![]() |
|
![]() |
||||
|
Sebenarnya terlalu cepat kalau kita menyimpulkan bahwa karier musiknya hanya terangkat ketika istri dari perkusionis Airto Moreira ini masuk RTF. Berangkat sejak usia dini sudah bermain musik, terutama belajar piano, gitar dan perkusi. Pada tahun 1960an penyanyi yang beberapa kali masuk dalam nominasi penghargaan Grammy Awards dalam kategori Best Jazz Female Performance dan diangkat menjadi Best Female Singer versi majalah Downbeat ini pada tahun 1960an bergabung dengan kelompok Quarteto Novo pimpinan Hermento Pascoal dan Moreira. Karena rezim militer di Brazil begitu mendominasi di berbagai sektor kehidupan pada waktu itu, dia memilih pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1967. Setelah kepindahannya di AS, Purim mendapat kesempatan tampil bersama saxophonis terkemuka Stan Getz termasuk ikut serta dalam tournya ke Eropa. Selain itu, dia sering tampil bersama Dizzy Gillespie, Gil Evans serta dalam kelompok suaminya sendiri. Atas jasa pianis jazz Duke Pearson-lah, sebagai orang yang pertamakali di AS yang mengundang Purim untuk tampil di panggung dan dalam sesi rekaman. Setelah sukses bersama RTF, tahun 1973 Purim bersama suaminya memilih untuk jalur kariernya sendiri. Dalam beberapa kesempatan, kooperasi ini pun akhirnya sukses secara komersial dengan kelompok fusionnya mereka sendiri. Solo album pertama di AS adalah “Butterfly Dreams” (Milestones) tahun 1973. Album ini membawanya menjadi 5 besar penyanyi jazz dalam polling majalah Downbeat. Pada pertengahan dekade 1970an dia sempat masuk penjara dengan tuduhan
penyalahgunaan obat-obatan terlarang meski belum pernah terbukti. Setelah
keluar dari penjara dia melanjutkan bersolo karier termasuk berbagai penghargaan
pun berhasil diraihnya dan bekerja sama dengan berbagai musisi terkenal
seperti Billy Cobham, Freddie Ravel, George Duke, David Zeiher,
Walfredo Reyes, Alphonso Johnson, Changuito, Freddie Santiago dan
Giovanni Hidalgo. Dalam karya-karya Flora Purim banyak mengkombinasikan antara tradisi jazz dari Amerika dengan campuran musik pop dan musik dari Brazil. Inspirasi pertamanya dating dari Errol Garner, Miles Davis, Dinah Washington dan Ella Fitzgerald. Jangkauan vokal Purim pada awalnya hanya meliputi 3 oktav saja. Namun setelah di bawah bimbingan Hermento Pascoal dapat meloncat sampai 6 oktav. Banyak komposisi-komposisi karya Purim sendiri yang dinyanyikan. Dalam bernyanyi, kadang-kadang dengan menggunakan kata-kata atau tanpa kata-kata, hanya suaranya saja. Suaranya pun sering dikombinasikan dengan sumber-sumber suara elektronis dengan menarik. Meskipun dia sering bernyanyi dalam bahasa Portugis, namun tanpa kita harus tahu arti syair dalam lagu tersebut kita sudah mengerti sendiri maksud apa yang dikandung oleh syair tersebut. Apakah senang/sedih, bahagia/menderita, yang semua ada dalam penampilannya. (*/WartaJazz.com) Link terkait: Kembali ke Index Profile
|
|
|||||||
| Copyright © 1996-2006 Warta Jazz.com All right reserved Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net |
||||||||