Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Suguhan Segar dan Renyah dari The Manhattan Transfer: The Chick Corea Songbook

Posted on 18 March 2010 by Dwi Ratna

Manhattan Transfer (photo by Arief Sukardono/WJ)

‘Spain’ komposisi karya Chick Corea membuka penampilan kuartet ‘The Manhattan Transfer’ malam itu (06/03) pada  ajang bergengsi AXIS Jakarta Internasional Java Jazz Festival 2010 di D2 Main Hall JI Expo Kemayoran, Jakarta.

Malam itu, kuartet yang terdiri dari Janis Siegel, Tim Hauser, Alan Paul dan Cheryl Bentyne memang khusus membawakan beberapa komposisi yang diambil dari album terakhir mereka The Manhattan Transfer: The Chick Corea Songbook. Album yang dirilis tahun lalu dalam rangka 40th years anniversary kuartet ini, berisikan komposisi-komposisi karya komponis, pianis dan keyboardis jazz ternama Chick Corea. Bukanlah hal yang mudah tentunya menyanyikan sebuah komposisi karya seorang Chick Corea. Dengan aransemen baru, kuartet ini berhasil membius penonton dengan penampilannya yang menarik.

Seperti pada komposisi ’Spain’, komposisi yang familiar terdengar dengan tempo cepat ala Al Jarreau, kali ini mereka bawakan dengan tempo sedang, diselingi dengan sesi sketsing dari suara khas masing-masing personel. Selain itu, mereka juga membawakan komposisi ‘Times Lie’, ‘Ragtime in Pixie Land’ dan ‘One Step Closer’. Tim memang seringkali dominan dalam kuartet mereka, sepertinya itulah satu dari ciri khas lainnya yang mereka punya. Pada beberapa komposisi, personel lainnya pun mempunyai porsi tersendiri. Disamping suara, mereka juga menyuguhkan koreo yang manis, menandakan kekompakan mereka hingga kini, membuat penonton yang sebelumnya sempat mengantri panjang semakin terhibur.

Selain mambawakan komposisi karya Chick Corea, kuartet ini juga sempat membawakan komposisi orisinil mereka sendiri, yaitu ’Java Jive’. Komposisi renyah dengan lirik ringan dan menyegarkan ini dibawakan secara acapela diiringi piano. Sungguh penampilan yang menarik, bukan hanya dari segi suara, tapi juga secara visual. Tak heran, kalau penampilan mereka tak pernah sepi bahkan seringkali terjual habis walau tampil pada seri spesial show.

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Artikel ini diposting oleh:

- yang telah menulis 26 artikel pada wartajazz.com.


Kontak penulis

Leave a Reply


First of all, I never strive for identity. That’s something that just has happened automatically as a result, I think, of just putting things together, tearing things apart and putting it together my own way, and somehow I guess the individual comes through eventually — Bill Evans


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<