 |
|
|
KEN FIELD/KATSUI YUJI/KIDO NATSUKI/SHIMIZU KAZUTO - TOKYO IN F
Sublingual Records, 2000
Komposisi:
1. First Set 37:14 mp3
2. Second Set 36:42
Musisi :
KEN FIELD : saxophone, flute
KATSUI Yuji : biola
KIDO Natsuki : gitar
SHIMIZU Kazuto : piano

Beli
album ini
Ketika kita mendengar istilah improvisasi bebas, biasanya kita langsung
terbayang permainan improvisasi kelompok yang begitu liar, seringkali
atonal sekaligus aritmik, sulit dicerna oleh pendengarnya. Tidak demikian
halnya dengan musik yang tersaji dalam album Tokyo in F ini,
yang direkam secara live di sebuah klub di Tokyo yang bernama In
F. Dua track panjang berisi improvisasi bebas yang dibawakan
tanpa persiapan ini – kecuali satu-satunya kesepakatan awal bahwa
permainan dibuka dalam kunci F – mampu mengusir mitos di atas. Pendengar
disuguhi alunan improvisasi akustik yang sejuk dan cantik dari para musisinya.
Yang cukup mengherankan, kedua track ini adalah ekspresi spontanitas dari
empat pemusik yang sebelumnya lebih dikenal sebagai musisi jalur keras
dari jenre avant-rock. Ken Field yang secara bergantian
memainkan alto sax, flute, dan perkusi aslinya adalah personil kelompok
avant-rock Amerika Serikat, Birdsongs of the Mesozoic. Katsui
Yuji dan Kido Natsuki, masing-masing pada biola
dan gitar, berasal dari kelompok avant-garde bising Bondage Fruit
dari Jepang. Tiga musisi ini diiringi oleh Shimizu Kazuto
pada piano dari grup Arepos. Keindahan dua nomor
yang mereka bawakan adalah cerminan ketrampilan individu dari tiap musisi
yang walaupun baru pertama kali bermain bersama (bahkan bagi Ken Field,
ini adalah pertemuan pertama dengan ketiga musisi lainnya), ternyata mampu
beradaptasi dengan luwes dan cepat. Komunikasi musikal yang begitu hangat
dan mempesona mampu mereka tampilkan, tidak terlihat adanya jarak yang
kadang muncul di antara improvisator yang baru pertama kali bermain bersama.
Kedua nomor, masing-masing berdurasi sekitar 37 menit, ditandai dengan
perpindahan dari satu bagian ke bagian lain yang terasa mulus dan kompak
walaupun tanpa struktur dan batas yang jelas. Kadangkala di satu bagian,
alunan nada yang dihasilkan mengalir begitu lembut dan hampir senyap,
mengingatkan pada atmosfir ketenangan yang dibangun oleh, misalnya, nomor
Shhh/Peaceful-nya Miles Davis. Di bagian lain,
nampak setiap musisi menyumbangkan riff kecil hasil spontanitas yang meskipun
tidak berelasi satu sama lain namun ketika dipadukan secara bersahut-sahutan
justru jadi indah dan menggelitik. Perpaduan melodi ini, yang diimbangi
oleh permainan ritme yang sederhana tapi kompak, seolah-olah mengalunkan
lagu pengiring kanak-kanak yang sedang bermain. Di bagian yang lain lagi,
improvisasi tanpa rencana ini malah terdengar seperti musik kamar dari
jaman barok yang syahdu dan anggun. Bahkan di bagian yang paling tidak
beraturan sekalipun, di mana masing-masing pemain berkesempatan mengeksplorasi
berbagai bunyi dari instrumennya, nuansa keindahan tak pernah lepas dari
perpaduan suara yang dihasilkan.
Alhasil, walaupun musik yang disajikan di sini adalah hasil improvisasi
bebas tanpa struktur, namun cukup gampang dicerna dan dinikmati bagi pendengar,
terutama karena unsur keindahan dan kecantikan yang berhasil diciptakan
oleh para pemusiknya. Tokyo in F adalah suatu
bukti nyata bahwa musisi avant-rock pun, dengan keluwesannya beradaptasi,
kemampuannya berimprovisasi dan berkomunikasi dengan pemusik lain, bisa
menghasilkan kreasi yang manis dan mudah dinikmati, tanpa perlu menanggalkan
identitas dan kualitas musiknya.(Gamantyo Hendrantoro/WJ)
Link terkait:
Website
Ken Field
Beli
album ini
Beli
album Ken Field yang lain
Kembali ke Index Resensi
Kembali ke Halaman Depan
|
|
 |