<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wartajazz.com &#187; Radio</title>
	<atom:link href="http://www.wartajazz.com/category/radio/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wartajazz.com</link>
	<description>The Ultimate Jazz Source for Indonesian Jazz Lovers - Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 01:41:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Jazz On Trijaya 87.6 FM Palembang</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/radio/2009/11/11/jazz-on-trijaya-87-6-fm-palembang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jazz-on-trijaya-87-6-fm-palembang</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/radio/2009/11/11/jazz-on-trijaya-87-6-fm-palembang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 08:47:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Adji Soebijantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Radio]]></category>
		<category><![CDATA[Trijaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=9017</guid>
		<description><![CDATA[Program ini mengudara setiap minggu jam 19.00-21.00 di Radio Trijaya 87.6 FM Palembang dengan selalu memunculkan interview dengan musisi-musisi jazz papan atas Indonesia serta dialog dengan Palembang Jazz Community serta dengan beberapa crew wartajazz.com
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAZZ ON TRIJAYA 87.6 FM PALEMBANG</p>
<p>Streaming : <a href="blank">http://69.73.140.13:8444/listen.pls</a></p>
<p>Program ini mengudara setiap minggu jam 19.00-21.00 di Radio Trijaya 87.6 FM Palembang dengan selalu memunculkan interview dengan musisi-musisi jazz papan atas Indonesia serta dialog dengan Palembang Jazz Community serta dengan beberapa crew wartajazz.com untuk mengetahui kabar terkini perkembangan dan kegiatan jazz baik di Indonesia maupun International.</p>
<p>Berikut beberapa catatan musisi-musisi jazz dan nara sumber yang on air di acara Jazz On Trijaya :</p>
<h3>MINGGU 8 NOVEMBER 2009 JAM 19.00-21.00 INTERVIEW QUEST : &#8220;ARIEF SETIADI&#8221; about album philosophy &amp; &#8220;IVAN NESTORMAN &#8221; from nera &amp; &#8220;DJADUK FERIANTO&#8221; &amp; “AJIE WARTONO” about ngayogjazz</h3>
<h3>MINGGU 1 NOVEMBER 2009 JAM 19.00-21.00 INTERVIEW QUEST : &#8220;DONNY SUHENDRA&#8221; about new album Java Jazz &amp; &#8220;DEMAS&#8221; from KulKul &amp; &#8220;CITTA&#8221; about Jazz Goes To Campus</h3>
<h3>MINGGU 25 OKTOBER 2009 JAM 19.00-21.00 INTERVIEW QUEST : &#8220;BINTANG INDRIANTO&#8221; about new album Me and Cort Basses &amp; &#8220;DEVI&#8221; Salamander Big band &amp; &#8220;AGUS SETIAWAN BASUNI&#8221; WARTAJAZZ.COM</h3>
<h3>MINGGU 18 OKTOBER 2009 JAM 19.00-21.00 INTERVIEW QUEST : &#8220;GILANG RAMADHAN&#8221; &amp; &#8220;ANDIEN&#8221; &amp; &#8220;AGUS SETIAWAN BASUNI&#8221; WARTAJAZZ.COM</h3>
<h3>MINGGU 11 OKTOBER 2009 JAM 19.00-21.00 INTERVIEW QUEST : &#8220;SYAHARANI&#8221; &amp; &#8220;BAYU WIRAWAN&#8221; &amp; &#8220;AGUS SETIAWAN BASUNI&#8221; WARTAJAZZ.COM</h3>
<h3>MINGGU 4 OKTOBER 2009 JAM 19.00-21.00 INTERVIEW QUEST : &#8220;IMEL ROSALIN&#8221; PIANIS,VOKALIS,AKORDEONIS FROM BANDUNG &amp; &#8220;AGUS SETIAWAN BASUNI&#8221; WARTAJAZZ.COM</h3>
<h3>MINGGU 13 SEPTEMBER 2009 JAM 19.00-21.00 INTERVIEW QUEST : &#8220;TENGKU RYO THE MALAY BAND&#8221; &amp; &#8220;OTTY DJAMALUS&#8221; &amp; &#8220;AGUS SETIAWAN BASUNI&#8221; WARTAJAZZ.COM</h3>
<h3>MINGGU 6 SEPTEMBER 2009 JAM 19.00-21.00 INTERVIEW QUEST : &#8220;OMEN-CHASEIRO&#8221; 30 TH INTELEKTUALITAS BERKARYA &amp; &#8220;DENNY SAKRIE&#8221; BUBI CHEN ALBUMS</h3>
<h3>MINGGU 30 AGUSTUS 2009 JAM 19.00-21.00 INTERVIEW QUEST : &#8220;CLOROPHYL&#8221; ABOUT NEW ALBUM &amp; &#8220;AGUS SETIAWAN BASUNI&#8221; FROM WARTAJAZZ.COM</h3>
<h3>MINGGU 23 AGUSTUS 2009 JAM 19.00-21.00 INTERVIEW QUEST : &#8220;MUS MUJIONO&#8221; THE JOURNEY ALBUM , &#8220;MASMO&#8221; NOTTURNO , &#8220;AGUS SETIAWAN BASUNI&#8221; FROM WARTAJAZZ.COM</h3>
<h3>MINGGU 16 AGUSTUS 2009 JAM 19.00-21.00 INTERVIEW QUEST : &#8220;RIZA ARSHAD&#8221; SERAMBI JAZZ , &#8220;DEVIAN ZIKRY&#8221; ASEAN JAZZ &#8220;AGUS SETIAWAN BASUNI&#8221; FROM WARTAJAZZ.COM</h3>
<h3>MINGGU 2 AGUSTUS 2009 JAM 19.00-21.00 INTERVIEW QUEST : &#8220;ZARRO &amp; GILANG RAMADHAN&#8221; JAZZ @ FORT OF ROTTERDAM , &#8220;HENDRA SINADIA&#8221; CEO ONE NOTE &#8220;ANDI MANGARA&#8221; FROM MAKASAR JAZZ SOCIETY</h3>
<h3>LIVE REPORT RIAU HITAM PUTIH WORLD MUSIC FESTIVAL 23 S/D 25 JULI 2009 JAM 19.15 , 20.15 , 21.15 LANGSUNG DARI TAMAN BUDAYA PEKANBARU RIAU</h3>
<h3>MINGGU 12 JULI 2009 JAM 19.00-21.00 INTERVIEW QUEST : &#8220;YOKO MAHAGENTA&#8221; OPERA NEGERI FANTASY , &#8220;ANDEZZZ&#8221; DJ&#8217;AZZ SET &#8220;AJIE WARTONO&#8221; FROM WARTAJAZZ.COM ABOUT JAZZ GUNUNG</h3>
<h3>MINGGU 5 JULI 2009 JAM 19.00-21.00 INTERVIEW QUEST : &#8220;ALDY&#8221; BEST BEATBOX FESTIVAL , &#8220;HARRY TOLEDO&#8221; ABOUT NEW ALBUM AND &#8220;AJIE WARTONO&#8221; FROM WARTAJAZZ.COM</h3>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fradio%2F2009%2F11%2F11%2Fjazz-on-trijaya-87-6-fm-palembang%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/radio/2009/11/11/jazz-on-trijaya-87-6-fm-palembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rieka Roeslan “Idealisme diantara 2 sisi”</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/radio/2009/01/12/rieka-roeslan-%e2%80%9cidealisme-diantara-2-sisi%e2%80%9d/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=rieka-roeslan-%25e2%2580%259cidealisme-diantara-2-sisi%25e2%2580%259d</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/radio/2009/01/12/rieka-roeslan-%e2%80%9cidealisme-diantara-2-sisi%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 08:09:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Adji Soebijantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Radio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=5851</guid>
		<description><![CDATA[Jazz On Trijaya Edisi Minggu, 4 Januari 2009 Jam 19.00-21.00 Session pertama Jazz On Trijaya ngobrol dengan Rieka Roeslan.Tahun 2008 menurut Rieka , frekwensi pentas jazz makin marak tidak hanya di Jakarta, juga Semarang , Yogya dan daerah lain, mulai tumbuh penyanyi dan musisi-musisi muda berbakat. Walaupun mereka lebih cenderung memainkan jazz yang cenderung pop. [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p>Jazz On Trijaya Edisi Minggu, 4 Januari 2009  Jam 19.00-21.00</p>
<p>Session pertama Jazz On Trijaya ngobrol dengan Rieka Roeslan.Tahun 2008 menurut Rieka , frekwensi pentas jazz makin marak tidak hanya di Jakarta, juga Semarang , Yogya dan daerah lain, mulai tumbuh penyanyi dan musisi-musisi muda berbakat. Walaupun mereka lebih cenderung memainkan jazz yang cenderung pop. Dengan banyaknya sekolah musik, sisi musikalitas musisi juga semakin baik dari sisi teori musik.Tapi harafiah bahwa sisi alamiah feeling arti sebenarnya dari menghayati musik dengan berbicara secara alamiah,tentang apa yang harus dilakukan dipanggung dan diberikan kepada penonton, pemahaman itu untuk musisi muda masih agak kurang.Dari sisi industri rekaman, sebetulnya ada kemunduran dari mayor label terhadap rekaman-rekaman jazz.<br />
Rieka selalu mengajak diadakan clinic music setiap kali dia pentas, agar ada pembelajaran dari sisi kualitas penciptaan lagu terutama dari sisi lirik-lirik lagunya.Industri musik sepertinya lebih cenderung dengan lirik-lirik yang tidak mendidik.Idealisme menurut Rieka konsep dari sebuah kehidupan.Sehingga sah-sah saja dia ada di 2 jalur sebagai musisi yang cenderung memainkan jazz, disisi lain sebagai pencipta lagu-lagu pop yang memang dipesan untuk penyanyi lain dan kepentingan market. Dan Rieka mengaku dia adalah pekerja musik yang tidak mengkotak-kotakan suatu jenis musik.Rieka Roslan mulai tahun 2005 pisah dengan The Groove dan lebih solo karier. Untuk album Triangle Of Life,cukup mendapat respon terlihat di facebook yang banyak memberikan respon. Albumnya bercerita tentang alam, rasa cinta terhadap Tuhan dan persahabatan. Album idealis tidak identik dengan sesuatu yang sulit,tapi lebih menonjolkan ciri musisi/penyanyi yang bersangkutan, ya inilah gaya bermusik Rieka Roeslan yang sebetulnya lepas dari sekat-sekat corak musik apapun walaupun tidak bisa dipungkiri kelompok yang mengiringi Rieka yaitu Troubadors yang cenderung memang ke arah warna jazz dan world music.Rieka sendiri mengaku banyak menciptakan lagu dengan lirik-lirik yang bertutur sebuah cerita.Rieka berharap musisi jazz bisa mengeksplore kemampuan musikalitasnya dan terbuka dengan influence genre musik lain.<br />
Dari sudut pandang sebuah komunitas . Niman dari Klab Jazz Bandung yang sejauh ini cukup eksis dalam sosialisasi dan menggelar event rutin jazz di Bandung menjadi teman ngobrol di session ke-2. Dia sepakat bahwa sebetulnya komunitas jauh dari kesan komersil, karena komunitas adalah sekelompok orang yang berkumpul untuk mewujudkan sesuatu gagasan yang sama,kalau jazz ya berarti bagaimana jazz bisa survive mulai dari sosialisasi, mengenalkan jazz, memberi wadah kumpul,membuat pertemuan dan saling apresiasi musik sesama musisi dan tentu membuat event-event jazz.Tapi itu semua kembali tergantung kepada siapa orang-orang yang ada dibalik komunitas ini, karena pada perkembangannya bisa menjadi sebuah pengelolaan yang profit oriented. Contoh seperti Komunitas Jazz Kemayoran, yang sekarang kegiatan rutin kumpul dan main jazz yang tadinya sifatnya pendanaan gotong royong dari kas anggotanya sekarang sudah mulai beberapa sponsor mau melirik mensuport kegiatan tersebut.<br />
Sementara itu Ajie Wartono dari Wartajazz.com yang berdomisili di Yogya berkomentar bahwa Tahun 2009 jazz akan semakin semarak tidak hanya terpusat di Jakarta. Untuk itu perlu dibentuk forum komunitas antar daerah yaitu komunikasi antar komunitas di tiap kota di Indonesia dengan intens sehingga nantinya akan lebih punya kekuatan dalam saling sinergi dalam membuat event ataupun saling tukar informasi dan lainnya terkait dengan pengembangan jazz di masing-masing kotanya. (Eko Adji Soebijantoro)</p></div>
</div>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fradio%2F2009%2F01%2F12%2Frieka-roeslan-%25e2%2580%259cidealisme-diantara-2-sisi%25e2%2580%259d%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/radio/2009/01/12/rieka-roeslan-%e2%80%9cidealisme-diantara-2-sisi%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Devian Freedom Of Dream</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/radio/2009/01/11/devian-freedom-of-dream/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=devian-freedom-of-dream</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/radio/2009/01/11/devian-freedom-of-dream/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 08:06:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Adji Soebijantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Radio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=5847</guid>
		<description><![CDATA[Jazz On Trijaya Edisi Minggu, 28 Desember 2008 jam 19.00-21.00 Perkembangan musik jazz di Palembang semakin baik, terutama banyak muncul player atau musisi muda Palembang yg mempunyai skill bermusik bermain jazz dengan baik.Dibanding era 80 an yang mana waktu itu di Palembang masih sangat terbatas musisi Palembang yang bermain jazz dan itupun hanya dimainkan di [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>Jazz On Trijaya Edisi Minggu, 28 Desember 2008 jam 19.00-21.00</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Perkembangan musik jazz di Palembang semakin baik, terutama banyak muncul player atau musisi muda Palembang yg mempunyai skill bermusik bermain jazz dengan baik.Dibanding era 80 an yang mana waktu itu di Palembang masih sangat terbatas musisi Palembang yang bermain jazz dan itupun hanya dimainkan di pub-pub pada waktu itu.”Memang tidak bisa disangkal sosok Om Erchink sebagai musisi jazz senior-lah yang banyak mempengaruhi musisi lain untuk mulai suka memainkan jazz” itulah pengakuan <strong>Bung Eko</strong> musisi lokal Palembang seorang pemain gitar yang diajak ngobrol di session pertama Jazz On Trijaya.Bung Eko sendiri mulai tertarik pada jazz sekitar tahun 90-an saat diajak bergabung bermain bersama grupnya Om Erchink sebagai pemain gitar.Dan profesi musisi sebagai pemain gitar memang menjadi pilihan profesi Bung Eko hingga sekarang.Selama ini sendiri Bung Eko bergabung sebagai band tetap di Pusri Palembang yang sebetulnya menganut format musik allround selain bermain jazz bersama Erchink band.Menurut Bung Eko musik jazz mempunyai daya magis dan itu membuat dia menjadi kecanduan untuk selalu mendengar dan memainkan jazz.Permainan gitar Bung Eko sendiri banyak mendapat masukan dari gitaris macam Donny Suhendra,Dewa Budjana tapi yang paling banyak memberikan influence adalah gaya permainan gitar dari Mus Mujiono, dan lebih cenderung suka dengan warna sound gitar yang natural dan sedikit ngerock.</p>
<p>Session ke-2 Jazz On Trijaya, ngobrol bersama pemain saxophone <strong>Devian Zikri</strong> yang sebetulnya sejak tahun 2002 sudah merilis solo album Spring Time.Pertama kali waktu usia 15 th sebetulnya Devian <span> </span>main gitar,dan baru di usia 21 th main saxophone.Kejadiannya waktu itu selagi masih main gitar sering bermasalah dengan amphly sound gitar.Hingga besoknya pergi ke Jamz kebetulan yg main Om Maryono lagi memainkan lagu Georgia My Mind dengan saxophonenya.Dari sinilah Devian mulai tertarik dengan saxophone, karena saxophone lebih personal dan besoknya langsung beli saxophone seharga 2,5 juta sekitar tahun 91-an. Pertama memang secara autodidak sebelum akhirnya serius belajar musik saxophone di Berkle of Music Amerika.Lulus dari Berkle kembali ke Indonesia dan memberikan banyak pemahaman baru bagi Devian tentang cara bermain musik ,interaksi dengan penonton dan musisi lain juga cara membangun emosi saat bermain musik selain manajemen musik.Sampai sekarang terus masih belajar saxophone dan diakui memang gaya main saxophone Devian lebih cenderung memainkan musik-musik bercorak fusion. Karena memang fusion menjadi salah satu musik favoritnya.Untuk album ke-2 “Freedom Of Dream” sendiri memang lebih banyak melibatkan penyanyi seperti Andine, Mawar, Nita Aartsen, kelihatanya Devian ingin melakukan pendekatan komersial, irama jazzy-pop ala kadarnya yang akrab dengan publik poplah yang ditampilkan, walau pada bagian ini Devian menunjukkan keterampilan mengisi tiupan saxophone secara mengalir sekaligus terasa sebuah kerjasama seimbang antara dirinya dan vokalisnya.Sedangkan di trek-trek instrumental, ternyata ada 2 bagian, karena disana Devian melakukan 2 pendekatan lagi dimana sisi satu menyajikan pendekatan pendengar kebanyakan, mengakibatkan pada bagian ini Devian kehilangan momentum dimana seharusnya Devian lebih bekerja keras untuk mendapatkan wilayah ini dengan aransemen yang lebih serius namun tetap popular seperti pada lagu-lagu Rendezvous, Ingin Kumiliki, Secret Passion.Tapi pada bagian trek instrumental lainnya, Devian lebih menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya, boleh dikatakan wilayah Smooth Jazz, Fusion Jazz mulai terwakili terutama pada lagu-lagu Ekspresi, Freedom of Dream, 126 Blues tentunya juga didukung musisi lain seperti Donny Suhendra (Guitar), Indro (bass) , Iwan Wiradz (percussion) , Glen Dauna (piano).Saat sekarang sendiri Devian masih juga sibuk terlibat membantu proyek rekaman album baru dari Sol Project. (Eko Adji Soebijantoro)</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fradio%2F2009%2F01%2F11%2Fdevian-freedom-of-dream%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/radio/2009/01/11/devian-freedom-of-dream/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Java Jazz 2009 Akan Lebih Compact</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/radio/2009/01/10/java-jazz-2009-akan-lebih-compact/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=java-jazz-2009-akan-lebih-compact</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/radio/2009/01/10/java-jazz-2009-akan-lebih-compact/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 08:01:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Adji Soebijantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Radio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=5843</guid>
		<description><![CDATA[Jazz On Trijaya Edisi 21 Desember 2008 Jam 19.00-21.00 Perkembangan jazz di Palembang akhirnya semakin meningkat.Dengan adanya Palembang Jazz Community semakin banyak musisi-musisi jazz Palembang dapat berekspresi.Satu diantaranya adalah sosok pemain bass dari grup ERCHINK yaitu ‘Naryo’. Bung Naryo panggilan akrabnya bercerita di session ke-2 Jazz On Trijaya bahwa dia mulai tertarik dengan jazz awal [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Jazz On Trijaya Edisi 21 Desember 2008 Jam 19.00-21.00</p>
<p class="MsoNormal">Perkembangan jazz di Palembang akhirnya semakin meningkat.Dengan adanya Palembang Jazz Community semakin banyak musisi-musisi jazz Palembang dapat berekspresi.Satu diantaranya adalah sosok pemain bass dari grup ERCHINK yaitu ‘Naryo’. Bung Naryo panggilan akrabnya bercerita di session ke-2 Jazz On Trijaya bahwa dia mulai tertarik dengan jazz awal tahun 2000-an meskipun sebelumnya sejak kecil memang sudah senang bermain musik terutama gitar. Ketertarikannya pada jazz adalah setelah sering melihat penampilan dari musisi jazz senior Palembang Om <span> </span>Erchink.Bahkan saking tertariknya, akhirnya dia sering main ke rumah Om Erchink untuk minta diajari main jazz.Dan kesempatan itu datang ketika diminta menggantikan pemain bass grupnya Om Erchink yang pindah ke luar Palembang.Lebih banyak belajar otodidak dalam memainkan bass terutama dari partitur-partitur yang dibuat Om Erchink.Dan menjadi sangat interest dengan musik jazz karena keunikan dari jazz dari sisi harmonisasi dan improvisasinya.Secara teknik sendiri Bung Naryo lebih cenderung suka memainkan gaya bermain bass ‘walking’ yang identik dengan gaya swing ataupun bertempo slow dan middle.</p>
<p class="MsoNormal">Session terakhir Jazz On Trijaya mencoba berbincang-bincang dengan Eki Puradireja selaku koordinator program dari Java Jazz F estival 2009.Eki mengatakan akan sedikit ada perubahan dalam program Java Jazz 2009 yaitu lebih ‘Compact” artinya jadwal penampilan musisi akan lebih di schedule secara rapi sehingga nantinya penonton lebih bisa menikmati lebih banyak artis . Misalnya rencana akan dimulai bukan sore tapi mulai jam 18.30 juga dalam 1 stage tidak terlalu banyak show sehingga lebih rapi. Sekaligus sebetulnya juga ultah ke-5 dari Java Jazz, sehingga secara internal panitia Java Jazz akan berusaha lebih detail dalam persiapan produksi dan semangat mensukseskan acara ini.Beberapa project yang direncanakan akan ditampilkan misalnya kolaborasi David Foster dengan Orkestra Indonesia,serta project khusus penampilan Glen Fredly dan Jimmy Aditya.Kemudian juga Java Jazz 2009 akan lebih banyak menonjolkan musisi-musisi yang mengangkat konsep Word Music. Diantaranya dengan menghadirkan grup dari India dan Jepang.Untuk special show rencana tiap hari ada 2 kali jadi total ada 6 kali special show dan ini tidak hanya di stage Plenary Hall JCC.Eki juga mengakui dampak krisis ekonomi global memang sedikit banyak mempengaruhi budget produksi terutama untuk membayar artis-artis jazz luar negeri papan atas.Event Java Jazz sendiri rencana akan digelar 6,7,8 Maret 2009 di JCC dengan sederet artis jazz diantaranya Matt Bianco,Swing Out Sister,New York Voices,Mike Stern,Dave Weckl,Peabo Bryson,Brian Mc Knight dan musisi jazz beken lainnya yang masih dalam konfirmasi. (Eko Adji Soebijantoro)</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fradio%2F2009%2F01%2F10%2Fjava-jazz-2009-akan-lebih-compact%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/radio/2009/01/10/java-jazz-2009-akan-lebih-compact/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Clorophyl Formasi Baru Rilis Album Baru Tahun 2009</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/radio/2009/01/10/clorophyl-formasi-baru-rilis-album-baru-tahun-2009/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=clorophyl-formasi-baru-rilis-album-baru-tahun-2009</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/radio/2009/01/10/clorophyl-formasi-baru-rilis-album-baru-tahun-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 07:51:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Adji Soebijantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Radio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=5839</guid>
		<description><![CDATA[Jazz On Trijaya Edisi Minggu, 14 Desember 2008 Jam 19.00-21.00 Perkembangan komunitas jazz di Palembang berbanding lurus dengan peningkatan kualiatas musikalitas para musisi jazz lokal di Palembang.Dari beberapa kegiatan jazz yang diadakan oleh Palembang Jazz Community muncul musisi berbakat diantaranya adalah seorang pemain biola yang punya nama “Doly” Dalam perbincangannya di Jazz On Trijaya , [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>Jazz On Trijaya Edisi Minggu, 14 Desember 2008 Jam 19.00-21.00</strong></p>
<p class="MsoNormal">Perkembangan komunitas jazz di Palembang berbanding lurus dengan peningkatan kualiatas musikalitas para musisi jazz lokal di Palembang.Dari beberapa kegiatan jazz yang diadakan oleh Palembang Jazz Community muncul musisi berbakat diantaranya adalah <strong>seorang pemain biola</strong> yang punya nama <strong>“Doly”</strong></p>
<p class="MsoNormal">Dalam perbincangannya di Jazz On Trijaya , Doly mengaku terinspirasi dengan sosok Wr.Supratman pencipta lagu yang juga seorang pemain biola.Awal mula dirinya suka biola dan menggeluti musik adalah selepas lulus SMP di Palembang pindah dan masuk SMA di Yogya, kemudian melanjutkan masuk sekolah seni musik juga di Yogya.Kenapa suka Biola, Doly menjawab bahwa alatnya sangat misterius dan asal usul biola sendiri belum jelas sejarahnya.Doly sendiri sebetulnya juga bisa main bass, sedangkan main biola dimulai awal tahun 97 ketika ada pementasan Luluk Purwanto di Yogya.Tertarik melihat permainan Luluk akhirnya Doly belajar kilat 10 hari dg Luluk.Dari situlah teknik bermain biolanya semakin berkembang sampai akhirnya bikin komunitas jazz corner. Musisi biola Paganini jadi idolanya, karena permainannya yang aktraktif. Masih menurut Doly basicnya jazz<span> </span>adalah klasik sehingga memang belajar musik jazz lebih sulit dibanding musik lainnya. Doly balik ke Palembang akhir 2007, dan surprise karena iklim jazz di Palembang makin berkembang dan musisi-musisinya skill-nya juga bagus.Dia berharap agar kegiatan bulanan pertemuan komunitas jazz di Palembang bisa berlangsung secara rutin.Ketika ditanya pengalaman paling berkesan adalah ketika dia juga pernah jam session dengan musisi jazz dari Canada Ron Davis di ajang Bali Jazz Festival.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Teza/vocal, Bagus/piano, Reno/bass, David/gitas, Timur/drum, Yesi/syntezesier</strong> itulah formasi terkini<strong> Clorophil</strong>. Konsep musik dengan formasi baru dengan masuknya Teza dan Reno memang sedikit membuat perubahan konsep musik Clorophil, warna vocal Teza memang cenderung membuat musik Clorophil cenderung ke warna hip hop dan R &amp; B, “Walaupun diakui pengaruh warna Zarro masih cukup dominan di aransemen musik-musik kami” pengakuan <strong>Timur </strong>sang drummer saat diinterview.</p>
<p class="MsoNormal">Sekarang ini Clorophil sendiri sedang persiapan untuk rilis album barunya yang rencana awal tahun 2009 diharapkan bisa beredar.Rencana 10 komposisi sudah disiapkan dengan lagu-lagu yang bercerita tentang masalah isu global warning,bbm juga kehidupan atau cerita perjalanan musik Clorophil sendiri. Mayoritas diciptapkan secara bersama oleh personil Clorophil dan masih ada 1 lagu yang diciptakan <span> </span>oleh Zarro (mantan vokalis Clorophil). Sedangkan judul album masih ada beberapa option yang masih dipertimbangkan.Rencana ada 1 lagu instrumental selain lagu-lagu lain yang berlirik dan cenderung ke R &amp; B.Selain dengan Timur (drummer), di Jazz On Trijaya juga berhasil ngobrol dengan <strong>Teza</strong> sang vokalis. Teza sendiri mengaku banyak belajar dari Clorophil dan awal bisa gabung dengan Clorophil bermula dari guru piano di Purwacaraka yang berteman dengan Dj Aiko yang pernah kolaborasi di Jak Jazz 2007 kebetulan temannya Timur drummer Clorophil yang katanya lagi butuh atau cari vokalis, ya dari situlah akhirnya ketemu dan cocok. Teza sendiri banyak terpengaruh gaya bernyanyi dari Marcell juga Bryan Mcnight.Rencana album barunya nanti mereka memang sepakat menjadikan lagu “Bila cinta di hati” jadi single hitnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Session terakhir Jazz On Trijaya mencoba berbincang dengan <strong>Agus Setiawan Basuni dari Wartajazz.Com</strong> yang mengomentari makin semaraknya event jazz terutama di akhir tahun ini. Walaupun sebetulnya bisa disimpulkan ada 3 magnet besar event jazz yaitu di bulan Maret Java Jazz , di bulan Nopember Jak Jazz dan di bulan Agustus event-event jazz temporer.Dan frekwensi di tahun 2008 ini memang luar biasa sehingga dengung jazz semakin bergema dan pasti berdampak positif terhadap perkembangan jazz itu sendiri di Indonesia baik dari sisi industri rekaman musik jazz itu sendiri serta sisi musikalitas dari musisi-musisi jazz Indonesia sendiri dengan banyaknya muncul talenta-talenta baru. (Eko Adji Soebijantoro)</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fradio%2F2009%2F01%2F10%2Fclorophyl-formasi-baru-rilis-album-baru-tahun-2009%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/radio/2009/01/10/clorophyl-formasi-baru-rilis-album-baru-tahun-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CNJ99.9 FM: Tragedi Radio yang Tak Pernah Mati</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2008/10/31/cnj999-fm-tragedi-radio-yang-tak-pernah-mati/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cnj999-fm-tragedi-radio-yang-tak-pernah-mati</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2008/10/31/cnj999-fm-tragedi-radio-yang-tak-pernah-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 22:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BennySofwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[Radio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=2766</guid>
		<description><![CDATA[“Wah, such a big lost!!” Itu komentar nyelekit yang datang pasca menyebarnya kabar tentang bubarnya CNJ 99,9 FM. Simak kenapa radio yang nyaris ‘sempurna’ dg tayangan musik jazz dan klasik, non-stop 24 jam, ini berhenti, dari sang mantan General Managernya.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh<strong> Benny Sofwan</strong><br />
Mantan General Manager CNJ 99,9 FM</p>
<p>“Wah, such a big lost!!”</p>
<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2008/11/cnj.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4355" title="cnj" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2008/11/cnj.jpg" alt="" width="375" height="200" /></a></p>
<p>Itu komentar nyelekit yang datang pasca menyebarnya kabar tentang bubarnya CNJ 99,9 FM. Tentu, ada ratusan respon lain yang merepresentasikan betapa pecinta CNJ se-Jabodetabek merasa kehilangan sesuatu yang ‘sempurna’: tayangan musik jazz dan klasik, non-stop 24 jam, tanpa iklan, nyaris tanpa penyiar!</p>
<p>Kini, saya sungguh-sungguh bisa merasakan kesedihan yang sama saat warga Jakarta kehilangan Radio Klasik sekitar satu dasawarsa silam. Tapi, paling tidak, bubarnya Radio Klasik hanya diikuti perasaan pilu hati. Beda dengan CNJ yang tidak hanya menyisakan sedih di hati, tapi juga—terus terang—sakit hati.</p>
<p>Wajar, kalau sangat banyak kalangan yang tidak percaya bahwa CNJ harus (bisa?) mati. Namun, bagi saya, ada sejumlah kekeliruan mendasar di balik anggapan semacam itu. Pertama, sesuatu baru bisa dikatakan “mati” kalau dia pernah “hidup”. Persoalannya, sebagai orang yang sudah kadung menjadikan radio sebagai nafas dan pancaindera saya, saya tidak berpikiran CNJ pernah benar-benar lahir. Memang, beberapa tahun silam, ada peluncuran radio ini di salah satu lokasi strategis di Jakarta. Tapi, waktu yang bercerita: sekarang saya mantap mengatakan bahwa hari peluncuran itu justru merupakan momen penanda surutnya jam pasir bernama CNJ yang tinggal menunggu waktu.</p>
<p>Tidak etis untuk cerita terbuka tentang apa yang terjadi di seputar waktu ‘kelahiran’ CNJ. Tapi siapapun pasti punya harapan saat menghadiri peluncuran sebuah radio siaran dengan format dan skala acara serta pilihan waktu seperti itu. Dan, mereka pasti terperanjat, disusul tak percaya, saat hadir di acara itu.</p>
<p>Kedua, ini lebih kompleks. Pilihan genre musik yang ‘berat’ sudah jelas menyasar kelompok pendengar A plus dengan apa yang disebut “ High end “. Bukan sesuatu yang aneh, karena serangkaian nama yang digembar-gemborkan sebagai pilar-pilar utama CNJ memang berasal dari kaum berada. Ada duit, ada mimpi, tapi—sorry to say—terlalu papa dalam urusan komitmen untuk berbisnis siaran dengan seprofesional-profesionalnya.</p>
<p>Yang terjadi dalam tragedi CNJ adalah mirip dengan hikayat kata “jazz” itu sendiri. Kata ini dimunculkan pertama kali oleh pemain baseball Portland Beavers, Ben Henderson, hampir seratus tahun silam. Seorang pemukul bola (pitcher) yang hebat akan berusaha melempar bola yang jazz. Tapi dari sisi penangkap bola (catcher), seperti kata Henderson, “Jazz ball .. wobbles and you simply can’t do anything with it.”</p>
<p>Begitu pula CNJ. Saat gagasan untuk merebut pangsa Radio Klasik mengemuka, dan setelah sekian nama tenar terkumpul sebagai pendukung CNJ, terbit imajinasi ambisius betapa gelombang radio ini nantinya seolah akan men-jam sinyal radio-radio lain.</p>
<p>Saya sepakat, musik adalah ‘sebatas’ persoalan cita rasa. Namun ketika musik ingin dikemas sebagai barang dagangan, dia menjadi ihwal bisnis. Pada titik ini, idealisme ber-jazz perlu diharmoniskan dengan fatsoen dan logika bisnis.</p>
<p>Dari perspektif penonton, pitcher dan catcher memang berseberangan. Kendati begitu, untuk memastikan agar penonton terpesona, pitcher dan catcher justru diharapkan dapat ber-‘interaksi’ menghasilkan pukulan maut yang disusul oleh tangkapan jitu. Begitu pula seharusnya yang dilakukan oleh CNJ jika memang serius ingin membisniskan musik jazz dan klasik.</p>
<p>Namun apa daya, realita CNJ adalah seperti kata Henderson tadi, jazz ball terlalu liar dan tidak ada yang bisa diikhtiarkan untuk mengatasinya. Itu terjadi karena pitcher pada dasarnya memang tidak ambil pusing pada sorak-sorai gembira penonton. Pitcher seolah hanya ingin meninggalkan lapangan dengan catcher yang tergeletak luka parah, titik. Celakanya, saya bersama tujuh orang staf yang beroperasi hari demi hari di studio CNJ adalah para catchers itu!</p>
<p>Dalam situasi yang dipenuhi kontras antara citra dan realita, apa yang paling susah untuk dilakukan? Mempertahankan kepercayaan diri, adalah jawabannya. Hebatnya, walau dibelit problem berlarut-larut, kedelapan ponggawa CNJ tadi masih sanggup mempertahankan keyakinan bahwa penyakit kronis CNJ ini adalah lika-liku bisnis yang ‘biasa’. Putar otak, cari akal, peras batin, pendengar berhasil ‘dikelabui’. Seakan tidak ada yang berubah pada CNJ. CNJ masih tetap bereputasi kelas tinggi: flamboyan bahkan borjuis di udara, dan tangguh perkasa di darat.</p>
<p>Tidak diketahui sedikit pun oleh khalayak umum bahwa ketujuh orang awak CNJ sudah mengalami penundaan pembayaran gaji berbulan-bulan. Bahkan, yang paling memalukan bagi para pelaku bisnis radio sejagad adalah ketika CNJ terpaksa beberapa kali berhenti siaran karena tunggakan listriknya telah membuat PLN murka.</p>
<p><strong>Hingga Detik Terakhir</strong></p>
<p>“I don’t know where the love has gone.<br />
And in this troubled land, desperation keeps us strong”<br />
(Spandau Ballet, 1988).</p>
<p>Pantang bagi dirijen CNJ untuk tutup telinga terhadap nada sumbang. Saat ada pihak yang sudah kehilangan antusiasme, sehingga permainannya keluar dari partitur, sang dirijen tetap harus berjuang agar simfoni kembali ke nada yang penuh harmoni. Konkretnya, sadar ada tumpukan kendala serius akibat ketidak-seriusan kalangan sendiri, mitra strategis harus dicari.</p>
<p>Permasalahan baru muncul. Sebagai dirijen, otoritas saya dikebiri. Fasilitas pun dibuat seminim mungkin. Itu semua membuat inisiatif-inisiatif yang akan dan yang telah dibangun menjadi tidak dapat dieksekusi. Kebiasaan untuk bekerja secara terencana, dirusak oleh pihak-pihak yang bergerak serba simtomatis. Langkah yang disusun sistematis pun dilumpuhkan oleh aksi serba reaksioner. Padahal, ini bisnis, Bung! Dan Bung-bung sekalian kan bukan pemain ingusan di dunia ini!</p>
<p>Perseteruan di lingkar atas CNJ kian memburuk. Yang terkena ampasnya adalah lapisan mulai dari general manager (Benny?) hingga staf. Yaitu kami yang menyebut diri sebagai “999 CNJ Djakarta Team”. Di situ ada saya, Iken, Kiky, Shandy, Indrawan, Ratna, Farhan, dan Sunny.</p>
<p>Puncaknya adalah ketika sebuah telepon tiba-tiba masuk. Disebut “tiba-tiba”, karena tanpa intro (baca: pemberitahuan) sama sekali dari Direksi. Intinya, serah terima dari CNJ ke pihak 99ers. Pindah tangan berarti pindah genre.</p>
<p>Hebat memang direksi CNJ ini , sampai tidak terpikir ada operator dilapangan alias karyawan , juga lupa CNJ juga punya pendengar bahkan “sangat loyal” , mereka lupa juga kalau sedang mengolah “ranah publik bukan taxi” yang bisa berganti supir seenaknya , lalu dimana penanggung jawab radio ini ? juga dimana KPI ?</p>
<p>Akhir Agustus 2008, CNJ tutup cerita. Tapi pastinya, jazz tidak pernah mati. Pecintanya juga abadi. Kita ketemu lagi, pasti!</p>
<p><em>*tulisan diatas tidak ada yang diedit oleh Redaksi, disajikan apa adanya sebagai bentuk apresiasi WartaJazz pada Radio yang mengusung jazz sebagai sajian mereka*</em></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2008%2F10%2F31%2Fcnj999-fm-tragedi-radio-yang-tak-pernah-mati%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2008/10/31/cnj999-fm-tragedi-radio-yang-tak-pernah-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamatkan Radio CNJ 99.9 FM, Jakarta</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2008/08/20/selamatkan-radio-cnj-999-fm-jakarta/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=selamatkan-radio-cnj-999-fm-jakarta</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2008/08/20/selamatkan-radio-cnj-999-fm-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 11:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Radio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=2439</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pesan singat masuk ke inbox penulis sore ini. Isinya singkat saja, "CNJ tamat riwayatnya. Terakhir sore ini siaran. Hiks2". Yang dimaksud tentu Classic News and Jazz Radio yang mengudara digelombang 99.9 FM. Apa tanggapan anda?
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah pesan singkat masuk ke inbox penulis sore ini. Isinya  pendek saja, &#8220;CNJ tamat riwayatnya. Terakhir sore ini siaran. Hiks2&#8243;. Yang dimaksud tentu Classic News and Jazz Radio yang mengudara digelombang 99.9 FM dan dapat dipantau dari kota Jakarta bahkan hingga Cikampek atau Bogor.</p>
<p>Radio ini menyiarkan musik jazz nonstop 24jam tanpa host atau penyiar layaknya radio pada umumnya. Materinya beragam, mulai dari dixieland, swing, bebop, fusion sampai smooth jazz. Kadang-kadang ada suara Iken Margaretha menyeruak dengan informasi tentang musisi atau artis jazz yang lagunya akan dimainkan.</p>
<p>Bagi sebagian besar penikmat jazz di Jakarta yang banyak menghabiskan waktu mereka didalam kendaraan ditengah kemacetan ibukota setiap harinya, CNJ 99.9 FM merupakan oase yang menyegarkan. Radio yang nyaris tanpa iklan ini mengudara cukup lama dan selalu menjadi favorit para pecinta musik jazz yang bahkan membuat iri beberapa pecinta musik jazz di kota-kota lain.</p>
<p>Selain Jazz, radio ini memberikan pula tempat bagi penikmat musik klasik. Setiap harinya mulai pukul sembilan pagi hingga 12 siang, lalu sembilan malam hingga tepat 12malam, musik klasik akan mengalir. Erik Awuy sempat menjadi host acara ini dengan pencerahannya soal musik klasik.</p>
<p>Menurut data yang dimiliki Redaksi, banyak nama-nama &#8220;besar&#8221; berada dibelakang CNJ. Dalam sebuah kesempatan soft launching di hotel Regent (sekarang FourSeason Jakarta -red), Todung Mulya Lubis, pengacara beken itu merupakan salah satu owner radio jazz ini.</p>
<p>Penulis mencoba mengkonfirmasi dengan menghubungi 021-31909192 untuk mengklarifikasi kebenaran isi pesan singkat tersebut. Dan hal itu tidak dibantah oleh Indrawan atau yang akrab disapa Ibonk, salah satu staf radio CNJ.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2008/08/cnj.jpg" class="broken_link"><img class="size-full wp-image-2440 aligncenter" title="cnj" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2008/08/cnj.jpg" alt="" width="375" height="200" /></a></p>
<p>Sekedar informasi saja CNJ sempat digosipkan akan diakuisisi oleh Ninetyniners, radio swasta asal Bandung. Apalagi frequensi milik CNJ ini sama persis dengan radio yang dibandung diakui sebagai radio anak muda yang gaul. Tapi seiring waktu berjalan berita ini dibantah karena toh CNJ masih siaran tetap dengan format musik jazz-nya.</p>
<p>&#8220;Sudah dua harian ini beberapa staf dari Bandung mulai berdatangan&#8221;, ujar Ibonk menjelaskan. &#8220;Resminya 1 September radio ini akan berganti format&#8221;, ucapnya dengan nada menyayangkan.</p>
<p>Tak lama setelah berbicara, sebuah email masuk ke inbox Redaksi. Isinya sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Salam Perpisahan</p>
<p>5 tahun kita bersama…<br />
5 tahun kami telah menemani anda&#8230;<br />
5 tahun adalah masa masa indah&#8230;<br />
Dimana kemerdekaan jazz dan<br />
indahnya musik klasik coba dibangkitkan</p>
<p>Kini kami mengundurkan diri dari media dengar anda<br />
Akankah kita bersua lagi?<br />
Hanya Tuhan yang tahu&#8230;</p>
<p>Terimakasih tak terhingga<br />
Kepada teman teman yang sudah bersama 999FM CNJ Djakarta<br />
untuk segala perhatian, kerjasama,  partisipasi, support<br />
dan kedekatan yang tidak akan mungkin terlupakan&#8230;</p>
<p>999 CNJ Djakarta team:</p>
<p>Benny Sofwan                            Indrawan Ibonk<br />
Iken Margaretha                        Ratna Cahya<br />
Rachmat Basuki (Kiky)               M. Farhan Alam<br />
Shandy Triyana                          Sunny</p></blockquote>
<p>Kita akan menjadi saksi apakah CNJ akan benar-benar berubah atau akan ada kepentingan publik yang cukup kuat yang akan diselamatkan, sehingga radio ini bisa mempertahankan format jazznya. Atau memang begitulah nasib Jazz di negeri ini?</p>
<p>Apa tanggapan anda?<br />
<strong> Update: Baca tulisan mantan Direktur CNJ 99.9 FM, Benny Sofwan</strong><br />
<a href="http://www.wartajazz.com/2008/10/31/cnj999-fm-tragedi-radio-yang-tak-pernah-mati/" class="broken_link">http://www.wartajazz.com/2008/10/31/cnj999-fm-tragedi-radio-yang-tak-pernah-mati/</a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2008%2F08%2F20%2Fselamatkan-radio-cnj-999-fm-jakarta%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2008/08/20/selamatkan-radio-cnj-999-fm-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>123</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JAZZ ON TRIJAYA PALEMBANG MENGGELAR KEGIATAN OFF-AIR</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2007/11/19/jazz-on-trijaya-palembang-menggelar-kegiatan-off-air/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jazz-on-trijaya-palembang-menggelar-kegiatan-off-air</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2007/11/19/jazz-on-trijaya-palembang-menggelar-kegiatan-off-air/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 12:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Adji Soebijantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Palembang Jazz Community]]></category>
		<category><![CDATA[Radio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=2230</guid>
		<description><![CDATA[Jazz bukan hanya dominasi mereka yang berada di Pulau Jawa. Dari kota pempek, Palembang, ada salah satu radio yang juga membuat program musik secara rutin yang diudarakan setiap Hari Minggu pukul 19.00 – 21.00 wib yaitu Radio Trijaya FM.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jazz bukan hanya dominasi mereka yang berada di Pulau Jawa. Dari kota pempek,  Palembang, ada salah satu radio yang juga membuat program musik secara rutin  yang diudarakan setiap Hari Minggu pukul 19.00 – 21.00 wib yaitu Radio Trijaya  FM.</p>
<p>Jazz On Trijaya &#8211; demikian nama acara ini &#8211; sejak awal tahun 2007. Berdurasi  2 jam dengan format musik yang dimainkan terdiri dari beberapa aliran musik  jazz, seperti:  swing,  ragtime,  samba, fusion dan bebop. Nomor yang dimainkan  disajikan merupakan karya musisi jazz dalam dan luar negeri.</p>
<p>Dalam program ini para profesional muda &#8211; demikian sapaan khas Trijaya, akan  mendapat informasi  seputar perkembangan jazz dan komunitasnya di tanah air.  Dan, yang paling dinantikan oleh profesional muda dalam program Jazz On Trijaya  adalah  sesi <em>Interview with Artist, </em>dimana host Jazz On Trijaya,  <strong>Adji Soebijantoro</strong> ngobrol dengan seorang musisi atau artis jazz  negeri sendiri ditemani Agus Setiawan Basuni dari Wartajazz.com dalam format  tele-interview.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Memenuhi permintaan dari para profesional muda dan sekaligus untuk tempat  ngumpulnya para jazz lovers yang tergabung dalam komunitas pendengar Jazz On  Trijaya, maka Radio Trijaya FM Palembang mengadakan kegiatan Jazz On Trijaya  secara off air yang juga disiarkan secara langsung.</p>
<p>Acara Perdana ini digelar di Charlie Chaplin Aston Palembang tanggal 18  November 2007 dan menghadirkan bintang tamu <strong>Beben Quartet (BQ)</strong> dari Komunitas Jazz Kemayoran, Jakarta. Kelompok ini terbentuk tahun 2003 yang  merupakan hasil dari kumpul-kumpul sekelompok anak muda penyuka jazz di kawasan  Kemayoran. Mereka bermain reguler di berbagai kafe dan pertunjukan spesial  seperti JavaJazz Festival, Jazz Goes to Campus maupun Jak Jazz .</p>
<p>BQ personil yang hadir di Palembang kali ini adalah <strong>Beben S Mulyana </strong>(gitar, vokal), <strong>Leonardus J. Mulyanto </strong>(saxophone), <strong>Furry Oksaridha </strong>(vocalist), <strong>Adhi  Nugroho </strong>(Bass), <strong>Bobby Augus Putra </strong>(piano) dan  <strong>Yusuf Shandy Satya </strong>(drum)</p>
<p align="center">***</p>
<p>Manfaat dari kegiatan ini sudah barang tentu akan menjadi ajang untuk bertemu  dengan sesama jazz lovers selain itu bagi musisi jazz Palembang juga menjadi  tempat belajar dan berbagi pengalaman dengan musisi-musisi tamu yang hadir.</p>
<p>Kegiatan ini direncanakan akan digelar ruti setiap dua minggu sekali dan  diharapkan dapat digelar dibeberapa tempat seperti hotel, cafe maupun mal,  hingga Jazz goes to Campus.</p>
<p>Jazz On Trijaya ini, adalah langkah awal dari Radio Trijaya FM Palembang  &amp; Palembang Jazz Community, dalam menujukkan keseriusannya untuk menggarap  dan menghadirkan nuansa jazz di Sumatera Selatan dan kota Palembang, tentunya.</p>
<p>Kontribusi: Adji Soebijantoro &#8211; Trijaya FM Palembang</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2007%2F11%2F19%2Fjazz-on-trijaya-palembang-menggelar-kegiatan-off-air%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2007/11/19/jazz-on-trijaya-palembang-menggelar-kegiatan-off-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Swara Khatulistiwa September: JAZZ IN CASE  MARI BERDANSA BERSAMA NERA</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2005/09/17/program-swara-khatulistiwa-september-jazz-in-case-mari-berdansa-bersama-nera/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=program-swara-khatulistiwa-september-jazz-in-case-mari-berdansa-bersama-nera</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2005/09/17/program-swara-khatulistiwa-september-jazz-in-case-mari-berdansa-bersama-nera/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2005 14:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Radio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=2830</guid>
		<description><![CDATA[Kekayaan ragam budaya di Indonesia, tanpa disadari ternyata memiliki pengaruh yang cukup kuat di dunia. Berangkat dari kesadaran akan hal tersebut, akan digelar rangkaian kegiatan dalam bingkai SWARA KHATULISTIWA dengan penampilan NERA, yang dimotori oleh Gilang Ramadhan pada hari Kamis (22/09) di Zoom Resto &#038; Lounge, Jakarta.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kekayaan ragam budaya di Indonesia, salah satunya musik, tanpa disadari  ternyata memiliki pengaruh yang cukup kuat di dunia. Banyak musisi dunia yang  memperkaya sajian musiknya dengan mengeksplorasi nada-nada dari musik  tradisional Indonesia, seperti gamelan Jawa, Sunda dan Bali. Belum lagi ribuan  <em>sound effects </em>yang dihasilkan dari berbagai bebunyian instrumen dan  musik tradisional Indonesia.</p>
<p>Berangkat dari kesadaran akan hal tersebut, GELAR &#8211; sebuah perusahaan yang  memiliki perhatian pada perkembangan seni dan budaya Indonesia &#8211; akan menggelar  rangkaian kegiatan dalam bingkai SWARA KHATULISTIWA.</p>
<p>Salah satu dari program ini adalah “JAZZ IN CASE” yang merupakan program  rutin bulanan menampilkan musisi-musisi Jazz papan atas Indonesia dengan  menampilkan kekayaan musik tradisi nusantara. “JAZZ IN CASE” akan dimulai pada  tanggal 22 September 2005, dan akan berlanjut setiap Hari Kamis, minggu ke 4  (empat) di setiap bulannya.</p>
<p>Sebagai penampil pertama adalah group NERA, yang dimotori oleh Gilang  Ramadhan. Nera, yang artinya “sinar” adalah sebuah band yang terdiri dari,  Gilang Ramadhan (drum), Donny Suhendra [gitar], Adi Darmawan [bas], Krisna  Prameswara [keyboard], dan Ivan Nosterman [vokal]. Grup ini didirikan untuk  mengakomodasi keinginan mereka untuk membuat sesuatu yang baru, unik, kaya  secara musical tetapi groovy, popular dan dapat mengiringi gerak dansa. Unik dan  mereka suka menamakan musik yang mereka mainkan sebagai “World Music Dance&#8221;.</p>
<p>Jangan lupa, pertunjukan akan digelar di Zoom Resto &amp; Lounge, Wisma  Nusantara Lt. 28 pada hari Kamis, (22/09) mulai pukul 21.30 wib tanpa dipungut  biaya!. Untuk anda yang tertarik menyaksikan penampilan Gilang Ramadhan dan  kawan-kawan, silakan hubungi Gelar Nusantara Telp. 021 5223209 / 5223210 dengan  Inge atau Cheno</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2005%2F09%2F17%2Fprogram-swara-khatulistiwa-september-jazz-in-case-mari-berdansa-bersama-nera%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2005/09/17/program-swara-khatulistiwa-september-jazz-in-case-mari-berdansa-bersama-nera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INDONESIA OPEN JAZZ 2003, KEMBALI DIGELAR UNTUK YANG KEEMPAT KALINYA</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2003/08/11/indonesia-open-jazz-2003-kembali-digelar-untuk-yang-keempat-kalinya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=indonesia-open-jazz-2003-kembali-digelar-untuk-yang-keempat-kalinya</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2003/08/11/indonesia-open-jazz-2003-kembali-digelar-untuk-yang-keempat-kalinya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2003 10:34:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setiawan Basuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Radio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=2114</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah ajang musik Jazz yang kali ini memasuki penyelenggaraannya yang keempat kalinya, Indonesia Open Jazz Festival (IOJ) 2003 akan digelar mulai tanggal 16 hingga 22 Agustus 2003 mendatang diberbagai tempat di Jakarta.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah ajang musik Jazz yang kali ini memasuki penyelenggaraannya yang keempat  kalinya, Indonesia Open Jazz Festival (IOJ) 2003 akan digelar mulai tanggal 16  hingga 22 Agustus 2003 mendatang diberbagai tempat di Jakarta.</p>
<p>IOJ yang diprakarsai oleh seorang pendidik musik yang lama bermukim di Eropa,  <strong>Tjut Nyak Deviana Daudsjah </strong>dibawah naungan Yayasan Daya Bina  Budaya yang misi utamanya adalah memperkenalkan musik Jazz melalui sarana  pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>Tahun lalu, panitia sempat menggelar acara konser terbuka yang mengambil  lokasi di Pantai Festival Ancol, Jakarta Utara. Kali ini, pilihan jatuh pada  Kafe Taman Semanggi, Jakarta Selatan yang akan menampilkan musik Jazz dari  berbagai style.</p>
<p>Sejumlah pendukung acara pada kegiatan Indonesia Open Jazz di Kafe Taman  Semanggi pada hari Jumat, 22 Agustus 2003 mulai pukul 18.30 wib akan menampilkan  <strong>Marching Band Madah Bahana UI, pemenang I &amp; II kompetisi band IOJF,  IMD students band, Imel and Friends, Marusya Nainggolan Quintet, Deviana  Daudsjah, Aksan Syuman, Daya Big Band &amp; Daya Swara,</strong> serta bintang  tamu dari Perancis <strong>Martial Dubois</strong>, serta dari AS <strong>Joe  Rosenberg, Peter Scherr. </strong>Acara ini <span style="text-decoration: underline;">tidak dipungut biaya</span>.</p>
<p>Selain kegiatan puncak seperti yang sudah diterangkan diatas, juga  diselenggarakan berbagai kegiatan pendukung antara lain sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Sabtu, 16 Agustus 2003<br />
Workshop di IMD untuk kompetisi band<br />
14.00 &#8211;  17.00 WIB</li>
<li>Senin, 18 Agustus<br />
Workshop Jazz Improvisasi di IMD bersama<br />
Joe  Rosenberg (sopran sax) dan Peter Scherr (double bass)<br />
17.00 &#8211; 19.00  WIB<br />
Rp.50.000.- per orang untuk non IMD student</li>
<li>Rabu, 20 Agustus<br />
Band Competition di Klub 45 Jl. Mahakam Jakarta  Selatan<br />
14.00 &#8211; 16.00</li>
</ul>
<p>Bagi anda yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai Indonesia Open Jazz  2003, dapat menghubungi Yayasan Daya Bina Budaya Jl. Taman Kemang I kav.11  Jakarta Selatan telepon/fax (021) 71792331 dan email <a href="mailto:dayagroup@cbn.net.id">dayagroup@cbn.net.id</a></p>
<p align="center">***</p>
<p align="left">Kegiatan <strong>Indonesia Open Jazz 2003 </strong>merupakan salah  satu kegiatan yang patut didukung dalam rangka memajukan kegiatan bermusik  khususnya jazz di tanah air. Terlebih-lebih lagi karena Deviana dkk  menitikberatkan kegiatan ini pada unsur pendidikannya.</p>
<p align="left">Ditengah segala hambatan terutama dari sisi finansial dalam  menyelenggarakan kegiatan tahunan harapannya tentu acara ini tak hanya sekadar  menjadi rutinitas, tapi bisa menumbuhkembangkan kegiatan bermusik dikalangan  anak-anak muda, yang kelak ditangan merekalah masa depan perkembangan jazz di  Indonesia &#8211; jika boleh berandai-andai &#8211; dititipkan.</p>
<p align="left">Salut untuk Deviana dan IMD-nya. Semoga acara tahun ini  berlangsung dengan sukses!.<em><strong> </strong></em></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2003%2F08%2F11%2Findonesia-open-jazz-2003-kembali-digelar-untuk-yang-keempat-kalinya%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2003/08/11/indonesia-open-jazz-2003-kembali-digelar-untuk-yang-keempat-kalinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

