 |
| | |
PERTEMUAN KOMUNITAS JAZZ KEMAYORAN KE-21
Selamat dan terima kasih kepada semua anggota milis tanpa pandang bulu.
Akhirnya Komunitas Jazz Kemayoran (KJK) masuk ke pertemuan bulanan ke-21,
terlaksana juga pada tanggal 27 Januari 2006 di Arena Pekan Raya Jakarta,
tepatnya di Pasar Gambir.
Waee... ini memang lain dari sebelumnya. Biasanya dilaksanakan di teras
rumah mas Beben dan beralaskan karpet. Pertemuan Bulanan KJK ke-21 ini
mendapatkan dukungan dari Pengelola PRJ yang telah lama mengajak kerjasama
KJK untuk menghidupkan Pasar Gambir sebagai cultural centre. Sudah gitu KJK
ada berbau Kemayoran pula, ya sud klop lah! Sekali lagi kita dari KJK
mengucapkan terima kasih kepada Ibu Hartati Moerdaya serta teman-teman di
PRJ atas dukungan dan bantuannya.
Maka Pasar Gambir (salah satu arena di dalam area PRJ) yang biasanya sepi,
namun di jum'at malam tgl 27 Januari lalu, disulap menjadi tempat perhelatan
musisi, penggemar/pecinta jazz dari KJK. Sebenarnya kondisinya mirip rukan
di mana memiliki area parkir tertutup yang luas banget. Karena lagi musim
hujan, area yang rencananya jadi lokasi pertemuan bulanan KJK ini (di taman
terbuka di antara ruko-ruko) dipindahkan ke area parkir tersebut. Jd
pengunjung yang malam itu berjumlah lebih kurang 100 orang gak was-was alias
kuatir hujan. Panggung mini ukuran ± 3x3m, dengan tempat duduk yang
menampung krg lbh 100, sudah disiapkan oleh pihak PRJ. Kaget juga waktu para
KJKers datang. Karena memang benar2 berbeda dengan KJK sebelumnya, seperti
konser jazz kecil tapi cukup hangat apalagi di musim hujan begini.
Tepat pukul 20.00 (sebelumnya, sempat diputar video-video jazz - antara
lain konsernya Ella Fitzgerald - melalui layar besar proyektor sehingga
penonton yang di belakang tetap bisa menikmatinya) acara pun dimulai. Mas
Beben sebagai dukunnya KJK, seperti biasa membuka acara (kemana aje mas
Ben... KJKers kangen udah lama gak lihat mas Ben, apalagi posting :p).
Seperti biasa acara selalu dibuka dengan perform... eh tapi kali ini memang
tdk ada sharing elmu jazz, karena memang kita sedang trial tempat baru. Yang
biasanya ada 3 mata acara wajib (perform 1 band, sharing elmu jazz, dan jam
session), di hari itu diubah sementara menjadi perform band2 baru KJK,
launching logo baru KJK, dan progres report aktivitas KJK selama sebulan
belakangan.
Sebagai penampil pertama adalah : DADU, terdiri dari Ricky (Elec Bass),
Rio (Gitar), Aaf (Piano) Ari Indra (Drumset), gak lupa mereka juga
menampilkan vocalist Tania. Band ini baru terbentuk beberapa bulan lalu
karena masing-masing anggotanya sering jam session bareng di mal ambassador,
salah satu tempat nongkrong KJKers yang mudah2an dimulai lagi per
pertengahan Februari (makanya buat yg punya bakat, jangan malu2 jam session.
Lama2 juga ada yg cocok, ngegrup, ujung2nya dpat job deh... he..he..). DADU
(ini jazzer apa penjudi sih...? Tapi kalo nama bandnya KOPROK atau GAPLEK,
juga keren kali ya... hehehe) membuka penampilan mereka dengan 'Au Privave'
komposisi Blues 12bar dari sang legendaris Charlie Parker. Wah, benar2
surprise akhirnya ada band baru juga di KJK selain D'etudiant, Jazzynergy &
BQ.
Meskipun masih terkesan malu-malu tapi penampilan DADU cukup kompak dan
membuat hangat suasana di pasar gambir yg malam itu anginnya lumayan dingin
banget, maklum seharian hujan. Setelah lagu 'Au Privave', berturut turut
mereka membawakan lagu Cute dan Honeysuckle Rose (dibawakan ciamik oleh olah
vokal Tania), serta diakhiri kembali oleh komposisi blues 12bar: Billie's
Bounce (lagi-lagi dari Charlie 'Yardbirds' Parker). Selamat buat DADU! Kalo
yang penasaran sama penampilan DADU, tungguin aja di Mal Ambassador kalo
sudah start ya!
Setelah DADU, band baru KJK lainya adalah DISSONANT. Kalo denger nama
dissonant, jangan2 anggotanya kalo ngomong juga 'dissonant' (dalam bahasa
awam artinya 'fals') ya? He..he..he.. Dissonant adalah band yg lahir
benar-benar dari hasil kumpul-kumpul di head office-nya KJK (alias rumahnya
Om Ben). Mulai dikenal gara-gara diminta mengisi kekosongan waktu di
awal-awal acara tiga bulanan KJK di TC Square Kemang. Anggotanya adalah :
Ayung (Bass), Anton (Piano), Ipung (vocal), Katno (Gitar) dan Tri (Drumset).
Dengan mantab mereka membawakan nomor2 standard jazz. Nyewing abis dah!
Meskipun nama band Dissonant, tetapi mereka tidak terlihat dissonant kok...
cukup energik malah... Bravo!
Tambah malam suasana tambah seru. Apalagi pihak PRJ menyediakan nasi kotak
dan buah serta air mineral gelasan satu kardus. Wah pas banget lagi lapar.
Tanpa ragu, penuh semangat 45, KJKers yg memang kompak luar dalam langsung
ambil bagian dalam ritual mengisi perut masing2... Jazzer sih Jazzer urusan
perut lapar mah sama aja... Dalam hitungan 15 menit nasi kotak langsung
tinggal setengah... Ternyata ada juga anggota KJK yg Jaim, atau
jangan-jangan lagi diet ketat yak (he..he..). Gak ada duanya deh malam itu.
Makan nasi kotak dengan menu oke serta gratis, sambil dengerin jazz lageeee!
Plus ngobrol ngalor-ngidul, cekakak-cekikik, ngeledek temen, dapat temen
baru... pokoknya T.O.P. banget!!!
Setelah Dissonant penampil berikutnya adalah Toni Trio (KJK menyebutnya
begitu, karena sebenarnya band ini belum ada nama). Kelompok ini biasanya
sebagai band pengiring kelompok vokal yang biasa mengisi acara di mal-mal
top macam Plasa Senayan dan lain-lain. Tapi malam itu, Toni membawa format
grup tidak dengan choir tersebut. Ia 2 org temennya dan 1 cewek vocalist.
Toni Trio yang beranggotakan Toni (gitar), Moko (Bass) dan Hendra (drumset),
menggebrak dengan nomor-nomor jazz popular. Wah tambah satu lagi nih band
KJK. Iseng saya list band yg pernah perform di KJK:
- Beben Quartet (BQ)
- F+2
- D'Etudiant
- Jazzynergy
- Starlite
- Jazzyphonic
- D'Interiory
- Pan alloy
- DADU
- Dissonant
- Tomorrow People Ensemble
- Trio DIZ
- Toni Trio
- Apalagi ya..? Pasti bakal banyak bermunculan lagi deh!
Sebelum penampilan Jazzynergy, acara dilanjutkan dengan peresmian logo
KJK. Heh.. udah mo dua tahun baru punya logo?? Maklum komunitas ini makin
lama makin exist aja. Keberadaan logo jadi terasa sangat penting. Jadi logo
aja sampe dibuatin khusus oleh seorang grafis yaitu Nuno, tak lain ya
penggemar jazz yang sering nongkrong di acara KJK juga. Jujur, saya
benar-benar merasa senang, kaget, kagum, juga terharu melihat peluncuran
logo ini. Wah, apalagi bagi para pendiri/founder KJK ya, seperti Beben,
Ricky, Robert, Reza, Mona, Alifa, dll. Selama kurang lbh 20 menit Nuno
dengan semangat menjelaskan visi/misi dan arti logo KJK. Logo akan di-upload
di milis ini, supaya temen2 segera bisa lihat. Cihuuuyyy, berarti bentar
lagi KJK bakal punya merchandise. Siap2 aja ya untuk mengorder kaos, stiker,
topi dll...
Oiya, tim JAZZ DATABASE pun udah mulai mengumpulkan data, langsung ke
koordinatornya, yakni Frankie, Arman, dan Mona. Mekanisme kerjanya, setelah
semua list beres (mulai dari CD, DVD, partitur, hingga buku-buku tentang
jazz), maka para KJKers boleh banget mengopi database KJK ini. Caranya?
Lihat list Jazz Database tersebut yang kalo (dalam waktu dekat) udah beres
akan di-upload ke homepage milis KJK. Kalo ada yang cocok dengan keinginan,
langsung order aja ke tim JAZZ DATABASE (ada Frankie, Arman, dan Mona). Bisa
via email, atau telepon.
"Yang berminat tinggal bayar ongkos Rp10.000 aja. 5000 perak buat beli CD,
terus yang goceng lagi buat kas KJK. But please, ini cuma buat konsumsi
KJKers aja ya, jangan disebar ke luar," ujar Arman saat dikonfirmasi soal
aturan main JAZZ DATABASE ini. Hayo yg belum nge-list koleksinya, jangan
lupa japri ke Frankie, Arman, atau Mona.
Penampilan berikutnya adalah Jazzynergy. Sebenarnya band ini muka lama,
yaitu Alifa (gitar), Billy (piano), Joshua (bass) dan Jevin (drumset) serta
seorang vocalis tamu Yuke. Jazzynergy ini terdiri dari siswa-siswi Institut
Musik Daya(IMD). Malam itu mereka membawakan lagu-lagu jazz seperti "Lady
Bird" (komposisi dari salah satu pengusung bebob, Dexter Gordon), "How High
The Moon" (karya Nancy Hamilton & Morgan Lewis, serta dipopulerkan oleh Ella
Fitzgerald), "Softly As In A Morning Sunrise" (komposisi dari saxofonis Eric
Dolphy), dan satu komposisi yang dikemas bernuansa funk, "Jody Green".
Jazzynergy bermain cukup atraktif dengan memainkan harmoni yg cantik serta
ritmik yg dinamis membuat penampilan mereka cukup energik. Sesekali Alifa
dan Billy berkomunikasi melalui instrumen masing2. BRAVO Jazzynergy. Inilah
band jazz masa depan Indonesia yg akan menggantikan para senior kita.
Sebelum ke pengisi acara berikutnya, Om Ben sempat mengumumkan beberapa
hal penting berkenaan dengan KJK. Antara lain yang berhubungan dengan
gelaran akbar jazz internasional, JavaJazz Festival. Kita doain aja
mudah-mudahan konsep KJK yang akan diusung Om Ben ke pihak JJF akan goal.
Kan selain bangga bisa ikut serta di gelaran tersebut, ya siapa tahu aja
khusus para KJKers ada tiket gratis atau minimal ada diskon khusus lha untuk
tiket masuknya yang cukup menguras kantong itu (*ngarep*).
Oke, ke penampil terakhir, KJKer yang jago main gitar solo sambil nyanyi
bernama Imada ini akhirnya muncul. Dengan gaya serta kharisma lebih hebat
dari Tuck apalagi Lee Ritenour, Imada mampu membuat khalayak penonton
terpana dan asyik mendengar petikan gitar serta olah vokal plus scat
singingnya. Lagu-lagu macam "It's Only Papermoon" (karya Coleman Hawkins
yang dipopulerkan Ella Fitzgerald) mampu membuat KJKers senior macam Mas
Benjamin, Bung Karno, Victor, serta Dion yang sejak awal acara duduk di
deret paling depan, keasyikkan menggoyang-goyang kakinya mengikuti irama.
Dan di akhir penampilannya, Imada mengiringi salah seorang KJKer (sori
banget gue lupa namanya :-<...) yang punya ketrampilan memainkan suara
trumpet dari mulut serta tangan. Maka 'Autumn Leaves' (karya
Kosma/Mercer/Prevert dan dipopulerkan oleh Nat 'King' Cole) pun berkumandang
lewat permainan duet trumpet serta gitar akustik, mengingatkan kita pada
duet Freddie Hubard dan Earl Klugh aja. KEREN!
Acara perform selesai, selanjutnya adalah acara jam session. Dimulai dari
permainan empat KJKers: Bobby (piano), Mas Agus (drumernya Cherokee), Victor
(bass elektrik) dan pemain termuda, Ilman (gitar). Quartet dadakan ini
begitu kompak, membawakan dua komposisi (satu nomor blues 12 bar dan
Summertime karya Gershwin). Oiya malam itu KJK juga kedatangan tamu gitaris
senior ex-kelompok Emerald bung Morgan Sigarlaki.
"Wah enak ya, sekarang ada komunitas jazz kayak KJK ini. Dulu waktu zaman
saya belum ada yang kayak gini. Kompak dan asyik banget," ujar Bung Morgan
saat membuka performanya (kesian deh kamu... makanya jangan bosan-bosan
datang ya mas. Siapa tau elmu ente bisa kita serep, iya gak Frank?). Bung
Morgan berjam session dengan 2 org temannya yaitu mas moko (bass) dan mas
taufan( drumset).
Setelah itu, langsung para KJKer pada naik panggung. Dari yang emang niat
main sampe yang cuma belagak betulin mic, tapi nyang penting bisa ngerasain
naik panggung deh (tau kan orang yang saya maksud? Siapa lagi kalo bukan
Masmonk... hehehe). Satu persatu para jazz player naik ke atas panggung. Ada
pak Soni (flute-nya keren banget pak!), Frankie Sirait (boss, udah lama
enggak denger ente main...), Cak Hendra (tadinya udah mulai
terkantuk-kantuk, eh begitu nge-drum jadi seger dan bawel lagi), Ratna (pok,
lagu Lately-nya uenak deh), dan tidak lupa Ibu Hartati Moerdaya yg ngakunya
gak ngerti jazz tapi terbukti malam itu asyik membawakan lagu yang
dipopulerkan Frank Sinatra, "My Way" dengan aransemen bossanova yang membuat
kita-kita jadi ikut bernyanyi kecil (inget emak di rumah, yang rajin
berkaraoke... hehehe). Gara-gara nyanyi ini, si Ibu Hartati langsung usul mo
nambahin acara swing dance yang kebetulan baru dipelajari wanita berumur 60
tahun tapi masih cantik, segar, dan lincah.
Boleh bu... boleh.... biar tambah rame deh KJK!
Ya inilah inti pertemuan KJK: menempatkan jazz sebagai musik egaliter,
dari kita untuk kita semua, tdk ada senior tdk ada junior, tidak ada yang
lebih jago atau lebih payah dari yang lain, semuanya bersinergi... Ah, indah
sekali malam itu. Meskipun hujan akhirnya turun juga.
Kembali ke Halaman Depan
Kembali ke Halaman Index KJK
|
|  |