Komunitas Jazz Chicâs (KJC) kembali menggelar gathering rutin bulanan setelah hampir 3 bulan absen. Menjawab begitu banyak pertanyaan dari pecinta jazz yang sepertinya merindukan suasana unik KJC karena menempatkan musik jazz di jalanan. Bertempat seperti biasa di pelataran parkir Chicâs Musik jalan Pemuda 65 Rawamangun Jakarta Timur, acara dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Sebagai pembukaan, penampil pertama adalah jam session dari beberapa instruktur Chicâs terdiri dari Bhayu (piano), Alex Kuple (Bass), Erik Andriyanto (Gitar), dan Herman (Drums). Mereka membawakan 5 lagu jazz standard yaitu âAll The Things You Areâ, âEquinoxâ, âStella By Starlightâ, âThereâs No Greater Loveâ, dan âFootprintsâ.
Suasana mainstream jazz langsung terasa dengan nomor-nomor jazz klasik yang dibawakan oleh Erik cs tersebut, sekaligus juga memancing penikmat jazz untuk mendatangi area parkir Chicâs Musik yang malam itu terasa cukup hangat. Permainan jazz swing, ballad, maupun be bop mampu mengajak penikmat jazz yang mulai berdatangan untuk larut dalam suasana jazz on the street.
Penampil berikutnya adalah Trio terdiri dari Bhayu (piano), Dodi (Bass), dan Bobby (Drums) yang membawakan 2 buah nomor yaitu âMr PCâ yang diaransemen Funk Jazz dan âThe Chickenâ, sebuah nomor milik legenda bassist Jaco Pastorius. Nuansa funk yang kental mewarnai permainan trio ini, menyuguhkan rasa jazz yang lain setelah rasa jazz klasik sebelumnya. Penikmat jazz semakin terlihat antusias menyaksikan aksi-aksi improvisasi yang mereka suguhkan.
Posisi Bhayu pada piano kemudian digantikan oleh Ade, seorang pianis jazz berbakat yang masih berusia belasan tahun. Trio baru ini menghadirkan rasa jazz yang lain lagi, karena mereka memainkan nomor reggae blues lawas milik Eric Clapton yaitu âI Shot The Sheriffâ yang dibalut dengan chord-chord dan improvisasi jazz serta irama yang funky groove. Cukup menyegarkan.
Selanjutnya, panggung KJC 22 Oktober 2009 diisi oleh penampilan dari Ade (piano), Aisi (gitar), Aris (bass), Herman (drums), dan Rahmat (saxophone). Mereka membawakan beberapa nomor jazz standard diantaranya adalah âBlue Bossaâ yang diaransemen swing. Permainan solo piano Ade sanggup memukau para penikmat jazz yang hadir karena sangat indah, melodius, dan sarat dengan skill yang tinggi. Patut kita kagumi mengingat usianya yang masih sangat muda namun mampu menampilkan permainan jazz yang mumpuni.
Penampil kelima malam itu adalah duet Boy (Vokal & Gitar) dan Puji (Gitar). Mereka membawakan 2 buah nomor reggae klasik milik Bob Marley yaitu âWaiting in Vainâ dan âNo Woman No Cryâ yang dibawakan secara jazzy. Vokal Boy yang meliuk-liuk bluesy memainkan melodi asli lagu-lagu reggae tersebut mampu menghadirkan dengaran interpretasi baru yang cukup menyegarkan suasana malam itu.
Giliran berikut setelah Boy & Puji adalah group Nada Biru, band yang sudah beberapa kali tampil di gathering KJC. Nada Biru beranggotakan Aris (bass), Aisi (gitar), Bobby (drums), dan Rahmat (saxophone). Aisi yang juga adalah seorang dokter jantung membuktikan bahwa profesi apapun tidak akan menghalangi keicntaan untuk memainkan musik jazz. Nada Biru membawakan beberapa nomor jazz standard seperti âTake Fiveâ dan âStella By Starlightâ dengan aransemen yang mereka buat lebih nge-beat dan modern.
Tidak terasa jika malam semakin larut, penampil ketujuh malam itu adalah band bentukan Andry (bass), Adhit (gitar), dan Ridwan (drums) yang mereka namakan Ada Trio Band. Nama yang cukup unik. Mereka memainkan 3 buah nomor jazz yang terbilang cukup rumit dan membutuhkan skill yang tinggi, yaitu âDonna Leeâ, âMomentâs Noticeâ, dan âGiant Stepâ. Namun mereka mampu membawakan nomor-nomor tersebut secara baik dengan interpretasi dan semangat baru. Meski masih berusia muda, permainan mereka sangat menjanjikan dengan skill yang cukup tinggi.
Setelah Ada Trio Band, panggung kembali diisi dengan jam session. Inilah keistimewaan dari gathering bulanan KJC, karena siapa saja bebas berpartisipasi untuk mengisi panggung berkolaborasi dengan musisi-musisi lain yang hadir. Jam session pertama terdiri dari Andry (bass), Herman (drums), Imam Fathur (gitar), dan Ade (piano) yang membawakan beberapa nomor mainstream jazz standard. Sarat dengan improvisasi dan komunikasi musikal antar pemain menjadikan penampilan mereka terlihat begitu atraktif. Kemudian jam session kedua yang merupakan penampil terakhir malam itu diisi oleh Alex Kuple (bass), Herman (drums), Sonny (piano), dan Adhit (gitar) yang memainkan 2 buah nomor jazz yaitu âStraight, No Chaserâ dan âThe Girl From Ipanemaâ. Penampilan terakhir ini menutup rangkaian acara gathering bulanan KJC bulan Oktober 2009 karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul setengah 12 malam. Penikmat jazz yang telah puas menikmati suguhan berbagai rasa dengaran musik jazz pun terlihat cukup enggan beranjak pulang karena sebenarnya mereka masih menginginkan gathering terus berjalan, namun waktu jualah yang membuat acara malam itu harus segera diakhiri.
Ada fakta yang menarik pada gathering KJC kali ini, karena malam itu KJC didatangi langsung oleh Ronny Sinaga, seorang penikmat jazz berasal dari Purwokerto. Ya, Purwokerto di Jawa Tengah! Pak Ronny ini ke Jakarta menggunakan kereta, dan dari stasiun kereta langsung menuju ke Chicâs untuk menikmati acara gathering KJC. Salut dan terimakasih buat pak Ronny, salam kami dari KJC untuk rekan-rekan pecinta jazz di Purwokerto.
Selain itu, ada sebuah kabar baik untuk anda semua pecinta jazz, karena mulai bulan November 2009 Komunitas Jazz Chicâs akan bekerjasama dengan Planet Hollywood untuk menggelar acara gathering KJC di bar Planet Hollywood setiap hari minggu 2 kali dalam sebulan. Gathering bulanan setiap hari Kamis minggu keempat akan tetap berjalan di Chicâs Musik. So, tunggu apa lagi mari kita menikmati musik jazz lebih banyak lagi. Kesempatan baik juga buat para musisi jazz untuk menyalurkan apresiasinya pada gathering KJC yang kini bertambah setiap bulannya. Tunggu saja kabar selanjutnya, salam jazz! (Alex Kuple).



