![]() |
|
![]() |
||||
|
Awal Mula Album Inside Story yang lebih mengarah ke instrumen, sedangkan label rekaman Robben Ford menginginkan album yang lebih ke arah pop dan berorientasi pada suara. Grup yang lebih dikenal sebagai grup Robben Ford ini lebih memilih tetap pada instrumental sehingga akhirnya terbentuklah "band di dalam band", dengan diterimanya demo rekaman gitar digital Robben Ford oleh Warner Bross, maka lahirlah Yelowjackets. Kontribusi Robben sebagai artis tamu terus berkurang selama beberapa tahun namun membuahkan kesuksesan bagi Yellowjackets. Album pertama mereka membuat gelombang serius pada radio jazz dan mendapat berbagai sambutan publik serta kritik. Bayangan A Trois mengikuti langkah mereka. Saat mereka mencoba mengisi kekosongan dengan menawarkan proyek lain, mereka merubah formasi mereka dengan bergabungnya seorang pemain perkusi, Paulinho Da Costa dan vokalis utama, sang saksofonis Marc Russo untuk mengikuti Playboy Jazz Festival tahun 1984. Konser penting ini membuka jalan kesuksesan mereka baik pada grafik Billboard Jazz maupun pada konser-konser di seluruh dunia. Hasilnya terlihat pada album ketiga Yellowjackets, Samurai Samba. Pada tahun 1986 mereka pindah ke MCA Record untuk merekam Shades, judul sebuah lagu yang ditulis oleh Donald Fagen sebagai penghormatan akan banyak "shades" yang ia dengar dari grup musik. Dengan album Four Corners, Ricky Lawson meninggalkan Yellowjackets untuk mengikuti tur band Lionel Richie. Posisinya digantikan oleh sang ahli William Kennedy. Barisan rock yang kuat membawa Yellowjackets ke daerah baru, menjelajahi rute dunia dan populasi dunia tarik suara yang padat kemudian pada akhirnya mencerminkan kedewasaan pada musik mereka. Politics, yang dilepas setelah Four Corners, merdu
terdengar. Yellow Jackets kemudian meninggalkan elemen elektronik dan
mulai mengunakan musik akustik. Rekaman terakhir Marc Russo dengan Yellowjackets,
The spin, direkam di Oslo, Norway oleh ahli terkemuka Jan
Erik Kongshaug (terkenal dengan pekerjaannya pada ECM label).
Mereka membuktikan bahwa mereka dapat memainkan jazz akustik dengan sangat
baik. Club Nocturne, album studio rekaman terakhir mereka, menerima sebuah penghargaan untuk penampilan menarik dengan vokalis tamu Kurt Elling, Jonathan Butler dan Brenda Russel. Suara Yellowjackets saat ini sedikit mirip dengan Yellowjackets asli 15 tahun yang lalu pada saat pertama kali didengar, talenta yang tidak tersalahkan dari masing-masing individu yang terlibat didalamnya tetap memiliki tanda unik yang bersinar sebagaimana pengaturan musik mereka, baik itu perpaduan panas atau jaz akustik yang sedang berkembang. Dengan kata lain, musik mereka telah berkembang dan matang secara sadar, namun tidak ada kesalahan yang kita dengar.
Kembalinya trio. Penantian (dan penundaan) Jimmy untuk album solonya, Red Heat,
dijanjikan akan diliris pada musim panas. Setelah Jackets menandatangani
kontrak dengan label baru, maka banyak harapan untuk melihat rekaman baru
yang menampilkan banyak materi-materi baru yang telah mereka kerjakan
selama ini. Sebagaimana kami tetap ingin bermain pada musik instrumental, kami semua setuju untuk membentuk sebuah "band didalam band" untuk berbicara. Pada sesi demo Jimmy membawa selembar penuh nama-nama yang grup yang memungkinkan, kebanyakan buruk. Satu-satunya yang muncul adalah Yellowjackets karena mempunyai konotasi dengan sesuatu secara hidup, energik, dan sesuatu dengan "pukulan". Sekali anda memilih sebuah nama, anda terperangkap dengannya, maka inilah kami, 16 tahun kemudian, pria dewasa yang bermain dalam band bernama "Yellowjackets"... (*/Diana Bachtiar/WartaJazz.com) Link terkait :
|
|
|||||
| Copyright © 1996-2004 WartaJazz.com All right reserved Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net |
||||||