Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Tag Archive | "Makassar Jazz Society"

Roundtable discussion dalam rangka Jazz @ Fort of Rotterdam 2009

Tags: , , , , , , , ,


Panitia penyelenggara Jazz @ Fort of Rotterdam 2009, One Note Entertainment akan menggelar roundtable discussion menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dibidangnya masing-masing bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Indonesia, Makassar Jazz Society dan Radio Mercurius Top FM.

Acara akan digelar pada hari Sabtu 1 Agustus 2009 pukul 09:30 – 12:00 wita bertempat di Kantor Perwakilan Harian Kompas, Jl. Pengayoman, Panakukang, Makassar dengan para pembicara antara lain Nasruddin Nara (Ketua AJI cab. Makassar), Denny Sakrie (pengamat musik), Gilang Ramadhan (pemusik), Riza Arshad (pemusik), Hendra Sinadia penggiat jazz dan ceo One Note Entertainment, Yosi Karyadi (radio), A.M. Mochtar (budayawan – Ketua Dewan Kesenian Makassar), Hans Mattone (pengamat seni budaya) serta Dahono Fitrianto (wartawan harian Kompas). Bertindak selaku moderator Andi Mangara dari Makassar Jazz Society.

Apa yang mendasasari diadakannya Roundtable discussion Jazz@Fort of Rotterdam ini?

Barangkali kita harus melihat kembali sejarah terbentuknya Makassar Jazz Society (MJS) di sekitar tahun 1989. Dimana pelaksanaan Jazz @Fort Rotterdam (“JFR”) merupakan puncak dari segala aktifitas jazz yang dirintis oleh komunitas jazz di Makassar tersebut.

JFR akan merupakan festival jazz yang pertama kali diadakan di kawasan timur Indonesia. JFR yang telah dicanangkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar dan didukung oleh Walikota Makassar sebagai ajang tahunan promosi budaya dan pariwisata akan menggusung tema “When Jazz Meets Ethnics”.  Pemakaian tema tersebut untuk mempertegas misi dari JFR sebagai ajang kesenian yang turut memperkenalkan dan mengembangkan budaya local yang dipadukan dengan unsur musik kontemporer dalam hal ini jazz, sehingga perpaduan tersebut dapat memperkaya khasanah budaya nasional serta mendukung promosi pariwisata.

Diskusi dengan tema When Jazz Meets Ethnics bertujuan menggali potensi perpaduan jazz dengan etnik yang dapat digunakan untuk pengembangan industri termasuk industri hiburan seni serta pariwisata dan pada gilirannya kelak akan memberikan sumbang dan saran bagi pengembangan kegiatan seni budaya tradisional serta kontemporer.

Acara ini digelar dengan peserta terbatas. Anda tertarik?, silakan menghubungi panitia penyelenggara Jazz @ Fort of Rotterdam


As long as there is democracy, there will be people wanting to play jazz because nothing else will ever so perfectly capture the democratic process in sound. Jazz means working things out musically with other people. You have to listen to other musicians and play with them even if you don’t agree with what they’re playing. It teaches you the very opposite of racism and anti-Semitism. It teaches you that the world is big enough to accommodate us all. — Wynton Marsalis


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<