Bernaung dalam label Heads Up International, kontrabasis/vokalis/komposer Esperanza Spalding siap luncurkan Radio Music Society 20 Maret mendatang. Selusin trek di album tersebut masing-masing disertakan klip video konseptual. Lokasi syuting antara lain New York City, Barcelona, dan Portland, Oregon.
Esperanza Spalding - Radio Music Society
Album ini disebut sebagai sandingan, alih-alih sekuel dari karya sebelumnya Chamber Music Society (Heads Up International, 2010) yang menempati posisi puncak pada Billboard Contemporary Jazz Chart.
Sederet musisi turut berperan, di antaranya saksofonis Joe Lovano, pemain kibor Leo Genovese, drummer Terri Lyne Carrington, Jack DeJohnette, dan Billy Hart. Ada pula jagoan gitar Jef Lee Johnson dan Lionel Loueke, juga barisan penyanyi Algebra Blessett, Lalah Hathaway, Gretchen Parlato, Leni Stern, dan Becca Stevens.
Musisi hip-hop Q-Tip ikut ambil bagian, tak ketinggalan Janice Scroggins dan Dr. Thara Memory, yang banyak berperan dalam pembelajaran musik waktu Esperanza masih remaja.
Terdapat empat trek yang menampilkan seksi tiup dari American Music Program, big band remaja berusia 12-18 tahun dengan arahan oleh Dr. Thara Memory selaku kondakter pun arranger di album ini.
Album: Everybody Wants to Be a Cat: Disney Jazz, Volume 1
Label: Disney Records, 2011
01. Evârybody Wants To Be a Cat (The Aristocats) – Roy Hargrove
02. Chim Chim Cherâee (Mary Poppins) – Esperanza Spalding
03. Some Day My Prince Will Come (Snow White and the Seven Dwarfs) – Dave Brubeck
04. Find Yourself (Cars) – Regina Carter
05. Youâve Got a Friend in Me (Toy Story) – Joshua Redman
06. Heâs a Tramp (Lady and the Tramp) – Dianne Reeves
07. Feed the Birds (Mary Poppins) – Kurt Rosenwinkel
08. Gaston (Beauty and the Beast) – The Bad Plus
09. Alice in Wonderland (Alice in Wonderland) – Roberta Gambarini with The Dave Brubeck Trio
10. The Bare Necessities (The Jungle Book) – Alfredo RodrĂguez
11. Itâs a Small World (It’s A Small World) – Nikki Yanofsky
12. Belle (Beauty and the Beast) – Gilad Hekselman
13. Circle of Life (The Lion King) – Mark Rapp
Everybody Wants To Be a Cat - Disney Jazz, Vol. 1
Relasi ikon dunia perfilman dan animasi, Walt Disney (1901-1966) dan jazz telah berlangsung sejak lama. Walt adalah penggemar jazz, tampak dari garapan soundtrack bertema jazz atas karya-karyanya. Banyak pula, musisi jazz ternama yang menampilkan interpretasi musik pada beragam film Walt Disney, sebut saja Bunny Berigan, Artie Shaw, Glenn Miller, Miles Davis, dan John Coltrane.
Di album Everybody Wants to Be a Cat, diproduseri oleh Jason Olaine ini, menghadirkan 13 trek bunga rampai musik Disney tersaji oleh konstelasi musisi jazz lintas generasi, tentunya dengan tafsiran kaya warna. Mulai dari vokalis belia Nikki Yanofsky sampai pianis veteran Dave Brubeck, yang secara spesifik pernah menggarap Dave Digs Disney (Columbia/Legacy, 1957) â bawakan lagu dari film Alice in Wonderland, Pinnochio, Snow White, dan Cinderella dalam format kuartet.
Petualangan bermula âEvârybody Wants To Be a Cat,â melaju swing yang tampak elegan oleh peniup trumpet Roy Hargrove. Kemudian melangkah pada sajian interaksi kontrabas-piano-akordion dari Esperanza Spalding dan Gil Goldstein untuk âChim Chim Cherâeeâ terambil dari film Marry Poppins. Dinyanyikan tanpa lirik, Esperanza pula menggesek kontrabas, sedangkan Gil melandasi harmoni lewat denting piano dan sengau akordion.
Trek âSome Day My Prince Will Comeâ kembali dihadirkan Dave Brubeck, kali ini dalam bentuk piano trio. Meskipun berusia lanjut, toh Dave tetap bermain penuh energi serta membuatnya inspirasional. Sentuhan piano Dave dapat disimak lagi pada nomor âAlice in Wonderland,â dilagukan oleh penyanyi Italia, Roberta Gambarini dengan sensitivitas luar biasa. Dengarkan juga sensasi remaja Nikki Yanofsky dalam âItâs a Small Worldâ berakselerasi bebop serta riuh big band iringi olah vokal yang begitu elastis.
Saksofonis Joshua Redman turut ambil porsi, mengambil acuan pianoless trio (saksofon, drum, kontrabas), nikmati âYouâve Got a Friend in Meâ (Toy Story) dalam versi memikat khas Joshua. Dua gitaris, Kurt Rosenwinkel dan Gilad Hekselman, masing-masing sajikan âFeed the Birdsâ dan âBelle.â
Ada pula Alfredo RodrĂguez, pianis Kuba yang bermain tunggal lewat âThe Bare Necessitiesâ â dimulai oleh detak perkusi, berlanjut eksplorasi harmoni Afro-Cuban, blues, sampai ragtime â sangat pianistik, versatil, dan sensasional.
Terdapat di film Beauty and the Beast, nomor berjudul âGastonâ mengalami dekonstruksi signifikan lewat olah bunyi The Bad Plus! Pianis Ethan Iverson, Reid Anderson pada kontrabas, dan drummer Dave King meramunya jadi sebuah kontradiksi penuh intrik; denting piano yang berpegang pada melodi asli, bertabrakan dengan ritme menderu tegangan tinggi penuh goncangan, namun berakhir melegakan.
Trek penuntas adalah âCircle of Lifeâ yang beda sekali dengan versi Elton John. Penampilnya ialah trumpeter Mark Rapp, tergarap fusion sarat denyut funk yang sangat groovy, dengan goyangan yang sulit untuk ditolak.
Dianne Reeves: vokal (6) Peter Martin: piano (6) James Genus: kontrabas (6) Alvester Garnett: drum (6)
Kurt Rosenwinkel: gitar, piano (7) Joshua Thurston-Milgrom: kontrabas (7) Tobias Backhaus: drum (7)
Ethan Iverson: piano (8). Reid Anderson: kontrabas (8). Dave King: drum (8).
Roberta Gambarini: vokal (9)
Alfredo RodrĂguez: piano, perkusi (10)
Nikki Yanofsky: vokal (11) Paul Shrofel: piano (11) Rob Fahle: kontrabas (11) Geoffrey Lang: drum (11) Rod DiLauro: trumpet (11) Pat Vetter: saksofon alto (11) Christopher Smith: trombon (11) Jean Frechette: saksofon bariton (11)
Gilad Hekselman: gitar (12) Joe Martin: kontrabas (12) Obed Calvaire: drum, perkusi (12)
Drummer senior Jack DeJohnette segera luncurkan album gres Sound Travels pada tanggal 17 Januari mendatang. Berusia 70 di bulan Agustus tahun depan, Jack pun akan menerima National Endownment for the Arts Jazz Master Fellowship, sebuah penghargaan tertinggi bagi para musisi jazz di Amerika Serikat.
Jack DeJohnette (foto oleh Jos Knaepen)
Sound Travels menampilkan beberapa kolaborator, di antaranya vokalis Bruce Hornsby dan Bobby McFerrin, kontrabasis Esperanza Spalding, Ambrose Akinmusire pada trumpet, gitaris Lionel Loueke, Tim Ries memainkan saksofon, perkusionis Luisito Quintero, serta pianis Jason Moran.
Sembilan trek di dalam album tersebut merupakan komposisi Jack sendiri, kecuali untuk satu nomor âDirty Groundâ yang liriknya ditulis oleh Bruce Hornsby. Album ini dirilis oleh label Entertainment One Music.
Esperanza Spalding - Rock in Rio, September 2011 (foto oleh Rodrigo Esper)
Sensasi jazz masa kini, musisi wanita yang memiliki bakat langka; kontrabasis/biduan/komposer Esperanza Spalding, menambah daftar prestasinya dengan meraih âJazz Artist of the Yearâ pada Boston Music Awards 2011 yang berlangsung 20 November lalu.
Sebelumnya, Esperanza secara mengejutkan menggondol piala gramafon untuk âBest New Artistâ dalam 53rd Grammy Awards, Februari tahun ini, mendepak idola remaja Justin Bieber!
Selain itu, jebolan Berklee College of Music ini pun dianugerahi pula âJazz Artist of the Yearâ di jajak pendapat 76th Down Beat Readers Poll bulan Oktober 2011.
Di usia yang relatif muda, Esperanza Spalding (27) telah menimba banyak pengalaman. Ia merupakan salah satu profesor termuda di Berklee, diperolehnya setelah lulus waktu berumur 20 tahun!
Menyebut kontrabasis Ron Carter dan Dave Holland sebagai figur inspiratifnya, Esperanza juga telah bermain dengan sederet musisi jazz ternama, semisal Joe Lovano, Stanley Clarke, Fourplay, Mike Stern, dan Bobby McFerrin.
Selain jadwal tur yang padat, sebagai artis rekaman, Esperanza sukses merilis tiga buah album atas namanya sendiri; Junjo (Ayva Musica Records, 2006), Esperanza, dan Chamber Music Society (Heads Up International, 2008, 2010).
Album: The Mosaic Project
Label: Concord Jazz, 2011
01. Transformation (Nona Hendryx/Kevin Staples/Carol Pope)
02. I Got Lost in His Arms (Irving Berlin)
03. Michelle (Paul McCartney/John Lennon)
04. Magic and Music (Terri Lyne Carrington)
05. Echo (Bernice Johnson Reagon)
06. Simply Beautiful (Al Green)
07. Unconditional Love (Geri Allen)
08. Wistful (Terri Lyne Carrington)
09. Crayola (Esperanza Spalding)
10. Soul Talk (Terri Lyne Carrington/Nona Hendryx)
11. Mosaic Triad (Terri Lyne Carrington)
12. Insomniac (Terri Lyne Carrington)
13. Show Me a Sign (Carmen Lundy)
14. Sisters on the Rise (A Transformation) (Nona Hendryx/Kevin Staples/Carol Pope)
Suara â suara lantang soal femininitas masa kini yang terekam lewat 14 trek The Mosaic Project, dipandu oleh Terri Lyne Carrington. Menariknya, seluruh pemain dalam album ini adalah perempuan.
The Mosaic Project
Proyek lintas generasi, budaya, dan preferensi musik bertajuk The Mosaic Project ini tergagas oleh drummer-komposer-produser Terri Lyne Carrington, dengan merangkul musikus wanita dari beragam latar belakang sosio-musikal. Ibarat mozaik, tiap elemen âwarnaâ membentuk sebuah perspektif integral tentang tema kewanitaan melalui kreatifitas dan kesadaran â hasilnya merupakan sebuah pengalaman auditif yang asyik pula informatif.
Terri Lyne Carrington - The Mosaic Project
Konstelasi pendukung album ini ialah para pemusik hebat pun inspirasional, namun, konyolnya, kerap terasing juga di-nomor dua-kan oleh sebab ketimpangan gender. Beberapa di antaranya merupakan instrumentalis dan penyanyi jazz terdepan, sebut saja Dee Dee Bridgewater, Dianne Reeves, Cassandra Wilson, Esperanza Spalding, Gretchen Parlato, Tineke Postma, Ingrid Jensen, Anat Cohen, hingga Gerri Allen.
âAda bagian diri saya yang sangat menginginkan kompleksitas jazz, dengan segala melodi dan harmoni provokatif, tetapi ada juga bagian lain, begitu menikmati serunya funk pula musik pop yang mudah diakses berbagai kalangan,â papar Terri perihal proyeknya ini. Setidaknya itulah aneka bunyi yang terdengar, meramu jazz modern, R&B, funk, blues, tradisional, sampai hip-hop.
Pembukanya adalah âTransformation,â dilagukan lantang oleh Nona Hendryx, dengan beat sangat groovy terhias tiupan trumpet Ingrid Jensen. Vokalis Gretchen menafsirkan kembali gubahan Irving Berlin âI Got Lost in His Armsâ kental berlekuk R&B, serta lagu hit The Beatles, âMichelle,â simak suaranya yang melenakan, diliputi iringan instingtif pula solo trumpet Ingrid dan saksofon sopran Tineke.
Ada pula nomor bernuansa politis, tercantum narasi Angela Davis mengomentari perbudakan, berlanjut bisikan Dianne Reeves yang bluesy atas âEcho.â Nikmati aksi Esperanza Spalding lewat vokal pula kontrabasnya di lagu âCrayola,â tambah seru lewat tiupan klarinet Anat Cohen serta denting rhodes Helen Sung. Tembang lain yang patut disimak adalah âSimply Beautifulâ menampilkan Cassandra Wilson dan âSoul Talkâ terdendang oleh Dee Dee Bridgewater, dilengkapi tepukan perkusi Sheila E. dan jentikan gitar Linda Taylor yang kembali unjuk kebolehan pada âMosaic Triad.â
Permainan drum Terri memang begitu energik, presisi, sekaligus liris, wanita sarat pengalaman ini turut sumbang suara dalam komposisi elusif âMagic and Music,â kemudian beralih menuju kompleksitas bunyi âInsomniac,â âUnconditional Love,â juga alunan âWistful.â
Dua nomor terakhir, âShow Me a Signâ dibawakan oleh Carmen Lundy, sementara iringannya bergaya improvisasi bebas tanpa patokan birama, kemudian berlaih dentuman hip-hop pada âSisters on the Riseâ dengan repetan Nona Hendryx dan Shea Rose yang menyemangati sisterhood untuk bertransformasi dan berbuat sesuatu untuk perubahan. Makin ramai oleh geliat samba elektronik pada bagian akhir sebagai konklusi.
Album: The Dawn of Light
Label: Challenge Records, 2011
01. Canção de Amor (Suite I Na Floresta Do Amazonas)
02. Falling Scales
03. Before the Snow
04. Leave Me a Place Underground
05. The Observer
06. Off Minor
07. Newland
08. The Man Who Stared at Coats
09. Beyond Category
10. Tell It Like It Is
Tineke Postma - The Dawn of Light
Dalam kancah jazz negeri Belanda, saksofonis/komposer Tineke Postma merupakan salah satu musisi terdepan. Di antara segelintir instrumentalis jazz wanita, Tineke mencuat dengan permainan saksofon idiosinkratik, pula kelihaian olah komposisi sarat kekinian namun tetap dapat diakses oleh pendengarnya. Di album The Dawn of Light ini, ia menceritakan pengalaman hidup lewat sejumlah gubahan orisinil yang penuh makna.
Tentang garapan mutakhir tersebut, Tineke berujar, âSaya kerap berupaya menulis musik yang memberi segala ruang untuk kami berempat berekspresi. Gubahan saya lebih kepada sketsa ketimbang lagu, sebagai penanda sebuah awal perjalanan musikal setiap kami mulai bermain. Di dalamnya begitu majemuk, sebab saya menyukai gaya apapun,â tandasnya.
Dahsyatnya hembusan saksofon alto dan sopran Tineke didukung oleh rekan musisi Marc van Roon, Frans van der Hoeven, serta Martijn Vink. Awal perjumpaan adalah âCanção de Amorâ kepunyaan Heitor Villa-Lobos, komponis Brasil pujaan Tineke. Melodi indahnya seakan melayang-layang, dimainkan secara ad libitum. Goresan sketsa khas Tineke tertuang dalam pendaran komposisi âFalling Scalesâ dan âThe Observerâ yang virtuosik.
Serunya album ini makin terasa berkat penampilan spesial Esperanza Spalding, simak vokalnya yang merdu bersinergi dengan iringan Tineke dan kawan-kawan dalam âLeave Me a Place Underground,â sebuah tafsiran hardbop impresionistik atas puisi Pablo Neruda. Untuk pertama kalinya, Tineke merekam cover atas karya Thelonious Monk dalam sebuah album. Upaya itu boleh disimak pada âOff Minorâ yang sangat khas Thelonious; harmoni disonan, ritme bersiku tajam, pun goyangan bebop sebagai bingkainya. Dibawakan secara duet piano-saksofon, interaksi keduanya sangat komprehensif.
Di trek lain, âThe Man Who Stared at Coats,â sentuhannya lebih kepada tradisi swing, makin cantik dengan selipan synthesizer Marc, sedangkan âNewlandâ menampilkan kesan elusif, seolah berada di negeri antah berantah. Birama ganjil (odd meter) fluktuatif meliputi nomor âBeyond Categoryâ yang sarat bebunyian elektronik, silakan untuk menyebutnya avant-funk.
Tiupan liris dapat disimak ketika memutar âBefore the Snowâ dalam sejuknya nuansa ballad. Terasa pula di trek penutup âTell It Like It Is,â nikmati untaian nada-nada indahnya yang personal dan begitu membekas dari srikandi jazz modern ini.
Musisi
Tineke Postma: saksofon alto & sopran Marc van Roon: piano, synthesizer, Fender Rhodes Frans van der Hoeven: kontrabas Martijn Vink: drum
Majalah jazz terkemuka Down Beat, telah mendaftar para pemenang 76th Down Beat Readers Poll (tahun 2011). Adapun jajak pendapat oleh pembaca setianya ini, berlangsung setiap tahunnya sejak 1936. Hasil tersebut akan tercantum pada edisi cetak bulan Desember.
Polling tahun ini cukup unik, dengan masuknya kontrabasis Esperanza Spalding sebagai wanita pertama yang meraih âJazz Artist of the Year.â Selain itu, mendapuk pianis jazz lintas zaman Ahmad Jamal, dalam âDown Beat Hall of Fame,â serta âJazz Album of the Yearâ digenggam oleh jawara piano Brad Mehldau lewat Live in Marciac (Nonesuch Records, 2011).
âDalam satu dekade terakhir, ini adalah salah satu polling pembaca yang paling menarik,â terang Frank Alkyer selaku publisher Down Beat.
Ia menambahkan,âKami di Down Beat telah lama menanti Ahmad Jamal untuk mendapat penghargaan ini. Kemudian, Esperanza Spalding, ia mewakilkan generasi jazz terkini sebagai seniman musik luar biasa, selalu punya cara baru dalam berekspresi. Selanjutnya ialah Brad Mehldau, di samping albumnya yang sensasional, ia pun dikukuhkan menjadi âPianist of the Year,â sekaligus mematok standar baru jazz masa kini,â ujarnya. âSecara harfiah, [jajak pendapat] ini merupakan acuan; apa dan siapa saja dalam perkembangan jazz mutakhir,â pungkasnya.
Sebagai pelengkap, termaktub pula gitaris senior Jeff Beck pada âBeyond Album of the Yearâ pun âBeyond Artist or Group.â Di teritori lain, Maria Schneider berjaya pada “Big Band,” “Composer,” juga “Arranger” sekaligus!
Berikut adalah daftar komplit peraih 76th Down Beat Readers Poll, siapa tahu musisi jazz favorit anda termasuk di dalamnya:
Hall Of Fame: Ahmad Jamal Jazz Artist Of The Year: Esperanza Spalding Jazz Album Of The Year: Brad Mehldau, Live In Marciac (Nonesuch) Historical Album Of The Year: Miles Davis, Bitches Brew: 40th Anniversary Collector’s Edition (Sony/Legacy) Blues Album Of The Year: Buddy Guy, Living Proof (Silvertone/Jive) Beyond Album Of The Year: Jeff Beck, Emotion & Commotion (ATCO)
Big Band: Maria Schneider Orchestra Jazz Group: Keith JarrettâGary PeacockâJack DeJohnette
Soprano Saxophone: Wayne Shorter Alto Saxophone: Phil Woods Tenor Saxophone: Joshua Redman Baritone Saxophone: James Carter Trumpet: Wynton Marsalis Trombone: Steve Turre Clarinet: Anat Cohen Flute: Hubert Laws Drums: Jack DeJohnette Vibes: Gary Burton Percussion: Airto Moreira Violin: Regina Carter Acoustic Bass: Christian McBride Electric Bass: Marcus Miller Guitar: Pat Metheny Piano: Brad Mehldau Organ: Joey DeFrancesco Electronic Keyboard: Chick Corea Miscellaneous Instrument: Toots Thielemans (harmonica)
Male Vocalist: Kurt Elling Female Vocalist: Diana Krall
Composer: Maria Schneider Arranger: Maria Schneider
Record Label: Blue Note
Blues Artist or Group: B. B. King Beyond Artist or Group: Jeff Beck
Asosiasi Jurnalis Jazz telah mengumumkan sekitar 200 nominator yang berpotensi memenangkan penghargaan di 39 kategori dalam karya musik dan karya tulis musik yang pengumumannya akan dilakukan dalam acara tahunan JJA Jazz Awards ke 15.
Sistem pemilihan pemenang adalah dengan pemungutan suara atau voting baik yang dilakukan oleh anggota resmi JJA yang terdiri dari para jazz writers, broadcasters, photographer dan produser new media.
Pengumuman dijadwalkan dilakukan pada konser Gala di City Winery di New York City tanggal 11 Juni 2011. Penyerahan hadiah selain distreaming-kan secara live di website jjaJazzAwards.org juga akan disebarluaskan lewat siaran satelit diseputar Amerika Serikat dan belahan bumi lainnya.
Para nominator tahun ini mencakup sejumlah nama yang sudah dikenal luas seperti legenda tenor sax Sonny Rollins, yang berusia 80 tahun maupun nama baru yang kini bersinar terang, gadis berusia 26tahun yang baru saja menyabet Grammy Awards untuk “Best New Artist” yang lain adalah bassis sekaligus vocalis Esperanza Spalding.
Beberapa nama lain yang juga masuk dalam daftar nominasi yaitu pianist Jason Moran, saxophonist Joe Lovano dan pianis Vijay Iyer.
“Finalists untuk penghargaan tahun 2011 membuktikan bahwa jazz adalah musik sepanjang waktu,” ujar Howard Mandel, presiden Jazz Journalists Association. “Tampilkan yang terbaik ketika muda, konsisten dengan hal itu dan musiknya akan jadi lebih baik.”
Terjemahan ucapan Mandel memang bisa dilihat dari daftar lain seperti nama musisi dikisaran usia 80-tahunan antara lain Muhal Richard Abrams, Jimmy Heath, Paul Motian, Phil Woods dan Wayne Shorter yang masuk dalam kategori Lifetime Achievement in Jazz (Heath dan Randy Weston bahkan menulis autobiography yang juga dinominasikan untuk kategori Book of the Year).
Dijajaran anak muda ada nama trumpeter Ambrose Akinmusire (27), saxophonist Darius Jones (32), pianist Gerald Clayton (26), dan saxophonist Jon Irabagon (32) yang masuk nominasi kategori Up and Coming Artist of the Year. Nama-nama lain yang juga masuk dalam nomiasi Vanguard Jazz Orchestra, Darcy James Argue’s Secret Society, Wynton Marsalis’ Jazz at Lincoln Center Orchestra, the John Hollenbeck Large Ensemble, Maria Schneider Orchestra and Mingus Big Band, seolah membuktikan bahwa senior-yunior mungkin tidak terlalu berpengaruh, karena keduanya bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk memenangkan penghargaan.
Pekerjaan memasukkan 200an nama nominator ini dilakukan oleh kurang lebih 60 anggota professional JJA selama kurang lebih 30 hari.
Yang menarik, ada juga penghargaan untuk para jurnalis yang mendedikasikan waktu mereka menulis musik yang kaya inspirasi ini. Sebut saja Amiri Baraka, Ben Ratliff dari New York Times, penulis dan pengarang paruh waktu Bill Milkowski, dan pengarang/kolumnis di New York Post Stanley Crouch.
Untuk kali pertama JJA juga mempersembahkan penghargaan untuk Shortform Online Jazz Video of the Year dan Photo of the Year.
***
Penghargaan yang diberikah oleh Asosiasi Jurnalis Jazz atau JJA Jazz Awards ini adalah penghargaan yang paling dikagumi dalam sejarah Jazz di Amerika Serikat sejak pertama kali diberikan pada tahun 1997.
Berikut ini adalah beberapa daftar para nominator dan pemenang ajang Grammy Awards ke-53 yang diumumkan dari gedung Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat.
Beberapa hal yang menarik dalam penghargaan kali ini adalah kemenangan Esperanza Spalding, pemain upgright bass dan vokalis yang menjadi Best New Artist mengalahkan bintang pop seperti Justin Bieber. Sementara saxophonis James Moody yang baru tutup usia, berhasil meraih penghargaan untuk kategori Best Jazz Instrumental Album.
Para pemenang ditandai dalam huruf bold dan italic hitam dan berikut daftar lengkap untuk kategori Jazz dan World Music.
Best Contemporary Jazz Album The Stanley Clarke Band â The Stanley Clarke Band [Heads Up International]
Never Can Say Goodbye â Joey DeFrancesco [HighNote Records]
Now Is The Time â Jeff Lorber Fusion [Heads Up International]
To The One â John McLaughlin [Abstract Logix]
Backatown â Trombone Shorty [Verve Forecast]
Best Improvised Jazz Solo
A Change Is Gonna Come â Herbie Hancock, soloist
Track from: The Imagine Project [Hancock Records] Solar â Alan Broadbent, soloist
Track from: Live At Giannelli Square: Volume 1 [Chilly Bin Records]
Body And Soul â Keith Jarrett, soloist
Track from: Jasmine [ECM]
Lonely Woman â Hank Jones, soloist
Track from: Pleased To Meet You [Justin Time Records]
Van Gogh â Wynton Marsalis, soloist
Track from: Portrait In Seven Shades (Jazz At Lincoln Center Orchestra) [Jazz At Lincoln Center]
Best Jazz Instrumental Album, Individual or Group Moody 4B â James Moody [IPO Recordings]
Positootly! â John Beasley [Resonance Records]
The New Song And Dance â Clayton Brothers [ArtistShare]
Historicity â Vijay Iyer Trio [ACT Music + Vision]
Providencia â Danilo Perez [Mack Avenue Records]
Best Large Jazz Ensemble Album
Mingus Big Band Live At Jazz Standard â Mingus Big Band [Jazz Workshop, Inc./Jazz Standard]
Infernal Machines â Darcy James Argueâs Secret Society [New Amsterdam Records]
Autumn: In Moving Pictures Jazz â Chamber Music Vol. 2 â Billy Childs Ensemble Featuring The Ying String Quartet [ArtistShare]
Pathways â Dave Holland Octet [Dare2 Records]
54 â Metropole Orkest, John Scofield & Vince Mendoza [Emarcy/Universal]
San Fransisco Jazz Festival tahun ini masuk dalam agenda penyelenggaraan yang ke 27, dimulai dengan perayaan hari lahirnya Thelonious Monk dengan menampilkan pianis Eric Reed pada tanggal 10 Oktober. Dan perayaan ini berlanjut hingga 21 November 2009 nanti.
Selama bertahun-tahun SFJAZZ dikenal karena keunikan dan sajian dengan tema-tema khusus dengan para penampil yang datang dari berbagai negara. Contohnya trio inovatif, Oliver Lake, Reggie Workman & Andrew Cyrille (4/11), John Abercrombie bersama Mark Feldman, Drew Gress & Joey Baron (8/11) selain tentu saja icon jazz kenamaan Ornette Coleman (8/11).
Dijajaran pelantun suara ada Gal Costa dan Milton Nascimento dari Brazil (7/11), plus penyanyi asal Israel Yasmin Levy dan Sara Tavares (6/11/) dari Portugis.
Ujung festival tahun ini ditutup dengan pertunjukan langganan peraih Grammy Keb’ Mo’ bersama pria bertubuh tambun, Solomon Burke yang keduanya dikenal merajai panggung blues saat ini.
***
Sekilas SFJAZZ
SFJAZZ yang menjadi penyelenggara SF Jazz Festival merupakan organisasi yang diakui atas kegiatannya dalam hal kreasi, presentasi dan edukasi dalam Jazz. SFJAZZ mengeksplorasi jazz dalam spektrum yang luas mulai dari asal muasal musik dari komunitas African-American community hingga beragam ekspresi yang skarang berkembang keseantero jagad. Sebagai organisasi non-profit SFJAZZ bekerja untuk publik diwilayah Bay Area di San Francisco Bay Area dan sekitarnya.
Salah satu produk yang juga dihasilkan dari inisiatif SFJAZZ adalah SF Jazz Collective yang berisikan komposer dan musisi terbaik. Beberapa waktu lalu saxophonis Joshua Redman sempat menjadi leader kelompok ini dan sempat tampil di ajang Java Jazz Festival 2007.
I donât believe in categories of any kind, and when you speak of problems between blacks and whites in the U.S.A. you are referring to categories again. — Duke Ellington