Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Tag Archive | "Dave Valentin"

Dave Valentin

Tags:


Ia telah merilis sedikitnya 16 album dibawah bendera rekaman GRP. Resepnya jelas, berupa racikan pop, R&B, dan musik Brazil serta Latin jazz. Hal ini wajar melihat latar belakangnya berdarah Puerto Rico. Dilahirkan di New York, 29 April 1952, instrumen keahliannya adalah flute, meskipun awalnya belajar perkusi latin seperti bongo dan conga. Kala itu usianya baru sembilan tahun.

Guru yang mengajarinya instrumen flute, Hubert Laws menyarankan pada Valentin untuk tidak memainkan saxophone karena keunikan sound dari permainan flutenya. Ia sempat belajar di Bronx Community College dan bersekolah di High School of Music and Art karena bakatnya yang menonjol.

dave-valentine-world-on-a-string

Pada tahun 1977, Valentin merekam karya perdananya bersama Ricardo Marrero dan muncul pula dalam album Noel Pointer. Setelah ditemukan oleh Dave Grusin dan Larry Rosen, Valentin lantan menandatangani kontrak dengan GRP dan namanya pun menjadi populer sejak itu.

Beberapa album yang menonjol ketika bersama GRP antara lain Live at the BlueNote (1988), Two Amigos (1990) yang dikerjakan dengan berkolaborasi bersama Herbie Mann.  Tropic Heat (1993) dirilis sebagai album ke-enambelas-nya.

Beberapa karyanya yang lain dirilis oleh RMM Records, yaitu Primitive Passions (1996) dan Sunshower (1999) lewat Concord Records. Album ini lebih bercorak smooth Latin jazz meskipun masih memuat sedikit lite bebop.

Di tahun 2000, ia muncul dalam sebuah film dokumenter Calle 54, bersama Tito Puente. Dipertengahan tahun Valentin  menandatangani kontrak dengan Highnote Records dan merilis World On A String (2005) dan Come Fly With Me (2006). Kolaborasinya dengan pianist Bill O’Connell sempat memunculkan namanya sebagai nominator penghargaan Latin Grammy Awards di tahun 2006.

dave-valentine-come-fly-with-me

Jak Jazz Festival 2009 hadirkan Dave Valentin Triple Play

Tags:


syukuran-jak-jazz-2009Terjawab sudah siapa yang akan menjadi jagoan di Jak Jazz Festival yang rencananya akan digelar pada tanggal 4, 5 dan 6 Desember 2009 di Istora Senayan Jakarta. Ireng Maulana yang hadir bersama sejumlah panitia Jak Jazz Festival dalam rangka Syukuran Jak Jazz 2009 menyatakan bahwa Dave Valentin (Flute) bersama Bill O’Connell (Piano), dan Richie Flores (Conga, Perkusi) dalam formasi Triple Play.

Oom Ireng Maulana – demikian ia akrab disapa – mengungkapkan bahwa tahun ini JakJazz memiliki chairman baru yaitu Lilik Wibisono, seorang pengusaha pupuk yang masih berusia 35 tahun. Namun sayang karena kendala teknis sang ketua baru tidak dapat hadir dalam acara syukuran tersebut. JakJazz untuk Korban Bencana Alam dijadikan tema tahun ini.

Sejumlah media yang diundang bersama dengan para musisi-musisi yang merupakan rekan-rekan Ireng Maulana seperti Idang Rasjidi, Benny Likumahua, Kiboud Maulana, Didiek SSS, Ananda Mates dan penyanyi Syaharani, memberikan support demi kelangsungan festival jazz pertama yang berskala nasional dan kini masuk dalam usia 11 (sebelas) tahun. Acara syukuran sendiri diadakan di markas JakJazz Pejompongan kawasan Bendungan Hilir (Benhil).

Lebih lanjut Rully Mangunsong yang bertugas mengontak artis-artis yang akan manggung dalam festival ini menyatakan sejumlah nama yang sudah dipastikan pula akan berpartisipasi.  Seperti Lica Cecato dan Valtinho Anastacio dari Brazil. Dari negeri jiran, Malaysia hadir RTM Jazz Orchestra dan M-Jazz Trio.

Pusat kebudayaan di Jakarta juga akan berpartisipasi memeriahkan acara selama tiga hari ini. Erasmus Huis (Belanda) akan mendatangkan Pigalle 44 Gypsy Jazz, sementara CCF (Perancis) akan mengundang Jean My Truong Quartet.

Musisi lain yang juga akan tampil adalah Curtis King Blues Band, Roberto Ruggeri dan Mattia dari Italia. Lalu Janek Gwizdala Project dari Norwegia dan Inggris. Galaxy Big Band yang merupakan band dengan anggota para expatriate dari Jepang turut pula ambil bagian. Rully juga menyebutkan Tetsuo Sakurai masuk dalam daftar antrian yang masih menunggu konfirmasi.

Panitia sudah menetapkan harga tiket pertunjukan yakni sebesar IDR 150.000 (Mahasiswa/Pelajar), Daily Pass: IDR 250.000 dan 3 Days Pass: IDR 600.000


One thing about excellence, it’s an exclusive club. And it’s only for those who really want to pay dues to the shit. My daddy told me when I was a boy, ‘The only way you can be different from other people is to do some shit they don’t want to do. — Wynton Marsalis


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<