WartaJazz.com :: Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz Indonesia
PATA JAVA Beli album jazz Indonesia
       
         
   



KLINIK JAZZ DI JAKARTA INTERNATIONAL JAVA JAZZ FESTIVAL 2005

Salah satu bagian dari acara Java Jazz yang sangat menarik bagi musisi atau apresiator musik adalah klinik musik. Klinik ini diberikan langsung oleh musisi-musisi jazz kelas dunia yang hadir sebagai pengisi acara dalam Java Jazz. Akibat banyak keterbatasan dan perubahan waktu, tidak semua klinik dapat kami liput untuk anda.

Hari pertama, Jumat 4 Maret 2005 agenda klinik diisi oleh Eumir Deodato, arranger kelas dunia yang membawakan topik “On Arranging from Sinatra to Bjork”. Deodato menyampaikan cerita bagaimana dia mengaransir lagu sejak dia masih bekerja di Brazil dengan musisi kenamaan seperti Milton Nascimento, “Tom” Jobim, Flora Purim, sampai Joao dan Astrud Gilberto. Hingga kerjasamanya dengan Bjork yang begitu senang mendengar hasil garapan Deodato atas lagunya sehingga melompat-lompat sambil berseru “Brilliant! Brilliant!” dengan aksen Eslandia yang kental. Juga dengan Frank Sinatra, dimana dia harus memainkan nada yang akan dinyanyikan oleh Sinatra 2 bar terlebih dahulu pada saat rekaman di studio karena Sinatra belum mempelajari lagunya. Deodato juga menerangkan secara singkat bagaimana menangani arransemen untuk string atau brass section, dan masa depan aransemen dengan program komputer.

Sesi kedua diisi oleh musisi fusion kenamaan dunia, Jeff Lorber. Sesi ini terbagi atas 2 bagian; yang berkenaan dengan Jazz Improvisation dan Production Technique. Pada bagian pertama, Lorber menerangkan penggunaan salah satu scale terpenting dalam Jazz, yakni blues, serta langsung memberi contoh pada keyboard. Lorber juga langsung memainkan lagu lamanya yang akan dirilis kembali dalam album terbarunya. Lagu tersebut, Tune 88 sekaligus merupakan contoh aplikasi apa yang diterangkannya dalam lagu. Bagian kedua diisi dengan cerita bagaimana proses membawa lagu dari bentuk demo atau aslinya ke bentuk rekaman yang lebih standar. Sebagai contoh Lorber memperdengarkan hasil kerjasamanya dengan U2 dalam remix “Desire”, juga dengan Gerald Albright.

Hari berikutnya, sabtu 5 Maret 2005, kami mengikuti klinik Jeff Kashiwa dengan topik “Sax & Jazz”. Apa yang disampaikan oleh Kashiwa sangatlah menarik karena tidak hanya menyangkut teknik-teknik khusus untuk saxophone, namun juga prinsip-prinsip bermusik yang berlaku untuk instrumen yang lain. Kashiwa menekankan pentingnya menguasai alat melalui serangkaian aturan yang harus dijadikan refleks sehingga pada akhirnya kita bisa benar-benar bebas mengekspresikan musik kita melalui instrumen yang kita pilih. Tujuan utamanya adalah menghilangkan instrumen kita dan melebur menjadi musik saja. Dalam klinik ini Kashiwa banyak memberikan contoh langsung dengan saxophonenya. Dia juga mencontohkan postur dan cara bernafas yang benar untuk pemain instrumen yang menggunakan kekuatan diafragma.

Klinik lain pada hari kedua penyelenggaraan Java Jazz ini adalah klinik yang diberikan oleh Tetsuo Sakurai. Topik yang dibawakannya pada hari itu adalah “Progress from Casiopea.” Sesi ini dipadati begitu banyak pengunjung, sampai pembawa acara menyampaikan pada Sakurai, “They love bass players”. Acara berlangsung meriah dan lucu dikarenakan keterbatasan Sakurai dalam bahasa Inggris dan tingkah gayanya yang sangat Jepang. Pada akhir sesi, Sakurai mencoba menjelaskan dengan terpatah-patah bagaimana kondisi perasaannya akan langsung terdengar dalam permainannya. Baginya energi yang dirasakannya akan ditransfer pikirannya ke dalam instrumennya dan pada akhirnya sampai kepada pendengar. Sesi ini ditutup dengan penyajian teknik permainan luar biasa dari Sakurai. Begitu luar biasanya, setelah sesi ditutup pengunjung berkerumun dan berebut untuk meminta tanda tangan dan berfoto dengan Sakurai. Bahkan mengerumuni bass dan perangkat efek di atas panggung yang digunakan Sakurai serta mengambil foto bersama perangkat-perangkat tersebut.

Sesi klinik terakhir yang kami ikuti, adalah sesi yang diberikan oleh Vinny Valentino dan grupnya pada hari terakhir penyelenggaraan Java Jazz, Minggu 6 Maret. Setelah menyajikan satu karya mereka, Valentino langsung mengajukan kesempatan untuk bertanya. Topik klinik mereka memang membuka ruang yang luas untuk bertanya, yakni “From Pop, Rock, to Jazz, and Beyond.” Klinik ini juga berlangsung sangat meriah akibat tingkah Adam Clippo, keyboardist sekaligus bassist grup ini yang sangat kocak dan ekspresif baik ketika sedang bermain maupun saat menjawab pertanyaan. Valentino dan kawan-kawan banyak menyinggung pentingnya “curi” (yang diucapkan dengan aksen lucu oleh Clippo) untuk belajar. “Terus curi! Curi! ..dan nanti akan kucuri dompetmu,” Clippo menjawab pertanyaan salah seorang pengunjung yang belajar gitar. Mereka bahkan menyarankan rekaman-rekaman yang harus didengarkan atau “dicuri” kepadanya.

Secara keseluruhan, klinik-klinik dalam Java Jazz ini memberikan pengetahuan yang dalam dan membuka kesempatan luas kepada musisi atau penggemar musik untuk berinteraksi dengan pakar-pakar musik kelas dunia. Salah satu hal yang menarik adalah sikap para musisi jazz kelas dunia yang begitu membumi, menghargai, dan bersedia berbagi dengan siapapun yang bersedia datang. Sangat disayangkan sejak klinik pertama hingga terakhir, seruan pembawa acara untuk mematikan HP tidak berpengaruh banyak kepada pengunjung. Di setiap klinik masih saja terus terdengar “bip.. bip..” atau mp3 house bersaing dengan pembicara. Dengan sikap yang masih kurang menghargai seperti ini, kita menjadi bertanya-tanya bagaimana kita dapat belajar banyak. Semoga dalam penyelenggaraan Java Jazz berikutnya, acara-acara hebat seperti ini tetap diadakan. Salut untuk seluruh panitia Java Jazz!

Catatan Redaksi: Kami merekam materi klinik ini dalam format mp3. Karena keterbatasan dan untuk memudahkan anda yang memerlukan, silakan menghubungi WartaJazz.com di no telepon 021-8310769 bagi anda yang ingin mendapatkan materi tersebut. Adapun materi-materi itu antara lain :

  • Deodato “On Arranging from Sinatra to Bjork”
  • Jeff Lorber “Jazz Improvisation & Production Technique”
  • Jeff Kashiwa “Sax & Jazz”
  • Vinny Valentino “From Pop, Rock, to Jazz, and Beyond”

 

Kontributor: Steve M. (*//WartaJazz.com)

Link terkait:
KABAR DARI SENAYAN: JIJJF 2005 (bagian pertama)
KABAR DARI SENAYAN: JIJJF 2005 (bagian kedua)
KABAR DARI SENAYAN: JIJJF 2005 (bagian ketiga-habis)
Website Java Jazz Festival 2005




Kembali ke Halaman Index News
Kembali ke Halaman Depan


 

        Copyright © 1996-2006 WartaJazz.com All right reserved
Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com
Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net