![]() |
|
![]() |
||||
|
Ibunya memang tak pernah setuju apabila anaknya bermain musik atau menyanyi, karena sang ibu beranggapan karir dibidang ini tidak memberikan banyak harapan. Meskipun sebenarnya suami dan kelima anaknya, empat orang tak pernah menekuni dunia musik, dan hanya Tania yang bersikeras menjadikan musik sebagai profesinya. Bertahun-tahun dia mencoba meyakinkan ibunya bahwa dunia musik bisa menjadikan harapan yang lebih baik. Baru setelah penampilannya dalam album Bela Vista, Tania yakin bahwa ibunya mulai mendukung profesinya. Jauh sebelum itu, sebenarnya prestasi Tania sudah demikian gemilang. Setiap album yang dirilis memperlihatkan sebuah garapan musik yang sungguh elegant. Misalnya pada album Come With Me, Made in New York, Forbidden Colors, atau pada album The Lady From Brazil. Kelebihan musik Tania terletak pada kemampuan ritmik Salza Brazillia yang sangat khas dengan gaya fusion ala Amerika. Ia mampu mengaduk kedua unsur tadi dengan pas, sehingga muncullah gaya Tania yang sungguh khas. Misalnya pada albumnya yang berjudul Bela Vista (1990), album ini digarap bersama Eric Kressmann. Tania menyadari sepenuhnya bahwa dirinya memiliki warna vokal yang khas, oleh karena itu sembilan lagu yang dikemas di album tersebut merupakan penampilan yang sempurna dari seorang Tania Maria. Bahkan satisfaction-nya Rolling Stone meluncur demikian jazzy lewat tarikan vokalnya. Pada track yang lain dapat kita nikmati gaya samba Brazil yang sangat kaya dengan suara perkusi, misalnya pada nomor yang berjudul Margueritta, atau warna sejuk bosanova yang terdengar pada nomor Encanto Meu. Sejak kanak-kanak Tania telah banyak dirasuki oleh musik-musik Brazil. Satu jeis musik yang sangat dinamis. Darah seni yang mengalir deras diperoleh ayahnya, ia seorang gitaris dan vokalis Brazil yang handal. Orang ini pulalah yang membentuk Tania sedemikian rupa sehingga mampu mengorbitkan namanya sejajar dengan vokalis-vokalis jazz dunia. Pada awalnya, ayahnya mengajarkan bagaimana bermain piano dengan benar. Sekali waktu ia juga mengajak Tania kecil untuk ikut manggung di beberapa kelab tempat ayahnya bermain musik. Di kelab tersebut ia sering memainkan nada-nada Brazillian Jazz. Penikmat musik jazz di seluruh dunia telah menobatkan Tania sebagai musisi atau penyanyi jazz. Namun demikian Tania lebih suka untuk disebut sebagai pianis. Ia merasakan piano merupakan alat musik yang paling dekat dengan batinnya. Dengan instrument ini pula ia mampu mengekspresikan semua idenya dengan utuh. Kehandalannya dalam bermain piano selain diperoleh dari Ayahnya, juga diperoleh dari bangku sekolah formal selama enam tahun. Sementara itu kehandalannya dalam berolah vokal lebih merupakan bakat alam, bakat khas yang dimiliki oleh rata-rata orang Brazillia. Di usia yang masih belia, 13 tahun, ia mulai bermain musik secara serius. Didukung sepenuhnya oleh sang ayah, Tania membentuk sebuah band professional yang terdiri dari anak-anak. Band ini sering bermain dibeberapa kelab dan pesta-pesta. Dengan gaya panggung yang akrab serta sajian musik yang memikat, kelompoknya segera populer di negeri kopi ini. Diantara musisi jazz dunia, Tania telah melekatkan beberapa nama dihatinya. Dialah pianis jenius Oscar Peterson, Bill Evans dan Lewis Eca seorang pianis dari Brazil. Di awal karirnya, gaya permainan Sarah Vaughan sangat dekat dengan penampilannya. Dalam perkembangan selanjutnya, ia mulai melepaskan gaya-gaya musisi idolanya. Ia mulai mengembangkan apa yang ada pada dirinya, sehingga terwujudlah gaya Tania Maria, gayanya yang sangat Brazillia. Permainan panggung secara besar-besaran diawali pada dekade 70-an, dimana untuk pertama kalinya ia menandatangani kontrak konser di Perancis, selama tiga bulan. Keberhasilan konsernya di Perancis menyebabkan ia betah tinggal disana, sehingga baru tujuh tahun kemudian ia kembali ke negerinya. Berbagai kota dan festifal jazz telah ia jelajahi, akhirnya mengantarkannya ke negeri Kangguru Australia. Selama menggelar konsernya di Australia, seorang gitaris jazz asal Brazil, Charlie Bird, diam-diam mengaguminya. Saat itu pula Bird memberikan rekomendasi untuk melakukan rekaman di Concord Record, New York. Rekaman perdana tersebut membuat Tania semakin kukuh dan eksis di jalur musik jazz. Albumnya yang berjudul Made In New York dan The Lady From Brazil terjual lebih dari lima juta kopi. Banyak kritisi yang menilai bahwa Tania adalah tipe musisi yang sangat
idealis dan memiliki kreatifitas yang sangat tinggi. Terbukti setiap album
yang dirilis, disana ia selalu menawarkan sesuatu yang baru, yang inovatif.
Ia tidak saja berkeksperimen dengan musik etnik Aborigin Australia. (Hendra/WJ) |
|
|||||
| Copyright © 1996-2005 Warta Jazz.com All right reserved Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net |
||||||