Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Kategori | News

Economic Jazz Live Part 14 Reborn – Ajang reuni sekaligus Lustrum XI FEB-UGM

Posted on 07 September 2010 by Agus Setiawan Basuni

Economic Jazz Live Part 14 Reborn - UGM Yogyakarta

Economic Jazz Live Part 14 Reborn - UGM Yogyakarta

Ulang tahun ke-55 (atau Lustrum XI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB-UGM) kali ini (19 September 1955-2010) dirayakan dengan istimewa. Fakultas menaruh minat dan perhatian yang besar terhadap lingkungan, dan kepedulian terhadap perubahan iklim (climate change), sehingga tema perayaan kali ini adalah Taking Nature Into Account.

Rangkaian Lustrum XI dibuka dengan seminar internasional, nasional, acara Student Week yang antara lain terdiri dari bazar kewirausahaan, pertandingan olah raga Econolympic, pameran penelitian, serta kegiatan jurnalistik (lomba esai dan pameran fotografi), hingga pagelaran wayang kulit dengan dalang dalang terkemuka, Ki Anom Suroto. Ada pula Ziarah hingga sarasehan. Kegiatan ini dilakukan sepekan penuh di kampus FEB-UGM, 20-25 September 2010.

Economic Jazz Live Part 14 Reborn - UGM Yogyakarta

Economic Jazz Live Part 14 Reborn - UGM Yogyakarta

Yang menarik tentu saja, pada bagian akhirnya adalah saatnya menghibur diri, seperti yang diungkapkan oleh Ketua Panitia Lustrum XI A. Tony Prasetiantono, nama yang selama ini dikenal lewat UGM-Jazz yang berhasil menghipnotis ribuan orang untuk setia membeli tiket saban tahun.

“Penting sekali menyeimbangkan beban intelektualitas yang diberikan pada otak kiri dan relaksasi otak kanan” ujarnya. Itu sebabnya ada dua menu utama dalam seksi hiburan ini. Menu pertama adalah ketoprak tawa (ada pula yang menyebutnya “ketoprak mergerâ€), yang para pemainnya merupakan gabungan antara pemain ketoprak professional, pelawak Yogya, beberapa dosen FEB-UGM, serta beberapa alumni. Menu kedua adalah konser Economics Jazz Live, yakni pergelaran jazz FEB-UGM yang kali ini merupakan konser ke-14, sejak dilakukan pertama kali pada 1987 di Sporthall Kridosono.

Konser ini akan menghadirkan musisi jazz seperti Ireng Maulana, Kiboud Maulana, Didiek SSS, Yance Manusama, dan penyanyi dari  tiga generasi yang berbeda: Harvey Malaiholo, Margie Segers, dan Citra Idol. Konser ini diselenggarakan di Balairung UGM, untuk sedikit bernostalgia bahwa FEB-UGM ketika dulu bernama Fakultas Ekonomi UGM pernah menempati lantai 3 Gedung Pusat UGM. Balairung UGM adalah “rumah†bagi alumni yang lulus hingga 1988.

Konser yang disponsori oleh Bank Pertama ini digelar pada hari Sabtu, 25 September 2010 mulai pukul 20.00 wib hingga selesai. Meski demikian, acara Jazz kali ini khusus kalangan sendiri, sehingga anda yang berminat menonton mesti memastikan diri pernah tercatat sebagai alumni FEB UGM. Informasi lebih lanjut silakan menghubungi lustrumXI@fe.ugm.ac.id

***

Selain itu pada hari terakhir perayaan Minggu, 26 September 2010 digelar Family fun day, pada pagi harinya – yang diisi dengan berbagai acara keluarga, mulai dari berbagai lomba anak-anak dan keluarga, golf di Cangkringan, hingga sepeda gembira. Malam harinya, digelar konser Discover Indonesia: Green, Blue, and Genuine. Konser ini menampilkan World Peace Orchestra (Dwiki Dharmawan dkk) serta sejumlah bintang tamu internasional seperti Guy Strazz, Hugh Fraser (Australia), Kamal Musallam (Dubai), Andy Suzuki (Germany). Dari Indonesia tampil Sandy Sondhoro, Andien, dan Dira Sugandhi.

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Artikel ini diposting oleh:

- yang telah menulis 1085 artikel pada wartajazz.com.

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Kontak penulis

Leave a Reply


Good jazz is when the leader jumps on the piano, waves his arms, and yells. Fine jazz is when a tenorman lifts his foot in the air. Great jazz is when he heaves a piercing note for 32 bars and collapses on his hands and knees. A pure genius of jazz is manifested when he and the rest of the orchestra runaround the room while the rhythm section grimaces and dances around their instruments. — Charles Mingus


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<