WartaJazz.com :: Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz Indonesia
PATA JAVA Beli album jazz Indonesia
       
         
   


KONSER TUNGGAL PIANIS MIKE NOCK (AUSTRALIA)


Jari-jemarinya nampak fasih melantunkan barisan nada-nada yang berada dalam tempo tinggi hingga rendah, tak jarang membuat kaki dan tangan ingin bergoyang. Demikianlah konser terakhirnya di Erasmus Huis, rabu malam (08/05) lalu sebagai rangkaian kegiatan pergelaran seni bertajuk JAKART@2001 dalam rangka ulang tahun ibukota Jakarta.

Meski ruangan berkapasitas 320 orang ini nampak lengang - malam itu pengunjung yang hadir kurang lebih 50 orang saja - tak mengurangi antusiasme pengunjung dan Mike Nock sendiri dalam menyajikan reportoarnya. Hujan yang mengguyur sebagian besar kawasan kota Jakarta malam itu - ditambah perayaan Haul Bung Karno yang ke 100 tahun - mungkin bolehlah dijadikan alasan minimnya pengunjung. Meski demikian tak urung, ia agak sedikit kecewa seperti yang diungkapkannya pada WartaJazz.com di belakang panggung seusai penampilannya malam itu.

Mike Nock yang malam itu mengenakan kaos lengan pendek hitam menyajikan beberapa nomor diantaranya 'Celebrations' dan 'Cry Me A River' - sebuah lagu sedih yang dibawakannya sangat melankolis malam itu. Lagu yang terakhir ini sempat direkamnya dalam album Mike Nock Trio - Not We But One, hasil kerja barengnya bersama Anthony Cox(bass), Tony Reedus(drum) dibawah label Naxos Jazz, yang malam itu juga sempat dijual oleh panitia. Ia sempat pula memainkan sebuah karya pianis legendaris Bill Evans.

Boleh dibilang penampilannya malam itu tidaklah mengecewakan, namun jika mendengarkan albumnya terasa sekali permainan malam itu kurang intens, mungkin karena ia mencoba menerka kira-kira pengunjung yang datang dari latar belakang musik yang berbeda dan belum pernah mendengarkan permainannya sebelumnya. "Saya sebenarnya lebih menyukai bermain, jika mereka - para pengunjung (red) - telah mengetahui pola permainan saya", ujarnya. Tapi ia juga memuji, "penonton disini memberikan sambutan yang luar biasa disetiap penampilan saya, saya berharap bisa datang lagi suatu hari".

Konser yang disponsori oleh The Australia-Indonesia Institut ini sebenarnya berlangsung di 3 tempat dalam waktu yang berselang satu hari. Sebelumnya ia tampil di Kafe Taman Semanggi dan Komodo Bar Hotel Century Park. Di tahun 1997 ia sempat pula manggung di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.

**

Pianis yang dilahirkan di Christchurch, Selandia Baru, 27 September 1940 ini memulai karir professionalnya diusia 15 tahun. Ia sempat bermain untuk sebuah trio hard bop di Australia ketika berusia 18 tahun, sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Inggris. Merasa tidak betah disana, ia lalu pindah ke AS dan lewat program beasiswa yang didapatnya tahun 1961, iapun menuntut ilmu di Berklee College Of Music. Disinilah awal mulanya hingga akhirnya ia bertemu dengan Yusef Lateef dan sempat menjadi anggota bandnya selama kurang lebih 3 tahun.

Tahun 1968 ia pindah ke San Francisco dan membentuk sebuah band Fourth Way yang mengusung aliran jazz-rock yang lumayan sukses. Kegiatan lainnya adalah menciptakan musik '' 'scores' untuk berbagai film.

Musisi yang bermain diberbagai style antara lain Classic Jazz, Post-Bop, Neo-Bop, Fusion dan New Age ini telah merilis sejumlah album diantaranya Almanac(1967), Ondas(1981), Ozboppin'(1998), Not We But One(1998), The Waiting Game(2000). Album-album tersebut direkam oleh berbagai label yaitu ECM, Imrovising, Naxos Jazz dan lain-lain. Saat ini ia sedang menggarap album baru yang ujarnya akan dirilis bulan-bulan mendatang.

Setelah menghabiskan kurang lebih 25 tahun di Amerika Serikat. Ia memutuskan kembali ke Australia tahun 1985. Meski demikian komunikasinya dengan musisi-musisi jazz dunia tetap lancar, buktinya ia kerap kali tampil di berbagai festival dan konser. Saat ini ia mengajar di New South Wales Conservatorium yang berada di Sydney (WJ).







Kembali ke Halaman Index News
Kembali ke Halaman Depan


 

        Copyright © 1996-2006 WartaJazz.com All right reserved
Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com
Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net