Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Tag Archive | "Barry Likumahuwa"

Skedul lengkap pertunjukan Djarum Super MLD JazzTraffic Surabaya

Tags: , , , , , , , , , , , , ,


JazzTraffic - Surabaya

JazzTraffic - Surabaya

Apakah anda telah memiliki tiket masuk Djarum Super MLD JazzTraffic Surabaya, Minggu 27 November 2011 nanti?. Ada baiknya anda menyimak jadwal berikut supaya bisa mempersiapkan waktu kedatangan jika anda tak bermaksud menonton dari awal atau hingga selesai.

Panitia menyediakan tiga panggung pertunjukan. Satu buah yang berada di outdoor sedang dua lagi berada didalam ruangan.

Mengingat jadwal pertunjukan yang berbarengan maka anda harus memilih salah satu, atau alternatifnya adalah memantau dari kedua panggung dan memutuskan menonton artis yang mana.

Berikut ini daftar lengkap jadwal pertunjukan Djarum Super MLD JazzTraffic Surabaya.

STAGE A

  • 12:30 BLP
  • 15:00 RAN
  • 18:30 LLW
  • 21:00 MALIQ AND D’ESSENTIAL

STAGE B

  • 14:00 SANDY WINARTA QUARTED
  • 16:45 IDANG RASJIDI
  • 19:50 BUBI CHEN
  • 22:45 TOMPI

STAGE C

  • 12:00 TERRO
  • 12:30 KOREK JAZZ
  • 13:10 BAGUS BAND
  • 13:50 SURABAYA ALL STAR
  • 14:45 VAN JAVA
  • 15:45 GONDO AND FRIENDS
  • 16:40 YUDI BARLEAN
  • 18:30 LIGRO
  • 19:30 NITA ARTSEN QUATRO
  • 21:30 ENDAH N RHESA
  • 22:45 BALAWAN
***
“DJARUM SUPER MLD JAZZ TRAFFIC” yang diselengarakan pada hari Minggu 27 November 2011 adalah bukti musik jazz akan terus berdenyut di Surabaya. Inilah sebuah miniatur jazz festival yang menampilkan banyak genre musik jazz. Acara itu berlangsung di Surabaya Grand City mulai pukul 12.00 – 24.00 WIB.
Acara ini merupakan yang terbesar dari semua penyelengaraan acara jazz di kota Surabaya selama ini. Seperti halnya sebuah festival jazz, acara ini akan menampilkan para band penampil secara bergantian, dengan dukungan tata suara masing-masing 40 ribu watt, dan kecanggihan tata lampu (lighting system).

JazzTraffic Surabaya merupakan buah kerjasama antara Suara Surabaya dan Rita Noya, promotor acara jazz asal Surabaya yang juga aktif dengan komunitas Jazz di Semarang dan Surabaya sendiri.

Panitia menjual tiket masuk dengan dua kategori yaitu:

  • Umum
    Tiket Terusan Rp 350.000,- (tiga ratus lima puluh ribu rupiah)
    Tiket Masuk Rp 125.000,- (seratus dua puluh lima ribu rupiah)
  • Mahasiswa/ Pelajar
    Tiket Terusan Rp 300.000,- (tiag ratus ribu rupiah)
    Tiket Masuk Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah)
Anda yang tertarik menonton bisa mendapatkan Tiket JazzTraffic Surabaya dengan menghubungi salah satu tiket box berikut:
  1. Suara Surabaya FM 100
    Kampung Media, Jl. Wonokitri Besar 40C
  2. Brew & Co,
    Surabaya Town Square (SUTOS) unit P52
    Jl. Adityawarman no. 55 Surabaya
  3. CIDO (Citra Document Solution)
    Jl. Klampis Jaya 15 D Surabaya
  4. TX-Travel Mayjend Sungkono
    Jl. Mayjend Sungkono No. 54 Surabaya,

 

Djarum Super MLD JazzTraffic ramaikan geliat jazz di Semarang

Tags: , , , , , , ,


Liputan konser Djarum Super MLD JazzTraffic, Semarang 19 November 2011.

Vakum menggelar pertunjukan jazz selama satu semester, komunitas Semarang Jazz Lovers akhirnya mengobati kerinduan para pecinta jazz kota itu dengan berlangsungnya Djarum Super MLD JazzTraffic Sabtu kemarin (19/11). Venue yang digunakan cukup unik, bertempat di Balai Kota Semarang, yang sehari-harinya didatangi para pegawai Pemda, namun malam itu dijejali oleh ribuan muda-mudi untuk menyaksikan penampil pujaan mereka.

Siang hari yang terik dan menyengat di kota Semarang, beralih gerimis waktu petang menjelang, untunglah tak menderas, acara pun dimulai sebelum jam lima sore. JazzTraffic memiliki dua panggung yang hampir berhadapan, dipandu oleh masing-masing sepasang MC yang saling berinteraksi untuk memeriahkan jalannya pertunjukan. Band pertama bernama Reunion, asal Semarang yang berlanjut grup lokal Poffertjes bawakan lagu-lagu aransemen jazzy, salah satunya tembang “I Heart You.”

Fariz RM

Fariz RM

Fariz RM

Fariz RM

Selepas rehat Maghrib, audiens menyambut meriah ketika musisi senior Fariz RM hadir. Bersama trio Rio Zee (synthesizer), Jantan (drum), dan Vian (bas), Fariz memberi suguhan lagu “Penari,” “Senam Kampung,” pula nostalgia era 1980-an lewat “Nada Kasih,” “Sakura,” dan “Sungguh.” Walikota Semarang, Soemarmo HS turut naik ke panggung dan memberi sambutan, berharap acara semacam ini dapat teragenda dalam program pariwisata Semarang. Tampil energik, Fariz RM mampu mengimbangi semangat para audiens maupun penampil lain yang berusia jauh di bawahnya. Malam itu dirinya juga sajikan lagu baru “Terindah” yang ditulis oleh Glen Fredly.

Sambutan oleh Walikota Semarang

Sambutan oleh Walikota Semarang

LIGRO

LIGRO

Beralih menuju panggung sebelah, telah siap tiga “orang gila” pendekar gitar Agam Hamzah, basis Adi Darmawan dan tukang pukul drum Gusti Hendy yang berkomplot dalam institusi bernama LIGRO mulai bertingkah. Dengan kekentalan jazz-rock-kontemporer semacam Mahavisnu Orchestra, LIGRO tampil distorsif, energik, cepat, dan berani disonan. Seperti aksi-aksi sebelumnya, Adi berlaga teatrikal sembari membawa serta pisau, paku, dan lempengan seng sebagai bagian dari pemuas hasrat bunyi. Komposisi yang dihadirkan antara lain “Bliker,” “Future,” pula “Don Juan.”

Balawan

Balawan

Penampil berikutnya adalah gitaris dengan jemari ajaib, I Wayan Balawan asal Pulau Dewata. Selain memukau penonton dengan teknik njelimet, ia membawa serta rekan-rekan musisi dengan gamelan Bali. Jadinya adalah sebuah fusi jazz-rock-etnik yang eksotis. Sayangnya penampilan Balawan malam itu tak didukung oleh tata suara yang baik, yang bermasalah hampir sepanjang acara. Toh ia tetap beraksi  menghibur para pendengarnya yang merespons dengan tepuk tangan seru.

Nita Aartsen

Nita Aartsen

Irama musik latin seperti bossa, samba, salsa, dan mambo menghiasi sajian atraktif pianis Nita Aartsen bersama grup kuartet bertajuk Nita Aartsen Quatro. Didukung oleh pemusik berpengalaman Adi Prasodjo (perkusi), Adi Darmawan (bas), juga drummer muda berbakat Sandy Winarta. Nita menggoyang arena JazzTraffic lewat aransemen jazz latin atas mahakarya komponis klasik, Bach atau Beethoven, di antaranya. Terdengar pula “Blue Rondo à la Turk” milik Dave Brubeck yang dimainkan dalam tempo lebih cepat ketimbang versi aslinya. Selain mahir mendenting piano, Nita pun pandai menyanyi.

Barry Likumahuwa Project

Barry Likumahuwa Project

Sebelum JazzTraffic Semarang diakhiri aksi band gaul RAN, pelataran Balai Kota lebih dulu heboh oleh Barry Likumahuwa Project (BLP). Dengan basis Barry Likumahuwa selaku leader, BLP tampak begitu digandrungi publik Semarang lewat nomor andalan “Mati Saja,” atau “Saat Kau Milikku” yang dinyanyikan oleh Matthew Sayersz, bersama jentik gitar Henry Budidharma serta ketukan drum Jonas Wang. Bermain dalam durasi lebih pendek ketimbang konser-konser BLP di tempat lain, mereka turut sajikan aransemen bergaya fusion atas introduksi “So What” kepunyaan Miles Davis.

Audiens JazzTraffic Semarang

Audiens JazzTraffic Semarang

Antusiasme publik Semarang terhadap JazzTraffic terbilang baik, terlihat dari ribuan audiens yang memadati venue hingga acara usai. Namun kemeriahan itu terasa timpang oleh gangguan tata suara yang kurang mumpuni, bising dan keruh. Semoga pada edisi selanjutnya pihak panitia mampu mengatasi sehingga menjadi sajian pertunjukan jazz yang lebih baik lagi.

Bagi penggandrung jazz yang tak sempat menyaksikan JazzTraffic Semarang, dapat menghadiri putaran selanjutnya pada Djarum Super MLD JazzTraffic di kota Surabaya, bertempat Grand City Convex Surabaya, Minggu 27 November 2011 dimulai pukul 12 siang.

Indra Lesmana Quintet membuka launching Red White [Jazz] Lounge

Tags: , , , , , , , , , , ,


“Ayah saya, Jack Lesmana (alm.) punya dua impian, pertama, punya sekolah musik jazz, yang kedua adalah sebuah jazz club,” tutur Indra Lesmana memberi sambutan di acara launching Red White Jazz Lounge di bilangan Kemang, Jakarta, Minggu malam (2/11).

Dahulu bernama Red & White Lounge dan sebagai wadah berkumpul para musisi jazz lokal dalam rangkaian acara Mostly Jazz sejak akhir tahun lalu, kini lounge tersebut akan meramaikan geliat jazz ibukota dengan program jazz yang semakin padat. Mulai bulan Oktober tahun ini, hari Rabu hingga Minggu, telah terisi penuh oleh musisi-musisi jazz beken yang penampilannya menarik untuk disaksikan.

Necis berbusana setelan jas, Indra menambahkan, “Di sini saya akan menjadi host untuk tiap program, khusus hari Jumat kita bakal muterin rekaman jazz, the real jazz, lewat piringan hitam, experience-nya akan beda dengan dengerin CD,” ujarnya bersemangat.

Selepas kalimat pembuka, Indra memanggil keempat rekan yang siap tampil bersamanya, grup ini diberi nama Indra Lesmana Quintet dengan line-up Indra Lesmana (piano, kibor), Indra Aziz (saksofon alto), Donny Sundjojo (kontrabas), Indra Artie Dauna (trumpet), dan partnernya bersama LLW, Sandy Winarta (drum). Kelimanya kompak mengenakan setelan jas, dan mengawali pertunjukan lewat sebuah nomor dari Thelonious Monk.

Indra Lesmana Quintet saat tampil di Red White Jazz Lounge, Jakarta

Indra Lesmana Quintet saat tampil di Red White Jazz Lounge, Jakarta

Sederet nomor jazz standar mereka tampilkan, semisal laju bebop atas “Groovin’ High” milik Dizzy Gillespie, atau serunya blues di nomor bergaya hardbop “Moanin’” yang dibawakan secara energik. Setelah rehat, kuintet itu hadir kembali lewat hentakan medium funk “Butterfly” dari Herbie Hancock, juga sesi trading fours atraktif dalam komposisi John Coltrane, “Giant Steps.”

Acara berlanjut dengan jam session, Indra mengundang pemain bas Barry Likumahuwa, pianis muda Sri Hanuraga, penggitar Johanes Radianto, sedangkan kursi drum masih diduduki Sandy Winarta. Saksofonis tenor asal Jerman yang Jumat lalu menggelar konser pada Serambi Jazz bersama grup max.bab, Max von Mosch, turut serta menghangatkan malam yang semakin larut.

Berganti hari, saksofonis Indra Aziz mendapat kejutan. Ternyata ia sedang berulang tahun! Tampak Honhon Lesmana memberikan kue ulang tahun yang disambut Indra Aziz dengan sumringah sembari mengucapkan terima kasih teriring tepuk tangan audiens. Ia kemudian menanggalkan saksofonnya lalu beratraksi vokal dalam nyanyian “Bye Bye Blackbird.”

Ketika ditanya perihal acara malam itu, Indra Lesmana menjawab singkat, “… [to be] The first ever jazz club in Jakarta,” tandasnya.

Proficiat!

Info lengkap rangkaian program Red White Jazz Lounge dapat disimak pada:
http://redwhitelounge.com/home/welcome.html

Silakan follow akun twitter Red White Jazz Lounge @RWLounge

Locafore digelar 23-25 September 2011 di Kota Baru Parahyangan

Tags: , , , , , ,


Sebuah acara yang menggabungkan seni, desain dan jazz festival akan digelar pada tanggal 23-25 September 2011 di Bale Pare, Kota Baru Parahyangan Bandung dan tidak dipungut biaya. Acara ini sebenarnya memasuki tahun penyelenggaraan kedua, namun namanya mengalami perubahan meski tetap diadakan ditempat yang sama.

Dalam tiga hari jazz festival, akan ditampilkan musisi-musisi jazz terbaik Indonesia seperti LLW, Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, Syaharani, Bubi Chen, Dira Sugandi, Benny Likumahuwa, Shadow Puppets, Sandy Winarta,  The Jongens dan lain-lain.

Pada hari Jumat, 23 September 2011 acara akan dimulai pada pukul 14.30 dengan menampilkan kelompok Starlite yang disusul dengan Newcitylife, Sister Duke. Usai adzan magrib acara akan dilanjutkan dengan menampilkan Maya Hasan The Sound of Light, Jubing Kristianto dan Lala Suwages.

Pada hari Sabtu, 24 September 2011 akan dibuka oleh Hemiola yang dilanjut dengan The Tripp, 4Sixteenth, Julian Abraham Marantika dan The Jongens. Usai adzan magrib The Musical Troops, Margie Segers, Andien dan Benny Likumahuwa serta LLW (Indra Lesmana, Barry Likumahuwa dan Sandy Winarta) akan menghangatkan suasana Malam Minggu.

Dihari ketiga Minggu, 25 September 2011 akan tampil IMDI Ensemble, Shadow Puppets Quartet, ESQI:EF Syaharani & Queenifireworks, Ade Irawan, Dira Sugandi, Bubi Chen dan Maliq & D’essentials.

Anda yang membutuhkan jadwal lengkap kegiatan selama tiga hari silakan mengklik link berikut ini.
Jadwal acara hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Seri Seru Peluncuran “Love Life Wisdom” (Kotamu Kapan?)

Tags: , , , , ,


Setelah membuka dengan sapaan, Indra Lesmana iseng bertanya, “Gimana rasanya dengerin jazz di Hard Rock?” Sambil senyum-senyum pikirkan jawaban, kita boleh serius coba merangkai puzzle sosok ini. Niscaya ada pojok-pojok yang didekasikannya pada grup-grup bersemangat terobosan. Debut LLW (Double L Double U) di wilayah modern cukup masuk akal menilik riwayat Reborn di tahun 2000. Asyiknya adalah, ketimbang pesta rombongan besar, paket ini datang lebih kompak sebagai trio. Dalam cetak tebal trio Indra, kita bisa sebut jelajah abstrak PIG dan hardbop akustik-etnikal Kayon sebelum LLW lahir lewat embrio jam band. Namun, LLW tumbuh tidak dalam potret generik intensitas pola jam semacam Medeski Martin & Wood (MMW), alun lirikal memecah groove berat dari baris rendah piano yang kerap simultan imbangi bass.

Morning Spirit” yang dipilih malam itu pun punya jeda santai menyamarkan trik sukar ritme menyambut solo. Porsi pertama untuk piano adalah beda dengan porsi untuk bass, bak merayakan pagi dengan dua nyawa. Barry Likumahuwa, magnet penggemar belia, memang diberi peluang seimbang untuk tampil di depan, jikapun warna bassnya sudah cukup kental mencirikan trio ini.

Di sudut lain bangun trio ini, Sandy Winarta mengawal ketat dengan permainan rapat dan kaya ragam aksen. Slot improvisasi drum “Back Into Sumthin” pun diimposisi tegas, membuat yang janggal terdengar alami.

Keseluruhan gairah live bisa didengarkan lewat rekaman bertajuk “Love Life Wisdom” yang rilis perdana secara digital via internet disambung cakram padat edisi Twitter yang bisa dibeli secara fisik sejak 10 Juli lalu. Namun, kita akan melewatkan siklus-terlahir-kembalinya klasik “Bulan di Atas Asia” ataupun versi funkReborn” (yang menghapus ingatan ekor latinnya) jika tak menonton konsernya. Belakangan bahkan Indra gandrung memboyong piano elektrik Wurlitzer vintage 70-an ketimbang Rhodes. The beast, begitu kira-kira ia sempat dijuluki Indra, ternyata jinak dan lebih anggun bunyikan harmoni. Kesempatan yang sayang pula jika terlewat adalah merasakan lenting ekspresif talk box (yang sering saru dengan vocoder) gabung solo Moog dalam tolakan gravitasi saat tajuk album diluncurkan vokal tebal Dira Sugandhi ke atmosfer lantai dansa berlabel acid jazz.

Masih haus? Dahaga urban bersilangan jalan kembali temukan oase saat tutur rap ditingkahi decit turntable dieksekusi tangguh Kyriz Boogieman dan DJ Cream pada tributeStretch N Pause” yang bernafas blues. Kali ini bagian voice adalah komplemen Indra Aziz.

***

Pentas Hard Rock Cafe adalah bagian dari peluncuran album LLW yang kali ini dituanrumahi Magnetic Brava, sebuah program yang membidik target pendengar radio Brava 103.8 FM (Brava Listeners) untuk lebih mengenal dekat stasiun favoritnya secara off air. Jadwal padat, menunggu konfirmasi, dan tuan rumah berbeda tampaknya bakal menyusulkan panggung-panggung berikutnya. Kotamu kapan?

Kolaborasi Once dan Michael Paulo di “Economics Jazz” UGM

Tags:


Sebuah kolaborasi unik bakal ditampilkan dalam konser jazz internasional BNI-Economics Jazz 2011 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, pada Sabtu 14 Mei 2011, di Grand Pacific Ballroom, Jalan Magelang, Yogyakarta. Konser ini akan menghadirkan Once, yang nama aslinya Elfonda Mekel, mantan vokalis grup Dewa 19 yang bersuara khas. Karakteristik suara Once yang mirip Sting akan dipadukan dengan permainan saxophone Michael Paulo.

Michael akan membawa grupnya langsung dari California, Amerika Serikat, yang terdiri dari Freddie Washington (bass), James “Kimo” Cornwell (keyboards), Fred Schreuders (gitar), dan Land Richards (drum). Rombongan mereka akan terbang langsung dari Los Angeles pada 11 Mei 2011, dan tiba di Yogyakarta 12 Mei 2011.

“Kami cukup lama memikirkan, siapakah penyanyi Indonesia yang paling tepat untuk berkolaborasi dengan Michael Paulo di Yogyakarta. Sesudah lama berdiskusi dengan para mahasiswa saya di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, kami sepakat untuk mengajak Once bergabung. Once adalah penyanyi yang sukses memberi warna khas kelompok Dewa 19, yang memiliki amat banyak penggemar. Sudah seminggu ini Once dan Michael Paulo sudah saling bertukar ide dan contoh musik masing-masing. Mereka tinggal latihan satu-dua kali saja di Yogyakarta pekan depan, dan siap menghebohkan publik Yogya pada konser 14 Mei 2011 nanti,” kata A. Tony Prasetiantono, ketua dan produser eksekutif Economics Jazz 2011.

Michael Paulo dan Once dijadwalkan manggung selama 90 menit. Selain mereka, konser juga akan diramaikan oleh penampilan kembali Fariz RM. Fariz akan ditemani oleh Barry Likumahuwa and Friends, yang akan membawakan lagu-lagu lama Fariz, seperti Sakura, Barcelona, Nada Kasih, Hasrat dan Cita, akan diaransemen ulang dengan cita rasa jazz. Fariz juga akan didampingi oleh dua penyanyi jebolan Idonesian Idol, yakni Citra Scholastika. Sedangkan alumnus Idol yang lain, Lucky Octavian, akan didaulat menyanyikan lagu-lagu Broery Pesolima yang akan di-jazz-kan oleh Barry Likumahuwa dan kawan-kawan.

Konser ini dipersiapkan dengan anat serius, dengan dukungan sound system, lighting dan multimedia yang mewah. Ini akan menjadi konser jazz UGM yang paling spektakuler dan layak dikenang.

Michael Paulo dikenal sebagai salah satu artis jazz GRP (Grusin-Rosen Production), perusahaan rekaman yang didirikan Dave Grusin dan Larry Rosen, yang khusus menerbitkan CD jazz dan fusion, terutama pada dasawarsa 1990-an. Michael berdarah Hawaii, kedua orang tuanya adalah musisi. Bapaknya seorang pianis, dan ibunya penyanyi. Namun dia termasuk terlambat mengenal saxophone, di usia 15 tahun.

Ia pindah ke California pada 1981, dan kemudian bergabung dengan band pengiring Al Jarreau. Ia kemudian membuat berbagai rekaman jazz-pop seperti One Passion (di bawah label MCA, 1989), dan selanjutnya album Fusebox (1990), Save the Children (1993), My Heart and Soul (1996), Midnight Passion (1999), Sax for Christmas (2000), Best of Michael Paulo (2001), dan Beautiful (2005). Di Indonesia, juga terbit album kompilasi lagu-lagu terbaiknya dengan judul Michael Paulo (2008).

Michael Paulo banyak berkolaborasi dengan penyanyi dan musisi papan atas, seperti Al Jarreau, Herbie Hancock, Patti Austin, David Benoit, Chris Botti, Jeffrey Osborne, Jeff Lorber, dan Johnny Mathis. Konser jazz internasional kali ini diharapkan menjadi pintu masuk menuju konser-konser internasional berikutnya. “Jika konser jazz internasional ini sukses, maka tahun depan kami akan mengundang David Benoit. Sesudah itu, akan makin banyak lagi artis jazz fusion yang akan kami hadirkan di Yogya, seperti Dave Koz, Dave Valentin, Phil Perry, dan Lee Ritenour,” pungkas Tony Prasetiantono. *****

Dira Sugandhi tentang album Something about the Girl

Tags: , , , , , , , , , , , ,


Cover album Dira Sugandhi - Something about the Girl

Cover album Dira Sugandhi - Something about the Girl

Dira Sugandhi, mojang asal Bandung ini memukau pecinta musik (Jazz) Indonesia karena penampilannya bersama Bluey dan Incognito-nya beberapa tahun lalu. Kini bekerjasama dengan musisi asal Inggris itu ia meluncurkan Dira – Something about the Girl. WartaJazz mewawancarai seputar album perdananya tersebut. Berikut petikannya:

WartaJazz (WJ): Apa konsep album Something about the Girl?

Dira Sugandhi (DS): Konsepnya ya Dira…judulnya juga kan Something About The Girl (SATG) :)

WJ: Jadi Dira banget gitu?
Dira Sugandhi:Bukan Dira banget…tapi maksudnya sifatnya personal semua lagu yang ada di album Something About The Girl kecuali yang covers khusus ditulis untuk saya based on my personal experience.
WartaJazz: Gimana prosesnya?
Dira Sugandhi: Prosesnya cukup panjang dan seru karena bolak balik London-Jakarta-Bandung-Bali-London :) . Aku ke London 2x, Bluey ke Jakarta 2x sisanya kita bareng ke Bandung dan Bali utk rekaman lagu Kami Cinta Indonesia cipt Alm Harry Roesli. Ya kurang lebih 2 tahunan.
WartaJazz: Koq cukup lama baru masuk pasar Indonesia?
Dira Sugandhi: Butuh proses untuk mencari label di sini, mentransfer semua data dari Inggris ke Indonesia, dan menyesuaikan artwork album. Menunggu moment yang tepat juga siih…
WartaJazz: Gimana ceritanya bisa kerja bareng dg Bluey (Pentolan Incognito – red)?
Dira Sugandhi:Aku kenal Bluey udah lama dari tahun 2001. Butuh proses sampai akhirnya dia memproduseri albumku. It all started from friendship. Kita juga nunggu sampe aku beres kuliah.
WartaJazz: Ada dua lagu berbahasa Indonesia. Bisa diceritakan soal itu?
Dira Sugandhi: Untuk yang beredar di Indonesia ada 2 lagu Indonesia: Kami Cinta Indonesia cipt Alm Harry Roesli, almarhum sahabat papa saya hubungan keluarga kami sangat dekat. Sebelum dia meninggal dia pernah suruh saya pilih lagu almarhum, pilihan saya jatuh pada lagu itu. Lalu Kucemburu cipt Rieka Roslan, lagu itu khusus Teh Rieka ciptain buat saya based on my personal experience
WartaJazz: Apa ada lagu yg diselipkan untuk pasar internasional? Beredar dimana aja sih?
Dira Sugandhi: Untuk pasar international cuma ada 11 tracks ga ada lagu berbahasa Indonesia. Di UK dan Jepang. Sementara [publik] di Amerika sama Eropa masih imported

WartaJazz: Gmn rasanya menjadi next ‘big thing’ setelah Jocelyn dan Maysa Leak?
Dira Sugandhi: Wow! The next ‘big thing’ terdengar berat yah! Yang pasti aku selalu bersyukur akan apa yg aku dapatkan dalam hidup dgn berusaha menjadi lebih baik lagi…it is a total bless to be able to work with Bluey and all other great musicians!

Agus Setiawan Basuni: Di album ini track mana yg paling spesial menurutmu?
Dira Sugandhi: Semua punya arti sendiri buat aku, tp Inside Love liriknya sangat dalam setiap aku menyanyikan lagu itu aku selalu ingat Bluey and how close we are, juga ingat akan perjalanan suka duka yang telah kita lewati bersama dlm proses pembuatan album SATG
Sama lagu Kami Cinta Indonesia…I’m very proud of the song and the arrangement. Setiap orang yang denger pasti muji termasuk musisi-musisi di luar. Also reminds me a lot of Harry Roesli dan keadaan negara [ini, red]

Agus Setiawan Basuni: Gimana kamu mendeskripsikan Dira ?
Dira Sugandhi:  I’m very passionate about life…and I’m also a very determined person. I have ambitions but I’m not ambitious, I just go with the flow. Everything I do, I do it with love and passion.

Agus Setiawan Basuni: Are you romantic type of person?
Neng Dira: I’m desperately romantic!!

Agus Setiawan Basuni: Balik soal album SATG. Siapa aja yang bermain di album ini?
Dira Sugandhi: Untuk musisi luar ada Matthew Cooper, Jim Mullen, Ski Oakenfull, Richard Bull, Randy Hope-Taylor, Karl Vandenbosche, Incognito brass section: Sid Gauld, Trevor Mires, Finn Peters, London strings conducted by Simon Hale and of course Bluey!. Untuk musisi dalam ada Tohpati, Indro Hardjodikoro, Barry Likumahuwa, Imam Pras, Ari dan Rudi ‘Aru, Rio Sidik, backing vocals: Mila, Bowo dan Ade ‘Soulmate’ .
Oh dan ada track duet sama Omar Lyefook di lagu ‘Let’s Go Back’

WartaJazz: Dira sekolah dimana?
Neng Dira: S1 Musik majoring Vocal Performance, di Universitas Pelita Harapan
WartaJazz: Musik seperti apa yang Dira suka dengerin dari kecil?
Dira Sugandhi: Mama Papa suka nyetel Stevie Wonder, Earth Wind And Fire, Frank Sinatra, Nat King Cole dan Michael Jackson.
WartaJazz: Waktu menggarap album apakah ada tantangan yang dihadapi?
Dira Sugandhi: Banyak karena aku arrange semua sendiri spt studio, booking musisi, akomodasi dan transportasi utk bluey dll. Sama waktu pertama kali take vocal di studio besar agak susah dapetin emosinya…tp untungnya Bluey sabar sekali

WartaJazz:  Emang ada bedanya dengan studio kecil?
Dira Sugandhi: Ya jelas dr ukurannya saja udah beda…hehe…
Sebelum2nya saya hanya suka mengisi di home studio itupun utk proyek orang lain sbg featuring saja

WartaJazz:  Maksudnya dari sisi teknis? Atau hal lain? Yg bikin jadi susah?
Dira Sugandhi: Tp ini kan buat album sendiri di studio professional yg ukurannya sangat besar. Otomatis pressure itu pasti ada

WartaJazz:  Jd semacam stage fever tp distudio gt?
Dira Sugandhi: Yep

WartaJazz: Waktu kerja bareng dengan Bluey ada ekspektasi ga sih? Bakal gini gitu?
Dira Sugandhi: Adaa… pastinya bakal seru, dan memang seru! Aku banyak dapat pelajaran berharga dr dia bukan ttg musik saja tp juga ttg kehidupan.

WartaJazz: Kita bicara soal lain. Dira terlibat dengan Dwiki WPO dan sekarang ikutan juga di LLW [Indra Lesmana, Barry Likumahuwa & Sandy Winarta red) ?
Dira Sugandhi: Iya betul

WartaJazz: Sejauh apa keterlibatannya pada dua proyek tsb?
Dira Sugandhi: Hanya sebagai featured singer saja

WartaJazz: Selain itu apa ada proyek lain?
Dira Sugandhi: Sekarang lagi persiapan untuk peform di Konser Masterpiece Erwin Gutawa tgl 26 Februari dan bermain di Musikal Laskar Pelangi.

Mostly Jazz IV tampilkan Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, Sandy Winarta

Tags: , , , , ,


Indra Lesmana memang memiliki talenta luar biasa. Setelah merilis album Java Jazz – JOY JOY JOY bersama Dewa Budjana, Donny Suhendra, Gilang Ramadhan dan Ananda Mates, kini bersiaplah menanti album terbaru dari Trio LLW yang mengambil nama belakang dari masing-masing personil yaitu Indra Lesmana, Barry Likumahuwa dan Sandy Winarta.

Penampilan LLW dapat anda nikmati Minggu, 9 Januari 2010 mulai pukul delapan malam wib bertempat di Red and White Lounge, Jl Kemang raya 16 B Jakarta Selatan dengan first drink charge sebesar IDR 50.000,- Selain LLW, bakal tampil pula penyanyi Dira Sugandi, DJ Cream, saxophonis Indra Aziz dan musisi lainnya. Anda yang tertarik menonton dan ingin memesan tempat silakan menghubungi +62 21 71792252.

Kegiatan Mostly Jazz memang sudah beberapa kali dilakukan. Sebuah inisiatif dari pergerakan Indonesian Jazz Movement yang digagas Indra Lesmana dan sang istri Honhon Lesmana. Kegiatan Mostly Jazz di adakah pertama kali 21 April 2010 lalu.

Putra mendiang gitaris kesohor Jack Lesmana ini memang memiliki pesona panggung luar biasa maupun kemampuan menciptakan karya dengan ide dan skill yang melampaui kebanyakan musisi-musisi Indonesia. Jadi tak heran kalau Trio besutannya ini bakal menjadi salah satu penampil yang ditunggu-tunggu di Java Jazz Festival 2011 mendatang.

Sementara bassis Barry Likumahuwa dan drummer Sandy Winarta adalah dua musisi muda yang bersinar karirnya dalam blantika Jazz Indonesia.

Drummer Sandy Winarta pernah menjadi drummer Dwiki Dharmawan, Trisum, Nita Aartsen, dan lain-lain. Sementara Barry yang juga putra trombonis kawakan Benny Likumahuwa merupakan bassis yang energik. Lewat kelompok BLP, demikian nama grup yang diusungnya, mereka langganan event jazz bahkan ke pensi-pensi yang kerap diadakan di sekolah.

Simak jadwal pertunjukan Bandung World Jazz Festival

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Apakah anda sudah merencanakan atau membeli tiket pertunjukan Bandung World Jazz Festival 2010?. Jika ya, maka silakan menyimak jadwal berikut ini yang kami dapatkan dari Panitia.

Hari Pertama Sabtu 6 November 2010

Panggung A
10.00 mc opening
10:10 – 10:40 UPI Elbe Bigband
10:40 – 11:10 Malire / stsi
11:10 – 11:40 Imam barata
11:40 – 12:10 Pesisir Ensamble & Jendela Ide Modjembe

12:15 – 12:45 La Gandie
12:45 – 13:15 Komunitas Jazz Kemayoran
13:20 – 13:50 Gilang Ramadhan
13:50 – 14:20 Saratuspersen
14:20 – 14:50 David Manuhutu

15:00 – 15:30 Idhi & archipelago band
15:30 – 16:00 Jilly Likumahua & Her band Bra-ma
16:00 – 16:30 Castavaria
16:30 – 17:00 Soni Akbar feat Karinding Attack

18:00 – 18:30 Kolegium Musikum Unimed
18:30 – 19:00 Agung prasetyo feat Farah Di
19:00 – 19:30 Raraga Puja [ official opening ]
19:30 – 20:00 Duo Maurinio & Taufic

20:10 – 20:40 De lagaligo Syndicate
20:40 – 21:10 Karinding Collaboration project
21:10 – 21:55 Sarasvati
21:55 – 22:40 Continental Jazz Crossover Project

Hari kedua Minggu 7 November 2010

10:10 – 10:40 UNY/ stupa etmo contemporer
10:40 – 11:10 Joan & the Jesseltone
11:10 – 11:40 Suarasama
11:40 – 12:10 Imelda Rosalin feat Sudjiwo Tedjo
12:20 – 12:50 Koala Band feat Anggito Abimanyu
12:50 – 13:20 Paguyuban Bass Bandung

13:30 – 14:00 opening bwj youth – hanoman
14:00 – 14:30 fifteen plus
14:30 – 15:00 modjembe
15:00 – 15:30 jazzy one
15:30 – 16:00 Indonesian Youth Regeneration
16:00 – 16:30 BWJ for Youth
16:30 – 17:00 Gang sadewa
17:00 – 17:30 Prabumi
17:30 – 18:00 Baraya feat euis komariah
18:10 – 18:40 Yuri Honing
18:40 – 19:10 Akordion
19:20 – 20:05 Tohpati Ethnomission
20:05 – 20:50 Koko harsoe
20:50 – 21:35 Donny Suhendra project feat balawan
21:35 – 22:20 Barry likumahuwa
22:30 – 23:15 Syaharani and esqi:ef

Bandung World Jazz digelar akhir pekan ini

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Apakah anda bingung hendak kemana akhir pekan ini?. Mungkin Bandung World Jazz bisa menjadi alternatif buat anda dan keluarga. Digelar selama dua hari Sabtu dan Minggu 6-7 November 2010 bertempat di Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) Jl. Siliwangi No. 73 Bandung.

Acara yang mengambil tajuk SOUND THROUGH THE DIMENSION akan menampilkan sejumlah musisi internasional yaitu Continental Jazz Crossover Project (Australia), Duo Maurino Taufic (Italy – Brazil), Joan & Jessel Tone (Malaysia), OrkeStar Trio feat Ramu Thiruyanam (Singapore) dan Yuri Honing Quartet (Netherland).

Sementara itu dari dalam negeri akan tampil Agung Prasetyo, Akordeon, Balawan, Barry Likumahuwa, Donny Suhendra, Gilang Ramadhan, Jilly Likumahuwa with her Banda Bra-Ma, Sujiwo Tejo, Slamet Gundono, Farah Di, Koko Harsoe, Suarasama, Tohpati Etnomission, Syaharani & ESQI:EF, Beben Jazz & Friends feat Nana Lee.

Bandung sendiri akan menurunkan sejumlah musisi terbaiknya seperti David Manuhutu, Imelda Rosalin, Karinding Attack, Karinding Collaboration Project, Baraya, Castavaria, De Lagaligo Syndicate, Euis Komariah, Fifteen Plus, Gang Sadewa, Hanoman, Idhi & Archipelago, Iman Brata, Indonesia Nu Progressive powered by RMHR, Jazzy One, Kolegium Musikum Unimed, La Gandie, Medan Jazz Community, MELIRE, Modjembe, Pesisir Ensemble, Prabumi, Rama Satria, Sarasvati, saratuspersen, Sony Akbar, Stupa ETMO Contemporer dan UPI ELBE BigBand.

Harga Tiket Masuk (HTM) per hari telah ditetapkan yaitu Mahasiswa : RP 50.000 dan Umum : RP 75.000. Sementara untuk Tiket Terusan bagi Mahasiswa : RP 75.000 dan Umum : RP 100.000,- Anda dapat mengontak salah satu nomor berikut untuk pembelian HTM Jendela Ide SABUGA: Novelia (0856 5998 8168), Radio KLCBS: 022-2032 452, Radio PR FM: Jln Braga no 5 – 022-4221 400 atau Common Room: Ranti (022-9155 0626 / 0812 2018 9953).

***

Esensi jazz adalah kebebasan atau kerinduan manusia akan kebebasan itu sendiri. Setelah sukses dengan Sabuga Jazzfest for Freedom 2007, Tajil Jazz 2007, Unity in Diversity Concert 2007, X-MAX accept difference, maximize tolerance 2007, Sabuga Jazzfest for Freedom 2008 serta Bandung World Jazz Festival 2009, Jendela Ide Sabuga bekerja sama dengan Independent network kembali menghadirkan Bandung World Jazz 2010.

Sebuah Cultural Music Event dengan Sinkretikme baru kedalam musik Jazz dengan mengawinkan harmoni musik tradisi masing-masing dengan harmoni jazz. seperti halnya tahun lalu, event ini merupakan presentasi dan pengembangan komunitas serta industri kreatif dan pendidikan di Jawa Barat, khususnya d kota Bandung. Dengan mengundang musisi lokal maupun Internasional untuk memaknai Bandung World Jazz 2010 dan melalui musik yang menjadi inspirasi sebuah dunia baru di masa mendatang.


It don’t mean a thing if it ain’t got that swing. — Duke Ellington


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<