Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Tag Archive | "donny suhendra"

Yuk ngejazz tiga hari di Ambon Jazz Plus Festival 2011

Tags: , , ,


Jika kita melihat peta Indonesia yang bertabur pulau-pulau, maka terbayang bagaimana luasnya negeri yang dilewati garis khatulistiwa ini. Menyebut nama Ambon, maka terlintas bagaimana orang-orang yang ketika bangun tidurnya, musik menjadi denyut nadi yang tak terpisahkan dari jiwa.

Barangkali semangat itu juga yang menjadi salah satu dasar kembali hadirnya Ambon Jazz Plus Festival 2011 sekaligus mengukuhkan Kota Ambon sebagai “The Music City” yang rencananya akan dideklarasikan tahun ini. Gubernur Maluku dan Walikota Ambon mendukung penuh pelaksanaan Ambon Jazz Plus Festival 2011.

Kegiatan Ambon Jazz Plus Festival yang tahun ini memasuki usia penyelenggaraan yang ketiga, akan menampilkan sejumlah artis dan musisi Jazz plus sejumlah performer di genre musik lain seperti  Hip-hop, R&B, Soul, Gospel, World beat, itu sebabnya ada tambahan kata plus dibelakang Ambon Jazz.

Tempat pertunjukan yang dipersiapkan oleh panitia adalah Pattimura Square, jalanan didepan kantor Pemerintah Kota (Pemkot)  dan area parkiran Kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku pada mulai Jumat 7 Oktober hingga Minggu 9 Oktober 2011.

***

Artis Pendukung Ambon Jazz Plus Festival 2011

Siapa saja yang akan datang dan memeriahkan perhelatan tiga hari ini?. Mari kita absen satu-persatu. Band Jazz fusion Donny Suhendra Project akan hadir bersama sejumlah grup lain seperti  Syaharani dengan ESQI:EF (Jakarta) lalu Julian Abraham Marantika, Aldi Suave (Electro Acid Jazz), Maya Hasan dan Starlite yang semua personil pendukungnya perempuan – semua band tersebut tadi berasal dari Jakarta. Dari kota gudeg, hadir Jafuzz Cobre dan dari Ambon sendiri ada kelompok Last Pretence.

Lineup internasional yang akan hadir dalam AJPF 2011 adalah  David Becker Tribune (USA) dengan warna Fusion Jazz, lalu Jessica Manuputty (Belanda) dengan contemporary Jazz, lalu gitaris Harri Stojka & Band (Austria), Lou Nusa Funk (Belanda) dengan Rock Blues Jazz, dan Beat of Soul (Malaysia) yang memainkan Jazz Pop plus Gugun Blues Shelter yang berwarna blues.

Dari genre crossover & world beat ada AMADEUS Ensemble (University of Pattimura – Ambon), MARA CRISTY Ensemble (Christian College of Ambon – STAKPN). Lalu untuk R&B dan Pop ada Calvin Jeremy, Andre Hehanussa,  In your heart (Malaysia), Potenzio (Jakarta), Guheba (Ambon), D’ Embal’s (Ambon) dan Basement Syndicate (Malaysia)

Dari genre Hiphop dan Soul serta Gospel akan ada One Step Ahead (Yemen) Bag + Beat (Jakarta) dan Belgica, lalu  Sandhy Sondoro (Jakarta), Lala Suwages (Jakarta), SABA (Bandung) dan Ray of Light (Jakarta) dengan Contemporary Gospelnya.

Akan ada pula penampilan khusus “THE ORIENT EXPRESS” yang merupakan US NAVY 7 FLEET Band.

***

Ambon sebagai Kota Musik

“AJPF 2011 memainkan peranan penting untuk menciptakan gambaran positif tentang Ambon dan Maluku pada dunia internasional” ujar Karel Ralahalu, Gubernur Maluku pada Executive Director AJPF 2011, Semuel Samson.

Dukungan itu diberikan juga diberikan oleh Walikota (18/9) lalu dimana ia mengumpulkan sejumlah pejabat eselon I untuk berkoordinasi dan meyakinkan bahwa AJPF 2011 mesti berjalan sesuai rencana dan jika diperlukan mereka akan memberikan dukungan teknis dan logistik.

Organisasi AJPF dan Komunitas AJPF akan saling bekerjasama dengan pihak Pemerintah kota dan Pemerintah Provinsi untuk memastikan bahwa AJPF 2011 akan mendukung prioritas utama kedua badan pemerintahan, yaitu pengembangan TTI (Tourism, Trade and Investment) di Maluku.

 

Jazz Kambang Iwak & Jazz Night di gelar di Palembang

Tags: , , ,


Palembang Jazz Community dan Radio Trijaya 87.6 FM Palembang kembali mengadakan event pertemuan rutin untuk musisi dan pecinta jazz di Palembang. Acara berlangsung selama 2 hari di tempat yang berbeda.

Untuk hari pertama akan dilaksanakan pada hari Kamis, 21 April 2011 di Kambang Iwak sehingga diberi nama JAZZ KAMBANG IWAK, kambang iwak sendiri adalah boleh dibilang miniatur pusat kota Palembang yang biasa untuk tempat anak muda mangkal. Dengan Setting panggung di tengah-tengah taman dikelilingi danau buatan.

Beberapa grup musik dari palembang akan tampil diantaranya Celeste Voice, Acoustic Blend, Arlodjie dan The Swet Girl. Sedangkan sebagai guest akan tampil BEBEN JAZZ dari Komunitas Jazz Kemayoran, Beben akan ditemani Ratna Sari Juwita, Alnair Oesman, Donny Prasetyo dan Taufan Oktofebio.

Sedangkan untuk Jumat, 22 April 2011 acara kami beri label JAZZ NIGHT dan akan berlangsung di PIM-Palembang Indah Mall Lantai 1. Untuk hari ke-2 ini grup yang akan tampil adalah D’I ,Tobeseino dan Purwacaraka Music School Palembang.

Untuk bintang tamunya akan tampil DONNY & PARA SAHABAT BERMUSIK, adapun personilnya adalah Donny Suhendra, Ivan Nestorman, Adi Darmawan dan Adityo Wibowo. Selain live perfomance dari musisi-musisi jazz palembang dan bintang tamu, acara seperti biasa juga akan diselingi clinic musik dan jam session. Untuk clinic musik terbuka untuk siapapun .Semua acara diatas berlangsung gratis tanpa dipungut biaya apapun baik peserta maupun penonton.

” Kami masih ingin terus sosialisasi jazz dengan mengundang musisi-musisi jazz jakarta untuk memotivasi musisi dan pecinta jazz lokal Palembang ” ini dikatakan oleh Ketua Palembang Jazz Community Zaenal Hanani.

Sementara itu Adji dari Trijaya Palembang mengatakan bahwa selama ini Radio Trijaya Palembang terus selalu peduli terhadap event-event yang diadakan Palembang Jazz Community dan selalu mendukung.

Acara ini dapat terselenggara berkat dukungan dari Bank Sumsel Babel yang membantu menyediakan soud system dan alat band lengkap. Selain itu juga dukungan dari PIM-Palembang Indah Mall yang selama ini sudah identik bahwa kalo acara jazz di Mall pasti ada di PIM yang setia menyediakan tempatnya dan tentu saja WartaJazz.com

Masih terbuka kesempatan untuk grup band lokal palembang untuk tampil.  Segera daftar dan dapatkan info lengkap dengan menghubungi 0711 8409898 / 0818296859

Inilah daftar musisi (Jazz) Indonesia yang bakal tampil di Axis Java Jazz Festival 2011

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Axis Java Jazz Festival 2011

Axis Java Jazz Festival 2011

Apakah anda sudah mengantongi tiket pertunjukan Axis Jakarta International Java Jazz Festival 2011 yang akan digelar 4-5 Maret 2011 mendatang?. Kalau belum, masih ada kesempatan untuk mendapatkan tiket tersebut, plus beberapa pilihan spesial shows yang menarik bersama Santana, George Benson atau Kenny Loggins.

Berikut ini daftar paling update untuk musisi Jazz Indonesia yang bakal tampil di Java Jazz Festival 2011:

  • Abdul and The Coffee Theory
  • Ade & Brothers
  • Andien
  • Barry Likumahuwa Project
  • Benny Likumahuwa & Young Jazz Connection
  • Benny Mustafa
  • Bonita & The Husband
  • Bubi Chen Plays Pop
  • C-Man
  • Calvin Jeremy
  • Chairul Umam Quintet
  • David Manuhutu
  • Dira J. Sugandi
  • Donny Suhendra
  • Drew
  • Dwiki Dharmawan & Angklung Jazz Ensemble
  • Ello
  • Endah N Rhesa
  • Esqi:EF Feat Syaharani and The Queenfireworks
  • Farrah Di Bigband
  • Four On The Floor
  • Fraya
  • Gigi Big Band
  • Glen Dauna feat. Farrah Di
  • Glenn Fredly
  • Idang Rasjidi
  • Imam Pras Quartet
  • Indonesia Nu Progressive tribute to Harry Roesli
  • Indonesian Youth Regeneration
  • Indra Aryadi
  • Indra Aziz Quintet
  • Indro Hardjodikoro
  • Iwan Abdie
  • Iwan Hasan’s Chamber Jazz feat. Andien, Enggar, Metta
  • Jaya Suprana
  • Jopie Item
  • Kahitna
  • Kirana Big Band
  • Maliq & D’Essentials
  • Manna Band
  • Marcell
  • Mian Tiara & D’Organics
  • Minangapentagong Sawahlunto
  • Nial Djuliarso: The Jazz Soul of Ismail Marzuki
  • Nikita Dompas & His Fellow Musicians
  • Notturno
  • Oele Pattiselano
  • Pandji Pragiwaksono
  • Pitoelas Bigband
  • Raisa
  • RAN
  • Sandhy Sondoro
  • Sandy Winarta Quartet
  • Shadow Puppet
  • Simak Dialog
  • Sketsa
  • Soulvibe
  • Spero
  • The Groove Reunion
  • The Husband & Wife feat. Endah N Rhesa
  • The Jongens Jazz Quartet
  • The Police Project by Margo Rising
  • Tohpati Bertiga
  • Tribute to Elfa S. feat. Elfa’s Singers, Harvey Malaiholo, Andien
  • W/H/A/T Quartet
  • Zarro

Beberapa nama yang mesti mendapat perhatian antara lain WHAT Quartet, The Jongens Jazz Quartet, Shadow Puppet, karena kelompok ini para musisi Jazz Indonesia yang belakangan namanya mulai mencuri perhatian.

Selain itu tentu saja ada sejumlah nama seperti Tohpati Bertiga yang tak lain adalah Tohpati Ario Hutomo, Indro Hardjodikoro dan drummer Gugun Blues Shelter, Bowo yang memulai proyeknya di Ngayogjazz.

Simak jadwal pertunjukan Bandung World Jazz Festival

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Apakah anda sudah merencanakan atau membeli tiket pertunjukan Bandung World Jazz Festival 2010?. Jika ya, maka silakan menyimak jadwal berikut ini yang kami dapatkan dari Panitia.

Hari Pertama Sabtu 6 November 2010

Panggung A
10.00 mc opening
10:10 – 10:40 UPI Elbe Bigband
10:40 – 11:10 Malire / stsi
11:10 – 11:40 Imam barata
11:40 – 12:10 Pesisir Ensamble & Jendela Ide Modjembe

12:15 – 12:45 La Gandie
12:45 – 13:15 Komunitas Jazz Kemayoran
13:20 – 13:50 Gilang Ramadhan
13:50 – 14:20 Saratuspersen
14:20 – 14:50 David Manuhutu

15:00 – 15:30 Idhi & archipelago band
15:30 – 16:00 Jilly Likumahua & Her band Bra-ma
16:00 – 16:30 Castavaria
16:30 – 17:00 Soni Akbar feat Karinding Attack

18:00 – 18:30 Kolegium Musikum Unimed
18:30 – 19:00 Agung prasetyo feat Farah Di
19:00 – 19:30 Raraga Puja [ official opening ]
19:30 – 20:00 Duo Maurinio & Taufic

20:10 – 20:40 De lagaligo Syndicate
20:40 – 21:10 Karinding Collaboration project
21:10 – 21:55 Sarasvati
21:55 – 22:40 Continental Jazz Crossover Project

Hari kedua Minggu 7 November 2010

10:10 – 10:40 UNY/ stupa etmo contemporer
10:40 – 11:10 Joan & the Jesseltone
11:10 – 11:40 Suarasama
11:40 – 12:10 Imelda Rosalin feat Sudjiwo Tedjo
12:20 – 12:50 Koala Band feat Anggito Abimanyu
12:50 – 13:20 Paguyuban Bass Bandung

13:30 – 14:00 opening bwj youth – hanoman
14:00 – 14:30 fifteen plus
14:30 – 15:00 modjembe
15:00 – 15:30 jazzy one
15:30 – 16:00 Indonesian Youth Regeneration
16:00 – 16:30 BWJ for Youth
16:30 – 17:00 Gang sadewa
17:00 – 17:30 Prabumi
17:30 – 18:00 Baraya feat euis komariah
18:10 – 18:40 Yuri Honing
18:40 – 19:10 Akordion
19:20 – 20:05 Tohpati Ethnomission
20:05 – 20:50 Koko harsoe
20:50 – 21:35 Donny Suhendra project feat balawan
21:35 – 22:20 Barry likumahuwa
22:30 – 23:15 Syaharani and esqi:ef

Bandung World Jazz digelar akhir pekan ini

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Apakah anda bingung hendak kemana akhir pekan ini?. Mungkin Bandung World Jazz bisa menjadi alternatif buat anda dan keluarga. Digelar selama dua hari Sabtu dan Minggu 6-7 November 2010 bertempat di Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) Jl. Siliwangi No. 73 Bandung.

Acara yang mengambil tajuk SOUND THROUGH THE DIMENSION akan menampilkan sejumlah musisi internasional yaitu Continental Jazz Crossover Project (Australia), Duo Maurino Taufic (Italy – Brazil), Joan & Jessel Tone (Malaysia), OrkeStar Trio feat Ramu Thiruyanam (Singapore) dan Yuri Honing Quartet (Netherland).

Sementara itu dari dalam negeri akan tampil Agung Prasetyo, Akordeon, Balawan, Barry Likumahuwa, Donny Suhendra, Gilang Ramadhan, Jilly Likumahuwa with her Banda Bra-Ma, Sujiwo Tejo, Slamet Gundono, Farah Di, Koko Harsoe, Suarasama, Tohpati Etnomission, Syaharani & ESQI:EF, Beben Jazz & Friends feat Nana Lee.

Bandung sendiri akan menurunkan sejumlah musisi terbaiknya seperti David Manuhutu, Imelda Rosalin, Karinding Attack, Karinding Collaboration Project, Baraya, Castavaria, De Lagaligo Syndicate, Euis Komariah, Fifteen Plus, Gang Sadewa, Hanoman, Idhi & Archipelago, Iman Brata, Indonesia Nu Progressive powered by RMHR, Jazzy One, Kolegium Musikum Unimed, La Gandie, Medan Jazz Community, MELIRE, Modjembe, Pesisir Ensemble, Prabumi, Rama Satria, Sarasvati, saratuspersen, Sony Akbar, Stupa ETMO Contemporer dan UPI ELBE BigBand.

Harga Tiket Masuk (HTM) per hari telah ditetapkan yaitu Mahasiswa : RP 50.000 dan Umum : RP 75.000. Sementara untuk Tiket Terusan bagi Mahasiswa : RP 75.000 dan Umum : RP 100.000,- Anda dapat mengontak salah satu nomor berikut untuk pembelian HTM Jendela Ide SABUGA: Novelia (0856 5998 8168), Radio KLCBS: 022-2032 452, Radio PR FM: Jln Braga no 5 – 022-4221 400 atau Common Room: Ranti (022-9155 0626 / 0812 2018 9953).

***

Esensi jazz adalah kebebasan atau kerinduan manusia akan kebebasan itu sendiri. Setelah sukses dengan Sabuga Jazzfest for Freedom 2007, Tajil Jazz 2007, Unity in Diversity Concert 2007, X-MAX accept difference, maximize tolerance 2007, Sabuga Jazzfest for Freedom 2008 serta Bandung World Jazz Festival 2009, Jendela Ide Sabuga bekerja sama dengan Independent network kembali menghadirkan Bandung World Jazz 2010.

Sebuah Cultural Music Event dengan Sinkretikme baru kedalam musik Jazz dengan mengawinkan harmoni musik tradisi masing-masing dengan harmoni jazz. seperti halnya tahun lalu, event ini merupakan presentasi dan pengembangan komunitas serta industri kreatif dan pendidikan di Jawa Barat, khususnya d kota Bandung. Dengan mengundang musisi lokal maupun Internasional untuk memaknai Bandung World Jazz 2010 dan melalui musik yang menjadi inspirasi sebuah dunia baru di masa mendatang.

ESQI:EF Syaharani Queenfireworks – Anytime

Tags: , , , , ,


ESQI:EF - Anytime

ESQI:EF - Anytime

Judul Album : Anytime
Artis : Syaharani Queenfireworks
Label : DemajorsTahun Rilis : 2010

Tracklist

1.Kiranya
2.Mungkin (Katakan).
3.Kekasih Palsu.
4.Jangan Lagi Datang.
5.Sayang Sayang Sayang
6.Cancellation No More.
7.Apa ? Apa ? Apa ?
8.Anytime.
9.So Far Away (Again Again Again).
10.Sayang Sayang Sayang (original version)
11.De’Dia (Retouch)
12.Picnic To The Sky

Album “Anytime” dari Syaharani Queenfireworks yang kemudian disingkat ESQI:EF terasa lebih bergairah dan lebih akustik dibanding album sebelumnya bertajuk “Buat Kamu” (2006). Syaharani pun bernyanyi dengan gaya yang lebih santai. Secara keseluruhan album yang membungkus jazz dan folk ini lebih mengena di kuping kita.

Secara kebetulan tajuk album ketiga ini adalah “Anytime” yang menurut Syaharani sebagai penggagas bahwa musik yang termaktub di album ini bisa disimak kapan saja. ”Setiap waktu kita bisa menyimaknya” tukas Syaharani yang kini lebih menitikbertakan musiknya secara friendly, hangat dan santai. Sebuah hibrida musik yang segar dan cerdas membaurkan pelbagai kecenderungan bermusik mulai dari pop, soul, funk, folk, rock hingga blues sekalipun.

Pola penulisan lirik lagunya pun berkesan natural. Banyak berupa refleksi kehidupan sehari hari di sebuah metropolis yang lugas atmosfer urbannya. Kemampuan Syaharani dalam menulis mungkin yang membuatnya berleluasa dalam menumpahkan gagasan tema dalam lirik lagunya.

Seperti dua album terdahulu, Syaharani banyak berkolaborasi dengan Didit Saat. Dalam ESQI:EF Didit berperan sebagai co-producer, arranger dan sound designer.”Saya merasa cocok bekerjasama dengan Didit. Kami seolah sudah sama sama mengetahui ke arah mana musik yang akan kita bawakan” ungkap Syaharani. Sosok Didit sendiri pun terlihat begitu mendukung performa Syaharani dalam ESQI:EF lewat kemampuannya bermusik. ”Dia seorang multi-instrumentalis” jelas Syaharani.

“Di album ini kami berupaya mengetengahkan penyajian musik yang cenderung organic, walau dibeberapa bagian justeru kami didukung instrumentasi music yang non-organik” imbuh Didit Saad yang berperan sebagai music director didampingi gitaris Donny Suhendra sebagai music supervisor.

Meskipun secara keseluruhan instrumentasi musik digarap oleh Didit Saad (gitar,bass,keyboard dan programming) , akan tetapi ternyata tetap pula memerlukan beberapa pemain tamu seperti Ivan Kurniawan Arifin (bassist Slank), Kristian Dharma (bass) serta Sir Ian Ingram yang memainkan fluegelhorn dan trumpet. Bahkan kontribusi Sir Ian Ingarm ini cukup member aksentuasi tersendiri bagi karakter album Syaharani ini.

Dalam “Kiranya” harmoni vokal yang mengambil nuansa power pop berpendar, diiringi petikan gitar yang ritmis serta aksentuasi muted trumpet yang dimainkan Sir Ian Ingram. Pada bagian chorus tiba-tiba musik berkelit ke warna swing jazz yang elegan. Fluegel Horn Sir Ian menjelam pula pada lagu bertajuk “Kekasih Palsu” yang membayangi tekstur vokal Syaharani.

Jangan pula sampai melewatkan lagu “Jangan Lagi Datang” yang mengingatkan kita pada elegansi romansa pop ala Burt Bacharach di era 60-an maupun 70-an. Trumpet kerap menyelinap mengimbuh aksentuasi.Petikan gitar akustik yang jazzy menjejal pada bagian interlude.

Sungguh sebuah sajian jazz pop yang kompromists dan paling tepat menemani pendengarnya dalam kegiatan apa saja.

Yuk nonton ESQI:EF, Endah & Rhesa dalam Jazzy Ozzie di Braga Bandung

Tags: , ,


Setelah meluncurkan album baru bertitle Anytime’ minggu lalu bersama ESQI:EF, mereka kini bersiap untuk penampilan ekslusif untuk publik priangan tepatnya mereka yang hadir dalam acara Jazzy Ozzie tanggal 9 Juni 2010 bertempat di New Majestic, Braga Bandung.

Kelompok  ESQI:EF (baca: eskief) yang merilis album dengan tiga ciri khas yaitu ramah telinga, menghibur dan setiap saat ini akan tampil pula bersama sejumlah bintang tamu lain seperti Endah & Rhesa, Ras Muhamad, Grace Sahertian, G/E/T dan Adrian Adioetomo.

***

Album Anytime (2010) merupakan album ketiga Syaharani bekerjasama dengan Didit Saad setelah sebelumnya juga bekerjasama untuk ‘Magma’ (2002) dan ‘Buat Kamu’ (2006). Nama Syaharani Queenfireworks sendiri mulai diperkenalkan sejak album Buat Kamu dirilis.

Informasi tiket pertunjukan dapat menghubungi nomor telepon 022-2013233/6.

***

Meski belum mengumumkan jadwal resmi penampilan keliling mempromosikan album Anytime, ESQI:EF sudah dipastikan akan tapil dalam perhelatan Jazz Gunung 2010 di Java Banana Bromo Jawa Timur tanggal 3 Juli 2010 mendatang.

So untuk anda yang berada di Bandung, inilah kesempatan untuk menyaksikan karya terbaru dari Syaharani, Donny Suhendra, Didit Saad dan kawan-kawan.

Syaharani luncurkan album baru Anytime – Musik ramah telinga

Tags: , , , , , ,


ESQI:EF - Anytime

ESQI:EF - Anytime

Bertempat di Blacksteer fx Senayan Jakarta, Rabu (286/05) lalu ESQI:EF, nama baru untuk Syaharani Queenfireworks meluncurkan album baru bertitle ‘Anytime’ yang berisikan 12 (dua belas) track lagu. ESQI:EF (baca: eskief) dimaksudkan agar penikmat musik lebih mudah mengingat nama mereka dan memiliki tiga ciri khas yaitu ramah telinga, menghibur dan setiap saat.

Album Anytime (2010) ini merupakan kali ketiga Syaharani bekerjasama dengan Didit Saad setelah sebelumnya juga bekerjasama untuk ‘Magma’ (2002) dan ‘Buat Kamu’ (2006). Nama Syaharani Queenfireworks sendiri mulai diperkenalkan sejak album Buat Kamu dirilis.

Ahmad Fareed atau Didit yang juga menjadi co-produser mengaku bahwa musik ESQI:EF adalah hibrida karena membaurkan pelbagai kecenderungan bermusik mulai dari pop, soul, funk, folk, rock hingga blues sekalipun. Pola penulisan liriknya berkesan natural yang memuat refleksi kehidupan urban. “…Singkatnya album ini mengangkat tema cross-genre. Ada aksentuasi Jazz, harmony power pop, folkie sampai lounge dance” papar Syaharani.

Gitaris Donny Suhendra yang terlibat dalam ESQI:EF sejak awal didaulat menjadi Music Supervisor, plus dibantu sejumlah musisi tamu seperti Ivan Kurniawan Arifin aka Ivanka Slank, Kristian Darma (bass), Trias Anugrah (keyboard), Sirhan Bahasuan (drum programming/kahon), Iwan Coconut (perkusi/keyboard) dan Sir Ian Ingram (flugelhorn dan trumpet).

Konser launching album ESQI:EF Syaharani & Queenfireworks

Tags: , ,


ESQI:EF - Syaharani Queenfireworks

ESQI:EF - Syaharani Queenfireworks

Menyebut nama Saira Syaharani Ibrahim atau Syaharani – nama populernya – maka ingatan saya kembali sekitar 10 tahun yang lalu saat namanya mulai menghiasi banyak acara-acara jazz dengan bermain bersama sejumlah senior – bisa kita sebut legenda hidup musik Jazz Indonesia – seperti Bubi Chen, Benny Likumahuwa dan lainnya.

Dalam rentang 10 tahun terakhir, seperti usia WartaJazz.com – kami menyaksikan bagaimana Syaharani menghiasi dunia musik Indonesia (jadi tak cuman Jazz saja) dengan berbagai karya yang terkadang menjadi perdebatan – sebenarnya ini masalah klasik – apakah Ra, demikian ia akrab disapa, merupakan penyanyi jazz atau bukan.

Dalam sebuah dialog (musik) jazz yang digagas WartaJazz bersama Dji Sam Soe beberapa tahun lalu, Rani bercerita bagaimana proses ia mengenal musik Jazz lewat lingkungan keluarga dan ia terus mengembangkan diri dengan membuka diri pada hal-hal (baca: musik) lain dan merespon setiap hal yang terjadi dengan menghasilkan karya.

Adalah ESQI:EF yang tak lain kepanjangan dari Syaharani Queenfireworks – brand yang ia mulai populerkan beberapa bulan terakhir, yang kini bersiap merilis album teranyarnya “Anytime” yang didistribusikan via demajors – label yang juga menaungi sejumlah kelompok lain seperti Java Jazz, Tohpati Ethnomission, Kulkul, Sketsa, dan lain-lain.

Album baru ini didukung sejumlah musisi seperti Didit Saad (guitar, bass), Donny Suhendra (guitar),  Ian Ingram (trumpet, flugelhorn, Fajar Trias (keyboard), Iwano Coconut Tree (keyboard), Ivanka Slank (bass), Kristian Dharma (bass) dan Adi Dharmawan (bass). Dua nama yang disebut pertama adalah personil yang memang mendukung ESQI:EF sejak awal.

Rani yang pernah pula menjadi Dasima – lakon yang diperankannya saat terlibat proyek Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) Dance Company itu akan tampil dalam konser launching album Anytime bertempat di Blacksteer Auto Lounge fX lifestyle X’nter 1st Floor – Jakarta pada hari Rabu 26 Mei 2010 mulai pukul 20.30 dan tanpa dipungut biaya.

JavaJazz Joy Joy Joy kini tersedia di WartaJazz

Tags: , , , , , , ,


javajazz-joyjoyjoy
Cover album JavaJazz – Joy Joy Joy

Buat anda yang menanti kehadiran Java Jazz selama kurang lebih 11 tahun, kini dapat memuaskan diri dengan album terbaru “Joy Joy Joy” yang dipaket dalam dua buat keping CD sekaligus.

Formasi Java Jazz sepeninggal almarhum Embong Rahardjo dalam album bersampul cantik ini – sebuah gambar dari lukisan karya pelukis asal Jogjakarta, Erica Hestu Wahyuni – adalah Indra Lesmana (keyboards, grand piano), Dewa Budjana (guitar), Gilang Ramadhan (drums), Donny Suhendra (guitar), dan Ananda Mates (bass).

CD yang diproduksi oleh Inline Music dan dipatok dengan harga jual IDR 100.000,- sudah dapat dipesan lewat WartaJazz CD Store.

Tinggal kirimkan Nama Lengkap dan Alamat pengiriman beserta nomor handphone ke email sales@wartajazz.net dengan Subject Pembelian CD JavaJazz – Joy Joy Joy, atau dapat pula mengisi form yang tersedia dibagian bawah halaman ini.

***

Di album Java Jazz terbaru ini, Indra dan kawan-kawan menjanjikan nostalgia bagi para diehard JavaJazz dengan sekaligus menyuntikkan kesegaran lewat cita suara baru. CD pertama memuat semua materi baru sementara CD kedua memuat karya-karya lama yang menjadi jembatan bagi penggemar baru yang mungkin belum sempat berkenalanan dengan JavaJazz.

Meski tanpa sang saxophonis, “Embong masih bersama JavaJazz dalam spirit,” ungkap Indra. Posisi Dewa Budjana memang tidak dimaksudkan sebagai pengganti, namun setidaknya permainan membangun nafas baru.

Album ini direkam di Inline Studio Jakarta (2009) dan Kantong Studio (1998) terkecuali lagu Crystal Sky yang direkam live oleh Larry Mah at Mad Hatter Studio, Los Angeles (1991). Penulis Jazz kawakan, wartawan Kompas Frans Sartono, menulis linear notesnya.

CD yang pertama berisikan 6 buah lagu hasil rekaman terbaru dari JavaJazz yakni : Exit Permit, Border Line, I Wish, Joy Joy, Joy, Going Home ( dedicated to Embong Rahardjo ) dan Java!s Weather ( dedicated to Joe Zawinul ). CD yang kedua berisikan 6 buah lagu yang merupakan kumpulan beberapa rekaman yang pernah beredar sebelumnya yakni : The Seeker, Lembah, Bulan Di Atas Asia, Violation, Drama, Crystal Sky.

javajazz-joyjoyjoy-insideYang menarik dalam booklet yang disertakan dalam packaging yang agak berbeda dengan cd-cd jazz Indonesia yang kebanyakan dirilis dipasaran, masing-masing personil mengomentari satu sama lain, sehingga setidaknya para penggemar JavaJazz dapat mengetahui apa yang ada dibenak masing-masing personil.

***

Cara Pemesanan Merchandise Wartajazz.com

  1. Kirimkan pesanan anda lewat email ke sales@wartajazz.net dengan subject “Pembelian CD JavaJazz – Joy Joy Joy”
  2. Jangan lupa menyertakan Nama Lengkap dan Alamat pengiriman barang.
  3. Untuk Biaya pengirimanJakarta & Depok dikenakan biaya kirim Rp. 15.000,-,
    Pulau Jawa Rp 25.000
    Pulau Kalimantan Rp 35.000
    Kota lain mohon konfirmasi dengan Redaksi.
  4. Pembayaran dapat dilakukan transfer via ATM BCA ke rekening 627-006-3339 a.n Agus SB atau menggunakan internet Banking KlikBCA.com

    atau dapat pula menggunakan form pemesanan berikut:

It’s like a language. You learn the alphabet, which are the scales. You learn sentences, which are the chords. And then you talk extemporaneously with the horn. It’s a wonderful thing to speak extemporaneously, which is something I’ve never gotten the hang of. But musically I love to talk just off the top of my head. And that’s what jazz music is all about. — Stan Getz


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<