Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Tag Archive | "david manuhutu"

Inilah daftar musisi (Jazz) Indonesia yang bakal tampil di Axis Java Jazz Festival 2011

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Axis Java Jazz Festival 2011

Axis Java Jazz Festival 2011

Apakah anda sudah mengantongi tiket pertunjukan Axis Jakarta International Java Jazz Festival 2011 yang akan digelar 4-5 Maret 2011 mendatang?. Kalau belum, masih ada kesempatan untuk mendapatkan tiket tersebut, plus beberapa pilihan spesial shows yang menarik bersama Santana, George Benson atau Kenny Loggins.

Berikut ini daftar paling update untuk musisi Jazz Indonesia yang bakal tampil di Java Jazz Festival 2011:

  • Abdul and The Coffee Theory
  • Ade & Brothers
  • Andien
  • Barry Likumahuwa Project
  • Benny Likumahuwa & Young Jazz Connection
  • Benny Mustafa
  • Bonita & The Husband
  • Bubi Chen Plays Pop
  • C-Man
  • Calvin Jeremy
  • Chairul Umam Quintet
  • David Manuhutu
  • Dira J. Sugandi
  • Donny Suhendra
  • Drew
  • Dwiki Dharmawan & Angklung Jazz Ensemble
  • Ello
  • Endah N Rhesa
  • Esqi:EF Feat Syaharani and The Queenfireworks
  • Farrah Di Bigband
  • Four On The Floor
  • Fraya
  • Gigi Big Band
  • Glen Dauna feat. Farrah Di
  • Glenn Fredly
  • Idang Rasjidi
  • Imam Pras Quartet
  • Indonesia Nu Progressive tribute to Harry Roesli
  • Indonesian Youth Regeneration
  • Indra Aryadi
  • Indra Aziz Quintet
  • Indro Hardjodikoro
  • Iwan Abdie
  • Iwan Hasan’s Chamber Jazz feat. Andien, Enggar, Metta
  • Jaya Suprana
  • Jopie Item
  • Kahitna
  • Kirana Big Band
  • Maliq & D’Essentials
  • Manna Band
  • Marcell
  • Mian Tiara & D’Organics
  • Minangapentagong Sawahlunto
  • Nial Djuliarso: The Jazz Soul of Ismail Marzuki
  • Nikita Dompas & His Fellow Musicians
  • Notturno
  • Oele Pattiselano
  • Pandji Pragiwaksono
  • Pitoelas Bigband
  • Raisa
  • RAN
  • Sandhy Sondoro
  • Sandy Winarta Quartet
  • Shadow Puppet
  • Simak Dialog
  • Sketsa
  • Soulvibe
  • Spero
  • The Groove Reunion
  • The Husband & Wife feat. Endah N Rhesa
  • The Jongens Jazz Quartet
  • The Police Project by Margo Rising
  • Tohpati Bertiga
  • Tribute to Elfa S. feat. Elfa’s Singers, Harvey Malaiholo, Andien
  • W/H/A/T Quartet
  • Zarro

Beberapa nama yang mesti mendapat perhatian antara lain WHAT Quartet, The Jongens Jazz Quartet, Shadow Puppet, karena kelompok ini para musisi Jazz Indonesia yang belakangan namanya mulai mencuri perhatian.

Selain itu tentu saja ada sejumlah nama seperti Tohpati Bertiga yang tak lain adalah Tohpati Ario Hutomo, Indro Hardjodikoro dan drummer Gugun Blues Shelter, Bowo yang memulai proyeknya di Ngayogjazz.

Simak jadwal Java Jazz Festival on the Move (JJOTM) 2011

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,


Java Jazz Festival 2011

Java Jazz Festival 2011

Ajang festival Jazz terbesar di Indonesia, Axis Java Jazz Festival 2011 bakal digelar satu bulan lebih dari sekarang. Untuk menghangatkan suasana dan menciptakan hype, panitia menyelenggarakan pre-event yang diberi nama Java Jazz Festival on the Move.

Sejumlah musisi yang sudah dipastikan akan berpartisipasi antara lain Ran, Barry Likumahuwa, Jacket Potatoes, David Manuhutu dan sejumlah musisi internasional.

Tempat-tempat yang menjadi lokasi penyelenggaraan acara Java Jazz Festival on the Move tahun ini antara lain Margo City,  Summarecon Mall Serpong, Puri indah mall, La piazza, Bina Nusantara, Untar, FX dan Black Cat Jazz dan Blues.

Berikut ini jadwal lengkapnya:

  • Jumat 28-Jan-11
    18:00 -23:30
    RAN ,  JW Quintet, SLODYOZ, ESPOZA. GONIN, Nanta & Friends, Ade & Brothers
    Margo City Depok
  • Minggu    30-Jan-11
    19:00-22:00
    ELLO, RAISA

    Summarecon Mall Serpong Tanggerang
  • Sabtu    12-Feb-11
    19:00-22:00
    Barry Likumahua Project, The Jongens Jazz Quartet
    Puri Indah Mall, Jakarta
  • Jumat    18-Feb-11
    18:00 -23:30
    Maliq & D’essential    1st Impression, Captive, Jacket Potatoes, Margo Rising Stars, Circle of Fifth, David Manuhutu

    Margo City, Depok
  • Minggu    20-Feb-11
    19:00-21:00
    Andien, Soulvibe
    La piazza, Jakarta
  • Jumat    25-Feb-11
    Soulvibe
    19:00-22:00
    Bina Nusantara, Jakarta
  • Jumat    25-Feb-11
    15:00-18:00
    Drew
    Universitas Tarumanegara, Jakarta
  • Sabtu    26-Feb-11
    19:00-22:00
    Drew
    FX Jakarta
  • Minggu    27-Feb-11
    19:00-22:00
    Drew
    Summarecon Mall Serpong, Tanggerang
  • Senin    28-Feb-11
    20:00-22:00
    Musisi Internasional (TBA)
    Black Cat Jazz & Blues, Jakarta
  • Selasa    1-Mar-11
    20:00-22:00
    Musisi Internasional (TBA)
    Black Cat Jazz & Blues, Jakarta
  • Rabu    2-Mar-11
    20:00-22:00
    Musisi Internasional (TBA)
    Black Cat Jazz & Blues, Jakarta
  • Kamis    3-Mar-11
    20:00-22:00
    Musisi Internasional (TBA)
    Black Cat Jazz & Blues, Jakarta

Simak jadwal pertunjukan Bandung World Jazz Festival

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Apakah anda sudah merencanakan atau membeli tiket pertunjukan Bandung World Jazz Festival 2010?. Jika ya, maka silakan menyimak jadwal berikut ini yang kami dapatkan dari Panitia.

Hari Pertama Sabtu 6 November 2010

Panggung A
10.00 mc opening
10:10 – 10:40 UPI Elbe Bigband
10:40 – 11:10 Malire / stsi
11:10 – 11:40 Imam barata
11:40 – 12:10 Pesisir Ensamble & Jendela Ide Modjembe

12:15 – 12:45 La Gandie
12:45 – 13:15 Komunitas Jazz Kemayoran
13:20 – 13:50 Gilang Ramadhan
13:50 – 14:20 Saratuspersen
14:20 – 14:50 David Manuhutu

15:00 – 15:30 Idhi & archipelago band
15:30 – 16:00 Jilly Likumahua & Her band Bra-ma
16:00 – 16:30 Castavaria
16:30 – 17:00 Soni Akbar feat Karinding Attack

18:00 – 18:30 Kolegium Musikum Unimed
18:30 – 19:00 Agung prasetyo feat Farah Di
19:00 – 19:30 Raraga Puja [ official opening ]
19:30 – 20:00 Duo Maurinio & Taufic

20:10 – 20:40 De lagaligo Syndicate
20:40 – 21:10 Karinding Collaboration project
21:10 – 21:55 Sarasvati
21:55 – 22:40 Continental Jazz Crossover Project

Hari kedua Minggu 7 November 2010

10:10 – 10:40 UNY/ stupa etmo contemporer
10:40 – 11:10 Joan & the Jesseltone
11:10 – 11:40 Suarasama
11:40 – 12:10 Imelda Rosalin feat Sudjiwo Tedjo
12:20 – 12:50 Koala Band feat Anggito Abimanyu
12:50 – 13:20 Paguyuban Bass Bandung

13:30 – 14:00 opening bwj youth – hanoman
14:00 – 14:30 fifteen plus
14:30 – 15:00 modjembe
15:00 – 15:30 jazzy one
15:30 – 16:00 Indonesian Youth Regeneration
16:00 – 16:30 BWJ for Youth
16:30 – 17:00 Gang sadewa
17:00 – 17:30 Prabumi
17:30 – 18:00 Baraya feat euis komariah
18:10 – 18:40 Yuri Honing
18:40 – 19:10 Akordion
19:20 – 20:05 Tohpati Ethnomission
20:05 – 20:50 Koko harsoe
20:50 – 21:35 Donny Suhendra project feat balawan
21:35 – 22:20 Barry likumahuwa
22:30 – 23:15 Syaharani and esqi:ef

Bandung World Jazz digelar akhir pekan ini

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Apakah anda bingung hendak kemana akhir pekan ini?. Mungkin Bandung World Jazz bisa menjadi alternatif buat anda dan keluarga. Digelar selama dua hari Sabtu dan Minggu 6-7 November 2010 bertempat di Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) Jl. Siliwangi No. 73 Bandung.

Acara yang mengambil tajuk SOUND THROUGH THE DIMENSION akan menampilkan sejumlah musisi internasional yaitu Continental Jazz Crossover Project (Australia), Duo Maurino Taufic (Italy – Brazil), Joan & Jessel Tone (Malaysia), OrkeStar Trio feat Ramu Thiruyanam (Singapore) dan Yuri Honing Quartet (Netherland).

Sementara itu dari dalam negeri akan tampil Agung Prasetyo, Akordeon, Balawan, Barry Likumahuwa, Donny Suhendra, Gilang Ramadhan, Jilly Likumahuwa with her Banda Bra-Ma, Sujiwo Tejo, Slamet Gundono, Farah Di, Koko Harsoe, Suarasama, Tohpati Etnomission, Syaharani & ESQI:EF, Beben Jazz & Friends feat Nana Lee.

Bandung sendiri akan menurunkan sejumlah musisi terbaiknya seperti David Manuhutu, Imelda Rosalin, Karinding Attack, Karinding Collaboration Project, Baraya, Castavaria, De Lagaligo Syndicate, Euis Komariah, Fifteen Plus, Gang Sadewa, Hanoman, Idhi & Archipelago, Iman Brata, Indonesia Nu Progressive powered by RMHR, Jazzy One, Kolegium Musikum Unimed, La Gandie, Medan Jazz Community, MELIRE, Modjembe, Pesisir Ensemble, Prabumi, Rama Satria, Sarasvati, saratuspersen, Sony Akbar, Stupa ETMO Contemporer dan UPI ELBE BigBand.

Harga Tiket Masuk (HTM) per hari telah ditetapkan yaitu Mahasiswa : RP 50.000 dan Umum : RP 75.000. Sementara untuk Tiket Terusan bagi Mahasiswa : RP 75.000 dan Umum : RP 100.000,- Anda dapat mengontak salah satu nomor berikut untuk pembelian HTM Jendela Ide SABUGA: Novelia (0856 5998 8168), Radio KLCBS: 022-2032 452, Radio PR FM: Jln Braga no 5 – 022-4221 400 atau Common Room: Ranti (022-9155 0626 / 0812 2018 9953).

***

Esensi jazz adalah kebebasan atau kerinduan manusia akan kebebasan itu sendiri. Setelah sukses dengan Sabuga Jazzfest for Freedom 2007, Tajil Jazz 2007, Unity in Diversity Concert 2007, X-MAX accept difference, maximize tolerance 2007, Sabuga Jazzfest for Freedom 2008 serta Bandung World Jazz Festival 2009, Jendela Ide Sabuga bekerja sama dengan Independent network kembali menghadirkan Bandung World Jazz 2010.

Sebuah Cultural Music Event dengan Sinkretikme baru kedalam musik Jazz dengan mengawinkan harmoni musik tradisi masing-masing dengan harmoni jazz. seperti halnya tahun lalu, event ini merupakan presentasi dan pengembangan komunitas serta industri kreatif dan pendidikan di Jawa Barat, khususnya d kota Bandung. Dengan mengundang musisi lokal maupun Internasional untuk memaknai Bandung World Jazz 2010 dan melalui musik yang menjadi inspirasi sebuah dunia baru di masa mendatang.

Bubi Chen, David Manuhutu, Tohpati, Sandhy Sondoro ada di Axis Java Jazz Festival 2010

Tags: , , , , , , , , ,


Axis Java Jazz Festival 2010

Axis Java Jazz Festival 2010

Bertambah lagi artis yang akan tampil di Axis Jakarta International Java Jazz Festival 2010. Kali ini dari negeri sendiri. Panitia telah mengumumkan sejumlah nama yang dipastikan tampil di ajang yang digelar selama tiga hari berturut-turut mulai 5 hingga 7 Maret 2010 di Jakarta International Expo Kemayoran.

Mereka yang telah terdaftar yaitu pianis Bubi Chen dan David Manuhutu, 21st Night, Gugun Blues Shelter, Indra Aryadi, Indro Hardjodikoro Trio, Jakarta Broadway Team, Sandhy Sondoro, Soulvibe dan Tohpati & Friends.

Tentu saja daftar diatas masih akan bertambah. Didaftar wish-list yang lumayan panjang terdapat sejumlah nama seperti Akordeon, Aksan Sjuman Quartet, Andien, Andre Hehanusa, Anggun, Balawan & Batuan Ethnic, Bambang Nugroho, Barry Likumahua Project, Benny Likumahuwa, Benny Mustafa Van Diest, Cindy Bernadette, Dira J. Sugandi, Ecoutez, Elfa’s Bossa’s, Esqi : Ef Feat Syaharani, Glenn Fredly Tribute to Broery Marantika, Humania, Java Jazz Band, Jazmint Big Band, Joy Marantika Trio, Kadek Rihardika & Glen Dauna Project, Maliq & D’Essentials, Nita Aartsen, Notturno, Oele Pattiselano, Opustre Soul Big Band, Pitoelas Bigband, RAN, Simak Dialog, Souleh & Soulehah, Tjut Nyak Deviana Daudsjah dan Yuri Mahatma (Bali).

Gelaran Axis Java Jazz Festival dengan tema Jazzin’Up Remarkable Indonesia ini sudah memastikan pula tiga konser special shows yaitu John Legend, Kenny ‘Babyface’ Edmonds dan The Manhattan Transfer yang memiliki tema khusus The Chick Corea Songbook.

Tiket pertunjukan kini tersedia pula lewat WartaJazz.com Ticket Box. Silakan kunjungi halaman berikut ini atau dapat pula menghubungi 021-8310769.

Ada Jazz Hujan di Bandung (Bagian I)

Tags: , , , , , , ,


Bulan Desember di Indonesia pada umumnya sudah memasuki musim penghujan. Kemudian mengapa menyelenggarakan festival jazz yang salah satu panggungnya berada di luar gedung Sabuga Bandung, General Coordinator dari festival Bandung World Jazz 2009, Andar Manik menjawab ketika acara preskon, “Kita sengaja mengadakan acara ini di bulan Desember karena hujan, jadinya jazz hujan”.

Andar Manik, Jailani, Marintan Sirait dan Reza

Andar Manik, Jailani, Marintan Sirait dan Reza

Untungnya ramalan Andar Manik tersebut sampi selesai acara tidak terbukti, sehingga acara yang diselenggarakan tanggal 3 – 4 Desember 2009 berlangsung cukup meriah. Selama dua hari tersebut, dari jam 13.30 sampai tepat tengah malam dengan breaktime sekitar satu setengah jam, penonton disuguhi oleh 34 group musik dengan berbagai warna.

Perkiraan daya tampung penonton sekitar 1500 orang dengan setting venue terdiri dari 3 panggung. Panggung pertama berada di sisi kiri luar gedung, panggung kedua berada di koridor tembusan pintu masuk utama gedung dan panggung ketiga ada di tribune (ruang utama) gudung Sabuga. Sementara di bagian tribune, satu panggung yang cukup luas dibagi menjadi 3 bagian, sayap kanan, kiri, dan tengah yang hanya dibedakan dengan tinggi rendah level. Panggung pertama dan kedua dipakai dari siang sampai menjelang Maghrib, selanjutnya pertunjukan berlangsung di panggung ketiga.

Mendekati waktu tergelincirnya matahari, stage 1 dan 2 sudah mulai kesibukannya dengan persiapan Castavaria dan Nita Aartsen. Castavaria tampil dengan mengetengahkan 3 bassist, ditambah seorang drummer, yang menghibur penonton melalui percakapan dalam nada-nada rendah dengan balutan irama jazz-rock dan funky yang menghentak-hentak. Sementara Nita Aartsen menghibur para penonton dengan koleksi-koleksi musik latin, rhumba dan bossa nova. Agak lain dengan penampilannya di album “All Nite Out”, Nita lebih banyak menunjukkan kebolehannya dalam memainkan keyboardnya yang cukup memikat. Sudah barang tentu, lagu-lagu wajib dari Amerika bagian Selatan muncul satu persatu. Seperti ‘Masquenada’ atau pun ‘Girl From Ipanema’. Tidak ketinggalan salah satu hit dari albumnya, ‘Let’s Dance’.  Dalam kesempatan ini Nita mengajak teman lama yang bernama Steve Wilson untuk tampil sebagai vokalis. Penampilannya cukup komunikatif dengan para penonton. Musisi lain yang mendukung Nita adalah Adi Prasodjo (perkusi) dan Harry Toledo (bass).

bdgworldjazz-09-001

Nita Aartsen, Steve Wilson, Harry Toledo dan Adi Prasodjo

Beranjak ke panggung outdoor, suasana gayeng dan meriah langsung memenuhi telinga ini. Bagaimana tidak, sebuah band dengan warna fusion menghentak-hentak dengan kerasnya dengan reriuhan suara saxophone, bass, gitar, keyboards dengan beberapa instrumen musik tradisional Jawa. Mereka adalah Prabumi, sebuah band kolaboratif pimpinan Agus Bing, yang juga seorang wartawan sebuah surat kabar di Jogja. Hanya saja, saking semangatnya, suara saron, kendang, djembe dan bonangnya justru tertutup dengan instrumen musik modern lainnya. Atau memang ada semacam kanonisasi musik yang barangkali menghasilkan efek tertentu. Mereka menampilkan tembang klasik “Prahu Layar” ataupun komposisi ciptaan sendiri “Transit”.  Selain itu, ada 4 Peniti dari Bandung yang sudah mempunyai penggemarnya tersendiri ini memeriahkan acara ini dengan tembang-tembang segar dengan memadukan banyak jenis musik. Zaki (vokal & gitar), Ammy (violin & gitar), Rudy Zulkarnaen (bass) dan Ary Aru (drum) membentuk kelompok ini karena sama-sama menyukai Pat Metheny.

Persentuhan antara musik jazz dan khasanah musik lokal dari Indonesia masih tetap menjadi daya tarik yang sexy. Seperti halnya yang dilakukan oleh group dari Jakarta Archipelago maupun Karinding Collaborative,  Saratuspersen. Mereka sama-sama memadukan improvisasi jazz dengan musik Sunda. Seperti yang diungkapkan Andar Manik bahwa “Cita rasa musik lokal bisa memasuki ranah improvisasi jazz”. Hasilnya memang menarik, sambil membayangkan berada di hamparan sawah hijau sambil mendengarkan kecapi Cianjuran dan liukan suara saxophone.

Saratuspersen asal Bandung

Saratuspersen asal Bandung

Adapun kelompok serupa dari luar negeri adalah Taal Tantra. Di Stage 3 tengah mereka tampil dengan 10 orang musisi dengan menampilkan beberapa corak musik India dari bagian Utara, Selatan, Barat dan Timur yang dikombinasikan dengan jenis musik lain seperti jazz, rock maupun reggae. Penampilan memang mereka terasa hidup dan berhasil menghibur penonton. Apa lagi dengan kehadiran seperti seorang fakir dalam memainkan alat perkusi dari India, plus dengan jogetannya yang lucu.

bdgworldjazz-09-005

Taal Tantra

Salah satu bintang benderang sore itu adalah Ligro, kumpulan 3 orang gila (bermusik) yang terdiri dari Agam Hamzah (gitar), Adi Darmawan (bass) dan Gusti Hendy (drum). “Komposisi-komposisi di dalamnya bercerita tentang pola-pola musik yang sangat tidak umum. Sesuatu yang tidak umum biasanya diluar kenormalan. Dan itu disebut gila,” papar Agam dalam sebuah perbincangan dengan wartajazz.com. Group ini juga mempunyai energi yang luar biasa. Gaya jazz rock memang kental, yang mengingatkan kita kepada Mahavishnu Orchestra dengan semburat warna musik Indianya. Akord gitar yang dimainkan pun terasa liar dan seperti dalam dunia paralel dan aneh. Apalagi dengan penampilan Hendy, yang juga drummernya Gigi, “double temponya mau merontokkan tembok China”, kata seorang penonton yang terkagum-kagum. Ketika bersama Gigi pun malah jarang terdengar seperti itu.  Mereka menampilkan komposisi-komposisi yang ada dalam album “Ligro Dictionary I” seperti ‘Blinker 1′, ‘Radio Active’, ‘Green Powder’ maupun ‘Orgil’.

Di hari pertama, kelompok yang tampil paling ngejazz adalah David Manuhutu dan Pigalle44. David merupakan salah satu aset masa depan musisi jazz dari Indonesia yang saat ini belum genap 20 tahun usianya. Putra dari Venche Manuhutu ini sudah mulus sekali dalam memainkan pianonya dalam tembang-tambang bebop yang strukturnya komplek tersebut.

bdgworldjazz-09-004

Pigalle 44

Setelah seharian kita dihujani dengan letupan jazz yang menghentak-hentak dan keras, menikmati Pigalle44 seolah kita menikmati kopi hangat di sore hari setelah seharian bekerja keras. Berdiri sejak 10 tahun lalu, Pigalle44 dimotori oleh dua gitaris Reiner Voet dan Jan Brouwer. Mereka menampilkan aksen musik gipsi dalam sajian jazz. Masih terasa sentuhan tradisional jazz seperti swing meski tidak sepenuhnya mengekor kepada para pendahulu. Kalau dilihat gaya permainannya sendiri adalah gabungan antara tradisional dan modern. Memang ada kalanya gipsi jazz tampil ekspresif, banyak nada yang keluar, bertempo cepat namun kemarin mereka menampilkan gipsi jazz yang cool dan impresif. Kedatangannya ke acara ini mereka dibantu oleh Hermine Deurloo (harmonika & sopran saxophone) dan Jet Stevens (bass).

Pertunjukan hari pertama ini juga dimeriahkan oleh lebih dari 50 anak yang tampil ke panggung dengan bermain perkusi. Mereka semua adalah anggota dari Jendela Ide. Sebuah organisasi yang concern terhadap kreasi anak-anak. “Jelas bahwa anak-anak kita saat ini adalah investasi kebudayaan kita di masa mendatang”, ujar Festival Coordinator Marintan Sirait.

bdgworldjazz-09-006

Jendela Ide Percussions

Sepertinya, hari pertama dari Bandung World Jazz Festival 2009 ini cukup memuaskan sekitar penonton. Meski soundsystem di Stage 2 kurang enak dinikmati. Mengingat panggung tersebut berada di dalam koridor yang mempunyai ruang relatif sempit.

Touch of 17 bersama David Manuhutu di CCF Bandung

Tags:


Musik jazz bisa ditampilkan dalam berbagai macam warna, format yang berbeda. Salah satu hal yang menarik adalah mengolah, mengaransemen komposisi/lagu menjadi bentuk akhir yang kita inginkan. Gagasan ini yang ingin disajikan dalam konser Touch of 17 – David Manuhutu yang akan digelar pada hari Rabu, 11 November 2009 di Jl. Purnawarman 32, CCF Bandung.

david-manuhutu-17

Touch of 17 - David Manuhutu

Sejumlah musisi dan penyanyi kenamaan asal bandung juga akan turut hadir antara lain Rudy Zulkarnaen (double bass), Arifandi (drums), Boyke P Utomo (saxophone), Imam Prass (keyboard), Lita Zen (vocal), Yonathan Godjali (piano) dan Brury Effendy (Trumpet).

David Manuhutu sebagai salah satu pianist jazz muda Indonesia (kini berusia 17 tahun), dalam konser ini menampilkan komposisi jazz dalam berbagai format, mulai dari solo, duet, trio, maupun small ensembler, Hal ini dilakukan agar didapat warna musik dan atmosfir yang bervariasi. Sekaligus sebagai salah satu cara untuk mengeksplorasi kemampuan dan bakat sang pianist sebagai anugerah Tuhan YME yang patut disyukuri.

***

Sekilas David Manuhutu

Terlahir dengan namaDavid Melchias Manuhutu di Bandung, 1 Juni 1992. Putra dari gitaris Venche Manuhutu ini sempat belajar piano klasik dengan Lani dan Steven Sulungan. Ia lantas belajar dengan Yahya dan Imam Prass. Nama yang terakhir ini merupakan pianis kondang asal kota Kembang.

David sempat mencicipi berbagai panggung jazz. Mulai dari Konser Tunggal “Jazz Future” di Bandung, Java Jazz Festival di Jakarta, “Jazz Break” di Bumi Sangkuriang, Bale Jazz di Jakarta sampai “Jazz Merah Putih” di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Ia pernah pula bermain dengan sejumlah musisi kenamaan baik Indonesia maupun mancanegara, sebut saja Lewis Pragasam (Malaysia), Logic (Australia), Oele Pattiselano, Jeffrey Tahalele, Arief Setiadi, Doni Sundjoyo & Titi Syuman, Nial Djuliarso dan lain-lain. David juga terpilih dalam pembentukan Group Musik Anak Muda Berbakat di Indonesia oleh Erwin Gutawa.

***

Komentar para musisi

Sedikit pendapat atau komentar dari pianis-pianis jazz senior Indonesia mengenai permainan piano jazz dari David Manuhutu ini.

* Imam Pras(yang juga adalah guru piano jazznya dan yang menjadi music director dari grup David Manuhutu Trio dengan niat dan dedikasi yang tinggi, telah memberikan sentuhan jazz yang kuat dalam karakter permainan voicing dan improvisasi David) : David mempunyai kelebihan dalam feel bermusik.
* Bubi Chen : David mempunyai sense of melody yang kuat bila dia berimprovisasi.
* Riza Arshad : Progress nya David cepat sekali. Dia telah melewati step proses belajar untuk anak-anak seumur dia. Menurut saya, David adalah seorang jazz musician.
* Indra Lesmana : Dari nada-nada yang dia hasilkan, saya berpendapat bahwa David mempunyai musikalitas yang tinggi dan dia sudah bermain jazz dengan bahasa yang benar.

Friday Nite Jazz “Special Bandung Edition” malam ini di Margo Jazz

Tags: ,


Klab Jazz bekerjasama dengan Incream Production dan Margo City – Depok dan didukung WartaJazz.com akan menyelenggarakan Friday Nite Jazz “Special Bandung Edition” pada hari Jum’at 16 Oktober 2009 mulai Pkl. 19.00 – Selesai bertempat di Margo City, Jl. Margonda Raya, Depok.

Sejumlah grup jazz, fusion, dan groove asal kota Bandung antara lain BUY 3 GET 4, G / E /T, JAZZ FUTURE PROJECT, STEREOTITUDE dan WAITING LIST akan hadir.

Juga tampil proyek khusus dari Arifandi ‘Aru’ – drums, Boyke Priyo Utomo – tenor saxophone, David Manuhutu – piano
dan Rudy Zulkarnaen – bass acoustic.

***

Margo City memang memiliki komitmen pada Jazz. Sejumlah konser dengan bintang kenamaan seperti Luluk Purwanto pernah digelar. Belakangan kegiatan Friday Nite Jazz menjadi agenda mingguan yang rutin untuk mereka yang berdomisili di Depok khususnya Margonda yang dikelilingi beberapa kampus besar.

MARGO Friday Jazz yang digelar setiap Jumat malam (pukul 20.00 Wib-23.00 Wib) di Margo City Depok, sejak awal tahun 2009, juga ditayangkan di JAKTV.

Benny Likumahuwa, salah satu dedengkot jazz tanah air menjadi penggagas kegiatan di Margo City ini, bersama bidang penyelenggara dari Incream. “Kami buka tempat ini untuk para jazz lovers. Di sekitar Depok banyak kampus dan banyak sekali peminat jazz muda yang bermunculan. Tempat inilah jadi ajang pembelajaran mereka,” kata Benny beberapa waktu lalu.

Persiapan Klab Jazz Bandung jelang Axis Java Jazz Festival 2009

Tags: , , , ,


kj-road-to-jj-2009-fb-flyerAxis Java Jazz Festival 2009 sudah didepan mata. Sejumlah grup akan tampil mewakili KlabJazz dari Bandung pada acara yang berlangsung tanggal 6 hingga 8 Maret 2009 nanti. Oleh karenanya grup-grup ini tampil pemanasan dalam acara “Pre Event” yang di gelar di dua tempat.

Pertama tanggal 1 Maret 2009 di Be Mall, Jl. Naripan no. 89 – Bandung mulai Pukul. 16.00 – 20.00 dengan menampilkan grup-grup jazz pop/groove dan jazz funk, Bayu+Tesla, Chalk For Cheese, La Belle, Oleo, Palm From Moddytunes dan. Sekapur Sirih

Sementara agenda kedua diadakan di Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang, Rabu 4 Maret 2009 mulai pukul 19.00 – 23.00 wib dalam acara bertajuk “Jazz Break Revival – March Session”. Grup yang akan tampil memiliki gaya lebih pada straight ahead, bebop dan akustik seperti Applepine, Buy 3 Get 4, Imelda Rosalin Quintet, Michelle Efferin Quartet, David Manuhutu Trio dan Tri’toones (yang tidak tampil di Java Jazz Festival).

Kedua acara diatas gratis untuk umum. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Dwi Cahya Yuniman, 08172388862 | 02291680396.

***

Klab Jazz Bandung adalah salah satu komunitas jazz teraktif di Indonesia. Banyak kegiatan rutin yang diselenggarakan diberbagai tempat.


I, of course, wanted to play real jazz. When we played pop tunes, and naturally we had to, I wanted those pops to kick! Not loud and fast, understand, but smoothly and with a definite punch. — Count Basie


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<