Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Tag Archive | "Dizzy Gillespie"

Poncho Sanchez & Terence Blanchard – Chano y Dizzy!

Tags: , , ,


Album: Chano y Dizzy!
Label: Concord Jazz, 2011

01. Chano Pozo Medley: Tin Tin Deo / Manteca / Guachi Guaro
02. Con Alma
03. Wandering Wonder
04. Siboney
05. Dizzy’s Dashiki
06. Groovin’ High
07. Nocturna
08. Harris’ Walk
09. Promenade
10. Jack’s Dilemma
11. Ariñañara

Poncho Sanchez & Terence Blanchard - Chano y Dizzy!

Poncho Sanchez & Terence Blanchard - Chano y Dizzy!

Tajuk album ini, Chano y Dizzy!, tak lain adalah sebuah penghargaan sekaligus nostalgia. Genre Afro-Cuban jazz yang kita dengar saat ini merupakan kulminasi atas pertemuan besar kedua tokoh; trumpeter Dizzy Gillespie dan perkusionis Kuba Chano Pozo tahun 1947 silam.

Versatilitas tiupan Dizzy bersinergi dengan sensualitas irama Afro-Cuban milik Chano kini dihadirkan kembali lewat kolaborasi conguero Poncho Sanchez dan peniup trumpet Terence Blanchard.

Memutar trek pertama, beat menyentak dimulai oleh tepukan conga Poncho ditimpali liukan trumpet Terence, sebelum seluruh personil ambil bagian lewat garapan medley “Chano Pozo Medley: Tin Tin Deo / Manteca / Guachi Guaro.” Gubahan Dizzy “Groovin’ High,” menggoyang dengan ramainya interaksi perkusi dan brass section.

Geliat mambo menginfusi nomor “Harris Walk,” sedangkan “Wandering Wonder” memukau dengan sinkop presisi bertempo cepat.

Indahnya melodi tradisional Kuba mengalun pada komposisi “Siboney” milik Ernesto Lecuona, dinginnya malam yang terekam dalam “Nocturna,” pula “Jack’s Dilemma” meliputi hembusan saksofon Rob Hardt. Dengarkan juga aksi trombon Francisco Torres untuk nomor “Con Alma.”

Penuntas album ini terletak pada “Ariñañara,” melaju kencang dalam eksotika lekukan salsa, mambo, serta bop latin. Dilengkapi dengan serunya sesi trading fours conga pun trumpet sarat kemeriahan irama Afro-Cuban yang sugesti goyangannya sulit untuk ditolak.

Musisi   

Poncho Sanchez: conga, perkusi, vokal
Terence Blanchard: trumpet

Francisco Torres: trombon, vokal
Tony Banda: vokal
Rob Hardt: saksofon alto & tenor
Ron Francis Blake: trumpet
David Torres: piano
Joey De Leon, Jr.: drum, bongo, perkusi
George Ortiz: timbales

Merchandise Bebop Innovators kini tersedia

Tags: , , , , ,


Kali ini kami merilis merchandise bertajuk Bebop Innovators yang menampilkan nama-nama para tokoh bebop sebagai tanda apresiasi kami terhadap inovasi mereka. Susunan nama kami atur sedemikian rupa seperti permainan scrabble. Mereka antara lain Thelonious Monk, Bud Powell, Dizzy Gillespie, Charlie Parker dan Max Roach. Saat ini tersedia dalam warna coklat susu tua atau dark milk chocolate.

WJ-BEBOPINNOVATORS

WJ-BEBOPINNOVATORS

Kode Kaos: WJ-BEBOPINNOVATORS-040
Size: S, M, L, XL, 3L, 4L
Harga: IDR 65.000,-

Cara Pemesanan Merchandise Wartajazz.com

  1. Kirimkan pesanan anda lewat email ke sales@wartajazz.net dengan subject “Pembelian Merchandise Wartajazz.com”
  2. Tuliskan Kode Kaos dan Size serta Jumlah Kaos yang ingin dipesan pada body email
  3. Jangan lupa menyertakan Nama Lengkap dan Alamat pengiriman barang.
  4. Untuk Biaya pengirimanJakarta & Depok dikenakan biaya kirim Rp. 15.000,-,
    Pulau Jawa Rp 25.000
    Pulau Kalimantan Rp 35.000
    Kota lain mohon konfirmasi dengan Redaksi.
  5. Pembayaran dapat dilakukan transfer via ATM BCA ke rekening 627-006-3339 a.n Agus SB atau menggunakan internet Banking KlikBCA.com

Charlie Parker & KoKo

Tags: , , , , , , , , , , , , ,


cp1945KoKo adalah sebuah komposisi legendaris yang selalu terpaut dengan nama Charlie Parker dan segala sesuatu yang berhubungan dengan komposisi ini layak dan menarik untuk dibahas. Pertama, ini adalah salah satu hasil karya Parker untuk Savoy, sebuah perusahaan rekaman di New York City, yang mana dia mendapat kesempatan perdana dalam karirnya menjadi pemimpin kelompok dan hasil rekaman terbit atas namanya. Kedua, lewat solo yang dimainkan olehnya, Parker secara langsung menunjukkan dirinya sebagai seorang jenius dengan kemampuan teknis yang sangat tinggi dalam memainkan saxophone. Ketiga, komposisi ini sendiri merupakan gambaran sebuah revolusi di dunia Jazz saat itu karena untuk pertama kalinya orang-orang dapat mendengarkan secara langsung dan massal sebuah cara baru yang radikal dalam memainkan musik. KoKo sendiri diciptakan dengan sengaja oleh Parker menggunakan struktur harmoni dari komposisi standard, yang menjadi terkenal di tangan Charlie Barnett, berjudul Cherokee. Secara langsung, komposisi ini juga merupakan sebuah contoh prima untuk menggambarkan landasan dari Bebop di mana kuncinya adalah struktur harmoni dan Blues.

Ketika komposisi ini dimainkan di studio WOR (26 Nopember, 1945) terjadilah banyak hal yang sangat menarik untuk dibahas. Terdapat 2 takes dari komposisi ini; yang sudah sering didengar adalah take 2 atau master take yang digunakan untuk melepas komposisi tersebut dalam bentuk plat. Take 1 dibatalkan atas perintah sang pemilik perusahaan rekaman, Herman Lubinsky, karena ketika intro sedang dimainkan oleh Parker dan Dizzy Gillespie, lagu tersebut dikenali olehnya sebagai Cherokee. Ini sebuah keputusan bisnis karena Lubinsky tidak mau membayar royalty kepada penulis lagu tersebut. Dia menghentikan rekaman take tersebut dan meminta Parker memainkan sesuatu yang lain. Hal ini sendiri kemudian disuarakan oleh Teddy Reig, sang produser rekaman tersebut kepada para musisi di dalam studio. Suara Reig menghentikan permainan mereka dapat didengar di bagian akhir take 1.

Kalau dilihat dari segi musik, keputusan menghentikan rekaman take 1 masuk diakal kalau menimbang keterbatasan ruang plat 78 yang diameternya sekitar 25 cm. Karenanya ruang yang tersedia untuk setiap sisi plat hanya cukup untuk komposisi yang panjangnya sekitar tiga setengah menit. Cherokee merupakan komposisi yang tidak normal di mana panjang tema lagu tersebut 64 bar, ketimbang panjang komposisi lainnya, seperti 12, 16 atau 32. Ini mungkin salah satu alasan lain kenapa rekaman itu dihentikan karena kalau diteruskan pasti panjangnya akan lebih dari tiga setengah menit. Namun kalau kita menilik juga data biografi Lubinsky yang terkenal kikir, keputusan pertama di atas lebih mungkin terjadi. Dia tidak mau membayar pengeluaran tambahan untuk memenuhi kepentingan royalty dari rekaman komposisi tersebut.

Dengan demikian terciptalah take 2 yang kemudian dinamakan KoKo (harap jangan disamakan dengan komposisi karya Duke Ellington yang juga berjudul Ko Ko.) Bagaimana sampai komposisi ini diberi judul itu? Menurut sebuah hasil wawancara dengan Reig, ketika Lubinsky mengenali melodi Cherokee dia langsung bertanya kepada Reig apa judul komposisi itu. Karena Reig menebak kalau dia menyebut Cherokee Lubinsky malah besar kemungkinan membatalkan rekaman komposisi itu, dia memilih berdusta dan dengan segera dan sembarangan menciptakan sebuah judul. Dan KoKo adalah judul yang keluar dari mulutnya. Di sini pula bisa dinilai betapa tingginya intelektualitas bermusik Parker, yang mana dalam sekejap saja dia sudah bisa menciptakan dan memainkan secara langsung sebuah komposisi baru hasil daur ulang yang bertolak belakang dari ide aslinya.

Perbandingan antara kedua take secara tertulis dapat dinyatakan sebagai berikut (Unison berarti dimainkan bersama, tertulis berarti sudah direncanakan dan improvisasi berarti dimainkan secara seketika):

Koko:
take 1
Introduction
(pengantar)
Unison

(tertulis)

8
Intro
- trumpet dan saxophone (improvisasi)
8
(t)
8
(s)
Unison

(tertulis)

8
Tema
(unison)
Cherokee
- tidak selesai
Koko:
take 2
Introduction
(pengantar)
Unison

(tertulis)

8
Intro
- trumpet dan saxophone (improvisasi)
8
(t)
8
(s)
Unison

(tertulis)

8
(lihat bawah) –>
Saxophone
solo (Parker)
A

16

A

16

B

16

A

16

A

16

A

16

B

16

A

16

Coda
drums
solo

32

Unison

(tertulis)

8

Trumpet
- sax

(improvisasi)

8 (t) – 8 (s)

Unison

(tertulis)

8

Pada take 1 komposisi ini, coba perhatikan butir-butir berikut ini:

  • Intro dimainkan bersama antara saxophone Parker dan trumpet Gillespie. Perhatikan bahwa disini tidak terdengar kehadiran piano. Hanya terdengar drums dan bass dan tentunya kedua instrumen yang sudah disebut tadi
  • Ketika tema dimulai dan nada dari Cherokee mulai terdengar dimainkan oleh Parker dan Gillespie, dengarlah adanya suara piano di sana.
  • Kemudian tiba-tiba terdengar suara Reig dari belakang bilik meja rekaman menghentikan permainan mereka (“Hey, hey, hey! Hold it. You can’t…”).

Pada take 2 komposisi ini coba perhatikan butir-butir berikut ini:

  • Intro dimainkan bersama antara saxophone Parker dan trumpet Gillespie. Perhatikan bahwa disini tidak terdengar kehadiran piano. Hanya terdengar drums dan bass dan tentunya kedua instrumen yang sudah disebut tadi
  • Solo Parker dimulai, namun tiba-tiba terdengar adanya piano, langsung dari ketukan pertama. Pertanyaan: di mana trumpet Gillespie?
  • Solo dari Max Roach, drums sepanjang 32 bar. Mengapa solo drums? Mengapa bukan trumpet seperti biasanya norma solo yang dilakukan di Bebop?
  • Coda: tiba-tiba terdengar lagi suara trumpet dari Gillespie, unison dengan Parker, melakukan restatement atau pernyataan ulang dari intro. Sekali lagi, saat itu tidak ada suara piano terdengar.

Mungkin butir-butir yang tertera di atas tidak terlihat aneh, namun ketika kita pertimbangkan informasi yang didapat dari 3 nara sumber, terciptalah berbagai pertanyaan atas siapa sebenarnya yang bermain di saat-saat tersebut.

Daftar nama Union (asosiasi musisi) menyatakan hari itu telah disewa Charlie Parker, Miles Davis, Bud Powell, Max Roach dan Curly Russell sebagai anggota kelompok relaman tersebut. Gillespie, yang hari itu kebetulan sedang bersama Parker, diajak bermain oleh Parker karena Powell, yang seharusnya menjadi pianis saat rekaman itu, berhalangan hadir. Powell pergi ke kota Philadelphia dengan ibunya untuk membeli sebuah rumah di sana. Pada saat yang bersamaan Parker juga menghubungi Argone Thornton alias Sadik Hakim untuk hadir di studio sebagai pengamat yang berpotensi sebagai pemain piano cadangan. Satu hal yang harus ditekankan bahwa Thornton tidak memiliki kartu keanggotaan Union New York City yang berarti dia tidak boleh main di daerah tersebut. Inilah sebab utama namanya tidak ditambahkan ke dalam daftar nama Union tersebut.

Hal berikut menyebabkan berbagai dilema dimulai. Menurut Thornton dia lah yang memainkan piano saat rekaman itu. Menurut Reig, Gillespie lah yang memainkan piano di sana dan solo Max Roach justru dengan sengaja ditambahkan agar Gillespie memiliki waktu untuk pindah dari piano untuk kembali memainkan trumpet. Namun, bukankah seharusnya Davis yang memainkan trumpet? Apakah ini berarti Davis tidak ada di studio saat itu sehingga Gillespie dijadikan pemain trumpet penggantinya. Bukankah Gillespie juga sang pemain piano? Bagaimana ini bisa terjadi? Hal ini membuat berbagai pihak garuk-garuk kepala memikirkan apa yang sebenarnya terjadi saat itu di dalam studio rekaman WOR. Namun masalahnya bukti nyata 2 takes musik tersebut ternyata bertentangan dengan kesaksian kedua orang tersebut. Di take 1 bisa didengar ketika intro dimainkan ada juga piano. Di sini terbukti tidak mungkin Gillespie main piano dan trumpet secara bersamaan. Lalu di take 2 ternyata saat intro dimainkan tidak terdengar piano, namun seketika saja, dari ketukan pertama Parker bersolo sudah terdengar piano. Apakah hanya dalam sekejap saja Gillepie bisa menaruh trumpetnya dan lari ke piano?

Untuk memperjelas keadaan, marilah kita telaah bersama-sama berbagai informasi yang dapat dikumpulkan dari berbagai nara sumber yang berpartisipasi dalam rekaman ini.

Davis memang disewa untuk bermain trumpet di rekaman ini namun dia menghilang tidak bisa ditemukan setelah Parker dan Reig pergi sebentar untuk membenarkan saxophone milik Parker yang bermasalah. Hal ini yang menyebabkan Gillespie diminta memainkan trumpet. Namun kalau demikian siapa yang memainkan piano? Di take 1 suara piano dengan jelas dan seketika langsung hadir saat intro Cherokee dilakukan. Secara logis ini merupakan bukti terdasar bahwa tidak mungkin Gillespie yang memainkan piano saat itu karena dia baru saja selesai main trumpet. Tidak mungkin hanya dalam waktu satu-dua detik dia dapat menaruh trumpetnya dan lari ke piano. Juga harus diingat bahwa ini masih era sebelum menggunakan pita kaset untuk rekaman sehingga overdubbing belum dapat dilakukan. Masuk lah peranan Argone Thornton, yang sebenarnya diundang Parker sebagai pengamat, ternyata akhirnya diajak bermain. Suara piano terus ada sampai Cherokee dipotong secara paksa oleh Lubinsky dan Reig.

Di take 2 tidak terdengar adanya suara piano di intro yang berarti Thornton, apalagi Gillespie, tidak memainkan piano saat itu. Namun ketika Parker mulai bersolo langsung setelah intro, dari ketukan pertama sudah terdengar suara piano di belakangnya. Kalau memang Gillespie main di sini, sesuai kesaksian Reig, bagaimana mungkin hanya dalam satu-dua detik dia pindah dari trumpet ke piano? Di sini bisa diambil kesimpulan bahwa Thornton lah yang sempat memainkan piano selama beberapa detik pertama Parker bersolo dan kemudian langsung diambil alih oleh Gillespie. Saat solo Parker hampir berakhir, Max Roach sengaja bersolo sepanjang 32 bar agar dapat memberikan Gillespie waktu untuk mengambil trumpetnya kembali dan bersiap untuk kembali bermain bersama Parker.

Kalau begitu kenapa kursi piano harus diambil alih? Mengapa tidak Thornton saja yang meneruskan sampai akhir rekaman untuk mempermudah keadaan? Ingat apa yang ditera di atas soal dia tidak memiliki keanggotaan Union? Hal ini dilakukan karena mereka harus mengambil jalan aman karena sudah merupakan sebuah norma saat itu kalau petugas Union bisa tiba-tiba saja muncul tanpa peringatan untuk meneliti keadaan agar mereka yakin kontrak dengan Union tidak dilanggar dengan sengaja. Tidak heran kalau kemudian Thornton menghilang setelah rekaman komposisi ini selesai karena salah satu petugas dari Union memang datang ke studio. Seketika Thorton tahu, dan karena tidak ingin ada masalah yang berkepanjangan, dia langsung meninggalkan studio WOR tersebut.

Apapun yang sebenarnya terjadi di dalam studio itu, siapakah sebenarnya yang bermain, dan lain-lain, adalah pertanyaan-pertanyaan yang tidak terlalu penting apalagi setelah bisa dilihat bahwa semuanya dapat dianalisa, dijabarkan, dan dijawab secara logis. Namun yang terpenting dari semua ini adalah musiknya sendiri. Sebagai sebuah landasan dari sebuah gerakan seni yang amat bernilai, KoKo wajib dan layak didengar oleh siapapun yang mengaku dirinya pecinta atau penggemar Jazz.

Alfred D. Ticoalu
Chicago, IL
14 Pebruari, 2009

KoKo, take 1 (master), dapat ditemukan di:

cpsavoymasters

Charlie Parker: The Complete Savoy Masters (DRCD 11140)

KoKo, take 1 dan 2, dapat ditemukan di:

cp-savoy-dial1

Charlie Parker: Complete Savoy & Dial Studio Sessions (Savoy SVJ 17079)

cpsavoycomplete

Charlie Parker: Complete Savoy Sessions (DRCD 11148)


It’s like a language. You learn the alphabet, which are the scales. You learn sentences, which are the chords. And then you talk extemporaneously with the horn. It’s a wonderful thing to speak extemporaneously, which is something I’ve never gotten the hang of. But musically I love to talk just off the top of my head. And that’s what jazz music is all about. — Stan Getz


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<