kedua-mengangkat-tradisi-big-band/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 00:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ceto Mundiarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beyond Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Java Jazz Festival]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[JJF 2008 kali ini tersirat ada usaha untuk kembali mensosialisasikan salah satu kekayaan peninggalan tradisi musik jazz, yaitu big band. Terbukti ada lebih banyak big band (selanjutnya disingkat menjadi BB -Red) yang tampil dari pada JJF tahun-tahun sebelumnya. Contohnya seperti kehadiran Kirana BB dari Jogja, Salamander BB diisi rekan-rekan dari Bandung, Jazzmint BB dari Jakarta, [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JJF 2008 kali ini tersirat ada usaha untuk kembali mensosialisasikan salah satu  kekayaan peninggalan tradisi musik jazz, yaitu big band. Terbukti ada lebih  banyak big band (selanjutnya disingkat menjadi BB -Red) yang tampil dari pada  JJF tahun-tahun sebelumnya. Contohnya seperti kehadiran <strong>Kirana BB </strong>dari Jogja, <strong>Salamander BB </strong>diisi rekan-rekan dari  Bandung, <strong>Jazzmint BB </strong>dari Jakarta, <strong>Galaxy BB </strong>yang mayoritas terdiri dari para ekspatriat Jepang di Indonesia,  <strong>Hypersax </strong>pimpinan Oni tampil diiringi oleh big band juga dan  <strong>Ron King BB </strong>dari Amerika Serikat.</p>
<p>Perhatian terhadap formasi big band dari penonton dan penyelenggara pun dari  tahun ke tahun sedikit meningkat. Seperti sengaja setting JJF 2008 kali ini  dibuka dan ditutup oleh Kirana BB yang dipimpin oleh <strong>Agung  Prasetyo</strong>. Salamander BB tampil dua kali. Jazzmint BB yang rasanya  memang cukup menyegarkan. Semuanya yang seolah mengisyaratkan sebagai  bibit-bibit baru penerus tradisi big band dari dalam negeri. Ron King BB yang  tampil lebih dari tiga kali dalam kesempatan JJF 2008. Belum termasuk  penampilannya di acara konperensi pers terakhir pada hari Selasa (4/3) dan Gala  Dinner JJF 2008 yang digelar pada hari Kamis (6/3) malam.</p>
<p>Rombongan Ron King ini terdiri dari 19 orang. Barangkali mereka mewakili  sebuah big band yang diorganisir dengan baik dan professional. Dari musiknya  sampai ke masalah penampilan fisik. Mengingat mengelola big band bukanlah hal  yang mudah. Barangkali mereka dapat menjadi contoh standar untuk big band-big  band dari Indonesia. Memang terasa sedikit lebih banyak unsur hiburannya dan  aransemen dari pada spontanitasnya, namun mereka mempunyai dasar yang kuat untuk  dijadikan awal pengembangan big band. Selain bermain trumpet, Ron King sendiri  sudah mempunyai segudang pengalaman bermain dalam format big band ini. Termasuk  pernah bergabung dalam big band terkemuka di Amerika Serikat, Bill Holman dan  Clayton / Hamilton big band.</p>
<p>Secara musikal, mereka memilih jalur aman dengan menampilkan beberapa koleksi  standard yang lebih mengedepankan unsur swing yang kental dengan aransement yang  cukup modern. Mereka menampilkan komposisi-komposisi dari George Gershwin, Billy  Pierce, John Coltrane maupun Michael Brecker yang diaransir dengan rapi dan  tertata bagus. Masing-masing bagian dapat terdengar dengan cukup jelas dan  mendapat kesempatan untuk bersolo improvisasi secara memadai. Emosi sangat  terkontrol. Secara pasti mereka sepertinya berhasil menghibur para penonton yang  memenuhi ruang Assembly Hall 3.</p>
<p>Ron King Big Band terdiri dari <strong>Ron King</strong> (Trumpet &amp;  Leader), <strong>Lee Thornburg, Jamie Hovorka, Bob O’Donnell, Jeff Kaye </strong>(Trumpet), <strong>Billy Kerr, Glenn Morrissette, Glen Garrett, George  Harper, Phil Feather </strong>(Saxes), <strong>Jacques Voyemant, Alisha Ard,  Jeremy Levy, Chris Gonzales </strong>(Trombone), <strong>Cho Yoon Seung </strong>(Piano), <strong>Adam Cohen </strong>(Bass) dan <strong>Jamey Tate </strong>(Drums)</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2Fbeyond-jazz%2F2008%2F03%2F18%2Flaporan-hari-kedua-mengangkat-tradisi-big-band%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/03/18/laporan-hari-kedua-mengangkat-tradisi-big-band/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LAPORAN HARI KEDUA: FANCO D&#8217;ANDREA</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/03/17/laporan-hari-kedua-fanco-dandrea/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=laporan-hari-kedua-fanco-dandrea</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/03/17/laporan-hari-kedua-fanco-dandrea/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 00:44:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beyond Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Java Jazz Festival]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=616</guid>
		<description><![CDATA[Penampilan beberapa musisi jazz dalam negeri atau internasional yang menarik sudah digelar sejak sore hari di hari kedua JJF 2008 ini. Ada musisi jazz terkenal dari Itali Franco D’Andrea, Benny Likumahua bersama Salamander Big Band, Nial Djuliarso, Ron King Big Band maupun Dwiki Darmawan yang tampil bersama World Peace Orchestra. Untuk menyaksikan semua pertunjukan di [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penampilan beberapa musisi jazz dalam negeri atau internasional yang menarik  sudah digelar sejak sore hari di hari kedua JJF 2008 ini. Ada musisi jazz  terkenal dari Itali Franco D’Andrea, Benny Likumahua bersama Salamander Big  Band, Nial Djuliarso, Ron King Big Band maupun Dwiki Darmawan yang tampil  bersama World Peace Orchestra.</p>
<p>Untuk menyaksikan semua pertunjukan di sore hari itu pun terasa tidak  mungkin. Penulis terlebih dahulu melihat penampilan seorang pianis senior dari  Itali yang sudah membangun kariernya sebagai musisi sejak dekade 1960an, yaitu  <strong>Franco D’Andrea</strong>. Pianis yang pernah bekerja di sebuah radio di  Roma ini tampil dengan menggandeng formasi yang sepuluh tahun terakhir ini  sering tampil bersama: <strong>Aldo Mella</strong> (bass), <strong>Zeno de Rossi </strong>(drum) dan <strong>Andrea “Ayace” Ayassot </strong>(alto &amp; curved  soprano saxophone).</p>
<p>Melihat perkembangan awal style dari Franco D’Andrea memang tidak begitu  mengherankan kalau mereka tampil di JJF 2008 cenderung membawakan  komposisi-komposisi yang mempunyai harmoni terbuka dan bebas. Sehingga terdengar  seperti free jazz, namun dengan struktur komposisi lebih tertata serta pengaruh  dari era musik modern cukup kental dan masih terasa unsur swingnya.</p>
<p>Hal tersebut terlihat dari penampilan Andrea sendiri yang membuka lebar-lebar  harmoni chord dan tidak banyak memilih chord yang sifatnya mengikat musisi  lainnya. Sementara Ayassot menampilkan melodi yang mengambang, abstrak dan  improvisasinya sekilas terasa dingin namun sensitif seperti gaya khas dari Lee  Konitz. Peran bas dan drum di sini adalah penting, terutama untuk memberikan  jaminan ruang gerak bagi piano dan bass.</p>
<p>Mereka menampilkan beberapa komposisi panjang. Unsur pengembangan komposisi  terlihat dalam saat yang bersamaan dan spontanitas ketika mereka berada di atas  panggung. Jelas dari sisi ini, komunikasi dan sensibilitas masing-masing musisi  harus tetap dalam kondisi fit.</p>
<p>Dari kursi penikmat, kalau belum terbiasa mendengarkan style musik yang  mereka tampilkan, barangkali penampilan mereka terasa kurang menggigit,  cenderung dingin dan membosankan. Meskipun kalau dari segi musikal,  masing-masing musisi tentu sudah mempunyai bekal yang banyak untuk mampu  melakukannya.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2Fbeyond-jazz%2F2008%2F03%2F17%2Flaporan-hari-kedua-fanco-dandrea%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2008/03/17/laporan-hari-kedua-fanco-dandrea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

