![]() |
|
![]() |
||||
|
Walaupun pada awal kemunculan istilah ini masih ada relasi dengan istilah new adult contemporary, smooth jazz cenderung kepada musik 'background' yang tidak memerlukan konsentrasi khusus (jadi bisa sembari mengerjakan hal lainnya). Mungkin ini yang menjadikan artis-artis ini 'most wanted' (buronan) untuk gelaran yang kental Jakarta, geliat kota yang sibuk mengerjakan banyak hal tetapi butuh dilatari hiburan. Singkat cerita dikejarlah 'buronan' urban ini ke west coast. Michael Paulo atau Brian Simpson menjadi salah satu langganannya. Jika kemudian ada yang bisa mereka ajak lagi, maka pindahlah aksi para 'penjahat' smooth jazz ini dari pantai barat Amerika ke Jakarta. Dinamika kawasan tersebut pun memunculkan istilah cool jazz di tahun 50-an. Idenya mirip: yang rumit jadi kalem; pas buat penggiat Jakarta. *** "Monday Speaks" yang direkam Everett Harp bersama gitaris Norman Brown menderap penuh percaya diri dalam denyut urban (2008/03/07). Ada deskripsi kesibukan pula dalam kelumit melodinya, sangat pas untuk ditempati solo bass Dwayne Smith. Sebaliknya ballada penyesalan "I'm Sorry", yang dilantunkan sendiri vokalnya oleh saksofonis Houston kelahiran 1961 ini, sangat santai alunnya demi bujukan romantis minta rujuk. Masih soal cinta, Harp meniup sopran lagi untuk "Where Were You When I Needed You" yang pernah direkamnya bersama Stevie Wonder. Saat iringan senyap, ia berunjuk solo dalam tiupan sangat pelan volumenya namun berkelebat kilat dalam selang vertikal. Peran nama-nama seperti Ricky Lawson (drum) dan Lenny Castro (perkusi) lebih di latar dibandingkan Gregg Karukas yang memegang piano elektrik atau gitaris Fred Schreuders. Dari debutnya di Bluenote Records 1992 (album dengan namanya sendiri), Harp memilih "Freefall" untuk dieksplorasi alto sax-nya. Solonya diimbuhi efek suara wah. Penutup panggungnya adalah duet alto dengan Michael Paulo yang banyak menampilkan aksi liuk panjang melengking saling balas. Nomer yang dibawakan adalah "What's Going On" milik Marvin Gaye. *** Esoknya (2008/03/08) band Paulo tampil lagi dengan kolaborasi perdana dengan Greg Adams (peniup trumpet grup Tower of Power). "Smooth Operator" meluncur dalam hembus sember muted trumpet-nya. Di bagian lain, ia meniup flugelhorn untuk "One Nite In Rio" (album solo Cool To The Touch). Terlihat Adams mengomandoi kapan reff atau bridge, ala band funk, seperti masa di T.O.P. Reff sambanya disambung solo Castro pada conga dan timbales. Nantikan lanjutan: Panggung Perdana Marc Antoine di Indonesia) . Kembali ke Halaman Index News
|
|
|||||
| Copyright © 1996-2008 WartaJazz.com All right reserved Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net |
||||||