WartaJazz.com :: Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz Indonesia
PATA JAVA Beli album jazz Indonesia
       
         
   


DAGO - SOUNDS FOR A BLUE PLANET
Ozella Music OZ 004CD

Volume I - The Music of Eric von EssenKomposisi:
1. marrakesh sunrise 4:32
2. ozella 4:06
3. stay awake (morning flight) 4:35
4. café au lait 5:13
5. birds of passage 3:34
6. out of the jungle 4:40
7. nessa hora azul 4:53
8. wolakota 4:49
9. blue c 4:26
10. Am Eulenturm 6:34

bonus tracks:
11. morning flight 4:48
12. straight away 4:01
13. I do love my life 4:53
14. I wish I was a seagul (morning flight)


Musisi :
Dagobert 'dago' Böhm:
acoustic and electric guitars, sitar, highstrung guitar, harmonica, wooden chair percussion and assorted string noises
Steven Toeteberg:
keyboards, hammond organ, fender rhodes, electric guitar, wooden chair percussion, fretless bass, keyboardbass, programming angua crash: vocals, piano, programming, electric guitar
Angua Crash:
vocals (track no.3), piano, programming (tracks no. 3 and 11), electric guitar (track no. 9)
Tony Lakatos:
soprano sax, flute
Zoltán Lantos:
5-string violin
Markus Reuter:
ambient guitar loops, touch guitar, dub bass
Christoph Weiss:
Pizz. Cello
Béla Lattmann:
bass
Kornél Horváth:
Shekere, Udu, Djembe, Shaker, rubber birds and other percussion instruments
Wolfgang Roggenkamp:
drums (tracks no. 7, 8,12)
Tokunbo Akinro:
vocals (tracks no.1 and 12)
Maria Hiort Petersen:
vocals (track no. 7)
Soluna Samay:
vocals (track no. 14)


Beli album ini


Tak masalah apapun latar belakang keseharian anda, apakah anda penikmat smooth jazz, pop, world music atau rock sekalipun. Dago - yang merupakan nama panggilan Dagobert Bohm pemilik album "Sounds for a blue planet" ini - mencoba menawarkan gabungan berbagai cita rasa tersebut.

Proyek yang digarap bersama sejumlah musisi diantaranya Tony Lakatos, Zoltan Lantos, Marcus Reuter dan Kornel Horvath ini jadi semacam reuni bagi kelompok String Unit dan Acoustic Unit yang dipimpinnya.

Dago mencoba mengembangkan pola permainan gitarnya yang dipadukan dengan suara alam, juga yang bernuansa India timur. Hal ini tak mengherankan sebab ketertarikannya pada musik India inilah yang memberikan sebuah alasan baginya untuk menciptakan sitar sendiri. Saat mendengarkan album ini, anda diberikan kebebasan untuk membuat sebuah klasifikasi sendiri, dan buat Dago, tak jadi masalah anda ingin menggolongkan album ini ngepop, ngejazz atau ngerock sekalipun. Yang pasti jangan lewatkan 'Stay Awake' yang dibuat 3 versi sekaligus.(*/WJ)

Link terkait:
Website Dago
Beli album ini
Beli album Dago yang lain


Kembali ke Index Resensi
Kembali ke Halaman Depan



 

      Copyright © 1996-2005 Warta Jazz.com All right reserved
Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini
tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com
Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net