Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Tag Archive | "sketsa"

Inilah daftar musisi (Jazz) Indonesia yang bakal tampil di Axis Java Jazz Festival 2011

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Axis Java Jazz Festival 2011

Axis Java Jazz Festival 2011

Apakah anda sudah mengantongi tiket pertunjukan Axis Jakarta International Java Jazz Festival 2011 yang akan digelar 4-5 Maret 2011 mendatang?. Kalau belum, masih ada kesempatan untuk mendapatkan tiket tersebut, plus beberapa pilihan spesial shows yang menarik bersama Santana, George Benson atau Kenny Loggins.

Berikut ini daftar paling update untuk musisi Jazz Indonesia yang bakal tampil di Java Jazz Festival 2011:

  • Abdul and The Coffee Theory
  • Ade & Brothers
  • Andien
  • Barry Likumahuwa Project
  • Benny Likumahuwa & Young Jazz Connection
  • Benny Mustafa
  • Bonita & The Husband
  • Bubi Chen Plays Pop
  • C-Man
  • Calvin Jeremy
  • Chairul Umam Quintet
  • David Manuhutu
  • Dira J. Sugandi
  • Donny Suhendra
  • Drew
  • Dwiki Dharmawan & Angklung Jazz Ensemble
  • Ello
  • Endah N Rhesa
  • Esqi:EF Feat Syaharani and The Queenfireworks
  • Farrah Di Bigband
  • Four On The Floor
  • Fraya
  • Gigi Big Band
  • Glen Dauna feat. Farrah Di
  • Glenn Fredly
  • Idang Rasjidi
  • Imam Pras Quartet
  • Indonesia Nu Progressive tribute to Harry Roesli
  • Indonesian Youth Regeneration
  • Indra Aryadi
  • Indra Aziz Quintet
  • Indro Hardjodikoro
  • Iwan Abdie
  • Iwan Hasan’s Chamber Jazz feat. Andien, Enggar, Metta
  • Jaya Suprana
  • Jopie Item
  • Kahitna
  • Kirana Big Band
  • Maliq & D’Essentials
  • Manna Band
  • Marcell
  • Mian Tiara & D’Organics
  • Minangapentagong Sawahlunto
  • Nial Djuliarso: The Jazz Soul of Ismail Marzuki
  • Nikita Dompas & His Fellow Musicians
  • Notturno
  • Oele Pattiselano
  • Pandji Pragiwaksono
  • Pitoelas Bigband
  • Raisa
  • RAN
  • Sandhy Sondoro
  • Sandy Winarta Quartet
  • Shadow Puppet
  • Simak Dialog
  • Sketsa
  • Soulvibe
  • Spero
  • The Groove Reunion
  • The Husband & Wife feat. Endah N Rhesa
  • The Jongens Jazz Quartet
  • The Police Project by Margo Rising
  • Tohpati Bertiga
  • Tribute to Elfa S. feat. Elfa’s Singers, Harvey Malaiholo, Andien
  • W/H/A/T Quartet
  • Zarro

Beberapa nama yang mesti mendapat perhatian antara lain WHAT Quartet, The Jongens Jazz Quartet, Shadow Puppet, karena kelompok ini para musisi Jazz Indonesia yang belakangan namanya mulai mencuri perhatian.

Selain itu tentu saja ada sejumlah nama seperti Tohpati Bertiga yang tak lain adalah Tohpati Ario Hutomo, Indro Hardjodikoro dan drummer Gugun Blues Shelter, Bowo yang memulai proyeknya di Ngayogjazz.

32nd Jazz goes to Campus – Sense of Rejuvenation

Tags: , , , ,


32th-jazz-goes-to-campusBerawal dari sebuah pesta musik sederhana di taman Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Salemba pada tahun 1978, yang digagas oleh Chandra Darusman dan kawan-kawan, The 1st Jazz Goes to Campus yang kemudian mendapat akronim populer, JGTC, memulai debutnya. JGTC diadakan setahun setelah North Sea Jazz Festival, yang menempatkan JGTC menjadi salah satu event musik Jazz tertua di dunia dan Indonesiayang diinisiasi dan diorganisir oleh mahasiswa.

JGTC kini telah memantapkan posisinya sebagai festival musik Jazz yang patut diacungi jempol karena konsistensinya. Musisi Jazz papan atas Indonesia seperti Bubi Chen, (alm) Bill Saragih, Benny Likumahua, Ireng Maulana, (alm) Jack Lesmana, Krakatau Band, Indra Lesmana, Idang Rasjidi dan banyak musisi lain telah mengumandangkan musiknya di festival ini. Musisi Internasional seperti Bob James, Dave Koz, Ron Reeves, Los Cabaleros, Coco York, Lica Cecato, Claire Martin Quintet, dan Curtis King pernah meramaikan panggung JGTC.

Tahun ini, masuk di usia ke-32 JGTC mengemban peran baru sebagai mesin penggerak perkembangan musik jazz dengan cara terus proaktif dalam memberikan wadah bagi mahasiswa mengapresiasi musik Jazz. Panitia menawarkan terapan pemikiran tersebut lewat tema “Sense of Rejuvenation”. Arti kata rejuvenation itu sendiri mencoba mengambil esensi dari pembaharuan, revitalisasi, penyegaran kembali, ataupun menghidupkan kembali musik jazz di Indonesia.

Diperkirakan sekitar 23.000 akan hadir dalam acara yang digelar seharian penuh di Kampus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tanggal 29 November 2009 mendatang.

Mereka akan disuguhi penampilan 35 artis lokal dan internasional yang terdiri dari dari berbagai tipe musik jazz. Seperti halnya tahun lalu, tersedia 3 stage yang berada dalam komplek yang tidak terlalu jauh jarak antar panggungnya. Penampilan para artis ini, akan dilangsungkan bersamaan dengan adanya Bazzar yang terdiri dari makanan & minuman dan juga lainnya.

Selain konser juga akan digelar sejumlah kegiatan lain seperti Jazz Competition 14-15 November 2009
bertempat di Blitz Megaplex, Grand Indonesia dan finalnya 22 November 2009 di EX (Entertainment Center), Jakarta dan akan dimeriahkan Endah n Rhesa dan Soulvibe. Buat kamu yang tertarik menjadi peserta Jazz Competition pendaftaran dibuka hingga 6 November dengan membayar Rp 200.000,- untuk biaya administrasi.

Pada tanggal 21 November 2009 juga akan digelar klinik musik bersama Oele Patiselano (Guitar)Barry Likumahuwa (bass), Riza Arshad (keyboard) dan Sandy Winarta (drums). Biayanya Rp 35.000

Panitia 32th JGTC kali ini juga menggelar Road Show to Jazz Goes to Campus antara lain di Fakultas Ekonomi UGM, 11 November 2009 dengan performers: Sketsa, Endah n Rhesa, 21st night, Jazz on the Street, ESB (Economic Session Band) UGM, kemudian di Campus Centre ITB, 18 November 2009 dengan performers: Esqief and the Queenfireworks feat Syaharani, Sketsa, Indra Aryadi and friends dan IT Jazz and APRES! ITB plus di Margo City Depok, 20 November 2009 dengan performers: Margo Friday Jazz, KJK, , Soulvibe, 21st night dan jam-session bersama Benny Likumahuwa.

Asean Jazz Festival 2009 kembali digelar di Coastarina Batam

Tags: , , , , , ,


Nama Indonesia jika dikaitkan dengan Jazz memang punya sejarah panjang. Meskipun sempat mendapat julukan stereotif – mulai dari Jazz itu rumit, untuk orang tua dan hal-hal lain yang sebenarnya tidak sepenuhnya benar – stigma itu kelihatannya makin memudar.

Artis Pendukung Asean Jazz Festival 2009

Artis Pendukung Asean Jazz Festival 2009

Meminjam ucapan Benny Likumahua, “Meskipun orang mungkin tidak faham benar apa arti jazz, tapi yang penting perkataan jazz itu, sekarang menjadi populer”. Dan itu terbukti dengan banyaknya komunitas jazz yang tumbuh dan berkembang setidaknya dalam sembilan tahun terakhir yang dipantau oleh Wartajazz.com

Salah satu pilar dari suksesnya Jazz di Indonesia adalah konsistensi program. Barangkali hal inilah yang menjadi alasan mengapa Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia kembali mengagas diadakannya Asean Jazz Festival 2009 yang sudah diawali sejak tahun lalu.

Namun belajar dari tahun lalu yang sempat diguyur hujan lebat, acara tahun ini dipindahkan ke bulan Agustus yang relatif lebih ‘aman’. Tepatnya pada  Jumat dan Sabtu, 7-8 Agustus 2009 mulai pukul 16:00 – selesai dan kembali mengambil tempat di Coastarina – Ocarina, Batam.

Ada hal lain yang menjadi kekuatan festival ini, yaitu unsur Asean dimana musisi-musisi muda dari negara tetangga diundang dan difasilitasi untuk tampil mempertunjukkan kepiawaian mereka masing-masing, yang pada gilirannya diharapkan ikut mendukung timbulnya rasa persaudaraan dan persahabatan diantara negara-negara ASEAN melalui musik Jazz, demikian yang terungkap dari pressconference yang digelar di hari Kamis 9 Juli 2009 bertempat di ruang rapat Direktorat Jendral Pemasaran lantai 17 Gedung Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata Republik Indonesia.

Lokasi Coastarina sendiri dipilih karena merupakan lokasi yang terus dikembangkan menjadi tempat wisata bahari dan tempat rekreasi di Pulau Batam. Sementara Pulau Batam kembali dipilih sebagai tempat penyelenggaraan, karena Pulau Batam adalah pintu gerbang wisatawan manca-negara nomor urut 3 setelah Jakarta (Bandara Soekarno Hatta) dan Bali (Bandara Ngurah Rai). Disamping itu, Pulau Batam relative mudah dijangkau oleh wisatawan mancanegara (wisman) melalui Singapore, khususnya bagi penggemar musik Jazz dari negara-negara ASEAN.

Pergelaran ini mempergelarkan musisi-musisi muda jazz dari dalam negeri dan beberapa negara ASEAN. Artis dan musisi pendukung yang sudah memberikan konfirmasi untuk tampi antara lain RAN, Notturno, Tohpati, Sketsa, Devian, Baim Trio, Imel Rosalin dan Arina Mocca, Alien Loves Earth (Baron ‘Soulmates’ – Krishna ‘ex Ada Band’ – Budi Haryono ‘Tiket’ – Rindra ‘Padi’ – Once ‘Dewa’), Mangrove (Grup lokal Batam), Chepy ‘n Friends (Grup lokal Batam)

Sementara dari negara anggota ASEAN antara lain Tze (Singapore), Lewis Pragasam Trio (Malaysia), Aya Yuson (Philippines)  dan The Intersect 3+1 (Thailand).

Kesempatan bagi musisi muda Jazz, baik dari dalam negeri, dari negara ASEAN maupun musisi dunia yang bersedia dan ingin tampil di ASEAN Jazz Festival tetap terbuka. Direncanakan, dimasa mendatang kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan.

Acara ini tidak dipungut biaya. Namun anda harus membayar tiket masuk Coastarina sebesar Rp 25.000,-

Sketsa featuring Jazzyphonic di Cafe au Lait

Tags: , ,


sd

Sketsa featuring Jazzyphonic

Jumat ini 19 Juni 2009 jam 20.00 – 22.30, dua band Jazz anak muda Jakarta akan berkolaborasi di Cafe Au Lait, Cikini, Jakarta. Kolaborasi antara Sketsa dan Jazzyphonic terbilang menarik mengingat konsep duo gitar akustik dari Sketsa dan konsep Elektrik yang sarat akan efek yang diusung oleh Jazzyphonic.

Konser kolaborasi ini akan dibuka dengan penampilan Sketsa yang beranggotakan Gerald Situmorang (Gitar Akustik) dan Dimas Wibisana (Gitar Akustik) yang akan dibantu oleh Hertri Nur Pamungkas (Drums) dan Adrian Mahendra (Bass Elektrik). Formasi ini akan tampil selama 45 menit di sesi pertama membawakan komposisi original dari Sketsa.

Sesi kedua akan dilanjutkan dengan kolaborasi antara Sketsa dengan Jazzyphonic. Jazzyphonic akan tampil dengan formasi trio (Minus Randy MP yang sedang menyelesaikan studi nya di luar negeri) dengan Aldhan Prasatya (Keyboard & Synthesizer), Aldhi Mahardhika (Drums) dan Dimaz Soegiharto (Bass Elektrik). Sketsa Feat. Jazzyphonic akan membawakan komposisi karya Sketsa dan Jazzyphonic dengan gubahan musik spesial untuk konser kolaborasi ini.


Some people try to get very philosophical and cerebral about what they’re trying to say with jazz. You don’t need any prologues, you just play. If you have something to say of any worth then people will listen to you. — Oscar Peterson


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<