 |
|
|
NEWS > 24th JGTC, PERHELATAN JAZZER TIGA GENERASI
Penyelenggaraan Jazz Goes To Campus
yang memasuki hitungan ke 24 tahun ini mengambil tema "The Past, Present
& Future of JGTC", dengan maksud menyajikan sebuah perjalanan even JGTC
FEUI dari mulai awalnya, melihat perkembangannya sampai sekarang, dan
bagaimana nantinya akan dikembangkan di kemudian hari. Baik secara organisasi,
kepanitiaan, penyelenggaraan dan berbagai aspek-aspek lain dari JGTC itu
sendiri.
Dari segi penampilan artist atau pengisi acara, panitia mencoba menyesuaikan
dengan tema tersebut dengan berusaha menampilkan artis dan musisi yang
merepresentasikan masing-masing generasi (Past, Present & Future).
Sebagai contoh untuk mewakili artis-artis generasi yang terdahulu ada
Benny Mustafa, Benny Likumahua, Yopie Item dan Ireng Maulana
& Friends. "Om Ireng ini kita baru saja mendapatkan konfirmasi/kepastian,
makanya menyusul", demikian ungkap Bani Maulana lewat surat elektroniknya
ke redaksi WartaJazz.com. Ketika ditanya lebih lanjut mengapa beberapa
nama yang biasanya hadir kali ini absen seperti Bubi Chen dan Ermy
Kullit, Bani melanjutkan, "Sedangkan kenapa tidak ada Om Bubi karena
beliau memiliki jadwal yang bertabrakan dengan JGTC tahun ini. Begitu
pula sebenarnya kita ingin Ermy Kullit untuk tampil kembali namun
sepertinya tahun ini berhalangan".
Sementara itu, mewakili "Present" panitia JGTC kali ini mengundang nama-nama
seperti Reborn, Riza Arshad, Tohpati, Donny Suhendra, Iga Mawarni,
Syaharani, dan lain-lain. Harus diakui bahwa mereka inilah yang sedang
berada pada generasi sekarang di dunia jazz Indonesia.
Sedangkan "Future" adalah menampilkan sebagian musisi-musisi muda yang
sangat berpotensi untuk menjadi "The Next Generation Jazz Musicians of
Indonesia", seperti Rio Moreno, Andien, Sequoia, ecoutez (merupakan
band bentukan dari anak-anak Abdullah Aziz Sextet dan Fourtiedo).
Bani juga mengakui bahwa tahun ini memang lebih banyak menampilkan grup-grup
baru yang masih muda-muda karena upaya untuk menjadikan JGTC sebagai ajang
yang dapat mengakomodasi bakat-bakat muda musisi muda Indonesia. Itu pula
yang melandasi diadakannya kompetisi jazz atau Festival Jazz. "Agak-agak
salah penamaan sih sebenarnya, tapi akan kita koreksi untuk tahun-tahun
ke depan" ujarnya. Seperti mungkin sudah diketahui kompetisi Jazz ini
sudah diselenggarakan untuk yang ketiga kalinya.
Penyelenggaraan kompetisi jazz tahun ini kembali mengambil tempat di Dermaga
Food Court Mal Pondok Indah tgl 7-8 November. Menurut Bani, sejauh ini
sudah kurang lebih 15-20 band yang mendaftar, dan tahun ini mereka bertekad
untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan kompetisi itu sendiri agar
dapat benar-benar menyaring bakat-bakat sesuai tujuan JGTC.
Untuk mewujudkan itu panitia dibantu oleh Deviana Daudsjah sudah
menyiapkan berbagai kriteria penilaian dan syarat kompetisi. Bertindak
sebagai juri untuk kompetisi tahun ini adalah Deviana Daudsjah
(mewakili pengajar/pendidik musik), Benny Mustafa (mewakili musisi
senior), Rio Moreno (mewakili musisi muda), dan Eddy Koko
(mewakili jurnalis musik).
Pada saat penyelenggaran kompetisi (Festival Jazz) nanti, akan diselenggarakan
juga press conference JGTC di tempat yg sama. Rencananya akan diselenggarakan
pada tanggal 8 November sebelum penutupan Festival. Dan juga akan diadakan
musician gathering dimana rencananya para musisi yg akan tampil di JGTC
pada 11 November nanti akan berkumpul di acara Festival sembari meninjau
kompetisi tersebut.
Panitia juga berencana akan membuat suatu booklet yang berisi profil dari
JGTC itu sendiri dan seluruh rangkaian kegiatan acaranya serta profil
dari musisi yang akan tampil pada saat hari-H.
Jika sesuai dengan rencana, tahun ini JGTC
kembali menghadirkan 2 panggung seperti layaknya pada penyelenggaraan
tahun lalu. Panitia juga berjanji untuk memperbaiki kualitas kedua panggung
sehingga agar lebih seimbang dan tidak pincang. Mungkin para penonton
tahun lalu masih ingat kualitas panggung yang lebih kecil kualitasnya
kurang sebaik yg panggung utama. Hal ini juga untuk menunjukkan bahwa
pemilihan performance artis/musisi di antara kedua panggung tersebut tidaklah
dibeda-bedakan.
Menutup pembicaraan, Bani mengungkapkan kalau detail acara masih
bersifat tentative karena masih dibahas bersama oleh kami panitia bidang
acara, dan juga disesuaikan dengan jadwal main dari para musisi. Untuk
itu selalu ikuti berita JGTC 2001
di WartaJazz.com (WJ)
Kembali ke Halaman Index News
Kembali ke Halaman Depan
|
|
 |