<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wartajazz.com &#187; Style</title>
	<atom:link href="http://www.wartajazz.com/category/style/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wartajazz.com</link>
	<description>The Ultimate Jazz Source for Indonesian Jazz Lovers - Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 01:41:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>New Orleans</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/style/2007/11/28/new-orleans/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=new-orleans</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/style/2007/11/28/new-orleans/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 02:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ceto Mundiarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Style]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=1422</guid>
		<description><![CDATA[Memang harus diakui bahwa New Orleans memang tempat berkembangnya awal-awal dari musik Jazz, bahkan awalnya muncul istilah jazz-pun di New Orleans ini, dan gaya musik New Orleans juga merupakan suatu contoh awal dari permainan musik yang "hot". Yang dimaksud hot disini adalah musik tersebut dimainkan secara emosional dari masing-masing individu yang memainkannya.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memang harus diakui bahwa <em>New Orleans</em> memang tempat berkembangnya  awal-awal dari musik Jazz, bahkan awalnya muncul istilah jazz-pun di New Orleans  ini, dan gaya musik New Orleans juga merupakan suatu contoh awal dari permainan  musik yang &#8220;hot&#8221;. Yang dimaksud hot disini adalah musik tersebut dimainkan  secara emosional dari masing-masing individu yang memainkannya. Jadi para musisi  tersebut tidak hanya memainkan instrumen musiknya saja, tetapi sudah  mengekspresikan perasaan individualnya melaui alat musik yang dimainkannya. Di  New Orleans jugalah musik seperti gaya yang dimainkan tadi lebih banyak bias  diterima oleh masayarakatnya dan dimainkan di berbagai tempat sehingga sudah  memasuki sendi-sendi kehidupan sehari-hari masyarakat New Orleans, misalnya  musik tersebut dimainkan di pertunjukkan sirkus, dimainkan kelompok marching  band pada tiap perayaan, di bar-bar bahkan pada pesta pernikahan sekalipun. Pada  perkembangan selanjutnya musik New Orleans ini tidak hanya dimainkan oleh orang  kulit hitam saja tetapi juga oleh orang-orang kulit yang nantinya disebut  <em>Dixieland</em>.</p>
<p>Dengan beberapa lasan tersebut, disinilah muncul  tradisi dan kebiasaan berimprovisasi dalam musik jazz yang lebih bersifat  individu, yang memang pada masa sebelumnya (era ragtime) belum menonjol  dilakukan oleh musisi kulit hitam. Hal ini dilakukan pertamakalinya oleh  <strong><em>Louis Armstrong </em></strong>. Dalam kesempatan tersebut, <em>Armstrong</em> mencoba untuk menampilkan ketrampilan pribadinya dalam memainkan trumpet secara  solo, sedangkan para pemain lainnya hanya mengiringi saja dan hal tersebut  dilakukan bergantian oleh para musisi lainnya, hal inilah yang kemudian banyak  ditiru oleh pemain jazz selanjutnya, sampai sekarang. Dengan meningkatnya  penguasaan teknis instrumen serta perasaan spontanitas musisi yang semakin  terasah dalam menampilkan sebuah permainan band yang lebih serius dan tidak  disepelekan hanya karena membuat &#8220;anekdot musical&#8221; semata, seperti yang  dituduhkan para kritisi musik pada waktu itu terhadap musik jazz.</p>
<p>Sejak  itu peran Louis Armstrong untuk tampil menjadi solois dan melakukan improvisasi  yang lebih bebas dan bersifat individual menjadi salah satu karakter yang kuat  yang dimiliki oleh musik jazz. Bisa dikatakan bahwa peranan Louis Armstrong pada  awal perkembangan musik jazz sangat besar, berbagai kemajuan yang dialami oleh  musik jazz setelah itu merupakan konsekuensi yang logis dari sebuah tindakan dan  keberanian seorang louis Armstrong yang lahir di New Orleans pada 4 Juli 1900  ini. Namun sekalipun Armstrong yang mempunyai gagasan untuk tampil solo, tetapi  sebagai latar belakangnya juga tidak terlepas dari peran<em> Kid Ory </em>dan<em> King Oliver</em>, yang memberikan kesempatan yang lebih luas pada Armstrong untuk  mendalami pengetahuan musiknya. Armstrong sendiri kemudian membentuk kelompok  sendiri yang diberi nama <em><strong>Hot Fives and Hot Sevens</strong></em> pada tahun  1920-an, yang menjadi salah satu kelompok band jazz yang cemerlang pada saat  itu.</p>
<p>Disamping itu di new Orleans ini tempat lahirnya dan bermunculannya  tokoh-tokoh jazz dengan gaya new Orleans yang nantinya sangat berpengaruh sekali  pada perkembangan musik jazz pada era-era selanjutnya. Musisi-musisi jazz pada  era new Orleans ini yang terkenal adalah<em> Kid Ory </em>seorang pemain trombone,  <em>James P Johnson </em>seorang pemain piano, <em>Bunk Johnson</em> seorang pemain  cornet, <em>Sidney Bechet</em> seorang pemain clarinet dan saxophone, dua  bersaudara <em>Johny Dodds</em> yang bermain clarinet dan <em>Babby Dodds </em>seorang drummer, kemudian<em> King Oliver</em> pemain cornet dan pimpinan band  , dan seorang pemain piano sekaligus komposer yang sangat terkenal dan  controversial pada era itu yaitu <strong>Jelly Roll Morton. </strong></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fstyle%2F2007%2F11%2F28%2Fnew-orleans%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/style/2007/11/28/new-orleans/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Era Bebop tahun 1940 &#8211; Kembalinya Expresi dan Jati Diri Jazz</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/style/2007/08/11/era-bebop-tahun-1940-kembalinya-expresi-dan-jati-diri-jazz/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=era-bebop-tahun-1940-kembalinya-expresi-dan-jati-diri-jazz</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/style/2007/08/11/era-bebop-tahun-1940-kembalinya-expresi-dan-jati-diri-jazz/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 10:56:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ceto Mundiarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Style]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=2074</guid>
		<description><![CDATA[Di Minton's Playhouse para musisi berkumpul dan menciptakan suatu gaya musik baru atau yang mereka namakan sebagai modern jazz.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2007/08/charlie-parker-bebop.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-8789" title="charlie-parker-bebop" src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2007/08/charlie-parker-bebop.jpg" alt="charlie-parker-bebop" width="320" height="319" /></a>Pada akhir tahun 30-an, <strong>Swing</strong> telah menjadi bisnis hiburan yang sangat  besar dan merupakan bisnis musik paling bagus pada saat itu sampai dijuluki pula  &#8220;greatest music of all time&#8221;. Kata &#8220;Swing&#8221; menjadi daya tarik penjualan yang  bagus dan dikaitkan dengan penjualan produk-produk Dari mulai rokok sampai  pakaian wanita, dan jika musik sudah disesuaikan untuk permintaan komersial  seringkali menjadi suatu persoalan klise yang tidak ada habisnya pada musik itu  sendiri, yaitu antara idealisme musikal dan komersial.</p>
<p>Dalam jazz  seringkali ketika suatu gaya atau cara bermainnya menjadi komersial,  perkembangannya malahan akan sebaliknya karena adanya beberapa grup atau musisi  yang menginginkan menemukan atau membuat sesuatu yang baru pada musik tersebut.  Dan hal inilah yang terjadi pada saat itu dan merupakan reaksi perlawanan dari  gaya mode swing yang merebak pada saat itu.</p>
<p>Perkembangan musik baru ini,  yang mendorong pertama kali berasal dari <em>Kansas City</em> dan sebagian besar  musisi-musisi tersebut berdiam di Harlem, terutama di tempat yang dinamakan  <em>Minton&#8217;s Playhouse</em>, dan sekali lagi dimulailah suatu era baru  perkembangan musik jazz. Pada waktu itu memang musik baru tidak berkembang dan  tidak ditemukan suatu kreasi baru dalam band-band yang bermain, hal ini  disebabkan karena penganut gaya lama hanya membuat atau menulis lagu-lagu untuk  musik Swing yang komersial, dan gaya baru hanya dibentuk oleh para pemainnya  secara personal yang dengan kesadaran penuh berusaha membuat sesuatu yang baru,  tetapi itupun baru pada permainan-permainan individu instrumen mereka dan belum  mempengaruhi gaya musik grup bandnya secara keseluruhan. Tetapi di Minton&#8217;s  Playhouse ini para musisi berkumpul dan menciptakan suatu gaya musik baru atau  yang mereka namakan sebagai modern jazz (pada waktu itu) dan Minton&#8217;s akhirnya  menjadi suatu titik sentral yang penting dalam perkembangan gaya baru tersebut  seperti halnya New Orleans pada era sebelumnya.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/wkvCDCOGzGc&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/wkvCDCOGzGc&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Dan gaya bermusik yang  baru ini dinamakan <strong>Bebop</strong>, kata tersebut rupanya untuk mencerminkan atau  menggambarkan suatu bunyi atau suara dari interval musik yaitu , Flatted Fifth.  Istilah ini seperti pernah diterangkan oleh <strong>Dizzy Gilliespie </strong>seorang  trumpeter yang juga merupakan salah satu exponen penting dalam era Bebop ini,  bahwa &#8220;bebop&#8221; merupakan sesuatu tentang ekspresi jazz dan orang sudah dikatakan  memainkan bebop pada saat dia bermain dan secara spontan pemain tersebut atau  para musisinya melakukan atau memainkan suatu loncatan melodi (melodic leaps).  <strong>Flatted Fifth </strong>menjadi suatu interval yang sangat penting pada bebop, atau  ada kemudian yang menyebutnya hanya bop. Pada masa era Swing, hal ini (flatted  fifth) dianggap sesuatu yang &#8220;salah&#8221;, meskipun hal tersebut digunakan dalam <em> passing chord</em> untuk menghasilkan efek harmoni tertentu, dan hal ini sebetulnya  pernah dilakukan oleh <strong>Duke Ellington </strong>dan <strong>Wiilie &#8220;The Lion&#8221; Smith </strong>pada sekitar tahun 20-an. Tetapi pada saat era Bebop ini hal tersebut  merupakan suatu karakteristik yang menyatu, seperti harmoni dasar yang dekat  dengan bentuk-bentuk awal jazz yang diperluas secara konstan. Kalu kita amati  selama sepuluh hingga duapuluh tahun kemudian flatted fifth ini telah menjadi  seperti &#8220;blue note&#8221; pada era sebelumnya.</p>
<p>Dan jati diri para musisi-musisi  jazz yang menginkan perubahan dan kembali kepada ekspresi dan idealisme musikal  ,mereka dapat diubah melaui Bebop ini. Mereka kebanyakan tidak suka musiknya  hanya dianggap sebagai hiburan belaka dan bebop ini dianggap sebagai  revitalisasi akar ekspresi jazz akan tetapi dengan perluasan gramatik musik yang  sangat penting sebagai reaksi terhadap standar-standar yang sedang ngetrend pada  waktu itu. <strong>Charlie Parker </strong>yang merupakan penggagas dan tokoh penting  dalam era Bebop selain Dizzy Giliespie pernah merumuskan : &#8221; .saya jenuh dengan  akor-akor klise, akor-akor yang dimainkan oleh setiap musisi. Saya yakin bahwa  masih ada sesuatu yang lain. Pada mulanya saya bisa mendengarkannya, tetapi  belum bisa memainkannya. Kemudian pada suatu kesempatan pentas pada tahun 1939  saya mementaskan karya &#8216;Cherokee&#8217; dan sambil bermain saya menyadari bahwa jika  saya gunakan interval-interval yang lebih jauh dari nada dasar masing-masing  akor .maka baru kali ini saya memainkan yang saya dengar. &#8220;Musik Bebop sangat  diwarnai dengan kromatik serta nada-nada disonan. Walaupun kerangka harmoninya  masih tetap sebagai pola dasar, cara pengolahan harmonimya lebih luas. Justru  estetika improvisasi dari Parker ini membuktikan bahwa gaya melodinya adalah  harmoni yang dimainkan horizontal dan jika struktur harmoninya sederhana, Parker  membuatnya lebih rumit. Dan dengan bebop ini musik &#8220;jazz&#8221; kembali kepada aspek  jazz pada awalnya yaitu improvisasi, dimana pada era Swing benyak yang lebih  mementingkan aransemen saja.</p>
<p>Apresiasi musik Bebop oleh masyarakat , baik  kaum negro maupun kulit putih, pada awalnya sangat buruk . tentu saja karena  musik ini dianggap &#8220;aneh&#8221; tidak sesuai dengan norma-norma yang sudah  distandarisasi pada waktu itu dan kurang kondusif untuk suasana &#8220;entertainment&#8221;  , tapi inilah musik &#8220;seni&#8221; yang merupakan ekspresi murni dari seorang musisi dan  tidak hanya melayani komoditi hiburan semata dan Parker memang banyak mendapat  perhatian pada waktu itu dengan musiknya tersebut, pemain saxophone <strong>Bennie  Green </strong>mengatakan : &#8221; saat Charlie Parker mulai tampil di dunia jazz, dia  menyebabkan banyak bentrokan, perselisihan serta rekasi agresif dari kebanyakan  musisi. Baru kali ini tidak cukup untuk mengatakan &#8216;saya penganut jazz.&#8217;,  melainkan sekarang ini perlu disebut penganut siapa?! Artinya harus disebut  apakah penganut jazz sebelum Parker atau penganut jazz ala Parker. <strong>Louis  Armstrong </strong>pun berpendapat bahwa musisi Bebop hanya ingin melecehkan jazz.&#8221;  .</p>
<p>Musisi-musisi lain yang sangat penting perannya dalam era bebop ini  selain Charlie Parker dan Dizzie Giliespie adalah <strong>Thelonius Monk </strong>dengan  suatu gaya piano yang sangat unik dan menjadi pelopor konsep piano dari <strong>Cecil  Taylor </strong>pada tahun 60-an, pemain drum <strong>Kenny Clarke</strong>, pianis <strong>Bud  Powell </strong>yang sering disebut sebagai &#8220;father of bebop piano&#8221; serta seorang  komposer dan arranger <strong>Tadd Dameron</strong>.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fstyle%2F2007%2F08%2F11%2Fera-bebop-tahun-1940-kembalinya-expresi-dan-jati-diri-jazz%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/style/2007/08/11/era-bebop-tahun-1940-kembalinya-expresi-dan-jati-diri-jazz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jazz Era tahun 50-an Cool Jazz, Third Stream, Hardbop sampai Modal Jazz</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/jazz-era-tahun-50-an-cool-jazz-third-stream-hardbop-sampai-modal-jazz/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jazz-era-tahun-50-an-cool-jazz-third-stream-hardbop-sampai-modal-jazz</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/jazz-era-tahun-50-an-cool-jazz-third-stream-hardbop-sampai-modal-jazz/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 10:47:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ajie Wartono</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Style]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=1876</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu ketika ada seorang penonton dalam sebuah jazz club yang berteriak kepada pemain bass untuk bergeser sedikit dari posisinya semula. Ternyata badan si pemain bass menutupi pandangan penonton itu terhadap seorang perempuan pirang bermain piano sekaligus juga sebagai vokalis yang begitu memikat itu, dialah Diana Krall yang saat ini telah menjadi salah satu bintang dan musisi papan atas dalam blantika musik jazz.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Revolusi dan Pengembangan Bebop</strong></p>
<p>Pada akhir tahun 40-an dan memasuki era  tahun 50-an dominasi gaya bebop yang identik dengan gaya <strong>Charlie Parker </strong>semakin kuat dan banyak mendominasi gaya permainan musik jazz dan  musisi-musisi pada era tersebut. Tapi hal ini malah kemudian menimbulkan problem  yaitu musik jazz malahan terlihat jadi mulai melemah, statis dan kurang  bergairah dalam hal kreatifitas dan musikalitas, bahkan seorang kritisi jazz  <strong>Alan Rich</strong> menulis dalam bukunya di tahun 50-an bahwa jazz saat itu adem  dan kurang darah alias melemah. Ternyata hal tersebut juga dirasakan oleh  beberapa musisi yang kemudian berusaha bagaimana mencari suatu &#8220;bahasa baru&#8221;  tanpa mengabaikan dan meninggalkan pengaruh-pengaruh dari <strong>Charlie Parker </strong>dengan kata lain mereka berpikir harus ada suatu pengembangan dari musik  Bebop itu sendiri dan di dekade tahun 50-an inilah dimulai revolusi musik  Bebop.</p>
<p>Dimulai dari sebuah ruangan di <strong>West 55th Street </strong>yang  merupakan tempat tinggal <strong>Gil Evans </strong>beberapa musisi dan komposer sering  berkumpul dan melakukan diskusi sambil memdengarkan selain musik jazz dari  <strong>Charlie parker, Lester Young, Duke Ellington </strong>dan lain-lain adalah  musik-musik dari para komposer modern seperti <strong>Alban Berg, Ravel, Debussy,  John Cage, Morton Feldman, La Monte Young </strong>dan beberapa komposer modern  lainnya. Para musisi itu antara lain <strong>Gil Evans, Miles Davis, George Russell  dan Gunther Schuller</strong>, mereka kemudian banyak menciptakan suatu  inovasi-inovasi baru dalam musik jazz, <strong>Gil Evans </strong>dan <strong>Miles Davis </strong>menciptakan suasana baru dalam musik jazz dengan gaya <strong>Cool Jazz</strong>,  <strong>George Russell </strong>menciptakan suatu teori <em>Lydian Chromatic Concept of  Tonal Organization </em>dan <strong>Gunther Schuller </strong>bersama pianis <strong>John Lewis </strong>mengembangkan gaya <em>Third Stream</em>. Selain itu muncul pula beberapa  musisi yang juga memberi suatu energi baru pada musik bebop yaitu seorang pemain  drums bernama <strong>Art Blakey </strong>dan pianis <strong>Horace Silver </strong>yang  mengembangkan gaya permainan <em>Hard Bop </em>yang merupakan perpaduan antara  ekpsresi bebop dan pembaharuan dari <em>Cool Jazz</em>. Dan banyak nama-nama yang  menonjol dalam gaya <em>Hard Bop </em>ini antara lain pianis <strong>Tommy  Flanagan</strong>, pemain trumpet <strong>Lee Morgan</strong>,<strong> Clifford Brown </strong>dan  <strong>Donald Byrd</strong>, pemain trombone <strong>J.J. Johnson</strong>, gitaris <strong>Wes  Montgomery</strong>, pemain saxophone <strong>Sonny Rolins, Joe Henderson, Cannonball  Adderly </strong>dan<strong> Hank Mobley.</strong></p>
<p>Setelah itu tampaknya musik jazz  makin dinamis dan pada era 50-an inilah banyak sekali musisi-musisi dan komposer  yang mengembangkan berbagai gaya dan konsep musiknya. Selain didominasi pleh  <em>Cool Jazz</em> dan <em>Hard Bop.</em> <strong>Miles Davis</strong> sendiri kemudian  mengembangkan apa yang dinamakan <em>Modal Jazz </em>yang juga pengembangan dari  <em>Cool Jazz</em> dimana <em>changes</em> harmoni diganti dengan berbagai modus  saja dan gaya ini dimantapkan oleh<strong> John Coltrane </strong>yang kemudian nantinya  akan berkembang menuju gaya <em>Free jazz</em> pada tahun 60-an. Apa yang  dilakukan seornag pemain bass dan komposer yang cukup menonjol pada era itu  yaitu <strong>Charles Mingus</strong> agak lain dia melaukan revitalisasi terhadap musik  ini, Mingus tidak secara total membuat sesuatu perubahan yang baru dari musik  bebop itu sendiri tapi dia berusaha mencari suatu kemungkinan-kemungkinan dari  hal-hal yang belum tergali dalam musik bebop untuk lebih dikembangkan dan dengan  hal ini Mingus dapat membuat suatu ekspresi yang baru pada  musiknya.</p>
<p>Dalam konteks estetika <em>Cool Jazz</em> perlu disebut seorang  pianis yang buta yaitu<strong> Lennie Tristano </strong>yang juga pendiri dari <strong>New  School of music</strong> di New York pada tahun 1951, tristano dapat mengembangkan  estetika <em>Cool Jazz </em>dari segi harmoninya yang menjadi lebih kompleks dan  dia juga banyak bereksperimen dengan teknik-teknik polifoni dan aliran musiknya  memang kadang dianggap terlalu &#8220;intelektual&#8221;. Dari pemunculan rasio,  intelektualisme dan teknik-teknik komposisi gaya dunia dari orang kulit putih  seperti Tristano berdampak pula pada musisi-musisi di West Coast, walaupun  perkembangan musik jazz pada waktu itu banyak terpusat di New York dengan segala  sub kulturenya . Dan banyak pula bermunculan para musisi kulit putih yang  menonjol dan diakui sepenuhnya oleh para musisi kulit hitam seperti saxoponis  <strong>Stan Getz, Art Pepper </strong>dan<strong> Lee Konitz,</strong> trumpetis <strong>Chet Baker</strong> dan<strong> Shorty Rogers</strong>, pemain drums <strong>Shelly Manne</strong> dan <strong>Chico  Hamilton</strong>, pianis<strong> Dave Brubeck</strong>, pemain clarinet <strong>Jimmy Guiffre</strong> juga big-band yang dipimpin oleh<strong> Stan Kenton.</strong> Kebanyakan para musisi West  Coast berlatar belakang pendidikan akademik dan mereka banyak yang juga terlibat  di studio-studio film Hollywood. Dan pada waktu itu muncul suatu dikotomi yang  sebenarnya dimunculkan oleh para kritikus daripada oleh para musisinya sendiri  yaitu antara aliran West Coast Jazz yang dinilai &#8220;akademis&#8221;, tidak asli dan  tidak murni juga terlau intelektual dengan aliran East Coast Jazz yang asli,  murni, bertradisi, inti jazz dan penuh ekspresi dari orang kulit hitam.  Sementara dari para musisinya sendiri sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan  hal tersebut dan yang diperdebatkan okeh para musisi adalah perselisihan antara  musik &#8220;mainstream&#8221; yang semakin populer dan musik &#8220;avant garde&#8221; yang mencari  inovasi-inovasi dan ekspresi baru.</p>
<p>Pada era ini terutama diakhir tahun  50-an sudah terlihat adanya pengembangan-pengembangan baru yang dilakukan oleh  musisi-musisi muda pada waktu itu yang juga gelisah untuk mecari  ekspresi-ekspresi baru dalam musiknya dan nantinya hal mengarah ke  perkembangan<em> Free jazz </em>dan <em>Avant Garde </em>pada tahun 60-an.  Musisi-musisi seperti <strong>John Coltrane, Cecil Taylor, Ornette Coleman, Eric  Dolphy </strong>dan<strong> Steve Lacy </strong>sudah mulai menonjol dan membuat  eksperimen-eksperimen pada musiknya</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2007%2F08%2F11%2Fjazz-era-tahun-50-an-cool-jazz-third-stream-hardbop-sampai-modal-jazz%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/jazz-era-tahun-50-an-cool-jazz-third-stream-hardbop-sampai-modal-jazz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tokoh-tokoh musisi yang penting dalam era Swing (bagian kedua)</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/tokoh-tokoh-musisi-yang-penting-dalam-era-swing-bagian-kedua/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tokoh-tokoh-musisi-yang-penting-dalam-era-swing-bagian-kedua</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/tokoh-tokoh-musisi-yang-penting-dalam-era-swing-bagian-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 10:47:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ceto Mundiarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Style]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=2070</guid>
		<description><![CDATA[Lester Young berkomentar bahwa Coleman Hawkins, pemain tenor saxophone yang lahir di Missouri 21 November 1904 ini adalah pemain tenor saxophone sejati atau "The Real Tenor Saxophone Players" dan yang membuat kita tahu bahwa itu benar-benar suara tenor saxophone. Kreasi Hawkins telah memperkaya perbendaharaan gaya dalam bermain tenor saxophone dan selama empat puluh lima tahun dia masih menjaga dan mengukuhkan senioritasnya dalam permainan tenor saxophone.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lester Young berkomentar bahwa Coleman Hawkins, pemain tenor saxophone yang lahir di Missouri 21 November 1904 ini adalah pemain tenor saxophone sejati atau &#8220;The Real Tenor Saxophone Players&#8221; dan yang membuat kita tahu bahwa itu benar-benar suara tenor saxophone. Kreasi Hawkins telah memperkaya perbendaharaan gaya dalam bermain tenor saxophone dan selama empat puluh lima tahun dia masih menjaga dan mengukuhkan senioritasnya dalam permainan tenor saxophone.<br />
Coleman Hawkins taken from RedHotJazz,</p>
<p>Coleman Hawkins pertama kali bermain musik di lingkungan sekolahnya pada umur dua belas tahun dan pada umur belasan tahun tersebut dia sudah biasa bermain di Kansas dan berkeliling pada akhir minggu di Chicago. Dimana di kota-kota itu dia mendengar permainan Buster Baily, Stomp Evans dan Ted Lewis. Pada tahun 1921 dia bergabung bersama Mammie Smith Jazz Hound&#8217;s dan pada tahun 1924 Hawkins bergabung bersama big band pimpinan Fletcher Henderson selama sepuluh tahun, dalam big band tersebut dia banyak berperan sebagai salah seorang solois yang cukup menonjol dan dengan cepat dia menjadi bintang dalam big band tersebut. Dengan permainan saxophonenya yang cepat, bahkan ada yang mengandaikan permainannya secepat roller coaster, Hawkins seperti menjadi satu tim dengan para jago-jago musik yang bermain dalam big band tersebut seperti Buster Baily dan Jimmy Harrison yang kemudian menjadi teman dekatnya. Selama bergabung dengan Henderson dia memberi kontribusi yang cukup penting dalam kelompok tersebut termasuk menciptakan salah satu komposisi klasik standard &#8220;Stampede&#8221;.</p>
<p>Namun sampai tahun 1934 Hawkins merasa kecewa dengan Henderson dan kemudian dia mengirim telegram kepada Jack Hylton di London untuk selanjutnya dia selama lima tahun banyak bermain di Eropa terutama di Inggris. Setelah kembali ke Amerika Hawkins membuat rekaman pertamanya sebagi leader band dan solois dengan titel &#8220;Body and Soul&#8221;, dari album dan lagu tersebut membuat Hawkins semakin populer bahkan permainannya dianggap menjadi prototipe permaina tenor saxophone dalam musik jazz. Dan lagu &#8220;Body and Soul&#8221; tersebut mendampingi kepopuleran lagu louis Armstrong yang populer pada saat itu yakni &#8220;West and Blues&#8221;. Di era selanjutnya, pada era Bebop dan Hardbop pada tahun 1940-an dan 1950-an, Hawkins tidak ketinggalan mode atau gaya dengan para musisi-musisi muda pada waktu itu. Dia sempat beberapa kali bekerja sama dengan para musisi bebop yang menonjol seperti Thelonious Monk, Stan Getz dan Sonny Rollins. Oleh karena permainannya yang luar biasa dia oleh beberapa pemain tenor saxophone dianggap sebagai &#8220;nabi&#8221; nya tenor saxophone dan Coleman Hawkins meninggal pada tanggal 19 Mei 1969.</p>
<p>Solois lain yang menonjol dan penting pada era Swing adalah seorang pianis yang buta sejak kelahirannya di Toledo, Ohio 13 Oktober 1909, dia adalah Art Tatum. Tatum belajar bermain piano sejak masa kanak-kanak dan sudah bermain band pada usia belasan tahun di Toledo dan Cleveland. Pada tahun 1932 dan 1933 dia menjadi seorang pemain piano yang bermain secara reguler di Adelaide Hall new York, bahkan sempat membuat album pertaman ya dalam periode tersebut. Tatum sempat mempiunyai karis sebagai solois di klub-klub kota Chicago dan New York kemudian sempat bermain di Eropa sebelum dia membentuk kelompok trionya sendiri pada tahun 1943 bersama gitaris sekaligus vokalisT<br />
Art Tatum from The art of Tatumz<br />
iny grimes dan pemain bass Slam Stewart dan semapat merekam album terkenal &#8220;I Got Rhythm&#8221;. Sampai kematiannya pada 5 November 1956 pun Tatum selalu membagi waktu antara penampilan solo piano dengan beberapa grup trionya maupun antara bermain di night club dan bermain di concert hall.</p>
<p>Tidak seperti pemain lainnya dalam perkembangan permainan piano dalam sejarah musik jazz, Art tatum seolah meringkas semua yang telah dilakukan oleh pendahulunya dalam gayanya yang khas dan dia tidak hanya telah membuka peluang untuk perkembangan permainan piano dalam musik jazz terhadap para pemain piano pada era-era selanjutnya tetapi juga untuk para musisi yang memainkan instrumen lainnya. Pada dasarnya dia terinspirasi dari permainan piano Fats Waller dan para pemain &#8220;semi classic&#8221;, dia mampu membuat permainan stride piano yang mempunyai kesan kompleks terlihat lebih sederhana dan dapat diikuti, dengan tempo yang kadang-kadang lebih cepat untuk semata-mata menikmati ekspresinya.</p>
<p>Sumber utama dari gaya Art tatum adalah penjabaran kembali atas komposisi-komposisi standard, disbanding dengan pemain stride piano yang lain Tatum lebih cenderung menjadi aransir daripada seorang improvisator, dia lebih suka memberikan semacam &#8220;dekorasi&#8221; disetiap permainannya. Kekuatannya yang besar dalam era ini adalah variasi ritmiknya yang tidak henti-henti dan bahkan kadang-kadang menjadi terlalu banyak untuk diikuti. Dalam hal ini dia mempunyai pengaruh yang besar pada era-era bebop terutama para pemain pianonya yang berusaha untuk memindahkan karakter permukaannya dan meninggalkan fleksibilitas ritmiknya. Pengaruh paling besar dalam gaya Tatum adalah juga harmonisasi yang lebih halus, meskipun hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh Ellington pada karya-karyanya tahun &#8217;30-an, terutama berhubungan dengan penggunaan interval chord yang lebih banyak variasinya. Hal ini bukan kebetulan kalau hal tersebut menarik perhatian para pemain instrumen lainnya, terutama para pemain saxophone, dan semua teknik-teknik harmonisasi pemain seperti Coleman Hawkins, Charlie Parker sampai John Coltrane sangat dipengaruhi Tatum. Didalam perkembangan musik piano dalam musik jazz, Art tatum mempunyai ciri yang sangat khas bahkan beberapa pengamat dan kritisi menyebut kekhasannya tersebut sebagai &#8220;Art Tatum School&#8221;. Hal ini dibuktikan dengan banyak penerus dikemudian hari yang permainanya sangat dipengaruhi oleh ciri khas permainan Art tatum tersebut seperti pianis Oscar Peterson, Monty Alexander sampai pianis muda Benny Green.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2007%2F08%2F11%2Ftokoh-tokoh-musisi-yang-penting-dalam-era-swing-bagian-kedua%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/tokoh-tokoh-musisi-yang-penting-dalam-era-swing-bagian-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tokoh-tokoh musisi yang penting dalam era Swing (Bagian Pertama)</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/tokoh-tokoh-musisi-yang-penting-dalam-era-swing-bagian-pertama/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tokoh-tokoh-musisi-yang-penting-dalam-era-swing-bagian-pertama</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/tokoh-tokoh-musisi-yang-penting-dalam-era-swing-bagian-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 10:45:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ceto Mundiarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Style]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=2067</guid>
		<description><![CDATA[Era Swing juga telah banyak mengadirkan atau memunculkan tokoh-tokoh musisi yang menonjol dan berperan dalam era Swing tersebut dan bahkan mempengaruhi perkembangan musik jazz untuk era selanjutnya.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Era Swing juga telah banyak mengadirkan atau memunculkan tokoh-tokoh musisi yang menonjol dan berperan dalam era Swing tersebut dan bahkan mempengaruhi perkembangan musik jazz untuk era selanjutnya. Para musisi tersebut antara lain para pimpinan big band, Count Basie, Duke Ellington, Fletcher Henderson, Jimmy Lunceford, ataupun si &#8220;Raja Swing&#8221; Benny Goodman. Sedangkan banyak lagi musisi yang lebih mempunyai kesempatan untuk mengekspresikan sebagai solois, seperti para saxophonist Coleman Hawkin, Benny Carter, Ben Webster, Johny Hodges, para pianis seperti Art Tatum. Terddy Wilson, Fats Domino, para drummer seperti Gene Krupa, Cozy Cole, Sid Carlett, kemudian para pemain trumpet seperti Roy Eldridge, Rex Stewart, Bunny Berigan dan tidak ketinggalan para vokalis bersuara emas seperti Billy Holiday, Ella Fitzgerald, Sarah Vaughn, Cab Calloway. Sebenarnya masih banyak lagi kalau disebut satu persatu musisi jazz pada saat itu, namun kita pilih yang menonjol saja dan mewakili pada eranya.</p>
<p>Count Basie yang bernama asli William Basie adalah musisi kelahiran Red Bank, Nerw Jersey 21 Agustus 1904. Pada a wal tahun 1920-an sudah menjadi musisi professional dan bermain di Asbury Park, New Jersey dan di New York Club. Sebelumnya dia kurang diperhitungkan sebagai pianis, tapi<br />
Count Basie, 1969 &#8211; Ron Joy&#8211;Globe Photos<br />
setelah mendapatkan bimbingan secara professional dari Fat Waller, Basie mulai berkembang permainan dan karirnya. Pada awal-awal rekaman dengan Benny Moten dan beberapa pertunjukannya dia bermain stride piano sangat bagus, namun gaya permainannya jikalau tidak didukung dengan rhytm section yang bagus tidak akan mencapai suatu keberhasilan yang maksimal. Pada tahun 1929 sampai tahun 1934 dia bersama Benny Moten banyak bekerja sama dengan Walter Page, Jimmy Rushing, Buster Smith, Lester Young dan Hot Lips Page. Mereka ini adalah musisi-musisi inti dalam kelompiknya Count Basie di Kansas City. Setelah benny Moten meninggal, band tersebut manambah anggotanya antara lain pemain bariton saxophon Jack Washington, penabuh drums Jo Jones, pemain trumpet Buck Clayton dan peniup tenor saxophon Herchel Evan. Ditandai dengan adanya agen band nasional dan kontrak rekaman, band tersebut pindah ke New York pada akhir tahun 1936 dan menambah anggotannya menjadi 12 orang, yaitu Freddie Green yang memainkan gitar dan pemain saxophon Earl Waren. Bermula dari kelompok inilah terkenal menjadi Count Basie Big Band dan sukses sekali dalam setiap pertunjukannya. Setelah itu sampai tahun 1940-an personilnya banyak silih berganti, dan setelah Count Basie meninggal pada 26 April 1984, Count Basie Big Band dipimpin oleh Frank Foster dengan nama yang masih sama yaitu Count Basie Big Band. Dan dasar-dasar musik yang diciptakan oleh Count Basie Big band ini sampai sekarang masih sering dianut dan mempengaruhi beberapa kelompok Big Band dan cirri khas musiknya terkenal sebagai Basies Basic.</p>
<p>Pemimpin big band lain yang sangat menonjol dari tahun 1920-an adalah Edward Kennedy Ellington atau lebih dikenal dengan nama Duke Ellington, yang lahir pada tanggal 29 April 1899 di Washington DC. Dia mulai belajar piano dari sejak kecil dan sangat tertarik dengan musik ragtime, dia sebenarnya juga mempunyai cita-cita sebagai seorang pelukis. Namun pada tahun 1917 dia membentuk band yang bermain untuk acara-acara dansa sampai bertemu dengan penabuh drum dari New Jersey, Sonny Greer yang mendorongnya untuk menjadi musisi professional. Mereka bermain bersama di Wisconsin dan Atlantic City sebelum menetap di New York pada tahun 1923. Disana dia bermain pada kelompok sextet dibawah pimpinan Elmer Snowden dimana kelompok ini merupakan kelompok dari Ellington dan teman-temannya sesama daerah. Kelo<br />
Duke Ellington<br />
mpok yang beranggotakan 10 orang ini sukses bermain di beberapa night club terutama di Cotton Club, sehingga mendapatkan reputasi nasional. Semasa kariernya, banyak dibantu musisi-musisi jazz yang akhirnya menjadi bintang antara lain, peniup alto saxophon Johny Hodges, pemain tenor saxophon Ben Webster, pemain bass Jimmy Blanton, pianis dan komposer Bille Strayhorn, Peniup saxophon yang dianggap mempunyai gaya modern Paul Gonsalves, peniup trumpet Clark Terry dan masih banyak lagi pemain dari band Ellington yang akhirnya menjadi solois terkenal. Duke Ellington merupakan seorang musisi yang mempunyai kelebihan tersendiridalam menciptakan komposisi, arnsir dan harmonisasi yang tidak dimiliki oleh banyak musisi jazz yang lain. Dan seperti Count Basie gaya musik dari Ellington juga banyak mempengaruhi musisi-musisi dan big band sesudahnya bahkan sampai sekarang dan dikenal sebagai gaya Ellingtonia. Ellington meninggal pada tanggal 24 Mei 1974 dan bersama big bandnya dia juga pernah melakukan pertunjukan di Indonesia pada tahun 1970 .</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2007%2F08%2F11%2Ftokoh-tokoh-musisi-yang-penting-dalam-era-swing-bagian-pertama%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/tokoh-tokoh-musisi-yang-penting-dalam-era-swing-bagian-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Era Swing sebagai &#8220;The Golden Age of Jazz&#8221;</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/era-swing-sebagai-the-golden-age-of-jazz/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=era-swing-sebagai-the-golden-age-of-jazz</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/era-swing-sebagai-the-golden-age-of-jazz/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 10:44:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ceto Mundiarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Style]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=2065</guid>
		<description><![CDATA[Dengan terjadinya depresi perekonomian dunia pada sekitar permulaan decade 1930 yang membuat keadaan perekonomian Amerika Serikat semakin berat, sebagai salah satu dampaknya adalah banyak lapangan pekerjaan menghilang sehingga menyebabkan tingkat pengangguran yang tinggi. s
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan terjadinya depresi perekonomian dunia pada sekitar permulaan  <em>decade</em> 1930 yang membuat keadaan perekonomian Amerika Serikat semakin  berat, sebagai salah satu dampaknya adalah banyak lapangan pekerjaan menghilang  sehingga menyebabkan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal ini juga dirasakan  dalam sejarah perkembangan musik jazz, termasuk industri rekamannya. Banyak  musisi jazz juga seolah-olah terpisah dan menghilang begitu saja. Demikian juga  dengan para pendengar setianya, mereka lebih banyak tinggal dirumah  masing-masing sambil mendengarkan radio atau televisi daripada pergi menonton  pertunjukan musik jazz di klab atau gedung pertunjukan lainnya.</p>
<p>Namun  pada tahun 1934, seorang pimpinan band dan pemain klarinet yang bernama <strong>Benny  Goodman </strong>memukau para pendengar radio dengan permainan musik jazz yang  dibawakannya yang lebih &#8220;hot&#8221; daripada gaya-gaya jazz sebelumnya. Kelompok  tersebut dalam bulan Juli 1935 mengadakan pertunjukan keliling di Amerika  Serikat. Dari setiap penampilannya , terutama di radio dan televisi ternyata  mendapat sambutan yang luar biasa dati para pecinta musik jazz. Hal ini semakin  membuat optimis Goodman dalam menampilkan kelompok mereka dari ballroom ke  ballroom yang lainnya dengan membawakan repertoar yang sedikit lebih manis dan  diadaptasikan terhadap musik dansa. Dari mulai saat itulah, Benny Goodman  bersama Quartetnya benar-benar &#8220;meledak&#8221;, sampai akhir perang dunia II. Hal ini  terjadi bersamaan dengan pulihnya keadaan peerekonomian di sana walaupun sedikit  demi sedikit.</p>
<p>Dengan cepat musik jazz bergaya Swing menjadi sering  dimainkan di seluruh negara tersebut, termasuk di hotel-hotel, klab malam maupun  kampus dan gedung teater. Seorang kritisi dan fotografer, <strong>Bill Gottlieb </strong>menyebutkan masa tersebut sebagai &#8220;The Golden Age of Jazz&#8221;. Mungkin pendapat  tersebut cukup beralasan karena berbagai hal yang menunjukan dominasi musik jazz  yang sedang menjadi trend yang popular pada waktu itu. Hal ini juga tergambarkan  melalui banyaknya pendengar musik jazz lama dan &#8220;pendatang baru&#8221; yang tua maupun  muda tetap berkumpul, termasuk penggemar musik jazz dari kalangan orang kulit  putih bertambah besar jumlahnya daripada sebelumnya. Para &#8220;pendatang baru&#8221;  tersebut juga lebih terdidik dan bahkan lebih fanatik. Mereka menggemari musik  jazz seperti mereka menggemari permainan liga baseball atau basket. Dan sampai  pada pertengahan 1930-an mulai banyak kelompok band yang bermunculan, disamping  kelompok-kelompok big-band yang sudah ada sejak tahun 1920-an. Dan pada era  inilah tampaknya jazz juga telah menjadi suatu gaya hidup, hal ini ditunjukan  dengan banyaknya promosi produk-produk yang ditawarkan kepada masyarakat dengan  embel-embel swing.</p>
<p>Lebih jauh mengenai gaya Swing ini aantara lain gaya  ini mempunyai karakter &#8220;jazz 4 ketukan&#8221;, karena gaya-gaya jazz sebelumnya  dikelompokkan pada &#8220;jazz 2 ketukan&#8221;. Dengan penjelasannya kira-kira adalah jika  didalam gaya swing terdapat 4 ketukan di setiap barnya sedangkan dalam gaya jazz  sebelumnya dapat didengarkan sebagian besar menggunakan 2 ketukan dalam setiap  barnya. Namun hal ini juga belum menjadi harga mati, karena <strong>Louis  Armstrong</strong> sendiri, serta beberapa musisi gaya <strong>Chicago</strong>, tidak jarang  pula menggunakan tempo 4/4 dalam musiknya pada tahun 1920-an. Bahkan<em> Big band </em>dari <strong>Jimmy Lunceford </strong>secara bergantian menggunakan tempo 2/4 dan  4/4.</p>
<p>Kata &#8220;swing&#8221; sendiri adalah sebuah terminology dasar dalam musik  jazz, meskipun ada dua pemaknaan yang berbeda mengenai &#8220;swing&#8221;. Pertama adalah  &#8220;swing&#8221; dikonotasikan sebagai salah satu unsure ritmik musik jazz yang berasal  dari sifat struktur formal musik klasik namun dibuat lebih elastis dan  fleksibel. Swing terdapat di dalam semua fase, gaya dan periode perkembangan  musik jazz. Ada juga yang berpendapat bahwa jika sebuah musik yang tidak  mengandung &#8220;swing&#8221;: berarti musik tersebut bukan jazz. Mengenai hal yang  berkaitan dengan konotasi ini yaitu &#8220;swing&#8221; sebagai salah satu unsur musik jazz,  biasanya ditulis dengan huruf kecil didepannya yaitu swing. Kedua, isitilah  &#8220;swing&#8221; ini digunakan untuk menyebutkan gaya musik jazz yang dominan di decade  1930-an. Gaya ini merupakan satu sukses besar dalam hal komersial diantara  gaya-gaya musik jazz yang lainnya sampai muncul fusion pada era 1970-an. Seperti  telah disinggung sebelumnya, Benny Goodman diberi gelar &#8220;The King of swing&#8221;,  berkaitan dengan keterangan itu kita sebut &#8220;Swing&#8221; dengan huruf besar  didepannya. Kurang lebih dari dua pengertian ini banyak digunakan oleh segenap  kritisi dan pendidik musik jazz dalam prakteknya.</p>
<p>Ada sebuah perbedaan  dalam mengatakan bahwa lagu jazz itu berirama swing dan itu adalah jazz bergaya  Swing. Didalam setiap lagu jazz di dalam gaya Swing dipastikan itu juga berirama  swing. Sebaliknya belum tentu setiap irama musik jazz yang mempunyai unsure  swing dikatakan bergaya Swing.</p>
<p>Sebagai salah satu persembahan atas  perkembangan musik jazz di era Swing ini adalah perkembangan kelompok big band  seberti Bennie Moten Big Band, Jimmy Lucenford Orchestra, Count Basie Big Band  dan Duke Ellington Orchestra. Dari masa ini juga muncul kontradiksi antara peran  solois individu dalam sebuah big band untuk mendapatkan kedudukan yang penting  dengan peran secara kolektif sebagai ungkapan harmonisasi yang lebih kuat. Namun  musik jazz bisa jadi kolektif dan bersifat individu yang dilakukan secara  bergantian, atau kemudian di dalam musik jazz dapat juga dilakukan imrovisasi  secara bersamaan.</p>
<p>Era ini juga melahirkan tokoh-tokoh besar dan penting  dalam musik jazz yang kemudian akan mempengaruhi perkembangan musik jazz  sesudahnya dan mempengaruhi para pemain-pemain jazz sesudah era ini. Mereka  antara lain seorang pemain saxophone Coleman Hawkin, Chu Berry, Benny Carter dan  Johnny Hodges, pemain drums Gene Krupa, Cozy Cole dan Sid Catlett, pemain piano  Fats Waller dan Teddy Wilson, pemain trumpet Bunny Beringan dan Rex Stewart,  juga para komposer dan pimpinan big band seperti Duke Ellington dan Count Basie.  Tampaknya melalui era Swing inilah musik jazz mulai diperhitungkan dan banyak  menyebar ke berbagai negara dan juga sebagai pijakan untuk perkembangan jazz  selanjutnya, sehingga tidak berlebihan kiranya era ini disebut sebagai &#8220;The  Golden Age Of Jazz&#8221;.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2007%2F08%2F11%2Fera-swing-sebagai-the-golden-age-of-jazz%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/era-swing-sebagai-the-golden-age-of-jazz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Big Band setelah era Big Band</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/big-band-setelah-era-big-band/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=big-band-setelah-era-big-band</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/big-band-setelah-era-big-band/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 10:43:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ceto Mundiarso</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Style]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=1022</guid>
		<description><![CDATA[Di awal tahun 1950an, kelompok big band yang dipimpin oleh komposer dan arangger Eddie Sauter dan Bill Finegan sedang tampil di Nebraska. Malam itu, beberapa penonton yang berisik mendekat ke arah panggung dan meneriakan "Mengapa kalian tidak dapat memainkan sesuatu yang dapat membuat kita bergoyang?".
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di awal tahun 1950an, kelompok big band yang dipimpin oleh komposer dan arangger  Eddie Sauter dan Bill Finegan sedang tampil di Nebraska. Malam itu, beberapa  penonton yang berisik mendekat ke arah panggung dan meneriakan &#8220;Mengapa kalian  tidak dapat memainkan sesuatu yang dapat membuat kita bergoyang?&#8221;. Sonny Russo,  seorang pemain trombon dengan spontan menjawabnya, &#8220;Mengapa kalian tidak menari  dengan sesuatu yang kami mainkan?&#8221;. Itulah ceritanya jika ada satu cerita yang  dapat merangkum apa yang terjadi dengan big band setelah era Swing.</p>
<p>Sebenarnya setiap kelompok big band di dalam era Swing utamanya adalah  digunakan sebagai sebuah kelompok pengiring tarian di lantai dansa. Meskipun  setelah paska Perang Dunia II kelompok big band terbaik tetap berf<img src="../images/dizzy1.gif" alt="" hspace="5" vspace="5" width="223" height="148" align="right" />ungsi seperti itu. Musik jazz, dimana dia dimainkan dengan formasi  personil yang banyak maupun sedikit dapat dikonsumsi dengan berbagai macam motif  untuk mendengarkannya. Apakah hanya dinikmati saja alunan musiknya ataupun  didengarkan dengan serius, merupakan hak intepretasi masing-masing  pendengar.</p>
<p>Big band setelah era Swing mengalami perubahan yang disebabkan  oleh banyak faktor. Banyak musisi jazz pada masa Perang Dunia II terpaksa  bergabung dengan angkatan bersenjata (kurang lebih seperti Wamil kalau di  Indonesia). Meningkatnya harga bahan bakar kendaraan yang menyebabkan  berkurangnya kelompok-kelompok yang melakukan tour. Semasa perang tersebut,  larangan untuk rekaman oleh Persatuan Musisi untuk melawan permasalahan royality  yang belum tuntas dalam penyiaran di radio menyebabkan banyak orang menganggur  sampai masalah tersebut terpecahkan. Walaupun demikian, hal itu ada sisi  positifnya kalau dirasakan sampai sekarang ini. Yaitu industri rekaman mempunyai  semacam lembaga perlindungan untuk menampilkan karya musik ataupun pendanaan  pertunjukan-pertunjukan para musisi dari berbagai jenis (Music Performance Trust  Fund). Meskipun di masa Perang Dunia II itu bagi kelompok big band dibaca  sebagai sebuah musibah. Resesi kedua datang setelah masa Perang Dunia II yaitu  diterapkannya sebuah pajak hiburan sebesar 20% dan semakin banyaknya acara  hiburan di televisi.</p>
<p>Sebagai akibatnya, karya-karya kelompok big band  yang berorientasi sebagai pengiring dansa semakin berkurang. Ada sesuatu dalam  proses perubahan. Para penulis, aransir dan pemimpin big band sedang  mengembangkan pola artistik sebagai tujuannya yang membuat mereka keluar dari  kelaziman musik populer.</p>
<p>Salah satu seorang pioner yang muncul setelah  periode Perang Dunia II adalah Boyd Raeburn, seorang pemain saxophone tidak  terkenal dan mantan pemimpin sebuah kelompok big band komersil. Pada masa jaya  kelompoknya tersebut (1944 &#8211; 1948), dia banyak menggunakan musisi terkemuka  termasuk Dizzy Gillespie, Al Cohn, Lucky Thompson, Serge Chaloff, Frank Socolow,  Johnny Mandel dan Buddy De Franco. Selain itu dia juga memberikan kesempatan  untuk memimpin bandnya kepada aranger seperti Eddie Finckel, Johnny Richard dan  yang paling penting adalah George Handy. Meskipun dengan bakat yang menonjol  dari kelompok tersebut, gaya musiknya masih terasa asing pada waktu itu.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fnews%2F2007%2F08%2F11%2Fbig-band-setelah-era-big-band%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/news/2007/08/11/big-band-setelah-era-big-band/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ragtime</title>
		<link>http://www.wartajazz.com/style/2007/02/09/ragtime/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ragtime</link>
		<comments>http://www.wartajazz.com/style/2007/02/09/ragtime/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2007 12:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puspito Ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Style]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wartajazz.com/?p=1233</guid>
		<description><![CDATA[Musik Rag yang muncul sekitar tahun 1890-an pada mulanya karena pada waktu itu yang popular adalah musik klasik yang notabene adalah musik dari Eropa dan dapat dikatakan merupakan musik orang kulit putih, seperti Mozart, Johan Strauss, Chopin dan lain-lain.
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Musik Rag yang muncul sekitar tahun 1890-an pada mulanya karena pada waktu itu  yang popular adalah musik klasik yang notabene adalah musik dari Eropa dan dapat  dikatakan merupakan musik orang kulit putih, seperti <em>Mozart, Johan Strauss,  Chopin </em>dan lain-lain, padahal pada waktu itu di Amerika banyak penduduk yang  berkulit hitam keturunan Afrika, kemudian ada seorang kulit hitam bernama  <em><strong>Scott Joplin </strong></em>yang mencoba menambahkan unsur-unsur musik orang  kulit hitam (black music) ke dalam &#8220;musik-musik eropa&#8221; tersebut dan dari sinilah  era musik ragtime, yang dianggap sebagai embrio musik jazz, dimulai.</p>
<p>Untuk dikatakan bahwa musik ragtime merupakan slah satu musik jazz juga  sulit, karena pada musik ini belum terdapat unsur jazz yang penting yaitu,  improvisasi, walaupun kemudian pada perkembangannya ada <em>ragtime swing</em>,  yang dapat dimasukkan sebagai bagian dari musik jazz, dimana musiknya  mengadaptasi dari ragtime tapi dengan improvisasi disertai unsur swing. Kenapa  musik ragtime ini tidak atau belum menggunakan improvisasi, hal tersebut  disebabkan karena pada waktu itu pemain-pemain Rag menggunakan piano roll yaitu  piano otomatis atau seperti musik box, jadi pemain harus membuat nada-nada dulu  pada sebuah plat berbentuk tabung dan dipasang pada piano roll tersebut kemudian  diputarnya, sehingga nada-nada yang terdengar adalah nada-nada yang dibuat di  palt tersebut. Dan pada waktu itu karena belum ada rekaman gramophone, maka  lagu-lagu Rag original didistribusikan melalui palt-plat piano roll tersebut.  Ragtime sendiri berasal dari istilah &#8220;Ragged Time&#8221; yang arti harafiahnya adalah  &#8220;waktu menggoda dengan lelucon&#8221;. Dan pada waktu itu karena Joplin memasukkan  unsur-unsur rythmn Afrika kedalam musik tradisi Eropa tersebut, maka orang  sering menyebut bahwa Ragtime adalah <em>&#8220;White Music, played Black&#8221;</em> atau  musik orang kulit putih yang dimainkan okeh orang kulit hitam. Dan Joplin  sendiri memang telah membuat musik rag tersebut berdasarkan musik tradisi eropa  dan pernah membuat suatu opera memakai musik Ragtime.</p>
<p>Sebagian besar  Ragtime, mempunyai ciri khas karakter musikal yang dapat ditulis antara lain  pertama, dengan sengaja menggunakan sinkopasi pada tangan kanannya terkesan  disusun jauh dari sederhana, sambil memainkan ritmik bass-nya 2/4 atau 4/4,  kedua, susunan tema lagu tersebut sering dihubungkan dengan modulasi (sebuah  hubungan langsung dengan kelompok bandnya).</p>
<p>Ragtime sendiri pertama  dipublikasikan pada tahun 1897 oleh <em>Tom Turpin </em>dengan lagunya &#8220;Harlem  Rag&#8221; yang dengan cepat diikuti oleh komposer-komposer ragtime yang lain seperti  <em>Joseph Lamb, James Scott, louis Chauvin, May Aufderheide, Scott Joplin dan  Eubi Blake</em>. Diantara beberapa komposer, Scott Joplin-lah (lahir di Texas,  1868) yang sudah paling terdidik dan terlatih dan memang dia belajar pada  seorang profesor musik di Jerman. Beberapa lagu yang terkenal adalah &#8220;Meaple  Leaf Rag&#8221; yang dipublikasikan pada tahun 1899, terjual 75.000 copy dan yang  paling terkenal adalah &#8220;The Entertainer&#8221; yang dipakai sebagai theme song film  The Sting.</p>
<p>Sampai akhir abad ke 19, Ragtime dimainkan oleh musisi yang  lebih muda. Kelompok band dari New Orleans seperti <em>John Robichaux </em>dan  <em>&#8220;Papa&#8221; Jack Laine </em>yang membuat beberapa lagu Ragtime yang populer dalam  sebuah format orkestrasi, seperti <em>&#8220;Red Back Book&#8221;</em>. Dalam beberapa tahun  kemudian, <em>Irving Berlin </em>(seorang komposer lagu populer ternama)  menciptakan &#8220;Alexander&#8217;s Ragtime Band&#8221;. Sampai dua dekade kemudian ragtime  terpelihara dengan baik meskipun oleh lingkungan dan komunitas yang lebih  terbatas seperti pemain piano Wally Rose (masa setelah perang dunia II dan tahun  60-an) dan beberapa orang dari Eropa seperti <em>Keith Nichols </em>dan <em>Ron  Weatherburn</em>, dan dari Amerika sendiri <em>Dick Hyman. </em></p>
<p>Seperti  telah diceritakan di atas kepopularan musik ragtime juag ikut didukung dengan  film produksi Hollywood yaitu <em>The Sting</em>, dalam film tersebut banyak  menggunakan lagu-lagu yang bergaya ragtime. Pada usianya yang ke 90, <em>Eubi  Blake </em>pernah kembali tampil secara spektakuler dalam <em>Newport New York  Jazz Festival </em>pada tahun <em>1973</em> dan dalam solo pianonya di Broadway  pada akhir 1970-an, Eubi Blake membuat ribuan penonton yang masih muda dan tidak  tahu apa itu ragtime terpesona dan diistilahkan oleh Blake ini menimbulkan  &#8220;kesadaran ragtime&#8221;. Blake sendiri meninggal tahun 1983 pada usia 100 tahun.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.wartajazz.com%2Fstyle%2F2007%2F02%2F09%2Fragtime%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wartajazz.com/style/2007/02/09/ragtime/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

