<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wartajazz.com &#187; News</title>
	<atom:link href="http://www.wartajazz.com/category/news/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wartajazz.com</link>
	<description>The Ultimate Jazz Source for Indonesian Jazz Lovers - Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Mar 2010 15:07:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Inner Beauty bersama David Murray</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/2010/03/12/inner-beauty-bersama-david-murray/#utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=inner-beauty-bersama-david-murray</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/2010/03/12/inner-beauty-bersama-david-murray/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 18:05:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ceto Mundiarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Java Jazz Festival]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=10156</guid>
		<description><![CDATA[Mereka berempat mampu menyuguhkan tontonan jazz berbobot tanpa membuat dahi penonton berkerut. Aura David Murray memang mampu menembus batas-batas ras, budaya, politik dan geografis. Sebuah kesempatan yang langka terjadi dalam ajang pertunjukan musik jazz di Indonesia.    


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_10178" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/David-Murray-BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-160.jpg"><img class="size-medium wp-image-10178" title="David Murray BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-160" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/David-Murray-BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-160-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">David Murray</p></div>
<p>Inner beauty, sebuah konsep qualifikasi untuk menggambarkan aspek-aspek positif dari sesuatu yang non-fisik. Wikipedia menyebut kualitas tersebut meliputi <em>kindness, sensitivity, tenderness or compassion, creativity and intelligence</em>. Gambaran abstrak kualitas tersebut kalau dibandingkan dengan penampilan David Murray bersama Black Saint Quartet di AXIS Java Jazz Festival 2010 terasa melekat menjadi satu dalam aura Murray.</p>
<p>Kreatif dan pintar, kesan mendalam setelah mengamati lika-liku perjalanan karier David Murray sejak akhir dasawarsa 1970an sampai saat ini. Murray mencoba untuk memompa spirit jazz sebagai satu kesatuan yang utuh ke dalam para musisi generasi kontemporer. Kelembutan, meski sering bercumbu dengan tradisi free jazz namun masih menyisakan banyak ruang untuk bermain lembut, vibrato, dalam tiupannya  bak seorang saxophonis di era Swing. Sensitif, di beberapa tahun terakhir ini juga, Murray lebih detail dan sensitif terhadap cara memperlakukan saxophone. Pribadi yang baik, sebatas pengetahuan penulis, orangnya low profile, tegas dan terbuka. Di hari ketiga, Murray sempat memberi salam kepada penonton dengan bahasa Arab yang cukup fasih.</p>
<div id="attachment_10173" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/David-Murray-BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-199.jpg"><img class="size-medium wp-image-10173" title="David Murray BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-199" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/David-Murray-BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-199-300x199.jpg" alt="Hamid Drake &amp; David Murray" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Hamid Drake &amp; David Murray</p></div>
<p>Tampil 2 kali selama perhelatan musik terbesar di Asia ini dengan dukungan formasi Black Saint Quartet yang terdiri dari para musisi dari Chicago <strong>Lafayette Gilchrist</strong> (piano), <strong>Jaribu Sahid</strong> (bass) dan <strong>Hamid Drake</strong> (drum). Black Saint adalah sebuah label jazz dari Milan Itali yang didirikan oleh Giovanni Bonandrini di tahun 1977 yang berfokus kepada para musisi jazz kreatif dan <em>sophisticated</em>. Sedangkan beberapa album unggulan Murray sendiri ada di bawah label tersebut dari 1978 sampai 1993.  Sayang label yang berisi para musisi free jazz generasi lebih modern tersebut saat ini telah bangkrut dan dibeli oleh label yang sama-sama dari Itali, CamJazz. Nama Black Saint Quartet sendiri muncul dalam album &#8220;Sacred Ground&#8221; (2007) yang terdiri dari Lafayette Gilchrist (piano), <strong>Ray Drummond</strong> (bas), <strong>Andrew Cyrille</strong> (drum) dan vokalis tamu <strong>Cassandra Wilson</strong>.</p>
<div id="attachment_10174" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/David-Murray-BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-240.jpg"><img class="size-medium wp-image-10174" title="David Murray BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-240" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/David-Murray-BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-240-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Hamid Drake</p></div>
<p>Agak berbeda dengan masa paruh pertama karier Murray yang energik, meledak-ledak, liar, garang dan <em>atonal</em>. Sekarang ini lebih banyak fokusnya kepada masalah komposisional, kembali ke roots seperti bebop dan hardbop serta kelembutan dan keharmonisan simetris. Kalau ada kesan-kesan outside dalam permainannya semuanya dalam bingkai <em>controled freedom</em>. Termasuk ketika Murray memainkan bas klarinet yang mengingatkan kita kepada musisi jazz legendaris <strong>Eric Dolphy</strong>. Sebaliknya, justru yang tertangkap adalah kedewasaan Murray dalam bermusik.  Terlebih, penjiwaan dari sound setiap nada yang keluar dari saxophonenya begitu luar biasa. Bahkan bisa memunculkan bayangan sebuah sejarah musik jazz dan sosial masyarakat <em>Afro-American</em>.</p>
<div id="attachment_10181" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/David-Murray-BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-1231.jpg"><img class="size-medium wp-image-10181" title="David Murray BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-123" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/David-Murray-BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-1231-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Lafayette Gilchrist</p></div>
<p>David Murray menampilkan beberapa komposisi standar maupun orisinalnya seperti &#8216;Waltz Again&#8217;, &#8216;Wagoo Pagoo&#8217;</p>
<div id="attachment_10180" class="wp-caption alignright" style="width: 209px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/David-Murray-BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-031a1.jpg"><img class="size-medium wp-image-10180" title="David Murray BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-031a" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/David-Murray-BSQ-JJF2010-5Maret-AJI-031a1-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Jaribu Shahid</p></div>
<p>(dibuat sebagai respon slogan kampanye Presiden Amerika Serikat <strong>Barack Obama</strong>, Yes We Can), &#8216;Giant Step&#8217; (ditampilkannya dengan pendekatan yang unik dan bersahaja), &#8216;In A Sentimental Mood&#8217; dan beberapa komposisi lainnya. Para musisi pendukungnya bermain secara proporsional, meski Gilchrist dan Drake sering mencuri perhatian penonton. Pendekatan gaya permainan Gilchrist yang perkusif ini mengingatkan kita kepada beberapa pianis yang dulu sering bermain bersama Murray seperti <strong>Don Pullen</strong> dan <strong>D.D. Jackson</strong>. Sementara drummer Drake juga tampil lain kali ini.  Kalau biasanya kita menyimak permainannya yang abstrak dan komplek ketika membantu saxophonis free improvisation legendaris dari Jerman <strong>Peter Brotzmann</strong> atau free jazzer Chicago generasi terakhir <strong>Ken Vandermark</strong>, Drake kali ini justru tampil dengan lebih simpatis dan komunikatif dengan penonton. Sedangkan cabikan bas Sahid begitu kuatnya dalam menjaga tempo seluruh permainan.</p>
<p>Alhasil, mereka berempat mampu menyuguhkan tontonan jazz berbobot tanpa membuat dahi penonton berkerut. Aura David Murray memang mampu menembus batas-batas ras, budaya, politik dan geografis. Sebuah kesempatan yang langka terjadi dalam ajang pertunjukan musik jazz di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/2010/03/12/inner-beauty-bersama-david-murray/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bubi Chen, The Legend Of jazz Concert, featuring Ermy Kulit, Mates, Agam Hamzah, Rio Sidik, Sandy Winarta, Yoyo</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/2010/03/09/bubi-chen-the-legend-of-jazz-concert-featuring-ermy-kulit-mates-agam-hamzah-rio-sidik-sandy-winarta-yoyo/#utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=bubi-chen-the-legend-of-jazz-concert-featuring-ermy-kulit-mates-agam-hamzah-rio-sidik-sandy-winarta-yoyo</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/2010/03/09/bubi-chen-the-legend-of-jazz-concert-featuring-ermy-kulit-mates-agam-hamzah-rio-sidik-sandy-winarta-yoyo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 14:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ajie Wartono</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=10165</guid>
		<description><![CDATA[Begitu juga virtuositasnya, mengingat Bubi Chen telah diakui secara internasional. Seperti Majalah musik Down Beat menempatkan Bubi Chen sebagai 10 besar pianis jazz dunia. Satu predikat yang belum pernah diberikan pada musisi jazz mana pun di Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_10166" class="wp-caption alignleft" style="width: 218px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/jzheroes.jpg"><img class="size-medium wp-image-10166" title="jzheroes" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/jzheroes-208x300.jpg" alt="" width="208" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">The Legend Of Jazz Concert</p></div>
<p>Dia adalah ‘’the one and only’’ dalam sejarah jazz Indonesia, dalam rentang waktu sekian puluh tahun perjalanan musik negeri ini, sebagai seorang pianis jazz, <strong>Bubi Chen</strong> tiada banding. Dari sisi senioritas tak diragukan karena ia musisi jazz lebih dari tiga zaman. Begitu juga virtuositasnya, mengingat Bubi Chen telah diakui secara internasional. Seperti Majalah musik Down Beat menempatkan Bubi Chen sebagai 10 besar pianis jazz dunia. Satu predikat yang belum pernah diberikan pada musisi jazz mana pun di Indonesia. Bubi Chen adalah arek Suroboyo yang mencintai kotanya. Prestasinya yang telah mengangkat nama kota Surabaya dan juga Jawa Timur, bahkan Indonesia ke dunia internasional; menjadikan Bubi sangat layak untuk menerima penghargaan berupa Life Achivement Award dari Gubenur Jawa Timur, Soekarwo sebagai penghormatan dan penghargaan untuk seniman dengan pengabdian sepanjang hidup. Penganugerahan penghargaan itu akan dilaksanakan berbarengan dengan konser <strong>WISMILAK THE LEGEND OF JAZZ</strong> , <strong>Sabtu, 13 Maret 2010 di Gramedia Expo, Surabaya</strong> yang tampilkan performanya bersama para musisi jazz generasi berikutnya.</p>
<p>Konser jazz tersebut akan dimeriahkan dengan hadirnya para musisi jazz kenamaan seperti <strong>Ermy Kullit (vokal), Ananda Mates (bas), Sandy Winarta (drum), Rio Sidik (trumpet), Yoyok (saksofon), Agam Hamzah (gitar)</strong> serta penampilan para musisi yang tergabung dalam Surabaya Jazzers. Mereka adalah para musisi Surabaya yang pernah bergabung dengan Bubi Chen di tahun 80 dan 90 an. Di antaranya <strong>Totok Afiat, Iwan, Tri, FX Boy</strong> dan <strong>Corina</strong>. Serta beberapa musisi muda lainnya dari Surabaya, yang merupakan murid-murid dari Bubi Chen. WISMILAK THE LEGEND OF JAZZ diselenggarakan oleh <strong>Surabaya Jazz Lovers (SJL)</strong> yang bekerja sama dengan <strong>Semarang Jazz Lovers (SJL)</strong>. Ini adalah pentas jazz yang diharapkan dapat mempertemukan beberapa generasi musisi jazz di Indonesia hingga kini “Penganugerahan award bagi seorang Bubi Chen bukan yang kali pertama. Sebelumnya Bubi Chen pernah menerima penghargaan berupa Satya Lencana pengabdian seni dari Presiden Megawati Soekarno Putri (2004) dan penghargaan sebagai musisi jazz Living Legend dari Peter F. Gontha saat acara Java Jazz Festival (2005). ungkap Rita Noya, penggagas acara ini. Di usianya yang ke 72 (lahir di Surabaya, 9 Februari 1938), Bubi Chen tak pernah berhenti berkarya. Album Bubi Chen terbaru yang dirilis November 2009 lalu, adalah The Many Collors of Bubi Chen. Album ini dikerjakan bersama beberapa musisi jazz lintas generasi, diantaranya Oele Pattiselanno, Yance Manusama, Oty Jamalus, Arief Setyadi dan Sandy Winarta. Di album ini Bubi Chen memainkan lagu-lagu klasik rock tahun 87, 80-an, di antaranya “Soldier of Fortune” (Deep Purple), “Stairway to Heaven”(Led Zepellin),” Holiday” (Scorpion) atau “Dust In The Wind” (Kansas).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/2010/03/09/bubi-chen-the-legend-of-jazz-concert-featuring-ermy-kulit-mates-agam-hamzah-rio-sidik-sandy-winarta-yoyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Denyut Jazz Straight Ahead Tiada Henti, Christian McBride and His Insiders Rock!</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/2010/03/09/denyut-jazz-straight-ahead-tiada-henti-christian-mcbride-and-his-insiders-rock/#utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=denyut-jazz-straight-ahead-tiada-henti-christian-mcbride-and-his-insiders-rock</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/2010/03/09/denyut-jazz-straight-ahead-tiada-henti-christian-mcbride-and-his-insiders-rock/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 18:06:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thomas Anggoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Java Jazz Festival]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=10157</guid>
		<description><![CDATA[Di usia yang belum genap 40 tahun, Christian McBride memikul tanggung jawab besar di atas pundaknya. Sebagai seorang musisi, segala peran dilakoninya tanpa gentar, baik menjadi leader maupun sideman session player merangkap arranger dan produser pada tiap proyek yang ia kerjakan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_10160" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/Christian-MCBride-Insight-Straight-JJF2010-6Maret-AJI-095.jpg"><img class="size-medium wp-image-10160" title="Christian MCBride Insight Straight-JJF2010-6Maret-AJI-095" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/Christian-MCBride-Insight-Straight-JJF2010-6Maret-AJI-095-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Christian McBride</p></div>
<p>Menjadi satu pengalaman yang tak terlupakan, ketika memiliki kesempatan untuk menyaksikan langsung penampilan basis kelas dunia, Christian McBride. Pembetot bas gundul ini memang sibuk tak kepalang tanggung, untunglah salah satunya adalah manggung di acara tahunan AXIS Jakarta International Java Jazz Festival yang merupakan kunjungan perdananya ke Indonesia. Sesuai jadwal yang dilansir panitia, Chris bersama Inside Straight ditempatkan pada hari kedua, Sabtu (6/3/2010) pukul 18.45 di <em>C1 LG</em><em> </em>Mobile <em>Hall. </em>Susunan rapi tempat duduk dan pendingin ruangan yang berfungsi maksimal membuat venue terasa nyaman petang itu. Acara dimulai tepat waktu, persis sesuai jadwal, dibuka lewat sambutan singkat MC seorang wanita muda ketika ia berkata, “Ladies and gentlemen, please welcome, Christian McBride and The Inside Straight!”, sontak dibalas riuh tepuk tangan penonton yang mulai memenuhi aula berkapasitas 3000-an orang tersebut.</p>
<p>Tanpa basa-basi, Kelima penampil langsung menggertak dengan &#8216;Brother Mister&#8217;, tema utama ditampilkan secara unisono lewat instrumen vibrafon dan saksofon alto dengan introduksi bas, drum, dan <em>blocking chord</em> piano yang sepintas mirip dengan riff &#8216;Watermelon Man&#8217; <strong>Herbie Hancock</strong>. Komposisi pembuka yang relatif santai dan <em>catchy</em> kemudian disambung dengan &#8216;Theme for Kareem&#8217; dari mendiang <strong>Freddie Hubbard</strong>,<em> </em>bertempo lebih cepat dan otomatis membuat suasana menghangat. Atmosfer ruangan itu terasa memanas selepas lagu kedua, ketika sang <em>frontman</em> memberikan responnya kepada audiens, “Jakarta is nothing but SOUL!”, gombalnya di atas panggung yang segera ditingkahi meriah oleh antusiasme penonton. Kemudian satu-persatu personil dikenalkan oleh Chris, ada <strong>Steve Wilson</strong> (saksofon alto), <strong>Warren Wolf, Jr.</strong> (vibrafon), <strong>Peter Martin</strong> (piano), dan drummer murah senyum, <strong>Ulysses Owens, Jr</strong>. Repertoar yang dibawakan malam itu sebagian besar terambil dari album terbaru Chris, &#8220;Kind of Brown&#8221;. Formasi personil The Inside Straight pada  AXIS Java Jazz Festival sedikit berbeda dengan album, <strong>Chris Reed</strong> dan <strong>Carl Allen</strong> di seksi piano dan drum.</p>
<p>Sebuah komposisi cantik nan lembut, &#8216;Starbeam&#8217;, membius pengunjung melalui pendaran melodi-melodi manis yang kembali disajikan Steve dan Warren lewat peleburan <em>tone colour</em> saksofon dan vibrafon, terdengar sangat menyejukkan. Menjelang akhir lagu, Chris memberikan sedikit sentuhan solo dengan cabikan kontrabasnya. Nuansa <em>bluesy</em> terbersit ketika kwintet ini membawakan “Used ‘Ta Could”, seperti dijelaskan Chris mengenai judul komposisinya itu, “Di negara kami, Amerika, ini adalah sebuah ungkapan <em>slang</em> yang saya sendiri juga tidak tahu persis artinya, jadi nikmati saja”, ujarnya terkekeh. Memang, persepsi musikal tidak dapat digambarkan dengan kata-kata, setidaknya itulah apa yang ingin mereka sampaikan lewat musiknya.</p>
<p>Kecanggihan Christian McBride atas instrumen besarnya itu sungguh tercetus ketika ia memainkan sebuah nomor</p>
<div id="attachment_10161" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/Christian-MCBride-Insight-Straight-JJF2010-6Maret-AJI-322.jpg"><img class="size-medium wp-image-10161" title="Christian MCBride Insight Straight-JJF2010-6Maret-AJI-322" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/Christian-MCBride-Insight-Straight-JJF2010-6Maret-AJI-322-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Christian McBride and Inside Straight</p></div>
<p>ballad, &#8216;Sophisticated Lady&#8217;, yang lahir dari goresan pena raksasa jazz, Duke Ellington. Lagu yang tidak akan ditemukan dalam album &#8220;Kind of Brown&#8221; ini menjadi salah satu <em>highlight</em> konser malam itu. Ditampilkan secara trio (kontrabas, piano, drum), Chris tampil sangat meyakinkan, virtuositas dipamerkan tanpa pretensi, penonton hanya bisa berdecak kagum sembari menggelengkan kepala. Dengan sabar dan penuh penghayatan, jalinan kalimat musik dalam karya tersohor ini semakin indah terucap melalui sayatan <em>bow</em> kontrabas Chris. Tidak percuma ia membawa <em>bow </em>(penggesek) yang malam itu seolah menjadi senjata pamungkasnya. Ada gunanya juga, ketika ia dengan tekun mempelajari kontrabas klasik – lebih menekankan kepada teknik <em>arco </em>(gesekan) ketimbang <em>pizzicato </em>(petikan) – di Juilliard School, New York, pada masa remajanya, yang membentuk versatilitas permainannya hingga kini.</p>
<p>Kegilaan aksi Christian McBride dan The Inside Straight mencapai “titik didih” pada nomor penutup “Stick &amp; Move”, kuat dengan gaya hard bop di dalamnya. Hentakan sinkopasi ritmis pada <em>rhythm section</em> sebagai aksen tema-tema pendek di permulaan lagu, menjadi daya tarik komposisi garapan sang basis karismatik ini. Ibarat pertandingan tinju, pukulan <em>jab</em>, <em>hook</em>, dan <em>uppercut</em> menghantam silih berganti, berpadu dengan <em>foot work</em> yang luar biasa lincah untuk menghindari serangan balasan, membuat lawan kelimpungan. Penjelasan Chris tentang lagu terakhir ini, “If you’re into boxing, then you must have known what it’s all about,” celotehnya. “Stick &amp; Move” menuntut kecepatan, kecermatan, dan ketepatan masing-masing penampil dalam berimprovisasi. Terlihat dengan jelas betapa gesit Warren Wolf, Jr. mengeksekusi bilah-bilah logam vibrafonnya. Bahkan, sesekali lempengan besi itu keluar dari jalurnya setelah dihajar bertubi-tubi oleh mallet Warren, entah karena ia terlalu bersemangat atau memang alatnya yang kurang siap. Setelah vibrafonis, pianis, dan saksofonis tampil solo, mereka bertiga akhirnya menyingkir ke samping panggung, sorotan kini diarahkan kepada Chris dan Ulysses. Pertarungan antara kontrabas dan drumset tak terhindarkan lagi. Atensi penonton mutlak terpusat pada gelagat keduanya, ketika mereka bergantian menampilkan atraksi memukau instrumennya masing-masing. Ulysses, drummer muda berbakat itu terlihat sangat enerjik, tanpa lelah ia melancarkan pukulan-pukulan bombastis untuk mengimbangi “provokasi” kenakalan jemari gemuk Chris diatas fingerboard kontrabasnya. Penggebuk drum asal Jacksonville, Florida ini baru saja merasakan manisnya penghargaan Grammy, dimana ia menjadi <em>sideman</em> <strong>Kurt Elling</strong> pada album &#8220;Dedicated To You: Kurt Elling Sings The Music Of Coltrane And Hartman&#8221;, yang dinyatakan sebagai peraih piala untuk kategori album vokal jazz terbaik. Aksi Chris dan Ulysses lebih mirip seperti sesi tanya-jawab yang saling berbalas secara kanonik. Seusai pertarungan dahsyat yang dimenangkan oleh keduanya, ketiga musisi lainnya kembali ke posisi masing-masing menyusul Chris dan Ulysses dan kelimanya kembali memainkan tema utama “Stick &amp; Move” seraya mengakhiri konser malam itu dengan gemilang.</p>
<p>Di usia yang belum genap 40 tahun, Christian McBride memikul tanggung jawab besar di atas pundaknya. Sebagai seorang musisi, segala peran dilakoninya tanpa gentar, baik menjadi <em>leader</em> maupun <em>sideman session player</em> merangkap <em>arranger</em> dan produser pada tiap proyek yang ia kerjakan. Sederet nama besar menaruh kepercayaan padanya, sebut saja Freddie Hubbard, <strong>McCoy Tyner, Diana Krall, Chick Corea, Ray Brown, </strong>hingga <strong>Sting, Kathleen Battle</strong>, sampai raja soul <strong>James Brown</strong>. Dengan preferensi musikal yang sangat luas, ia membawa misi penting: mengekspos musik jazz kepada generasi muda, selaras dengan posisinya sebagai wakil direksi pada The Jazz Museum di Harlem.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/2010/03/09/denyut-jazz-straight-ahead-tiada-henti-christian-mcbride-and-his-insiders-rock/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menu Tanpa Roy Hargrove Berarti Belum Nikmati Hari Pembuka</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/2010/03/06/menu-tanpa-roy-hargrove-berarti-belum-nikmati-hari-pembuka/#utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=menu-tanpa-roy-hargrove-berarti-belum-nikmati-hari-pembuka</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/2010/03/06/menu-tanpa-roy-hargrove-berarti-belum-nikmati-hari-pembuka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 06:04:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Kusbandono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Java Jazz Festival]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Roy Hargrove]]></category>
		<category><![CDATA[Young Lions]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=10102</guid>
		<description><![CDATA[Roy Hargrove adalah penjamu paling mengenyangkan pada hari pembuka Axis Java Jazz Festival 2010. Menu eklektik yang bergantian keluar dari dapur quintet Hargrove terkomposisi matang, tetapi menyisakan peluang untuk jadi “well done” tepat saat dicicipi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_10112" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/RoyHargrove-JJF2010-5Maret-AJI-010.jpg"><img class="size-medium wp-image-10112" title="RoyHargrove-JJF2010-5Maret-AJI-010" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/RoyHargrove-JJF2010-5Maret-AJI-010-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Roy Hargrove</p></div>
<p>Bak traktiran <em>all you can eat</em>, <strong>Roy Hargrove</strong> adalah penjamu paling mengenyangkan pada hari pembuka Axis Java Jazz Festival 2010. Bagaimana tidak, menu eklektik yang bergantian keluar dari dapur quintet Hargrove terkomposisi matang, tetapi menyisakan peluang untuk jadi “<em>well done</em>” tepat saat dicicipi.  Semangat album “Earfood “(Groovin&#8217; High – 2008) mewarnai seleksi menu, yang menurutnya adalah “rekaman yang menapaki tajamnya tradisi dan kerumitan sembari mempertahankan kesederhanaan melodik”. Dari rekaman tersebut, meluncurlah ensambel <em>cool</em> “Brown” dalam dinamika lembut yang  juga dengan segera mewakili prioritas permainan kolektif Roy Hargrove Quintet. Tema ini kemudian direproduksi lagi pada “Soulful Melody” di akhir pertunjukkan.</p>
<p>Berganti-ganti antara terompet dan <em>flugelhorn</em> sebagai tim, Hargrove tetap bersolo memukau dalam balada standar “You Are My Everything” dan “Speak Low”. Solo solid lainnya juga tampil dari pianis <strong>Joel Holmes</strong> dalam kualitas lirikal yang mencengangkan. Pembetot <em>upright bass</em> <strong>Ameen Saleem</strong> pun cukup mampu membuat kita menahan nafas, baik saat unjuk solo, maupun saat menekuni ulangan intensif <em>groove</em> yang dalam. Juru masak yang melengkapi seksi ritme adalah <strong>Montez Coleman</strong> yang banyak berlembut-lembut mengesankan kehati-hatian, tetapi berapi-api pada klimaks solo. Lawan duet koki utama di seksi tiup adalah saksofonis <strong>Justin Robinson</strong> yang ide improvisasi altonya tak kenal lelah mengukur putaran panjang.</p>
<p>Di antara nomer-nomer berorientasi moderen, cita rasa R&amp;B “Strasbourg St. Dennis” terbilang favorit dan dijamin</p>
<div id="attachment_10115" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/RoyHargrove-JJF2010-5Maret-AJI-2151.jpg"><img class="size-medium wp-image-10115" title="RoyHargrove-JJF2010-5Maret-AJI-215" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/RoyHargrove-JJF2010-5Maret-AJI-2151-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Roy Hargrove Quintet</p></div>
<p>mengundang penonton <em>live</em> ini untuk goyang ringan ikuti irama. Pilihan latin “Nothing Serious”, karya gitaris Leo Quintero, akan lebih serius lagi efeknya. Kira-kira setipe riuh Kopi Dangdut  (Moliendo Cafe) yang sudah akrab di kuping. Judul tersebut merupakan juga judul rilis quintet ini di Verve pada 2006.  Dengan ikatan yang telah dibangun seperti itu, penonton yang masih panas pun tetap setia mengakses “The Theme” (Miles Davis) yang dibawa ngebut balik ke bebop.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Roy Hargrove muncul di pentas jazz sebagai salah satu dari “young lions” yang mewarnai awal 1990-an. Cara yang kini dijalaninya telah mendekatkan musik kepada siapapun dia, yang datang dari manapun, untuk mendengarnya. Itulah bagaimana musik menjadi intelektual. Ini mungkin cocok dengan profil tampilannya yang mengombinasikan dasi kupu-kupu, jas (bukan tuxedo), dan sepasang Nike Air Jordan kulit klasik di kakinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/2010/03/06/menu-tanpa-roy-hargrove-berarti-belum-nikmati-hari-pembuka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Silakan mampir ke Booth WartaJazz di Java Jazz Festival 2010</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/2010/03/05/silakan-mampir-ke-booth-wartajazz-di-java-jazz-festival-2010/#utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=silakan-mampir-ke-booth-wartajazz-di-java-jazz-festival-2010</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/2010/03/05/silakan-mampir-ke-booth-wartajazz-di-java-jazz-festival-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 07:45:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Java Jazz Festival]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=10113</guid>
		<description><![CDATA[Buat anda pengunjung Java Jazz Festival 2010 yang barangkali lelah berkeliling, silakan mampir ke Stand WartaJazz yang berada di B8-9 atau ditengah-tengah tenda yang berisi bermacam-macam booth. Kami menyediakan program Listening Room, Jazz Library dan Indonesian Jazz Archives. Selain itu, kami juga menyediakan berbagai macam merchandise WartaJazz yang dapat anda beli.
Stand ini dibuka selama tiga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat anda pengunjung Java Jazz Festival 2010 yang barangkali lelah berkeliling, silakan mampir ke Stand WartaJazz yang berada di B8-9 atau ditengah-tengah tenda yang berisi bermacam-macam booth. Kami menyediakan program Listening Room, Jazz Library dan Indonesian Jazz Archives. Selain itu, kami juga menyediakan berbagai macam merchandise WartaJazz yang dapat anda beli.</p>
<p>Stand ini dibuka selama tiga hari selama kegiatan festival berlangsung dari Jumat  5 Maret hingga Minggu 7 Maret 2010 mulai pukul 17.00 hingga 01.00 wib dini hari.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p><strong>Jazz Listening Room </strong>adalah program yang didesain WartaJazz buat anda yang ingin mengetahui berbagai macam style didalam Jazz lengkap dengan contoh atau sampel lagu yang dapat anda nikmati. Cukup datang ke Booth WartaJazz dan tersedia dua komputer yang dapat anda gunakan.</p>
<p>Stand kami juga dilengkapi dengan berbagai macam koleksi album-album Jazz Indonesia yang sebagian koleksinya juga dijual &#8211; dalam rangka mendukung musisi Jazz Indonesia &#8211; seperti Itmos, Bintang Indrianto Akordeon, Philosophy maupun Cort Basses. Lalu ada koleksi Kompilasi Komunitas Jazz Yogya (Ngayogjazz 2009), Silir, Pata Java,Tohpati, Java Jazz, Indra Lesmana Kayon, SimakDialog, Riza Arshad Trioscapes, Bandanaira dan lain-lain. Kami juga menyediakan beberapa rekaman produksi WartaJazz seperti album <strong>Boi Akih &#8211; Lagu-lagu, </strong>dan <strong>Lica Cecato &#8211; Pimenta Rosa.</strong></p>
<p>Beberapa koleksi buku kami<strong> </strong>seperti <strong>Penguin Rough Guide to Jazz CD&#8217;s, </strong><strong>Dutch Jazz Swing, </strong>atau biografi musisi-musisi seperti <strong>Duke Ellington, Miles Davis, John Coltrane </strong>dan lain-lain merupakan<strong> </strong>koleksi yang dapat anda lihat dan baca, jika anda senang membaca.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p><strong>Diskon &amp; Doorprize<br />
</strong></p>
<p>Sudah barang tentu ada beberapa barang yang kami diskon dengan harga khusus.<strong> </strong>Anda tinggal datang dan menanyakan pada petugas kami tentang barang-barang yang didiskon tersebut.<strong> </strong></p>
<p>Jangan lupa tinggalkan kartunama anda<strong>, </strong>kami membagikan sejumlah CD antara lain Sergio Mendes, Melody Gardot, Indonesian Jazzy Vocal, Ron Davis &#8211; Mungle Music dan lain-lain untuk anda yang sudah bersedia mampir ke Booth WartaJazz di B8-9.<strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/2010/03/05/silakan-mampir-ke-booth-wartajazz-di-java-jazz-festival-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memutar Kembali Waktu Bersama Emerald di My Place, Malang</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/2010/03/01/memutar-kembali-waktu-bersama-emerald-di-my-place-malang/#utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=memutar-kembali-waktu-bersama-emerald-di-my-place-malang</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/2010/03/01/memutar-kembali-waktu-bersama-emerald-di-my-place-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 04:45:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ajie Wartono</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=10026</guid>
		<description><![CDATA[“Emerald” Tampil memukau didepan penonton yang memadati My Place malam itu. ‘Ricky Jo’ sebagai Vokalis band inipun benar-benar mampu menjadi jembatan bagi penonton dan “Emerald”...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_10027" class="wp-caption alignleft" style="width: 209px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/emerald-resize.jpg"><img class="size-medium wp-image-10027" title="emerald - resize" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/03/emerald-resize-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Emerald at My Place</p></div>
<p>Ada sesuatu yang berbeda di <strong>My Sunday Jazz</strong> kali ini, malam ini seolah-olah waktu di <strong>My Place</strong> berputar kembali kebelakang, <strong>“Emerald”</strong> yang hadir pada Minggu malam (28/2/2010) membuat suasana di My place terasa kembali ke era 80-90an. Kali ini band yang dibentuk sejak tahun 1986 ini kembali hadir dengan Personil, ‘Ricky Jo’, Morgan Sigarlaki-(guitar) ‘Edwin saladin” (keyboard), ‘Roedyanto’ (Bass). ‘Yayang’ (drums).</p>
<p>Setelah dibuka dengan penampilan 3 band pembuka asal kota Malang “Batik”, “Arafuru” dan “De’Bro”, giliran “Emerald” yang memutar waktu ketahun 80-90an dengan gaya fusionnya yang kental dan menghentak. Tampil dengan membawakan tembang-tembang andalan yang diambil dari album mereka seperti Karapan Sapi, Baralek Gadang, Marunda,. Dengan menampilkan sepuluh buah lagu <strong><em>Hanya angan, Baralek gadang, Edwina, Let&#8217;s All The Way, Tidak-Tidak, Marunda, Sudah Cukup Lama, Ternyata, Pasti Dapat, Satu Lagi</em></strong> , “Emerald” Tampil memukau didepan penonton yang memadati My Place malam itu. ‘Ricky Jo’ sebagai Vokalis band inipun benar-benar mampu menjadi jembatan bagi penonton dan “Emerald”, Kemampuan berinteraksi dengan penonton membawa suasana pertunjukan tersebut semakin hidup apalagi pada saat ‘Ricky Jo’ turun dari pangung dan berbaur dengan penonton dan kemudian mengajak salah satu penonton untuk bernyanyi bersama, terasa sekali keakaraban yang dibangun “Emerald” dengan penonton.</p>
<p>Secara keseluruhan “Emerald” malam itu tampil secara total dan memukau, benar benar serasa diajak untuk kembali ke era 80-90an apalagi penampilan “Emerald” tidak jauh berbeda dengan penampilan mereka 15 tahun yang lalu pada masa kejayaan band ini, hal tersebut merupakan sesuatu yang cukup luar biasa mengingat grup ini pernah dilanda kevakuman yang cukup lama. Yang juga merupakan suatu hal yang menarik pada pertunjukna malam itu, adalah antusiasme penonton yang hadir  pada malam hari itu, antusiasme penonton terhdap pertunjukan ini sangat besar dan hal tersebut tidak hanya berasal dari generasi “Emerald” saja, banyak juga penonton yang hadir pada malam itu juga berasal dari generasi saat ini, Salut buat My Place yang telah menghadirkan musisi-musisi Jazz dari berbagai era dan genre ke kota malang sehngga membuat musik jazz menjadi lebih semarak dan juga Malang Jazz Forum yang sellau mendukung acara ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/2010/03/01/memutar-kembali-waktu-bersama-emerald-di-my-place-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Idang Rasjidi dan Fariz RM meriahkan Launching Jazz @ Fort Rotterdam 2010</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/2010/02/23/idang-rasjidi-dan-fariz-rm-meriahkan-launching-jazz-fort-rotterdam-2010/#utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=idang-rasjidi-dan-fariz-rm-meriahkan-launching-jazz-fort-rotterdam-2010</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/2010/02/23/idang-rasjidi-dan-fariz-rm-meriahkan-launching-jazz-fort-rotterdam-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 08:17:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=10021</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan sukses di tahun sebelumnya, One Note Entertainment (PT. One Note Indonesia) akan kembali menggelar JFR yang dijadwalkan pada tgl 31 Juli – 1 Agustus 2010 dengan launching menghadirkan Idang Rasjidi, Fariz RM, Eddy Syakronie, Sadu dan Saku Rasjidi plus grup dari Makassar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_10022" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/02/One-Note-Jazz-Nite.jpg"><img class="size-full wp-image-10022" title="Fariz RM &amp; Idang Rasjidi" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/02/One-Note-Jazz-Nite.jpg" alt="Fariz RM &amp; Idang Rasjidi" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Fariz RM &amp; Idang Rasjidi</p></div>
<p>Melanjutkan sukses di tahun sebelumnya, <strong>One Note Entertainment </strong>(PT. One Note Indonesia) akan kembali menggelar JFR yang dijadwalkan pada tgl 31 Juli – 1 Agustus 2010 di Fort Rotterdam Makassar. Dalam rangka peluncuran (launching) JFR 2010, One Note akan mengundang legenda musik Indonesia<strong> Fariz RM</strong> yang akan berkolaborasi dengan jazzer kawakan <strong>Idang Rasjidi </strong>dan <strong>Eddy Syakronie </strong>yang tergabung dalam kelompok “3 Dunia”. Event yang bertajuk Jazz Nite (Road to JFR 2010) akan diselenggarakan di D’Liquid Hotel Clarion Makassar.</p>
<p>Selama ini banyak public penggemar musik mengenal Fariz sebagai komposer dan vokalis ternama Indonesia. Namun ia  juga seorang instrumentalis yang handal yang piawai memainkan hampir semua alat musik utamanya bass, drum dan keyboard. Dalam album fenomenalnya “Sakura Dalam Pelukan”, Fariz memainkan seluruh alat musik.</p>
<p>Saat berusia remaja &#8211; sewaktu masih bersekolah di bangku SMA &#8211; Fariz diajak bergabung dalam <strong>Badai Band </strong>yang menjadi salah satu tonggak penting perjalanan musik Indonesia. Bersama <strong>Gilang Ramadhan </strong>dan <strong>Indra Lesmana </strong>dalam formasi <strong>GIF</strong>, Fariz memainkan keyboard dan synthesizer. Dalam kelompok <strong>3 Dunia</strong>, Fariz akan memainkan keyboard dan juga akan melantunkan beberapa hitsnya. Sedangkan <strong>Idang Rasjidi </strong>akan memainkan electric piano. Selain itu salah satu pilar dari grup 3 Dunia adalah drummer handal, Eddy Syakronie yang berperan menyatukan Idang dan Faiz dalam formasi tersebut. Ke tiga musisi senior itu akan didukung pula oleh <strong>Nanda Achmad </strong>(guitar), <strong>Azmi Mochammad </strong>(saxophone) dan 2 orang musisi muda berbakat <strong>Saku </strong>dan <strong>Sadu </strong>yang tak lain merupakan putra dari Idang Rasjidi.</p>
<p>Sebelum penampilan kelompok 3 Dunia, bassist muda berbakat asal Makassar, <strong>Rizcky  de Keyzer </strong>akan tampil menunjukkan kebolehannya bersama grupnya <strong>the Strangers </strong>yang tampil menawan di JFR 2009 yang lalu. Rizcky &amp; the Strangers akan memainkan nomor-2 jazz funk karya beberapa musisi favoritnya seperti Miles Davis dan Marcus Miller. Kejutan lain yang akan disajikan oleh One Note adalah penampilan perdana dari kelompok musik etnik tradisional asal Makassar dalam projek bertitel<strong> “Pakarena N Jazz”</strong>.</p>
<p>Kelompok Pakarena N Jazz mencoba meramu musik etnik asal Sulawesi Selatan yang meramu musik khas Makassar, Bugis dan Toraja yang dipadu dengan musik jazz kontemporer. Pakarena N Jazz merupakan suatu terobosan yang dihasilkan oleh One Note yang menggusung tema “When Jazz Meets Ethnic” dalam penyelenggaraan JFR, dimana One Note bereksplorasi untuk menghasilkan suatu paduan musik etnik tradisional Sulawesi Selatan dan jazz kontemporer. Dengan dukungan dari Dewan Kesenian Makassar di bawah koordinasi oleh H.A. Mochtar, tokoh seni budaya Sulawesi Selatan, maka hadirlah Pakarena N Jazz yang didukung oleh sekitar 8 orang musisi etnik tradisional yang memiliki pengalaman luas bermain di ajang internasional khususnya bersama tour “I La Galigo”. I La Galigo yang dikemas secara menarik oleh Robert Wilson, sempat pentas melanglang buana beberapa tahun di mancanegara termasuk tampil di Lincoln Center New Y ork dan Esplanade Singapore. Di dalam JFR 2010, Pakarena N Jazz rencananya akan melibatkan beberapa tokoh-tokoh jazz Indonesia untuk turut mendukung projek tersebut.</p>
<p>Event Road to JFR 2010 ini didukung penuh oleh Gudang Garam Surya 16, Pemerintah Provinsi Sulawesi, Pemerintah Kota Makassar serta WartaJazz.com untuk turut menggalakkan pengembangan seni musik tradisional dan pariwisata di daerah tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/2010/02/23/idang-rasjidi-dan-fariz-rm-meriahkan-launching-jazz-fort-rotterdam-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Clorophyl Menghangatkan My Sunday Jazz di My Place Malang</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/2010/02/23/clorophyl-menghangatkan-my-sunday-jazz-di-my-place-malang/#utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=clorophyl-menghangatkan-my-sunday-jazz-di-my-place-malang</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/2010/02/23/clorophyl-menghangatkan-my-sunday-jazz-di-my-place-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 04:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ajie Wartono</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=10015</guid>
		<description><![CDATA[My Sunday Jazz, My Palce, Malang  yang kembali dihangatkan oleh hentakan musik jazz, kali ini Clorophyl pada Minggu malam (21/2/2010) tampil sebagai grup yang memeriahkan acara ini dan dibuka juga oleh grup dari malang Batik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_10017" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/02/CLOROPHYL-MYPLACE_015.jpg"><img class="size-medium wp-image-10017" title="CLOROPHYL - MYPLACE_015" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/02/CLOROPHYL-MYPLACE_015-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Clorophyl at My Place - Malang</p></div>
<p>My Sunday Jazz, My Place, Malang  kembali dihangatkan oleh hentakan musik jazz, kali ini Clorophyl pada Minggu malam (21/2/2010) tampil sebagai grup yang memeriahkan acara ini dan dibuka juga oleh grup dari malang Batik. Kali ini Clorophyl tampil dengan formasi  Bagus “Jambronk” Pramono (kibor), Timur Segara (drums), David Q Lintang (gitar), Reno Revano (bass) dan vokalis Marteza “Teza” Sumendra (Vokal)</p>
<p>Tanpa kehadiran Yessi Kristianto (synthesizers) malam hari itu Clorophyl masih tampil dengan mengusung  gaya funk dan acid yang cukup kental.  Tampil dengan tembang-tembang yang menjadi andalan dari album mereka seperti  hanya satu, you gimme something , baru saja jatuh cinta,  firaun , bila cinta dan beberapa buah tembang milik musisi-musisi  jazz ternama seperti  runaway – badgirl, blow your mind dari Jamiroquai,  Chameleon dari Herbie Hancock, dan sebuah koleksi milik Chick Corea Light Year, Clorophyl mampu membuat suasana di My Place, Hotel Kartika Graha Malang menjadi semakin hangat.</p>
<p>Konser yang  terdri dari dua bagian tersebut dibuka dengan hentakan tembang milik Jamiroquai Run Away – Bad Girl, lalu diikuti dengan koleksi milik Clorophyl Hanya satu, You Gimme Something, Baru Saja Jatuh Cinta, dan sebuah koleksi milik Herbie Hancock yang dianggap sebagai inspirasi bagi musisi acid jazz Chamaleon sebagai pentup di babak pertama dimana di akhir lagu ini mereka berkolaborasi dengan Home DJ sebelum mengakhiri sesi pertama.</p>
<p>Setelah break dan selingan oleh home DJ selama kurang lebih tiga puluh menit Clorophyl kembali hadir menggebrak dari awal hingga akhirpenampilan mereka,  dengan Light Year, sebuah nomor milik Chick Corea yang kali ini dibawakan dengan nuansa acid yang cukup kental  sebagai pembuka di babak kedua ini lalu diikuti dengan Blow Your Mind milik Jamiroquai , Bila Cinta dan Firaun menutup penampilan mereka malam itu.  Komposisi Firaun yang diaransemen dengan nuansa timur tengah dipadu dengan irama funk merupakan komposisi yang sangat menarik.Yang menarik juga pada saat pertunjukan Clorophyl juga mengundang Popo ( pemain dari grup Zeke and The Popo) untuk &#8220;ngejam&#8221; bareng.</p>
<p>Malam itu Clorophyl dengan energik tapi santai, Gaya Tessa yang unik dan komunikatif sebagai vokalis mampu membangun komunikasi yang baik dengan penonton, sehingga penontonpun memberikan apresiasi yang bagus pada pertunjukan ini sehinga pertunjukan ini dapat menjadi pertunjukan memuaskan baik bagi para penonton dan musisinya. My Sunday jazz dari My Place, yang didukung Malang Jazz Forum dan WartaJazz masih akan terus menghadirkan pentas-pentas jazz yang apresiatif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/2010/02/23/clorophyl-menghangatkan-my-sunday-jazz-di-my-place-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhir pekan bersama Tohpati, Joeniar Arief dan Andien</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/2010/02/18/akhir-pekan-bersama-tohpati-joeniar-arief-dan-andien/#utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=akhir-pekan-bersama-tohpati-joeniar-arief-dan-andien</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/2010/02/18/akhir-pekan-bersama-tohpati-joeniar-arief-dan-andien/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 10:33:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Andien]]></category>
		<category><![CDATA[tohpati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=9980</guid>
		<description><![CDATA[Aston Marina Jakarta bekerjasama dengan Sampoerna mempersembahkan Jazz Moments yang digelar hari Sabtu, 20 Februari 2010 menampilkan Tohpati and friends, Andien, Joeniar Arief dan Light bertempat di Marina Mediterania, Tower A Jl. Lodan Raya No. 2A Jakarta 14430.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/02/AstonMarinaJazzMoment.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-9983" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2010/02/AstonMarinaJazzMoment.jpg" alt="" width="500" height="351" /></a></p>
<p>Aston Marina Jakarta bekerjasama dengan Sampoerna mempersembahkan Jazz Moments yang digelar hari Sabtu, 20 Februari 2010 menampilkan <strong>Tohpati and friends, Andien, Joeniar Arief </strong>dan<strong> Light </strong>bertempat di Marina Mediterania, Tower A Jl. Lodan Raya No. 2A Jakarta 14430.</p>
<p>Tohpati adalah gitaris yang siap meluncurkan album dari proyek terbarunya Tohpati Ethnomissions, awal Maret mendatang di ajang Java Jazz Festival 2010. Sementara Andien pun akan merilis album terbaru dalam beberapa bulan kedepan. Sedangkan Joeniar Arief adalah penyanyi yang dikenal publik lewat lagunya Rapuh. Penyanyi R&amp;B ini kerap diundang tampil di panggung-panggung Jazz.</p>
<p>Anda yang tertarik menonton akan dikenakan biaya sebesar IDR 100.000,- (seratus ribu rupiah). Berminat?, silakan hubungi telepon (021) 6983-7120.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Bulan Februari ini memang menjadi salah satu bulan tersibuk Jazz. Bagaimana tidak, beberapa konser digelar dalam rangka pemanasan menuju Java Jazz Festival yang dikenal dengan istilah Java Jazz on The Move. Sementara itu dibeberapa tempat juga menggelar acara jazz seperti My Sunday Jazz di Malang atau tampilnya Idang Rasjidi di Pekalongan.</p>
<p>Dan arena pertunjukan tak hanya terbatas di cafe-cafe yang kerap mengelar pertunjukan musik, namun masuk pula ke Mal-mal di seantero Jakarta. Hal ini menunjukan bahwa gairah menyemarakkan Jazz tumbuh dan berkembang di masyarakat. Tentu saja peluang ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh musisi Jazz dan para penikmat Jazz sebagai alternatif pilihan menikmati Jazz.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/2010/02/18/akhir-pekan-bersama-tohpati-joeniar-arief-dan-andien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi akomodasi selama Java Jazz Festival 2010</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/2010/02/17/informasi-akomodasi-selama-java-jazz-festival-2010/#utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=informasi-akomodasi-selama-java-jazz-festival-2010</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/2010/02/17/informasi-akomodasi-selama-java-jazz-festival-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 10:53:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=9787</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda dari luar kota Jakarta dan telah membeli tiket Java Jazz Festival 2010 namun masih bingung mencari tempat penginapan atau akomodasi selama festival tiga hari diselenggarakan, maka wajib menyimak informasi berikut ini.
Jakarta International Expo (JIE) Kemayoran berada di kawasan utara dari Jakarta, dikelilingi beberapa hotel dalam kawasan yang dapat ditempuh dengan kendaraan berkisar antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda dari luar kota Jakarta dan telah membeli tiket Java Jazz Festival 2010 namun masih bingung mencari tempat penginapan atau akomodasi selama festival tiga hari diselenggarakan, maka wajib menyimak informasi berikut ini.</p>
<p>Jakarta International Expo (JIE) Kemayoran berada di kawasan utara dari Jakarta, dikelilingi beberapa hotel dalam kawasan yang dapat ditempuh dengan kendaraan berkisar antara 15-20menit dalam kondisi tidak macet alias normal.</p>
<p>Beberapa hotel yang dimaksud antara lain Hotel Ibis di , Sheraton, Swissbel Hotel, Novotel Mangga dua, Le Grandeur Mangga Dua, Mercure di Ancol. Selain itu tersedia pula apartemen Meditterania dan Boutique yang jaraknya persis diseberang JIE Kemayoran.</p>
<p>Rate yang ditawarkan masing-masing hotel berbeda. Khusus Sheraton Media, WartaJazz telah menjalin kerjasama dan memiliki penawaran menarik dengan harga mulai dari Rp 550.000,- per malam dengan fasilitas pengantaran tamu ke arena Java Jazz Festival, sehingga tak perlu repot-repot mencari transport.</p>
<p>Sementara jika anda memilih apartemen Mediterania Kemayoran, tersedia harga spesial Rp 700.000,- per malam dengan satu pintu yang terdiri dari dua kamar tidur yang dilengkapi dengan ruang tamu dan pantry. Jika anda datang bersama keluarga atau rombongan, kami menyarankan untuk mengambil paket selama 3 hari sebesar Rp. 2.000.000,-</p>
<p>Mengingat keterbatasan tempat dan banyaknya peminat, maka penawaran diatas bersifat first come first serve dan hanya berlaku dengan kondisi kamar masih tersedia. Silakan hubungi sales@wartajazz.net atau dapat menghubungi 021-8310769 atau 0274-512561.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/2010/02/17/informasi-akomodasi-selama-java-jazz-festival-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
