Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Tag Archive | "Andien"

Tiket Sunday Jazz Festival bisa dibeli di WartaJazz

Tags: , , , , , ,


Sukses dengan penyelenggaraan Sunday Jazz Festival di Segarra Ancol tahun lalu, membuat panitia melanjutkan program serupa, kali ini pada hari Sabtu, 5 Juni 2011 mulai jam 1 siang.

WartaJazz Ticket Box menyediakan tiket Sunday Jazz Ancol yang menampilkan sejumlah bintang tamu antara lain Brand New Heavies, Barry Likumahuwa Project, Andien, Rieka Roslan, Maliq D’essentials, Soulvibe, Notturno dan lain-lain.

Harga tiket promo adalah IDR 330.000,- (tiga ratus tiga puluh ribu rupiah) sudah termasuk pajak 10%. Harga ini hanya berlaku sampai tanggal 1 Juni 2011.

Anda yang tertarik membeli dengan harga promo diatas silakan menghubungi WartaJazz Ticket Box di nomor telepon 021-8310769 atau bisa juga mengirimkan order via email ke sales@wartajazz.net dengan subject #SundayJazzAncol. Sertakan nama lengkap, nomor handphone dan jumlah tiket yang dipesan.

Alternatif lainnya adalah mengisi formulir berikut ini.

Your Name / Nama Lengkap (required)

Your Email Address (required)

Handphone

Number of Tickets / Jumlah Tiket yg dipesan / Price / Harga 330.000

AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2011: One Lovely Nation

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Axis Java Jazz Festival 2011

Axis Java Jazz Festival 2011

Remarkable Indonesia

Sebuah penyataan yang selalu ada di tag line AXIS Jakarta International Java Jazz Festival selama dua tahun terakhir ini. Bila pada 2010, tag line berbunyi “Jazzin’ Up Remarkable Indonesia”, maka di AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2011 yang diselenggarakan pada tanggal 4, 5, 6 Maret 2011 di JIExpo Kemayoran, menggunakan tag line “Remarkable Indonesia, Harmony Under One Nation”. Salah satu hal yang menyebabkan Indonesia ‘remarkable’ adalah karena di negara yang bahkan jauh dari tanah kelahiran musik jazz, negara yang selama bertahun-tahun tidak terlalu dianggap di hingar bingar kiprah musik dunia (termasuk jazz), bisa menyelenggarakan sebuah festival jazz yang menjadi salah satu festival jazz terbaik dan terbesar di dunia. Beberapa musik ternama dunia menyebut Jakarta (Indonesia) telah menjelma jadi pusat jazz dunia, sejajar dengan New Orleans, New York, Chicago, yang telah lama dikenal sebagai pusat kehidupan jazz.

Remarkable Indonesia dalam jelmaannya sebagai destinasi musisi jazz bukan hanya merupakan kebanggaan, namun sekaligus menjadi tantangan buat industri musik, dan khususnya bagi musisi jazz Indonesia. AXIS Jakarta International Java Jazz Festival telah menjadi salah satu terbesar, setelah itu harus meningkat menjadi tempat pencinta jazz dari seluruh dunia dapat menyaksikan kehebatan musisi jazz Indonesia, sejajar dengan musisi internasional. Sehingga yang mendapat predikat ‘remarkable’ bukan hanya festivalnya, tapi juga musisinya, dan Indonesia secara keseluruhan.

Harmony Under One Nation

Musisi, penonton, manajer, artists’ agents, event organizer, penata panggung, sound engineer, penata lampu, penata artistik, jurnalis, pekerja booth, sales promotion girl, dan siapapun yang hadir di JIExpo Kemayoran pada tanggal 4, 5, 6 Maret 2011 untuk AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2011 merupakan saudara sebangsa, bangsa yang mencintai musik (jazz).

Dengan perannya masing-masing secara bersama-sama membentuk keselarasan agar AXIS Jakarta International Java Jazz Festival sukses terselenggara, menjadi kegembiraan, dan meninggalkan kesan akan sebuah harmoni yang dirajut oleh musik jazz. Kesan inilah yang menjadi pesan yang ingin disebarkan ke seluruh dunia, “In a remarkable country like Indonesia, Jazz brings harmony under one nation”.

Mari Sebarkan Pesan Harmoni Berbangsa

Bila Java Festival Production (JFP), AXIS, BNI, Garuda Indonesia dan First Media membuat program penjualan karcis secara istimewa, serta program promosi dengan hadiah tiket menonton AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2011, dan ada yang sudah dimulai sejak bulan Desember 2010, itu karena pihak penyelenggara dan sponsor ingin agar masyarakat mendapat kesempatan menonton penampilan musisi Indonesia dan internasional.

JFP mengundang musisi Indonesia, baik yang senior, sedang mencapai puncak karirnya, maupun yang baru merintis karir untuk menunjukan kehebatannya di depan pencintanya.

Nama seperti Benny Likumahuwa, Maliq ‘n D’Essentials, Glenn Fredly, Sandhy Sondoro, Andien, Shadow Puppets, Notturno, Dira Sugandi, Dwiki Dharmawan, Simak Dialog, Fraya, Ade Irawan, Indonesia Nu Progressive, Idang Rasjidi,  Tohpati Bertiga, Indra Lesmana-Barry Likumahuwa-Sandy Winarta (LLW), GIGI Big Band, Chamber Jazz (Iwan Hasan, Andien, Enggar, Merry Kasiman), Jopie Item, Oele Pattiselanno, Nial Djuliarso, The Husbands & Wives feat. Endah N Rhesa, RAN, dan Nikita Dompas akan hadir memberikan yang terbaik di hadapan pengunjung AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2011. Johanes Radianto, Dhani Syah, Elfa Zulham dan Sri Hanuraga yang baru menyelesaikan studi musiknya di Belanda juga bakal hadir. Magenta Orchestra pun akan tampil bersama George Benson dalam gelaran Special Show bertajuk “George Benson’s Tribute to Nat King Cole with Magenta Orchestra”.

Para artis berbagi waktu di 16 panggung, dengan musisi internasional, seperti George Benson, Santana, Corrine Bailey Rae, George Duke, Kenny Loggins, Charlie Haden, Joey DeFrancesco, grup Fourplay, Sondre Lerche, Rhoda Scott, Jamie Lidell, Kamal Musallam, Ernie Watts, Steve Smith, grup Acoustic Alchemy, Ed Motta, Jose James, Brian Culbertson, Kai Eckhart, grup Juan de Carlos Afro-Cuban All Stars, Maurice Brown, Roy Hargrove, Roberta Gambarini, grup Rasmus Faber & RaFa Orchestra, Vinny Valentino, dan Robert Glasper.

Diharapkan, lebih dari 100 ribu orang yang hadir di AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2011 dapat menjadi agen komunikasi dalam menyebarkan pesan bahwa dunia akan lebih indah dalam sebuah harmoni bersatunya berbagai latar belakang, pandangan, budaya, dalam suatu hamparan rajutan musik jazz.

Pengen dapat daftar lengkap para musisi yang manggung berdasarkan hari mereka tampil?, simak disini jadwal lengkapnya.

Inilah daftar musisi (Jazz) Indonesia yang bakal tampil di Axis Java Jazz Festival 2011

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Axis Java Jazz Festival 2011

Axis Java Jazz Festival 2011

Apakah anda sudah mengantongi tiket pertunjukan Axis Jakarta International Java Jazz Festival 2011 yang akan digelar 4-5 Maret 2011 mendatang?. Kalau belum, masih ada kesempatan untuk mendapatkan tiket tersebut, plus beberapa pilihan spesial shows yang menarik bersama Santana, George Benson atau Kenny Loggins.

Berikut ini daftar paling update untuk musisi Jazz Indonesia yang bakal tampil di Java Jazz Festival 2011:

  • Abdul and The Coffee Theory
  • Ade & Brothers
  • Andien
  • Barry Likumahuwa Project
  • Benny Likumahuwa & Young Jazz Connection
  • Benny Mustafa
  • Bonita & The Husband
  • Bubi Chen Plays Pop
  • C-Man
  • Calvin Jeremy
  • Chairul Umam Quintet
  • David Manuhutu
  • Dira J. Sugandi
  • Donny Suhendra
  • Drew
  • Dwiki Dharmawan & Angklung Jazz Ensemble
  • Ello
  • Endah N Rhesa
  • Esqi:EF Feat Syaharani and The Queenfireworks
  • Farrah Di Bigband
  • Four On The Floor
  • Fraya
  • Gigi Big Band
  • Glen Dauna feat. Farrah Di
  • Glenn Fredly
  • Idang Rasjidi
  • Imam Pras Quartet
  • Indonesia Nu Progressive tribute to Harry Roesli
  • Indonesian Youth Regeneration
  • Indra Aryadi
  • Indra Aziz Quintet
  • Indro Hardjodikoro
  • Iwan Abdie
  • Iwan Hasan’s Chamber Jazz feat. Andien, Enggar, Metta
  • Jaya Suprana
  • Jopie Item
  • Kahitna
  • Kirana Big Band
  • Maliq & D’Essentials
  • Manna Band
  • Marcell
  • Mian Tiara & D’Organics
  • Minangapentagong Sawahlunto
  • Nial Djuliarso: The Jazz Soul of Ismail Marzuki
  • Nikita Dompas & His Fellow Musicians
  • Notturno
  • Oele Pattiselano
  • Pandji Pragiwaksono
  • Pitoelas Bigband
  • Raisa
  • RAN
  • Sandhy Sondoro
  • Sandy Winarta Quartet
  • Shadow Puppet
  • Simak Dialog
  • Sketsa
  • Soulvibe
  • Spero
  • The Groove Reunion
  • The Husband & Wife feat. Endah N Rhesa
  • The Jongens Jazz Quartet
  • The Police Project by Margo Rising
  • Tohpati Bertiga
  • Tribute to Elfa S. feat. Elfa’s Singers, Harvey Malaiholo, Andien
  • W/H/A/T Quartet
  • Zarro

Beberapa nama yang mesti mendapat perhatian antara lain WHAT Quartet, The Jongens Jazz Quartet, Shadow Puppet, karena kelompok ini para musisi Jazz Indonesia yang belakangan namanya mulai mencuri perhatian.

Selain itu tentu saja ada sejumlah nama seperti Tohpati Bertiga yang tak lain adalah Tohpati Ario Hutomo, Indro Hardjodikoro dan drummer Gugun Blues Shelter, Bowo yang memulai proyeknya di Ngayogjazz.

Simak jadwal Java Jazz Festival on the Move (JJOTM) 2011

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,


Java Jazz Festival 2011

Java Jazz Festival 2011

Ajang festival Jazz terbesar di Indonesia, Axis Java Jazz Festival 2011 bakal digelar satu bulan lebih dari sekarang. Untuk menghangatkan suasana dan menciptakan hype, panitia menyelenggarakan pre-event yang diberi nama Java Jazz Festival on the Move.

Sejumlah musisi yang sudah dipastikan akan berpartisipasi antara lain Ran, Barry Likumahuwa, Jacket Potatoes, David Manuhutu dan sejumlah musisi internasional.

Tempat-tempat yang menjadi lokasi penyelenggaraan acara Java Jazz Festival on the Move tahun ini antara lain Margo City,  Summarecon Mall Serpong, Puri indah mall, La piazza, Bina Nusantara, Untar, FX dan Black Cat Jazz dan Blues.

Berikut ini jadwal lengkapnya:

  • Jumat 28-Jan-11
    18:00 -23:30
    RAN ,  JW Quintet, SLODYOZ, ESPOZA. GONIN, Nanta & Friends, Ade & Brothers
    Margo City Depok
  • Minggu    30-Jan-11
    19:00-22:00
    ELLO, RAISA

    Summarecon Mall Serpong Tanggerang
  • Sabtu    12-Feb-11
    19:00-22:00
    Barry Likumahua Project, The Jongens Jazz Quartet
    Puri Indah Mall, Jakarta
  • Jumat    18-Feb-11
    18:00 -23:30
    Maliq & D’essential    1st Impression, Captive, Jacket Potatoes, Margo Rising Stars, Circle of Fifth, David Manuhutu

    Margo City, Depok
  • Minggu    20-Feb-11
    19:00-21:00
    Andien, Soulvibe
    La piazza, Jakarta
  • Jumat    25-Feb-11
    Soulvibe
    19:00-22:00
    Bina Nusantara, Jakarta
  • Jumat    25-Feb-11
    15:00-18:00
    Drew
    Universitas Tarumanegara, Jakarta
  • Sabtu    26-Feb-11
    19:00-22:00
    Drew
    FX Jakarta
  • Minggu    27-Feb-11
    19:00-22:00
    Drew
    Summarecon Mall Serpong, Tanggerang
  • Senin    28-Feb-11
    20:00-22:00
    Musisi Internasional (TBA)
    Black Cat Jazz & Blues, Jakarta
  • Selasa    1-Mar-11
    20:00-22:00
    Musisi Internasional (TBA)
    Black Cat Jazz & Blues, Jakarta
  • Rabu    2-Mar-11
    20:00-22:00
    Musisi Internasional (TBA)
    Black Cat Jazz & Blues, Jakarta
  • Kamis    3-Mar-11
    20:00-22:00
    Musisi Internasional (TBA)
    Black Cat Jazz & Blues, Jakarta

Elfa’s Singers – 30 Tahun Karier – Sing The Best

Tags: , , , ,


Judul Album     : 30 Tahun Karier Sing The Best
Artist               : Elfa’s Singers
Label               : Target Pop
Tahun Rilis       : 2009

Tracklist
1. Sesuatu
2. Masa Kecilku
3. Selamat Datang Cinta
4. Kembalikan Baliku
5. Kata Hatiku
6. Pesta
7. Berlari
8. Let’s Jive
9. Melayang
10. Selamat Malam Kekasih
11. Aku Jatuh Cinta

Ada 11 lagu yang termaktub di album retropeksi 30 tahun Elfa’s Singer yang juga menyusupkan bintang-bintang muda seperti Andien, Sherina Munaf dan kelompok suara remaja E-Voices.

Musiknya digarap oleh Elfa Secioria sendiri, berdampingan dengan Tohpati hingga Indro Hardjodikoro. Sungguh sebuah kolaborasi lintas generasi yang bersimbiose mutualisme.

Dikuakkan dengan karya a capella Elfa Secioria “Sesuatu” yang telah direkam 20 tahun silam. Kini dibawakan kembali dengan bentuk kuartet. Geregetnya tak kalah dengan yang dahulu, demikian pula halnya “Masa Kecilku”, sebuah lagu yang tampaknya menjadi semacam oase atas surutnya lagu anak-anak di era sekarang ini.

Sherina Munaf yang beranjak remaja seolah menjadi bagian dari Elfa’s Singers dalam, lagu “Selamat Datang Cinta” karya Elfa Secioria dan Wieke Gur Salameh yang dinyanyikan Harvey Malaiholo pertamakali pada Festival Lagu Populer Indonesia 1985.

Banyak lagu-lagu hasil Festival Lagu Populer yang bertebaran di album “Sing The Best” ini diantaranya “Kembalikan Baliku” karya Guruh Soekarno Putera (1987), ”Kata Hatiku” karya Iwan Wiradz, Hermawan dan Ferina (1988) maupun “Pesta” karya Hentriesa dan Wieke Gur Salameh (1987). Tapi di arransemen ulang dengan atmosfer yang lebih cair dan warm.

Dalam “Kembalikan Baliku” bertabur gaya reggae yang diimbuh brass section. Lagu “Pesta” lebih bernuansa sekarang yang memadukan scat singing dan rappin’ serta loopin’ drum.

Elfa’s Singer pun menyajikan 3 lagu baru seperti “Let’s Jive” yang bernuansa swing dan boogie woogie yang mau tak mau mengingatkan kita pada The Manhattan Transfer saat menyanyikan “Java Jive” maupun “Tuxedo Junction. Lagu “Berlari” dibawakan dengan tema soul funk yang menggairahkan serta “Melayang” yang seolah membawa kita terbang melayang menikmati alam Indonesia dari balik awan.

Namun ketika menyimak refrain “Melayang”, kok notasinya nyerempet ke lagu “Fly Away” nya Peter Allen ? Sebuah kebetulankah ?.

Album “Sing The Best” 30 Tahun Karier  Elfa’s Singers ini tampaknya seperti ingin menjembatani dua generasi, yang dulu dan yang sekarang.

Andien – Kirana

Tags: , , ,


Album : Kirana
Label  : Platinum Records, 2010

She’s moving on!

01. Moving On
02. Gemilang
03. Keraguan
04. Pulang
05. Cerita Kita
06. Kirana
07. Kusadari
08. Salahku
09. Bimbi
10. Cinta

Trek bonus:
Moving On (Radio Mix)

Andien - Kirana

Andien - Kirana

Setengah dasawarsa berselang sejak rilisnya album terdahulu, Gemintang (2005), kini Andien hadir kembali dengan penuh energi dalam Kirana. Banyak pihak, terutama penggemar Andien yang menunggu atau bahkan “memaksa” supaya album ini segera diluncurkan. Penantian itu terbayar lunas dan setelah mendengarkan lagu demi lagu yang mudah dicerna dalam Kirana, segmen pendengar Andien nampaknya akan meluas. Dipercaya sebagai produser adalah Nikita Dompas dan Rifka Rahman, keduanya juga berperan selaku aransir untuk keseluruhan lagu. Hasilnya cukup memuaskan, terjalin keseimbangan antara vokal Andien dengan musik pengiringnya sehingga nyaman didengar.

Mengawali sepuluh trek pada album ini, adalah lagu pembuka “Moving On” yang bergairah, liriknya mengajak untuk terus melangkah, dalam balutan irama gospel. Andien pun turut “sumbang syair” di lagu “Pulang” yang mengalun santai, “Cerita Kita” (bersama Abenk Soulvibe), dan tembang “Cinta” yang bernuansa chill out, diselingi tiupan flugelhorn dan muted trumpet oleh Ian Ingram.

Disertakan pula tiga lagu “daur-ulang” dari era 1970/80-an; “Bimbi” gubahan Titiek Puspa, “Gemilang” (diciptakan Dwiki Dharmawan, dipopulerkan oleh Trie Utami), serta “Keraguan”, salah satu landmark vokal khas Trie Utami. “Bimbi” digarap dalam format big band sintetis (menggunakan horn programming oleh Rifka Rachman), terasa agak timpang dengan permainan rancak Aksan Sjuman dan hembusan trumpet Indra Artie Dauna. Seandainya seksi tiup pada lagu ini adalah instrumen betulan, akan dahsyat jadinya (dengan catatan, pemainnya harus mumpuni). Tembang “Keraguan” bernuansa retro, tak jauh berbeda dengan versi aslinya. Sedangkan “Gemilang” aransemennya minimalis, cukup dengan petikan gitar, jentikan jari, dan gesekan cello untuk mengiringi vokal Andien.

Album ini lumayan menghibur, pilihan lagu dan garapan musiknya cukup variatif, artinya pendengar awam tak perlu gentar untuk dapat berapresiasi. Selamat buat Andien dan tim suksesnya, semoga untuk karya mendatang tak harus menunggu lima tahun lagi.

Personil

Andien: vokal
Nikita Dompas: gitar akustik & elektrik, vokal latar
Rifka Rahman: programming, perkusi, Fender Rhodes, vokal latar

Indra Lesmana: synthesizer
Harry Anggoman: piano akustik, Hammond Organ

Indra Artie Dauna: trumpet
Ian Ingram: trumpet, flugelhorn
Dimawan Krisnowo Adji: cello
Donny Sundjoyo: kontrabas
Barry Likumahuwa: bas elektrik
Bonar Abraham: bas elektrik
Ali Akbar: piano akustik, Hammond Organ, Fender Rhodes
Rayendra Sunito: drum
Aksan Sjuman: drum
Sandy Winarta: drum
The Cross: koor

2nd Jazz @ Fort Rotterdam 2010: Ketika Jazz dan Etnik (Kembali) Bersua

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Acara jazz tahunan dipentaskan lagi di Makassar pada tanggal 31 Juli dan 1 Agustus lalu. Tema yang diusung tak berbeda dengan tahun sebelumnya, pihak panitia One Note Entertainment memberi tajuk “When Jazz Meets Ethnics” dengan misi untuk mengembangkan kekayaan musik tradisi setempat melalui jazz sebagai medium. Disamping itu, agenda lainnya adalah mempromosikan potensi wisata Makassar dan sekitarnya kepada publik internasional, seperti penuturan ketua panitia Jazz @ Fort Rotterdam (JFR) 2010 Hendra Sinadia yang juga mendapat dukungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Makassar serta Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang dihadiri Sapta Nirwandar selaku Direktur.

Sapta Nirwandar, Dwiki Dharmawan dan Hendra Sinadia beserta panitia

Sapta Nirwandar, Dwiki Dharmawan dan Hendra Sinadia beserta panitia

Sejalan dengan pelaksanaan JFR 2010, Kemenbudpar turut berupaya untuk mensosialisaikan program Vote Komodo kepada masyarakat Makassar. Tentunya hal tersebut dilakukan untuk menyikapi lolosnya Taman Nasional Komodo sebagai salah satu dari 28 finalis untuk melanjutkan ke tahap akhir kampanye setelah menyisihkan 440 nomine lainnya dari 220 negara. New7Wonders Foundation menetapkan tanggal 11 November 2011 sebagai batas akhir pemungutan suara. Pengunjung JFR 2010 dapat memberikan suaranya pada gerai online voting yang tersedia selama acara berjalan dan terhubung langsung dengan situs www.new7wonders.com. Setelah voting, mereka langsung mendapatkan cinderamata berupa pin “Vote Komodo” sebagai tanda partisipasi.

Hari Pertama, Sabtu 31 Juli 2010

JFR 2010 baru dimulai sekitar pukul enam sore waktu setempat, ditandai dengan penampilan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Hasanuddin dilanjutkan Pakarena N Jazz serta atraksi tarian tradisional khas Makassar. Kepala Dinas Kebudayaan  dan Pariwisata Makassar, Rosmayani Madjid, diamanatkan untuk memukul gendang membuka jalannya festival.

Hari telah berganti malam, dan kini tiba saatnya band lokal Rizcky & The Strangers untuk tampil.  Beranggotakan lima personil dengan Rizcky Pradhana de Keizer sebagai vokalis utama sekaligus basis, band ini cukup bertenaga membawakan lagu-lagu bernuansa funk maupun fusion. Tembang “Good Times, Bad Times” milik Edie Brickell, “I Don’t Want to Miss a Thing” dari Aerosmith serta komposisi instrumental “Nightfall” mereka sajikan. Pengunjung JFR yang mayoritas anak muda nampak terkesima dengan vokal dan permainan bas Rizcky, terutama ketika “All At Sea” dari Jamie Cullum dinyanyikan.

Terdapat dua buah panggung pada acara ini. Sebuah terletak persis berhadapan dengan pintu masuk, dan satu lagi ditempatkan sekitar 50 meter ke dalam areal Fort Rotterdam sebagai panggung utama. Selepas Rizcky, penampil berikutnya adalah PSM Universitas Hasanuddin berjumlah delapan orang, dua pria dan enam wanita. Mereka mencoba untuk membawakan lagu tradisional populer seperti “Anging Mammiri” dan lagu pop dalam negeri serta mancanegara melalui harmonisasi vokal.

PSM Universitas Hasanuddin di Jazz @ Fort Rotterdam 2010 - Makassar

PSM Universitas Hasanuddin di Jazz @ Fort Rotterdam 2010 - Makassar

Kemudian penonton berbondong-bondong ke panggung utama untuk menyaksikan band lokal lainnya, Groundstroke yang menghajar audiens dengan sajian jazz-rock sarat distorsi. Susana memanas tatkala ketiga personil melaju kencang lewat solo instrumen gitar, bas, dan drum secara bergantian. Menarik ketika band ini memainkan “Spain” karya Chick Corea yang sound gitarnya justru mengarah ke heavy metal.

Selanjutnya adalah pendingin suasana dengan tampilnya band D’Exclusive lewat lagu-lagu yang sebetulnya masuk kategori Top 40 semisal “She Will Be Loved” besutan Maroon 5, tampak sesuai dengan profil band ini yang personilnya masih remaja.

Balawan di Jazz @ Fort Rotterdam 2010 - Makassar

Balawan di Jazz @ Fort Rotterdam 2010 - Makassar

Salah satu bintang tamu di hari pertama adalah I Wayan Balawan yang begitu memesona lewat permainan gitar setang ganda lengkap dengan teknik two-handed tapping andalannya. Malam itu adalah konser perdana Balawan di tanah Makassar, ia tampil bersama Ketut Tarmadi (bas) dan Dion Subiakto (drum) yang tergabung menjadi Balawan Trio. Mereka mengusung musik yang energik bergaya campuran jazz, fusion, rock, hingga etnik. Tak hanya Balawan seorang, Ketut dan Dion pun menampilkan atraksi solo penuh greget. Grup ini sangat menghibur audiens sewaktu Balawan menyanyikan nomor “What a Wonderful World” dengan serakan khas Louis Armstrong. Irama reggae menutup penampilan Balawan sembari ia melagukan “Waiting in Vain” milik Bob Marley secara ekspresif.

Mercy Dumais di Jazz @ Fort Rotterdam 2010 - Makassar

Mercy Dumais di Jazz @ Fort Rotterdam 2010 - Makassar

Denyut bossa nova dan samba terdengar meriah waktu Zarro mulai angkat suara. Penampilannya waktu itu diramaikan pula lewat suguhan Capoeira (kesenian khas Afro-Brazilian memadukan unsur bela diri, tarian, dan musik) yang sinkron dengan irama Zarro. Atmosfer semakin hangat terasa ketika vokal Mercy Dumais memenuhi ruang dengar audiens dengan interpretasi bossa yang mumpuni, khusunya selagi ia membawakan “Anging Mammiri” dan “Tristeza”. Sedang berulang tahun, ketua panitia Hendra Sinadia diminta naik ke atas panggung dan akhirnya ia menyanyikan “Girl From Ipanema”. Lumayan.

Zarro di Jazz @ Fort Rotterdam 2010 - Makassar

Zarro di Jazz @ Fort Rotterdam 2010 - Makassar

Penampil terakhir untuk hari pertama JFR adalah sebuah kelompok musik visioner, seperempat abad usia, Krakatau namanya.  Dengan line up terkini yaitu Dwiki Dharmawan (keyboards, synthesizer), Pra Budhi Dharma (bas), Adhe Rudyana (kendang), Yoyon Dharsono (tarompet, rebab, suling), Zainal Arifin (gamelan, perkusi), Gerry Herb (drum), dan Nyak Ina Raseuki alias Ubiet (vokal), grup tersebut mewarnai JFR 2010 lewat garapan musik yang mengawinkan eksotika bunyi-bunyian tradisional dengan elemen jazz modern. Irama rampak world beat meriah terdengar sedari awal penampilan mereka, vokal Ubiet yang singular menjadi sebuah fenomena waktu ia ambil bagian dalam lagu “Bunga Tembaga”, “Spirit of Peace”, maupun “Rhythm of Reformation”.

Dwiki Dharmawan, Pra Budi Dharma & Ubiet saat tampil di Jazz @ Fort Rotterdam

Dwiki Dharmawan, Pra Budi Dharma & Ubiet saat tampil di Jazz @ Fort Rotterdam

Aksen pertunjukan adalah sewaktu Krakatau mengundang dua personil La’ Biri yang memainkan instrumen tradisional gambus makassar dan pui-pui (bentuknya seperti terompet berukuran kecil). Seluruh perhatian terpusat ketika terjadi “duel” tarompet dan pui-pui secara insidental, atraksi dialogis-improvisasional yang ditampilkan keduanya membuat penonton maupun penghuni panggung berdecak kagum sekaligus tergelak. Tidak ketinggalan, aksi duet maut Adhe dan Zainal menyuguhkan pukulan-pukulan kanonik di atas selaput tamborin. Segar, cerdas, dan menghibur.

Yoyon Dharsono memainkan Tarompet berinteraksi dengan instrumen Pui-Pui

Yoyon Dharsono memainkan Tarompet berinteraksi dengan instrumen Pui-Pui

2nd Annual Jazz @ Fort Rotterdam 2010 siap digelar di Makassar

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


2nd Annual Jazz @ Fort Rotterdam 2010

2nd Annual Jazz @ Fort Rotterdam 2010

Sebagai bagian komitmen untuk turut mengembangkan khasanah musik jazz di tanah air serta mendukung promosi pariwisata Indonesia, One Note Entertainment (unit dari PT. One Note Indonesia) akan menggelar “2nd Annual Jazz @Fort Rotterdam(JFR)” tanggal 31 Juli – 1 Agustus 2010 bertempat di Benteng Fort Rotterdam, Makassar. JFR direncanakan untuk menjadi acara festival jazz tahunan yang memberikan tawaran baru penyelenggaraan festival jazz di Indonesia.

JFR kali ini masih menggunakan 2 panggung yang akan diisi oleh pendukung acara secara bergantian. Ada sekitar 8 grup jazz dari luar Makassar yang diundang untuk hadir di JFR 2010, yaitu Krakatau Band, Barry Likumahuwa Project feat. Benny Likumahuwa, Oele Pattiselanno Trio, Idang Rasjidi & Friends with Cendy Luntungan, Dwiki Dharmawan – World Peace Orchestra feat. Dira & Ivan Nestorman, Nikita Dompas & His Fellow Musicians feat Andien, Zarro & Mercy serta Balawan Trio. Sementara grup band dari Makassar yang akan tampil yaitu La’Biri Band, Rizcky & the Strangers, Pakarena N Jazz, Dakochang Jazz Junior Band, Sky Project dll.

Guna mensosialisasikan keberadaan JFR, One Note telah melaksanakan beberapa rangkaian event baik di Makassar, Jakarta dan di mancanegara yaitu di Den Haag, Belanda. Sosialisasi JFR di Makassar pada tanggal 25 Februari 2010 di Hotel Clarion di meriahkan oleh grup 3 Dunia yang terdiri dari Idang Rasjidi-Fariz RM-Eddy Syahroni.

Selanjutnya One Note menggelar “Indro Hardjodikoro Feels Free Concert” di Erasmus Huis, Jakarta dengan menampilkan Indro Hardjodikoro Trio, Tohpati dan Oele Pattiselanno.

Setelah itu, promosi JFR dilaksanakan di ajang Tong Tong Fair 2010 di Den Haag, Belanda pada tanggal 21 Mei 2010 dengan menampilkan Tohpati – Ethnomission. Kegiatan di Belanda tersebut didukung oleh Direktorat Jenderal Pemasaran Kemenbudpar dalam rangka Visit Indonesia.

Pihak panitia mengharapkan sekitar 2,500 penonton bakal menghadiri perlehatan jazz terbesar di pulau Sulawesi ini. Harga tiket dipatok sebesar Rp. 100,000/ harian dan Rp. 180.000 untuk terusan (2 hari). Pembukaan JFR 2010 akan dilaksanakan tanggal 31 Juli 2010 pkl. 16:00 dengan menampilkan atraksi kesenian tradisional dan juga bakal dimeriahkan oleh Paduan Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin, Makassar. JFR akan berlangsung pukul 17:00 – hingga selesai.

Pelaksanaan JFR 2010 juga merupakan salah satu event yang turut mempromosikan Taman Nasional Komodo sebagai “New 7 Wonders”. Program ini didukung oleh pihak Direktorat Jenderal Pemasaran Kemenbudpar yang akan menampilkan Dwiki Dharmawan – World Peace Orchestra yang menggarap nomor khusus dengan menampilkan Ivan Nestorman dan Dira. Selain itu JFR 2010 didukung pula oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka mempromosikan Visit Sulsel 2012 dan Pemerintah Kota Makassar dalam rangka Visit Makassar 2011. JFR 2010 juga didukung oleh Ikatan Keluarga Alumni Netherland (Ikaned).

Andien pukau publik Pekanbaru di Riau Jazzin Blast 2010

Tags: , , , , ,


Andien saat tampil di Riau Jazzin Blast 2010

Andien saat tampil di Riau Jazzin Blast 2010

Lebih dari enam jam penonton hanya duduk-duduk didepan pangung Riau Jazzin Blast 2010 yang digelar mulai siang hari di GOR Pemuda Pekanbaru Riau, Sabtu (29/05) kemarin. Namun kondisi itu berubah tatkala Andien duduk dengan santai di bibir panggung membuka sesi kedua – usai shalat magrib – di pertunjukan berformat festival sehari tersebut.

Pada saat melantunkan lagu Sahabat Setia Andien mengajak penonton untuk berdiri dan itu langsung direspon oleh mereka yang hadir. Dan tak hanya itu, Andien mengundang dua cowok ke atas panggung dan menyanyi bersama. Fajrin didaulat menyanyi sementara Adun yang malu-malu diminta bergoyang.

Berbagi semua kisah / Canda tawa serta ceria / Air mata dalam duka / Kita masih bersama
Menghias dunia kita / Berjanji di dalam cita / kan selalu bersama / Sahabat yang setia

Itulah penggalan lirik yang membuat hampir tak ada jarak antara Andien dan penikmat musik Jazz yang hadir. Seorang kawan yang bersedia menyetir hampir tiga jam dari kota kecil Duri menuju Pekanbaru berujar, “Andien sangat komunikatif”.

Andien yang tampil untuk kali-keempat di Pekanbaru membawakan sejumlah lagu antara lain Masih Bebas, Meniti Pelangi, Pulang, Tentang Aku, Gemintang, Milikmu Selalu dan Menjelma. Temanya memang tak jauh-jauh dari urusan cinta, persahabatan dan diri sendiri. Lagu Pulang adalah satu diantara dua lagu yang belum direkam oleh Andien.

Usai ‘Milikmu Selalu’, Andien mengundang bassis tamu Barry Likumahuwa. Terdengar suara histeris dari kerumunan penonton. Meluncurlah lagu “Menjelma” dengan sedikit vokal gitaris Nikita Dompas yang juga personil dari Tomorrow People Ensemble. Bassline Barry yang diposisikan sebagai ‘lead’ diatas official bassis Bonar Abraham melakukan respon dengan permainan keyboard Ali Akbar pentolan grup kesohor The Groove. Diantara kalimat-kalimat yang dijalin antar musisi diatas panggung Rayendra Sunito (drums) menanggapi sambil sesekali Rifka Rahman (sequenser) turut menimpali.

Pada lagu ini Andien memperkenalkan personil pendukungnya satu persatu dan benar-benar dimanfaatkan oleh masing-masing personil untuk melakukan solo meski hanya sebentar. Namun yang membuat penonton tertawa adalah ketika Rifka memainkan ‘Disko Pantura’, yang terdengar plesetan lagu dangdut.

Movin On menjadi lagu penutup penampilan Andien. Rencananya lagu ini akan hadir dalam album terbarunya dimana Barry Likumahuwa juga tampil sebagai musisi tamu.

Selain Andien, Riau Jazzin Blast juga menampilkan sejumlah musisi antara lain Geliga, Urban Rhythm, Abdul & The coffee theory, Maliq D’Essentials dan Ecoutez.


Akhir pekan bersama Tohpati, Joeniar Arief dan Andien

Tags: ,


Aston Marina Jakarta bekerjasama dengan Sampoerna mempersembahkan Jazz Moments yang digelar hari Sabtu, 20 Februari 2010 menampilkan Tohpati and friends, Andien, Joeniar Arief dan Light bertempat di Marina Mediterania, Tower A Jl. Lodan Raya No. 2A Jakarta 14430.

Tohpati adalah gitaris yang siap meluncurkan album dari proyek terbarunya Tohpati Ethnomissions, awal Maret mendatang di ajang Java Jazz Festival 2010. Sementara Andien pun akan merilis album terbaru dalam beberapa bulan kedepan. Sedangkan Joeniar Arief adalah penyanyi yang dikenal publik lewat lagunya Rapuh. Penyanyi R&B ini kerap diundang tampil di panggung-panggung Jazz.

Anda yang tertarik menonton akan dikenakan biaya sebesar IDR 100.000,- (seratus ribu rupiah). Berminat?, silakan hubungi telepon (021) 6983-7120.

***

Bulan Februari ini memang menjadi salah satu bulan tersibuk Jazz. Bagaimana tidak, beberapa konser digelar dalam rangka pemanasan menuju Java Jazz Festival yang dikenal dengan istilah Java Jazz on The Move. Sementara itu dibeberapa tempat juga menggelar acara jazz seperti My Sunday Jazz di Malang atau tampilnya Idang Rasjidi di Pekalongan.

Dan arena pertunjukan tak hanya terbatas di cafe-cafe yang kerap mengelar pertunjukan musik, namun masuk pula ke Mal-mal di seantero Jakarta. Hal ini menunjukan bahwa gairah menyemarakkan Jazz tumbuh dan berkembang di masyarakat. Tentu saja peluang ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh musisi Jazz dan para penikmat Jazz sebagai alternatif pilihan menikmati Jazz.


I cannot say what I think is right about music. I only know the rightness of it… — Keith Jarrett


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<