![]() |
|
![]() |
||||
|
Pada awal tahun 1999 banyak penggemar smooth jazz terkejut, ketika Jeff Kashiwa memutuskan hengkang dari The Rippingtons setelah sempat bergabung selama 10 tahun, untuk lebih mencurahkan perhatiannya dengan mengembangkan karirnya sebagai artis. Kenyataannya memang banyak pemain saksofon terkenal (akhirnya) memusatkan perhatian untuk bersolo karir. Sebelum bergabung dengan Rippingtons tahun 1989, dia sudah memimpin berbagai macam ansambel di berbagai klub diseputaran daerah Orange County, Kalifornia, dan dia banyak menghabiskan waktunya dengan jadwal tur dan rekaman yang ketat bersama the Rippingtons selain memimpin bandnya sendiri, Coastal Access. Dua buah album solo sebelumnya, "Remember Catalina" (1995) dan "Walk a Mile" (1997) mendapatkan kritikan dan sambutan pasar yang cukup bagus. Dan ini menjadi dasar yang sempurna untuk dikeluarkannya debut album “Another Door Opens” dibawah perusahaan rekaman Native Language, atau dapat dikatakan pula sebagai salah satu cara yang ditempuhnya untuk memasuki pasaran smooth jazz. Disamping dukungan yang luar biasa juga dari para penggemarnya – yang pasti juga merupakan pecinta Rippingtons - terhadap usaha keras yang baru dari Kashiwa. Pemain saksofon ini juga membawa dua pengalaman penting yang diraihnya semasa aktif di band ini yakni pengalaman tur dengan grup yang sangat terkenal dan hubungan persahabatan yang kreatif bersama pemain keyboard Rippingtons, Dave Kochanski. Kashiwa memproduksi "Another Door Opens" dibantu Kochanski, pemain bass Brian Bromberg dan pemain keyboard yang sudah tidak asing lagi Jeff Lorber. Kochanski menulis empat buah lagu, termasuk single pertamanya "Hyde Park" (lagu "Ah, Ooh") yang penuh dengan suara brass dan berwarna agak funky. "Perjalanan saya yang cukup lama dengan The Rippingtons sangat berarti sekali dalam berbagai tingkatan yang berbeda, mulai dari persahabatan untuk belajar hdup bersama, mempelajari banyak hal dari Russ Freeman mengenai [cara] membuat, mengaransir dan memproduksi lagu. Saya ingat kalau beliau pernah mengatakan kepada saya sejak awal, yaitu “ isilah hidupmu dengan bunyi horn” maksudnya tiupkan energi yang penuh dengan dalam permainan saya, dan saya kira permainan dalam lagu "Another Door Opens" bisa menggambarkan hal tersebut.Dan ketika saya menyukai banyak lagu di dalam album solo saya sebelumnya, nada-nada yang baru nampak lebih kuat, lebih melodis dan jauh lebih ketat“ Kashiwa dan Kochanski telah mengembangkan kreatifitas yang kuat ketika
keduanya bermain dengan the Rippingtons. Kashiwalah yang membantunya mendapatkan
gig pada awalnya.”Dave lantas memberikan kepada saya sebuah tape
setelah konser Rippingtons dan saya tidak dapat membayangkan betapa menariknya
saat itu,” ujar Kashiwa menambahkan “Ketika Mark Portmann
meninggalkan band, saya memaksakan Russ untuk mengaudisi Dave dan kemudian
menyuruh Dave untuk bergabung. Dave sangat mudah untuk diajak kerja sama
dan ia mampu memberikan keajaiban pada musik. Dia memiliki perasaan yang
kuat dalam rhythm dan groove, seperti yang halnya Jeff Lorber, yang merupakan
salah satu idola kami.” Judul lagu ini nampaknya menggambarkan pengalaman secara menyeluruh dalam diri Kashiwa. Bayangkan, ia telah merekam sebanyak sembilan album bersama Rippingtons dan kerap melakukan tur keliling dunia, semuanya tentu beberapa kali, namun semuanya telah ditinggalkannya. "Menyenangkan sekaligus menakutkan juga kalau [saya] tidak bisa kembali lagi, karena seperti yang saya lakukan ketika mengerjakan dua album sebelumnya,” kata Kashiwa.”Rasanya seperti berhenti bekerja lantas memulai usaha sendiri. Tapi saya percaya seluruh kerja keras yang saya lakukan sebelumnya akan kembali ke saya pada akhirnya, dan melakukan hubungan semacam itu dengan para penggemar adalah salah satu cita-cita hidupan saya dalam musik. Tujuan dari dua fase yang baru ini baik karir dan hidup saya secara umum, adalah untuk melewati hari-hari dengan rasa takut tersebut dan mengikuti keyakinan bahwa [apa saya lakukan] ini benar.” Album "Another Door Opens" dibuka dengan nomor "Hyde Park (lagu 'Ah, Oooh' )," kemudian disusul dengan lagu yang berirama retro soul berjudul "Every Now and Then. "Kolaborasi yang dilakukan oleh Kashiwa dan Lorber ini menampilkan pemain keyboard Fender Rhodes secara harmonis sementara Kashiwa melantunkan melodi improvisasi secara kuat pada permainannya. Kashiwa memperkenalkan lagu yang romantis dan merefleksikan pribadinya dengan nada tenor yaitu, "Because of You" sebelum berganti sopran untuk lagunya yang berirama hip-hop "The Power of Midnight." Kashiwa, Kochanski dan Bromberg lantas berkolaborasi dalam sebuah ballad bertempo sedang yang soulful, "Back to Love," dimana Bromberg memainkan bass piccolo. Tekstur synth Spacey dan irama permainan bass membantu permainan melodi sopran lagi “Around the World”, dimana menghasilkan permaian saksofon yang lembut dan intro piano terhadap judul lagu dimana Kashiwa secara prihatin merenungkan akan perubahan dan tantangan dalam karir serta kehidupannya. Kochanski memberikan kontribusi pada lagu berirama funk “It 's Up to You" (dimana Kashiwa memainkan alat musik tiup dan rekannya mengiringi dengan permainan keyboard yang bertekstur perkusi), ketika lagu "Dream Within a Dream" Kashiwa menampilkan permainan saksofon yang nge-blues, ditingkahi permainan perkusi yang dramatis yang menunjukkan keahlian permainan flute-nya. Track ini juga menyajikan penampilan yang tak terlupakan oleh Marc Antoine. Elemen blues yang mengalir melalui lagu terakhir, "Best of Times," sebuah komposisi folk Allen Hinds' menampilkan Kashiwa secara brillian bermain harmonica EWI sebelum berpindah pada saksofon *** Jeff Kashiwa mulai bermain clarinet pada umur 10 tahun. Dia ingat, dua tahun kemudian saat melihat saksofon digunakan dalam bermain jazz, dan saat itu juga dia mengetahui kalau saksofon itu merupakan alat yang bisa dimainkan olehnya. ”Saya berpindah ke saksofon pada saat itu dan rasanya seperti magnet buat saya. Saya tidak sabar ingin bisa memainkannya”. Dia juga ingat sepanjang malam saat remaja tidak tidur sampai jam 3 pagi, merekam permainan Chuck Mangione dan Spyro Gyra, lantas membentuk sebuah band funk di sekolah dan bermain lagu –lagu milik The Crusaders sampai Earth, Wind & Fire. Belajar jazz di Sekolah musik Berklee selama 2 tahun adalah suatu pengalaman yang kreatif dan berbudaya, pindah dari Seattle ke Boston. Satu hal yang dia cintai adalah sesuatu yang dia sembunyikan di dalam permainan smooth jazz di dalam dirinya adalah “tetap membuat pendengar tertantang”
Kashiwa mengisi waktunya dengan bekerja di mini market setiap hari dan bermain di pesta pernikahan pada saat weekend hingga dia bertemu dengan pemain bass Rippingtons, Steve Bailey, yang disewanya untuk membantu. Bailey lantas memperkenalkan peniup saksofon ini kepada Russ Freeman,dan selanjutnya ketika pemain saksofon yang pertama, Brandon Fields meninggalkan Rippingtons, Kashiwa lalu di ajak untuk tampil sekali Racine, Wisconsin dalam tur Tourist in Paradise. Perminannya sangat bagus dan Freeman akhirnya mengajaknya bergabung secara penuh. Ketenaran Kashiwa dalam smooth jazz menciptakan rasa aman baginya –
setidaknya sepuluh tahun yang dihabiskannya dengan bermain dengan ratusan
kali di berbagai belahan dunia serta ikut dalam rekaman album Rippingtons
seperti "Welcome to the St. James Club," "Curves
Ahead," "Weekend in Monaco," "Sahara," "Black
Diamond," dan "Live in L.A." Kashiwa juga tampil dalam
rekaman oleh Mark Portmann, Steve Reid, Dan Siegel dan album John Tesh
"Sax All Night," dan album solo Russ Freeman "Holiday."
Link terkait :
|
|
|||||
| Copyright © 1996-2004 WartaJazz.com All right reserved Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net |
||||||