 |
|
|
FUHLER BENNINK DE JOODE - BELLAGRAM
(GeestGronden CD GG 18)
Komposisi:
1.
Stoomwals 4:22
2. Balladeon 8:31
3. Wanna buy a conundrum tomtomtomtit hanky 0:55
4. Bellagram 4:51
5. Mr. Basil Bewildered 1:23
6. Hip - shooter Rose Hip (long version) 5:56
7. Leec 5:12 8. Drawstrings - Jig 6:46
9. Crikeyboards 6:51
10. Snelrecht 4:57
11. Hip - shooter Rose Hip (short version) 0:52
12. Tengo 4:56
13. Cordial 68224 ect 0:42
14. Fifty - fifty apples a.m. 6:02
Musisi :
Cor Fuhler : piano, organ, melodica, Keyolin
Han Bennink : drum & perkusi
Wilbert De Joode : bass
Tidak selamanya bahwa musik improvised itu mengesankan sesuatu yang
rumit, ribut, intensitas improvisasi yang maksimal, semata-mata logically
saja ataupun sebagian anggapan permainannya hanya menampilkan musik ngak-ngik-ngok
saja. Ada kalanya, paling tidak secara audioable, musik gaya ini
disajikan dengan penuh kelembutan, kesegaran, memberikan suasana yang
gembira, penuh humor dan parody. Serius tapi santai? Berat tapi
ringan? Structured tapi unstructured? To swing or not to
swing? Itulah daerah abu-abu yang unik. Nuansa inilah yang muncul kalau
kita mendengarkan album Bellagram milik keyboardis yang lahir pada
bulan Juli 1964 dari Belanda ini.
Dengan latar belakang jam terbanya yang cukup energik (dari terlibat di
dalam Instant Composer Pool Orchestra 3 sampai menggarap seni multi media
yang mengkolaborasikan pagelaran wayang beserta gamelannya diaduk dengan
orkestra barat), Cor Fuhler dalam kesempatan ini menggandeng musisi
jazz tiga generasi Belanda, Han Bennink serta pemain bassnya adalah
generasi diantaranya, Wilbert De Joode.
Ketika musik improvised tumbuh kembang di Belanda pada dekade 1960an
dan 1970an dimana Bennink dan Misha Mengelberg sedang menjadi
pioner, Fuhler sendiri menyerap apa yang sedang terjadi dalam lingkungan
sosialnya. Baginya itu merupakan sebuah pengalaman yang positif untuk
para improviser. Kemudian kalau kita mengingat permainan Mengelberg
terutama gaya improvisasi piano dan melodinya, ada sedikit dugaan bahwa
Fuhler terpengaruh darinya, simak saja dalam 'Stoomwals, 'Bellagram'
ataupun 'Leec' . Meskipun sebenarnya Fuhler sepertinya sudah mempunyai
sense of rhythm maupun gaya improvisasinya sendiri. Banyak ditemui juga
dia mencoba untuk merajut suara-suara dari piano, melodika, organ dan
keyolin (barangkali yang terakhir ini sebuah alat modifikasi antara biola
dan keyboard, tidak jelas bentuk fisiknya seperti apa) dalam rangkaian
akor dan improvisasi yang melompat-lompat. Hal tersebut didukung oleh
interaksi musisi pendukungnya yang dengan uniknya menggunakan materi-materi
suara yang segar didengar. Bennink dan De Joode meresponnya dengan
apresiasi dan kontrol pitch yang baik.
Fuhler berangkat dari meteri-materi suara yang pernah ada.
Keunggulannya adalah ide dalam proses perangkaian materi-materi tersebut
yang dibentuk di dalam sebuah komposisi dan hasilnya cukup menawan untuk
dinikmati. Coba, bandingkan saja dengan Medeski, Martin and Wood.
(Ceto/WJ)
Link terkait:
Beli album ini
Beli album yang lain
Kembali ke Index Resensi
Kembali ke Halaman Depan
|
|
 |