 |
|
|
WILLEM BREUKER KOLLEKTIEF & DENISE JANNAH - THIRST!
(BVHAAST CD 0300)
Komposisi:
1. Thirst 2 14:00
2. Thirst 3 5:16
3. Bagatell Op.6 no. X 2:41
4. Lonely Woman 2:20
5. Lonely Woman 5:09
6. I Heard as if I had no ear 9:15
7. How Can I Start Again 4:30
8. Crazy Tonight 4:01
9. Thirst 1 7:15
10. Telkens Weer 7:21
11. Als een wilde orchidee 4:10
12. Pavane pour une Infante defunte 5:30

Beli album ini
Musisi :
Willem Breuker : soprano & tenor sax
Hermine Deurloo : alto sax & harmonica (kecuali no:12)
Peter Barkema : alto sax (no : 12)
Alex Coke : tenor sax & flute
Boy Raaymakers : trumpet
Andy Altenfelder : trumpet
Nico Nijholt : trombone & vokal
Bernard Hunnekink : trombone & tuba
Lorre Lynn Trytten : viola & violin
Henk De Jonge : piano
Arjen Gorter : bass
Rob Verdurmen : drum
Denise Jannah : vokal
Album ini, pertama kalinya muncul sebagai upaya Breuker yang terinspirasi
akan beberapa komposer, sastrawan dan seniman ternama pada abad 20 kemarin.
Mereka antara lain adalah Bela Bartok, Ornette Coleman, Ruud Ros, Willy
Rex dan Maurice Ravel yang sekaligus sebagian menampilkan kerya-karye
mereka itu. Keduanya adalah sebagai bagian dari trilogi. Album ini adalah
hasil yang kedua dari rencana album triloginya yang pada bagian pertama
diberi judul "Hunger", yang kabarnya sebagai penanda perayaan ulang tahun
kelompok Willem Breuker Kollektief yang ke-25. Dengan tambahan
tamu spesial seorang penyanyi jazz yang berasal dari Suriname, Danise
Jannah. Dilihat dari nama kelompok ini, Willem Breuker Kollektief
band barangkali berangkat dari sebuah gagasan dan ide bersama untuk
membangun sebuah ruang untuk menyatakan ekspresinya secara gotong royong
/ kolektif antara masing-masing individu di dalamnya.
Khususnya dalam album ini mereka mencoba untuk membaca ulang komposisi
musik klasik modern, 'Lonely Woman-nya' Ornette Coleman dan beberapa komposisi
milik Willem Breuker sendiri tentunya dengan pendekatan dan aransemen
(hal yang terakhir ini justru yang cukup menonjol) baru. Saya tidak dapat
bertaruh apakah karya ini juga ditampilkan bersamaan dengan olah tari
dan teater seperti yang yang biasa mereka lakukan.
Pemunculan bahasa-bahasa musik yang tampak riang gembira dan sedih dari
masing-masing komposisi terlihat masih menonjol, misalnya "Thirst 2" dengan
"Thirst 3" dimainkan dalam kondisi emosional yang berlawanan dan "Thirst
1" berada di tengah-tengahnya jikalau secara kasar diberi skema dan peralihan
ini cukup memikat. Atau dalam "Lonely Woman" penampilan Jannah menjadi
begitu dramatis ketika didukung oleh harmonisasi kelompok ini. Kolektif
improvisasi tidak hanya muncul ketika free jazz mengemuka pada
dekade 60'an, namun corak ini sudah dikenal sejak awal jazz itu sendiri
lahir. Satu hal yang lazim dilakukan oleh musisi atau pun kelompok free
jazz salah satunya ditandai dengan adanya overblowing atau dengan
struktur lagunya juga di-improve-kan telah menambah satu kekayaan
dalam bermusik bagi para musisi jazz yang ada setelah era free jazz. Pelepasan
katup "libido" untuk berimprovisasinya dapat meledak-ledak. Dalam satu
moment mereka dengan tertib memainkan corak ritmik swing dan kekompakan
dalam membentuk alur melodinya masih mudah dicerna namun dalam moment
berikutnya masing-masing menjadi liar kemudian kembali normal lagi. Selain
itu corak ritmik yang kadang kala terdengar juga pengaruh dari tradisi
musik rakyat dari Eropa Timur maupun kaum gipsy. Adaptasi dari khasanah
kekayaan harmonisasi musik klasik modern juga ditampilkan di sini terdengar
dari "I heard as if I had no ear".
Sesuatu yang menarik di sini adalah suasana yang tegang dan gembira suatu
saat bisa terjadi secara bersamaan. Ada saatnya satu bagian dari kelompok
itu menampilkan kolektif improvisasi dengan serempak dan harmonis namun
juga di seksi yang lain sedang mencurahkan emosi mereka melakukannya seolah-olah
dengan acak. Barangkali pada titik ini teks dan musik dapat menyatu membentuk
sebuah kondisi yang saling mendukung dan saling mempertegas ekspresi mereka.
Dua lagu berbahasa Belanda itu kalau kita tidak tahu maksudnya, ya.. nikmati
saja. Album ini ditutup dengan sebuah komposisi yang indah dari Ravel
dan dimainkan mereka dengan penghayatan yang cukup bagus. (Ceto/WJ)
Link terkait:
Beli album ini
Beli album yang lain
Kembali ke Index Resensi
Kembali ke Halaman Depan
|
|
 |