![]() |
|
![]() |
||||
|
Antti Sarpila merupakan musisi jazz ternama yang berbasis di Helsinki. Ia kerap tampil secara solo disegenap penjuru dunia. Sebagai murid klarinetis dan saksofonis kenamaan Bob Wilber dimedio 80-an, Sarpila sebenarnya pengagum berat sang legendaris Sidney Bechet. Pengaruh musiknya berasal dari Louis Armstrong, King Oliver, Jelly Roll Morton, Bix Beiderbecke, Coleman Hawkins, Duke Ellington, Lester Young, Benny Goodman, Artie Shaw, Johnny Hodges, Jack Teagarden, Bobby Hackett, Ben Webster dan Charlie Parker, sedikit dari sekian banyak nama yang akan panjang jika disebutkan satu-persatu. Kolaborasinya dengan sang guru, Bob Wilber telah banyak membuahkan hasil. Salah satunya adalah bergabungnya Antti pada proyek konser 'Tribute to Benny Goodman' yang dilangsungkan di Carnegie Hall, New York. Ditempat yang sama, pertengahan millenium yang baru lalu, ia tampil bersama Swedish Swing Society, sebuah band dari Swedia. Sepanjang karirnya Antti Sarpila tampil bersama sejumlah master seperti Howard Alden, Doc Cheatham, Wild Bill Davison, Buddy DeFranco, Vic Dickenson, Jon Faddis, Panama Francis, Terry Gibbs, Al Grey, Bob Haggart, Scott Hamilton, Jake Hanna, John Henrics, Milt Hinton, Linda Hopkins, Peanuts Hucko, Lillette Jenkins, Thad Jones, Roger Kelloway, Dave McKenna, Wynton Marsalis, Red Mitchell, Joe Newman, Bucky Pizzarelli, Scott Robinson, Marshal Royal, Zoot Sims, Dick Wellstood, Frank Wess, Joe Wilder, Phil Woods, Trummy Young, Glenn Zottola dan sempat menjadi pemain tamu pada Count Basie Orchestra, Metropole Orchestra dan Dutch Swing College Band. *** Severi Pyysalo lahir tahun 18-12-1967. Belajar menjadi penabuh drum tatkala berusia enam tahun lalu sempat belajar di Turku Conservatoire kurang lebih tiga tahun dengan konsentrasi dimusik Klasik. Disinilah ia mulai bermain vibraphone yang - kelak - menjadi instrumen pilihannya. Penampilannya di Pori Jazz festival - sebuah ajang bergengsi di Finlandia - tahun 1982 merupakan catatan tersendiri. Berangkat dari sinilah, berselang dua tahun kemudian namanya dilirik Paquito D'Rivera dan Sarah Vaughan. Beberapa minggu setelah pertemuan dengan keduanya, ia mendapat berita gembira. Ia diperkenankan tampil bersama Paquito D'Rivera's quintet di Village Vanguard. Sepanjang perjalanan karirnya ia telah bermain bersama Tyner, Frank Foster, Zoot Sims, Rick Margitza, Wayne Kratz, James Newton, Bobby Hutcherson, Bobby Bradford dan lain-lain. Ia juga memimpin dua grup band No Hope Band (1987-89) dan The Front (1990-94), yang kerap tur keliling di Finlandia. Penghargaan yang diterimanya antara lain Jazz Musician of the Year
oleh Finnish Jazz Federation(1988), nominasi European Jazz Soloist(1993)
di Leverkusener Jazztage - Jerman dan lain-lain. *** Reiska Laine lahir tahun 1946. Pria yang bernama asli Reino Laine ini telah memainkan drum secara signifikan pada hampir semua musisi jazz di finlandia. Ia memiliki bakat musik yang open-minded. Dalam pentas dunia ia bermain bersama Dexter Gordon, Clifford Jordan dan Charlie Mariano. Ia kerap tampil di beragam festivals dengan line-up yang berbeda. Salah satunya adalah gig di tahun 1969 yang membawa kesuksesan. Penampilan di Montreux Jazz Festival menghasilkan possi first prize pada kompetisi group bersama Eero Koivistoinen's band, yang lantas membawanya ke Newport Festival dan tempat lainnya. Posisinya sebagai drummer ternama di Finlandia, membuatnya 'enjoy' untuk memainkan berbagai gaya permainannya. *** Häkä Virtanen lahir tahun 1953. Memulai karirnya sebagai pemain bass elektrik pada sebuah band Tasavallan Presidentti di awal tahun 70-an dengan aliran yang lebih condong kearah progressif rock. Beberapa tahun berselang ia meningkatkan kemampuan dengan memainkan instrumen double bass secara perlahan, dan ketika memasuki era 80-an namanya menjadi salah satu session player yang digemari di negaranya. CVnya memuat sederet pertunjukan baik di panggung, radio hingga televisi. Hampir tak ada musisi di Finlandia yang tak pernah bekerjasama dengan Häkä. Kemampuannya memainkan bass yang beragam - mulai dari swing ke salsa hingga free ke funk, patut diacungi jempol. (*/WJ) Link terkait:
|
|
|||||||
| Copyright © 1996-2006 Warta Jazz.com All right reserved Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net |
||||||||