 |
|
|
KONSER AMINA FIGAROVA KWARTET PLUS DMITRI MATHENY

Bertempat di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu malam (17/06) Amina Figarova
Kwartet yang terdiri dari Amina Figarova(piano), Bart Platteau(flutes),
Wiro Mahieu(bass) dan Pieter Bast(drums) plus flugerhornis
asal Amerika Serikat, Dmitri Matheny mempersembahkan sebuah reportoar
jazz sebagai bagian dari seri pertunjukan seni, budaya dan pendidikan
yang terangkum dalam JakArt@2001.
Acara yang dimulai kurang lebih pukul 20.00 wib ini, diawali dengan menyajikan
tiga nomor sekaligus. "Canal Street Blues", yang disusul "Sunrise in Kyoto"
dan "Past in Present". Kecuali lagu kedua, anda bisa menemukan 2 nomor
diatas dalam album ketiga Amina Figarova, Firewind.
Menariknya pada lagu "Sunrise in Kyoto", Bart Platteau
mengganti flutenya dengan shakuhachi - Sejenis flute yang terbuat
dari bambu khas Jepang - lalu ia mempersembahkan nomor yang melankolis
dan sangat menyentuh relung jiwa.
Setelah tiga nomor diatas, Amina Figarova yang malam itu mengenakan
setelah casual berwarna merah lalu meraih mikrofon lalu memperkenalkan
anggota bandnya satu persatu, sambil bercerita tentang lagu-lagu yang
dimainkannya diawal pertunjukan.
Acara kemudian dilanjutkan kembali dengan memainkan sebuah nomor bertajuk
"I Dont Know", yang dimainkan dalam format trio Amina Figarova, Wiro
Mahieu dan Pieter Bast. Sentuhan jemari tangan Amina pada balok
hitam putih mampu membuat puluhan penonton malam itu terkesima hingga
lagu ini berakhir, bahkan ruangan sontak menjadi senyap yang kemudian
berubah menjadi tepuk tangan yang meriah.
Selepasnya Amina kembali menyajikan "Reggae Dance", dirangkai dengan "Trees"
atau "Sari". Ia bertutur bahwa sebenarnya lagu ini bertemakan kesedihan
dan diciptakan dengan alunan flugerhorn yang cantik dari Dmitri, namun
karena bingung ingin menamakan apa lagu ini akhirnya diputuskan menggunakan
kata Trees atau Sari - sebuah kata yang berasal dari Suriname.
Lagu yang belakangan ini dimainkan minus permainan Bart Platteau.
Malam itu, Amina Figarova sempat pula memainkan sebuah nomor solo
piano berjudul "Waiting For" yang dirangkai dengan "Night Train" yang
dimainkan kembali dengan format Trio bersama Wiro dan Pieter. Dua nomor
ini disajikan nonstop dan seperti diutarakan oleh Amina, ide dasarnya
memainkan dua nomor ini adalah seolah-olah ingin menggambarkan bahwa mereka
sedang "Waiting for Night Train". Puncaknya ia menyajikan sebuah lagu
sebagai penutup sambil kembali memperkenalkan personil yang ikut tampil
pada pertunjukan malam tersebut.
Secara umum konser ini cukup menggambarkan musikalitas Amina Figarova,
musisi kelahiran Azerbaidjan ini. Tata lampu dan suara yang apik turut
mendukung selain ditambah pendingin ruangan yang "super" dingin
sehingga membuat sebagian besar pengunjung harus merapatkan anggota badan.
Hanya sangat disayangkan pertunjukan ini sangat minim penonton. Bisa jadi
karena kurangnya publikasi atau mungkin karena situasi yang tidak menentu
belakangan di ibukota?. Yang pasti pertunjukannya malam itu sungguh sayang
dilewatkan begitu saja. (WJ)
Kembali ke Halaman Index News
Kembali ke Halaman Depan
|
|
 |