 |
|
|
BIG BAND SETELAH ERA BIG BAND (lanjutan-bagian keempat)
Pada tahun 1949 terlihat ada tiga pemimpin big band yang menonjol,
yaitu Benny Goodman, Artie Shaw dan Charlie Barnet yang kesemuanya dalam
kemasan trend baru. Benny Goodman denngan kelompok barunya yang didukung
Wardell Gray, Doug Mettome, George Russell dan lainnya selain menampilkan
pemain-pemain berbakat seperti Jimmy Raney, Zoot Sims, Al Cohn, dan Don
Fagerquist. Demikian juga dengan big band-nya Charlie Barnet yang sebagai
tampilan utamanya adalah di bagian peniup trumpet yang didukung oleh Maynard
Ferguson, Doc Severinsen dan Rolf Ericson. Aransemen-aransemen tersebut
dikerjakan oleh Gil Fuller, Manny Albam dab Paul Villepique.
Semua kelompok big band petualang ini cukup dikenang orang namun usianya
tidak panjang, meskipun ketiga pemimpin big band ini melanjutkan memainkan
ensemble dalam bentuk yang besar di waktu-waktu selanjutnya. Meskipun
banyak big band baru bermunculan.
Eddie Sauter dan Bill Finegan big band (1952 - 1957) adalah salah satu
yang terkenal, meskipun sebagaimana ditulis diatas tadi, kelompok ini
lebih banyak tampil dalam panggung pertunjukan saja dari pada di dalam
studio rekaman. Musisi lain yang membuat pertunjukannya sebagai benar-benar
pertunjukan yang memukau dan banyak menarik penonton adalah Maynard Ferguson
dan Buddy Rich.
Setelah menghabiskan beberapa tahun sebagai seorang musisi studio untuk
produksi film di Hollywood dan musisi pendamping Stan Kenton, Maynard
Ferguson membentuk big band di New York yang berjumlah 13 orang pada tahun
1957 dan kelompok ini menjadi salah satu pertunjukan utama dalam penampilannya
di panggung sebagai pemain dan penulis lagu. Para pemainnya termasuk Don
Ellis, Joe Zawinul, Frankie Dunlop, Don Menza, Joe Farrell, Jaki Byard
dan Ronnie Cuber. Sedangkan para penulis lagunya antara lain adalah Slide
Hampton, Willie Maiden, Don Sebesky, Mike Abene dan Rob McConnell. Maynard
Ferguson dikenal ketika dia rekaman di bawah perusahaan rekaman Roulette.
Bahkan setelah pindah ke Inggris pada pertengahan dekade 1960an, Ferguson
melanjutkan dengan mengedepankan big band-nya dan mengadakan pertunjukan
kelilingnya dengan musisi-musisi muda yang berbakat sampai pada dekade
1990an.
Big band sibuk yang lainnya dan cukup penting adalah sebuah kelompok yang
dibentuk oleh Buddy Rich pada tahun 1966 yang meninggalkan posisi yang
menguntungkan di dalam big band-nya Harry James untuk bersolo karier.
Dibangun dengan keahlian permainan drum Buddy Rich dan sebagaian dengan
keahliannya sebagai seorang penghibur, kelompok ini mengkombinasikan permainan
yang intens, penulisan yang efektif dan menjadi sebuah atraksi pertunjukan
yang populer. The Rich Band akhirnya juga berlalu selain pernah absen
sebentar sampai kematian pemain drum itu pada tahun 1987.
Selain itu, ada kecenderungan yang sulit untuk dihindari yaitu dengan
kemunculannya banyak big band yang kurang lebih sudah sejak 40 tahun yang
lalu telah dimainkan oleh kelompok-kelompok ensemble yang secara eksklusif
tampil untuk rekaman. Adanya kesan yang artifisial jika satu-satu cara
yang terbaik untuk mendengarkan karya-karya mereka adalah mendengarkan
album rekaman di studionya. Mereka antara lain Gil Evans, Gary McFarland,
Charles Mingus, Oliver Nelson, Quincy Jones, Bob Brookmeyer, George Russell,
Gunther Schuller, Manny Albam, Bill Byers, Billy May, Pete Rugolo, Bill
Potts, Marty Paitch, Benny Carter, Henry Mancini, Shorty Rogers, J J Johnson,
Lalo Schiffin, John Carisi, Mike Abene, Claus Orgeman dan masih banyak
lagi.
Salah seorang kritikus jazz Max Harrison pernah menulis: "Meskipun mereka
tidak dapat diragukan lagi (kadang-kadang diperlakukan secara berlebihan)
kontribusinya terhadap musik jazz, big band Swing, berdiri lebih jauh
lagi dalam menggarap berbagai ide untuk perkembangan big band dan orkestrasinya.
Mereka hanya dapat mempertahankan ketika kelompoknya itu tidak dalam rangkaian
pertunjukan dan pada umumnya sebuah jazz orkestra dibuat oleh kelompok
ad hoc ensemble tersebut. Lebih eksklusif jika di tampilkan di dalam studio
rekaman. Kondisi tersebut memungkinkan untuk membuat variasi instrumentasi
yang jauh lebih banyak daripada apa yang pernah dilakukan sebelumnya.
Hal ini merupakan sebuah pilihan yang lebih luas dalam mengerjakan repertoar
tersebut serta akan sulit untuk membayangkan jika kelompok-kelompok tersebut
hanya sebagai pengiring dansa semata. Aplikasi ini menjadikan teknis-teknis
penulisan karya musik jazz menjadi lebih lebar dan kaya". (A Jazz Retrsopect,
1976)(CeMus/WJ)
Kembali ke Halaman Depan
|
|
 |