 |
|
|
BIG BAND SETELAH ERA BIG BAND (lanjutan-bagian kelima)
Namun kritik tersebut barangkali menjadi gugur jika yang dimaksudkan
juga menyangkut apa yang terjadi dengan musik jazz di Eropa. Ada sebagaian
kelompok big band di Eropa yang mencoba untuk "membaca" musik jazz dengan
tradisi musik konser klasik Eropa, yang merupakan tawaran kepada publik
Eropa untuk mengapresiasi musik jazz secara lebih kaya dan yang terjadi
justru interaksi antara penonton dan musisi terjain dengan baik misalnya
Willem Breuker. Atau contoh apa yang pernah dialami oleh Art Ensemble
Of Chicago mampun Muhal Richard Abrams, yang pertama kalinya mendapat
sambutan publik yang hangat ketika mereka tampil di Eropa dari pada di
Amerika Serikat.
Dalam bentuk seni apapun, kemunculan ide-ide atau gagasan "avant garde"
hampir selalu paralel dalam perkembangan seni tersebut selain di beberapa
kasus mempunyai peran yang reaktif. Termasuk dalam juga apa yang dialami
oleh tradisi big band dalam musik jazz. Hal ini seiring dengan perkembangan
musik jazz di era 1960an yaitu dengan adanya gaya free jazz. Kelompok
big band dengan gaya free jazz yang paling ternama dan keberadaannya yang
paling lama adalah kelompoknya Sun Ra, The Sun Ra Solar Arkestra (meskipun
setelah kematian Sun Ra di tahun 1993, kelompok ini juga sempat berlanjut).
Cukup mudah untuk mendengarkan pengaruhnya yang ada di dalam penampilan
John Coltrane, The Art Ensemble Of Chicago dan yang lainnya. Sun Ra adalah
orang yang pertama memulai menggunakan elektrik keyboard dalam musik jazz.
Sun Ra memainkan karya-karya klasik Duke Ellington dan Fletcher Henderson
jauh sebelum repertoar jazz menjadi gaya yang banyak diminati.
Selain memberikan pujian terhadap Sun Ra, ada beberapa hal yang layak
dikatakan bahwa representasinya mempunyai sebuah elemen teaterikal yang
kuat (di dukung dengan adanya penari, kostum musisi yang cosmis, tata
lampu dan sebagainya). Sebagai sebuah pengalaman musikal yang mungkin
dapat berguna untuk menjelaskan fenomena aplikasi free jazz ke dalam big
band serta berbagai aspek non musikalnya (secara sosial dan ekonominya).
Anggota lain "avant garde" jazz (sebuah arena yang beranekaragam, untuk
dipastikannya) yang telah menulis untuk big band hasilnya akan bercampur
baur. Apapun keahliannya apakah sebagai intrumentalist, komposer, pemikir
konseptual dan para musisi yang terlibat mulai mempelajari secara khusus
mengenai orkestrasi dan penulisan, serta beberapa mempunyai latar pendidikan
mendalami musik klasik modern.
Ada banyak kelompok free jazz big band lain yang pernah ada maupun yang
masih aktif, antara lain Jazz Composer Orchestra, Instant Composer Pool
Orchestra dll. Sedangkan tradisi big band free jazz di Eropa lebih bergema
dengan kelompok London Jazz Composer Orchestra, Globe Unity Orchestra
dan Berlin Contemporary Jazz Orchestra.
Selain itu ada juga komposer komposer yang terlibat di dalam menggarap
big band free jazz; Muhal Richard Abrams, Anthony Braxton, Carla Bley,
Michael Mantler, Karl Berger, Leo Smith, Kenny Wheeler, Roscoe Mitchell
dan dari Eropa sendiri Misha Mengelberg, Peter Brotzmann, Alex Van Schlippenbach,
Mike Westbrook dan masih banyak lagi.
Ketika memasuki dekade 1970an, sedang menjadi semangat musik jazz pada
waktu itu adalah adanya percumbuan antara musik jazz dan musik rock. Muncul
istilah Rock Big Band, untuk menyederhanakan akan aplikasi sebuah ensemble
dengan memainkan beberapa elemen yang khas musik rock. Ada beberapa kelompok
yang sering dikaitkan dengan istilah tersebut seperti Bob Moses, Jaco
Patorious Big Band, Blood Sweat & Tears, Chicago, Dream, Loose Tubes dan
The Flock, meskipun penggunaan kata "big" sebenarnya harus diletakkan
di dalam tanda petik. Karena masih relatif sedikit jika dibandingkan dengan
big band jazz konvensional. Pada tahun 1975 dibentuk The United Jazz +
Rock Ensemble yang dimotori oleh pemain piano Wolfgang Dauner dengan melibatkan
banyak musisi rock dan jazz bergabung menjadi satu kelompok. Sedangkan
dalam arah yang lain, eksperimentasi Frank Zappa banyak dipuji kritikus
musik dengan membuat repertoar yang benar-benar musik rock namun diperlakukan
dengan kompleksitas gaya big band jazz. (CeMus/WJ)
Kembali ke Halaman Depan
|
|
 |