WartaJazz.com :: Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz Indonesia
PATA JAVA Beli album jazz Indonesia
       
           
   


BIG BAND SETELAH ERA BIG BAND (lanjutan-bagian ketiga)


Setelah kesuksesan besarnya penampilan Duke Ellington Orchestra di Newport Jazz Festival pada tahun 1956, Duke Ellington juga membawa big band-nya mengikuti trend perkembangan musik jazz pada waktu itu, yaitu dengan memperkaya aktualisasi penggunaan chord (modal jazz) maupun pola rhythm dan harmonisasinya yang lebih modern. Beberapa diantaranya dapat disimak dalam album Far East Suites sampai pada awal dekade 1970an dengan salah satu albumnya, Afro-European Eclipse. Namun barangkali energinya mulai berkurang ketika Billy Strayhorn (salah satu tokoh penting dalam karier Duke Ellington sejak tahun 1932) meninggal dunia pada tahun 1967 dan beberapa anggota kunci yang lainnya mulai berkurang dan meninggal hingga kematian Duke Ellington pada tahun 1974. Meskipun tradisi Duke Ellington Orchestra tetap dilanjutkan oleh puteranya sendiri Mercer Ellington dan ribuan musisi jazz dalam berbagai formasi menampilkan karya-karya klasik Duke Ellington sampai sekarang.

Dalam melihat perkembangan Count Basie Orchestra sering dibuat perbedaan yang memisahkan antara 2 periode yang berbeda :"Kesaksian Lama" yang menandakan sebuah periode dengan seorang pemain saxophone yang inovativ, Lester Young dan gaya arensemen yang "enak buat geleng-geleng kepala". Dan "Kesaksian Baru" setelah era 1951an yang menandakan sebuah periode corak penulisan yang lebih modern dan gaya permainan yang berkesan menjadi sebuah ensemble. Padahal sebenarnya ada periode transisi yang cukup lama di dekade 1940an yang menonjol dengan lagu ciptaan Jimmy Mundy 'Queer Street' (1945) dan J J Johnson 'Rambo' (1946). Sejak itu, Count Basie lebih sering dengan kelompok barunya dengan jumlah pemain yang menyusut yaitu dengan membentuk septet (termasuk Clark Terry, Wardell Gray, dan Buddy De Franco).

Selain Duke Ellington dan Count Basie, banyak kritisi jazz juga mengamati perkembangan gaya permainan big band-nya Woody Herman. Ketika kelompoknya Herman yang namanya First Herd bubar pada tahun 1946, para pendengar musik jazz sedih karena merasa kehilangan. Meskipun dalam waktu kurang dari satu tahun berikutnya, Herman mengumpulkan kembali kelompoknya dengan diberi nama Second Herd. Di dalam kelompok tersebut ternyata ada sebuah fragmen / salah satu bagian pemain yang menjadi terkenal dengan sebutan The Four Brother. Mereka termasuk Stan Getz, Zoot Sims, Al Cohn, Serge Chaloff, Red Rodney, Gene Ammons, Milt Jackson, Terry Gibbs dan Oscar Pettiford dalam beberapa kesempatan selama 2 tahun keberadaannya. Kemudian pada tahun 1950 membuat Third Herd selain Woody Herman memimpin sebuah combo pada akhir dekade 1950an. Di tahun 1960, dia meloncat kembali dengan kelompoknya The Other Herd yang termasuk menampilkan Nat Pierce, Phil Wilson, Sal Nastico dan Jake Hanna.

Big band-nya Woody Herman tetap berkiprah dalam bakat-bakat permainan dan penulisan sampai kematiannya pada tahun 1987. Setelah kematiannya, The Herd tetap melanjutkan lajunya dibawah pimpinan seorang pemain saxophone lamanya, Frank Tiberi. Salah satu musisi yang populer dan menonjol kariernya sekarang ini adalah Eddie Daniels.

Pemimpin kelompok big band dalam era Swing terdepan lainnya yang berkaitan dengan perubahan personil dan pertimbangan ekonomis terjadi dalam berbagai hal. Harry James melanjutkan memimpin big band-nya selama bertahun-tahun, dan menjadi lebih menekankan aspek-aspek musik jazz daripada yang dilakukan sebelumnya. Banyak karangannya akhirnya ditulis oleh Neal Hefti, Ernie Walkins dan Thad Jones. Band-nya sendiri yang mempunyai base camp di Las Vegas, sangat konsisten dan selalu mempersembahkan skill yang tidak berkurang dari pemimpinnya sebagai pemain trumpet. (CeMus/WJ)

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |   Selanjutnya >>



Kembali ke Halaman Depan

 

      Copyright © 1996-2005 Warta Jazz.com All right reserved
Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini
tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com
Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net