WartaJazz.com :: Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz Indonesia
PATA JAVA Beli album jazz Indonesia
       
           
   


ALIRAN JAZZ > DIXIELAND



New Orleans merupakan kota dengan penduduk terdiri dari berbagai macam etnis dan keturunan, jadi tidak hanya didominasi oleh orang kulit hitam saja tetapi orang-orang kulit putih juga banyak yang bertempat tinggal di New Orleans. Sehingga karena mungkin pengaruh lingkungan musik New Orleans tidak hanya dimainkan oleh orang kulit hitam saja, tetapi juga dimainkan oleh orang-orang kulit putih. Sebenarnya, selalu ada kelompok musik jazz yang dimainkan oleh kaum kulit putih sejak awalnya, seperti musisi New Orleans "Papa" Jack Laine yang dikenal sebagai Bapak pemain jazz dari kulit putih. "Papa" sendiri seringkali melakukan tour keliling dengan kelompoknya dan boleh dibilang cukup sukses dan kadang-kadang dalam pertunjukannya diselingi dengan jam session antara musisi kulit hitam dan musisi kulit putih dan permainan "Papa" Jack Laine sendiri sering mengejutkan para pemain kulit hitam .

Dalam masa awalnya, ada gaya permainan musik jazz yang spesifik yang dimainkan oleh orang kulit putih. Kalu didengarkan dengan seksama ada beberapa hal khas, antara lain ; kurang ekspresif, namun dalam hal teknik lebih baik ; melodinya kurang halus atau lembut ; estetika hasil suaranya kurang terasa akan adanya unsure blues. Selain itu dapat dilihat dalam permainan musik jazz yang dilakukan oleh orang kulit putih sebagai legitimasi bahwa orang kulit putih juga mempunyai kebiasaan yang lain dari orang kulit hitam dalam menginterpretasikan musik jazz, mereka menambahkan dengan gaya-gaya yang eksentrik pada musik jazz tersebut.

Kelompok atau grup kulit putih dibawah bendera "Papa" Jack Laine merupakan langkah awal sukses yang mewakili kelompok kulit putih untuk masuk ke dunia musik jazz yang sebelumnya lebih dikenal dimiliki oleh kaum kulit hitam. Kelompok yang pertama kali dibentuk dan terkenal adalah The Original Dixieland Jazz Band (OJDB) dan New Orleans Rhythm Kings. ODJB menjadi terkenal dengan kekuatan para personilnya yang memainkan improvisasi secara kolektif dan jarang ada permainan solo. Mereka membuat beberapa komposisi yang popular pada waktu itu dan tampaknya masih banyak dibawakan oleh para musisi jazz saat ini seperti lagu "Tiger Rag", "Original Dixieland One-step" (direkam pada tahun 1917) dan "At The Jazz Band ball" (1919). Dalam sebuah kesempatan penampilan ODJB, pada saat itu kata "jass" pertama kali diperkenalkan pada publik. Pemimpin band tersebut, Tom Brown mengklaim telah menggunakan istilah ini sejak tahun 1915 di Chicago. Ada juga versi yang menyebutkan telah muncul di surat kabar di San Francisco . Waktu itu, "jass" (pada awalnya "jasm" dan "gism") digunakan di dalam dunia olah raga untuk menunjukkan kecepatan dan kekuatan juga dalam kontek seksualitas.

Kelompok The New Orleans Rhythm, dengan dua pemain solois terkemuka Leon Rappolo pada klarinet dan Georg Brunis pada Trombone, kelompok ini lebih menekankan dalam memberikan ruang solo improvisasi yang lebih leluasa. Mereka merekam albumnya pertama kali pada tahun 1922 dan menjadi terkenal era tahun 20-an.

Musik Dixieland yang notabene adalah musik jazz New Orleans kulit putih sebetulnya terpisah dari gaya New Orleans yang asli tapi garis pemisahnya sangat tipis sekali dan mungkin hanya bias dirasakan dari kekhasan permainan para pemusiknya. Apalagi pada perkembangan selanjutnya banyak musisi-musisi kulit putih yang bermain dengan kelompok musik kulit hitam dan sebaliknya, sehingga memperpanjang perdebatan mengenai sebetulnya gaya apa yang mereka mainkan.

Dengan Ragtime, New Orleans dan Dixieland inilah sejarah musik jazz yang panjang dimulai. Jadi jazz lahir dari pertemuan dan pembauran antara budaya orang-orang kulit putih dengan orang kulit hitam. Dan yang penting dari perkembangan musik jazz adalah spirit dari kebersamaan dari hasil pembauran tersebut. (WJ)



Kembali ke Halaman Depan


 

      Copyright © 1996-2005 Warta Jazz.com All right reserved
Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini
tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com
Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net