WartaJazz.com :: Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz Indonesia
PATA JAVA Beli album jazz Indonesia
       
           
   


BIG BAND SETELAH ERA BIG BAND (lanjutan-bagian ketujuh)


Yang menarik dari kenyataan adalah musik big band bukan cara yang tepat untuk dapat penghidupan darinya. Sejumlah musisi sejak dekade 1950an yang telah bergabung dengan big band semata-mata dengan alasan yang sederhana saja, barangkali untuk sekedar dapat bermain dalam kontek big band. Sebagian kritisi jazz memandang mereka sebagai kelompok part-timer dan bahkan ada penilaian yang tidak adil terhadap kelompok semacam itu dengan sebutan sebagai kelompok latihan (rehearsal band) saja, yang justru tidak jarang memberikan kontribusi yang tidak sedikit terhadap perkembangan big band.

Salah satu yang pertama adalah The Orchestra, sebuah kelompok big band yang dibentuk oleh seorang penyiar Radio Voice Of America terkenal, Willis Cannover di Washington DC pada tahun 1951. Banyak pemainnya diambil dari pemain band lokal reguler dari beberapa club jazz setempat. The Orchestra sempat mengeluarkan satu albumnya yang sebagai bintang tamunya adalah Charlie Parker dan Dizzy Gillespie.

Banyak part-timer big band yang lainnya namun dalam standar kualitas yang tinggi mulai bermekaran di beberapa bagian di dunia ini. Di Boston, ada Herb Pameroy. Di Los Angeles terdapat lebih banyak lagi seperti big band yang dipimpin oleh Terry Gibbs, Gerald Wilson, McCoy Tyner, Don Ellis, Toshiko Akiyoshi, Clare Fisher, Bob Florance, Bill Berry, Frankie Capp, Nat Pierce dan Bill Holman. Di Inggris ada The Loose Tube, John Dankworth, Barry Guy, Neil Ardley, Mike Westbrook dan Graham Collier yang semuanya memimpin big band. Di Austria ada Mathias Ruegg. Kenny Clarke - Fancy Boland yang bermarkas di Jerman dan Rob McConnell memimpin big band di Toronto. Bahkan di Indonesia pernah juga dibentuk big band semacam ini, antara lain Matra Jazz Big Band, ISI Big Band, maupun BPD Jateng Big Band.

New York juga mempunyai peran dalam khasanah big band, seperti adanya big band yang dipimpin oleh Gerry Mulligans, Duke Pearson, Clarke Terry, Howard McGhee, Gil Evans dan mungkin yang besar dan sangat berpengaruh adalah Thad Jones dan Mel Lewis Orchestra.

Sebagian pengamat musik jazz melihat bahwa kondisi sekarang ini barangkali memunculkan pertanyaan, kemana big band big band baru sekarang ini? Meskipun baru perkiraan kasar mereka, sekilas memang lebih sedikit big band baru yang terbentuk selama dekade 1990an kemarin. Sulit dibayangkan, mengapa? Para kritisi tersebut beranggapan barangkali karena pengeluarannya yang boros, terutama dalam melakukan perjalanan, kesempatan yang semakin berkurang untuk menampilkannya dan kepentingan yang minim yang ditunjukan oleh perusahaan rekaman komersial terhadap big band.

Namun jika mulai pada dekade 1990an, berbagai kesempatan untuk mendanai dan memproduksi proyek big band sebenarnya telah muncul dan sebagian juga telah ditampung dan disetujui untuk diedarkan oleh sebagian perusahaan rekaman besar. Semakin banyaknya lembaga atau kelompok yang secara formal maupun informal yang mendanai mereka dalam berbagai kegiatannya, sekalipun dalam bentuk karya musik jazz yang dari yang kenvensional sampai yang memberikan kesan tidak komersil pun juga dilayani. Baik dapat membantu dalam hal biaya dan memfasilitasi pertunjukan maupun rekaman. Beberapa contohnya adalah Knitting Factory, Braxton House, Lincoln Center dan masih banyak lagi.

Kenyataannya, masih banyak musisi jazz yang lebih mengkonsentrasikan dirinya terhadap big band, seperti Bob Belden, Maria Schneider, Roy Hargrove, Peter Apvelbaum, Pierre Dorge dan masih banyak lagi kalau dihitung satu per satu. Sampai awal tahun 2000 ini, sepertinya tidak ada lagi yang akan menolak berbagai kepentingan untuk musik jazz. Hal ini ditunjukan ada spesifikasi / kreteria atau arah estetik tertentu yang dijajaki oleh berbagai macam perusahaan rekaman maupun semacam lembaga yang menanganinya. (CeMus/WJ)

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |   Selanjutnya >>



Kembali ke Halaman Depan

 

      Copyright © 1996-2005 Warta Jazz.com All right reserved
Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini
tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com
Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net