Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

JAZZ TEA: JAZZ ALA KOMUNITAS JAZZ BANTEN DI SERANG

Posted on 26 May 2008 by wartajazz

Komunitas Jazz Banten, Teater AnonimuS dan UKM Klasik Universitas Tirtayasa (Untirta) menggelar Jazz Tea. Acara diselenggarakan pada minggu (25/05) lalu menyuguhkan beberapa tampilan kolaborasi Jazz dan Teater. Bantampolis Band memperdengarkan beberapa hits nomor seperti Love, After the dance, Through the Fire, Tersiksa lagi dan lagu ciptaan mereka sendiri Banten Spirit. Sejumlah aliran jazz yang dibawakan antara lain dixieland, swing, be’bop dan fusion.

Sementara itu teater Anonimus mempertunjukan pantomim, standing comedy, B’Express dan double espresso, yang tentu saja diiringi irama jazz. Seperti nampak pada kolaborasi Pantomim oleh Suci Khairunnisa diiringi irama B’Bop (sesuai tema). Aktor-aktor yang tampil malam itu adalah Bonang Purbaya (B’Express), Suci Khairunnisa (Pantomime), Mahdiduri (Standing Comedy) dan Cakwo-Mahdiduri (Double Espresso).

Pengkolaborasian dua jenis kesenian ini dimaksudkan sebagai media eksploratif dan menyiapkan entertainer-entertainer sejati. “Kami memilih jazz dan teater sebagai media ekpresi karena kedua jenis kesenian tersebut memiliki napas serupa, terutama dalam daya improvisasi.” Jelas Mahdiduri, selaku pimpinan program.

Setelah sebelumnya ditampilkan di STMIK Serang dengan konsep indoor, Jazz Tea kali ini ditampilkan secara outdoor di panggung terbuka Untirta yang menurut pengakuan Cakwo sedikit merepotkan dari segi set panggung. “kami harus bisa menyiasati ruang terbuka ini agar tetap sesuai dengan konsep panggung kami; konsepnya disederhanakan” tukas cakwo dari Bantampolis band.

Direncanakan jazz tea akan digelar sebulan sekali, dan dipertunjukan dari kampus ke kampus. Ragam komentar dari penonton malam itu yang didominasi oleh mahasiswa-mahasiswi, mereka merasa terhibur dengan acara itu. seperti pengakuan Fitri yang baru kali pertama menyaksikan jazz tea “lucu, apalagi hostnya ngocak, pokoknya lucu banget”. Lain lagi dengan Arundanu yang melihat konsep acara seperti ini belum pernah digarap di komunitas-komunitas seni yang ada di Banten “Mungkin juga Indonesia, Who Knows?” tambahnya.

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Artikel ini diposting oleh:

- yang telah menulis 253 artikel pada wartajazz.com.


Kontak penulis

Comments are closed.


There’s nothing wrong with it. It’s only a word. What’s in a name? Nothing! Cats say, “Call me Muhammed so-and-so.” But what’s the difference? A name doesn’t make the music. It’s just called that to differentiate it from other types of music. Jazz is known all over the world as an American musical art form and that’s it. No America, no jazz. I’ve seen people try to connect it to other countries, for instance to Africa, but it doesn’t have a damn thing to do with Africa. — Art Blakey


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<