Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Tag Archive | "Gilang Ramadhan"

Simak jadwal pertunjukan Bandung World Jazz Festival

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Apakah anda sudah merencanakan atau membeli tiket pertunjukan Bandung World Jazz Festival 2010?. Jika ya, maka silakan menyimak jadwal berikut ini yang kami dapatkan dari Panitia.

Hari Pertama Sabtu 6 November 2010

Panggung A
10.00 mc opening
10:10 – 10:40 UPI Elbe Bigband
10:40 – 11:10 Malire / stsi
11:10 – 11:40 Imam barata
11:40 – 12:10 Pesisir Ensamble & Jendela Ide Modjembe

12:15 – 12:45 La Gandie
12:45 – 13:15 Komunitas Jazz Kemayoran
13:20 – 13:50 Gilang Ramadhan
13:50 – 14:20 Saratuspersen
14:20 – 14:50 David Manuhutu

15:00 – 15:30 Idhi & archipelago band
15:30 – 16:00 Jilly Likumahua & Her band Bra-ma
16:00 – 16:30 Castavaria
16:30 – 17:00 Soni Akbar feat Karinding Attack

18:00 – 18:30 Kolegium Musikum Unimed
18:30 – 19:00 Agung prasetyo feat Farah Di
19:00 – 19:30 Raraga Puja [ official opening ]
19:30 – 20:00 Duo Maurinio & Taufic

20:10 – 20:40 De lagaligo Syndicate
20:40 – 21:10 Karinding Collaboration project
21:10 – 21:55 Sarasvati
21:55 – 22:40 Continental Jazz Crossover Project

Hari kedua Minggu 7 November 2010

10:10 – 10:40 UNY/ stupa etmo contemporer
10:40 – 11:10 Joan & the Jesseltone
11:10 – 11:40 Suarasama
11:40 – 12:10 Imelda Rosalin feat Sudjiwo Tedjo
12:20 – 12:50 Koala Band feat Anggito Abimanyu
12:50 – 13:20 Paguyuban Bass Bandung

13:30 – 14:00 opening bwj youth – hanoman
14:00 – 14:30 fifteen plus
14:30 – 15:00 modjembe
15:00 – 15:30 jazzy one
15:30 – 16:00 Indonesian Youth Regeneration
16:00 – 16:30 BWJ for Youth
16:30 – 17:00 Gang sadewa
17:00 – 17:30 Prabumi
17:30 – 18:00 Baraya feat euis komariah
18:10 – 18:40 Yuri Honing
18:40 – 19:10 Akordion
19:20 – 20:05 Tohpati Ethnomission
20:05 – 20:50 Koko harsoe
20:50 – 21:35 Donny Suhendra project feat balawan
21:35 – 22:20 Barry likumahuwa
22:30 – 23:15 Syaharani and esqi:ef

Bandung World Jazz digelar akhir pekan ini

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Apakah anda bingung hendak kemana akhir pekan ini?. Mungkin Bandung World Jazz bisa menjadi alternatif buat anda dan keluarga. Digelar selama dua hari Sabtu dan Minggu 6-7 November 2010 bertempat di Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) Jl. Siliwangi No. 73 Bandung.

Acara yang mengambil tajuk SOUND THROUGH THE DIMENSION akan menampilkan sejumlah musisi internasional yaitu Continental Jazz Crossover Project (Australia), Duo Maurino Taufic (Italy – Brazil), Joan & Jessel Tone (Malaysia), OrkeStar Trio feat Ramu Thiruyanam (Singapore) dan Yuri Honing Quartet (Netherland).

Sementara itu dari dalam negeri akan tampil Agung Prasetyo, Akordeon, Balawan, Barry Likumahuwa, Donny Suhendra, Gilang Ramadhan, Jilly Likumahuwa with her Banda Bra-Ma, Sujiwo Tejo, Slamet Gundono, Farah Di, Koko Harsoe, Suarasama, Tohpati Etnomission, Syaharani & ESQI:EF, Beben Jazz & Friends feat Nana Lee.

Bandung sendiri akan menurunkan sejumlah musisi terbaiknya seperti David Manuhutu, Imelda Rosalin, Karinding Attack, Karinding Collaboration Project, Baraya, Castavaria, De Lagaligo Syndicate, Euis Komariah, Fifteen Plus, Gang Sadewa, Hanoman, Idhi & Archipelago, Iman Brata, Indonesia Nu Progressive powered by RMHR, Jazzy One, Kolegium Musikum Unimed, La Gandie, Medan Jazz Community, MELIRE, Modjembe, Pesisir Ensemble, Prabumi, Rama Satria, Sarasvati, saratuspersen, Sony Akbar, Stupa ETMO Contemporer dan UPI ELBE BigBand.

Harga Tiket Masuk (HTM) per hari telah ditetapkan yaitu Mahasiswa : RP 50.000 dan Umum : RP 75.000. Sementara untuk Tiket Terusan bagi Mahasiswa : RP 75.000 dan Umum : RP 100.000,- Anda dapat mengontak salah satu nomor berikut untuk pembelian HTM Jendela Ide SABUGA: Novelia (0856 5998 8168), Radio KLCBS: 022-2032 452, Radio PR FM: Jln Braga no 5 – 022-4221 400 atau Common Room: Ranti (022-9155 0626 / 0812 2018 9953).

***

Esensi jazz adalah kebebasan atau kerinduan manusia akan kebebasan itu sendiri. Setelah sukses dengan Sabuga Jazzfest for Freedom 2007, Tajil Jazz 2007, Unity in Diversity Concert 2007, X-MAX accept difference, maximize tolerance 2007, Sabuga Jazzfest for Freedom 2008 serta Bandung World Jazz Festival 2009, Jendela Ide Sabuga bekerja sama dengan Independent network kembali menghadirkan Bandung World Jazz 2010.

Sebuah Cultural Music Event dengan Sinkretikme baru kedalam musik Jazz dengan mengawinkan harmoni musik tradisi masing-masing dengan harmoni jazz. seperti halnya tahun lalu, event ini merupakan presentasi dan pengembangan komunitas serta industri kreatif dan pendidikan di Jawa Barat, khususnya d kota Bandung. Dengan mengundang musisi lokal maupun Internasional untuk memaknai Bandung World Jazz 2010 dan melalui musik yang menjadi inspirasi sebuah dunia baru di masa mendatang.

JavaJazz Joy Joy Joy kini tersedia di WartaJazz

Tags: , , , , , , ,


javajazz-joyjoyjoy
Cover album JavaJazz – Joy Joy Joy

Buat anda yang menanti kehadiran Java Jazz selama kurang lebih 11 tahun, kini dapat memuaskan diri dengan album terbaru “Joy Joy Joy” yang dipaket dalam dua buat keping CD sekaligus.

Formasi Java Jazz sepeninggal almarhum Embong Rahardjo dalam album bersampul cantik ini – sebuah gambar dari lukisan karya pelukis asal Jogjakarta, Erica Hestu Wahyuni – adalah Indra Lesmana (keyboards, grand piano), Dewa Budjana (guitar), Gilang Ramadhan (drums), Donny Suhendra (guitar), dan Ananda Mates (bass).

CD yang diproduksi oleh Inline Music dan dipatok dengan harga jual IDR 100.000,- sudah dapat dipesan lewat WartaJazz CD Store.

Tinggal kirimkan Nama Lengkap dan Alamat pengiriman beserta nomor handphone ke email sales@wartajazz.net dengan Subject Pembelian CD JavaJazz – Joy Joy Joy, atau dapat pula mengisi form yang tersedia dibagian bawah halaman ini.

***

Di album Java Jazz terbaru ini, Indra dan kawan-kawan menjanjikan nostalgia bagi para diehard JavaJazz dengan sekaligus menyuntikkan kesegaran lewat cita suara baru. CD pertama memuat semua materi baru sementara CD kedua memuat karya-karya lama yang menjadi jembatan bagi penggemar baru yang mungkin belum sempat berkenalanan dengan JavaJazz.

Meski tanpa sang saxophonis, “Embong masih bersama JavaJazz dalam spirit,” ungkap Indra. Posisi Dewa Budjana memang tidak dimaksudkan sebagai pengganti, namun setidaknya permainan membangun nafas baru.

Album ini direkam di Inline Studio Jakarta (2009) dan Kantong Studio (1998) terkecuali lagu Crystal Sky yang direkam live oleh Larry Mah at Mad Hatter Studio, Los Angeles (1991). Penulis Jazz kawakan, wartawan Kompas Frans Sartono, menulis linear notesnya.

CD yang pertama berisikan 6 buah lagu hasil rekaman terbaru dari JavaJazz yakni : Exit Permit, Border Line, I Wish, Joy Joy, Joy, Going Home ( dedicated to Embong Rahardjo ) dan Java!s Weather ( dedicated to Joe Zawinul ). CD yang kedua berisikan 6 buah lagu yang merupakan kumpulan beberapa rekaman yang pernah beredar sebelumnya yakni : The Seeker, Lembah, Bulan Di Atas Asia, Violation, Drama, Crystal Sky.

javajazz-joyjoyjoy-insideYang menarik dalam booklet yang disertakan dalam packaging yang agak berbeda dengan cd-cd jazz Indonesia yang kebanyakan dirilis dipasaran, masing-masing personil mengomentari satu sama lain, sehingga setidaknya para penggemar JavaJazz dapat mengetahui apa yang ada dibenak masing-masing personil.

***

Cara Pemesanan Merchandise Wartajazz.com

  1. Kirimkan pesanan anda lewat email ke sales@wartajazz.net dengan subject “Pembelian CD JavaJazz – Joy Joy Joy”
  2. Jangan lupa menyertakan Nama Lengkap dan Alamat pengiriman barang.
  3. Untuk Biaya pengirimanJakarta & Depok dikenakan biaya kirim Rp. 15.000,-,
    Pulau Jawa Rp 25.000
    Pulau Kalimantan Rp 35.000
    Kota lain mohon konfirmasi dengan Redaksi.
  4. Pembayaran dapat dilakukan transfer via ATM BCA ke rekening 627-006-3339 a.n Agus SB atau menggunakan internet Banking KlikBCA.com

    atau dapat pula menggunakan form pemesanan berikut:

Konser tunggal Java Jazz (Indra Lesmana, Gilang Ramadhan, Dewa Budjana, Mates dan Donny Suhendra)

Tags: , , , ,


Konser Tunggal Java Jazz di Jakarta

Konser Tunggal Java Jazz di Jakarta

Supergrup di ranah Jazz Indonesia, Java Jazz yang terdiri dari Indra Lesmana (keyboards, grand piano), Dewa Budjana (guitar), Gilang Ramadhan (drums), Donny Suhendra (guitar), dan Ananda Mates (bass) akan memuaskan dahaga para penggemar setianya dalam sebuah konser tunggal yang digelar di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Kamis 10  Desember 2009 mulai pukul 19.30 wib.

Kelompok yang vakum setelah merilis album kedua Sabda Prana (1998) dan album perdana yang terdiri dari double-kaset Bulan di Asia (1994) dijadwalkan merilis pula album mereka yang sudah selesai dikerjakan distudio rekaman milik Indra Lesmana.

Harga tanda masuk (HTM) ditetapkan sebesar IDR 150.000,- untuk VIP dan IDR 100.000,- untuk Balkon. Anda yang tertarik sudah dapat memesannya di WartaJazz.com Jakarta dengan menghubungi telepon 021-8310769 atau email info@wartajazz.net dengan subject “Pembelian Tiket Solo Concert Java Jazz”.

***

Java Jazz adalah grup besar yang pernah amat berjaya pada paruh pertama dasawarsa 1990-an, sebelum kemudian para anggotanya sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Boleh dibilang setelah era 90-an, pentas jazz Indonesia belum memiliki grup fusion yang setara dengan Java Jazz yang memiliki alm Embong Rahardjo sebagai salah satu ciri khas dengan permainan flutenya.

Dalam konser tunggal ini akan dirilis album berjudul “Joy, Joy, Joy” dimana posisi Embong digantikan oleh gitaris Dewa Budjana.

Indra Lesmana sendiri telah merilis sejumlah karya antara lain Reborn, Kayon maupun album Kembali Satu yang baru saja dirilis sebulan yang lalu dan digarap bersama para finalis ajang lomba Indonesian Idol. Sementara Dewa Budjana selain aktif bersama grup Gigi juga membentuk Trisum bersama gitaris Tohpati selain bermain solo dan sesekali tampil menjadi tamu bersama musisi lain. Donny Suhendra merilis album solo dan kerap tampil bersama Syaharani dengan ESQI:EFnya. Gilang Ramadhan aktif dalam formasi Kayon dan sempat merilis album bersama Indra Lesmana dan Pra Budi Dharma.

Saksikan pula penampilan Java Jazz di UGM Jazz 2009

Sambut Dies Natalis ke 60, UGM Jazz undang Indra Lesmana, Budjana dan sederet bintang Jazz Indonesia

Tags: , , , , , , , , ,


UGM Mandiri Jazz 2009 - Tampilkan Java Jazz dll

UGM Mandiri Jazz 2009 - Tampilkan Java Jazz dll

Menyambut Dies Natalis ke 60, UGM Jazz Digelar Dua Kali Setahun!

Tahun ini benar-benar menjadi tahun extravaganza jazz bagi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Betapa tidak. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, konser tahunan UGM Jazz tahun ini digelar sampai dua kali, sehingga menjadi event semesteran. Sesudah sukses menggelar UGM Jazz pada 23 Mei 2009 silam—yang antara lain menampilkan Balawan, Ireng & Kiboud Maulana serta Maylaffayza—kali ini UGM masih menyisakan satu lagi konser jazz untuk memuncaki perayaan hari jadinya yang ke-60, yang jatuh pada 19 Desember 2009.

Inilah konser jazz ke-12 UGM Jazz. Bila konser ini juga mendapat sambutan besar sebagaimana konser-konser sebelumnya, sangat mungkin tradisi menyelenggarakan konser jazz akbar semesteran akan dilanjutkan tahun depan. Kalau ini terjadi, maka UGM boleh mencatatkan diri sebagai satu-satunya kampus yang paling getol menggelar jazz dengan frekuensi setahun tersering.

Konser yang disponsori Bank Mandiri ini diberi nama UGM-Mandiri Jazz 2009 ini akan digelar pada Selasa, 15 Desember 2009, di Grha Sabha Pramana, Kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta. Selain sebagai puncak peringatan Dies Natalis, konser ini juga dimaksudkan sebagai kelanjutan dari konser-konser UGM Jazz sebelumnya yang selalu mencatat sukses besar. UGM Jazz selalu mampu menyedot 4.000 penonton (sesuai kapasitas Grha Sabha Pramana), dan bahkan mempunyai tradisi tiket terjual habis (sold out) sejak beberapa hari sebelum hari ”H”.

Untuk mengejar target sold out secepat mungkin, kali ini panitia tidak tanggung-tanggung menghadirkan kembali grup jazz super yang sudah lama vakum, yakni Java Jazz. Tampaknya, strategi panitia memilih Java Jazz sangat jitu. Karena Java Jazz adalah grup besar yang pernah amat berjaya pada paruh pertama dasawarsa 1990-an, sebelum kemudian para anggotanya sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Dedengkot grup ini adalah ”bocah ajaib” yang amat bertalenta sejak berusia bocah, yakni Indra Lesmana. Dalam dua bulan terakhir ini, ia berinisiatif membangkitkan kembali grup besar ini melalui latihan secara intens. Sebelum manggung di Yogyakarta, Java Jazz lebih dulu direncanakan melakukan re-launching dengan menerbitkan album terbarunya, pada Kamis, 10 Desember 2009, di Jakarta. Karena itu, event akbar UGM-Mandiri Jazz 2009—yang kini kian mantap eksistensinya dalam peta dan agenda jazz di tanah air—akan dijadikan momentum penting kebangkitan kembali Java Jazz.

Setelah meninggalnya peniup sax andal almarhum Embong Rahardjo, Java Jazz mengalami sedikit perubahan formasi, menjadi: Indra Lesmana (keyboards, grand piano), Dewa Budjana (guitar), Gilang Ramadhan (drums), Donny Suhendra (guitar), dan Ananda Mates (bass). Semua personalnya adalah talenta-talenta jazz terbaik di negeri ini. Di UGM-Mandiri Jazz, grup Java Jazz akan tampil di babak kedua. Yang juga menarik, sebelum Java Jazz tampil, Syaharani akan mengawali penampilan kembali grup super ini. Java Jazz direncanakan membawakan kombinasi antara lagu-lagu lama (hit mereka yang paling dikenang adalah Bulan Di Atas Asia) serta sejumlah lagu baru.

Selain grup Java Jazz, konser UGM-Mandiri Jazz 2009 juga akan menampilkan generasi jazz baru yang tengah naik daun, yakni Barry Likumahuwa Project. Barry adalah pemain bass yang bertalenta tinggi, yang musiknya dapat disambut baik oleh para penonton muda usia. Penampilan kelompok ini akan dibantu oleh ayahanda Barry, yaitu musisi senior serba bisa yang akan meniup trombone, yakni Benny Likumahuwa. Selain memainkan nomor-nomor instrumental, kelompok ini juga akan mendampingi penyanyi jenis R & B, Ello, yang diantaranya akan melantunkan lagu andalannya, Pergi Untuk Kembali, ciptaan ayahandanya, Minggus Tahitoe. Selain Ello, penyanyi senior Bertha juga akan meramaikan konser besar yang formatnya menyerupai ”semi festival” ini.

Pihak UGM juga secara khusus mengundang Farhan dan Sarah Sechan untuk memandu perhelatan yang diperkirakan bakal menghebohkan Yogyakarta ini. Para pecandu jazz bisa mereservasi tiketnya di WartaJazz.com Jogja dengan menghubungi telepon 0274-512561 atau 0812-2701719 atau email ke info@wartajazz.net

Tiket sengaja disediakan bervariasi, mulai Rp 25 ribu, Rp 40 ribu, Rp 75 ribu, Rp 150 ribu dan Rp 200 ribu, untuk mengakomodasi semua lapisan komunitas UGM Jazz, yang dalam beberapa tahun terakhir ini menunjukkan soliditas dan loyalitas yang tinggi, yang dibuktikan dengan selalu sold out-nya pesta jazz terbesar dan paling konsisten di luar Jakarta ini.

Tohpati hibur publik Jazz di Makassar lewat Pakarena in Jazz

Tags: , , , , ,


One Note Entertainment, promotor acara Jazz @ Fort of Rotterdam, kembali menggelar acara dengan menggandeng Surya 16 Exclusive mempersembahkan penampilan Jazzer dari Jakarta yakni Tohpati Quartet yang terdiri dari Tohpati ‘Bontot’ Ario Hutomo (gitar), Edwin Saladin (keyboards),  Demas Nerawangsa (percussion) dan Indro Hardjodikoro (bass).

Selain itu akan tampil pula drummer kawakan Gilang Ramadhan, feat Dg Serang with Pakarena in Jazz Group Makassar La’Biri, Andrie Tidie & Friends, Rizcky de Keizer & friends dan lain-lain.

pakarena-in-jazz

Hendra Sinadia dari One Note Entertainment dalam pesan pendeknya ke meja redaksi pada Kamis (19/20) mengungkapkan bahwa acara yang digelar pada hari Jumat, 20 November 2009 ini merupakan agenda untuk melaunching acara Jazz @ Fort of Rotterdam yang dijadwalkan akan digelar pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2010 yang akan datang.

“Kami juga menggelar acara khusus pada Sabtu sore 21 November 2009. Yaitu penyerahan Rekor Muri untuk Strya, drummer jazz termuda berusia 5 tahun yang berasal dari Makassar. Rekor tersebut diperoleh saat penampilannya di ajang Jazz @ Fort Rotterdam bulan Juli 2009 yang lalu”, ungkap Hendra Sinadia.

Acara Pakarena in Jazz akan digelar di D’liquid yang berlokasi dikawasan hotel Clarion Makassar. Acara akan dimulai pada pukul delapan malam waktu Makassar dan sekitarnya.

Informasi lebih lanjut mengenai tiket pertunjukan silakan hubungi Niken 0813 4237 6778 atau Radio Mercurius, Radio Bharata, Warung kopi Boots.

Komunitas Salihara persembahkan konser Kayon Tree of Life

Tags: , , ,


Ini memang proyek milik Trio Indra Lesmana, Gilang Ramadhan dan Pra Budi Dharma. Awalnya mereka menamakan diri PIG yang merupakan inisial nama mereka. Namun, tahun 2007 atas undangan sebuah institusi di Jerman, mereka berangkat dengan mengusung bebop sebagai tema dasar.

kayon-treeoflife

Kayon - Tree of Life

“Kami berusaha memainkan bebop sebagai landasan. Kebetulan tema dari konser kami di Jerman nanti adalah bagaimana perkembangan bebop di Asia. Bebop itu sesuatu yang natural bagi saya”, ujar Indra selepas konser di Gedung Kesenian Jakarta September 2007 silam dalam rangka persiapan ke forum Asia-Pasific Weeks di Berlin Jerman yang diselenggarakan oleh The House of World Cultures.

Berbeda dengan kebanyakan grup di Indonesia, Kayon dipersiapkan dalam bentuk cakram padat alias CD sebelum konser, yang artinya mereka telah menggarap konsep dan mewujudkannya sebagai pertanggungjawaban karya yang dapat dijadikan koleksi.

Kali ini Kayon Tree of Life kembali disajikan di Komunitas Salihara, Sabtu 3 Oktober 2009 mulai pukul 20.00wib dengan harga tanda masuk Umum Rp 50.000 dan Pelajar/Mahasiswa Rp 25.000

Informasi lebih lanjut dan pemesanan tiket silakan langsung datang ke Jl.Salihara No.16 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 atau dapat menghubungi telepon (62) 21 789 1202

***

Setelah merilis CD Kayon – Tree of Life, Indra dan kawan-kawan memang tidak terlalu sering tampil. Salah satu penampilannya yang ditunggu-tunggu adalah kala manggung di Jakarta Jazz Festival di Istora Senayan Jakarta. Penampilan tiga maestro jazz Indonesia ini menjadi magnet.

Penjualan album Kayon di WartaJazz.com juga luar biasa. Hingga berita ini diturunkan, Redaksi masih menerima puluhan pesanan album tersebut, meskipun status barangnya masih belum tersedia.

Apakah Kayon nanti akan menyajikan karya tambahan alias karya-karya baru selain yang pernah mereka persembahkan dua tahun lalu?, Mari kita tonton bersama!.

Roundtable discussion dalam rangka Jazz @ Fort of Rotterdam 2009

Tags: , , , , , , , ,


Panitia penyelenggara Jazz @ Fort of Rotterdam 2009, One Note Entertainment akan menggelar roundtable discussion menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dibidangnya masing-masing bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Indonesia, Makassar Jazz Society dan Radio Mercurius Top FM.

Acara akan digelar pada hari Sabtu 1 Agustus 2009 pukul 09:30 – 12:00 wita bertempat di Kantor Perwakilan Harian Kompas, Jl. Pengayoman, Panakukang, Makassar dengan para pembicara antara lain Nasruddin Nara (Ketua AJI cab. Makassar), Denny Sakrie (pengamat musik), Gilang Ramadhan (pemusik), Riza Arshad (pemusik), Hendra Sinadia penggiat jazz dan ceo One Note Entertainment, Yosi Karyadi (radio), A.M. Mochtar (budayawan – Ketua Dewan Kesenian Makassar), Hans Mattone (pengamat seni budaya) serta Dahono Fitrianto (wartawan harian Kompas). Bertindak selaku moderator Andi Mangara dari Makassar Jazz Society.

Apa yang mendasasari diadakannya Roundtable discussion Jazz@Fort of Rotterdam ini?

Barangkali kita harus melihat kembali sejarah terbentuknya Makassar Jazz Society (MJS) di sekitar tahun 1989. Dimana pelaksanaan Jazz @Fort Rotterdam (“JFR”) merupakan puncak dari segala aktifitas jazz yang dirintis oleh komunitas jazz di Makassar tersebut.

JFR akan merupakan festival jazz yang pertama kali diadakan di kawasan timur Indonesia. JFR yang telah dicanangkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar dan didukung oleh Walikota Makassar sebagai ajang tahunan promosi budaya dan pariwisata akan menggusung tema “When Jazz Meets Ethnics”.  Pemakaian tema tersebut untuk mempertegas misi dari JFR sebagai ajang kesenian yang turut memperkenalkan dan mengembangkan budaya local yang dipadukan dengan unsur musik kontemporer dalam hal ini jazz, sehingga perpaduan tersebut dapat memperkaya khasanah budaya nasional serta mendukung promosi pariwisata.

Diskusi dengan tema When Jazz Meets Ethnics bertujuan menggali potensi perpaduan jazz dengan etnik yang dapat digunakan untuk pengembangan industri termasuk industri hiburan seni serta pariwisata dan pada gilirannya kelak akan memberikan sumbang dan saran bagi pengembangan kegiatan seni budaya tradisional serta kontemporer.

Acara ini digelar dengan peserta terbatas. Anda tertarik?, silakan menghubungi panitia penyelenggara Jazz @ Fort of Rotterdam

Donny Suhendra merilis Disini Ada Kehidupan versi compact-disc

Tags: , , , , , , ,


donny-suhendraDonny Suhendra, adalah gitar, lagu-lagu “gitar”nya yang kaya. Khas, seringkali dengan topinya di atas panggung. Selain, ekspresinya saat memainkan gitarnya.

Satu ketika, seorang Dewa Budjana-pun mengakui Donny Suhendra adalah salah satu gitaris idolanya, yang begitu membuatnya ingin sekali berkenalan dan mengajak ngobrol.

Sementara Tohpati mengatakan, kebanggaannya ketika ia diajak Donny Suhendra bermain bareng dengan Donny Suhendra dan Oele Pattiselanno. Keduanya suhu, keduanya gitaris favorit, keduanya pendekar gitar. Tentu saja, ia girang bukan main ketika kedua “senioren”nya itu mengajaknya bermain bersama dalam formasi, OTD (Oele-Tohpati-Donny Suhendra).

Donny telah menjalani karir musiknya sejak akhir 1970-an. Ia tercatat pernah bergabung ataupun ikut mendirikan pelbagai kelompok musik (jazz dan fusion) di Bandung seperti G’Brill, Harry Roesli-DKSB, d’Marszyo sampai masuk Elfa’s Music Studio. Lalu juga BOM, selain Square Band.

donny-suhendra-disini-ada-kehidupanNamanya lantas mencuat keatas setelah ia tampil bersama Krakatau. Satu nama kelompok musik fenomenal di tahun 1980-an, yang seolah menjadi grup musik fusion terdepan selepas merajai ajang kontes band bergengsi (waktu itu, di era 80-an), Light Music Contest 1985.

Kemudian iapun tercatat masuk formasi, Indra Lesmana Quartet. Lantas masuk Indra Lesmana Java Jazz, Adegan. Ia ikut mendirikan kelompok Big City Blues. Masuk pula dalam formasi trio bersama Yance Manusama dan Gilang Ramadhan bernama, Dongilyan. Tercatat ia juga terlibat dalam kelompok musik Gilang Ramadhan NERA, selain mendukung Syaharani Queenfireworks.

Tak pelak serangkaian perjalanan karir musiknya nan panjang, telah menempatkannya sebagai salah satu gitaris jazz (dan blues) terbaik yang dimiliki negeri ini. Ia menjadi makin “lengkap” dalam karir musiknya, setelah iapun menciptakan berbagai-bagai karya lagu.

Di tahun 2000, solo album perdananya, Di sini ada Kehidupan, dirilis dalam versi Kaset oleh Chico & Ira Production. Saat itu, album tersebut, dianggap sebagai salah satu album solo dari musisi yang paling awal dan yang terbaik.
Sekian waktu kemudian, Donny Suhendra yang lulus dari ITB jurusan Desain ini, berupaya dalam melanjutkan karir musiknya, dengan menghasilkan album musik berikutnya. Namun memang segenap rencananya tersebut, menemui berbagai macam kendala.

Akhirnya, rintangan demi rintangan tersebut, menciptakan ilhan kepadanya. Kenapa tidak merilis kembali solo album perdananya, namun dalam versi compact-disc. Hal ini juga lantaran banyak penggemarnya, dan terutama para gitaris, menanyakan solo album perdananya tersebut.

“Sudah 6-7 tahun kemudian, kok makin banyak saja yang menanyakan, bagaimana bisa membeli album saya yang pertama itu. Kebanyakan memang menanyakan, keluarin ga versi CD nya,”cerita Donny. Dan akhirnya, iapun bersepakat dengan indiejazzINDONESIA, sebuah perekam independen. Ada bentuk visi dan misi yang sejalan, dan dengan mimpi2 yang sama,itu alasan Donny kenapa akhirnya iapun menjalin kerjasama dengan indiejazzINDONESIA.
Bersama indiejazzINDONESIA, Donny kemudian menuntaskan versi CD dari debut albumnya tersebut. Dilakukan pula, remastered yang kembali ditangani oleh sahabatnya, Indra Lesmana.

Dan versi repackage dari album tersebut, juga memuat satu lagu baru, bertitel ‘Aku adalah Aku’. Donny “menemukan” seorang penyanyi muda bertalenta, Hans Bartel namanya. Hans itu, terang Donny, didapatnya dari informasi teman-teman musisi. Setelah saya ketemu dan mencoba suaranya, “Saat itu juga saya kayak kontak tuh dalam hati saya, ini nih yang saya cari..,” jelas Donny lagi.

Album Di sini ada Kehidupan berupa repackage dalam bentuk hanya CD tersebut, dirilis secara resmi mulai Minggu kedua Februari 2009 ini dengan harga jual Rp 40.000,- (empat puluh ribu rupiah).

Proses akhir untuk mempersiapkan album repackage ini, menyita waktu hampir 3 bulan lamanya. “Ini album yang sebagian besar instrumental, memuat karya-karya lagu saya sendiri, yang berangkat dari perjalanan hidup saya..”
Donny tidak menampik bila disebut, album ini bernuansa spiritual. “Bukan musik yang Islami ya, bukan ke arah itu. Tapi lagu-lagunya memang semacam potret dari apa-apa yang saya alami, saya lewati, saya rasakan sepanjang kehidupan saya. Ini juga mensyukuri atas segenap nikmat berkahNYA yang saya dan keluarga saya rasakan dan alami selama ini.”

Album ini didukung oleh para sahabat-sahabat musisi seperti Gilang Ramadhan, Pra Budhi Dharma, Syaharani, dr.Iwang Gumiwang, Indro Hardjodikoro, Aksan Sjuman, juga Indra Lesmana. Nama terakhir, juga bertindak sebagai sound-engineer untuk proses mixing dan mastering album ini.

Musiknya Jazz? Donny hanya senyum dan berkata, biarlah semua pendengar musik saja yang bisa menyatakan musik saya ini jazz atau rock atau blues atau apapun. “Saya memainkan musik yang ingin saya mainkan. Semuanya mengalir begitu saja, tanpa saya berpikir-pikir, ini jazz atau blues atau apapun.”

Di sini ada Kehidupan rasanya adalah sebuah produk musik yang harus dimiliki oleh para penggemar musik, terutama para penggemar musik jazz. Donny mungkin saja bisa terdengar seperti Pat Metheny, Scott Henderson, Larry Coryell misalnya. Tapi kalau kita menikmati lagi, lebih mendalam, permainan gitarnya maka kita akan dapat menemukan kekhasan dalam bentuk sajian permainan gitarnya.

Ia menyatakan, tidak berminat meniru siapapun. “Saya dengarkan semua gitaris, dari berbagai aliran musik. Saya seperti berguru dengan hasil-hasil rekaman mereka, dan mereka semua adalah para pendekar-pendekar gitar dunia. Dan pastinya saya, kalau meniru mereka, jauhlah dan nggak mungkin bisa menyamai mereka.”

Harapan Donny, publik penggemar musik akan dapat menerima dengan tangan terbuka, sajian albumnya ini. Semoga yang mendengarkan musiknya bisa menenangkan hati mereka masing-masing….

Anda yang tertarik membeli, dapat menghubungi sales@wartajazz.net atau telpon ke 021-8310769.


Jazz is not dead, it just smells funny. — Frank Zappa


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<