Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Tag Archive | "Notturno"

Tiket Sunday Jazz Festival bisa dibeli di WartaJazz

Tags: , , , , , ,


Sukses dengan penyelenggaraan Sunday Jazz Festival di Segarra Ancol tahun lalu, membuat panitia melanjutkan program serupa, kali ini pada hari Sabtu, 5 Juni 2011 mulai jam 1 siang.

WartaJazz Ticket Box menyediakan tiket Sunday Jazz Ancol yang menampilkan sejumlah bintang tamu antara lain Brand New Heavies, Barry Likumahuwa Project, Andien, Rieka Roslan, Maliq D’essentials, Soulvibe, Notturno dan lain-lain.

Harga tiket promo adalah IDR 330.000,- (tiga ratus tiga puluh ribu rupiah) sudah termasuk pajak 10%. Harga ini hanya berlaku sampai tanggal 1 Juni 2011.

Anda yang tertarik membeli dengan harga promo diatas silakan menghubungi WartaJazz Ticket Box di nomor telepon 021-8310769 atau bisa juga mengirimkan order via email ke sales@wartajazz.net dengan subject #SundayJazzAncol. Sertakan nama lengkap, nomor handphone dan jumlah tiket yang dipesan.

Alternatif lainnya adalah mengisi formulir berikut ini.

Your Name / Nama Lengkap (required)

Your Email Address (required)

Handphone

Number of Tickets / Jumlah Tiket yg dipesan / Price / Harga 330.000

Inilah daftar musisi (Jazz) Indonesia yang bakal tampil di Axis Java Jazz Festival 2011

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Axis Java Jazz Festival 2011

Axis Java Jazz Festival 2011

Apakah anda sudah mengantongi tiket pertunjukan Axis Jakarta International Java Jazz Festival 2011 yang akan digelar 4-5 Maret 2011 mendatang?. Kalau belum, masih ada kesempatan untuk mendapatkan tiket tersebut, plus beberapa pilihan spesial shows yang menarik bersama Santana, George Benson atau Kenny Loggins.

Berikut ini daftar paling update untuk musisi Jazz Indonesia yang bakal tampil di Java Jazz Festival 2011:

  • Abdul and The Coffee Theory
  • Ade & Brothers
  • Andien
  • Barry Likumahuwa Project
  • Benny Likumahuwa & Young Jazz Connection
  • Benny Mustafa
  • Bonita & The Husband
  • Bubi Chen Plays Pop
  • C-Man
  • Calvin Jeremy
  • Chairul Umam Quintet
  • David Manuhutu
  • Dira J. Sugandi
  • Donny Suhendra
  • Drew
  • Dwiki Dharmawan & Angklung Jazz Ensemble
  • Ello
  • Endah N Rhesa
  • Esqi:EF Feat Syaharani and The Queenfireworks
  • Farrah Di Bigband
  • Four On The Floor
  • Fraya
  • Gigi Big Band
  • Glen Dauna feat. Farrah Di
  • Glenn Fredly
  • Idang Rasjidi
  • Imam Pras Quartet
  • Indonesia Nu Progressive tribute to Harry Roesli
  • Indonesian Youth Regeneration
  • Indra Aryadi
  • Indra Aziz Quintet
  • Indro Hardjodikoro
  • Iwan Abdie
  • Iwan Hasan’s Chamber Jazz feat. Andien, Enggar, Metta
  • Jaya Suprana
  • Jopie Item
  • Kahitna
  • Kirana Big Band
  • Maliq & D’Essentials
  • Manna Band
  • Marcell
  • Mian Tiara & D’Organics
  • Minangapentagong Sawahlunto
  • Nial Djuliarso: The Jazz Soul of Ismail Marzuki
  • Nikita Dompas & His Fellow Musicians
  • Notturno
  • Oele Pattiselano
  • Pandji Pragiwaksono
  • Pitoelas Bigband
  • Raisa
  • RAN
  • Sandhy Sondoro
  • Sandy Winarta Quartet
  • Shadow Puppet
  • Simak Dialog
  • Sketsa
  • Soulvibe
  • Spero
  • The Groove Reunion
  • The Husband & Wife feat. Endah N Rhesa
  • The Jongens Jazz Quartet
  • The Police Project by Margo Rising
  • Tohpati Bertiga
  • Tribute to Elfa S. feat. Elfa’s Singers, Harvey Malaiholo, Andien
  • W/H/A/T Quartet
  • Zarro

Beberapa nama yang mesti mendapat perhatian antara lain WHAT Quartet, The Jongens Jazz Quartet, Shadow Puppet, karena kelompok ini para musisi Jazz Indonesia yang belakangan namanya mulai mencuri perhatian.

Selain itu tentu saja ada sejumlah nama seperti Tohpati Bertiga yang tak lain adalah Tohpati Ario Hutomo, Indro Hardjodikoro dan drummer Gugun Blues Shelter, Bowo yang memulai proyeknya di Ngayogjazz.

Pesta Ultah Komunitas Jazz Chics dimeriahkan Heaven On Earth, Notturno dll

Tags: ,


Tak terasa sudah tiga tahun Komunitas Jazz Chic’s di Rawamangun hadir memberikan alternatif tujuan bersosialisasi dan berkumpul dan menikmati musik utamanya bagi penggemar musik Jazz di kawasan timur Jakarta.

Dalam rangka memperingati tiga tahun perjalanan Komunitas Jazz Chics akan digelar sebuah acara yang akan dimeriahkan sejumlah grup dan musisi jazz antara lain Heaven on Earth, Notturno dan diselenggarakan pada hari Kamis, 27 Mei 2010 bertempat di halaman parkir Sekolah Musik Chic’s Jalan Pemuda 65 Rawamangun Jakarta Timur mulai pukul 15.00 sore.

Komunitas ini berawal dari kesamaan hobi mendengar dan memainkan musik Jazz, beberapa instruktur Chic’s Musik Rawamangun Jakarta Timur diantaranya Erick (Gitar), Tino (Biola), Alex Kuple (Bass), Bhayu (Piano), Herman (Drum), Bobby (Drum), Sonny (Piano), dll sepakat untuk mengadakan sebuah acara jazz bulanan bertempat di pelataran parkir Chic’s Musik.

Gathering pertama berlangsung tanggal 24 Mei 2007. Selain instruktur dan murid Chic’s Musik, Komunitas Jazz Chic’s juga mengundang beberapa musisi baik dari kalangan jazz maupun non-jazz untuk turut mengisi acara. Diantaranya yang pernah tampil adalah Beben (Komunitas Jazz Kemayoran), Harry Toledo, Baim (Vokalis ex ADA Band), Krishna Siregar, Agus Takari, dll.

Ayo dukung artis jazz idolamu di ICEMA 2010

Tags: , ,


ICEMA 2010

ICEMA 2010

ICEMA adalah apresiasi penghargaan karya musik tahunan yang diadakan dengan semangat untuk menanggapi fenomena terbaru dari perkembangan terkini atas produksi karya musik di Indonesia. Penghargaan diberikan sebagai apresiasi kepada musisi yang memiliki semangat pembaharuan dalam menciptakan karya musik dengan bentuk-bentuk ekspresi baru lewat penjelajahan musikal yang beraneka ragam sehingga menawarkan pilihan-pilihan baru akan karya musik kepada publik.

Metode yang dipakai oleh ICEMA berbeda dengan pemilihan awards lain yang pada umumnya diserahkan kepada panel atau dewan juri, namun disini hanya ada Dewan Kategorisasi yang dipimpin oleh Denny Sakrie (Pengamat musik) dengan sejumlah anggota yaitu Sandra Asteria(Music Director Trax FM Jakarta), Adib Hidayat (Penulis dan Editor in chief di majalah Rolling Stones Indonesia), Eric Wiryanata (Penulis dan pemilik Deathrockstar.info) dan Indra Ameng (Kurator Ruang Rupa dan manager dari White Shoes and The Couples Company).

Masyarakat pecinta musik tinggal memberikan suaranya lewat e-voting atau pemungutan suara secara online. Gampangnya, untuk mendukung jagoanmu, silakan kunjungi website ICEMA di alamat http://icema.co.id/ dan tinggal ikuti petunjuk yang tersedia di website tersebut.

Adapun artis yang menjadi unggulan untuk kategori Favorite Jazz Song adalah

  • Barry likumahuwa –Mati Saja
  • Indro Hardjodikoro – Feels Free
  • Jacket Potato – To The Sky
  • Javajazz – Java’s Weather
  • Ligro Trio – Green Powder
  • Notturno – La La La La La
  • Simak Dialog – Disapih
  • Sketsa – Childhood’s Dream
  • Taokombo – Harvey’s Blues
  • Tohpati Ethnomission – Save The Planet

Selain itu ada pula kategori Favorite World Music Song dengan nominator antara lain

  • Akordeon – Moving
  • Kroncong Tenggara – Kroncong Tenggara
  • Kunokini – Indo Baru
  • Saratus Persen – Midnight Sky
  • Tompi – Hello Sallamualaekum

Sementara Java Jazz – Joy! Joy! Joy! juga masuk dalam salah satu nominator untuk kategori Favorite Artwork dari sampul albumnya.

Selanjutnya tahapan yang akan terjadi adalah

  • 29 April – 29 Mei 2010: Voting periode pertama untuk 15 band nominator masing-masing kategori
  • 30 Mei 2010: Pengumuman 5 besar band nominator untuk masing-masing kategori
  • 30 Mei – 29 Juni 2010: Voting periode kedua untuk pemilihan pemenang masing-masing kategori
  • 29 Juni 2010: Online voting ditutup (voting page ditutup jam 00.00 WIB)
  • 18 Juli 2010: Malam penganugerahan pemenang Indonesia Cutting Edge Music Award (ICEMA)

So, buruan dukung jagoanmu!

Solo City Jazz 2009 ambil tema Jazz up batik

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,


solo city jazz - icon 01Tanggal 4-5 Desember 2009 dipilih menjadi penyelenggaraan Solo City Jazz Festival yang pertama dengan mengambil setting panggung di halaman pasar Windujenar Koridor Ngarsopuro kota Solo, Jawa Tengah.

Sejumlah bintang akan menghiasi line-up festival dua hari bertema Jazz up batik yang tidak dipungut biaya ini.

Mereka yang akan hadir antara lain Notturno, Maya Hasan Quartet bersama Deddy Dhukun & Dian PP. Lalu ada kelompok Akordeon yang terdiri dari Bintang Indrianto, Rindra ‘Padi’ Risyanto, Roedyanto ‘Emerald’ Warsito & Sruti Respati, Magnificent – duo bersama gitaris Agam Hamzah dan Donny Suhendra, Ivan Nestorman dan Andien.

Masih ada Heaven on Earth, Agus Bing & Prabumi dari Yogyakarta, Donny Koeswinarno Jazz-Quartet, Clorophyl & the New-Generation dan Yovie Widianto Fusion

Solo sendiri menurunkan I Wayan Sadra dengan Sono Seni Ensemble dan Solo Jazz Society band.

Kegiatan festival ini sendiri turut didukung Teh Botol Sosro. Menurut Aria Wahyudi, Deputice Vice Marketing Direktur Sosro saat ditemui WartaJazz.com di Joglo Kemang (23/11), Solo City Jazz  memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan kota-kota lain. Sosro sendiri melihat kesamaan perspektif yang sejalan dengan strategi komunikasi dan pemasarannya dengan Solo City Jazz.

Dukungan Pemerintah Kota Solo juga sangat besar sehingga terselenggaranya acara ini. Sudah barang tentu sebagai pecinta jazz kita berharap makin banyak perusahaan dan pemerintah kota lain yang juga memberikan support atau dukungan bagi terselenggaranya acara-acara jazz baik yang berskala konser maupun festival.

Jazz for West Java, bentuk kepedulian musisi jazz Indonesia pada gempa Jawa Barat

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,


logo jazz for westjavaTak pernah ada yang berharap musibah datang, termasuk para korban gempa  berkekuatan 7.3 skala Richter di Jawa Barat yang getarannya terasa mulai dari Jakarta hingga Bali.

Berangkat dari kepedulian para insan Jazz Indonesia, maka akan digelar konser Jazz for West Java sebagai wujud dari nyata kegiatan untuk menggalang dana, mengumpulkan donasi guna membantu saudara-saudara kita yang mengalami musibah gempa di Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan persembahan dan hasil kerjasama Dewan Kesenian Jakarta, Simpay Wargi Urang, WartaJazz.com, Palang Merah Indonesia dan Farabi Music.

“Insya Allah seperti halnya kepedulian kita pada korban Tsunami Aceh dan Gempa Yogyakarta, kali ini kita menggelar konser amal untuk para korban gempa Jawa Barat”, demikian diungkapkan Dwiki Dharmawan pengagas acara saat melakukan pertemuan koordinasi panitia konser Jazz for West Java bersama Adang Daradjatun dari Simpay Wargi Urang, Muhammad Thoriq dari Palang Merah Indonesia, Agus Setiawan Basuni dari WartaJazz.com, Gideon Momongan dari Indiejazz Inc.

poster westjava web

Acara akan digelar pada hari Minggu, 13 September 2009 mulai pukul 19.00 wib hingga 23.00 wib bertempat di Graha Bakti Budaya – Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikin Raya 73 Jakarta Pusat. Anda yang tertarik menonton dan beramal, undangan sebesar IDR 100.000,- dapat diperoleh dengan menghubungi salah satu nomor telepon berikut:

DKJ 021-39899634 / 3162780 Ranti
Farabi Music 021-7226270 / 7224407 Dina
WartaJazz.com 021-8310769 Dewi
PMI 021-32084400 Indah / Winda
Simpay Wargi Urang 3100551 Yane

Para musisi jazz Indnesia yang berkenan hadir hingga berita ini diturunkan antara lain Benny Likumahuwa, Krakatau, B3, Rio Febrian, Dwiki Dharmawan, Fariz RM, Maya Hasan, Tompi, Idang Rasjidi, Andien, Budjana-Tohpati, World Peace Orchestra, Agam Hamzah,Adi Darmawan, Kulkul, Donny  Suhendra, Riza Arshad, Bintang Indrianto, Arief Setiadi, Yance Manusama, Tere, ES.QI.EF,Totong Wisaksono, Gerry Herb, Audiensi Band, Otti Jamalus Quartet, Clorophyl D’next Generation, Tompi, Yeppi Romero, Erik Sondhy, Barry Likumahuwa Project, Jilly Likumahuwa,Mahagenta, Oppie Andaresta, Bram,Aldhi,Gerald Trio, Notturno, Rio Moreno, SOL Project, Vodka, Ryo The Malay.
Farhan dan Denny P-Project akan bertindak selaku MC atau pembawa acara.

Selain itu panitia juga merilis merchandise khusus edisi Jazz for West Java dengan harga sebesar IDR 100.000,- (seratus ribu rupiah) dan tersedia dalam ukuran XXS, S, M, L, XL, 3L dan 4L. Anda bisa mengontak info@wartajazz.net untuk pembelian merchandise Jazz for West Java ini.

Jazz for West Java-031 - Maroon

Jazz for West Java-031 - Maroon

westjava-031 - white

Jazz for West Java-031 - white

westjava-031 - black

Jazz for West Java-031 - black

Notturno tampil di Asean Jazz Festival dengan formasi baru

Tags:


notturno-big

Kelompok Notturno awalnya digawangi trio Masmo (keyboard), Hendrawan (drums) dan Joshua Arifin (acoustic bass). Namun pada penampilan mereka di Asean Jazz Festival 2009 yang digelar di kawasan Wisata Ocarina Batam, formasi ini bertambah dua orang personil menjadi quintet.

Adalah saxophonis muda Yudha, yang awalnya hanya sebagai sidemen, kini bergabung resmi, plus vocalis wanita Adhyuta Abandhika. “Acara Asean Jazz Festival 2009, kami jadikan sebagai momen untuk mengukuhkan formasi quintet ini”, demikian ujar Masmo, juru bicara Notturno.

Notturno yang cukup memiliki jam terbang diberbgai pertunjukan musik jazz berskala festival di Indonesia dengan antara lain tampil di Java Jazz Festival, Malacca Strait Jazz Festival dan Ngayogjazz ini telah merilis album berjudul Volume 1: Akoustika Adventure

Proses kreatif mereka yang dimulai dari Februari 2007 berlangsung mulus. Keliaran ide hasil pengalaman musikal cak Hend dan Masmo, menyatu secara harmonis dan lebih tersruktur oleh pengetahuan teoritis musik Joshua yang belajar musik secara formal di Institut Musik Daya Indonesia. Hingga akhirnya Notturno (diambil dari kata bahasa Italia, yang berarti “malam gelap”) memiliki materi-materi lagu yang memiliki ciri khas.

“Formasi ini akan kami lanjutkan hingga album kedua yang akan segera dirilis”, tambah Masmo lagi. “Album bagian kedua berjudul Vol: 2 Lyrikal Adventure sebagai bagian dari trilogi, akan besama Yudha dan Adhyuta”.

Ketika ditanya soal materi lagu apa yang akan dibawakan, Masmo menyatakan bahwa akan ada kombinasi antara album perdana dan beberapa lagu baru yang akan muncul di album kedua. “Tapi kami juga akan bawakan karya Miles Davis, All Blues”, pungkasnya.

Notturno rilis album Volume 1: Akoustika Adventure

Tags: , , ,


notturno-vol1-akoustika-adventure

Pengalaman selama tiga tahun lebih belajar dan bermusik bersama di Komunitas Jazz Kemayoran serta dalam sebuah band jazz (Beben Quartet), ternyata menumbuhkan kecocokan ide serta intepretasi terhadap musik di antara tiga individu  Joshua Arifin (contra bass), Hendrawan atau yang akrab disapa Cak Hend (drum dan perkusi), serta Masmo (piano, fender rhodes, analogues, dan organ) untuk membentuk Notturno.

Latar belakang tiap personel band yang pernah menimba pengalaman di berbagai kelompok musik rock, pop, bahkan ada yang sempat belajar gamelan membuat mereka membentuk kesepakatan bersama untuk membuat kelompok ini membentuk warna musik notturno yang tak haram memasukkan juga unsur-unsur musikal di luar jazz. Misal ritmik rock, funk, world music, hingga skala nada etnik.

Proses kreatif sejak Februari 2007 berlangsung mulus. Keliaran ide hasil pengalaman musikal cak Hend dan Masmo, menyatu secara harmonis dan lebih tersruktur oleh pengetahuan teoritis musik Joshua yang belajar musik secara formal di Institut Musik Daya Indonesia. Hingga akhirnya Notturno (diambil dari kata bahasa Italia, yang berarti “malam gelap”) memiliki materi-materi lagu yang memiliki unsur-unsur seperti yang telah dijelaskan di atas.

Tema-tema tiap lagu terinspirasi dari berbagai hal, mulai kejadian sehari-hari hingga kepedulian notturno terhadap banyak hal. Misal tentang kebandelan seorang anak, pertemanan, disleksia, narsisme, hingga isu yang lebih besar seperti musibah tanah longsor, kecelakaan transportasi, dan lain-lain. Demi sampainya tiap tema lagu ke pendengarnya, tiap kali bermain di sebuah event, notturno akan menjelaskan latar lagu yang akan dimainkan. Mereka berharap penonton akan ikut melebur dalam kisah-kisah yang ada di lagu bersangkutan. Minimal mereka bisa bebas berintepretasi terhadap komposisi yang dimainkan Notturno.

Modus seperti itu kembali diulang ketika album “Volume 1: Akoustika Adventure” ini dibuat. Tiap lagu dari 7 lagu yang ada, masing-masing memiliki cerita dan latar belakang tersendiri (cek keterangan ‘song list’ di bawah). Semua cerita tersebut bersenandung dengan ritmik serta harmoni yang didapat dari hasil pengalaman bermusik, musical influences, dan interaksi antar-personel notturno.

Pentingnya penyampaian tema dan ide yang melatari lagu mereka, membuat notturno juga menciptakan beberapa lagu berlirik. Tentu tetap dengan warna musik serta tema khas Notturno. Maka tersebutlah nama Dhika, penyanyi belia lulusan Fakultas Musik, Departemen Classical Vocal, Universitas Pelita Harapan. Timbre vokal serta kemampuan kreatif berimprovisasi Dhika terasa sangat cocok dengan warna serta semangat yang melatari lagu-lagu notturno.

Memperhitungkan beberapa unsur yang bisa membantu komposisi-komposisi notturno, maka kehadiran teman-teman musisi lain juga dibutuhkan. Maka hadirlah Fido, seorang pemain saksofon alto yang kini juga menjabat sebagai dekan jurusan musik di sebuah Sekolah Tinggi Musik di bilangan Karawaci Tangerang. Juga seorang peniup saksofon tenor usia 17 tahun, Yudha Gautama dan seorang pemain flute bernama Ayu. Maka Joshua, cak Hend, dan masmo sepakat memilih Dhika, Fido, Ayu dan Yudha sebagai ‘additional player’ notturno.

Lengkap sudah amunisi berupa konsep, materi lagu, serta semangat yang akan menjadi bekal notturno menjalani petualangan musikal mereka dalam penggarapan album kedua mereka yang diberi title “Volume 1: Akoustika Adventure”. Sebelumnya mereka sudah sempat merilis mini album independen bertajuk “4.25AM” pada tahun akhir 2007 lalu dan turut terlibat dalam proyek album soundtrack film Pintu Terlarang (2009) dan mempersiapkan proyek soundtrack film thriller Macabre (2009).

Yap, welcome to the adventure world of Notturno. Album ini dirilis lewat perusahaan demajors dan turut didukung oleh WartaJazz.com. Jika anda tertarik membeli album ini silakan menghubungi sales@wartajazz.net atau hubungi telepon 021-8310769.


In fifteen seconds the difference between composition and improvisation is that in composition you have all the time you want to decide what to say in fifteen seconds, while in improvisation you have fifteen seconds. — Steve Lacy


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<