Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Tag Archive | "Roy Hargrove"

Various Artists – Everybody Wants To Be a Cat: Disney Jazz, Volume 1

Tags: , , , , , , , , ,


Album: Everybody Wants to Be a Cat: Disney Jazz, Volume 1
Label: Disney Records, 2011

01. Ev’rybody Wants To Be a Cat (The Aristocats) – Roy Hargrove
02. Chim Chim Cher‐ee (Mary Poppins) – Esperanza Spalding
03. Some Day My Prince Will Come (Snow White and the Seven Dwarfs) – Dave Brubeck
04. Find Yourself (Cars) – Regina Carter
05. You’ve Got a Friend in Me (Toy Story) – Joshua Redman
06. He’s a Tramp (Lady and the Tramp) – Dianne Reeves
07. Feed the Birds (Mary Poppins) – Kurt Rosenwinkel
08. Gaston (Beauty and the Beast) – The Bad Plus
09. Alice in Wonderland (Alice in Wonderland) – Roberta Gambarini with The Dave Brubeck Trio
10. The Bare Necessities (The Jungle Book) – Alfredo RodrĂ­guez
11. It’s a Small World (It’s A Small World) – Nikki Yanofsky
12. Belle (Beauty and the Beast) – Gilad Hekselman
13. Circle of Life (The Lion King) – Mark Rapp

Everybody Wants To Be a Cat - Disney Jazz, Vol. 1

Everybody Wants To Be a Cat - Disney Jazz, Vol. 1

Relasi ikon dunia perfilman dan animasi, Walt Disney (1901-1966) dan jazz telah berlangsung sejak lama. Walt adalah penggemar jazz, tampak dari garapan soundtrack bertema jazz atas karya-karyanya. Banyak pula, musisi jazz ternama yang menampilkan interpretasi musik pada beragam film Walt Disney, sebut saja Bunny Berigan, Artie Shaw, Glenn Miller, Miles Davis, dan John Coltrane.

Di album Everybody Wants to Be a Cat, diproduseri oleh Jason Olaine ini, menghadirkan 13 trek bunga rampai musik Disney tersaji oleh konstelasi musisi jazz lintas generasi, tentunya dengan tafsiran kaya warna. Mulai dari vokalis belia Nikki Yanofsky sampai pianis veteran Dave Brubeck, yang secara spesifik pernah menggarap Dave Digs Disney (Columbia/Legacy, 1957) – bawakan lagu dari film Alice in Wonderland, Pinnochio, Snow White, dan Cinderella dalam format kuartet.

Petualangan bermula “Ev’rybody Wants To Be a Cat,” melaju swing yang tampak elegan oleh peniup  trumpet Roy Hargrove. Kemudian melangkah pada sajian interaksi kontrabas-piano-akordion dari Esperanza Spalding dan Gil Goldstein untuk “Chim Chim Cher‐ee” terambil dari film Marry Poppins. Dinyanyikan tanpa lirik, Esperanza pula menggesek kontrabas, sedangkan Gil melandasi harmoni lewat denting piano dan sengau akordion.

Trek “Some Day My Prince Will Come” kembali dihadirkan Dave Brubeck, kali ini dalam bentuk piano trio. Meskipun berusia lanjut, toh Dave tetap bermain penuh energi serta membuatnya inspirasional. Sentuhan piano Dave dapat disimak lagi pada nomor “Alice in Wonderland,” dilagukan oleh penyanyi Italia, Roberta Gambarini dengan sensitivitas luar biasa. Dengarkan juga sensasi remaja Nikki Yanofsky dalam “It’s a Small World” berakselerasi bebop serta riuh big band iringi olah vokal yang begitu elastis.

Saksofonis Joshua Redman turut ambil porsi, mengambil acuan pianoless trio (saksofon, drum, kontrabas), nikmati “You’ve Got a Friend in Me” (Toy Story) dalam versi memikat khas Joshua. Dua gitaris, Kurt Rosenwinkel dan Gilad Hekselman, masing-masing sajikan “Feed the Birds” dan “Belle.”

Ada pula Alfredo Rodríguez, pianis Kuba yang bermain tunggal lewat “The Bare Necessities” – dimulai oleh detak perkusi, berlanjut eksplorasi harmoni Afro-Cuban, blues, sampai ragtime – sangat pianistik, versatil, dan sensasional.

Terdapat di film Beauty and the Beast, nomor berjudul “Gaston” mengalami dekonstruksi signifikan lewat olah bunyi The Bad Plus! Pianis Ethan Iverson, Reid Anderson pada kontrabas, dan drummer Dave King meramunya jadi sebuah kontradiksi penuh intrik; denting piano yang berpegang pada melodi asli, bertabrakan dengan ritme menderu tegangan tinggi penuh goncangan, namun berakhir melegakan.

Trek penuntas adalah “Circle of Life” yang beda sekali dengan versi Elton John. Penampilnya ialah trumpeter Mark Rapp, tergarap fusion sarat denyut funk yang sangat groovy, dengan goyangan yang sulit untuk ditolak.

Musisi

Roy Hargrove: trumpet (1)
Justin Robinson: saksofon alto (1)
Ameen Saleem: kontrabas (1)
Thaddeus Dixon: drum (1)

Esperanza Spalding: kontrabas, vokal (2)
Gil Goldstein: piano, akordion (2)

Dave Brubeck: piano (3, 9)
Michael Moore: kontrabas (3, 9)
Randy Jones: drums (3, 9)

Regina Carter: violin (4)
Gary Versace: akordion (4)
Yacoba Sissoko: kora (4)
Chris Lightcap: kontrabas (4)
Alvester Garnett: drum, perkusi (4)

Joshua Redman: saksofon tenor (5)
Matt Penman: kontrabas (5)
Gregory Hutchinson: drum (5)

Dianne Reeves: vokal (6)
Peter Martin: piano (6)
James Genus: kontrabas (6)
Alvester Garnett: drum (6)

Kurt Rosenwinkel: gitar, piano (7)
Joshua Thurston-Milgrom: kontrabas (7)
Tobias Backhaus: drum (7)

Ethan Iverson: piano (8).
Reid Anderson: kontrabas (8).
Dave King: drum (8).

Roberta Gambarini: vokal (9)

Alfredo RodrĂ­guez: piano, perkusi (10)

Nikki Yanofsky: vokal (11)
Paul Shrofel: piano (11)
Rob Fahle: kontrabas (11)
Geoffrey Lang: drum (11)
Rod DiLauro: trumpet (11)
Pat Vetter: saksofon alto (11)
Christopher Smith: trombon (11)
Jean Frechette: saksofon bariton (11)

Gilad Hekselman: gitar (12)
Joe Martin: kontrabas (12)
Obed Calvaire: drum, perkusi (12)

Mark Rapp: trumpet (13)
Jamie Reynolds: piano, kibor (13)
Rene Hart: kontrabas (13)
Greg Gonzales: drum (13)

Christian McBride – Conversations With Christian

Tags: , , , , , , ,


Album: Conversations With Christian
Label: Mack Avenue Records, 2011

01. Afirika
02. Fat Bach and Greens
03. Consider Me Gone
04. Guajeo Y Tumbao
05. Baubles, Bangles and Beads
06. Spiritual
07. It’s Your Thing
08. Alone Together
09. McDukey Blues
10. Tango Improvisation #1
11. Sister Rosa
12. Shake ‘N Blake
13. Chitlins and Gefiltefish

Christian McBride - Conversations With Christian

Christian McBride - Conversations With Christian

Dua bulan setelah meluncurkan album perdana sebagai bandleader, dalam The Good Feeling (Mack Avenue Records, 2011), kontrabasis Christian McBride menambah daftar rilis dengan album duet bertajuk Conversations With Christian. Seperti halnya format duet, daya tariknya adalah interplay antara kedua pemain, dengan segala tensi dan intimasinya.

Pada album berisi 13 trek ini, Christian memaksimalkan seluruh kecanggihan bermain secara versatil, mengajak sederet rekan musisi untuk bercakap dan bercengkerama.

Goyang irama “Afirika” membuka album ini, simak betotan kontrabas yang mantap, berinteraksi dengan vokal  AngĂ©lique Kidjo layaknya sebuah upacara penyambutan. Lalu ada fiddler Regina Carter bawakan “Fat Bach and Greens,” interpretasi atas Concerto for Two Violins karya Bach, Christian turut menggesek dengan fasih, berlanjut olah kontrapung dalam denyut swing.

Lagu “Consider Me Gone” dinyanyikan oleh Sting yang juga memetik gitar, terdengar rileks dan bluesy. Pada “It’s Your Thing,” beat funk memanaskan suasana bersama tarik suara Dee Dee Bridgewater ditimpali Christian yang seolah tak mau kalah genit. Terdapat pula rekan musisi satu generasi Christian; trumpeter Roy Hargrove dalam “Baubles, Bangles and Beads,” Ron Blake meniup saksofon tenornya pada “Shake ‘N Blake,” serta gitaris Russell Malone untuk “Sister Rosa.”

Sensualitas Afro-Cuban terasa sekali di nomor “Guajeo Y Tumbao” menghadirkan pianis Eddie Palmieri yang energik, sedangkan Christian unjuk kebolehan virtuosik. Mengajak Chick Corea untuk beraksi pada kompleksitas “Tango Improvisation #1.”

Album ini merekam pula permainan dua pianis yang kini telah wafat, Hank Jones dalam “Alone Together” dan Dr. Billy Taylor yang bermain halus pada “Spiritual,” diimbuhi sayatan gesek kontrabas Christian serta petikan solo intuitif.

Penutupnya adalah “Chitlins and Gefiltefish” berupa dialog, main sambil mengobrol antara Christian dengan Gina Gershon lewat instrumen Jew’s harp. Kasual, jenaka, pula soulful serta makin seru oleh intrik-intrik modulasi atas kerangka blues 12 bar.

Musisi

Christian McBride: kontrabas

Angélique Kidjo: vokal (trek 1)
Regina Carter: violin (trek 2)
Sting: vokal, gitar (trek 3)
Eddie Palmieri: piano (trek 4)

Roy Hargrove: trumpet (trek 5)
Dr. Billy Taylor: piano (trek 6)
Dee Dee Bridgewater: vokal (trek 7)
Hank Jones: piano (trek 8.)
George Duke: piano (trek 9)

Chick Corea: piano (trek 10)
Russell Malone: gitar (trek 11)
Ron Blake: saksofon tenor (trek 12)
Gina Gershon: vokal, Jew’s harp (trek 13)

AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2011: One Lovely Nation

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Axis Java Jazz Festival 2011

Axis Java Jazz Festival 2011

Remarkable Indonesia

Sebuah penyataan yang selalu ada di tag line AXIS Jakarta International Java Jazz Festival selama dua tahun terakhir ini. Bila pada 2010, tag line berbunyi “Jazzin’ Up Remarkable Indonesia”, maka di AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2011 yang diselenggarakan pada tanggal 4, 5, 6 Maret 2011 di JIExpo Kemayoran, menggunakan tag line “Remarkable Indonesia, Harmony Under One Nation”. Salah satu hal yang menyebabkan Indonesia ‘remarkable’ adalah karena di negara yang bahkan jauh dari tanah kelahiran musik jazz, negara yang selama bertahun-tahun tidak terlalu dianggap di hingar bingar kiprah musik dunia (termasuk jazz), bisa menyelenggarakan sebuah festival jazz yang menjadi salah satu festival jazz terbaik dan terbesar di dunia. Beberapa musik ternama dunia menyebut Jakarta (Indonesia) telah menjelma jadi pusat jazz dunia, sejajar dengan New Orleans, New York, Chicago, yang telah lama dikenal sebagai pusat kehidupan jazz.

Remarkable Indonesia dalam jelmaannya sebagai destinasi musisi jazz bukan hanya merupakan kebanggaan, namun sekaligus menjadi tantangan buat industri musik, dan khususnya bagi musisi jazz Indonesia. AXIS Jakarta International Java Jazz Festival telah menjadi salah satu terbesar, setelah itu harus meningkat menjadi tempat pencinta jazz dari seluruh dunia dapat menyaksikan kehebatan musisi jazz Indonesia, sejajar dengan musisi internasional. Sehingga yang mendapat predikat ‘remarkable’ bukan hanya festivalnya, tapi juga musisinya, dan Indonesia secara keseluruhan.

Harmony Under One Nation

Musisi, penonton, manajer, artists’ agents, event organizer, penata panggung, sound engineer, penata lampu, penata artistik, jurnalis, pekerja booth, sales promotion girl, dan siapapun yang hadir di JIExpo Kemayoran pada tanggal 4, 5, 6 Maret 2011 untuk AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2011 merupakan saudara sebangsa, bangsa yang mencintai musik (jazz).

Dengan perannya masing-masing secara bersama-sama membentuk keselarasan agar AXIS Jakarta International Java Jazz Festival sukses terselenggara, menjadi kegembiraan, dan meninggalkan kesan akan sebuah harmoni yang dirajut oleh musik jazz. Kesan inilah yang menjadi pesan yang ingin disebarkan ke seluruh dunia, “In a remarkable country like Indonesia, Jazz brings harmony under one nation”.

Mari Sebarkan Pesan Harmoni Berbangsa

Bila Java Festival Production (JFP), AXIS, BNI, Garuda Indonesia dan First Media membuat program penjualan karcis secara istimewa, serta program promosi dengan hadiah tiket menonton AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2011, dan ada yang sudah dimulai sejak bulan Desember 2010, itu karena pihak penyelenggara dan sponsor ingin agar masyarakat mendapat kesempatan menonton penampilan musisi Indonesia dan internasional.

JFP mengundang musisi Indonesia, baik yang senior, sedang mencapai puncak karirnya, maupun yang baru merintis karir untuk menunjukan kehebatannya di depan pencintanya.

Nama seperti Benny Likumahuwa, Maliq ‘n D’Essentials, Glenn Fredly, Sandhy Sondoro, Andien, Shadow Puppets, Notturno, Dira Sugandi, Dwiki Dharmawan, Simak Dialog, Fraya, Ade Irawan, Indonesia Nu Progressive, Idang Rasjidi,  Tohpati Bertiga, Indra Lesmana-Barry Likumahuwa-Sandy Winarta (LLW), GIGI Big Band, Chamber Jazz (Iwan Hasan, Andien, Enggar, Merry Kasiman), Jopie Item, Oele Pattiselanno, Nial Djuliarso, The Husbands & Wives feat. Endah N Rhesa, RAN, dan Nikita Dompas akan hadir memberikan yang terbaik di hadapan pengunjung AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2011. Johanes Radianto, Dhani Syah, Elfa Zulham dan Sri Hanuraga yang baru menyelesaikan studi musiknya di Belanda juga bakal hadir. Magenta Orchestra pun akan tampil bersama George Benson dalam gelaran Special Show bertajuk “George Benson’s Tribute to Nat King Cole with Magenta Orchestra”.

Para artis berbagi waktu di 16 panggung, dengan musisi internasional, seperti George Benson, Santana, Corrine Bailey Rae, George Duke, Kenny Loggins, Charlie Haden, Joey DeFrancesco, grup Fourplay, Sondre Lerche, Rhoda Scott, Jamie Lidell, Kamal Musallam, Ernie Watts, Steve Smith, grup Acoustic Alchemy, Ed Motta, Jose James, Brian Culbertson, Kai Eckhart, grup Juan de Carlos Afro-Cuban All Stars, Maurice Brown, Roy Hargrove, Roberta Gambarini, grup Rasmus Faber & RaFa Orchestra, Vinny Valentino, dan Robert Glasper.

Diharapkan, lebih dari 100 ribu orang yang hadir di AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2011 dapat menjadi agen komunikasi dalam menyebarkan pesan bahwa dunia akan lebih indah dalam sebuah harmoni bersatunya berbagai latar belakang, pandangan, budaya, dalam suatu hamparan rajutan musik jazz.

Pengen dapat daftar lengkap para musisi yang manggung berdasarkan hari mereka tampil?, simak disini jadwal lengkapnya.

Menu Tanpa Roy Hargrove Berarti Belum Nikmati Hari Pembuka

Tags: ,


Roy Hargrove (photo by Aji Wartono/WJ)

Bak traktiran all you can eat, Roy Hargrove adalah penjamu paling mengenyangkan pada hari pembuka Axis Java Jazz Festival 2010. Bagaimana tidak, menu eklektik yang bergantian keluar dari dapur quintet Hargrove terkomposisi matang, tetapi menyisakan peluang untuk jadi “well done” tepat saat dicicipi. Semangat album “Earfood “(Groovin’ High – 2008) mewarnai seleksi menu, yang menurutnya adalah “rekaman yang menapaki tajamnya tradisi dan kerumitan sembari mempertahankan kesederhanaan melodik”. Dari rekaman tersebut, meluncurlah ensambel cool “Brown” dalam dinamika lembut yang juga dengan segera mewakili prioritas permainan kolektif Roy Hargrove Quintet. Tema ini kemudian direproduksi lagi pada “Soulful Melody” di akhir pertunjukkan.

Berganti-ganti antara terompet dan flugelhorn sebagai tim, Hargrove tetap bersolo memukau dalam balada standar “You Are My Everything” dan “Speak Low”. Solo solid lainnya juga tampil dari pianis Joel Holmes dalam kualitas lirikal yang mencengangkan. Pembetot upright bass Ameen Saleem pun cukup mampu membuat kita menahan nafas, baik saat unjuk solo, maupun saat menekuni ulangan intensif groove yang dalam. Juru masak yang melengkapi seksi ritme adalah Montez Coleman yang banyak berlembut-lembut mengesankan kehati-hatian, tetapi berapi-api pada klimaks solo. Lawan duet koki utama di seksi tiup adalah saksofonis Justin Robinson yang ide improvisasi altonya tak kenal lelah mengukur putaran panjang.

Di antara nomer-nomer berorientasi moderen, cita rasa R&B “Strasbourg St. Dennis” terbilang favorit dan dijamin

Roy Hargrove Quintet (photo by Aji Wartono/WJ)

mengundang penonton live ini untuk goyang ringan ikuti irama. Pilihan latin “Nothing Serious”, karya gitaris Leo Quintero, akan lebih serius lagi efeknya. Kira-kira setipe riuh Kopi Dangdut (Moliendo Cafe) yang sudah akrab di kuping. Judul tersebut merupakan juga judul rilis quintet ini di Verve pada 2006. Dengan ikatan yang telah dibangun seperti itu, penonton yang masih panas pun tetap setia mengakses “The Theme” (Miles Davis) yang dibawa ngebut balik ke bebop.

***

Roy Hargrove muncul di pentas jazz sebagai salah satu dari “young lions” yang mewarnai awal 1990-an. Cara yang kini dijalaninya telah mendekatkan musik kepada siapapun dia, yang datang dari manapun, untuk mendengarnya. Itulah bagaimana musik menjadi intelektual. Ini mungkin cocok dengan profil tampilannya yang mengombinasikan dasi kupu-kupu, jas (bukan tuxedo), dan sepasang Nike Air Jordan kulit klasik di kakinya.


Let’s call it spirit, because to me, there is spirit in a reed. It’s a living thing, a reed, really, and it does contain spirit of a sort. And they say these areas make sound when the wind comes. It’s really an ancient vibration. — Steve Lacy


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<